MAKALAH REPORTING KASUS 3

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Sistem Integumen






Disusun oleh:
Kelompok Tutoria 2

Destia Khairunnisa 220110120002
Ghina Nur Jannah 220110120008
Kiki Rusdian 220110120014
Kharismanisa Nurul 220110120020
Viska Ayu Nirani 220110120026
Astri Chahya Pertiwi 220110120033
Diah Lutfiana Dewi 220110120039
Nurmawanty 220110120045
Ridillah Vani J 220110120051
Suci Nofita Sari 220110120057
Rika Riyanti Teresa 220110120064
Intan Sulamtiani Pratiwi 220110120070
Aisyah Lestari Prihandani 220110120076

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNVERSITAS PADJADJARAN
2014
1
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
KASUS


Seorang pemuda warga Dusun Warung Jarak, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku,
Kabupaten Ciamis, Yadi, terserang penyakit aneh. Sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan berisi
cairan mirip penyakit kutil. Bahkan di bagian depan serta belakang kepala tumbuh menyerupai
tanduk. Khawatir penyakit tersebut menular, keluarganya di Cianjur menelantarknya sehingga
kini terpaksa menumpang di rumah keponakannya di Ciamis. Tetapi karena dianggap pendatang,
Pemda Ciamis menolak membantu biaya pengobatan pemuda tersebut.Penyakit aneh ini pertama
kali menyerang Yadi saat berusia 4 tahun. Kala itu dia mengeluh pusing namun disertai benjolan
di bagian bekalang kepala.Semula pihak keluarga mengira benjolan tersebut adalah bisul, namun
lama kelamaan semakin membesar, sehingga Yadi dibawa ke rumah sakit untuk menjalani
operasi.Bukannya sembuh, benjolan tersebut jutru kembali tumbuh bahkan semakin banyak dan
membesar hingga di sekujur tubuh. Bahkan di bagian depan serta belakang kepala menyerupai
tanduk.Khawatir penyakit aneh tersebut menular, Yadi kemudian ditelantarkan pihak keluarganya
di Cianjur. Namun beruntung salah seorang keponakannya bersedia merawat dan membawanya
ke Ciamis.
Sudah hampir tiga puluh tahun Yadi hidup terkurung di kamar, karena selain rasa gatal
dan pusing, kedua kaki dan tangannya tak bisa digerakan, sehingga untuk duduk saja
mengandalkan bantuan orang lain.Keterbatasan ekonomi membuat pihak keluarga pasrah.
Jangankan biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja mereka hanya mengandalkan bantuan
beras miskin yang disalurkan pemerintah desa setempat.Pemerintah Desa Muktisari mengaku
sudah berulangkali mengujakan SKTM. Namun karena dianggap warga pendatang, Pemda
Ciamis menolaknya. Padahal yang bersangkutan sudah tinggal hamipr 10 tahun di wilayah
tersebut.
Keterang data fisik lain : semua dalam batas normal, klien didiagnosa neurofibromatosis.





2
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
Step 1
-
Step 2
1. Diah : setelah di operasi malah semakin banyak, kenapa ?
2. Suci : menular ?
3. Ghina : kenapa pasien mengeluh pusing + ada benjolan di kepala belakang ?
4. Intan : kenapa benjolannya gatal ?
5. Destia : penyebab tangan dan kaki tidak bias digerakan ?
6. Viska : hasil pemeriksaan penunjang yang normalnya ?
7. Rika : penyebab benjolan bertambah ?
8. Aisya : pengobatan lain selain operasi ?
9. Riri : jenis cairan dari benjolan ?
10. Nurul : tanduk berasal dari kutil atau penyakit lain ?
11. Suci : ada factor genetic ?
12. Destia : penyebab awal benjolan ?
13. Aisya : pencegahan penularan ?
14. Kiki : tindakan keperawatan ?
15. Viska : klasifikasi / bentuk lain ?
16. Intan : komplikasi ?
17. Diah : bedannya dengan manusia akar ?
18. Astri : benjolannya sakit ngga ?
19. Riri : bisa normal kembali ?
20. Rika : benjolannya keras ? ga bisa gerak, karena takut pecah ?
21. Viska : factor resiko ?
22. Riri : jika kutil terluka akan mengakibatkan apa ?
23. Destia : apa itu kutil ?
24. Ghina : cara penularannya ?
25. Kiki : pemeriksaan diagnostic ?
26. Riri : insidensi (usia) ?
Step 3
1. Nurma : operasi tidak tuntas. Adanya poliferasi sehingga kutil tubuh menjadi kutil
ibu lalu muncul anak-anaknya kutil.
2. Rika : tidak menular
Viska : menular
Nurul : dari human papilloma virus – menular
3. LO
4. LO
5. Ghina : karena banyak kutil di tubuh, sehingga sulit bergerak dan takut pecah.
6. LO
7. Suci : pengobatan pasca operasi belum baik .
Bu titin : sel ganas terangsang jika terkena benda logam sehingga bertambah
banyak .
3
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
8. Riri : getah papaya
Nurma : bagian dalam papaya di kukus lalu di oleskan
9. Semua jawab : Sel epitel, leukosi,eritrosit (bening)
10. Semua jawab : kulit yang mengeras.
11. Semua jawab : tidak
12. Semua jawab : HPV
13. Nurul : bula jangan sampai pecah
14. LO
15. Nurma :
Veruka/warts
a. Veruca vulgaris : Muka, Mukosa,ekstremitas yang suka di gerakan.
b. Verruca plantar : karena tekanan
c. Plana juvenilis : muka, leher
d. Verruca genitalia : genital
16. Keganasan
17. Beda bentuk
18. Riri : ga sakit
Semua jawab : sakit
19. semua jawab : tidak
Nurma : kutil yang tidak ganas bisa sembuh dan pengobatan selama 6-26 hari
20. Riri : jika berisi cairan tidak keras, tapi jika dari sel tanduk mengeras – keras
Kiki : ga gerak karena sakit, pergerakan jadi terbatas.
21. Ghina : personal hygine
Diah : daya tahan tubuh
Kiki : lingkungan tidak bersih.
Suci : keganasa, tindakan bedah (pemicu bertambah banyak)
22. Diah : infeksi jika di gunting tidak steril.
23. LO
24. LO
25. Nurma : biopsy kulit apusan,radiologi
26. Kiki : semua usia













4
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
STEP 4


STEP 5
 kenapa pasien mengeluh pusing + ada benjolan di kepala belakang ?
 kenapa benjolannya gatal ?
 hasil pemeriksaan penunjang yang normalnya ?
 tindakan keperawatan ?
 apa itu kutil ?
 cara penularannya ?







neurofibromatosis
Definisi
Insidensi
Etiologi
pemeriksaan
diagnostik
patosiologi
klasifikasi
manifestasi
klinis
penatalaksanan
5
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies


STEP 7

Reporting Kasus 3
Hasil diskusi kelompok kami terhadap kasus di atas menyatakan bahwa penyakit yang
diderita Klien tersebut adalah Neurofibromatosis .Berikut hasil reporting kami mengenai kasus
Neurofibromatosis.
Neurofibromatosis
A. DEFINISI
Neurofibromatosis adalah sekelompok kondisi heterogen. Menurut National Institutes of Health
(NIH) hanya dua jenis neurofibromatosis didefinisikan: neurofibromatosis tipe 1 (NF1) juga
disebut penyakit von Recklinghausen ini, dan neurofibromatosis tipe 2 (NF2) atau bilateral saraf
sindrom schwannomas kedelapan. Definisi "perifer" dan "pusat" neurofibromatosis, yang disebut
di masa lalu untuk NF1, dan NF2 masing-masing, kini telah ditinggalkan sejak dua kondisi sering
memiliki manifestasi pusat dan perifer bersama-sama.
 Neurofibromatosis tipe 1 (NF1)
NF1 adalah gangguan autosomal dominan dengan penetrasi yang tinggi namun ekspresivitas
variabel.
 Neurofibromatosis tipe 2 (NF2)
NF2 adalah gangguan autosomal dominan dengan penetrasi tinggi karena cacat kromosom 22.


B. INSIDENSI
Neurofibromatosis mempengaruhi kedua jenis kelamin dan semua kelompok etnis. NF1
memiliki tingkat kejadian dari 1 di 4.000. Kedua NF2 dan Schwannomatosis memiliki
tingkat insiden dari 1 di 33.000 - 40.000.Insidensi Neurofibromatosis adalah 1 dari 3.000
bayi baru lahir, baik Pria maupun wanita


C. ETIOLOGI
Genetic, NF-1 dan NF-2 dapat di wariskan dengan cara dominan autosomal,serta melalui
mutasi acak.
Kedua NF-1 dan NF-2 adalah gangguan dominan aoutosomal, yang berarti hanya
satu salinan mutasi gen perlu di wariskan untuk lulus gangguan tersebut. Seorang anak dari
orang tua dengan NF-1 atau NF-2 dan orang tua tidak terpengaruh akan memiliki
kemungkinan 50% - 100% dari mewarisi gangguan.



6
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
D. MANIFESTASI KLINIS
 Sekitar sepertiga penderita tidak mengeluhkan adanya gejala dan penyakit ini pertama kali
terdiagnosis ketika pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan dibawah kulit, di
dekat saraf.
 Pada sepertiga penderita lainnya penyakit ini terdiagnosis ketika penderitanya berobat
untuk masalah kosmetik.
 Sepertiga sisanya memiliki kelainan neurologis.
 Tampak bintik-bintik kulit yang berwarna coklat (bintik cafe au lait) di dada, punggung,
pinggul, sikut dan lutut. Bintik-bintik ini bisa ditemukan pada saat anak lahir atau baru
timbul pada masa bayi.
 Pada usia 10-15 tahun mulai muncul berbagai ukuran dan bentuk neurofibroma di kulit.
Jumlahnya bisa kurang dari 10 atau bisa mencapai ribuan.
 Pada beberapa penderita, pertumbuhan ini menimbulkan masalah dalam kerangka tubuh,
seperti kelainan lengkung tulang belakang (kifoskoliosis), kelainan bentuk tulang iga,
pembesaran tulang panjang pada lengan dan tungkai serta kelainan tulang tengkorak dan
di sekitar mata.
 Neurofibromatosis bisa mengenai setiap saraf tubuh tetapi sering tumbuh di akar saraf
spinalis.
 Neurofibroma menekan saraf tepi sehingga mengganggu fungsinya yang normal.
 Neurofibroma yang mengenai saraf-saraf di kepala bisa menyebabkan kebutaan, pusing,
tuli dan gangguan koordinasi. Semakin banyak neurofibroma yang tumbuh, maka semakin
kompleks kelainan saraf yang ditimbulkannya.
Diagnosis NF1 dibuat bila dua atau lebih dari anomali yang tercantum dalam
Tabel I yang hadir.

Neurofibromatosis, Tabel 1. Anomali terlihat di NF1.
1. Enam atau lebih kafe-au-lait spots> 5 mm
2. Dua atau lebih Neurofibroma dari jenis apa pun atau satu neurofibroma plexiform
3. Dua atau lebih Lisch nodul (iris hamartomas)
4. Freckling di daerah aksila atau inguinalis
5. Glioma saraf optik
6. Sebuah lesi khas displasia tulang seperti sayap sphenoid
7. Tingkat pertama relatif dengan NF1





7
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
E. KLASIFIKASI

 Nurofibroma tipe 1 (NF-1 atau penyakin von Recklinghausen)
Neurofibroma tipe 1 disebabkan oleh mutasi pada gen yang terletak di kromosom17.
Organ target utamanya adalah sistem saraf perifer, sistem saraf pusat (SSP), kulit, dan
hampir tersebar luas di seluruh tubuh

 Neurofibroma tipe 2 (NF-2)
Neurofibroma tipe 2 disebabkan oleh mutasi pada gen yang terletak di kromosom 22. NF-
2 ditandai dengan terbentuknya tumor saraf di sistem saraf pusat dan sumsum tulang
belakang dan kondisi ini bersifat herediter

































8
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies

F. PATOFISIOLOGI











































Hilangnya
pendengaran,
bunyi berdenging
dan hilangnya
keseimbangan
Menekan saraf
Nyeri
Faktor Pencetus
(faktor genetic/spontan)
Terjadi mutasi gen
Kromosom 22 Kromosom 17
Hilangnya protein
merlin
Pertumbuhan sel
tubuh tidak terkontrol
Tumor intrakranial
Menekan saraf
intrakranial
Hilangnya protein
neurofibromin
Pertumbuhan sel
tubuh tidak terkontrol
Tumbuhnya sel schwann
Neurofibroma (tumor
jaringan saraf)
Pertumbuhan sel
Kulit
Fibromatosis
Ekonomi keluarga ↓

Ketakutan tertular
penyakit
Pusing, sakit kepala
Timbul bercak café-
au-lait
Timbul benjolan di
seluruh tubuh
Harga diri rendah
Defisit pengetahuan
Koping tidak efektif
9
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

pengujian lebih lanjut
Pemeriksaan lebih lanjut mungkin disarankan untuk menilai apakah anak Anda telah mengembangkan
gejala tambahan atau kondisi sekunder yang diketahui terkait dengan NF1 . Beberapa tes ini dijelaskan
sebagai berikut:
1. Sinar - X dapat memeriksa setiap masalah dengan perkembangan normal tulang .
2. MRI dapat menghasilkan gambar yang lebih rinci dari jaringan lunak tubuh dan memeriksa tumor
non-kanker di sepanjang jalur optik , otak dan sistem saraf . Mereka juga bisa mendeteksi
Neurofibroma internal yang mendalam .
3. Sebuah tes tekanan darah sederhana akan sering digunakan untuk mengukur tekanan darah anak
Anda .
4. Biopsi , di mana sampel jaringan kecil dikeluarkan dari tubuh untuk pengujian lebih lanjut , dapat
digunakan untuk memeriksa sel-sel kanker . Ini hanya dilakukan di pusat-pusat spesialis .
5. Sebuah electroencephalogram ( EEG ) , yang mengukur aktivitas listrik di otak , dapat digunakan
jika anak Anda mengalami kejang ( cocok ) .
6. pengujian genetik
Jika ada ketidakpastian tentang diagnosis , anak Anda dapat diuji untuk melihat apakah mereka
memiliki gen NF1 bermutasi . Hal ini melibatkan ekstraksi DNA dari sampel darah mereka dan
menganalisanya untuk memeriksa apakah mereka telah mewarisi gen yang rusak . Namun, tes ini
tidak selalu benar-benar dapat diandalkan . Sekitar 5 % anak-anak yang dites negatif untuk gen
bermutasi masih mengembangkan NF1 .
7. Untuk yang mempunyaai riwayat NF-1
Ada juga sejumlah tes yang dapat dilakukan selama kehamilan untuk memeriksa apakah bayi akan
mengembangkan NF1 . Ini termasuk :
chorionic villus sampling ( CVS ) - di mana sampel kecil dari plasenta dikeluarkan dari rahim dan
diuji untuk gen NF1 , biasanya selama minggu 10 sampai 13 kehamilan
amniosentesis - di mana sampel cairan ketuban diambil untuk pengujian , biasanya selama minggu
15 sampai 20 kehamilan
Namun, tes ini tidak dapat menentukan seberapa parah kondisi akan . Bahkan jika orang tua
sangat terpengaruh oleh kondisi tersebut , bukan berarti anak-anak mereka akan menjadi .
8. Diagnosis genetik pre - implantasi
Untuk pasangan yang berisiko memiliki anak dengan NF1 , diagnosis genetik pre - implantasi (
PGD ) dapat menjadi pilihan .
PGD melibatkan menggunakan fertilisasi in-vitro ( IVF ) , di mana telur dikeluarkan dari ovarium
seorang wanita sebelum dibuahi dengan sperma di laboratorium . Setelah beberapa hari , embrio
yang dihasilkan dapat diuji untuk NF1 dan maksimal dua embrio tidak terpengaruh ditransfer ke
dalam rahim .
Namun, dana untuk PGD ditentukan secara individual . Sebagai contoh, Anda mungkin akan
dianggap tidak memenuhi syarat untuk PGD pada NHS jika Anda sudah memiliki anak
terpengaruh atau jika peluang keberhasilan dianggap rendah. Dalam kasus ini anda dapat memilih
untuk mendanai PGD sendiri , meskipun kemungkinan untuk biaya antara £ 6.000 dan £ 10.000.

