BAB II

LANDASAN TEORI
A. Pariwisata
1. Pengertian Pariwisata
Pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan
tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui
sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau
istirahat, menunaikan tugas, dan berziarah (James J. Spillane
dalam Susianto, 2003 2!.
Pariwisata merupakan sebuah akti"itas #ang diarahkan
untuk mendapatkan hiburan. $enurut %utagalung (2002.23!
&Pariwisata adalah akti"itas dimana seseorang mencari
kesenangan dengan menikmati berbagai hiburan #ang dapat
melepaskan lelah.' Pendapat ini menunjukkan bahwa pariwisata
adalah sebuah proses, dimana dari proses ini diarahkan untuk
mendapatkan kesenangan hidup. Pendapat #ang senada tentang
pariwisata juga diungkapkan oleh (ukmanto ()***2)! &+an#ak
man,aat #ang diperoleh ketika seseorang melakukan wisata,
diantara berbagai man,aat ini diantaran#a adalah menghilangkan
kepenatan dan mendapatkan kembali kesegaran badan dan jiwa.
Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah -omor ./ 0ahun
)**. tentang Pen#elenggaraan 1epariwisataan, dijelaskan bahwa
))
wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan
tersebut #ang dilakukan secara sukarela serta bersi,at sementara
untuk menikmati objek dan da#a tarik wisata. Sedangkan
pengertian pariwisata adalah segala sesuatu #ang berhubungan
dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan da#a tarik wisata
serta usaha2usaha #ang terkait di bidang tersebut 1epariwisataan
adalah segala sesuatu #ang berhubungan dengan
pen#elenggaraan pariwisata. 3bjek dan da#a tarik wisata adalah
segala sesuatu #ang menjadi sasaran wisata
4ari berbagai pendapat tentang pengertian pariwisata
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah semua
akti"itas #ang berkaitan dengan perjalanan untuk mencari
kesenangan atau hiburan dengan cara menikmati suatu ob#ek dan
da#a tarik wisata.
2. Jenis Pariwisata
%ingga kini masih ban#ak de,inisi lain tentang pariwisata.
1eban#akan mencerminkan sudut pandang atau kepentingan
masing2masing. Perbedaan sudut pandangan atau kepentingan
itulah #ang men#ebabkan adan#a berbagai jenis pariwisata.
Spillane (dalam Susianto, 2003 3! membagi pariwisata atas enam
jenis khusus, #aitu pariwisata untuk menikmati perjalanan,
pariwisata untuk rekreasi, pariwisata untuk kebuda#aan, pariwisata
)2
untuk olahraga, pariwisata untuk urusan usaha dagang, dan
pariwisata untuk berkon"ensi.
- Pariwisata untuk menikmati perjalanan dilakukan untuk berlibur,
mencari udara segar, memenuhi keingintahuan, mengendorkan
ketegangan sara,, melihat sesuatu #ang baru, menikmati
keindahan alam, dan mendapatkan kedamaian.
- Pariwisata untuk rekreasi dilakukan sebagai peman,aatan hari2
hari libur untuk beristirahat, memulihkan kesegaran jasmani dan
rohani dan men#egarkan keletihan.
- Pariwisata untuk kebuda#aan ditandai serangkaian moti"asi
seperti keinginan belajar di pusat riset, mempelajari adat2istiadat,
mengunjungi monumen bersejarah dan peninggalan purbakala
dan ikut ,esti"al seni musik.
- Pariwisata untuk olahraga dibagi menjadi dua kategori, #akni
pariwisata olahraga besar seperti 3limpiade, 5sian 6ames, dan
S75 6ames serta buat mereka #ang ingin berlatih atau
mempraktikkan sendiri, seperti mendaki gunung, panjat tebing,
berkuda, berburu, ra,ting, dan memancing.
- Pariwisata untuk urusan usaha dagang umumn#a dilakukan para
pengusaha atau industrialis antara lain mencakup kunjungan ke
pameran dan instalasi teknis.
