You are on page 1of 15

Fungsi dan Peran, Serta Teknik-Teknik Analisis Transaksional

Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“TEOR KO!SE"!#$
Pem%im%ing &
Mohammad Thohir, M'Pd'
Disusun Oleh &
Ahmad Fai(in )*+,-,**+
Ahmad Fatihuddin )*+,-,*-.
D/ah Eka0ati Putri )1+,-,*2*
M'Ri34i Faisal )*+,-,*-2
FAK5"TAS DAK6A7 DA! "M5 KOM5!KAS
85R5SA! )M)!#A! DA! KO!SE"!# S"AM 9-
5!:ERSTAS; S"AM !E#ER S5!A! AMPE"
S5RA)A<A
,*-=
KATA PE!#A!TAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatserta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang diembankan kepada kami
yang berjudul “Fungsi dan Peran, serta Teknik-Teknik Analisis Transaksional” ni !engan
Sebaik "ungkin#
Shala$at serta salam tetap ter%urahkan terhadap baginda kita Nabi "uhammad SAW,
yang mana telah membimbing kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang
benderang yaitu ajaran slam#
Tak lupa u%apan terimakasih kami sampaikan kepada pihak yang telah membantu
terselesainya makalah penelitian , terutama &apak "ohammad Thohir, "#Pd#yang telah banyak
membimbing dan mengarahkan kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini#
!emikian dari penulis semoga makalah ini dapat dijadikan re'erensi laporan bagi siapa
saja yang memerlukannya# (iranya ada kritik dan saran dari para pemba%a sangat penulis
harapkan untuk memeperbaiki kekuranggan makalah ini#
i
DAFTAR S
(ata Pengantar###################################################################################################### i
!a'tar isi ############################################################################################################## ii
)A) PE!DA75"5A!
A# )atar &elakang ######################################################################################### *
&# +umusan "asalah ################################################################################## *
,# Tujuan Penulisan ##################################################################################### -
)A) PEM)A7ASA!
A# Fungsi dan Peran (onselor dalam Teori Analisis Transaksional #######
&# Teknik-Teknik yang !igunakan dalam Teori analisis Transaksional##
)A) PE!5T5P
Simpulan ##################################################################################################
DAFTAR P5STAKA
ii
A' 7akikat manusia menurut analisis transaksional
Analisis transaksional berakar pada 'ilsa'at antideterministik# &anyak pengungkapan yang
menegaskan arti dari 'ilsa'at antideterminitik
Pertama yang dimaksud dengan 'ilsa'at antideteminisktik adalah bah$a manusia selaku
makhluk rohaniah memiliki kehendak bebas#
*
!engan kata lain manusia dapat memilih kehendaknya dengan bebas# (ehendak bebas bisa
kita %ontohkan sebagai berikut, adakah bila kakek dan nenek adalah para pejuang yang
memperjuangkan Negara dengan %ara akti' sebagai militer dan si indi.idu tersebut mengingkan
hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh kakek neneknya indi.idu tersebut tak perlu jadi
militer untuk memperjuanngkan negera tersebut, sebab selain jadi militer masih banyak %ara
untuk melakukan hal tersebut seperti menjadi politikus atau akti.is dan masih banyak lagi dan si
indi.idu tersebut berhak memilih dengan bebas dengan %ara apa dia akan mempertahankan
negaranya#
Adapun yang memaknai 'ilsa'at antideterministik tersebut dengan makna lain yaitu,
“penempatan keper%ayaan pada kapasitas indi.idu untuk meningkatkan kebiasaan dan memilih
tujuan tingkah laku baru#
-

Filsa'at Antideterminisme juga dapat dilihat pada /erbert &lumer# "enurut &lumer# 0ang
menegaskan , manusia bukan semata-mata organisme yang bergerak di ba$ah pengaruh
stimulus, baik dari dalam maupun dari luar, melainkan organisme yang sadar akan dirinya#
"anusia mampu memandang diri sendiri sebagai obyek pikirannya sendiri dan berinteraksi
dengan diri sendiri untuk mempermasalahkan, mempertimbangkan, menguraikan, dan menilai
hal-hal tertentu yang telah ditarik ke dalam kesadarannya1 dan akhirnya meren%anakan serta
mengorganisasikan tindakannya# &lumer menyebut hal ini sebagai2 konsep diri.
