PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK

(PPOK)
1. KONSEP DASAR
Definisi
1. Penyakit paru obstruksi kronik ( PPOK ) adalah penyakit paru kronik
yang ditandai oleh hambatan aliran udara disaluran pernapasan yang
bersifat progesif non reversible. PPOK dari bronkitis kronik, emfisema
atau gabungan keduanya (PDPI, !!1)
. "ronkitis kronik adalah kelainan saluran nafas yang ditandai oleh batuk
kronik berdahak minimal # bulan dalam setahun, sekurang$kurangnya
tahun berturut$turut, tidak disebabkan penyakit lain (%min &uhammad ,
'ood %lsagaff, 1()()
#. *mfisema adalah suatu perubahan anatomis paru$paru yang ditandai
dengan melebarnya se+ara abnormal saluran udara sebelah distal bronkus
terminal, disertai kerusakan dinding alveolus (%rief &ans,oer dkk -K.I,
!!1)
/e,ala ini perlu dibedakan dari tuberkulosis paru, bronkiektasis, tumor
paru, dan asma bronkial
Etiologi
1. Kebiasaan merokok merupakan penyebab penting dari pada yang lain .
0i1ayat merokok perlu diperhatikan 2
a. 0i1ayat merokok 2 perokok aktif, pasif, bekas perokok
b. Dera,at berat merokok dengan indeks "rinkman (I") yaitu perkalian
,umlah rata$rata batang merokok (hari)3 lama merokok (tahun )
$ 0ingan 2 !$!!
$ 4edang 2 !!$5!!
$ "erat 2 lebih dari 5!!
+. 0i1ayat terpa,an polusi udara dilingkungan dan tempat ker,a
. 'iperreaktif bronkus
#. 0i1ayat infeksi saluran napas ba1ah berulang
6. "ersifat genetik yaitu defisiensi alfa$1 antitripsin
WOC

Obstruksi jalan nafas
Emfisema
Sekresi mukus
meningkat
Resistensi pernapasan meningkat
PPOK
Kontraksi otot
Edema mukosa
Ventilasi tak
normal.
Bersihan jalan nafas
tidak efektif
Frekuensi nafas
meningkat
Dspnea
- !angguan pemenuhan
nutrisi.
- !angguan pola nafas
- !angguan konsep diri
- !angguan personal
hgine
- !angguan spiritual
- !angguan istirahat tidur
"poksia
- !angguan
pertukaran gas.
- Resiko infeksi.
- #emas.
$ekanan e%pirasi
meningkat
Konpresi bronkial
"ipertensi
pulmunal
O&erdistensi
paru
Ekspresi ang
buruk
!agal jantung kanan
"ipertropi dan hiperplasia
Bronkitis
!angguan intoleransi
akti&itas
e!"l" #linis
1. "atuk
. 4putum putih atau mikoid, ,ika ada infeksi men,adi purulen atau
mukopurulen
#. 4esak, sampai menggunakan otot$otot pernafasan tambahan untuk
bernafas (Kapita selekta kedokteran , !!1)
Di"gnosis
1. %namnesa 2 ri1ayat penyaktit yang ditandai # ge,ala klinis diatas dan
faktor$faktor penyebab
. Pemeriksaan fisik
$ Inpeksi yaitu kita lihat dari u,ung atas hingga u,ung ba1ah klien
terutama akan bentuk dada atau paru apakah berbentuk simetris ,
pen+embungan atau bentuk abnormal lainnya.
$ Palpasi yaitu kita raba, dimana pada klien paru ini palpasi kita
mengarah pada dada atau paru apakah pergerakannya simetris atau
tertinggal antara kanan dan kiri.
$ Perkusi yaitu pemeriksaan fisik dengan diketuk, dimana padaklien
paru disini perkusi kita mengarah pada dada atau paru atau abdoment
apakah redup , sonor, ataupun hipersonor.
$ %uskultasi yaitu suatu pemeriksaan fisik dengan +ara mendengarkan
suara$suara tambahan terutama pada ,alan nafas dimana akan kita
dapat suara$suara tambahan seperti suara gerak pleura, suara bisik,
suara per+akapan, egofoni, ron+hi, dan 1he7ing.