- Pariwisata untuk berkon"ensi berhubungan dengan kon,erensi,
simposium, sidang dan seminar internasional.
)3
3. Pengertian Wisatawan dan Dinas Pariwisata
8isatawan adalah orang #ang bepergian dari tempat
tinggaln#a untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati
perjalanan dari kunjungann#a itu (James J. Spillane dalam
Susianto, 2003 2!. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah
-omor ./ 0ahun )**., wisatawan adalah orang #ang melakukan
kegiatan wisata.
$enurut 9oeti ()*:/2:.!, 4inas Pariwisata adalah badan
kepariwisataan #ang dibentuk oleh pemerintah sebagai suatu
badan #ang diberi tanggungjawab mengenai pengembangan dan
pembinaan kepariwisataan pada umumn#a baik di tingkat nasional
maupun regional. 4engan demikian maka dapat dikatakan bahwa
4inas Pariwisata merupakan suatu badan #ang memilikitugas dan
wewenang untuk mengatur seluruh kegiatan kepariwisataan.
+ukti keseriusan pemerintah ;ndonesia dalam
mengembangkan pariwisatan#a adalah dengan memasukkan
masalah kepariwisataan dalam program pembangunan #ang
dicantumkan dalam 6aris26aris +esar %aluan -egara (6+%-!.
5dapun tujuan pengembangan pariwisata di ;ndonesia sesuai
instruksi Presiden <; no. * tahun )*.* (9oeti, )*:/)3:! adalah
sebagai berikut
). $eningkatkan pendapatan de"isa pada khususn#a dan
pendapatan negara dan mas#arakat pada umumn#a, perluasan
)=
kesempatan kerja serta lapangan kerja dan mendorong
kegiatan2kegiatan industri penunjang lainn#a>
2. $emperkenalkan dan menda#agunakan keindahan alam dan
kebuda#aan ;ndonesia>
3. $eningkatkan persaudaraan atau persahabatan nasional dan
internasional.
?ntuk pen#ebaran pengembangan potensi wisata di
;ndonesia maka 4inas Pariwisata tidak han#a dibentuk di 0ingkat
Pusat melainkan juga di tingkat daerah. 4inas Pariwisata #ang
berada di tingkat daerah adalah 4inas Pariwisata 4aerah
(4;P5<45! di 0ingkat ; dan 4inas Pariwisata 4aerah di 0ingkat ;;.
Pembentukan 4inas Pariwisata (4;P5<45! ini bertujuan untuk
memudahkan pengembangan pariwisata daerah karena dengan
adan#a 4inas Pariwisata 4aerah maka sektor kepariwisataan
benar2benar bisa berman,aat bagi daerah maupun negara terutama
di dalam pemasukan de"isa baik daerah maupun negara.
B. Pameran
4alam pemasaran, pameran dapat diklasi,ikasikan sebagai
salah satu bentuk promosi. 4engan demikian maka #ang dimaksud
dengan pameran pariwisata pada penelitian ini dimaksudkan sebagai
suatu bentuk promosi pariwisata #ang disampaikan oleh pihak
pen#elenggara pameran, dalam hal ini adalah 4inas Pariwisata, #ang
)@
ditujukan sebagai suatu bentuk pen#ampaian in,ormasi kepada pasar,
dalam hal ini adalah para wisatawan.
1. Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu ,aktor #ang menentukan
keberhasilan suatu program pemasaran. +etapapun berkualitasn#a
produk , bila konsumen belum pernah mendengarn#a dan tidak
#akin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka
tidak akan pernah membelin#a.
Pengertian promosi menurut 1otler dan 5rmstrong
()**3=*:! adalah “Promotions means activities communicate the
merit of the product and persuade target customers to buy”. %al ini
diartikan bahwa promosi adalah merupakan kegiatan dalam
pemasaran #ang dijalankan dengan tujuan untuk meningkatkan
penjualan dengan jalan mengarahkan konsumen untuk
menciptakan keinginan membeli barang #ang dipasarkan. Jadi
dapat disimpulkan bahwa promosi merupakan sarana #ang
digunakan oleh perusahaan untuk memberikan kepuasan #ang
diinginkan, sehingga promosi dapat digunakan untuk
mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian.