3
!alam analisis transaksional yang lain pula memandang bah$a manusia memiliki potensi
memilih keputusan yang dibuat dan dapat diputuskan berulang-ulang#
3
disamping itu Analisis
1
http://filsafatilmukomunikasi.blogspot.com/2012/11/46-antideterminisme-ada-kehendak-bebas.html
2
Dra.Komalasari antina! ".#si. $ah%uni &ka! '.pd.!".(.(.#.D.! Karsih! ".#d.! )eori dan )eknik
Konseling! #) *ndeks +,akarta: 2011-! hal..2
/
http://filsafatilmukomunikasi.blogspot.com/2012/11/46-antideterminisme-ada-kehendak-bebas.html
4
"appiere (ndi ().! #engantar Konseling dan )erapi! #) 0a1a rafindo #ersada +,akarta: ,anuari
20010-
1
Transaksional juga berpijak pada asumsi-asumsi bah$a manusia sanggup memahami putusan-
putusan masa lampaunya dan bah$a manusia mampu memilih untuk memutuskan berulang-
ulang keputusannya#
4
Pandangan analisis transaksional yang lain tentang hakekat manusia adalah pada dasarnya
manusia mempunyai keinginan atau dorongan 5 dorongan untuk memperoleh sentuhan atau
“stroke”# Sentuhan ini ada yang bersi'at jasmaniah dan rohaniah serta yang berbentuk .erbal dan
'isik# 0ang menjadi keperibadian seseorang ialah bagaimana indi.idu memperoleh sentuhan
melalaui transaksi#
6
!ari beberapa ungkapan diatas dapat disimpulkan bah$a manusia menurut pandangan
analisis transaksional yang berakar dari 'islsa'at antidetermenistik adalah manusia itu
mempunyai hak memilih dan tidak tergantung pada masa lalu, meskipun masa lalu yang
menentukan posisi hidup yang tidak bisa dihapus dari kehidupannya dan dalam memlih hidup
manusia bisa mengulang-ulang pilihannya sampai pilihannya ini tepat bagi kehidupannya#
)' Sejarah Analisi Transaksional
7ri% &erne 8*9*:-*9;:< yang mengembangkan teori analisis transaksional# Sebelum berne
turun untuk mengembangkan teori ini# &erne sebelumnya pernah bekerja di departemen
peperangan yang mana pada saat itu berne meneruskan program konseling kelompok yang telah
berjalan disana# Pekerjaan berne menjadi konselor kelompok membuatnya bereksperimen
dengan pekerjaan sebagai konselor dalam konseling kelompok# &erne bekerja sebagai konselor
konseling kelompok selama = tahun antara tahun *93=-*936# Setelah itu berne men%oba
membuka praktik psikiatri di ,armel, ,ali'ornia# Pembukaan psikiatri tersebut membuat berne
menyimpulkan tentang struktur dan 'ungsi kepribadian yang berbeda dengan sebagaian psikiatris
pada >amannya yang tepatnya pada tahun *94:-an# (esimpulan berne tersebut berasumsi dari
konseli-konseli ? klien-klien dari hasil obser.asinya# Pada usia 36 tahun berne mengunduran diri
sebagai anggota the Psy%hoanalyti% nstitute# 0ang kemudian dia mengembangkan teori dan
mulai praktek dengan Analisis Transaksional# !an pada tahun *936 berne menerbitkan buku
yang berjudul “@ames People !ay” yang menjadi best seller internasional#
;
2
3ore% erald! Koesra4a. &! )eori dan #raktik Koseling dan #sikoterapi! #) &0&'35 +6andung: 1.77-
6

8
Dra.Komalasari antina! ".#si. $ah%uni &ka! '.pd.!".(.(.#.D.! Karsih! ".#d.! )eori dan )eknik
Konseling! #) *ndeks +,akarta: 2011-! hal.7.-.0
2
!usay dan !usay 8*9A3< mengidenti'ikasi 3 tahap perkembangan analisis transaksional
Tahap Pertama 8*944-*96-<
Pada tahap ini 7ri% &erne mengidenti'ikasi ego terdiri dari orang tua8parent<, de$asa 8adult<,
dan anak-anak8%hild<# (etiga keadaan ego tersebut oleh berne dinamai 7go State yang mana hal
terebut memberikan prespekti' berpikir, merasa, dan bertingkahlaku#
Tahap (edua 8*96--*966<
Pada tahap ini &erne lebih mononjolkan aspek transaksi dan games# Pada tahap ini, analisis
transaksional lebih popular sebab penggunaan katadirekti' dalam pendekatana dan permainan
games dalam pendekatan ini se%ara langsung bisa dapat diketahui# !an pada tahap ini analisis
transaksional lebih dikenal dengan pendekatan kogniti' dan hanya sedikit menyentuh aspek
a'ekti'#
9' Perkem%angan Ke>ri%adian <ang Sehat
,iri-%iri kepribadian yang sehat menurut /ansen 8dalam Tau'ik, -::91***< adalah2
*< ndi.idu dapat menampilkan ego statenya se%ara lu$es sesuai dengan tempat ia berada#
-< ndi.idu berusaha menemukan naskah hidupnya se%ara bebas serta memungkinkan pula
ia memperoleh sentuhan se%ara bebas pula#
=< "emilih posisi hidup re.olusioner, saya B( kamu Bk#
3< 7go statenya bersi'at 'leksibel tidak kaku dan tidak pul %air#
D' Perkem%angan Ke>ri%adian <ang A%normal
"asih dalam buku sumber yang sama %irri kepribadian yang abnormal ialah2
*< (e%endrungan untuk memilih posisi de.olusioner, ob.olusioner dan pada dirinya ada
unsure tidak Bk#
-< (e%enderungan untuk menggunakan ego state yang tunggal#
=< 7go state yang ditampilkannya terlalu %air#
3< 7go statenya ter%emar#
A
7
http://a9ma4addah.blogspot.com/201//01/pendekatan-analisis-transaksional.html
/
E' Fungsi dan Peran Konselor dalam Teori Analisis Transaksional
(onseling analisis transaksional didesain untuk mendapatkan insight emosional dan
intelektual, tetapi 'okus pada bagian rasional# /al ini berimplikasi pada peran konselor dalam
proses konseling yang lebih banyak didaktik dan 'okus pada pemikiran konseli# "enurut /arris
8*96;< peran konselor adalah sebagai guru, pelatih dan penyelamat dengan terlibat se%ara penuh
dengan konseli#
Sebagai guru, konselor menjelaskan teknik-teknik seperti analisis struktur 8structural
analysis<, analisis transaksi 8transacsional analysis<, analisis naskah hidup 8script analysis<, dan
analisis game 8game analysis<# (onselor juga membantu konseli menemukan kondisi-kondisi
yang tidak menguntungkan di masa lalu dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya#
,laude Steiner menekankan bah$a penting hubungan yang egaliter antara konselor dan
konseli# (onselor dan konseli bekerja sebagain partner dalam konseling# Walaupun konselor
memiliki pengetahuan dan ketrerampilan konseling yang digunakan untuk membantu konseli,
pengetahuan dan keterampilan tersebut tidak akan e'ekti' tanpa ada inisiati' dari konseli 8,orey,
*9A6, p# *4;<# (onselor membantu konseli menemukan kekuatan internalnya untuk berubah
dengan membuat keputusan yang sesuai sekarang#
9
Tugas konselor yang menggunakan analisis transaksional adalah mengajar bahasa dan ide-ide
sistem untuk mendiagnosa transaksi dan membantu indi.idu untuk hidup dalam ego state de$asa
dengan ego lainnya ber'ungsi se%ara tepat#
*# Fungsi (onselor2
a# "embantu klien menemukan kemampuan diri untuk mengubah dengan membuat
keputusan saat sekarang#
b# "embantu klien memperoleh alat yang digunakan untuk men%apai perubahan#
%# "embantu klien untuk menggunakan semua status egonya se%ara tepat#
.
antina Komalasari dan &ka $ah%uni dan Karsih! Teori dan Teknik Konseling, +,akarta: #) *ndeks!