$ -remitus taktil dada berkurang atau tidak ada
$ Perkusi dada hipersonor,peran,akan hati menge+il, batas paru hati
lebih rendah , pekak ,antung berkurang
$ 4uara napas berkurang dengan ekspirasi meman,ang
#. Pemeriksaan radiologi
6. Pemeriksaan fungsi paru
8. Pemeriksaan gas darah
5. Pemeriksaan *K/
9. Pemeriksaan laboratorium darah 2 hitung sel darah putih

Pen"t"l"#s"n""n
"ertu,uan 2 $ mengurangi ge,ala
$ men+egah eksaserbasi ulang
$ memperbaiki : men+egah penurunan faal paru
$ meningkatkan kualitas hidup pasien
Penatalaksanaan meliputi 2
1. *dukasi
$ PPOK adalah penyakit yang irreversible dan progesif
$ Intinya menyesuaikan keterbatasan aktifitas dan men+egah ke+epatan
perburukan fungsi paru, meliputi 2
a) "erhenti merokok (disampaikan pertama kali, bila sudah tegak)
b) Penggunaan obat (ma+am obat ,penggunaan dan ,enis obatnya)
+) Penggunaan oksigen (kapan digunakan ,berapa dosisnya)
d) &engenal efek samping obat atau oksigen
e) &engenal eksaserbasi akut dan pengelolaannya
f) &enghindari faktor pen+etus eksaserbasi
g) &enyesuaikan hidup dan aktifitas
. Obat$obatan
a) "rokodilator (anti kolinergik, " agen 4, 3antin)
b) %nti inflamasi (kortikosterid, prednison)
+) %ntibiotika, bila ada infeksi (amoksilin, sefalosporin)
d) %nti oksidan, mengurangi eksaserbasi (;$ asetilsistein)
#. <erapi oksigen, penting untuk mempertahankan oksigenasi seluler dan
men+egah kerusakan sel dengan indikasi
$ PaO kurang dari 5! mmhg atau sat O kurang dari (!=
$ PaO antara 88$8( mmhg
6. >entilasi mekanik, digunakan dengan atau tanpa intubasi. "ila ada gagal
nafas bisa gagal nafas akut atau kronik
8. ;utrisi, sering ter,adi malnutrisi karena bertambahnya kebutuhan energi,
akibat ker,a muskulus respirasi meningkat . ;utrisi diberikan tinggi
lemak rendah karbohirat , protein
5. 0ehabilitasi dengan ,alan 2
a. ?atihan fisik
b. Psikososial
+. ?atihan pernafasan
Ko$%li#"si
Infeksi yang berulang , pneumotoraks spontan , eritositosis karena
keadaan hipoksia kronik , gagal nafas ,dan kor pulmonal
II. ASU&AN KEPERAWATAN
I. P*;/K%@I%;
1. Identitas
Penyakit PPOK banyak diderita oleh kaum pria dari pada 1anita, yang
perbandinganya adalah #$1! 2 1. Peker,aan penderita sering berhubungan
erat dengan faktor alergi dan hiperreaktifitas bronkus. Didaerah perkotaan,
insiden PPOK 1 A kali lebih banyak daripada dipedasaan. ( 'ood %lsagaff,
1()()
. 0i1ayat atau adanya faktor$faktor penun,ang 2
a. &erokok produl tembakau ( -aktor Bfaktor penyebab utama )
b. <inggal atau beker,a diarea dengan polusi udara berat
+. 0i1ayat alergi pada keluarga
d. 0i1ayat asma pada anak$anak
#. 0i1ayat atau adanya faktor$faktor yang dapat men+etuskan eksaserbasi,
seperti alergen (serbuk, debu kulit, serbuk sari ,,amur ), stres emosional ,
aktivitas fisik berlebihan , polusi udara , infeksi saluran napas, kegagalan
program pengobatan yang dian,urkan
6. Pemeriksaan fisik berdasarkan pengka,ian sistem pernafasan (%pendiks %)
yang meliputi 2
a. &anifestasi klasikn dari PPOK 2
$ Peningkatan dispnea (paling sering ditemukan )
$ Penggunaan otot$otot asesori pernapasan (retraksi otot$otot
abdominal, mengangkat bahu saat inspirasi, napas +uping hidung )
$ Penurunan bunyi napas
$ <akipnea
$ Ortopnea
b. /e,ala$ ge,ala menetap pada proses penyakit dasar 2
$ %sma
$ batuk ( mungkin produktif atau non produksi ), dan perasaan dada
seperti terikat
$ mengi saat inspirasi dan ekspirasi, yang sering terdengar tanpa
stetoskop
$ pernapasan +uping hidung
$ ketakutan dan diaforesis
$ "ronkitis
$ "atuk produktif dengan sputum ber1arna putih keabu$abuan,
yang biasanya ter,adi pada pagi hari dan sering diabaikan oleh
perokok(disebut batuk perokok)
$ Inspirasi ronki kasar (+rak+les) dan mengi
$ 4esak nafas
$ "ronkitis (tahap lan,ut)
$ Penampilan sianosis (karena polisitemia yang ter,adi sebagai
akibat dari hipoksemia kronis)
$ Pembengkakan umum atau penampilan CpuffyD (disebabkan
oleh edem asistemik yang ter,adi sebagai akibat dari kor
pulmonal)E se+ara klinis, pasien ini umumnya disebut C blue
bloatersD
$ *mfisema
$ Penampilan fisik kurus dengan dada Cbarrel +hestD (diameter
toraks anterior$posterior meningkat sebagai akibat hiperinlasi
paru$paru)
$ -ase ekspirasi meman,ang
$ *mfisema (tahap lan,ut)
$ 'ipoksemia dan hiperkapnia tetapi tak ada sianosisE pasien ini
sering digambarkan se+ara klinis sebagai Cpink puffersD
$ @ari$,ari tabuh

8. Pemeriksaan diagnostik 2
$ /as darah arteri (/D%) menun,ukkan paO rendah dan paFO tinggi
$ 4inar 3 dada menun,ukkan hiperinflasi pari$paru, pembesaran ,antung
dan bendungan pada area paru$paru
$ Pemeriksaan fungsi paru menun,ukkan peningkatan kapasitas paru$paru
total (KP<)dan volume +adangan (>F), penurunan kapasitas vital
(K>), dan volume ekspirasi kuat(>*K)
$ @D? menun,ukkan peningkatan hemoglobulin , hematokrit, dan ,umlah
darah merah (@D&)
$ Kultur sputum positif bila ada infeksi
$ *sei imunoglobulin menun,ukkan adanya peningkatan Ig*serum
(imunoglobulin *) ,ika asma merupakan salah satu komponen dari
penyakit tersebut
III. DIANOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan bersihan ,alan napas berhubungan dengan peningkatan
produksi sekret, sekresi kental dan tertekan
. /angguan pertukaran gas berhubungan dengan kurangnya suplay oksigen,
bronkospasme
#. /angguan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
intake kurang, dispnea, anoreksia, mual muntah
6. Femas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya
8. 0esiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatnya
pertahan tubuh, penurunan imunitas
I'. PERENCANAAN
1. Ketidakefektifan bersihan ,alan nafas berhubungan dengan peningkatan
produksi sekret , sekresi kental dan tertekan
<u,uan 2 @alan nafas kembali efektif
Kriteria hasil 2 a) &empertahankan ,alan nafas paten
b) "unyi nafas bersih atau ,elas
+) <idak ter,adi dispnea , sianosis
d) %danya batuk efektif dan mengeluarkan sekret
0en+ana intervensi 2
1) %uskultasi bunyi nafas , +atat adanya 1he7ing, krekels, ronki
0asional 2 untuk melihat obstruksi penyebab PPOK dan menilai dera,at
keparahan pernapasan
) Ka,i kemampuan klien untuk mobilisasi sekresi ,,ika tidak mampu 2
$ %n,urkan metode batuk terkontrol
$ /unakan su+tion untuk mengeluarkan sekret
$ ?akukan fisioterapi dada
0asional 2 &emantau tingkat ke+emasan ,alan nafas dan
membersihkannya
#) "erikan posisi yang nyaman dengan peninggian kepala tempat tidur ,
duduk pada sandaran tempat tidur
0asional 2 &empermudah fungsi paru dan membantu dalam
meningkatkan ekspansi paru
6) %n,urkan minum kurang lebih liter atau hari bila tidak ada
kontraindikasi
0asional 2 &embantu dalam mengen+erkan sekret
8) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat$obatan
0asoinal 2 &engen+erkan sekret agar mudah dikeluarkan dan sebagai
evaluasi perbaikan kondisi klien dan pengembangan
parunya
5) ?akukan hygiene mulut yang baik sesudah batuk
0asional 2 Kebersihan mulut meningkatkan rasa nyaman dan
men+egah bau mulut
. /angguan pertukaran gas berhubungan dengan kurangnya suplay oksigen ,
bronkospasme
<u,uan 2 Kebutuhan oksigen terpenuhi
Kriteria hasil 2 a) &enun,ukkan perbaikan ventilasi
b) Oksigenasi ,aringan adekuat
+) /D% dalam batas normal
d) <idak ada ge,ala distres pernapasan
0en+ana intervensi 2
1) Ka,i frekuensi, kedalaman pernapasan
0asional 2 "erguna dalam evaluasi dera,at distres pernapasan dan
kronisnya proses penyakit
) <inggikan kepala tempat tidur dan bantu pasien untuk memilih posisi
yang mudah untuk bernafas
0asional 2 Pengiriman oksigen dapat diperbaiki dengan possi duduk
tinggi dan latihan nafas untuk menurunkan kolaps ,alan
napas dan ker,a napas
#) "antu atau dorong pasien untuk mengeluarkan sputum dengan
penghisapan bila diindikasikan
0asional 2 Kental, tebal dan banyaknya sekresi adalah sumber utama
gangguan pertukaran gas pada ,alan napas ke+il .