Promosi merupakan salah satu ,aktor penentu keberhasilan
suatu program pemasaran. +etapapun berkualitasn#a suatu
produk, bila konsumen belum pernah mendengarn#a dan tidak
#akin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka
).
tidak akan pernah membelin#a. $enurut 5aker ()**) )./!, &a
sales promotion provides a short term incentive to make a
purchase decision. .....promotion often are efective at impacting
sales, but run the risk of increasing price sensitivity and reducing
brand loyalty.' 5rtin#a suatu promosi penjualan memberikan
insenti, jangka pendek untuk membuat suatu keputusan pembelian.
2. Peranan Promosi
$enurut 5aker ()**) )./2)/0!, promosi mempun#ai
peranan sebagai berikut
a. Strengthening associations and brand awareness.
Promosi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkuat
kesan dan kesadaran konsumen terhadap merek produk.
b. Promotions to enhance loyalty
Promosi merupakan sarana atau media untuk meningkatkan
lo#alitas konsumen terhadap suatu merek.
c. Promotion to enhance perceived quality
Promosi juga diarahkan untuk mampu meningkatkan kesan
kualitas merek di benak konsumen. 1esan tersebut memang
dimungkinkan mampu diangkat oleh promosi mengingat kesan
merupakan cerminan dari indera perasaan konsumen sehingga
memungkinkan untuk dipengaruhi melalui promosi.
)/
d. Add value
Promosi juga dapat diarahkan untuk menambah nilai suatu
merek. 4engan promosi maka kesan atau persepsi konsumen
semakin meningkat, dan hal tersebut menunjukkan bahwa nilai
dari merek tersebut juga akan meningkat.
Promosi mampu menguatkan asosiasi2asosiasi dan
kesadaran merek. Salah satu cara #ang memungkinkan promosi
dapat menguatkan eAuitas adalah menguatkan asosiasi2asosiasi
utama dan kesadaran merek. 3leh sebab itu suatu promosi harus
mampu mengembangkan kesadaran dan asosiasi2asosiasi
termasuk suatu kaitan terhadap merek tersebut. Sebagai contoh
coba dibandingkan suatu promosi #ang memberikan hadiah liburan
ke +ali atau kegiatan perjalanan dan promosi dengan cara
mengadakan kontes atau kegiatan rutin setiap tahun #ang
berkaitan dengan produkn#a. Pada strategi pertama, han#a mereka
#ang berpartisipasi #ang mungkin mengingat kembali merek mana
#ang terlibat, sedangkan pada strategi #ang kedua mampu
menguatkan merek dan mampu membangun kesadaran dan
asosiasi tidak harus dimulai dari nol setiap tahun.
Suatu promosi #ang terkait erat dengan merek dan simbol
atau asosiasin#a #ang utama dapat menghindari problem identitas
dari promosi #ang lebih umum, #ang dapat membuatn#a terkait
):
dengan merek lain dengan kata lain promosi berguna bagi sebuah
merek bilamana tidak terkait dengan merek lain.
+erbagai promosi juga mampu menguatkan lo#alitas merek.
Promosi dapat digunakan untuk memberi imbalan pada pelanggan
sehingga meningkatkan lo#alitas. Promosi #ang ditujukan untuk
memperkuat pelanggan inti mampu menarik minat pelanggan baru.
$isaln#a pembelian )0 kali diberi imbalan pembelian gratis satu
kali untuk produk #ang sekelas. 1eadaan ini akan mampu
merangsang konsumen untuk melakukan pembelian ulang.
. !inat "#n$#ngan Wisata
$inat kunjungan wisata dapat dikategorikan sebagai minat
untuk melakukan pembelian, #aitu melakukan pembelian ob#ek2ob#ek
wisata #ang ditawarkan dengan cara mengunjungin#a. 4engan
demikian, minat kunjungan wisata dapat dide,inisikan sebagai minat
pembelian.