10
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
H. PENATALAKSANAAN
Saat ini tidak ada obat untuk NF1, sehingga manajemen melibatkan pemantauan
dan pengobatan rutin untuk masalah dan ketika mereka muncul. Sebaliknya, orang dengan
kondisi tersebut dipantau secara teratur untuk masalah lebih lanjut dan diobati jika dan
ketika ini berkembang. Hal ini dapat melibatkan operasi untuk mengangkat tumor dan
meningkatkan kelainan tulang, obat-obatan untuk mengontrol kondisi sekunder seperti
tekanan darah tinggi, dan terapi untuk masalah perilaku. Dalam banyak kasus,
pemantauan dan pengobatan hati-hati dapat membantu orang dengan NF1 menjalani
kehidupan yang penuh.
Sebagai NF1 adalah suatu kondisi yang relatif jarang terjadi, kemungkinan
perawatan Anda akan dikelola oleh tim profesional kesehatan yang bekerja di sebuah
pusat spesialis.
Pemantauan ini direkomendasikan bahwa sebagian besar anak-anak dengan NF1
memiliki pemeriksaan menyeluruh setiap tahun. Ini mungkin termasuk:
 mengukur perkembangan fisik anak Anda
 menilai kemampuan anak Anda dalam kegiatan seperti membaca, menulis, pemecahan
masalah dan pemahaman

I. KOMPLIKASI

Neurofibromatosis 1 (NF1) :
 Epilepsi.
 Stroke.
 Hydrocephalus.
 Gangguan pada tulang termasuk tingkat kekuatan dan pembentukannya.
 Gangguan penglihatan.
 Gangguan kardiovaskular. Termasuk tekanan darah tinggi
 Kanker. Termasuk kanker payudara, leukemia dan tumor otak.
Salah satu masalah yang paling serius yang dapat mempengaruhi seseorang dengan NF1
adalah saraf perifer ganas selubung tumor ( MPNST ). MPNSTs adalah jenis kanker yang berkembang
dalam neurofibroma plexiform ( lihat di atas ) . Diperkirakan bahwa orang dengan NF1 memiliki
kesempatan 10 % selama hidupnya mengembangkan MPNST a . Sebagian besar kasus pertama
berkembang antara usia 20 dan 35 . Gejala MPNST meliputi:
o tekstur dari neurofibroma yang ada berubah dari lembut untuk keras
o sebuah neurofibroma yang ada tiba-tiba tumbuh jauh lebih besar
o nyeri persisten yang berlangsung selama lebih dari sebulan atau bangun Anda di malam
hari
11
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
Neurofibromatosis 2 (NF2)
 Tuli.
 Gangguan saraf wajah.


J. PERAN PERAWAT

Peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan tahun 1989
1. Pemberi asuhan keperawatan
memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian
pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan, dari yang sederhana
sampai dengan kompleks
2. Advokat pasien / klien- menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan
atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan
yang diberikan kepada pasien- mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien.
3. Pendidik / Edukator
membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit
bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan
4. Koordinator
mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim
kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan
kebutuhan klien
5. Kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter,
fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan
selanjutnya
6. Konsultan
tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk
diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan
pelayanan keperawatan yang diberikan
7. Peneliti
mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai
dengan metode pemberian pelayanan keperawatan







12
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
K. ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian :
1. Identitas Klien
Nama :Tn. Yadi
Umur : -
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : -
Diagnosa Medis : Neurofibromatosis tipe I

2. Keluhan Utama
Klien mengeluh gatal dan pusing, kedua kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan
sehingga membutuhkan bantuan orang lain.

3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien pernah dioperasi, tetapi benjolan semakin besar dan banyak hingga di
sekujur tubuh. Klien hidup terkurung di kamar karena untuk bergerak klien membutuhkan
bantuan orang lain.

4. Riwayat Kesehatan Dahulu
Sejak berusia 4 tahun klien sudah mengeluh pusing disertai benjolan di bagian
belakang kepala, mulanya dikira bisul, tetapi ternyata semakin membesar.