Penghisapan dibutuhkan bila batuk tidak efektif
6) %uskultasi bunyi napas, +atat area penurunan aliran udara
0asional 2 "unyi napas mungkin redup karena penurunan aliran udara .
%danya mengi mengindikasikan spasme bronkus atau
tertahannya sekret
8) "atasi aktivitas pasien atau dorong untuk tidur atau istirahat dikursi
selama fase akut
0asional 2 4elama distres pernapasan berat atau akut atau refraktori
pasien se+ara total tak mampu melakukan aktivitas sehari$
hari karena hipoksemia dan dispnea
5) Observasi tanda$tanda vital dan irama ,antung
0asional 2 <akikardi, disritmia dan perubahan <D dapat menun,ukkan
efek hipoksemia sistemik pada fungsi ,antung
9) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian terapi oksigen yang
sesuai dengan indikasi
0asional 2 Dapat memperbaiki atau men+egah buruknya hipoksia
DA(TAR PUSTAKA
$ Farpenito , lynda ,uall (1(((), Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan
edisi 5 2 */F , @akarta
$ %rif &ans,oer ( !!1), Kapita Selekta Kedokteran Jilid I 2 &edia %es+ulapius
-akultas Kedokteran .I, @akarta
$ &arilyn * Dongoes (1(((), Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk
Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien , */F, @akarta
$ Dr. ' <abrani 0ab (1((5), Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru, %irlangga
.niver+ity pers , 4urabaya
$ *ngran "arbara, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, >olume 1,
Penerbit "uku Kedokteran */F , @akarta , 1((6
$ 4lamet 4uyono dkk , Ilmu Penyakit Dalam, @ilid II *disi #, "alai Penerbit -K.I ,
@akarta , !!1
$ 4udarto , Penyakit- Penyakit Ineksi di Indonesia ,Gidya &edika , @akarta , 1((5
$ Pedoman diagnostik dan <erapi, ?ab:.P- Ilmu Penyakit Paru, 04.D Dr.
4oetomo , 4urabaya, 1((6
$ ;oer 4yaifulloh.&.'. Buku A!ar Ilmu Penyakit Dalam, @ilid I, *disi #, "alai
Penerbit "uku -K.I H @akarta , 1((5
$ 'ood %lsagaff , Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru, %irlangga .niversity, Press,
4urabaya, 1((8
?*&"%0 P*;/*4%'%;
%suhan kepera1atan pada klien <n 4 dengan diagnosa medis PPOK (Penyakit Paru
Obstruksi Kronis) diruang paru laki 04.D Dr. 4oetomo 4urabaya, telah diperiksa
dan disetu,ui untuk disahkan sebagai laporan praktek klinik Kepera1atan %kper
.nmuh 4urabaya yang dilaksanakan mulai tanggal 15 %pril sampai dengan #! %pril
!!6.
&ahasis1a
Iunaidah
;im !!15!
&engetahui,
Kepala 0uangan
Paru ?aki
04.D Dr. 4oetomo
4urabaya
(4.PI;I 4.G, 4K&)
Pembimbing Pendidikan
%kper .nmuh 4urabaya
(4.J%<;O '.4, %md Kep)
Pembimbing 0uangan
Paru ?aki
04.D Dr. 4oetomo
4urabaya
( )
ASU&AN KEPERAWATAN PADA N). S
DENAN DIANOSA *EDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKSI
KRONIS (PPOK) DI RUAN PARU WANITA
DI RSU DR. SOETO*O SURABAYA
O+E& ,
ANIK WA&YUNI
-..11-.--/
AKADE*I KEPERAWATAN
UNI'ERSITAS *U&A**ADIYA& SURABAYA
.--0
'
K
'
D
E
(
) P E R
'
*
'
$
'
+
,
+
)
V
E
R
S
)
$
'
S

(
,
"
'
( (
'
D
)
-
'
"

S
,
R
'
B
'
-
'