+erkaitan dengan keberadaan minat pembelian konsumen,
tidak terlepas dari keberadaan perilaku konsumen (consumer
behavior!. Perilaku 1onsumen menurut (oudon B +itta ()**3@! adalah
“onsumer behavior may be defined as the decision process and
physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring,
using, or disposing of goods and service.” 5rtin#a bahwa perilaku
konsumen dide,inisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan
akti"itas indi"idual dalam menge"aluasi, meminta, menggunakan dan
)*
memposisikan penggunaan dari produk dan jasa. $aksud dari
pern#ataan di atas, perilaku konsumen dide,inisikan sebagai proses
pengambilan keputusan dan kegiatan ,isik indi"idu #ang dilibatkan
dalam menge"aluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat
mempergunakan barang dan jasa.
Selain itu menurut Swastha dan %andoko (2000)0!, perilaku
konsumen dapat dide,inisikan sebagai “!egiatan"kegiatan individu
yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan
mempergunakan barang dan #asa, termasuk didalamnya proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan$
kegiatan tersebut.” 5da dua elemen penting dari arti perilaku
konsumen tersebut #aitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan
,isik, #ang semua ini melibatkan indi"idu dalam menilai, mendapatkan,
dan mempergunakan barang dan jasa ekonomis.
$enurut 1otler (2002):@! dapat dipahami bahwa minat
membeli adalah pengambilan keputusan untuk membeli atas satu
alternati, merek di antara berbagai alternati, merek lainn#a. $inat
membeli ini muncul setelah melalui serangkaian proses, #aitu
pengenalan kebutuhan, pencarian in,ormasi, e"aluasi in,ormasi,
sehingga timbul minat membeli.
$enurut Sumarwan (2003302! bahwa keinginan berperilaku
(behavioral intentions! bersama2sama dengan pembentukan
keperca#aan dan pembentukan sikap, dapat dibentuk jika konsumen
20
berada dalam kondisi keterlibatan tinggi terhadap produk (high"
involvement decision making! dan melalui suatu proses e"aluasi
alternati,. Pada e"aluasi alternati, (pre"purchase alternative
evaluation!, suatu proses menge"aluasi pilihan produk dan merek, dan
memilihn#a sesuai dengan #ang diinginkan konsumen. Pada proses
e"aluasi alternati,, konsumen membandingkan berbagai pilihan #ang
dapat memecahkan masalah #ang dihadapi. Pada tahap ini, konsumen
membentuk keperca#aan, sikap, dan intensin#a mengenai alternati,
produk #ang dipertimbangkan tersebut. Proses e"aluasi alternati, dan
proses pembentukan keperca#aan dan sikap adalah proses #ang
saling berkaitan.
Sumarwan (2003302! men#atakan bahwa e"aluasi alternati,
muncul karena ban#akn#a alternati, pilihan. Pilihan mengenai merek,
jenis, ukuran, harga, serta atribut produk lainn#a akan digunakan
sebagai dasar dalam menge"aluasi alternati,. 1onsumen akan memilih
merek #ang akan memberikan man,aat #ang diharapkann#a. Pada
tahap ini, tingkat kerumitan proses e"aluasi alternati, #ang dilakukan
konsumen sangat tergantung kepada model pengambilan keputusan
pembelian #ang akan dilakukan oleh konsumen.
D. %i&otesis Pene'itian
+erdasarkan uraian teori2teori tersebut di atas, maka dalam
penelitian ini disampaikan hipotesis penelitian (%
)
! sebagai berikut
&4iduga bahwa e,ekti,itas pameran wisata #ang diadakan 4inas
2)
Pariwisata 1ota +atu dilihat dari perspekti, promosi pemasaran
mempun#ai pengaruh pada peningkatan minat kunjungan wisatawan
terhadap berbagai ob#ek wisata #ang ada di 1ota +atu.'
22

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful