GUIDELINE PENANGANAN HIPERTENSI BERDASARKAN JNC 7

Sejak lebih dari tiga dasawarsa, NHLBI (National Heart, Lung, And Blood Institute) telah bekerja
sama dengan NHBPEP (National High Blood Pressure) dalam menusun suatu guideline
!enanganan hi!ertensi se"ara global ang termaktub dalam #N$ (#oint National $ommitee on the
!re%ention, dete"tion, e%aluation and treatment o& high blood !ressure)' Sejak tahun ())*, telah
di!ublikasikan #N$ + ang mere%isi #N$ , (-..+) dengan konten ang lebih sem!urna, ringkas dan
jelas' Selain itu, juga didukung oleh data/data terbaru (-..+/())*) ang diambil dari hasil !er"obaan
klinik serta obser%asi' 0eski!un demikian, tanggung jawab dokter dalam !engambilan ke!utusan
untuk menangani !asien hi!ertensi lebih !enting' 1leh karena itu, !a!er ini meru!akan !a!aran
mengenai guideline !enanganan hi!ertensi berdasarkan #N$ +'
2LASI3I2ASI 4E2ANAN 5A6AH
Hi!ertensi meru!akan !engukuran tekanan darah di atas skala normal (-()78) mmHg)'
0enurut #N$ +, tekanan darah dibagi dalam tiga klasi&ikasi akni normal, !re/hi!ertensi, hi!ertensi
stage -, dan hi!ertensi stage ( (tabel -)' 2lasi&ikasi ini berdasarkan !ada nilai rata/rata dari dua atau
lebih !engukuran tekanan darah ang baik, ang !emeriksaanna dilakukan !ada !osisi duduk
dalam setia! kunjungan berobat'
4abel -' 2lasi&ikasi 5an Penanganan 4ekanan 5arah 4inggi Pada 1rang 5ewasa9
2lasi&ikasi
4ekanan
5arah
45S9
mmHg
4559
mmHg
0odi&ikasi
:aa Hidu!
1bat Awal
4an!a Indikasi 5engan Indikasi
Normal ; -() ; 8) Anjuran 4idak Perlu menggunakan
obat antihi!ertensi
:unakan obat ang
s!esi&ik dengan indikasi
(resiko)' <
Pre/
Hi!ertensi
-()/-*. 8)/8. =a
Hi!ertensi
Stage -
->)/-?. .)/.. =a @ntuk semua kasus gunakan
diuretik jenis thiaAide,
!ertimbangkan A$Ei, A6B,
BB, $$B, atau kombinasikan
:unakan obat ang
s!esi&ik dengan indikasi
(resiko)'<2emudian
tambahkan obat
antihi!ertensi (diretik,
A$Ei, A6B, BB, $$B)
se!erti ang dibutuhkan
Hi!ertensi
Stage (
B-,) B-)) =a :unakan kombinasi ( obat
(biasana diuretik jenis
thiaAide dan
A$Ei7A6B7BB7$$B
2eteranganC
45S, 4ekanan 5arah SistolikD 455, 4ekanan 5arah 5iastolik
2e!anjangan 1batC A$Ei, Angiotensin $on%erting EnAim InhibitorD A6B, Angiotensin 6ese!tor
BlokerD BB, Beta BlokerD $$B, $al"ium $hanel Bloker
9 Pengobatan berdasarkan !ada kategori hi!ertensi
E Penggunaan obat kombinasi sebagai tera!i awal harus digunakan se"ara hati/hati oleh karena
hi!otensi ortostatik'
< Penanganan !asien hi!ertensi dengan gagal ginjal atau diabetes harus men"a!ai nilai target
tekanan darah sebesar ;-*)78) mmHg'
PENTINGNYA MENURUNKAN TEKANAN DARAH
Per"obaan klinik mem!erlihatkan bahwa !enanganan tekanan darah da!at memberikan !enurunan
insidensi stroke dengan !ersentase sebesar *?/>)FD in&ark mioakrd, ()/(?FD gagal jantung, lebih
dari ?)F' 5i!erkirakan bahwa !ada !asien dengan hi!ertensi stage - (45S ->)/-?. mmHg dan 455
.)/.. mmHg) ang disertai dengan &aktor resiko !enakit kardio%askuler, jika da!at menurunkan
tekanan darahna sebesar -( mmHg selama -) tahun akan men"egah - kematian dari setia! --
!asien ang diobati' Pada !asien dengan !enakit kardio%askuler atau kerusakan organ, hana .