2011-! hal. 127
4
d# "embantu memberikan in'ormasi tentang pola-pola interaksi sosial sesuai dengan
berbagai keadaan diri 8transaction<#
e# "embantu menganalisis diri sendiri sehingga disadari keadaan diri mana yang
dominan dalam perilakunya#
*:
'# "en%iptakan lingkungan yang memungkinkan klien dapat membuat keputusan-
keputusan baru dalam hidupnya dan keluar dari ren%ana kehidupan yang menghambat
perkembangannya#
-# Peran (onselor 2
a# Sebagai guru, memperjelas teknik analisis transaksional, ren%ana kehidupan dan
analisis ren%ana kehidupan, ren%ana analisis permainan#
b# Sebagai pelatih, membantu klien agar terampil melaksanakan hubungan antar pribadi
dengan menggunakan status ego yang tepat dan tidak salah menggunakan ego#
**
%# Sebagai narasumber,membantu klien menemukan apa yang diperlukan#
d# Sebagai 'asilitator,(onselor menolong klien mendapatkan perangkat yg diperlukan,
menyediakan lingkungan yang menunjang untuk men%apai perubahan klien atau
keseimbangan ego state klien#
F' Teknik-Teknik <ang Digunakan Dalam Teori analisis Transaksional
Ti>e-ti>e analisis &
Teori analisis transaksional tentang manusia dan hubungan manusia di dapat dari
pengumpulan data melalui empat tipe analisis yaitu 2
*# Analisis struktur 8stru%tural analysis<
"enurut analisis transaksional, analisis struktural adalah melihat kepribadian indi.idu
yang terdirir dari tiga ego state yaitu orang tua 8parent<, de$asa 8adult<, dan anak-anak 8%hild<#
7go state mempresentasikan orang yang sebenarnya 8real respon< yang hidup sekarang, pernah
hidup dan memiliki identitas pribadi# !engan demikian, kon'lik diantara mereka seringkali
disebabkan karena ketidak konsistenan dan 'leksibilita dalam diri indi.idu#
Analisis struktur adalah alat yang digunakan indi.idu untuk membantu indi.idu menjadi
sadar atas isi dan 'ungsi ego statenya 8orang tua, de$asa dan anak<# (onseli belajar
10
$.' $inkel dan 'ri :astuti! ".'i! Psikoterapi dan Konseling, +;og%akarta: "edia (badi! edisi re<isi-!
hal 422.
11
"ohamad 'ur%a! Teori-teori Konseling, +6andung: #ustaka 6ani =urais%! 200/-! hal 42.
