Toksikologi dan Biomonitoring Lingkungan

Ekotoksikologi berkembang di awal tahun 1960-an ketika efek dari kontaminasi
lingkungan yang mencemari produk dari industri dan pertanian terlihat dengan jelas,
menyebabkan kondisi lingkungan menjadi dalam bahaya (amade, 199!"# $al ini terjadi selama
periode tahun tersebut, dimana merkuri, kadmium, dan %oliklorinasi bifenil (%olychlorinated
&iphenyls'%(&" meracuni beberapa populasi manusia di )epang yang terkena dampak dari
senyawa-senyawa kimia tersebut# *irip dengan kejadian tadi, di wilayah danau-danau besar di
+merika ,tara efek beracun dari --. ditemukan terdapat pada burung-burung dan ikan yang
ada disana (%eakall, 199!"# +khirnya, dari tahun 196! hingga tahun 19/9 tercatat lebih dari 00
kasus di seluruh dunia disebabkan oleh kapal tanker minyak, yang mana setiap kasus tersebut
mengarah pada kasus pencemaran, dengan rata-rata 10#000 ton minyak mentah masuk ke dalam
laut yang menyebabkan terjadinya perubahan yang mendalam pada ekosistem laut (1aca2e,
1930", mengakibatkan toksisitas lingkungan# .oksisitas lingkungan berkaitan dengan efek
to4icant atau polutan kepada spesies non-target di lingkungan tertentu# 5ang dimaksud dengan
spesies non-target adalah spesies yang secara tidak sengaja terpengaruh oleh paparan, baik
sengaja maupun tidak sengaja oleh to4icant atau polutan# -alam bab 677 telah diuraikan
mengenai metode-metode toksikologi yang digunakan untuk skrining organisme non-target#
8eberadaan pestisida di suatu lingkungan, pelepasan efluen dari industri ke badan air, pelepasan
gas beracun dari tungku ke atmosfer, cerobong asap, dan mobil, hal-hal tersebut turut
berkontribusi terhadap toksisitas lingkungan yang tentu saja akan mempengaruhi organisme-
organisme yang ada di lingkungan tersebut# -engan demikian, diperlukan sebuah studi sistematis
dari berbagai konsentrasi ilmu tentang antisipatif bahan kimia dan 2at beracun sehingga
kemudian dapat diketahui informasi mengenai spesies yang baik maupun kesehatan lingkungan#
9tudi semacam itu membutuhkan :olume besar dari generasi data# ,mumnya studi terhadap
spesies non-target dilakukan pada spesies sentinel, seperti ikan, mencit, kelinci, tikus, ayam, dan
lebah madu# 9tudi ini termasuk persiapan uji solusi dan menjalankannya melalui berbagai rute
seperti (1" -ermal, (!" 1isan, (;" 7ntramuskular, dan (<" 7nhalasi# 9etelah pemberian dosis racun,
pengamatan akan tercatat secara sistematis# %engamatan ini meliputi perubahan perilaku,
kematian, dan akti:itas metabolism dari spesies yang diuji# 9krining toksikologi juga berkaitan
dengan pengamatan yang tercatat karena terjadinya toksisitas pada sistem saraf tertunda maupun
perubahan histopatologi pada seluruh organ internal tubuh# 9emua uji ini diperlukan untuk
memeriksa apakah salah satu dari senyawa kimia atau obat tersebut bisa menjadi racun bagi
organisme non-target# .oksikologi lingkungan juga mencakup generasi data pada tes lainnya dan
juga e:aluasi dari senyawa beracun yang dapat menjadi pemicu terjadinya mutasi, kanker, dan
janin malformasi# *asing-masing tes tadi telah distandarisasi oleh &adan egulasi 7nternasional
dengan tujuan terbentuknya keseragaman generasi data dan ini tersedia bagi siapa saja yang
ingin melakukan studi tentang penilaian risiko dari setiap senyawa baru# -i 7ndia, lembaga
regulasi mencakup &adan %usat 7nsektisida ((entral 7nsecticide &oard'(7&" dan +dministrasi
*akanan dan =bat-=batan (>ood and -rug +dministration'>-+"# -i +merika 9erikat lembaga
regulasinya bernama ,9->-+ dan ,9-E%+, sementara di negara-negara di Eropa dipandu oleh
panduan =E(-# +ustralia, )epang, dan negara-negara lain juga memiliki lembaga pelaksana
serupa, yang mana mengatur keluar-masuknya produk maupun bahan-bahan kimia di pasaran#
9ehingga hanya terdapat perbedaan kecil antara toksikologi dengan ekotoksikologi, yang
mana keduanya sama-sama berhubungan dengan ?penilaian risiko@ dan efeknya kepada
organisme non-target serta kesehatan lingkungan#
-alam pandangan kontaminasi secara luas di berbagai aspek kehidupan yang disebabkan
oleh meningkatnya jumlah polutan dari berbagai sumber, tampaknya penting untuk mencoba
melindungi lingkungan dengan cara mengambil langkah-langkah regulasi segera, seperti
larangan atau pembatasan penggunaan senyawa-senyawa kimia tertentu# +kan tetapi, untuk
menge:aluasi konsekuensi dari tindakan-tindakan serta agar mampu mengidentifikasi
kontaminasi baru, diperlukan pemantauan terhadap berbagai aspek kehidupan# %ada awal tahun
19/0-an telah dikembangkan program untuk memantau kondisi lingkungan, yang dibuat
berdasarkan analisis kimia terhadap kontaminan utama (%olikrilik hidrokarbon aromatik
(%olycyclic aromatic hydrocarbon'%+$", %oliklorinasi bifenil (%olychlorinated biphenyls'%(&",
logam berat, dan pestisida organoklorin (=rganochlorine pesticide"" di berbagai media yang
berbeda (air, sedimen, tanah, dan organisme"# 8adar kontaminan yang ditemukan di dalam
matriks biologis mengindikasikan bahwa terdapatnya kandungan kontaminan dalam medium
fisik tersebut#
$asil dari analisis yang telah dilakukan di dalam air menunjukkan bahwa konsentrasi
kontaminan dapat diukur, bagi senyawa dengan kelarutan rendah, nilainya berada di ambang
batas deteksi oleh peralatan# -i sisi lain, ketika kontaminan diukur pada moluska dari subkelas
1amellibranchia, kuantifikasinya jauh lebih mudah dan hasil yang didapat juga lebih signifikan#
$ewan tersebut memiliki kemampuan yang cukup untuk bioakumulasi polutan karena cara
makannya yaitu dengan menyaring makanan# $ewan tersebut juga lebih menetap dan mudah
untuk dipelajari# &erbagai jenis moluska memiliki siklus hidup yang panjang (beberapa bulan
hingga beberapa tahun", yang memungkinkan kita untuk mempelajari :ariasi kontaminasi dari
sebuah media#
&iomonitoring terhadap kontaminasi yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia di dalam
sebuah ekosistem tidak memungkinkan kita untuk menilai pengaruhnya terhadap organisme,
populasi, dan komunitas yang ada di dalamnya# -ari segi efek kematian, respon organisme
terhadap polutan hanya dapat die:aluasi melalui pengukuran parameter biologis, fisiologis, atau
biokimia# %endekatan seperti itu harus dilakukan dengan diagnosa medis secara paralel terhadap
manusia maupun klinik toksikologi hewan# +kibatnya, jika terdeteksi terjadi perubahan di
tingkat komunitas dalam ekosistem, bila diperlukan, maka dari sudut pandang ekotoksikologi,
diperlukan indikasi awal untuk mengungkap risiko dari perubahan yang terjadi di ekosistem
tersebut#
&anyak indeks yang tersedia pada tahun 1960-an yang digunakan untuk menge:aluasi
dan memprediksi efek polutan yang berbahaya bagi organisme berdasarkan uji laboratorium
yang bertujuan untuk mengestimasi kadar ekotoksisitas dari senyawa-senyawa kimia yang dapat
mencemari lingkungan# ,ji laboratorium ini bersifat terbatas, hanya baik digunakan untuk
menge:aluasi toksisitas mematikan atau pengukuran parameter-parameter fisiologis yang
bersifat non spesifik (parameter darah dan metabolisme energi"# 7ndeks-indeks yang secara tidak
langsung berhubungan dengan satu atau lebih fungsi dan atau perubahan struktural yang terjadi
pada hewan yang diuji, terbatas hanya memiliki kredibilitas sebagai indikator terjadinya
pencemaran lingkungan#
9ejak tahun 19/0-an, toksikologi molekuler diperbolehkan untuk dikembangkan secara
besar-besaran demi kemajuan dalam pemahaman akan mekanisme toksisitas yang disebabkan
oleh 4enobiotic, terutama model mamalia seperti tikus# 8emudian, untuk berbagai jenis polutan,
efek biokimia yang relatif sensitif dan spesifik akan terlihat jelas pada spesies yang diminati
ekotoksikologi, seperti ikan dan moluska# &eberapa contoh dari proses biokimia yang berkaitan
dengan adanya polutan adalah penghambatan akti:itas acetylcholinesterase oleh pestisida
organofosforus dan carbamate ((oppage and &raidech, 19/6", induksi monooksigenase dengan
sitokrom % <00 oleh kontaminan tertentu yang larut dalam lemak seperti %+$ (%ayne, 19/6" dan
%(& (Aarbonne and Ballis, 19/9", induksi akti:itas dehidrogenase asam delta-amino-le:ulinic
($odson et al#, 1930", dan induksi sintesis metallothionein oleh logam tertentu seperti tembaga
atau kadmium (och et al#, 193!"# 8emungkinan penggunaan biokimia sebagai penanda biologis
untuk studi kontaminasi lingkungan telah diselidiki secara ekstensif# -iantara indeks-indeks
biokimia, induksi metallothionein oleh logam tertentu dan monooksigenase oleh kontaminan
tertentu yang larut dalam lemak dapat mewakili respon adaptif terhadap adanya polutan#
*ekanisme detoksifikasi sering terjadi sebelum efek toksik dimanifestasi sehingga dengan
demikian dapat menyebabkan sensiti:itas pada indikator spesifik# 9ecara paralel, metode-metode
ini telah dikembangkan untuk mengukur efek genotoksik (anderath et al#, 1931C 9ingh et al#,
1933" dan efek imunotoksik (6os, 1930"#
-engan demikian, di awal tahun 1930-an, gagasan tentang penanda biologis mulai
diperhatikan, merujuk pada perubahan tingkat molekuler, biokimia, histologis, atau perubahan
fisiologis organisme yang dapat digunakan memperkirakan paparan kontaminasi di siklus hidup
organisme maupun efek yang disebabkan oleh polusi# &ahkan jika tidak disebut baru, konsep
penanda biologis sebenarnya relati:e baru, dan e:olusi penggunaannya sekarang digunakan
sebagai alat untuk memantau dan menge:aluasi kesehatan lingkungan dan ekotoksikologi yang
erat kaitannya dengan kemajuan dalam pengetahuan kita tentang toksisitas molekuler atau
mekanisme tersebarnya polutan di berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang berbeda di dalam
ekosistem#
9.1 Biomarker (Penanda Biologis) dan Pemanfaatannya
espon dari indikator-indikator dapat diukur secara in-situ di dalam suatu kandang,
ekosistem alami, maupun ekosistem buatan# 8andang adalah bagian terisolasi dari suatu
ekosistem# Ekosistem buatan adalah ekosistem alami yang mana satu atau beberapa
karakteristiknya telah dimanipulasi# *anipulasi pada sebuah ekosistem dapat die:aluasi denganD
• %engenalan tentang polutan (studi mengenai dampak"
• *odifikasi habitat (substrat buatan"
• %engenalan tentang organisme hidup (spesies sentinel"
7stilah yang digunakan dalam bidang ini sangatlah mudah berubah# 7stilah itu sering
didefinisikan oleh tiap-tiap ahli ekologi sesuai dengan tujuan untuk e:aluasi biologis maupun
pengawasan biologis (tindak lanjutnya"#
%enanda biologis adalah sebuah :ariasi dalam konstituen tingkat sel maupun molekul,
proses, struktur atau fungsiC :ariasi ini terjadi disebabkan oleh 4enobiotic yang terukur dalam
sebuah sistem biologis atau sebuah sampel#
&ergantung pada apa yang penanda biologis tunjukkan, penanda biologis diklasifikasikan
ke dalam ; kelompok utamaC
• %enanda biologis keterpaparan, yang menunjukkan adanya satu atau beberapa polutan
dalam organisme#
• %enanda biologis efek, yang menunjukkan risiko efek beracun dalam jangka panjang,
seperti perkembangan kanker#
• %enanda biologis kerentanan indi:idu (penanda resistensi genetik terhadap racun", yang
menunjukkan adanya kerentanan yang berbeda terhadap sebuah racun untuk setiap
indi:idu di dalam suatu populasi#
%enanda biologis kerentanan indi:idu sedikit digunakan dalam sebagian besar e:aluasi
risiko ekologi# %erbedaan antara penanda biologis keterpaparan dengan penanda biologis efek
pada dasarnya adalah buatan# 9el dan jaringan yang abnormal pada proses biokimia termasuk
penanda biologis keterpaparan, karena keduanya justru menunjukkan keterpaparan terhadap
polutan maupun berbagai kelas polutan, namun keduanya juga merupakan penanda biologis efek,
karena sejauh ini keduanya adalah manifestasi pertama dari efek beracun berikutnya#
%enelitian penanda biologis terhadap manusia harus menggunakan penyelidikan non-
in:asif, yang tidak menyebabkan kerusakan maupun ketidaknyamanan untuk setiap indi:idu#
%embatasan ini kurang mutlak berlaku pada organisme sentinel, akan tetapi menjadi penting
dalam studi spesies terancam yang memiliki nilai besar, ekologis atau sebaliknya#
,ntuk penghambat dan induksi dari sistem en2imatik, en2im yang sering digunakan