5. Riwayat Kesehatan Keluarga
-

B. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda Tanda Vital : Normal

2. Benjolan di sekujur tubuh

C. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1. DS :

DO :
 Tumbuh benjolan di
sekujur tubuh
mutasi gen pd kromosom 17

hilangnya protein neurfibromin

sel tumbuh tidak terkontrol

tumbuhnya sel schawn

neurofibroma (tumor jaringan saraf)

bercak café au lait di kulit

fibromatosis (benjolan)
Gangguan Harga Diri
Rendah
13
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies

timbulnya benjolan di seluruh
tubuh

gangguan harga diri rendah

2. DS :
 Keluarga takut
tertular
DO :
 Kurang
pengetahuan
fibromatosis (benjolan)

ekonomi rendah

kurangnya pengetahuan

ketakutan tertular

penurunan koping keluarga

Penurunan koping
keluarga


D. Diagnosa Keperawatan
NO
DX
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
RENCANA KEPERAWATAN
TUJUAN INTERVENSI RASIONAL

Harga diri rendah
berhubungan
dengan gangguan
citra tubuh.

DO :
DS : klien malu
untuk keluar rumah.
Dan hanya
mengurung dirinya
di kamar.
Harga diri rendah
dapat teratasi

Kriteria :
- Klie dapat
menerima keadaan
dirinya

- Tidak malu untuk
bersosialisasi
dengan orang lain
 Bina hubungan
saling percaya
dengan
menggunakan
prinsip komunikasi
terapeutik.

 Diskusikan
kemampuan & aspek
positif yang dimiliki
klien.

 Setiap bertemu klien
dihindarkan dari
memberi penilaian
negatif.

 Utamakan memberi
pujian yang realistik
pada kemampuan
dan aspek positif
klien

- hubungan saling
percaya merupakan dasar
untuk hubungan interaksi
selanjutnya.
- Diskusikan tingkat
kemampuan klien seperti
menilai realitas, kontrol diri
atau integritas ego diperlukan
sebagai dasar asuhan
keperawatannya.

- Reinforcemen positif akan
meningkatkan harga diri klien

- Pujian yang realistik tidak
menyebabkan klien melakukan
kegiatan hanya karena ingin
mendapatkan pujian.


14
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
2.
Ketidakefektifan
koping individu
berhubungan
dengan isolasi
sosial
DO :
DS

1. Klien dapat
menunjukkan
tindakan yang
tepat untuk
mengubah
situasi propokatif
dalam
lingkungan
pribadi.
2. menghindarkan
klien dari resiko
stes (depresi)
 Kaji status koping
individu saat ini.

 Berikan dukungan
jika individu
berbicara

 Bantu individu
untuk memcahkan
masalah dengan
cara yang
konstruktif.

Untuk memberikan
harapan yang realistis
terhadap klien.


3.
Kurangnya
pengetahuan
berhubungan dengan
keterbatasan kognitif
karena ekonomi
rendah.

DO :
DS :
pasien mengutarakan
pemahaman tentang
kondisi, efek
prosedur dan proses
pengobatan.

Kriteria :
klien Mengenal
kebutuhan perawatan
dan pengobatan tanpa
cemas
 Kaji pengetahuan klien
tentang penyakitnya.

 Jelaskan tentang proses
penyakit (tanda dan
gejala), identifikasi
kemungkinan penyebab.
Jelaskan kondisi tentang
klien.

 Jelaskan tentang
program pengobatan
dan alternatif
pengobantan

 Diskusikan perubahan
gaya hidup yang
mungkin digunakan
untuk mencegah
komplikasi

 Diskusikan tentang
terapi dan pilihannya

- Mempermudah dalam
memberikan penjelasan pada
klien.

- Meningkatan pengetahuan dan
mengurangi cemas


- Mempermudah intervensi

- Mencegah keparahan
penyakit



- Memberi gambaran tentang
pilihan terapi yang bisa
digunakan




DAFTAR PUSTAKA


http://indonesian.orthopaedicclinic.com.sg/?p=1147
15
Tutor 2 Makalah Kasus 1 Skabies
http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditions-diseases/neurofibromatosis-tipe-1-_-
9510001031582
http://meetdoctor.com/topic/neurofibromatosis
http://www.zona-ibu.com/?p=88
http://www.terapikristal.com/?226,neurofibromatosis-kode-372