2
mengidenti'ikasi ego state mereka# Analisis struktur membantu konseli mengatasi bentuk ego
state yang membuatnya terhambat dan membantu menemukan ego state yang mendasari tingkah
laku sehingga konseli dapat menentukan pilihan-pilihan hidupya#
!ua masalah dalam kepribadian yang dapat di pertimbangkan dalam analisis struktur
yaitu 2 pen%emaran atau kontaminasi dan eksklusi# (ontaminasi terjadi ketika isi dari satu ego
state ber%ampur dengan ego state yang lain# (ontaminasi terjadi bila ego state anak dan orang tua
memasuki ego state de$asa sehingga mengganggu kejernihan pikiran dan 'ungsi ego state
de$asa#
,ontoh 2
Kontaminasi ego state orang tua
“jangan bergaul dengan orang yang bukan berasal dari golongan kita”
“setiap orang selalu ingin men%ari keuntungan dari saya dan tidak ada seorangpun yang
memperlakukan saya dengan baik”
Kontaminasi ego state anak
“apa yang saya inginkan harus saya dapat sekarang”
Pen%emaran oleh ego orang tua se%ara khas dimani'estasikan melalui gagasan-gagasan dan dan
sikap-sikap prasangka# Pen%emaran oleh ego anak meyertakan persepsi-persepsi yang di distorsi
tentang kenyataan#
Sementara eksklusi terjadi bila satu ego state memblokade ego state yang lain dan tidak
memperbolehkan perpindahan antara satu ego state dengan ego state yang lain# 7go state anak
yang mengeksklusi ego state orang tua dan de$asa bertindak tanpa menggunakan suara hati,
tidak berpikir , tidak bertanggung ja$ab dan bergantung kepada orang lain# 7go state de$asa
yang mengeksklusi ego state orang tua dan ego state anak biasanya berikap objekti' tapi seperti
robot dn sedikit perasaan dan tidak memiliki spontanitas#
Ego orang tua yang konstan menyisihkan ego orang de$asa, dan ego anak bisa
ditemukan pada orang yang begitu terikat pada tugas dan berorientasi pada pekerjaan, tetapi
tugas dan pekerjaan itu tidak bisa dilaksanakannya# Brang sema%am ini bisa bersi'at
menghakimi, moralis, dan menuntut terhadap orang lain# !ia sering bertindak dengan %ara
mendominasi dan otoriter#
-# Analisis transaksi 8transa%tional analysis<
6
Traansaksi di de'inisikan sebagai sebuah unit dalam komunikasi manusia atau sebagai
hubungan stimulus respon antara dua orang ego state# Analisis transaksi adalah deskripsi dari apa
yang dilakukan dan dikatakan oleh dirinya dan orang lain 8ktika pesan disampaikan dan respon
diberikan<# Analisis transaksional terdiri dari tiga kategori 2
*# Transaksi komplementer 8%omplementary transa%tion<, oleh &erne di de'inisikan sebagai
bentuk nyata hunbungan antar manusia yang sehat 8the natural order o' healhty human
relationship<, ketika stimulus dan respon datang dari ego state yang di inginkan#
Transaksi ini terjadi ketika pesan disampaikan dari satu ego state dan mendapatkan
respon dari ego state spesi'ik seperti yang dihrpkan dari orang lain# ,ontoh 2
Sue 2 &illy, kamu lihat buku sayaC
&illy 2 ya# Ada di loker kelas kamu# &iku itu tertinggal ketika kamu dengan terburu-buru
segera meninggalkan kelas#
-# Transaksi bersilang 8%rossed transa%tion<, terjadi ketika pesan disampaikan dari satu ego
state dan mendapatkan respon dari ego state yang tidak di harapkan# ,ontoh 2
Sue 2 “&illy, kamu mau tidak membantu aku men%ari sepedaC”
&illy 2 “kamu tidak lihat, saya sedang nonton a%ara TD 'a.orit saya”
=# Transaksi terselubung 8ulterior atau %o.ert transa%tion<, ialah transaksi yang kompleks
yang melibatkan dua atau lebih ego state dan pesan yang disampaikan tidak jelas# ,ontoh
2
Sue 2 “&illy, mengapa kamu tidak membantu saya menemukan sepeda saya supaya kita
bisa bermain bersama”
&illy 2 “Bke, %ua%a hari ini %o%ok sekali untuk bersepeda”
3# Analisis naskah hidup 8s%ript analysis<
"enurut &erne, naskah hidup 8li'e s%ript< adlah ren%ana hidup yang di pilih oleh
anak pada masa a$al kehidupannya berasarkan pesan yang diterima oleh anak dari orang
tua# "enurut &erne bah$a naskah hidup memiliki lima komponen yaitu 2 8*< arahan dari
orang tua, 8-< perkembangan kepribadian yang berhubungan dengan indi.idu, 8=<
keputusan masa kanak-kanak yang dissuaikan dengan diri dan kehidupannya, 83<
ketertarikan pada kesuksesan atau kegagalan, dan 84< bentuk tingkah laku# Nalisi naskah
hidup adalah bagian dari proses terapi dimana pola-pola hidup yang diyakini indi.idu di
identi'ikasi# (onseli dibantu untuk mengidenti'ikasi naskah hidup, dan menyadari naskah
8
hidp serta posisi hidupnya kemudian diminta untuk mengubah programnya# Analisis
naskah hidup dapat dilakukan dengan menggunakan da'tar %ek naskah hidup yang berisi
item-item yang berhubungan dengan posisi hidup, ra%kets, games sebagai keseluruhan
'ungsi kun%i dari naskah hidup seseorang#
=# Analisis game 8game analysis<
"enurut analisis transaksional indi.idu dapat memahami dialog internal antara ego state
orang tua dan anak-anak# "ereka dapat mendengar dan memahami hubungan mereka dengan
orang lain# ndi.idu dapat menyadari ketika mereka terbuka atau tidak jujur pada orang lain#
!engan menggunakan prinsip-prinsip analisis transaksional indi.idu dapat menyadari bentuk
stroke yang mereka terima, mereka dapat mengganti respons stroke dari negati' ke positi'#
Analisis transaksional berpandangan bah$a games adalah pertukaran strokes yang mengganti
perasaan yang tidak menyenangkan dan meningkatkan naskah hidup# @ames dapat memberikan
bentuk intimasi, tetapi indi.idu yang terlibat dalam transaksi games men%iptakan games yang
men%iptakan jarak diantara mereka# @ames yang bisa dimainkan antara lain 2 kasihan saya 8poor
me<1 8martyr<1 iya, tapi 8yes, but<1 bila ini bukan untuk kamu 8i' it $erentEt 'or you<1 8look $hat
you made me doF /arried<1 8uproar<, dan 8$ooden leg<#
!alam melakukan anlisis games konselor memperhatikan ra%kets 8perasaan yang tidak
menyenagkan yang dialami indi.idu setelah bermain games# /al ini berupa perasaan kronis yang
yang dipertahankan oleh indi.idu, karena perasaan ini kerap kali dirasakan bersama dengan
orang tua karena perasaan yang indi.idu dapat 8dari stroke yang diterimma<ketika masa ke%il#
Seperti gams, ra%ket mendukung keputusan a$al dan merupakan bagian dari naskah hidup#
Analisis games dan ra%kets adalah aspek penting dalam memahami transaksi dengan
orang lain# Payo'' dalam banyak game adalah adalah perasaan tidak senang yang dialami oleh
pemain# /al ini penting untuk di obser.asi dan dipahami mengapa games dimainkan, apa hasil
payo'',apa stroke diterima, dan bagaimana games ini mempertahankan jarak dan menginter.ensi
intimasi# Selain itu memahami ra%ket yang dimiliki indi.idu dan bagimana ra%ket berhubungan
dengan games, keputusan dan naskah hidup merupakan proses penting dalam anlisis
transaksional#
7
!alam melakukan analisis games, dapat digunakan dua %ara yaitu 'ormula @ dan segitiga
!rama (arpman 8The Karpman Triangle<# Analisis dengan Formula Game 8Formula G<
dilakukan dalam enam langkah, yaitu2
• ,onG stimulus yang meman%ing orang lain untuk ikut main
• @immi%kG tanggapan dari orang lain untuk ikut main game
• +esponG rangkaian transaksi psikologis terselubung dan transaksi sosial
• S$it%hG penjungkirbalikan sikap dari kedua pihak
• ,ross upG saat kebingungan kedua pihak akibat switch
• Pay o''G merupakan racket feeling 8perasaan tidak enak< kedua pihak di akhir game
,ara yang kedua adalah Segitiga !rama (arpman (The Karpmman Drama Triangel
adalah alat yang berguna untuk membantu indi.idu memahami games# "etode ini di
kembangkan Stephan (arpman# !alam segitiga terdiri dari penuduh atau orang yang menyakiti
8persecutor< penolong 8rescuer<, dan korban 8!ictim< 8,orey, *9A6, p# *44-*46< Perse%utor
memiliki posisi hidup "#m $K, you#re not $K, rescuer, "#m $ke you#re $K, dan !ictim, "#m not
$K, you#re $K.
#' Teknik-Teknik Teori Analisis Transaksional
*# "etode didaktik# karena analisis transaksional menekankan pada domain kogniti', prosedur
mengajar dan belajar merupakan dasar dari pendekatan ini#
-# &ermain peran 8role playing<# &ermain peran biasanya digunakan dalam konseling kelompok
dimana melibatkan orang lain# Anggota kelompok lain dapat berperan sebagai ego state yang
bermasalah dengan konseli# !alam kegiatan ini konseli berlatih dengan anggota kelompok untuk
bertingkah laku sesuai dengan apa yang akan di uji %oba di dunia nyata# Dariasi dapat dilakukan
.
Victim
Rescuer Persecutor
dengan melebih-lebihkan karakteristik ego state tertentu untuk melihat reaksi tingkah laku saat
ini terhadap ego state tertentu#
*-
=# "odel keluarga atau penokohan keluarga# Teknik ini bertujuan bah$a konseli 8subyek< diminta
untuk membayangkan skenario yang melibatkan banyak pribadi penting mulai dari masa kanak-
kanak yang dapat di ingat, termasuk membayangkan dirinya sendiri# (onseli mendi'inisikan
situasi dan meran%ang tahap-tahao anggota kelompok sebagai aktor pemeran beberapa anggota
keluarga 8orang-orang yang berpengaruh<# "ereka diposisikan menurut memori konseli tentang
situasi yang dikehendaki# (onseli menjadi sutradara, aktor dan produser# Proses ini bisa
mempertinggi kesadarn konseli tentang suatu situasi spesi'ik dan makna-makna pribadi
yangmasih berlaku pada konseli#
*=
3# (ursi kosong# Teknik ini menguraikan dua kursi sebagai alat yang e'ekti' untuk membantu klien
dalam meme%ahkan kon'lik masa lampau dengan orang tuanya atau dengan orang lain yang ada
dilingkungan tempat dia dibesarkan# Hmpamanya seorang konseli mengalami kesulitan dalam
menghadapi boss-nya 8ego orang tua<# (lien diminta untuk membayangkan bah$a seseorang
tengah duduk disebuah kursi di hadapannya dan mengajaknya berdialog# Prosedur ini
memberikan kesempatan kepada konseli untuk menyatakan pikiran, perasan dan sikap-sikapnya
selama dia menjalankan peran-peran per$akilan egonya# (onseli tidak hanya mempertajam
kesadarannya, dalam kasus ini ego orang tuanya, tetapi juga kedua ego lainnya 8ank dan orang
de$asa< yng biasanya memiliki %iri-%iri tertentu dalam hubungannya dengan keadaan yang di
bayangkan# Teknik kursi kosong bisa digunakan oleh orang-orang yang mengalami kon'lik-
kon'lik internal yang hebat guna memperoleh 'okus yang lebih tajam dan pegangan yang
kongkret bagi upaya peme%ahan#
*3
12
antina Komalasari dan &ka $ah%uni dan Karsih! Teori dan Teknik Konseling, +,akarta: #) *ndeks!
2011-! hal. 118-1/0.
1/
0a%mond 3orsini! #sikoterapi De4asa *ni! +'uraba%a: *kon )eralitera! 200/-!hal. /4/
14
erald 3ore%! )eori Dan #raktek Konseling Dan #sikoterapi! 3et >**! +6andung : 0efika (ditama!
201/-! hal. 170
10
11
DAFTAR P5STAKA
Surya, "ohamad, -::=, Teori%teori Konseling, 8&andung2 Pustaka &ani Iuraisy<#
W#S Winkel dan /astuti,Sri, 7disi +e.isi, &sikokterapi dan Konseling, 80ogyakarta2 "edia
Abadi<#
(omalasari,@antina dan Wahyuni,7ka dan (arsih, -:**, Teori dan Teknik Konseling, 8Jakarta2
PT ndeks<#
,orsini, +aymond, -::=, &sikoterapi Dewasa "ni, 8Surabaya2 kon Teralitera<#
,orey, @erald, -:*=, Teori Dan &raktek Konseling Dan &sikoterapi, ,et D, 8&andung 2 +e'ika
Aditama<#