adalah cholinesterase# En2im ini sangat dihambat kinerjanya oleh organofosforus dan insektisida
carbamate, bahkan sebelum munculnya gejala yang terlihat karena keracunan yang terjadi pada
sistem saraf# %enghambatan dapat diukur dengan sebuah metode kolorimetrik yang sederhana
dan cepat, yaitu dengan sampel darah# *etode ini sangat umum digunakan untuk memantau
pekerja di industri pupuk dan pestisida serta pekerja yang bekerja sebagai penyemprot pestisida#
7ni juga telah banyak digunakan untuk menge:aluasi paparan terhadap ikan-ikan, burung, dan
tikus untuk kemudian dapat dilakukan pemulihan dari paparan insektisida#
En2im lain yang digunakan sebagai penanda biologis keterpaparan logam, yang diketahui
adalah +minole:alinic acid dehydratase (+1+-", yang kinerjanya sangat dihambat oleh timah#
9itokrom % <00 yang terdapat dalam hati dapat digunakan sebagai penanda biologis keterpaparan
dan efek# 9itokrom % <00 termasuk keluarga dari iso2im yang memetabolisme sebagian besar
molekul organik dengan cara dioksidasi, sehingga sitokrom % <00 memegang peranan mendasar
dalam pengeliminasian molekul organik tersebut# &eberapa dari iso2im diinduksi dari berbagai
macam limbah industri (%+$ dan molekul organoklorin seperti %(& dan dio4in"# 7nduksi ini
mudah diketahui dengan melihat perkembangan dalam akti:itas en2imatik di hati, seperti
akti:itas E=- (etho4yresorufin =-dithylase"#
+kti:itas E=- pada ikan secara sistematis telah digunakan dalam program pengawasan
lingkungan perairan sebagai indikator kualitas perairan (%ayne et al#, 193/"# 9itokrom % <00
telah digunakan sebagai penanda biologis terhadap spesies terestrial seperti tikus dan burung#
+kti:itas sitokrom % <00 lebih mudah diukur pada organisme sentinel daripada manusia, karena
teknik-teknik yang biasa digunakan untuk mengukur akti:itas en2im memerlukan persiapan
sebagian subseluler dari hati, yang biasanya bersifat tidak praktis#
*olekul 4enobiotic, atau salah satu dari metabolitnya, dapat terikat kuat karena adanya
ikatan ko:alen, untuk makromolekul seluler seperti -A+ atau hemoglobin# 9enyawa yang
terbentuk oleh reaksi penambahan ini dapat berfungsi sebagai penanda biologis keterpaparan#
9enyawa yang terbentuk oleh reaksi penambahan -A+ mendapat perhatian utama karena
meskipun senyawa ini berusaha dipulihkan oleh organisme itu sendiri, keabnormalan -A+ ini
dapat memicu terbentuknya sel kanker# $al ini bisa diestimasi dengan uji 8omet atau
elektroforesis sel tunggal (-ana -e:i et al#, !000"#
,ji klinis biokimia yang biasa dilakukan (komposisi darah, parameter hematologis,
kandungan plasma, dan akti:itas en2imatik" dapat memberikan informasi yang berguna tentang
kesehatan organisme dan risiko jangka panjang# (ontohnya adalah pengukuran kadar kolesterol
dalam darah pada manusia# -alam kadar yang tinggi maka dapat diketahui bahwa telah terjadi
disfungsi organ, yang mana menunjukkan lebih tingginya risiko akan terkena penyakit jantung#
%enanda biologis dirancang untuk menjadi sebuah sistem peringatan dini yang bersifat
sensitif dari risiko efek jangka panjang# $al ini memiliki keuntungan yang jelas dalam
menurunkan kecepatan perkembangan penyakit pada manusia mendeteksi tanda-tanda alami atau
perubahan fungsional pada organisme sentinel maupun spesies terancam di lingkungan sebelum
terjadinya kerusakan parah pada ekosistem#
%enelitian tentang penanda biologis adalah sebuah bagian dari perkembangan pesat studi
tentang epidemiologi manusia (epidemiologi molekuler"# E%+ telah memprioritaskan penelitian
tentang penanda biologis keterpaparan terhadap produk-produk kimia yang dianggap berisiko
tinggi (ben2ena, trikloroetilen, akrilamida, stirena, nikotin, timah" atau kelas produk seperti %(&
dan dio4in# -ari segi efek, penanda biologis dari kanker, keracunan pada sistem saraf,
imunotoksisitas dan keracunan paru-paru, serta penanda biologis dari gangguan reproduksi dan
pertumbuhan merupakan tujuan utama dari penelitian yang dilakukan (>owle and 9e4ton, 199!"#