TUGAS REACTION PAPER

FILSAFAT AGAMA


Oleh :
Billie Jaya H.
NRP : 21413224






DEPARTEMEN MATA KULIAH DASAR UMUM
UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
SURABAYA
RANGKUMAN : BENARKAH YESUS ITU ALLAH ( Josh McDowell )
Para orang yang mengenal Yesus, dengan segera menyadari bahwa dia sedang
mengidentifikasikan Dia lebih daripada sekedar nabi atau guru tetapi menyatakan dirinya
sebagai ilahi. Dialah jalan satu-satunya untuk berhubungan dengan Allah, sumber satu-
satunya bagi pengampunan dosa dan satu-satunya jalan menuju keselamatan. Gelar “Kristus”
menegaskan Yesus sebagai imam dan raja yang dijanjikan oleh nubuat-nubuat perjanjian
lama dan dalam perjanjian baru jelas memperkenalkan Kristus sebagai Allah. Yesus
menerima penghormatan dan penyembahan yang hanya boleh diterima Allah saja dan
terkadang bahkan menuntut, supaya disembah sebagai Allah. Dalam Injil Yohanes, Yesus
berkata, “BapaKu,” bukan “Bapa kita,” dan kemudian menambahkan,”masih bekerja sampai
sekarang ini.” Sehingga Yesus bukan saja menyatakan dirinya sama derajat dengan Allah
melainkan juga Dia mengklaim bahwa Dia adalah satu dengan Allah Bapa. Bila Kristus
mengampunkan dosa, Dia tidak menjalankan hak istimewa seorang manusia karena tak
seorang pun, melainkan hanya Allah sajalah yang dapat mengampunkan dosa, maka dengan
terang dibuktikkan bahwa Kristus, karena Dia mengampunkan dosa, adalah Allah. Pada
kebanyakan pengadilan, orang diadili karena perbuatan mereka, tetapi Yesus diadili karena
siapa diriNya
Yesus menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau, pada waktu Yesus menyatakan
pernyataan-pernyataanNya mengenai diriNya Dia tahu bahwa Dia bukan Allah, maka itu
berarti bahwa Dia berdusta dan dengan sengaja menipu pengikut-pengikutNya dan Dia pun
juga seorang munafik karena Dia mengajarkan orang lain untuk bersikap jujur, sementara Dia
sendiri mengajarkan dan menjalankan hidupNya sebagai suatu kebohongan besar-besaran.
Lebih dari itu, tentulah Ia itu setan, karena Dia menyatakan kepada orang lain supaya mereka
percaya kepadaNya demi memperoleh kehidupan kekal mereka. Bagaimana mungkin ia bisa
menjadi seorang guru moral yang agung dan dengan penuh kesadaran menyesatkan orang
mengenai pokok terpenting dari ajaranNya, yaitu identitas diriNya sendiri. Philip Schaff,
seorang ahli sejarah mengemukakan argumen “ Bila ditinjau dari sudut-sudut logika, akal
sehat, dan pengalaman, bagaimana mungkin, seorang penipu, yaitu seseorang yang penuh
tipu daya, egoisme dan rusak akhlak, telah menciptakan tabiat paling murni dan mulia yang
begitu sempurna dalam hal kebenaran dan realitas , serta berhasil mempertahankannya sejak
semula hingga akhir secara konsisten?” Seorang yang menjalankan hidupnya sebagaimana
yang dilakukan Yesus, tak mungkin adalah seorang penipu. Berdasarkan hal-hal yang kita
ketahui tentang Yesus, sulit kita bayangkan bahwa dia adalah orang yang tidak waras
pikirannya. Dia adalah seorang laki-laki yang mengatakan sebagian dari ucapan-ucapan yang
artinya paling dalam yang pernah dicatat manusia. Ajaran-ajarannya telah membebaskan
banyak orang yang sebelumnya terikat secara mental. Kecakapan dan kedalaman ajaran-
ajaranNya mendukung kesehatan mentalNya secara menyeluruh. Bukti menunjukkan bahwa
Yesus adalah Tuhan.
Kalau metode ilmiah merupakan satu-satunya untuk membuktikkan sesuatu, maka
anda tidak bisa membuktikkan bahwa anda sudah pergi ke kelas pertama anda pagi tadi.
Metode ilmiah hanya bisa digunakan untuk membuktikkan hal-hal yang bisa diulangi. Iman
Kristen bukanlah suatu keyakinan yang buta dan bodoh, melainkan lebih merupakan iman
yang inteligen. Kita telah diberikan otak yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk mengenal
Allah serta hati untuk mengasihi Dia dan kemauan untuk memilih Dia. Kita perlu berfungsi
dalam ketiga bidang itu untuk memiliki hubungan yang maksimal dengan Allah serta
memuliakanNya
Penerapan pengujian bibliografis meyakinkan kita bahwa perjanjian baru memiliki
lebih banyak kewenangan manuskrip daripada tulisan sastra manapun dari zaman purba
sehingga kita dapat menyimpulkan teks Perjanjian Baru yang otentik telah dibuktikkan.
Kisah-kisah Perjanjian Baru dicatat oleh orang-orang yang merupakan para saksi matanya
sendiri ataupun mereka yang menceritakan laporan-laporan yang telah mereka dengar dari
para saksi mata peristiwa-peristiwa tersebut atau ajaran-ajaran dari Kristus. Kedekatan dari
kisah-kisah yang dicatat ini merupakan sarana yang amat efektif dalam memastikan ketepatan
dari apa yang diingat oleh seorang saksi. Tak ada satu dokumen pun dari dunia purbakala
yang dipersaksikan oleh serangkaian teks maupun sejarah yang begitu sempurna, dan
memberikan rangkaian data sejarah yang begitu hebat yang dapat dipergunakan untuk
pengambilan suatu keputusan yang cerdas.
Para rasul ( 10 dari 11 orang ) mati syahid berdasarkan dua hal: kebangkitan Kristus,
dan kepercayaan mereka akan Dia sebagai Anak Allah. Mereka disiksa dan dianiaya dan
akhirnya menghadapi kematian dengan cara-cara paling kejam yang dikenal zaman itu. Sulit
sekali bagi kita mencari 10 orang dalam searah yang sudah mati untuk suatu dusta. Sehingga
dapat kita simpulkan, Para rasul menjalani pengujian kematian untuk mendukung kebenaran
dari apa yang mereka beritakan.
Sebelum kematianNya, para rasul merasa yakin bahwa Yesus adalah mesias. Mereka
tidak berpikir bahwa Dia bisa mati. Mereka yakin bahwa Dialah yang akan mendirikan
Kerajaan Allah dan memerintah atas umat Israel. Sehingga ketika melihat seorang yang tak
berdaya lagi, maka semua pengharapan Mesianis mereka yang berada dalam Yesus pun
hancur. Melalui kebangkitan Yesus dan kontak mereka kemudian dengan Dia yang
meyakinkan pengikutNya bahwa Dialah sang Mesias. Mereka bersaksi, bukan saja dengan
bibir dan kehidupan mereka, melainkan juga dengan kematian mereka. Didalam Kristus yang
menampakkan diriNya kepadanya, Paulus melihat juruselamat bagi segala bangsa. Dari
seorang Farisi Ortodoks yang misi hidupnya adalah mencoba mempertahankan agama
Yahudi yang keras, Paulus berubah menjadi seorang pemberita sekte radikal baru yang
disebut Kristen itu, yang sebelumnya telah dilawannya mati-matian. Dalam dirinya terjadi
perubahan yang begitu besar dan pertobatan, sehingga kalau dipertimbangkan baik-baik,
merupakan bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa agama Kristen itu adalah Wahyu
Ilahi.
Berdasarkan bukti-bukti historis yang melimpah, para orang Kristen percaya bahwa
Yesus dibangkitkan secara badaniah dalam ruang dan waktu oleh kuasa supraalami Allah.
Seorang yang percaya kepada Yesus Kristus dapat memiliki keyakinan yang lengkap, bahwa
imannya didasarkan, bukan pada mitos / legenda, melainkan pada fakta sejarah yang kuat
tentang Kristus yang bangkit. Yang terpenting dari semuanya ialah bahwa orang percaya
secara individu dapat mengalami kuasa Kristus yang bangkit itu dalam hidupnya. Pertama-
pertama, dia bisa mengetahui dosa-dosanya sudah diampuni. Kedua, dia boleh yakin akan
kehidupan kekal dan kebangkitannya sendiri kelak dari kubur. Ketiga, dia dapat dilepaskan
dari kehidupan yang tak berarti dan kosong seta diubah menjadi suatu ciptaan baru didalam
Yesus Kristus.
Yesus memiliki berbagai bukti untuk mendukung pernyataanNya sebagai Sang
Mesias, Anak Allah. Semua nubuat tentang Mesias itu diperbuat paling kurang 400 tahun
sebelum kemunculanNya. Sudah tentu Allah sedang menuliskan “alamat itu” dalam sejarah
sehingga hanya Sang Mesiaslah yang dapat menggenapinya. Ada sekitar 40 pernyataan utama
oleh orang-orang lain yang mengaku dirinya sebagai Mesias kaum Yahudi, tetapi hanya satu
orang, yaitu Yesus Kristus yang menyatakan bahwa pemenuhan nubuat-nubuat menopang
pernyataan-pernyataanNya, dan hanya bukti-bukti itulah yang menopak pernyataan-
pernyataanNya tersebut. Yesus Kristus datang untuk mengubah hidup manusia, hanya Dialah
yang membuktikkan benar ratusan nubuat Perjanjian Lama yang menggambarkan
kedatanganNya, dan hanya Dialah yang dapat menggenapi nubuat yang terbesar dari
semuanya bagi semua orang yang mau menerimanya, yaitu janji kehidupan baru.
Kebanyakan orang mengerti bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi manusia.
Masalahnya ia bukan saja Allah yang mengasihi manusia, Ia pun Allah yang benar, adil dan
kudus. Alkitab berkata, “Upah dosa ialah maut.” Betapapun besar kasihNya pada kita, Allah
harus mengetukkan palu dan berkata, “Mati” sebagai hukuman kita, karena Dia adalah Allah
yang benar dan adil. Namun demikian, sebagai Allah yang pengasih, Dia begitu mengasihi
kita sehingga Dia bersedia meninggalkan takhtaNya dalam rupa manusia Yesus Kristus dan
membayar harga itu bagi kita, yaitu kematian Kristus di salib. Inilah yang telah Allah
lakukan. Allah telah berkata, “Aku mengampunimu.” Tetapi Dia bersedia membayar harga
itu sendiri melalui salib.
TANGGAPAN : BENARKAH YESUS ITU ALLAH ( Josh McDowell )
Didalam buku resensi “Benarkah Yesus Itu Allah,” terdapat bagian dimana penulis
menuliskan bahwa Yesus menyatakan dirinya sebagai ilahi. Berdasarkan resensi lain yang
saya dapat didukung oleh Firman Tuhan yang ada didalam Alkitab, saya mendukung penuh
pernyataan itu, alasannya dengan jelas dalam Yohanes 10:30 Yesus berkata “Bapa dan Aku
satu”. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus benar-benar mengaku Dirinya sebagai Tuhan.
Penyataan lain terdapat didalam Yohanes 8:58 dimana Yesus menjawab “Apa yang Aku
katakan ini benar: Sebelum Abraham dilahirkan, Aku sudah ada.” Penegasan lainnya terdapat
didalam Yohanes 14:6-9 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun
yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti
kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat
Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup
bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;
bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami." Melalui perkataan-
perkataanNya dengan gamblang, Yesus mengakui dirinya sebagai Allah ( Ilahi ).
