Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di dan

[tutup]
Sel (biologi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
"Sel" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Sel, lihat Sel (disambiguasi).


Sel selaput penyusun umbi bawang bombai (Allium cepa) dilihat dengan mikroskop cahaya.
Tampak dinding sel yang membentuk "ruang-ruang" dan inti sel berupa noktah di dalam setiap
ruang (perbesaran 400 kali pada berkas aslinya).


Sel bakteri Helicobacter pylori dilihat menggunakan mikroskop elektron. Bakteri ini memiliki
banyak flagela pada permukaan selnya.
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan
unit penyusun semua makhluk hidup.
[1][2]
Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan
sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.
[3][4]

Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal,
[5]
atau disebut organisme uniseluler,
misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia,
merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan
fungsinya masing-masing.
[1]
Tubuh manusia, misalnya, tersusun atas lebih dari 10
13
sel.
[5]

Namun demikian, seluruh tubuh semua organisme berasal dari hasil pembelahan satu sel.
Contohnya, tubuh bakteri berasal dari pembelahan sel bakteri induknya, sementara tubuh tikus
berasal dari pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi.
Sel-sel pada organisme multiseluler tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri
sendiri.
[1]
Sel yang sama dikelompokkan menjadi jaringan, yang membangun organ dan
kemudian sistem organ yang membentuk tubuh organisme tersebut. Contohnya, sel otot jantung
membentuk jaringan otot jantung pada organ jantung yang merupakan bagian dari sistem organ
peredaran darah pada tubuh manusia. Sementara itu, sel sendiri tersusun atas komponen-
komponen yang disebut organel.
[6]

Sel terkecil yang dikenal manusia ialah bakteri Mycoplasma dengan diameter 0,0001 sampai
0,001 mm,
[7]
sedangkan salah satu sel tunggal yang bisa dilihat dengan mata telanjang ialah telur
ayam yang belum dibuahi. Akan tetapi, sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 µm
(0,001–0,1 mm) sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop.
[8]
Penemuan dan kajian awal
tentang sel memperoleh kemajuan sejalan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop
pada abad ke-17. Robert Hooke pertama kali mendeskripsikan dan menamai sel pada tahun 1665
ketika ia mengamati suatu irisan gabus (kulit batang pohon ek) dengan mikroskop yang memiliki
perbesaran 30 kali.
[4]
Namun demikian, teori sel sebagai unit kehidupan baru dirumuskan hampir
dua abad setelah itu oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann. Selanjutnya, sel dikaji
dalam cabang biologi yang disebut biologi sel.
Daftar isi
 1 Sejarah
o 1.1 Penemuan awal
o 1.2 Teori sel
o 1.3 Perkembangan biologi sel
 2 Struktur
o 2.1 Sel prokariota
o 2.2 Sel eukariota
 3 Komponen subseluler
o 3.1 Membran
o 3.2 Nukleus
o 3.3 Ribosom
o 3.4 Sistem endomembran
 3.4.1 Retikulum endoplasma
 3.4.2 Badan Golgi
 3.4.3 Lisosom
 3.4.4 Vakuola
o 3.5 Mitokondria
o 3.6 Kloroplas
o 3.7 Peroksisom
o 3.8 Sitoskeleton
 4 Komponen ekstraseluler
o 4.1 Matriks ekstraseluler hewan
o 4.2 Dinding sel tumbuhan
o 4.3 Sambungan antarsel
 5 Fungsi
o 5.1 Metabolisme
o 5.2 Komunikasi sel
o 5.3 Siklus sel
o 5.4 Diferensiasi sel
o 5.5 Kematian sel terprogram
 6 Kajian tentang sel
o 6.1 Mikroskopi
o 6.2 Fraksinasi sel
 7 Referensi
 8 Daftar pustaka
 9 Pranala luar
Sejarah


Mikroskop rancangan Robert Hooke menggunakan sumber cahaya lampu minyak.
[9]

Penemuan awal
Mikroskop majemuk dengan dua lensa telah ditemukan pada akhir abad ke-16 dan selanjutnya
dikembangkan di Belanda, Italia, dan Inggris. Hingga pertengahan abad ke-17 mikroskop sudah
memiliki kemampuan perbesaran citra sampai 30 kali. Ilmuwan Inggris Robert Hooke kemudian
merancang mikroskop majemuk yang memiliki sumber cahaya sendiri sehingga lebih mudah
digunakan.
[10]
Ia mengamati irisan-irisan tipis gabus melalui mikroskop dan menjabarkan
struktur mikroskopik gabus sebagai "berpori-pori seperti sarang lebah tetapi pori-porinya tidak
beraturan" dalam makalah yang diterbitkan pada tahun 1665.
[11]
Hooke menyebut pori-pori itu
cells karena mirip dengan sel (bilik kecil) di dalam biara atau penjara.
[10][12]
Yang sebenarnya
dilihat oleh Hooke adalah dinding sel kosong yang melingkupi sel-sel mati pada gabus yang
berasal dari kulit pohon ek.
[13]
Ia juga mengamati bahwa di dalam tumbuhan hijau terdapat sel
yang berisi cairan.
[9]



Gambar struktur gabus yang dilihat Robert Hooke melalui mikroskopnya
Pada masa yang sama di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain,
menciptakan mikroskopnya sendiri yang berlensa satu dan menggunakannya untuk mengamati
berbagai hal.
[10]
Ia berhasil melihat sel darah merah, spermatozoid, khamir bersel tunggal,
protozoa, dan bahkan bakteri.
[13][14]
Pada tahun 1673 ia mulai mengirimkan surat yang memerinci
kegiatannya kepada Royal Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang lalu menerbitkannya. Pada
salah satu suratnya, Leeuwenhoek menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam air liur
yang diamatinya di bawah mikroskop. Ia menyebutnya diertjen atau dierken (bahasa Belanda:
'hewan kecil', diterjemahkan sebagai animalcule dalam bahasa Inggris oleh Royal Society), yang
diyakini sebagai bakteri oleh ilmuwan modern.
[10][15]

Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tumbuhan
yang ia sebut utricle ('kantong kecil'). Menurut pengamatannya, setiap rongga tersebut berisi
cairan dan dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan
sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada tahun 1682, dan ia berhasil mengamati
banyak struktur hijau kecil di dalam sel-sel daun tumbuhan, yaitu kloroplas.
[10][16]

Teori sel
Beberapa ilmuwan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah berspekulasi atau mengamati
bahwa tumbuhan dan hewan tersusun atas sel,
[17]
namun hal tersebut masih diperdebatkan pada
saat itu.
[16]
Pada tahun 1838, ahli botani Jerman Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa
semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya
merupakan manifestasi aktivitas sel.
[18]
Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang ditemukan
Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan sel, namun ia salah mengira
bahwa sel terbentuk dari nukleus.
[16][19]
Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang setelah
berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia pernah mengamati nukleus sel hewan
sebagaimana Schleiden mengamatinya pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh
hewan juga tersusun atas sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh
semua organisme adalah pembentukan sel.
[18]

Yang kemudian memerinci teori sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern ialah
Rudolf Virchow, seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya ia sependapat dengan
Schleiden mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses
patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan oleh Robert
Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan embrio, yaitu bahwa sel berasal dari
sel lain melalui pembelahan sel. Pada tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang
memuat motonya yang terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel).
[20][21]

Perkembangan biologi sel
Antara tahun 1875 dan 1895, terjadi berbagai penemuan mengenai fenomena seluler dasar,
seperti mitosis, meiosis, dan fertilisasi, serta berbagai organel penting, seperti mitokondria,
kloroplas, dan badan Golgi.
[22]
Lahirlah bidang yang mempelajari sel, yang saat itu disebut
sitologi.
Perkembangan teknik baru, terutama fraksinasi sel dan mikroskopi elektron, memungkinkan
sitologi dan biokimia melahirkan bidang baru yang disebut biologi sel.
[23]
Pada tahun 1960,
perhimpunan ilmiah American Society for Cell Biology didirikan di New York, Amerika Serikat,
dan tidak lama setelahnya, jurnal ilmiah Journal of Biochemical and Biophysical Cytology
berganti nama menjadi Journal of Cell Biology.
[24]
Pada akhir dekade 1960-an, biologi sel telah
menjadi suatu disiplin ilmu yang mapan, dengan perhimpunan dan publikasi ilmiahnya sendiri
serta memiliki misi mengungkapkan mekanisme fungsi organel sel.
[25]

Struktur
Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma, sementara daerah di
dalam sel disebut sitoplasma.
[26]
Setiap sel, pada tahap tertentu dalam hidupnya, mengandung
DNA sebagai materi yang dapat diwariskan dan mengarahkan aktivitas sel tersebut.
[27]
Selain itu,
semua sel memiliki struktur yang disebut ribosom yang berfungsi dalam pembuatan protein yang
akan digunakan sebagai katalis pada berbagai reaksi kimia dalam sel tersebut.
[5]

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktur berbeda: sel
prokariotik atau sel eukariotik. Kedua jenis sel ini dibedakan berdasarkan posisi DNA di dalam
sel; sebagian besar DNA pada eukariota terselubung membran organel yang disebut nukleus atau
inti sel, sedangkan prokariota tidak memiliki nukleus. Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel
prokariotik, sementara protista, tumbuhan, jamur, dan hewan memiliki sel eukariotik.
[7]

Sel prokariota
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prokariota


Gambaran umum sel prokariota.
Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada membran
yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di
sitoplasma disebut nukleoid.
[7]
Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniseluler dengan
sel berukuran kecil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm
3
) serta umumnya
terdiri dari selubung sel, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.
[28]

Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. Jika selubung
tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks
karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel. Kebanyakan bakteri
memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang
memiliki selubung sel dari protein. Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan
protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sel
pecah akibat tekanan osmotik pada lingkungan yang memiliki konsentrasi lebih rendah daripada
isi sel.
[29]

Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. Banyak jenis bakteri
memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada
permukaan benda dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindar dari sel
kekebalan tubuh manusia jenis tertentu. Selain itu, sejumlah bakteri melekat pada permukaan
benda dan sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak:
fimbriae). Banyak jenis bakteri bergerak menggunakan flagelum (jamak: flagela) yang melekat
pada dinding selnya dan berputar seperti motor.
[30]

Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang terkonsentrasi
pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang
disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Pada umumnya, plasmid tidak dibutuhkan
oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang
memberikan keuntungan tambahan pada keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap
antibiotik.
[31]

Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton, yang pada
mulanya dianggap hanya ada pada eukariota.
[32]
Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan
sel dan berperan menentukan bentuk sel.
[33]

Sel eukariota
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Eukariota


Gambaran umum sel tumbuhan.


Gambaran umum sel hewan.
Tidak seperti prokariota, sel eukariota (bahasa Yunani, eu, 'sebenarnya' dan karyon) memiliki
nukleus. Diameter sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar daripada
bakteri. Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus dan membran sel. Sitoplasma ini
terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel
dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki prokariota.
[7]

Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua
membran, misalnya nukleus.
Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota, yaitu (1) mitokondria,
tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu jaringan
membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; (3) badan Golgi, yang mengarahkan hasil
sintesis sel ke tempat tujuannya; serta (4) peroksisom, tempat perombakan asam lemak dan asam
amino. Lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan
oleh sel, ditemukan pada sel hewan, tetapi tidak pada sel tumbuhan. Kloroplas, tempat terjadinya
fotosintesis, hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme
uniseluler. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniseluler memiliki satu atau lebih
vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah
reaksi penguraian.
[34]

Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan
struktur di dalam sel eukariota.
[34]
Sentriol, yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat
nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.
[35]

Dinding sel yang kaku, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan
membuatnya kuat dan tegar. Fungi juga memiliki dinding sel, namun komposisinya berbeda dari
dinding sel bakteri maupun tumbuhan.
[34]
Di antara dinding sel tumbuhan yang bersebelahan
terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.
[36]

Komponen subseluler
Membran


Membran sel terdiri dari lapisan ganda fosfolipid dan berbagai protein.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Membran sel
Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi sebagai
rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk
melayani seluruh volume sel.
[7]
Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan sel,
dan adhesi sel.
Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein. Membran
sel bersifat dinamik dan kebanyakan molekulnya dapat bergerak di sepanjang bidang membran.
Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis dengan tebal sekitar 5 nm yang menjadi
penghalang bagi kebanyakan molekul hidrofilik. Molekul-molekul protein yang menembus
lapisan ganda lipid tersebut berperan dalam hampir semua fungsi lain membran, misalnya
mengangkut molekul tertentu melewati membran. Ada pula protein yang menjadi pengait
struktural ke sel lain, atau menjadi reseptor yang mendeteksi dan menyalurkan sinyal kimiawi
dalam lingkungan sel. Diperkirakan bahwa sekitar 30% protein yang dapat disintesis sel hewan
merupakan protein membran.
[37]

Nukleus
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti sel


Nukleus dan bagian-bagiannya.
Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota (sebagian lain gen
terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Dengan diameter rata-rata 5 µm, organel ini
umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota.
[38]
Kebanyakan sel
memiliki satu nukleus,
[39]
namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot
rangka, dan ada pula yang tidak memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang
kehilangan nukleusnya saat berkembang.
[40]

Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari
sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan lapisan
ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh
ruangan sekitar 20–40 nm. Selubung nukleus memiliki sejumlah pori yang berdiameter sekitar
100 nm dan pada bibir setiap pori, kedua membran selubung nukleus menyatu.
[38]

Di dalam nukleus, DNA terorganisasi bersama dengan protein menjadi kromatin. Sewaktu sel
siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbentuk benang akan menggulung, menjadi cukup
tebal untuk dibedakan melalui mikroskop sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom.
[38]

Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang tidak membelah ialah nukleolus, yang
merupakan tempat sejumlah komponen ribosom disintesis dan dirakit. Komponen-komponen ini
kemudian dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi
ribosom. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnya dan
tahap reproduksi sel tersebut.
[38]

Nukleus mengedalikan sintesis protein di dalam sitoplasma dengan cara mengirim molekul
pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA, yang disintesis berdasarkan "pesan" gen pada DNA.
RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat
pesan genetik tersebut diterjemahkan menjadi urutan asam amino protein yang disintesis.
[38]

Ribosom
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ribosom
Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan laju sintesis protein yang tinggi
memiliki banyak sekali ribosom, contohnya sel hati manusia yang memiliki beberapa juta
ribosom.
[38]
Ribosom sendiri tersusun atas berbagai jenis protein dan sejumlah molekul RNA.
Ribosom eukariota lebih besar daripada ribosom prokariota, namun keduanya sangat mirip dalam
hal struktur dan fungsi. Keduanya terdiri dari satu subunit besar dan satu subunit kecil yang
bergabung membentuk ribosom lengkap dengan massa beberapa juta dalton.
[41]

Pada eukariota, ribosom dapat ditemukan bebas di sitosol atau terikat pada bagian luar retikulum
endoplasma. Sebagian besar protein yang diproduksi ribosom bebas akan berfungsi di dalam
sitosol, sementara ribosom terikat umumnya membuat protein yang ditujukan untuk dimasukkan
ke dalam membran, untuk dibungkus di dalam organel tertentu seperti lisosom, atau untuk
dikirim ke luar sel. Ribosom bebas dan terikat memiliki struktur identik dan dapat saling
bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif masing-masing ribosom begitu
metabolismenya berubah.
[38]

Sistem endomembran


Sistem endomembran sel.
Berbagai membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari sistem endomembran. Membran
ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer antarsegmen membran
dalam bentuk vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem endomembran
mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, berbagai jenis
vakuola, dan membran plasma.
[38]
Sistem ini memiliki berbagai fungsi, termasuk sintesis dan
modifikasi protein serta transpor protein ke membran dan organel atau ke luar sel, sintesis lipid,
dan penetralan beberapa jenis racun.
[42]

Retikulum endoplasma
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan perluasan selubung nukleus yang terdiri dari jaringan
(reticulum = 'jaring kecil') saluran bermembran dan vesikel yang saling terhubung. Terdapat dua
bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma
halus.
[42]

Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom.
Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan tempat tujuan tertentu, seperti organel tertentu
atau membran, akan menempel pada retikulum endoplasma kasar. Protein yang terbentuk akan
terdorong ke bagian dalam retikulum endoplasma yang disebut lumen.
[43]
Di dalam lumen,
protein tersebut mengalami pelipatan dan dimodifikasi, misalnya dengan penambahan
karbohidrat untuk membentuk glikoprotein. Protein tersebut lalu dipindahkan ke bagian lain sel
di dalam vesikel kecil yang menyembul keluar dari retikulum endoplasma, dan bergabung
dengan organel yang berperan lebih lanjut dalam modifikasi dan distribusinya. Kebanyakan
protein menuju ke badan Golgi, yang akan mengemas dan memilahnya untuk diantarkan ke
tujuan akhirnya.
Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum
endoplasma halus berfungsi, misalnya, dalam sintesis lipid komponen membran sel. Dalam jenis
sel tertentu, misalnya sel hati, membran retikulum endoplasma halus mengandung enzim yang
mengubah obat-obatan, racun, dan produk sampingan beracun dari metabolisme sel menjadi
senyawa-senyawa yang kurang beracun atau lebih mudah dikeluarkan tubuh.
[42]

Badan Golgi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Badan Golgi
Badan Golgi (dinamai menurut nama penemunya, Camillo Golgi) tersusun atas setumpuk
kantong pipih dari membran yang disebut sisterna. Biasanya terdapat tiga sampai delapan
sisterna, tetapi ada sejumlah organisme yang memiliki badan Golgi dengan puluhan sisterna.
Jumlah dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel dan aktivitas metabolismenya. Sel
yang aktif melakukan sekresi protein dapat memiliki ratusan badan Golgi. Organel ini biasanya
terletak di antara retikulum endoplasma dan membran plasma.
[42]

Sisi badan Golgi yang paling dekat dengan nukleus disebut sisi cis, sementara sisi yang menjauhi
nukleus disebut sisi trans. Ketika tiba di sisi cis, protein dimasukkan ke dalam lumen sisterna. Di
dalam lumen, protein tersebut dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat, ditandai
dengan penanda kimiawi, dan dipilah-pilah agar nantinya dapat dikirim ke tujuannya masing-
masing.
[43]

Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang disekresikan ke luar sel, ada
yang digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran, dan ada pula yang
ditempatkan di dalam lisosom. Protein yang disekresikan dari sel diangkut ke membran plasma
di dalam vesikel sekresi, yang melepaskan isinya dengan cara bergabung dengan membran
plasma dalam proses eksositosis. Proses sebaliknya, endositosis, dapat terjadi bila membran
plasma mencekung ke dalam sel dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan
Golgi atau tempat lain, misalnya lisosom.
[42]

Lisosom
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Lisosom
Lisosom pada sel hewan merupakan vesikel yang memuat lebih dari 30 jenis enzim hidrolitik
untuk menguraikan berbagai molekul kompleks. Sel menggunakan kembali subunit molekul
yang sudah diuraikan lisosom itu. Bergantung pada zat yang diuraikannya, lisosom dapat
memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Organel ini dibentuk sebagai vesikel yang melepaskan diri
dari badan Golgi.
[42]

Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melalui endositosis ketika
suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom. Dalam proses yang disebut autofagi,
lisosom mencerna organel yang tidak berfungsi dengan benar. Lisosom juga berperan dalam
fagositosis, proses yang dilakukan sejumlah jenis sel untuk menelan bakteri atau fragmen sel lain
untuk diuraikan. Contoh sel yang melakukan fagositosis ialah sejenis sel darah putih yang
disebut fagosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
[42]

Vakuola
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Vakuola
Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan. Membran
vakuola, yang merupakan bagian dari sistem endomembran, disebut tonoplas. Vakuola berasal
dari kata bahasa Latin vacuolum yang berarti 'kosong' dan dinamai demikian karena organel ini
tidak memiliki struktur internal. Umumnya vakuola lebih besar daripada vesikel, dan kadang
kala terbentuk dari gabungan banyak vesikel.
[44]

Sel tumbuhan muda berukuran kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang kemudian
bergabung membentuk suatu vakuola sentral seiring dengan penambahan air ke dalamnya.
Ukuran sel tumbuhan diperbesar dengan menambahkan air ke dalam vakuola sentral tersebut.
Vakuola sentral juga mengandung cadangan makanan, garam-garam, pigmen, dan limbah
metabolisme. Zat yang beracun bagi herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai
mekanisme pertahanan. Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor
tumbuhan.
[44]

Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan protista
uniseluler. Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan, yang bergabung dengan lisosom
agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Beberapa jenis protozoa juga memiliki vakuola
kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari sel.
[44]

Mitokondria


Gambaran umum mitokondria.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mitokondria
Sebagian besar sel eukariota mengandung banyak mitokondria, yang menempati sampai 25
persen volume sitoplasma. Organel ini termasuk organel yang besar, secara umum hanya lebih
kecil dari nukleus, vakuola, dan kloroplas.
[45]
Nama mitokondria berasal dari penampakannya
yang seperti benang (bahasa Yunani mitos, 'benang') di bawah mikroskop cahaya.
[46]

Organel ini memiliki dua macam membran, yaitu membran luar dan membran dalam, yang
dipisahkan oleh ruang antarmembran. Luas permukaan membran dalam lebih besar daripada
membran luar karena memiliki lipatan-lipatan, atau krista, yang menyembul ke dalam matriks,
atau ruang dalam mitokondria.
[45]

Mitokondria adalah tempat berlangsungnya respirasi seluler, yaitu suatu proses kimiawi yang
memberi energi pada sel.
[47]
Karbohidrat dan lemak merupakan contoh molekul makanan
berenergi tinggi yang dipecah menjadi air dan karbon dioksida oleh reaksi-reaksi di dalam
mitokondria, dengan pelepasan energi. Kebanyakan energi yang dilepas dalam proses itu
ditangkap oleh molekul yang disebut ATP. Mitokondria-lah yang menghasilkan sebagian besar
ATP sel.
[42]
Energi kimiawi ATP nantinya dapat digunakan untuk menjalankan berbagai reaksi
kimia dalam sel.
[44]
Sebagian besar tahap pemecahan molekul makanan dan pembuatan ATP
tersebut dilakukan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam krista dan matriks mitokondria.
[45]

Mitokondria memperbanyak diri secara independen dari keseluruhan bagian sel lain.
[46]
Organel
ini memiliki DNA sendiri yang menyandikan sejumlah protein mitokondria, yang dibuat pada
ribosomnya sendiri yang serupa dengan ribosom prokariota.
[44]

Kloroplas
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kloroplas


Gambaran umum kloroplas.
Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan dan alga.
[36]

Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang menangkap energi cahaya untuk fotosintesis,
yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan
dalam molekul karbohidrat dan senyawa organik lain.
[48]

Satu sel alga uniseluler dapat memiliki satu kloroplas saja, sementara satu sel daun dapat
memiliki 20 sampai 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih besar daripada mitokondria,
dengan panjang 5–10 µm atau lebih. Kloroplas biasanya berbentuk seperti cakram dan, seperti
mitokondria, memiliki membran luar dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang
antarmembran. Membran dalam kloroplas menyelimuti stroma, yang memuat berbagai enzim
yang bertanggung jawab membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis.
Suatu sistem membran dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih
disebut tilakoid yang saling berhubungan. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang
disebut granum (jamak, grana). Klorofil terdapat pada membran tilakoid, yang berperan serupa
dengan membran dalam mitokondria, yaitu terlibat dalam pembentukan ATP.
[48]
Sebagian ATP
yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah karbon dioksida menjadi
senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah menjadi
karbohidrat.
[49]

Sama seperti mitokondria, kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh
dan memperbanyak dirinya sendiri.
[44]
Kedua organel ini juga dapat berpindah-pindah tempat di
dalam sel.
[49]

Peroksisom
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peroksisom
Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan dapat ditemukan dalam semua sel eukariota.
[50]

Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu atau lebih enzim yang terlibat
dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H
2
O
2
).
[51]
Hidrogen peroksida
merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam peroksisom senyawa ini digunakan untuk
reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah
mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria
untuk oksidasi sempurna.
[50]
Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai
molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu, peroksisom pada biji
tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji menjadi karbohidrat yang digunakan
dalam tahap perkecambahan.
[51]

Sitoskeleton


Sitoskeleton sel eukariota; mikrotubulus diwarnai hijau, sementara mikrofilamen diwarnai
merah.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sitoskeleton
Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat protein, yaitu mikrotubulus, filamen
intermediat, dan mikrofilamen.
[52]
Protein sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan
sitoskeleton eukariota ditemukan pula pada prokariota.
[33]
Mikrotubulus berupa silinder berongga
yang memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel, dan membantu pergerakan kromosom
pada saat pembelahan sel. Silia dan flagela eukariota, yang merupakan alat bantu pergerakan,
juga berisi mikrotubulus. Filamen intermediat mendukung bentuk sel dan membuat organel tetap
berada di tempatnya. Sementara itu, mikrofilamen, yang berupa batang tipis dari protein aktin,
berfungsi antara lain dalam kontraksi otot pada hewan, pembentukan pseudopodia untuk
pergerakan sel ameba, dan aliran bahan di dalam sitoplasma sel tumbuhan.
[53]

Sejumlah protein motor menggerakkan berbagai organel di sepanjang sitoskeleton eukariota.
Secara umum, protein motor dapat digolongkan dalam tiga jenis, yaitu kinesin, dinein, dan
miosin. Kinesin dan dinein bergerak pada mikrotubulus, sementara miosin bergerak pada
mikrofilamen.
[54]

Komponen ekstraseluler
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Matriks ekstraseluler dan Sambungan sel
Sel-sel hewan dan tumbuhan disatukan sebagai jaringan terutama oleh matriks ekstraseluler,
yaitu jejaring kompleks molekul yang disekresikan sel dan berfungsi utama membentuk
kerangka pendukung. Terutama pada hewan, sel-sel pada kebanyakan jaringan terikat langsung
satu sama lain melalui sambungan sel.
[55]

Matriks ekstraseluler hewan
Matriks ekstraseluler sel hewan berbahan penyusun utama glikoprotein (protein yang berikatan
dengan karbohidrat pendek), dan yang paling melimpah ialah kolagen yang membentuk serat
kuat di bagian luar sel. Serat kolagen ini tertanam dalam jalinan tenunan yang terbuat dari
proteoglikan, yang merupakan glikoprotein kelas lain
[56]
Variasi jenis dan susunan molekul
matriks ekstraseluler menimbulkan berbagai bentuk, misalnya keras seperti permukaan tulang
dan gigi, transparan seperti kornea mata, atau berbentuk seperti tali kuat pada otot. Matriks
ekstraseluler tidak hanya menyatukan sel-sel tetapi juga memengaruhi perkembangan, bentuk,
dan perilaku sel.
[57]

Dinding sel tumbuhan
Dinding sel tumbuhan merupakan matriks ekstraseluler yang menyelubungi tiap sel
tumbuhan.
[58]
Dinding ini tersusun atas serabut selulosa yang tertanam dalam polisakarida lain
serta protein dan berukuran jauh lebih tebal daripada membran plasma, yaitu 0,1 µm hingga
beberapa mikrometer. Dinding sel melindungi sel tumbuhan, mempertahankan bentuknya, dan
mencegah pengisapan air secara berlebihan.
[59]

Sambungan antarsel
Sambungan sel (cell junction) dapat ditemukan pada titik-titik pertemuan antarsel atau antara sel
dan matriks ekstraseluler. Menurut fungsinya, sambungan sel dapat diklasifikasikan menjadi
tiga, yaitu (1) sambungan penyumbat (occluding junction), (2) sambungan jangkar (anchoring
junction), dan (3) sambungan pengomunikasi (communicating junction). Sambungan penyumbat
menyegel permukaan dua sel menjadi satu sedemikian rupa sehingga molekul kecil sekalipun
tidak dapat lewat, contohnya ialah sambungan ketat (tight junction) pada vertebrata. Sementara
itu, sambungan jangkar menempelkan sel (dan sitoskeletonnya) ke sel tetangganya atau ke
matriks ekstraseluler. Terakhir, sambungan pengomunikasi menyatukan dua sel tetapi
memungkinkan sinyal kimiawi atau listrik melintas antarsel tersebut. Plasmodesmata merupakan
contoh sambungan pengomunikasi yang hanya ditemukan pada tumbuhan.
[60]

Fungsi
Metabolisme
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Metabolisme
Keseluruhan reaksi kimia yang membuat makhluk hidup mampu melakukan aktivitasnya disebut
metabolisme,
[61]
dan sebagian besar reaksi kimia tersebut terjadi di dalam sel.
[3]
Metabolisme
yang terjadi di dalam sel dapat berupa reaksi katabolik, yaitu perombakan senyawa kimia untuk
menghasilkan energi maupun untuk dijadikan bahan pembentukan senyawa lain, dan reaksi
anabolik, yaitu reaksi penyusunan komponen sel.
[62]
Salah satu proses katabolik yang merombak
molekul makanan untuk menghasilkan energi di dalam sel ialah respirasi seluler, yang sebagian
besar berlangsung di dalam mitokondria eukariota atau sitosol prokariota dan menghasilkan
ATP. Sementara itu, contoh proses anabolik ialah sintesis protein yang berlangsung pada
ribosom dan membutuhkan ATP.
Komunikasi sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pensinyalan sel
Kemampuan sel untuk berkomunikasi, yaitu menerima dan mengirimkan 'sinyal' dari dan kepada
sel lain, menentukan interaksi antarorganisme uniseluler serta mengatur fungsi dan
perkembangan tubuh organisme multiseluler. Misalnya, bakteri berkomunikasi satu sama lain
dalam proses quorum sensing (pengindraan kuorum) untuk menentukan apakah jumlah mereka
sudah cukup sebelum membentuk biofilm, sementara sel-sel dalam embrio hewan berkomunikasi
untuk koordinasi proses diferensiasi menjadi berbagai jenis sel.
Komunikasi sel terdiri dari proses transfer sinyal antarsel dalam bentuk molekul (misalnya
hormon) atau aktivitas listrik, dan transduksi sinyal di dalam sel target ke molekul yang
menghasilkan respons sel. Mekanisme transfer sinyal dapat terjadi dengan kontak antarsel
(misalnya melalui sambungan pengomunikasi), penyebaran molekul sinyal ke sel yang
berdekatan, penyebaran molekul sinyal ke sel yang jauh melalui saluran (misalnya pembuluh
darah), atau perambatan sinyal listrik ke sel yang jauh (misalnya pada jaringan otot polos).
Selanjutnya, molekul sinyal menembus membran secara langsung, lewat melalui kanal protein,
atau melekat pada reseptor berupa protein transmembran pada permukaan sel target dan memicu
transduksi sinyal di dalam sel. Transduksi sinyal ini dapat melibatkan sejumlah zat yang disebut
pembawa pesan kedua (second messenger) yang konsentrasinya meningkat setelah pelekatan
molekul sinyal pada reseptor dan yang nantinya meregulasi aktivitas protein lain di dalam sel.
Selain itu, transduksi sinyal juga dapat dilakukan oleh sejumlah jenis protein yang pada akhirnya
dapat memengaruhi metabolisme, fungsi, atau perkembangan sel.
[63][64]

Siklus sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Siklus sel


Video yang dipercepat menggambarkan pembelahan sel bakteri E. coli
Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap kehidupan sel antara
pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya disebut sebagai siklus sel.
[65]
Pada kebanyakan sel,
siklus ini terdiri dari empat proses terkoordinasi, yaitu pertumbuhan sel, replikasi DNA,
pemisahan DNA yang sudah digandakan ke dua calon sel anakan, serta pembelahan sel.
[66]
Pada
bakteri, proses pemisahan DNA ke calon sel anakan dapat terjadi bersamaan dengan replikasi
DNA, dan siklus sel yang berurutan dapat bertumpang tindih. Hal ini tidak terjadi pada eukariota
yang siklus selnya terjadi dalam empat fase terpisah sehingga laju pembelahan sel bakteri dapat
lebih cepat daripada laju pembelahan sel eukariota.
[67]
Pada eukariota, tahap pertumbuhan sel
umumnya terjadi dua kali, yaitu sebelum replikasi DNA (disebut fase G
1
, gap 1) dan sebelum
pembelahan sel (fase G
2
). Siklus sel bakteri tidak wajib memiliki fase G
1
, namun memiliki fase
G
2
yang disebut periode D. Tahap replikasi DNA pada eukariota disebut fase S (sintesis), atau
pada bakteri ekuivalen dengan periode C. Selanjutnya, eukariota memiliki tahap pembelahan
nukleus yang disebut fase M (mitosis).
Peralihan antartahap siklus sel dikendalikan oleh suatu perlengkapan pengaturan yang tidak
hanya mengoordinasi berbagai kejadian dalam siklus sel, tetapi juga menghubungkan siklus sel
dengan sinyal ekstrasel yang mengendalikan perbanyakan sel. Misalnya, sel hewan pada fase G
1

dapat berhenti dan tidak beralih ke fase S bila tidak ada faktor pertumbuhan tertentu, melainkan
memasuki keadaan yang disebut fase G
0
dan tidak mengalami pertumbuhan maupun
perbanyakan. Contohnya adalah sel fibroblas yang hanya membelah diri untuk memperbaiki
kerusakan tubuh akibat luka.
[66]
Jika pengaturan siklus sel terganggu, misalnya karena mutasi,
risiko pembentukan tumor—yaitu perbanyakan sel yang tidak normal—meningkat dan dapat
berpengaruh pada pembentukan kanker.
[68]

Diferensiasi sel
Diferensiasi sel menciptakan keberagaman jenis sel yang muncul selama perkembangan suatu
organisme multiseluler dari sebuah sel telur yang sudah dibuahi. Misalnya, mamalia yang berasal
dari sebuah sel berkembang menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis sel berbeda seperti
otot, saraf, dan kulit.
[69]
Sel-sel dalam embrio yang sedang berkembang melakukan pensinyalan
sel yang memengaruhi ekspresi gen sel dan menyebabkan diferensiasi tersebut.
[70]

Kematian sel terprogram
Sel dalam organisme multiseluler dapat mengalami suatu kematian terprogram yang berguna
untuk pengendalian populasi sel dengan cara mengimbangi perbanyakan sel, misalnya untuk
mencegah munculnya tumor. Kematian sel juga berguna untuk menghilangkan bagian tubuh
yang tidak diperlukan. Contohnya, pada saat pembentukan embrio, jari-jari pada tangan atau kaki
manusia pada mulanya saling menyatu, namun kemudian terbentuk berkat kematian sel-sel
antarjari. Dengan demikian, waktu dan tempat terjadinya kematian sel, sama seperti
pertumbuhan dan pembelahan sel, merupakan proses yang sangat terkendali. Kematian sel
semacam itu terjadi dalam proses yang disebut apoptosis yang dimulai ketika suatu faktor
penting hilang dari lingkungan sel atau ketika suatu sinyal internal diaktifkan. Gejala awal
apoptosis ialah pemadatan nukleus dan fragmentasi DNA yang diikuti oleh penyusutan sel.
[71]

Kajian tentang sel
Biologi sel modern berkembang dari integrasi antara sitologi, yaitu kajian tentang struktur sel,
dan biokimia, yaitu kajian tentang molekul dan proses kimiawi metabolisme. Mikroskop
merupakan peralatan yang paling penting dalam sitologi, sementara pendekatan biokimia yang
disebut fraksinasi sel juga telah menjadi sangat penting dalam biologi sel.
[72]

Mikroskopi


Silia pada permukaan sel bagian dalam trakea mamalia dilihat dengan SEM (perbesaran 10.000
kali pada berkas aslinya).
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mikroskop
Mikroskop berperan dalam kajian tentang sel sejak awal penemuannya. Jenis mikroskop yang
digunakan para ilmuwan Renaisans dan yang kini masih banyak digunakan di laboratorium ialah
mikroskop cahaya. Cahaya tampak dilewatkan menembus spesimen dan kemudian lensa kaca
yang merefraksikan cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen tersebut diperbesar ketika
diproyeksikan ke mata pengguna mikroskop. Namun demikian, mikroskop cahaya memiliki
batas daya urai, yaitu tidak mampu menguraikan perincian yang lebih halus dari kira-kira 0,2 µm
(ukuran bakteri kecil). Pengembangan teknik penggunaan mikroskop cahaya sejak awal abad ke-
20 melibatkan usaha untuk meningkatkan kontras, misalnya dengan pewarnaan atau pemberian
zat fluoresen. Selanjutnya, biologi sel mengalami kemajuan pesat dengan penemuan mikroskop
elektron yang menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya tampak dan dapat
memiliki resolusi (daya urai) sekitar 2 nm. Terdapat dua jenis dasar mikroskop elektron, yaitu
mikroskop elektron transmisi (transmission electron microscope, TEM) dan mikroskop elektron
payar (scanning electron microscope, SEM). TEM terutama digunakan untuk mengkaji struktur
internal sel, sementara SEM sangat berguna untuk melihat permukaan spesimen secara rinci.
[72]


Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan
eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis.
Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada
jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak
sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel
eukariotik. (kata endoplasmik berarti ―di dalam sitoplasma‖ dan retikulum diturunkan dari
bahasa latin yang berarti ―jaringan‖).
Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat
bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka,
fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar,
RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam
beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi
kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini
ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus
adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik
menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi
otot.


Home » Biology , Campbell , Sains » Retikulum Endoplasma : Pabrik Biosintesis
Retikulum Endoplasma : Pabrik Biosintesis
Written By profitgoonline on Saturday, 27 July 2013 | 12:15

Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (endoplasmic reticulum, ER) atau RE merupakan jejaring membran
yang sedemikian ekstensif sehingga menyusun lebih dari separuh total membran dalam banyak
sel eukariot. (kata endoplasma berarti 'di dalam sitoplasma' , sedangkan reticulum adalah kata
latin untuk 'jaring kecil' .) RE terdiri dari jari jejaring tubulus dan kantung bermembran pada
selaput nukleus tersambung dengan lumen RE.

Ada dua wilayah pada RE yang berbeda dalam hal struktur dan fungsi , walaupun saling
terhubung : RE halus dan RE kasar. RE halus (smooth ER) diberi nama demikian karena
permukaan luarnya tidak terdapat ribosom. Ribosom terdapat di permukaan luar RE kasar (rough
ER) yang menyebabkan RE ini tampak kasr di bawah mikroskop elektron. Seperti yang telah
disebutkan , Ribosom juga melekat pada membran luar selaput nukleus yang menghadap ke
sitoplasma , yang tersambung dengan RE kasar.
HISTOLOGI TUMBUHAN

Jaringan Pada Tumbuhan

Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan
berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan
seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam
jaringan dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan.
Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1. Jaringan meristem
2. Jaringan dewasa
JARINGAN MERISTEM

jaringan-meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah.
Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam
1. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.
Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar
disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar
bertambang panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
2. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa
yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut
pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar
tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem
dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan
menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji
terbuka ).
Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam
akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam
lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit
batang lebih tipis dibandingkan kayu.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal,
meristem interkalar dan meristem lateral.
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang.
Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan
memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang
terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara
jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem
interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem
interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan
pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang
menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut
juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada
pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan
akar dan batang.
JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1 Jaringan Epidermis

jaringan-epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan
epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan
sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan
epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya.
2. Jaringan Parenkim

jaringan-perenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit
akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam.
Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-
rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh
tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
2. Parenkim penimbun.
3. Parenkim air
4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
1. Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan
berfungsi untuk fotosintesis.
2. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang
berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam
sitoplasma.
3. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada
tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara
karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan
daun tumbuhan hidrofit.
3. Jaringan Penguat/Penyokong

Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari
kolenkim dan sklerenkim.
a. Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan
jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
b. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin,
sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu
serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian
tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2
macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh
kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh
bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus

jaringan-gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak
air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk
oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-
sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

HISTOLOGI TUMBUHAN




JARINGAN EPIDERMIS BAWANG MERAH
 Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel sel yang mempunyai
kemampuan totipotensi yang berbeda dengan jaringan hewan atau manusia
 Artinya Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang kemampuan membelah ,
memanjang ( elongasi) dan defrensiasinya tak terbatas
 Sehingga dari kemampuannya jaringannya , organisme tumbuhan ini dapat diperbanyak
dengan Vegetatif mengingat kemampuan totipotensi itu .
 Vegetatif dimaksudkan adalah dikembangkan secara tidak kawin , dicangkok , di stek
ataupun dengan cara lain yang intinya diperbanyak hingga menghasilkan keturunan yang
sama
 Kemampuan Totipotensi yaitu kemampuan jaringan melakukan pembelahan (Cleavage)
dan mampu membentuk individu baru dengan melakukan Defrensiasi dan Specialisasi


 Misalnya pada stek batang singkong setelah dimasukkan ke tanah pada ujung batangnya
bisa tumbuh membelah sel selnya dan hebatnya sel selnya bisa menjadi berbeda (
defrensiasi) dari sebelumnya menyusun sel batang karena di dalam tanah menjadi
pemyusun sel akar , adanya penyusunan sel akar ini menjadikan punya peran baru (
specialisasi ) menjadi bertugas sebagai akar
 OK
 Tubuh tumbuhan pun (Plantae) terdiri dari sel-sel karena multicelluler
 Sel awal tunbuhan diawali oleh zygot hasil pertemuan sperma dan ovum , yang kemudian
membentuk lembaga pada biji
 lembaga ini bersifat Meristematis yaitu Pro Meristem

 Arti meristematis mempunyai kemampuan membelah dan mampu Totipotensi
 Totipotensi awal dimulai dengan terbentuknya jaringan jaringan yang berbeda
membentuk jaringan permanen (epidermis , parenkim , penyokong , pengangkut)
 Jaringan permanen / dewasa itu akan berkumpul membentuk organ
 Karena keberadaannya berbeda maka membentuk organ yang berbeda pula
 Organ yang terbentuk akar , batang , daun membentuk System organ Nutritivum
 Sedang Organ Bunga , Buah dan Biji membentuk System organ Reproduktivum
 dan seterusnya system system organ yang berbeda itu membentuk satu tubuh Mahkluk
hidup tumbuhan.
 OK

Postingan kali ini akan membahas macam-macam jaringan dan organ yang membentuk tubuh
tumbuhan.
Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1. Jaringan meristem/muda/embryonal
2. Jaringan dewasa / permanen
JARINGAN MERISTEM



Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah dan jaringan ini relatif sangat
muda
1. sitoplasmanya penuh
2. mempunyai kemampuan totipotensi yang tinggi karena kemampuan membentuk jaringan
yang lain berupa jaringan dewasa.
Jaringan meristem dapat dibagi

Jaringan Meristem Primer
 Jaringan meristem ini pada tumbuhan terdapat pada bagian organ yang paling muda (
pada tunas , ujung organ)
 Mrupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrional / tunas / lembaga
 mempunyai kemampuan untuk membelah , memanjang dan berdefrensiasi serta
specialisasi membentuk jaringan yang dewasa.
 jaringan ini cenderung menghasilkan hormon auksin sehingga membuat terjadinya
pembelahan yang terus menerus kearah memanjang.
 letak Jaringan ini di ujung batang, ujung akar yang kemudian dikenal dengan meristem
apikal yang mengarah je dominansi apikal
 Pertumbuhan jaringan meristem primer ini sering disebut pertumbuhan primer.
 jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang bukan
melebar. OK
Jaringan Meristem Sekunder
 Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan
meristem primer yang melakukan defrensiasi dan spesialisasi
 merupakan jaringan dewasa namun mempunyai kemampuan totipotensi lagi
 jaringan ini berada di bagian tengah dari organ untuk melakukan pembentukan jaringan
yang berbeda dari yang sebelumnya
 Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.
 Pertumbuhannya kearah membesar sehingga menimbulkan pertambahan besar tubuh
tumbuhan.
 Contoh jaringan meristem sekunder yaitu kambium.
Kambium
 kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang sebenarnya merupakan jaringan dewasa
seperti ( epidermis , parenkim , kolenkim , sklerenkim ) namun sel selnya mempunyai
kemampuan totipotensi
 karena kambium bisa mersifat meristem lagi sehingga terjadi pembentukan meristem
yang ke dua yang kemudian disebut jaringan meristem sekunder.
 Aktivitas kambium yang merupakan jaringan meristem sekunder ini membelah terus
menerus , membesar dan berdefrensiasi membentuk xilem dan floem sebagai jaringan
pengangkut .
 membelah keluar membentuk Floem ( jaringan pembuluh tapis / kulit ) dan membelah
kedalam membentuk Xylem ( pembuluh kayu) sehingga bayang tanaman membesar
 pembentukan Xylem / Floem ditujukan untuk proses transportasi zat
 Xylem yaitu pembuluh untuk sarana mengangkut air dan mineral sedang Floem
pembuluh untuk sarana pengangkutan hasil Fotosintesis
 Perlu diketahui pembentukan Xylem dan Floem oleh kambium itu ditentukan oleh faktor
lingkungan misalnya air dan mineral , maka kambium membentuk X/F pada musim
penghujan dan kemarau juga pasti berbeda maka terbentuklah lingkaran tahun
 musim kemarau X/F hanya terbentuk garis karena sulitnya mendapatkan air sehingga
pembelahannya terhambat sedang di musim hujan kebutuhan terpenuhi maka
pembentukan X/F menjadi lebih cepat pembelahan selnya akibatnya menjadi lebih tebal ,
tentu hitungan batang dengan melihat garis garis itulah bisa diukur umurnya OK
 Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder, sehingga batang tumbuhan
menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji
terbuka ).
 Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan
pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis
dibandingkan kayu.
 Berdasarkan kemampuan pembentukan jaringan Kambium daibagi menjadi Kambium
vaskuler (intravaskuler): kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara
phloem dan xylem). Fungsi : ke arah luar membentuk floem sekunder fan ke arah dalam
membentuk xilem sekunder.
Kambium intervaskuler : kambium yang terdapat di antara dua berkas pengangkutan/ di
luar berkas pengangkutan.
Fungsi : membentuk jari-jari empulur.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal,
meristem interkalar dan meristem lateral.
1. Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang.
Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan
memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang
terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
2. Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara
jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki
meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel
meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya
bunga.
3. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan
pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang
menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut
juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada
pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan
akar dan batang.
 Jadi jaringan Meristem itu jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta
belum berdifferensiasi.
Ada beberapa macam jaringan meristem, antara lain :

Titik tumbuh, terdapat pada ujung batang
 Meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer.
 Terdapat dua teori yang menjelaskan pertumbuhan ini.
1. Theori Histogen dari Hanstein
2. Theori Tunica-Corpus dari Schmidt
 Teori histogen dari Hanstein yang menyatakan titik tumbuh terdiri dari
1. Dermatogens yang menjadi epidermis
2. Periblem yang menjadi korteks
3. Plerom yang akan menjadi silinder pusat.
 Teori kedua adalah teori Tunica-Corpus dari Schmidt yang menyatakan bahwa titik
tumbuh terdiri atas
1. Tunica yang fungsinya memperluas titik tumbuh
2. Corpus yang berdifferensiasi menjadi jaringan-jaringan.
Perisikel (perikambium)
 merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar.
 Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
Kambium fasikuler (kambium primer).
 Kambium ini terdapat di antara Xilem dan floem pada tumbuhan Dikotil dan
tumbuhan Gymnospermae.
 Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang
tumbuhan Agave dan Pleomele.
 Kambium fasikuler kearah dalam membentuk Xilem dan ke arah luar membentuk Floem
 Sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas
kambium.
 Kambium inilah yang nanti akan membentuk lingkaran tahun (lihat gambar)

 Pertumbuhan oleh kambium ini disebut pertumbuhan sekunder
Kambium sekunder (kambium gabus/ kambium felogen)
 kambium ini terdapat pada permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan
sekunder.
 Kambium gabus (felogen) membelah kearah luar membentuk sel gabus pengganti
epidermis disebut Felem
 Dan ke arah dalam membentuk sel feloderm hidup.
 Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lenti sel pada tumbuhan.

JARINGAN DEWASA

 Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti melaukakan totipotensi
 Jaringan ini hanya membelah tetapi tidak melakukan defrensiasi membentuk jaringan lain
 OK
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :

1 Jaringan Epidermis
Jaringan Epidermis
 Jaringan yang letaknya paling luar
 Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat
tanpa ruang antar sel.
 Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan
Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata
 Bentuk sel jaringan epidermis seperti balok
 Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya
 Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah
tidak lagi memiliki jaringan epidermis.
Fungsi jaringan epidermis antara lain :
 Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya
 Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda, bisa kemasukan air karena
osmosis
 Peresap air dan mineral pada akar yang muda.
 Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan
yang disebut bulu akar.
 Untuk penguapan air yang berlebihan. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
- Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang
permukaannya bergabus
Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :
MODIFIKASI EPIDERMISEp[dermis bisa membentuk aneka ragam bentuk menyesuaikan
perannya di Organ tempat keberadaan epidermis
1. Stomata (mulut daun)
2. Trichoma
3. Bulu-bulu akar
1. Stomata (mulut daun),
 Stoma yaitu lubang pada lapisan epidermis daun.
 Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup.
 Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu
berfotosintesis.
 Selain itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
 Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis mengandung stomata
paling banyak pada daun.
 Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan
ruang udara dalam
 Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup
yang mengatur lebar celah
 Sel penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukan epidermis (panerofor) atau lebih
rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis
(menonjol)
 Pada tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari atas.
 Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan seragam
dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing
di samping sebuah sel penutup.
 Untuk memahami struktur stomata,
 Lihat Gambar


2. Trichoma,
 Trikoma yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan
batang.
 Trikoma terdiri atas sel tunggal atau banyak sel.
 Struktur yang menyerupai trikoma, tetapi tidak besar dan terbentuk dari jaringan
epidermis atau di bawah epidermis disebut emergensia,
 sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele disebut spina.
Peranan trikoma bagi tumbuhan, antara lain sebagai berikut.
 Trikoma yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi penguapan.
 Menyerap air serta garam-garam mineral.
 Mengurangi gangguan hewan.

3. Bulu-bulu akar



, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan
garam-garam tanah.



ini ada tambahan catatan Epidermis jika masih pingin tahu lebih dalam KLIK aja

2. Jaringan Parenkim
 Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi.
 Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini.
 Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan
protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang
interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim.

 Nama lainnya adalah jaringan dasar.
 Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan
endosperm.
 Bentuk sel parenkim bermacam-macam.
 Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-
rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh
tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
2. Parenkim penimbun.
3. Parenkim air
4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
Parenkim asimilasi (klorenkim)
 adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
Parenkim penimbun
 adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai
larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
Parenkim air
 adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan
yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
Parenkim udara (aerenkim)
 adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar
sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
3. Jaringan Penguat/Penyokong

Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan meliputi 2 jaringan yaitu
1. Jaringan kolenkim
2. Jaringan sklerenkim.
1. Jaringan Kolenkim
 Kolenkim terdiri dari sel – sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada
dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh .
 Umumnya terletak pada bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun.
 Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada kolenkim member dukungan yang cukup
untuk sel – sel tetangganya.
 Karena kolenkim jarang menghasilkan dinding sel sekunder, jaringan ini tampak sebagai
sel – sel dengan penebalan dinding sel yang ekstensif
 Hubungan erat antara jaringan kolenkim dan parenkim tampak pada batang dimana kedua
jaringan ini terletak bersebelahan.
 Banyak contoh menunjukkan tidak adanya batas khusus antara kedua jaringan, karena sel
– sel dengan ketebalan sedang ada antara kedua jenis jaringan yang berbeda ini.
 Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan
jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
2. Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim
 adalah jaringan pendukung / penguat pada tanaman.
 Penebalan lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan dinding menjadi
sangat tebal.
 Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya hilang jika sel dewasa (gambar
jaringan sklerenkim).
 Sel – sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi menjadi 2 tipe: serat
(fibre) atau sklereid yang keras .
 Serat atau fibre biasanya memanjang dengan dinding berujung meruncing pada
penampang membujur (longitudinal section; L.S.), sedangkan sklereid atau sel batu pada
batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung
serabut dan sklereid.
 Sklereid terdapat pada organ tanaman yang biasanya keras baik buah dan biji. Bagian
bergerigi pada buah pir disebabkan oleh sel – sel batu (stone cell, sklereid) , biji jambu
biji kuga tersusun atas sklereid .
 Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa
lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras.
4. Jaringan Pengangkut
 Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vaskular
 Disebut jaringan vascular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa
pembuluh pembuluh (vasculer)
 Pembuluh (vasculer) itu untuk membawa air dan larutan ke seluruh tanaman.
 Pembuluh itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air
sedangkan floem pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu membawa hasil fotosintesis
berupa larutan organik.
 Baik xylem maupun floem terdiri dari beberapa tipe sel.
 Pada batang primer jaringan ini terletak pada berkas pengangkut dimana floem di bagian
luar dan xylem di bagian dalam.
 Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut
cambium.



Xylem
 Yang merupakan karakteristik sel – sel xylem adalah berkas pengangkut dan trakeid yang
memiliki dinding sel tebal mengandung lignin dan merupakan pengangkut air.
 Trakeid berbentuk memanjang, serupa dengan serat tapi berdiameter lebih besar.
 Pada penampang melintang berkas pengangkut tampak besar dan bulat pada jaringan
xylem.
 Jado fungsi xilem adalah sebagai tempat pengangkutan air dan zat-zat mineral dari akar
ke bagian daun.
 Susunan xilem ini merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks, terdiri atas
berbagai bentuk sel.
 Selain itu, sel-selnya ternyata ada yang telah mati dan ada pula yang masih hidup, tetapi
pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan membran selnya yang tebal dan
mengandung lignin sehingga fungsi xilem juga sebagai jaringan penguat.
Unsur-unsur utama xilem adalah sebagai berikut.
1. Trakeid
2. Trakea (Komponen Pembuluh)
3. Parenkim Xilem
1. Trakeid
 Susunan sel trakeid terdiri atas sel-sel yang sempit, dalam hal ini penebalan-penebalan
pada dindingnya ternyata berlangsung lebih tebal jika dibandingkan dengan yang telah
terjadi pada trakea.
 Sel-sel trakeid itu kebanyakan mengalami penebalan sekunder, lumen selnya tidak
mengandung protoplas lagi.
 Dinding sel sering bernoktah. Trakeid memiliki dua fungsi, yaitu sebagai unsur penopang
dan penghantar air.
2. Trakea (Komponen Pembuluh)
 Trakea terdiri atas sel-sel silinder yang setelah dewasa akan mati dan ujungnya saling
bersatu membentuk sebuah tabung penghantar air bersel banyak yang disebut pembuluh.
 Dindingnya berlubang-lubang tempat lewat air dengan bebas dari satu sel ke sel lain
sehingga berbentuk suatu tabung yang strukturnya mirip sebuah talang.
 Kekhususan pada trakea antara lain, ukurannya lebih besar daripada sel-sel trakeid dan
membentuk untaian sel-sel longitudinal yang panjang, penebalan-penebalannya terdiri
atas zat lignin yang tipis dibandingkan trakeid.
3. Parenkim Xilem
 Parenkim xilem biasanya tersusun dari sel-sel yang masih hidup.
 Dapat dijumpai pada xilem primer dan sekunder.
 Pada xilem sekunder dijumpai dua macam parenkim, yaitu parenkim kayu dan parenkim
jari-jari empulur.
 Parenkim kayu sel-selya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang
sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya.
 Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua
bentuk dasar, yakni yang bersumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang
ke arah vertikal.
 Sel-sel parenkim xilem berfungsi sebagai tempat cadangan makanan berupa zat tepung.
Zat tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya pertumbuhan kemudian
berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium.

FLOEM
Floem
 Floem berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan
hasil fotosintesis dari bagian-bagian lain yang ada di bawahnya.
 Floem mempunyai susunan jaringan yang sifatnya demikian kompleks, terdiri atas
beberapa macam bentuk sel dan di antaranya terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau
aktif dan sel-sel yang telah mati.
 Sel yang menyusun floem antara lain sel tapis, sel penyerta, sel serabut, kulit kayu, dan
sel parenkim kulit kayu.
 Pada kegiatan mencangkok, bagian ini harus dikelupas habis.
 Mengapa demikian?
 Hal ini dilakukan supaya zat-zat makanan tertimbun pada bagian tersebut sehingga dapat
terbentuk akar-akar pada media cangkoknya.
Struktur floem
Floem terdiri atas unsur-unsur berikut.
1. Unsur-Unsur Tapis
2. Sel Pengantar / Sel pengiring
3. Sel Albumin
4. Parenkim Floem
5. Serat-Serat Floem
1) Unsur-Unsur Tapis
Unsur-unsur tapis memiliki ciri-ciri, yaitu adanya daerah tipis di dinding dan intinya hilang dari
protoplas. Daerah tapis merupakan daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah
cekung di dinding yang berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang
menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel-sel tapis merupakan sel panjang yang
ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di bidang radial. Dinding lateral banyak
mengandung daerah tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya saling
berlekatan dengan dinding ujung sel di bawahnya atau di atas sehingga membentuk deretan sel-
sel memanjang yang disebut pembuluh tapis.
2) Sel Pengantar
Sel pengantar merupakan sel muda yang bersifat meristematis. Sel-sel pengantar di duga
mempunyai peran dalam keluar masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis.
3) Sel Albumin
Sel albumin terdapat pada tanaman Conifer, yang merupakan sel-sel empulur dan parenkim
floem, mengandung banyak zat putih telur dan terletak dekat dengan sel-sel tapis. Diduga sel-sel
albumin mempunyai fungsi serupa dengan sel pengantar.
4) Parenkim Floem
Parenkim floem merupakan sel-sel hidup yang berfungsi untuk menyimpan zat-zat tepung,
lemak, dan zat organik lainnya dan juga merupakan tempat akumulasi beberapa zat seperti zat
tannin dan resin.
5) Serat-Serat Floem
Serat-serat floem merupakan sel-sel jaringan yang telah mengayu. Di dalam berkas pengangkut,
unsur-unsur xilem dan floem selalu terdapat berdampingan atau salah satu di antaranya terletak
mengelilingi unsur lain.
Kenyataan di alam menunjukkan bahwa floem selalu terdapat berpasangan dengan xilem untuk
membentuk berkas pengangkut pada tumbuhan. Dalam pengamatan di bawah mikroskop, berkas
pengangkut dapat dengan mudah dibedakan dengan jaringan parenkim di sekitarnya karena
relatif kecil dan tanpa ruang antarsel. Hanya trakea yang sel-selnya lebih besar dibandingkan sel-
sel di sekitarnya.

Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu
1. sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang
2. buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa.
 Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta
hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Tipe-tipe berkas pengankut
Berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas :
1. Tipe kolateral
2. Tipe konsentrisanaman dikotil
3. Tipe radial
Tipe kolateral
 Kolateral terbuka, jika diantara xylem dan floem terdapat cambium pada anggota
yanaman dkotil
 Kolateral tertutup, jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium pada tanaman
monokotil
Tipe konsentris
 Konsentris amfikibral, apabila xylem berada ditengah dan floem mengelilingi xylem
 Konsentris amfivasal, apabila floem ada ditengah dan xylem mengelilingi floem
Tipe radial
 Tipe radial, xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran
5, Jaringan Gabus
jaringan-gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air,
mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh
kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup
yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem. ORGAN
TUMBUHAN
 Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni:
1. Akar ( Radix)
2. Batang ( Caulis0
3. Daun. ( Follium)
1 sampai 3 membentuk sistem organ nutritivum
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh:
1. umbi modifikasi akar
2. bunga modifikasi dari ranting dan daun.
3. buah (bunga yang diserbuki)
4. biji ada di buah
2 - 4 membentuk organ reproduktivum

Berikut akan dibahas Organ organ itu OK
AKAR
 Asal akar adalah dari akar lembaga (radix)
 Pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang
 Pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-
akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
 Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang
fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang
mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
1. Fungsi Akar
1. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
2. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
3. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
2. Anatomi Akar

Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke
dalam.
1. Epidermis
2. Korteks
3. Endodermis
4. Silinder Pusat/Stele
Epidermis
 Susunan sel-selnya rapat
 Setebal satu lapis sel
 Dinding selnya mudah dilewati air (semi permeable)
 Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar
 Bulu akar bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut
 Bulu akar hanya satu sel hasil modifikasi epidermis untuk memperluas permukaan akar.
Korteks
 Letaknya langsung di bawah epidermis
 sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel
 Kortex adalah jaringan dasar ( parenkin) yang nantinya akan berperan sesuai jenis
tanamannya.
 Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim yang belum menebal
Endodermis
 Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.
 Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan memben
tuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.
 Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang
menghadap silinder pusat,
 Bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U,
 Sel U mengalami penebalan dan impemeable sehingga memungkinkan air dapat masuk
ke silinder pusat.
 Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
Silinder Pusat/Stele
 Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
 Terdiri dari berbagai macam jaringan :
Persikel/Perikambium
 Merupakan lapisan terluar dari stele.
 Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
 Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari.
 Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
Empulur
 Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan
parenkim.
Perhatikan gambarnya ya ............OK
BATANG
 Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
 Terlihat berkas pengangkut pada Dikotil melingkar teratur karena berkambium
bertipe kolateral terbuka , sedang pada monokotil tersebar karena tidak
berkambium dan tipe berkas pengangkutnya Kolateral tertutup


Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
1. Epidermis
2. Kortex
3. Penyolkong ( kolenkim - Sklerenkim)
4. Pembuluh angkut ( Xylem - Floem)
Epidermis
 Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
 Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya.
 Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh
lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
Korteks
 Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat
dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas
jaringan parenkim.
Stele/ Silinder Pusat
 Merupakan lapisan terdalam dari batang.
 Lapisan terluar dari stele disebut kambium.
 lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.
 Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
 Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan
selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga
berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.
 Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah
besarnya diameter batang.
 Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
 Pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus
 Tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak
terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnyae
 Sehingga pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas
pertumbuhan selama satu tahun,
 Perapisan -perlapisan itu membentuk lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

Batang Monokotil
 Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele
umumnya tidak jelas.
 Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral
tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.
 Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat
tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.
 Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang
(Agave sp).
DAUN
Keterangan
1. Epidermis atas - Epidermismis bawah (dengan stomata)
2. Parenkim Palisade ( jaringan tiang / pagar)
3. parenkim spons ( Jaringan bunga karang)
4. berkas pengangkut
5. kambium
6. Floem
7. Xylem
 Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling
banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di
daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :Epidermis
 Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah,
untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan
kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat
berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
Parenkim/Mesofil
 Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel,
1. parenkim palisade
2. parenkim spons
 (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast.
 Khusus palisade memang yang digunakan dalam fotosintesis
 Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang,
sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.
 Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak
daripada jaringan bunga karang.


BUNGA ( FLOS)
 Kepala sari mengandung sperma
 Ovarium mengandung telur terdapat di bagian dalam bunga
Sperma bergerak menuju sel telur dan terjadi fusi disebut fertilisasi
 Fertilisasi sendiri - terjadi dalam satu bunga
 Fertilisasi silang - Terjadi antar bunga yang berbeda.




HISTOLOGI HEWAN


Struktur Jaringan Hewan







10 Votes

Seperti halnya tumbuhan tingkat tinggi, tubuh hewan
multiselular juga tersusun atas banyak sel. Sel-sel tersebut pada tempat tertentu akan bersatu
membentuk jaringan untuk melakukan suatu fungsi. Jaringan yang berkelompok bekerja sama
melaksanakan fungsi tertentu membentuk suatu organ. Beberapa organ bekerja sama membentuk
sistem organ dan melaksanakan fungsi tertentu.
Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan tingkat tinggi dan manusia ada empat macam, yaitu
jaringan epitelium, jaringan pengikat dan penumpu (tulang), jaringan otot, serta jaringan saraf.
1. Jaringan Epitelium
Seperti jaringan epidermis pada tumbuhan, jaringan epitel berfungsi sebagai pelapis organ dan
rongga tubuh bagian luar. Jaringan ini dapat ditemukan pada permukaan tubuh yang membatasi
organ tubuh dengan lingkungan luarnya. Jaringan epitel yang melapisi permukaan tubuh atau
lapisan luar tubuh dinamakan epitelium. Sedangkan jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh
dinamakan mesotelium, misalnya perikardium, pleura, dan peritonium. Kemudian, jaringan yang
membatasi organ tubuh dinamakan endotelium. Di dalam struktur tubuh, jaringan epitel berfungsi
sebagai pelindung jaringan di bawahnya dari kerusakan, pengangkut zat-zat antarjaringan, dan
tempat keluarnya enzim.
Berdasarkan strukturnya, jaringan epitel dibedakan menjadi 3 macam, yaitu epitel pipih, epitel
batang (silinder), dan epitel kubus. Kita bisa membedakan ketiga jaringan epitel tersebut
berdasarkan ciri-cirinya. Epitel pipih memiliki ciri yakni selnya berbentuk pipih dengan nukleus bulat
di tengah. Epitel batang (silinder) tersusun oleh sel berbentuk seperti batang dengan nukleus bulat
di dasar sel. Sedangkan epitel kubus memiliki sel berbentuk kubus dengan nukleus bulat besar di
tengah.
Menurut lapisan penyusunnya, jaringan epitel terbagi atas beberapa jaringan, yakni epitel pipih
selapis, epitel pipih berlapis banyak, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel
kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi. Kalian dapat memahaminya dengan
memerhatikan ulasan berikut.
Epitel Pipih Selapis

Jaringan epitel pipih selapis (sederhana) banyak ditemukan pada organ-organ seperti pembuluh
darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut. Sitoplasma jaringan ini sangat jernih,
inti selnya berbentuk bulat di tengah, dan sel-selnya tersusun sangat rapat.
Jaringan epitel pipih selapis berperan dalam proses fi ltrasi, sekresi, dan
difusi osmosis.
Epitel Pipih Berlapis

Seperti epitel pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat.
Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung banyak tersusun oleh
jaringan ini. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus.
Epitel Batang Selapis

Sel berbentuk batang, sitoplasma jernih, dengan inti sel bulat berada di dekat dasar merupakan ciri
jaringan ini. Epitel batang selapis banyak ditemukan pada usus, dinding lambung, kantong empedu,
saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan bagian atas. Jaringan epitel batang
selapis berfungsi dalam proses sekresi, penyerapan (absorpsi), penghasil mukus, dan
pelicin/pelumas permukaan saluran.
Epitel Batang Berlapis Banyak

Seperti namanya, jaringan ini tersusun banyak lapisan sel yang berbentuk batang. Jaringan epitel
batang berlapis banyak terdapat pada beberapa organ tubuh seperti bagian mata yang berwarna
putih, faring, laring, dan uretra. Fungsi epitel batang berlapis banyak yaitu sebagai tempat sekresi
yakni penghasil mukus,dan ekskresi, misalnya kelenjar ludah dan kelenjar susu.
Epitel Kubus Selapis

Jaringan epitel berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan
ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Fungsi epitel kubus selapis adalah tempat sekresi.
Epitel Kubus Berlapis Banyak

Epitel kubus berlapis banyak terdapat pada beberapa bagian tubuh, yakni folikel ovarium, testis,
kelenjar keringat, dan kelenjar ludah. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung dan penghasil
mukus. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung dari gesekan.
Epitel Transisi

Sel penyusun epitel transisi bentuknya dapat berubah dan berlapislapis. Epitel ini dapat ditemukan
pada organ saluran pernafasan, ureter, dan kandung kemih. Saat kandung kemih berisi urine, sel
epitel akan berbentuk kuboid seperti dadu atau silindris.
2. Jaringan Ikat
Saat kalian menyambung tali yang putus menjadi dua bagian, kemudian kalian mengikatnya, maka
tali tersebut akan menjadi kuat kembali. Sama seperti tali, organ dan jaringan tubuh kita
dihubungkan oleh jaringan ikat sehingga menjadi kuat. Karena itu, jaringan ikat disebut juga jaringan
penyambung atau jaringan penyokong.
Jaringan ikat berfungsi melekatkan konstruksi antarjaringan, membungkus organ, menghasilkan
energi, menghasilkan sistem imun, dan mengisi rongga-rongga di antara organ.
Berbeda dengan jaringan epitel yang sel-selnya tersusun rapat, kumpulan sel jaringan ikat amat
jarang dan tersebar dalam matriks ekstraseluler. Selain itu, sel-sel jaringan ikat memiliki bentuk yang
tidak teratur. Sebagian besar matriksnya terdapat serat-serat dan bahan dasar yang berupa cairan.
Jaringan ikat memiliki bahan dasar yang tidak berwarna, tidak berbentuk (amorf), dan homogen.
Bahan dasar ini berasal dari asammukopolisakarida yaitu asam hialuronat. Akibatnya, matriks
menjadi lentur dan semakin banyak air. Di dalamnya terdapat pula asam mukopolisakarida
sulfan yang menjadikan struktur jaringan ikat
bersifat kaku. Serat jaringan ikat yang terbuat dari protein dan sebagai penyusun matriks memiliki
berbagai jenis serat, meliputi serat kolagen, serat elastis, dan serat retikuler.
Serat kolagen berwarna putih atau disebut serat putih. Seratnya tersusun atas protein kolagen,
sehingga memiliki sifat kuat, daya regang
tinggi, dan elastisitas yang rendah. Serat ini banyak terdapat pada kulit,
tulang, dan tendon.

Sementara itu, serat elastis berwarna kuning atau disebut serabut
kuning. Serat elastis terbuat dari protein elastin dan mukopolisakarida,
sehingga memiliki elastisitas tinggi. Serat ini banyak terdapat pada
bantalan lemak, ligamen, dan pembuluh darah.
Serat retikuler sangat tipis dan bercabang, tersusun atas kolagen dan terhubung pula dengan serat
kolagen. Karena itu, serat retikuler
mempunyai sifat yang sama dengan serat kolagen. Bahan dasarnya
mengandung glikoprotein. Serat ini berfungsi sebagai penghubung
jaringan pengikat dengan jaringan sebelahnya. Serat retikuler dapat ditemukan pada hati, limpa, dan
kelenjar-kelenjar limfa
Berdasarkan jenisnya, jaringan ikat dikelompokan dalam tiga tipe, yakni jaringan ikat sebenarnya,
jaringan tulang rangka, jaringan darah dan jaringan limfa. Nah, ulasan berikut akan menambah
pengetahuan kalian.
Jaringan Pengikat Sebenarnya
Jaringan ikat sebenarnya dibedakan menjadi jaringan peng ikat
berserat (fi brosa), jaringan ikat elastis, jaringan ikat lemak dan jaringan
ikat longgar.
J aringan Ikat Berserat
Matriks jaringan ikat berserat mengandung serat putih berkolagen, namun kolagennya
tidak elastis. Kita dapat temui jenis jaringan ini pada tendon yang melekatkan otot ke
tulang dan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lain pada persendian.
Jaringan ini berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang dan otot dengan tulang.
J aringan Ikat Elastis
Matriks jaringan ikat elastis mengandung serabut elastis kuning.
Bisa kita temukan pada ligamen dan dinding arteri. Jaringan pengikatini berfungsi
sebagai pelindung elastisitas jaringan.
J aringan Ikat lemak
Jaringan ikat lemak disebut pula jaringan adiposa. Di dalamnya banyak tersimpan sel
lemak berbentuk bulat. Jaringan adiposa berfungsi melapisi dan menginsulasi tubuh,
kemudian juga menyimpan molekul bahan bakar. Letaknya berada pada epidermis kulit,
sumsum tulang, sekitar sendi dan ginjal. Selain itu, jaringan ini berfungsi sebagai
penyimpan lemak, dan berperan sebagai bantalan.
J aringan pengikat longgar
Diberi nama jaringan ikat longgar karena seratnya amat longgar. Jenis seratnya
berkolagen, elastis, dan juga berserat retikuler. Letaknya berada pada bagian bawah
kulit, di dekat
pembuluh darah dan saraf, dan sekitar organ. Jaringan ini berperan dalam mengikat
jaringan epitel dan jaringan di bawahnya. Selain itu, jaringan ikat longgar berfungsi
menjaga organ tetap berada di tempatnya
Jaringan Tulang/Rangka
Jaringan tulang rangka meliputi jaringan tulang rawan dan tulang sejati. Matriks jaringannya
tersusun atas kondrin jernih seperti kanji, yang terbuat dari fosfat dan mukopolisakarida. Kondrin
dihasilkan oleh sel-sel kondroblast yang terdapat pada laluna. Sel tulang rawan ini dinamakan
kondrosit dengan fungsi mensintesis matriks. Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari
jaringan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput rawan atau fibrosa yang
dinamakan perikondrium. Berikut penjelasannya satu persatu.
J aringan Tulang Rawan
Jaringan tulang rawan disebut pula kartilago yang terbagi menjadi 3 jenis,
yakni kartilago hialin, kartilago elastis, dan kartilago fibroblas.
Tulang rawan hialin memiliki berwarna putih kebiruan dan transparan. Di dalam
matriksnya terdapat serat elastis.
Di dalam tulang rawan elastis terdapat serat elastis berwarna
kuning. Selain itu, di dalamnya juga terdapat perikondrium. Serat elastis ini berfungsi
memberi kelenturan dan menyokong jaringan tulang rawan. Tulang rawan ini terdapat
pada embrio, laring, telinga luar, dan epiglotis.
Pada tulang rawan fibroblas terdapat matriks yang tersusun
atas kolagen dengan warna gelap dan keruh. Secara struktural, jaringan ini merupakan
jaringan tulang rawan yang terkuat. Biasanya terdapat pada hubungan antar tulang
belakang dan tendon. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penyokong jaringan.
J aringan Tulang Sejati
Jaringan tulang sejati disebut pula dengan jaringan tulang dewasa. Jaringan tulang
sejati tersusun atas sel-sel tulang yang dinamakan osteosit. Osteosit di bentuk oleh
osteoblas. Osteoblas berasal dari fibroblas.
Oleh karena itu, osteoblas berperan penting dalam proses pembentukan
tulang.Osteosit tersusun dalam lapisan kon sentris yang disebut lamela. Lamela yang
mengelilingi kapiler disebut saluran Havers.
Di dalam saluran Havers ditemukan kapiler, vena, dan arteri. Di
antara lamela terdapat ruang tempat osteosit yang disebut lakuna. Sementara, antar
saluran Havers dihubungkan oleh sebuah saluran yang dinamakan saluran Volkman.
Jaringan Darah
Darah merupakan jaringan pengikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat
tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.
Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah,
sedangkan substansi padat berupa sel-sel
darah.
Ada tiga tipe sel darah, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit
(keping-keping darah). Leukosit ada dua macam, yaitu granulosit (leukosit bergranula) dan
agranulosit (leukosit tak bergranula). Granulosit meliputi neutrofil, eosinofil, dan basofil. Agranulosit
meliputi limfosit dan monosit. Sel-sel darah terdapat dalam plasma darah.

Beberapa Fungsi Darah berikut.
(1) Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
(2) Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
(3) Mengatur suhu badan.
(4) Leukosit dapat berfungsi untuk melawan penyakit.
(5) Menutup luka dengan pembekuan darah.
Jaringan Limfa (Jaringan Getah Bening)

Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran
darah. Komponen selular berupa limfosit dan granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil). Cairan limfa
mengalir dalam saluran yang disebut pembuluh limfa yang berada sejajar dengan pembuluh vena
darah. Fungsi limfa adalah mengangkut cairan
jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran
3. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf berperan dalam menerima
dan meneruskan rangsangan dari bagian satu tubuh ke bagian tubuh yang lain. Sel saraf ini
berbentuk unik, dengan sitoplasma yang menjulur dan memanjang. Sel saraf memiliki bagian utama
yaitu badan sel (perikarion) dan penjuluran sitoplasma (prosesus) yang meliputi dendrit dan neurit
(akson).
Dendrit merupakan serabut pendek yang berperan dalam menerima
dan memasukkan rangsangan ke badan sel. Adapun neurit (akson) adalah serabut panjang, yang
berfungsi menghantarkan impuls/rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson ini biasanya
dibungkus oleh sel Schwann. Antara akson suatu neuron dengan dendrit neuron lainnya ditautkan
oleh suatu bagian yang disebut sinapsis
Berdasarkan fungsinya, neuron dapat dibedakan menjadi neuron sensorik, neuron motorik, dan
neuron asosiasi. Neuron sensorik berfungsi menerima dan meneruskan rangsang dari indera ke
saraf pusat. Kemudian, neuron motorik berfungsi membawa atau menyampaikan impuls dari saraf
pusat ke efektor. Sementara, neuron asosiasi menyam paikan impuls darineuron sensorik ke neuron
motorik.

4. Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun oleh sel-sel panjang yang disebut serabut otot. Serabut otot ini mampu
menggerakkan tulang dan memiliki kemampuan untuk berkontraksi, karena terdapat protein
kontraktil yang disebut miofi bril. Miofi bril ini disusun oleh aktin dan miosin.
Otot adalah jaringan terbanyak pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot juga banyak
dilakukan pada kerja seluler oleh hewan yang aktif. Lebih-lebih lagi saat kita melakukan kerja berat.
Pada tubuh vertebrata, jaringan otot dibedakan menjadi tiga, meliputi jaringan otot rangka, jaringan
otot polos, dan jaringan otot jantung
Tabel 3.1 Perbedaan Otot Lurik, Otot Polos, dan Otot Jantung
pada Jaringan Otot Vertebrata
(http://zhuldyn.wordpress.com)

Organ dan Sistem Organ
Organ adalah kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh,
misalnya kulit. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ
dalam dan organ luar. Kulit yang menutupi permukaan luar tubuh kita merupakan salah satu contoh
organ luar yang terdiri atas jaringan pengikat, epitelium, otot, saraf, dan jaringan pembuluh dara
Berikut ini merupakan penjelasan Sistem Organ dalam Tubuh, Organ Penyusun dan Fungsinya


Histologi Hewan

Sistem Ekskresi (Kulit/Integumen)

Kulit tersusun dari luar ke dalam oleh lapisan-lapisan epidermis dan dermis. Hypodermis/
jaringan subkutan yang berada di bawah dermis dianggap bukan merupakan bagian integumen.
Kulit beserta alat-alat tambahan seperti rambut, kelenjar keringat (sweat glands), dan kelenjar
minyak (sebaceous glands) membentuk integumen.
Ciri-ciri kulit :
1. Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan.
2. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.
3. Luas : 1,50 – 1,75 m.
4. Tebal rata – rata : 1,22mm.
5. Daerah yang paling tebal : 66 mm pada telapak tangan dan telapak kaki dan paling tipis : 0,5
mm pada daerah penis.
Anatomi Fisiologis Kulit :

1. EPIDERMIS
Epidermis merupakan epitel berlapis pipih dengan bagian luar mengalami keratinisasi.
Tidak ditemukan adanya pembuluh darah di dalamnya. Epidermis membentuk tonjolan-tonjolan
ke arah dermis dan disebut sebagai epidermal ridges.
Epidermis tersusun atas 4 lapisan :
a. Lapisan basal / stratum germinativum
Terdiri dari selapis sel-sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis atau batang basofilik.
Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade
Lapisan tebawah dari epidermis (membatasi epidermis dengan dermis)
Sel-selnya aktif bermitosis
Bersama-sama dengan stratum spinosum disebut juga stratum Malphigi
Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang membentuk melanin (melindungi kulit dari sinar
matahari) ditandai dengan granula pigmen coklat tua di dalam sitoplasmanya.
b. Stratum spinosum
Disusun oleh sel polyhedral yang memipih semakin kea rah permukaan dengan inti ditengah
Sitoplasma sel penyusunnya membentuk tonjolan
Tonjolan ini pada sediaan nampak seperti duri karena pada pemrosesan sediaan sel mengkerut
Merupakan lapisan epidermis yang paling tebal
Ditemukan adanya sel Langhans


c. Stratum granulosum
Tersusun atas beberapa lapis sel pipih polygonal berinti
Granula sitoplasmanya basofilik (granula keratohialin)
d. Stratum lucidum
Terdapat pada kulit tebal
Tersusun atas sel-sel pipih eosinofilik tanpa inti
e. Stratum korneum
Merupakan lapisan terluar
Sel-sel penyusunnya merupakan sel pipih mati tak berinti
Mengalami keratinisasi
Membentuk lapisan padat yang kompak
Terdiri dari 20-25 lapis sel tanduk
Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang
membentuk barier terluar kulit yang berfungsi untuk :
1. Mengusir mikroorganisme patogen.
2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
3. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.
Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel
yaitu :
1. Sel merkel.
Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan
klavus pada tangan dan kaki.
2. Sel langerhans.
Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.
Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.
Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat
pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints.
2. DERMIS
Dermis tersusun atas jaringan ikat yang menghubungkan epidermis dengan jaringan
subkutan. Dermis dapat dibedakan atas lapisan papiler yang tersusun atas jaringan ikat longgar
dan lapisan retikuler yang terletak lebih dalam. Lapisan papiler yang menjorok ke lapisan
epidermis disebut dengan dermal papillae. Batas antara lapisan retikuler dan papiler tidak begitu
jelas, tetapi dapat diamati dari serabut kolagen yang lebih jarang pada lapisan papiler. Lapisan
reticular tersusun atas jaringan ikatpadat tak teratur tersusun atas serabut kolagen dan elastis.
Susunan serabut di dalam dapat diamati dengan pewarnaan khusus.
3. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.

* Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
* Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan
tulang.
* Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.
* Sebagai bantalan terhadap trauma.
* Tempat penumpukan energi.
Alat-alat tambahan pada kulit merupakan derivate epidermis. Kuku, rambut, kelenjar minyak
dan keringat merupakan alat-alat tambahan pada manusia, sedangkan pada Vertebrata lain
contohnya adalah bulu, cakar, sisik, dan kelenjar garam.
RAMBUT
Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari
tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
a. rambut terminal ( dapat panjang dan pendek.)
b. Rambut velus( pendek, halus dan lembut).
Fungsi rambut :
1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak
mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
2. menyarig udara.
3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu
4. pendorong penguapan keringat dan
5. indera peraba yang sensitive.

Rambut terdiri dari akar rambut ( sel tanpa keratin) yang tertanam di kulit dan helai rambut (
terdiri sel keratin ) yang berada di luar kulit. Pada pemotongan melintang, helai rambut
berbentuk bulat atau oval, dengan bagian paling dalam (bagian tengah) adalah medulla yang
dikelilingi oleh bagian korteks, dan bagian terluar yang tipis (kutikula rambut). Pigmen rambut
terutama ditemukan di bagian korteks. Akar rambut menggembung di bagian paling ujung
membentuk hair bulb, dengan tonjolan dermis konikel ke dalam hair bulb membentuk papilla. Di
dalam papilla terdapat pembuluh darah. Akar rambut diselubungi oleh selubung dalam (inner
epithelial root sheath) yang berhubungan dengan permukaan epidermis, dan selubung luar (outer
epithelial root sheath) yang merupakan kelanjutan dari stratum Malphigi. Musculus erector pili
adalah berkas otot polos yang dapat menyebabkan helai rambut tegak.
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.
Terdapat 2 fase :
1. fase pertumbuhan (Anagen)
kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepela.
Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun.
90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu
saat.
2. Fase Istirahat( Telogen)
Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.
Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, disebut dengan Piloereksi.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin .
Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hormon seks( rambut wajah, janggut,
kumis, dada, punggung) di kontrol oleh Hormon Androgen.
Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin.
Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing(wanita).

KUKU
Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan
transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula.
Berfungsi mengangkat benda – benda kecil.
Pertumbuhan rata- rata 0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki:
12- 18 bulan.
KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT
1. Kelenjar Sebasea
Berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang
rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak. Bagian sekretori
kelenjar sebasea tersusun atas epitel kuboid dengan nucleus bulat pada bagian yang dekat dengan
membrane basalis, yang semakin ke arah tengah semakin besar dan mengandung banyak lemak
dan nucleus semakin menghilang.
2. Kelenjar keringat
Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat
mencapai 2.000 ml setiap hari, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat
mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima
rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk
pengaturan suhu tubuh.
Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh
kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan
air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke
permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit
turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah,
kelenjar keringat tidak aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah
tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga
suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh
hipotalamus.
Kelenjar keringat diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
a. Kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.
Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.
Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan,
kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b. Kelenjar Apokrin.
Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut.
Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanita akan membesar dan berkurang pada siklus
haid.
Kelenjar Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri
menghasilkan bau khas pada aksila.
Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut kelenjar seruminosa yang
menghasilkan serumen(wax).
Bagian sekretori kelenjar keringat merupakan epitel selapis yang terdiri dari sel-sel terang
(clear cell) dan sel-sel gelap (dark cell). Sel-sel terang meluas pada dasar dan menyempit pada
arah luminal sedangkan sel-sel gelap sempit di dasar dan meluas pada permukaan luminal. Se-sel
miopitel Nampak di antara membrane basalis dengan bagian basal sel.
FUNGSI KULIT SECARA UMUM.


1. SEBAGAI PROTEKSI.

* Masuknya benda- benda dari luar (benda asing ,invasi bacteri.)
* Melindungi dari trauma yang terus menerus.
* Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.
* Menyerap berbagai senyawa lipid vit A dan D yang larut lemak.
* Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.


2. PENGONTROL/PENGATUR SUHU.

* Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat
terjadi penguapan keringat.

Proses hilangnya panas dari tubuh:

* Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.
* Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan
dengan tubuh.
* Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi
* Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh
peredaran darah kekulit.(total aliran darah N: 450 ml / menit.)

3. SENSIBILITAS

* mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan rabaaan.
4. KESEIMBANGAN AIR

* Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang
berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan.
* Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa.

5. PRODUKSI VITAMIN.

* Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D.




Rank

Blog Archive
 ► 2012 (12)
 ► 2011 (1)
 ▼ 2010 (410)
o ► Desember (11)
o ► November (32)
o ► Oktober (64)
o ► September (75)
o ► Agustus (47)
o ► Juli (38)
o ► Juni (24)
o ▼ Mei (16)
 Jaringan Epidermis dan Derivatnya
 ANIMALIA
 DIFUSI, OSMOSIS, IMBIBISI, DAN PERMEABILITAS MEMBR...
 Materi Kuliyah Fisiologi Tumbuhan : Hara Mineral
 Materi kuliyah Fisiologi Tumbuhan : Pengertian Fis...
 Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Memamah Biak
 SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
 ZAT MAKANAN DAN FUNGSINYA
 Fisiologi Tumbuhan :Laporan Praktikum Difusi
 A. SARAF Saraf adalah jaringan komunikasi tubuh. ...
 SISTEM EKSKRESI
 SISTEM PENCERNAAN
 SISTEM PERNAPASAN
 SISTEM GERAK MANUSIA
 HISTOLOGI HEWAN
 HISTOLOGI TUMBUHAN
o ► April (11)
o ► Maret (22)
o ► Februari (5)
o ► Januari (65)
 ► 2009 (23)
HISTOLOGI HEWAN
di 16.20 Diposkan oleh Amin Tabin 0 komentar
A. Jaringan Hewan
Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan.
1. Jaringan Embrional
Jaringan embrional merupakan jaringan muda yang sel-selnya selalu mengadakan pembelahan.
Merupakan hasil pembelahan sel zigot.

Berdasarkan jumlah lapisan embrionya, hewan dibagi menjadi :
a. Hewan diploblastik
Contoh : Coelenterata
b. Hewan triploblastik
Contoh : cacing tanah, siput, Arthropoda, dan Chordata.
Lapisannya, yaitu : ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan entoderm (lapisan
dalam).

2. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh,
rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan.

Macam-macam jaringan epitel
a. Berdasarkan fungsi
1. Epitel pelindung, untuk melindungi jaringan yang terdapat dibawahnya.
2. Epitel kelenjar, untuk sekresi.
a) Kelenjar eksokrin.
b) Kelenjar endokrin
3. Epitel penyerap, untuk penyerapan.
4. Epitel indra, untuk menerima rangsangan dari luar.
b. Berdasarkan bentuk dan susunan
1. Epitel pipih selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk pipih.
2. Epitel pipih berlapis banyak, terdiri atas banyak sel dan lapisan bagian luarnya dibentuk oleh
sel-sel berbentuk pipih.
3. Epitel kubus selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus.
4. Epitel silindris selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris.

3. Jaringan Otot
Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif.
Pada Vertebrata dikenal 3 macam jaringan otot, yaitu :
a. Otot polos
Mempunyai miofibril yang homogen, merupakan otot tidak sadar, terdapat pada dinding saluran
pencernaan dan dinding pembuluh darah.

b. Otot lurik
Mempunyai miofibril yang heterogen, merupakan otot sadar berinti lebih dari satu yang terletak
di bagian pinggir, terdapat pada rangka.

c. Otot jantung
Mempunyai miofibril yang heterogen, tetapi tergolong dalam otak tak sadar, serabut-serabut
ototnya dapat becabang-cabang, intinya satu terletak di tengah-tengah.

4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Jaringan saraf berfungsi untuk mengatur
dan mengoordinasi segala aktifitas tubuh. Ada tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf motorik, sel
saraf sensorik, dan sel saraf penghubung. Jaringan saraf terdapat diotak, sum-sum tulang
belakan, dan di urat saraf.

Neuron terdiri atas :
a. Dendrit, yaitu juluran sitoplasma yang relatif pendek dari badan sel yang berfungsi membawa
rangsangan ke badan sel.
b. Badan sel, yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti (nukleus) dengan nukleolus di
tengahnya.
c. Neurit (akson), yaitu juluran sitoplasma yang panjang dari badan sel yang berfungsi membawa
rangsangan dari badan sel ke neuron lain.
Neuron memiliki selubung yang terdiri dari selubung myelin dan selubung neurilema.
1. Selubung myelin merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai
isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
2. Selubung neurilema (selubung Schwann) terdiri dari sel-sel schwann yang menghasilkan
myelin. Berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.
5. Jaringan Penyokong
Sering disebut jaringan ikat, jaringan penguat atau jaringan penunjang.
Fungsi jaringan penyokong adalah :
a. Mengikat atau menghubungkan antara satu jaringan dengan jaringan lain.
b. Menyokong fungsi organ-organ tertentu.
c. Memberi kekuatan bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh.
Ada bermacam-macam jaringan ikat antara lain :
a. Jaringan ikat kendur atau longgar.
b. Jaringan ikat padat.
c. Jaringan lemak (adiposum).
d. Jaringan tulang rawan.
e. Jaringan tulang.
f. Jaringan darah.
g. Jaringan limfa dan getah bening.

B. Organ Hewan
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerja sama melaksanakan fungsi tertentu.
Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Organ luar : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga, mata.
2. Organ dalam : hati, ginjal, usus, jantung, paru-paru.
Adanya berbagai jaringan yang berkumpul membentuk suatu organ tertentu, memungkinkan
suatu organ mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi hidup yang beranekaragam.