!asien ang diketahui melakukan !engontrolan tekanan darah dalam men"egah kematian'
Hi!ertensi meru!akan diagnosis !rimer ang !aling sering ditemukan di Amerika (*? juta di semua
tem!at !raktek sebagai diagnosis !rimer)' 2elajuan !engontrolan tekanan darah saat ini (45S ;->)
mmHg, dan 455 ;.) mmHg), duluna meningkat, nilaina masih dibawah dari target !en"a!aian
masarakat sehat ()-) akni sebesar ?)F, *)F masih tidak didiagnosis sebagai !enderita
hi!ertensi oleh karena !asien tidak menadari menderita hi!ertensi' Pada !asien umuna,
!engontrolan tekanan darah sistolik (45S) meru!akan hal ang lebih !enting hubunganna dengan
&aktor resiko kardio%akuler dibandingkan tekanan darah diastolik (455) ke"uali !ada !asien lebih
muda dari umur ?) tahun' Hal ini disebabkan oleh karena kesulitan !engontrolan 45S umumna
terjadi !ada !asien ang berumur lebih tua' Per"obaan klinik terbaru, mem!erlihatkan !engontrolan
tekanan darah e&ekti& da!at ditemukan !ada ham!ir semua !asien hi!ertensi, namun kebanakan
mereka menggunakan dua atau lebih obat kombinasi' Namun ketika dokter gagal dengan modi&ikasi
gaa hidu!, dengan dosis obat/obat antihi!ertensi ang adekuat, atau dengan kombinasi obat ang
sesuai, maka akan menghasilkan !engontrolan tekanan darah ang tidak adekuat'
CARA PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH AKURAT
0etode auskultasi !engukuran tekanan darah harus dilakukan dengan menggunakan alat ang
memiliki kalibrasi dan %alidasi ang baik' Seseorang harus di!eriksa dalam keadaan duduk tenang
!aling tidak selama ? menit di kursi (lebih baik dibandingkan dengan !emeriksaan di meja), dengan
kaki di atas lantai, dan lengan berada sejajar dengan jantung' Pemeriksaan tekanan darah dalam
keadaan berdiri da!at dilakukan sewaktu/waktu, khususna !ada !asien dengan resiko hi!otensi
!ostural' Selain itu, juga membutuhkan ukuran manset ang sesuai (manset dilingkarkan !aling tidak
sebesar 8) F !ada lengan) untuk memastikan keakuratan tekanan darah' Paling tidak dua kali
!engukuran harus da!at dilakukan' 45S adalah nilai ang ditentukan berdasarkan buni !ertama
atau kedua ang terdengar (&ase -), dan 455 meru!akan nilai dimana buni terakhir ang terdengar
sebelum buni tersebut menghilang (&ase ?)' 5alam setia! !emeriksaan, dokter harus
memberitahukan ke!ada !asien baik se"ara %erbal mau!un tulisan mengenai nilai tekanan darah
ang dida!atkan dan tekanan darah target ang harus di"a!ai'
0etode !emeriksaan kedua adalah monitoring tekanan darah dengan menggunakan ambulatori ang
menediakan in&ormasi mengenai !engukuran tekanan darah harian saat berakti%itas dan tidur'
Pemeriksaan dengan metode ini, menjamin e%aluasi sindrom hi!ertensi G#as/PutihH tan!a adana
kerusakan target organ' Pemeriksaan ini juga membantu mengetahui !asien dengan resistensi obat,
gejala hi!otensi oleh karena !engobatan antihi!ertensi, hi!ertensi e!isodik, dan dis&ungsi autonom'
Nilai dari !emeriksaan ambulatori biasana lebih rendah dari !emeriksaan klinik' Pada saat bangun,
seseorang akan memiliki tekanan darah rata/rata lebih dari -*?78? mmHg dan tekanan darah
sewaktu tidur sebesar -()7+? mmHg' 2adar !engukuran tekanan darah ang menggunakan
ambulatori lebih baik jika dibandingkan dengan !engukuran di klinik dengan kerusakan organ target'
Pemeriksaan ini juga mem!erlihatkan !ersentase !emba"aan tekanan darah ang meningkat, se"ara
keseluruhan !eningkatan tekanan darah dan se"ara luas !enurunan tekanan darah selama tidur'
Pada sebagian besar orang, tekanan darah menurun sebanak -)/()F !ada waktu malam, dimana
tekanan darah ang menurun tidak akan terjadi !ada orang/orang ang memiliki resiko !enakit
kardio%askuler ang tinggi'
0etode !emeriksaan ang terakhir adalah dengan !emeriksaan tekanan darah se"ara mandiri ang
berman&aat untuk mengetahui res!on obat antihi!ertensi, meningkatkan kedisi!linan !asien dalam
!engobatan, dan da!at menilai hi!ertensi oleh karena G#as/PutihH' Seseorang dengan tingkat rata/
rata tekanan darah sebesar lebih dari -*?78? mmHg ang diukur di rumah, se"ara umum
di!ertimbangkan masuk dalam kategori hi!ertensi' Alat !emeriksaan tekanan darah di rumah, harus
da!at di!eriksa keakuratanna se"ara teratur'
PENGONTROLAN TEKANAN DARAH
Penilaian !asien dengan hi!ertensi memiliki tiga sasaranC (-) untuk mengetahui gaa hidu! dan
mengidenti&ikasi &aktor resiko !enakit kardio%askuler atau !enakit lainna ang bersamaan ang
da!at mem!engaruhi !rognosis dan !edoman !enangananD (() untuk mengidenti&ikasi !enebab
tinggina tekanan darahD dan (*) untuk mengetahui ada atau tidakna kerusakan organ target dan
!enakit kardio%akuler' 5ata ang dibutuhkan beru!a anamnesis, !emeriksaan &isis, !emeriksaan
laboratorium, dan !rosedur diagnostik lainna' Pemeriksaan &isis termasuk !engukuran tekanan
darah ang sesuai, dengan %eri&ikasi !ada kontralateral lenganD !emeriksaan !ada &undus o!tik,
kalkulasi indeks massa tubuh (I04C dengan !emeriksaan lingkar !inggang juga "uku! berguna)D
auskultasi bruit arteri karotid, abdominal, dan &emoralD !al!asi kelenjar tiroidD !emeriksaan teliti !ada
jantung dan !aru/!aruD !emeriksaan !ada abdomen untuk !embesaran ginjal, massa dan !ulsasi
aorta abnormalD !al!asi !ada ekstremitas bawah untuk edema dan !ulsasi, dan !emeriksaan
neurologi'
Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan sebelum !engobatan awal termasuk !emeriksaan E2:,
urinalisis, glukosa darah dan hematokrit, kadam natrium serum, kreatinin (atau !emeriksaan laju
&iltrasi glomerulus (:36)), kalsium, !ro&il li!id, setelah ./-( jam !uasa, ang termasuk kadar
kolesterol li!o!rotein densitas tinggi dan densitas rendah, serta !emeriksaan trigeliserida'
Pemeriksaan !ilihan termasuk !engukuran ekskresi albumin urin atau rasio albumin7"reatinin'
Pemeriksaan lebih luas untuk mengetahui !enebab hi!ertensi tidak diindikasikan se"ara umum
ke"uali tekanan darah target tidak bisa di"a!ai'
PENANGANAN
Sasaran dari !ublikasi !engobatan antihi!ertensi adalah untuk mengurangi angka morbiditas dan
mortalitas !enakit kardio%akuler dan ginjal' Sejak sebagian besar orang dengan hi!ertensi,
khususna ang berumur B ?) tahun, &okus utama adalah !en"a!aian 45S target' 4ekanan darah
target adalah ;->)7.) mmHg ang berhubungan dengan !enurunan kom!likasi !enakit
kardio%askuler' Pada !asien dengan hi!ertensi dan diabetes atau !anakit ginjal, target tekanan
darahna adalah ;-*)78) mmHg' @ntuk !en"a!aian tekanan darah target di atas, se"ara umum
da!at dilakukan dengan dua "ara sebagai berikutC
-' 0odi&ikasi :aa Hidu!
0odi&ikasi gaa hidu! ang sehat oleh semua !asien hi!ertensi meru!akan suatu "ara !en"egahan
tekanan darah tinggi dan meru!akan bagian ang tidak terabaikan dalam !enanganan !asien
tersebut' 0odi&ikasi gaa hidu! mem!erlihatkan da!at menurunkan tekanan darah ang meli!uti
!enurunan berat badan !ada !asien dengan o%erweight atau obesitas' Berdasarkan !ada 5ASH
(5ietar A!!roa"hes to Sto! H!ertension), !eren"anaan diet ang dilakukan beru!a makanan ang
tinggi kalium dan kalsium, rendah natrium, olahraga, dan mengurangi konsumsi alkohol' 0odi&ikasi
gaa hidu! da!at menurunkan tekanan darah, mem!ertinggi khasiat obat antihi!ertensi, dan
menurunkan resiko !enakit kardio%askuler' $ontohna, konsumsi-,)) mg natrium memiliki e&ek
ang sama dengan !engobatan tunggal' 2ombinasi dua atau lebih modi&ikasi gaa hidu! da!at
memberikan hasil ang lebih baik' Berikut adalah uraian modi&ikasi gaa hidu! dalam rangka
!enanganan hi!ertensi'
4abel (' 0odi&ikasi :aa Hidu! 5alam Penanganan Hi!ertensi9E
0odi&ikasi 6ekomendasi Perkiraan Penurunan
4ekanan 5arah Sistolik
(Skala)
0enurunkan
Berat Badan
0emelihara Berat Badan Normal
(Indeks 0assa 4ubuh -8'?I(>'. kg7m()'
?/() mmHg7 -) kg !enurunan
Berat Badan
0elakukan !ola
diet berdasarkan
5ASH
0engkonsumsi makanan ang kaa dengan
buah/buahan, sauran, !roduk makanan ang
rendah lemak, dengan kadar lemak total dan
saturasi ang rendah'
8 I -> mmHg
5iet 6endah
Natrium
0enurunkan Intake :aram sebesar (/8 mmHg
tidak lebih dari -)) mmol !er/hari (('> gr Natrium
atau , gr garam)'
(/8 mmHg
1lahraga 0elakukan 2egiatan Aerobik &isik se"ara teratur,
se!erti jalan "e!at (!aling tidak *) menit !er/hari,
setia! hari dalam seminggu)'
> I . mmHg
0embatasi
Penggunaan
Alkohol
0embatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari (
gelas ( - oA atau *) ml ethanolD misalna (> oA
bir, -) oA anggur, atau * )A 8) whiski) !er/hari
!ada sebagian besar laki/laki dan tidak lebih dari
- gelas !er/hari !ada wanita dan laki/laki ang
lebih kurus'
( /> mmHg
5ASH, Pendekatan 5iet @ntuk 0enghentikan Hi!ertensi
9 @ntuk semua !enurunan resiko kardio%askuler, berhenti merokok
E E&ek im!lementasi dari modi&ikasi di atas bergantung !ada dosis dan waktu, dan lebih baik !ada
bebera!a orang'
(' 4era!i 3armakologi
4erda!at bebera!a data hasil !er"obaan klinik ang membuktikan bahwa semua kelas obat
antihi!ertensi, se!erti angiotensin "on%erting enAim inhibitor (A$EI), angiotensin rese!tor bloker
(A6B), beta/bloker (BB), kalsium "hanel bloker ($$B), dan diuretik jenis tiaAide, da!at menurunkan
kom!likasi hi!ertensi ang beru!a kerusakan organ target'
5iuretik jenis tiaAide telah menjadi dasar !engobatan antihi!ertensi !ada ham!ir semua hasil
!er"obaan' Per"obaan/!er"obaan tersebut sesuai dengan !er"obaan ang telah di!ublikasikan baru/
baru ini oleh ALLHA4 (Antihi!ertensi%e and Li!id Lowering 4reatment to Pre%ent Heart Atta"k 4rial),
ang juga mem!erlihatkan bahwa diuretik tidak da!at dibandingkan dengan kelas antihi!ertensi
lainna dalam !en"egahan kom!likasi kardio%askuler' Selain itu, diuretik meningkatkan khasiat
!enggunaan regimen obat antihi!ertensi kombinasi, ang da!at digunakan dalam men"a!ai tekanan
darah target, dan lebih berman&aat jika dibandingkan dengan agen obat antihi!ertensi lainna'
0eski!un demikian, sebuah !enge"ualian dida!atkan !ada !er"obaan ang telah dilakukan
oleh Se"ond Australian National Blood Pressure ang mela!orkan hasil !enggunaan obat awal A$EI
sedikit lebih baik !ada laki/laki berkulit !utih dibandingkan !ada !asien ang memulai
!engobatanna dengan diuretik'
1bat diuretik jenis tiaAide harus digunakan sebagai !engobatan awal !ada semua !asien dengan
hi!ertensi, baik !enggunaan se"ara tunggal mau!un se"ara kombinasi dengan satu kelas
antihi!ertensi lainna (A$EI, A6B, BB, $$B) ang mem!erlihatkan man&aat !enggunaanna !ada
hasil !er"obaan random terkontrol' 5a&tar &aktor resiko ang disertai dengan jenis obat antihi!ertensi
sebagai !engobatan awal da!at dilihat !ada tabel >' #ika salah satu obat tidak da!at ditoleransi atau
kontraindikasi, sedangkan kelas lainna mem!erlihatkan khasiat da!at menurunkan resiko
kardio%askuler, obat ang ditoleransi tersebut harus diganti dengan jenis obat dari kelas berkhasiat
tersebut'
Sebagian besar !asien ang mengida! hi!ertensi akan membutuhkan dua atau lebih obat
antihi!ertensi untuk menda!atkan sasaran tekanan darah ang seharusna' Penambahan obat
kedua dari kelas ang berbeda harus dilakukan ketika !enggunaan obat tunggal dengan dosis
adekuat gagal men"a!ai tekanan darah target' 2etika tekanan darah lebih dari ()7-) mmHg di atas
tekanan darah target, harus di!ertimbangkan !emberian tera!i dengan dua kelas obat, keduana
bisa dengan rese! ang berbeda atau dalam dosis kombinasi ang telah disatukan (tabel *)'
Pemberian obat dengan lebih dari satu kelas obat da!at meningkatkan kemungkinan !en"a!aian
tekanan darah target !ada bebera!a waktu ang te!at, namun harus teta! mem!erhatikan resiko
hi!otensi ortostatik utamana !ada !asien dengan diabetes, dis&ungsi autonom, dan !ada bebera!a
orang ang berumur lebih tua' Penggunaan obat/obat generik harus di!ertimbangkan untuk
mengurangi biaa !engobatan'
4abel *' 1bat/1bat 1ral Antihi!ertensi9
2elas 1bat (Nama 5agang) 5osis Penggunaan
(0g7hari)
3rekuensi
Penggunaan7hari
5iuretik 4iaAide 2lorotiaAide (5iuril)
2lortalidone (generik)
HidroklorotiaAide (0ikroAide,
Hidro5I@6ILE)
PolthiaAide (6enese)
Inda!amide (LoAolE)
0etalaAone (0kroJ)
-(?/?))
-(,?/(?
-(,?/?)
(/>
-,(?/(,?
),?/-,)
(,?/?
-/(
-
-
-
-
-
-
0etalaAone (KaroJoln)
Loo! 5iuretik Bumetanide (BumeJE)
3urosemide (LasiJE)
4orsemid (5emadeJE)
),?/(
()/8)
(,?/-)
(
(
-
5iuretik Hemat
2alium
Amiloride (0idamorE)
4riamterene (5renium)
?/-)
?)/-))
-/(
-/(
Aldosteron
6ese!tor Bloker
E!lerenone (Ins!ra)
S!ironolakton (Alda"toneE)
?)/-))
(?/?)
-
-
Beta bloker Atenolol (4enorminE)
BetaJolol (2erioneE)
Biso!rolol (KebetaE)
0eta!rolol (Lo!ressorE)
0eto!rolol EJtended 6elease (4o!rol
LL)
Nadolod ($orgardE)
Pro!anolol (InderaEl)
Pro!anolol Long a"ting (Inderal LAE)
4imolol (Blo"adrenE)
(?/-))
?/()
(,?/-)
?)/-))
?)/-))
>)/-()
>)/-,)
,)/-8)
()/>)
-
-
-
-/(
-
-
(
-
(
Beta bloker
akti%itas
sim!atomimetik
intrinsik
A"ebutolol (Se"tralE)
Penbutolol (Le%atol)
Pindolol (:enerik)
())/8))
-)/>)
-)/>)
(
-
(
2ombinasi
Al!ha dan Beta
Bloker
$ar%edilol ($oreg)
Labetolol (Normodne, 4randateE)
-(,?/?)
())/8))
(
(
A$EI BenaAe!ril (LotensinE)
$a!to!ril ($a!otenE)
Enala!ril (Masote"E)
3osino!ril (0ono!ril)
lisino!ril (Prini%il, KestrilE)
moeJi!ril (@ni%as")
!erindo!ril (A"eon)
Nuina!ril (A""u!ril)
rami!ril (Alta"e)
trandola!ril (0a%ik)
-)/>)
(?/-))
?/>)
-)/>)
-)/>)
+'?/*)
>/8
-)/8)
('?/()
-/>
-
(
-/(
-
-
-
-
-
-
-
Angiotensin II
Antagonis
"andesartan (Ata"and)
e!rosartan (4e%eten)
irbesartan (A%a!ro)
losartan ($oAaar)
olmesartan (Beni"ar)
telmisartan (0i"ardis)
%alsartan (5io%an)
8/*(
>))/8))
-?)/*))
(?/-))
()/>)
()/8)
8)/*()
-
-/(
-
-/(
-
-
-/(
$$B I Non
5ihidro!iridin
5iltiaAem eJtended release
($ardiAem $5, 5ila"or L6, 4iaAa"E)
diltiaAem eJtended release ($ardiAem
LA)
%era!amil immediate release ($alan,
Iso!tinE)
%era!amil long a"ting ($alan S6,
Iso!tin S6E)
%era!amilO$oer, $o%era HS, Merelan
P0)
-8)/>()
-()/?>)
8)/*()
-()/>8)
-()/*,)
-
-
(
-/(
-
$$B/
5ihidro!iridin
amlodi!ine (Nor%as")
&elodi!ine (Plendil)
isradi!ine (5na"ir" $6)
ni"ardi!ine sustained release ($ardene
S6)
ni&edi!ine long/a"ting
(Adalat $$, Pro"ardia LL)
nisoldi!ine (Sular)
(,?/-)
(,?/()
(,?/-)
,)/-()
*)/,)
-)/>)
-
-
(
(
-
-
Al!ha - Bloker doJaAosin ($ardura)
!raAosin (0ini!ressE)
teraAosin (Htrin)
-/-,
(/()
-/()
-
(/*
-/(
Al!ha ( agonis
sentral dan obat
lainna ang
bekerja sentral
"lonidine ($ata!resE)
"lonidine !at"h ($ata!res/44S)
methldo!a (AldometE)
reser!ine (generi")
guan&a"ine (4eneJE)
),-/),8
),-/),*
(?)/-)))
),-/),(?
),?/(
(
- 0inggu
(
-
-
Masodilator
Langsung
hdralaAine (A!resolineE)
minoJidil (LonitenE)
(?/-))
(,?/8)
(
-/(
9 Pada Bebera!a !asien ang ditera!i sekali sehari, e&ek obat antihi!ertensi kemungkinan berkurang
ke arah dosis inter%al akhir (e&ek sebelumna)' 4ekanan darah harus diukur terlebih dahulu untuk
menentukan dosis jika !engontrolan tekanan darah target ter"a!ai'
E Sekarang telah tersedia dalam bentuk generik atau dalam !roses !embuatan ke bentuk generik
Saat obat antihi!ertensi telah diberikan, !asien diharuskan kembali untuk &ollow !aling tidak dalam
inter%al sebulan sekali sam!ai tekanan darah target ter"a!ai' 2unjungan ang lebih sering
dibutuhkan untuk !asien dengan kategori hi!ertensi stage ( atau jika disertai dengan kom!likasi
!enakit !enerta' Pemeriksaan kadar serum kalium dan kreatinin harus dilakukan !aling tidak
sebanak -/( kali !er/tahun' Setelah tekanan darah men"a!ai target dan stabil, &ollow u! dan
kunjungan harus dilakukan dalam inter%al */, bulan sekali' Penakit !enerta se!erti gagal jantung,
dan diabetes da!at mem!engaruhi &rekuensi jumlah kunjungan' 3aktor resiko !enakit kardio%askuler
lainna harus diobati untuk menda!atkan nilai tekanan darah target, dan !enghindaran !enggunaan
tembakau harus dilakukan' Penggunaan as!irin dosis rendah dilakukan hana ketika tekanan darah
terkontrol, oleh karena resiko stroke hemoragik ang meningkat !ada !asien dengan hi!ertensi tidak
terkontrol'
PENYAKIT PENYERTA PADA HIPERTENSI
Hi!ertensi meru!akan !enakit !rimer ang memerlukan !enanganan ang te!at sebelum
berkom!likasi ke !enakit lainna se!erti gagal jantung, in&ark miokard, !enakit jantung koroner,
dan !enakit ginjal ang akhirna da!at berakhir !ada kerusakan organ' 2eadaan hi!ertensi ang
disertai dengan !enakit !enerta ini membutuhkan obat antihi!ertensi ang te!at ang berdasarkan
!ada beragam hasil !er"obaan klinis' Penanganan dengan kombinasi obat kemungkinan dibutuhkan'
Penentuanna disesuaikan dengan !enilaian !engobatan sebelumna, tolerabilitas obat serta
tekanan darah target ang harus di"a!ai' 6angkuman !enggunaan obat/obat hi!ertensi !ada
bebera!a !enakit !enerta da!at dilihat !ada tabel berikutC
4abel >' Pedoman Penggunaan Beragam 1bat Antihi!ertensi Pada Pasien 5engan 3aktor 6esiko
(Penakit =ang 0enertai)
3A2416 6ESI21
IN5I2ASI (PEN=A2I4
=AN: 0EN=E64AI)9
6E210EN5ASI 1BA4E 5ASA6 PE6$1BAAN
2LINI2<
5I@6E4
I2
BB A$EI A6B $$B AL51AN4
:agal #antung P P P P P A$$7AHA Heart 3ailure
:uideline, 0E6I4/H3,
$1PE6NI$@S, $IBIS,
S1LM5, AI6E, 46A$E,
MalHE34, 6ALES
In&ark Post/miokard P P P A$$7AHA Post/0I :uideline,
BHA4,
SAME, $a!ri"orn, EPHES@S
6esiko 4inggi P#2 P P P P ALLHA4, H1PE, ANBP(,
LI3E, $1NMIN$E
5iabetes P P P P P N23/A5A :uideline, @2P5S,
ALLHA4
:agal :injal 2ronik P P N32 :uideline, $a!to!ril
4rial, 6ENAAL, I5N4, 6EIN,
AAS2
Pen"egahan Stroke
Berulang
P P P61:6ESS
9 3aktor resiko ang menjadi indikasi !enggunaan obat antihi!ertensi berdasarkan !ada keuntungan
ang dida!atkan dari !enelitian atau !edoman klinik ang adaD &aktor resiko ini dikelola sejalan
dengan tekanan darah'
E 2e!anjangan 1bat C A$EI, angiotensin kon%erting enAim inhibitorD A6B, angiotensin rese!tor
blokerD Aldo AN4, aldosterone antagonisD BB, beta/blokerD $$B, "al"ium "hannel blo"ker'