Beberapa kali Yesus menerima penyembahan dari orang (Matius 2:11; 14:33;
28:9,17; Lukas 24:52, Yohanes 9:38) dan Dia tidak marah kepada orang yang
menyembahnya. Jika Yesus bukan Tuhan, tentunya dia akan menghentikan orang yang
menyembahNya. Paling penting adalah jika Yesus bukan Tuhan, maka kematiannya tidak
dapat membayar dosa manusia dimana didalam 1 Yohanes 2:2 dikatakan hanya Tuhan yang
dapat membayar denda yang besar itu, hanya Tuhan yang dapat menanggung dosa dunia ini,
dan didalam 2 Korintus 5:21 kematian dan kebangkitanNya membuktikan Yesus
mengalahkan dosa dan kematian.
Pembahasan berikutnya adalah mengenai pernyataan penulis yang menyatakan Yesus
bukan pendusta dan orang gila, melainkan ia adalah Tuhan. Mengenai pandangan bahwa
yesus bukanlah seorang pendusta dimana ia menyatakan dirinya sebagai Tuhan, tidak ada
seorangpun yang dapat menunjukkan / membuktikkan dosa dan kesalahanNya ( Yohanes
8:46 ). Tidak ditemukan catatan sejarah yang menuliskan / menyatakan Yesus sebagai
seorang pembohong. Yang perlu kita pikirkan, dapatkah seorang pendusta bertahan selama
30-an tahun lebih tanpa pernah terbukti melakukan dosa atau kesalahan meski hanya satu
kali. Sehingga dapat disimpulkan Yesus bukanlah pendusta. Pernyataan penulis berikutnya
ialah Yesus bukanlah orang gila / orang yang tidak waras jiwanya. Sebagaimana yang kita
ketahui, pada umumnya orang gila sangat buruk dalam berkomunikasi. Perkataan mereka
seringkali tidak nyambung dan berubah-ubah, tetapi justru yang ditemukan dalam diri Yesus,
perkataan-Nya penuh hikmat, bijaksana, pengertian, kuasa, dan otoritas. Yesus juga diikuti
oleh banyak orang, bahkan besar sekali jumlahnya. Itu berarti bahwa Yesus mempunyai
kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang sangat luar biasa, yang sudah tentu tidak
dimiliki oleh seorang yang gila. Yesus melakukan mujizat dimana-mana, hampir setiap saat,
setiap waktu, dalam hidup dan pelayanan-Nya. Mulai dari membuat air menjadi anggur
sampai bangkit dari kematian mengalahkan maut. Dia juga menggenapi lebih dari 350 nubuat
yang ditulis oleh nabi-nabi di Kitab Perjanjian Lama tentang diri-Nya. Hal ini sudah tentu
tidak terjadi secara kebetulan dan juga bukanlah hal yang biasa pula, apalagi jika Dia adalah
seorang yang gila. Kesimpulan saya, Yesus adalah Tuhan yang turun ke dunia, yang
merendahkan diri-Nya menjadi manusia dan menjadi hamba. Dia berkorban, mati di kayu
salib, untuk menebus dan membayar dosa-dosa kita, karena kasih-Nya yang begitu besar
kepada manusia.
Mengenai kebenaran isi Alkitab juga tidak perlu diragukan lagi. Alkitab menunjukkan
pesan-pesan yang menakjubkan secara bekelanjutan disamping juga terdapat fakta-fakta yang
memuat hal-hal yang kompleks. Meski demikian Alkitab adalah satu, menyatu dalam tema
mengenai rencana penebusan Tuhan untuk dosa umat manusia. Tidak ada agama lain di bumi
ini yang sejajar dengan kelengkapan Alkitab. Tak satupun penemuan ilmiah yang bisa
membuktikan ketidakbenaran pernyataan-pernyataan yang tertulis dalam Alkitab. Bahkan
ilmu pengetahuan yang semakin berkembang semakin menunjukkan keakuratan pernyataan-
pernyataan itu. Sebagai contoh, Alkitab menyatakan bahwa bumi itu bulat lebih dari 2.200
tahun sebelum abad ke 15 dimana penjelajahan dilakukan untuk membuktikan bahwa bumi
itu tidak datar. (Yesaya 40:22). Bahasa Ibrani menerjemahkannya sebagai „lingkaran‟ yang
dimaksud sebenarnya dalam ayat ini adalah „bulatan.‟
Bukti-bukti utama lain yang mendukung kebenaran Alkitab berpusat pada
penggenapan ramalan-ramalan yang terdapat dalam Alkitab. Tapi yang lebih meyakinkan
adalah bukti penggenapan terhadap ramalan-ramalan tersebut sampai ke detail-detailnya.