< 2eadaan dari setia! !er"obaan klinik mem!erlihatkan keutungan s!esi&ik dari setia! kelas obat/
obat antihi!ertensi'
KESIMPULAN
Penanganan hi!ertensi dimulai dengan !enentuan klasi&ikasi !asien berdasarkan nilai tekanan darah
ang dida!atkan !ada waktu !emeriksaan berlangsung' Pemeriksaan dilakukan dalam kondisi duduk
dengan lengan sejajar jantung serta di%eri&ikasi kembali dengan lengan ang sebelahna' Se!erti
ang telah ditentukan !ada tabel - sebelumna, jika !asien termasuk dalam kategori !re/hi!ertensi,
!enanganan ang harus diberikan adalah modi&ikasi gaa hidu! ang meli!uti !enurunkan berat
badan, diet berdasarkan aturan 5ASH, diet rendah garam, olahraga ang teratur, serta !embatasan
konsumsi alkohol (tabel ()' 2ategori !re/hi!ertensi tidak memerlukan !enatalaksanaan &armakologi'
Namun, oleh karena resiko !erkembangan !re/hi!ertensi menjadi hi!ertensi "uku! tinggi, maka
dianjurkan untuk selalu melaksanakan !emeriksaan tekanan darah se"ara berkala' Paling tidak da!at
melakukan !emeriksaan setia! dua minggu sekali'
Strategi !enanganan hi!ertensi dengan modi&ikasi gaa hidu! tidak hana dilakukan untuk kategori
!re/hi!ertensi' Hal ini juga dilakukan untuk kategori tingkat lanjut akni hi!ertensi stage - dan
hi!ertensi stage (, oleh karena hi!ertensi meru!akan !enakit degenerati& ang mun"ul akibat
!erilaku gaa hidu! ang salah' Saat seseorang ang telah melakukan modi&ikasi gaa hidu! namun
tekanan darahna tidak sesuai dengan tekanan darah target (;->)7.) mmHg, untuk ang rentan
dengan !enakit kardio%askulerD dan ;-*)78) mmHg, untuk ang rentan dengan diabetes, dan
!enakit ginjal), maka sudah seharusna di!ertimbangkan !emberian tera!i &armakologi'
2etentuanna adalah untuk !asien dengan kategori hi!ertensi stage - (->)/-?.7.)/.. mmHg) ang
tan!a !enakit !enerta, diberikan obat tunggal diuretik jenis tiaAide dengan dosis awal ang !aling
rendah (tabel *)' Namun, jika sam!ai !ada dosis maksimal tidak terda!at !erubahan, maka harus
di!ertimbangkan !emberian kombinasi obat antihi!ertensi dari kelas lainna (A$EI, BB, A6B, $$B,
dan Aldo Ant)' Selanjutna untuk !asien dengan hi!ertensi stage ( (B-,)7-)) mmHg) tan!a !enakit
!enerta, harus diberikan dua obat kombinasi sebagai obat awal, dimana diuretik jenis tiaAide teta!
sebagai obat dasar ang ditambahkan dengan obat antihi!ertensi dari kelas lainna' 2etentuan
berbeda juga berlaku !ada !asien hi!ertensi dengan !enakit !enerta' @ntuk !enangananna
tergantung !ada jenis !enakit !enerta ang diderita' 5eskri!si !ilihan obat ang te!at untuk
!enakit !enerta s!esi&ik da!at dilihat !ada tabel >'
Pengobatan hi!ertensi dilakukan dengan tujuan untuk men"a!ai tekanan darah target' Sekali obat
antihi!ertensi digunakan, selanjutna sangat di!erlukan !emeriksaan rutin untuk menilai
!erkembangan !engobatan ang dilakukan' Pemeriksaan rutin dilakukan !aling tidak sebulan sekali,
dan kunjungan akan lebih sering !ada !asien dengan hi!ertensi stage ( atau !asien dengan !enakit
!enerta' #ika !asien telah men"a!ai tekanan darah target, &ollow u! da!at dilakukan dalam inter%al
*/, bulan sekali' Namun, jika tekanan darah target tidak da!at ter"a!ai dengan !enggunaan obat
dosis o!timal dan kombinasi bebera!a obat ang sesuai, di!ertimbangkan untuk berkonsultasi
dengan s!esialis'