Contoh dari penggenapan yang bisa digunakan adalah ramalan pada 6 tahun SM tentang
kehancurann kota Tirus (Yeheskiel 26). Mungkin yang paling menakjubkan dari
penggenapan ramalan-ramalan itu melibatkan ramalan-ramalan Ilahi berkaitan dengan
Kristus. Perjanjian Lama memuat 332 ramalan-ramalan spesifik yang sungguh-sungguh
digenapi oleh Kristus sendiri. Fakta ini bukan sekadar menunjukkan tanda kepercayaan-Nya
yang nyata tapi juga membenarkan asal-usul / sumber dari Alkitab itu sendiri.
Belum ada bukti-bukti ilmiah yang dapat menyatakan kesalahan pernyataan-
pernyataan apapun yang ada di dalam Alkitab. Ketepatan catatan dari benda-benda,
peristiwa-peristiwa, orang-orang dan tempat-tempat didalam Alkitab memperlihatkan
integritas Tuhan. Tuhan telah memberikan pernyataan-pernyataan yang harus diterima secara
utuh dimana hal ini memperlihatkan kemampuan Tuhan untuk menjaga ketepatan isi Alkitab
selama berabad-abad. Kita tidak akan bisa melampaui batas kepercayaan akan ketepatan
pernyataan-pernyataan tentang dunia ini seperti yang tertulis didalam Alkitab karena hal itu
menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang mengarang Alkitab. Penemuan-penemuan arkeologi
banyak yang memperkuat bukti integritas dari Alkitab yang menyebabkan para arkeolog yang
dulunya melecehkan Alkitab menjadi berbalik dari menentang menjadi percaya kepada
Alkitab. Selama berabad-abad ada banyak orang-orang yang meragukan kebenaran Alkitab
karena Alkitab menyebutkan begitu banyak nama bangsa-bangsa kuno yang telah lama
menghilang. Contohnya di Kejadian 15:20 Alkitab menyebutkan tentang suku bangsa Het.
Dan ternyata beberapa ratus tahun yang lalu para arkeolog menemukan reruntuhan sebuah
kota yang terletak di Turki, yaitu disebelah Utara dari tanah Israel, yang ternyata adalah
reruntuhan dari kota utama bangsa Het. Pada sekitar tahun 1950 ditemukan gulungan-
gulungan kitab di sebuah gua yang bernama Qumran didekat Laut Mati. Hebatnya karena
kondisi gua yang sangat-sangat kering gulungan-gulungan kitab ini berada dalam taraf yang
baik dan tidak mengalami kehancuran, kitab-kitab ini dapat dibuka dan dibaca. Penemuan
yang paling menakjubkan adalah salinan dari kitab Yesaya. Menurut uji carbon 14,
penanggalannya adalah 100 tahun sebelum Masehi, itu adalah 1000 tahun lebih awal daripada
salinan yang dipergunakan sebelumnya. Selisihnya hanya sekitar 600 tahun dari teks yang
aslinya. Dan para ahli menemukan kalau ini adalah identik dengan tulisan Yahudi (Ibrani)
yang digunakan untuk menterjemahkan alkitab King James yang diterbitkan pada tahun 1611.
Jadi, gulungan-gulungan kitab ini menolong untuk membuktikan fakta bahwa kita
sesungguhnya mempunyai Injil sejati yang asli.
Kemudian Alktiab mempunyai banyak nubuat-nubuat mengenai Yesus Kristus yang
ditulis 1000 tahun sebelum Dia dilahirkan. Hal ini mungkin sedikit tersembunyi yang hanya
terlihat bila kita memperhatikan setiap kata dengan teliti, tetapi sebetulnya setiap kitab-kitab
dalam Perjanjian Lama dengan jelas menunjuk kepada Yesus. Melihat fakta-fakta bersejarah
ini, kita dihadapkan hanya kepada dua kemungkinan. Apakah Alkitab itu dikarang oleh Dia
yang tidak mempunyai batas waktu, atau itu hanyalah sebuah lelucon yang ditulis oleh
seseorang setelah kejadian itu terjadi untuk membuat Alkitab kelihatan hebat. Pilihan yang
benar adalah: Alkitab merupakan satu-satunya firman Tuhan yang sejati.
Salah satu sumber lain dari kebenaran Alkitab adalah pengalaman pribadi dari
mereka-mereka yang sudah dirubah hidupnya oleh Alkitab. Orang-orang yang percaya
mengalami hidup yang baru yang menjadi bukti bahwa mereka tidak lagi dipenuhi dengan
kepahitan atau penyesalan tentang masa lalu mereka ketika mereka mengetahui pengampunan
Tuhan (Ibrani 10:16-17). Bahkan orang-orang yang percaya berani berkorban untuk
sesamanya manusia karena mereka mengetahui bahwa mereka selalu dapat bergantung
kepada Tuhan. Seseorang yang percaya kepada Alkitab mempunyai pengalaman rohani
pribadi yang mengetahui dengan pasti bahwa Alkitab adalah bukan sekedar tulisan-tulisan
puisi biasa, tetapi itu adalah firman Tuhan yang bersaksi jauh kedalam hati mereka.
Bukti lainnya yang membuktikan keaslian Alkitab antara lain Alkitab terdiri dari 66
buku yang ditulis selama periode waktu lebih dari 1500 tahun, dari zaman Musa (1400
Sebelum Masehi) sampai zaman rasul Yohanes (kira-kira 100 Masehi). Jumlah penulisnya
sedikitnya ada 40 orang. Beberapa dari pengarangnya hidup terpisah 600 mil jauhnya, dan
kebanyakan dari mereka tidak mengenal satu sama lain. Tetapi kata-kata yang tertulis di
dalam Alkitab mempunyai pesan yang sama, dan mempunyai satu kesatuan yang sempurna
secara keseluruhan. Satu-satunya alasan kenapa bisa terjadi seperti itu karena Tuhan-lah yang
mengarang Alkitab. Setiap kata dan setiap huruf didalam aslinya (Ibrani untuk Perjanjian
Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru) adalah tepat seperti apa yang Tuhan ingin
sampaikan kepada umat manusia. Para penulis ini hidup dan mati di zaman yang berbeda-
beda, tetapi Tuhan yang memberitahukan kepada orang-orang ini apa yang harus mereka
tulis. Untuk alasan ini, kita bisa selalu bisa membandingkan bagian-bagian yang berbeda dari
Alkitab dan menemukan bahwa mereka adalah saling melengkapi, saling menjelaskan, dan
sangat konsisten satu dengan yang lainnya (1 Korintus 2:13).
Setelah membaca bukti-bukti diatas, kita tidak perlu lagi meragukan Alkitab beserta
isinya. Sehingga untuk membuktikkan kebenaran Yesus adalah Sang Mesias, kita dapat
mengambilnya sumbernya dari dalam Alkitab. Yesaya 7:14 mengatakan bahwa “Sang Mesias
akan dilahirkan dari seorang perawan. Kejadian 49: 10 menubuatkan bahwa Dia berasal dari
suku bangsa Yehuda. Mikha 5:2 menyatakan bahwa sang Mesias akan lahir di Betlehem.
Yesaya 53:4-7 semula mengatakan penderitaan Yesus sang Mesias bahwa Dia akan terluka
karena pelanggaran kita dan kita menjadi sembuh oleh bilur bilur di tubuhnya. Mazmur 22:16
menubuatkan bahwa kematiannya dalam bentuk disalibkan (dipaku di tangan dan kakiNya).
Di Zakaria 11:12-13, harga dari sebuah pengkhianatan sudah disebutkan 500 tahun sebelum
hal itu terjadi. Dikatakan bahwa hargaNya adalah 30 keping uang perak, dan juga ditulis
bahwa uang itu akan diberikan ke penuang logam di bait Allah. Penggenapannya di Matius
27:3-7, Yudas melemparkan uang hasil pengkhianatannya di lantai di bait Allah. Lalu imam-
iman mengambil uang itu dan membeli tanah yang dinamakan tanah Tukang Periuk, yang
mana menggenapi nubuat ayat diatas dengan sempurna. Nubuat lain yang sangat
mengagumkan; Daniel 9:24-27, adalah nubuatan selama 70 minggu dari nabi Daniel yang
sangat terkenal. Di ayat 25 dan 26, dituliskan bahwa Mesias ( seorang yang diurapi ) akan
datang dan disingkirkan “sebelum” kota dan tempat kudus itu dimusnahkan. Kita tahu bahwa
kerajaan Romawi menghancurkan Yerusalem dan bait Allah didalamnya pada tahun 70
Masehi yang mana menurut nubuatan nabi Daniel sang Mesias ada disana sebelumnya.
Siapakah sang Mesias itu, yang datang di Yerusalem sebelum tahun 70 dan akhirnya
disingkirkan? Tentu saja hal ini mengacu pada Yesus. Hanya Yesus yang dapat menggenapi
nubuat-nubuat pada Perjanjian Lama, sehingga tidak perlu diragukan lagi bahwa Dialah (
Yesus ) adalah sang Mesias, anak Allah yang rela mati disalibkan guna menebus dosa-dosa
manusia.
Alkitab berkata, “Upah dosa ialah maut.” dan Allah merupakan pribadi yang kudus
dan tidak bercela, sehingga tidak mungkin ia tinggal bersama manusia berdosa di Surga.
Betapapun besar kasihNya pada kita, Allah harus mengetukkan palu dan berkata, “Mati”
sebagai hukuman kita, karena Dia adalah Allah yang benar dan adil. Namun demikian,
sebagai Allah yang pengasih, Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia bersedia meninggalkan
takhtaNya dalam rupa manusia Yesus Kristus dan membayar harga itu bagi kita, yaitu
kematian Kristus di salib. Inilah yang telah Allah lakukan. Allah telah berkata, “Aku
mengampunimu.” Tetapi Dia bersedia membayar harga itu sendiri melalui salib. Allah
merupakan pribadi yang kudus dan tidak bercela, sehingga tidak mungkin ia tinggal bersama
manusia berdosa di surga.















DAFTAR PUSTAKA
http://www.gotquestions.org/Melayu/Yesus-Tuhan.html
http://www.mahasiswakeren.com/artikel/202Yesus.html
http://beritakanfirman.com/yesus-kristus-pembohong-orang-gila-atau-tuhan
http://www.alkitab.or.id/wsh/0kt00/Kebenaran%20Alkitab.htm
http://sabda.org/artikel/bagaimana_kita_mengetahui_bahwa_alkitab_itu_benar
http://artikelkristen.com/bukti-bahwa-yesus-adalah-mesias.html
http://www.cgg.org/index.cfm/fuseaction/Library.sr/CT/RA/k/360/Jesus-Die-Crucifixion.htm
McDowell, Josh. More than a carpenter. Tyndale House Publishers, 1977
R.W. Stott, John. Basic Christianity. London:Inter-Varsity Fellowship of Evangelical, 1965



Sign up to vote on this title
UsefulNot useful