Banyak Jalan Menuju Internet

MODEM hanyalah salah satu alat untuk menghubungkan komputer ke Internet. Masih ada banyak pilihan untuk mengkoneksikan komputer ke Internet. Salah satu yang mulai dikenal saat ini misalnya koneksi via Wi-Fi (wireless fidelity), alias hubungan komputer nirkabel menggunakan gelombang radio. Kampanye pemasaran prosesor Centrino dari Intel merupakan salah satu penyebab semakin populernya teknologi ini. Bila komputer Anda menggunakan prosesor Centrino, biasanya digunakan di komputer portabel, Anda bisa terhubung ke jaringan komputer menggunakan teknologi nirkabel tersebut pada tempat-tempat di seputar access point Wi-Fi. Tentu saja menggunakan prosesor Centrino bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan komputer dengan kemampuan Wi-Fi. Anda bisa menambahkan adapter khusus untuk itu. Jaringan komputer di kantor dan kampus biasanya menggunakan adapter ethernet untuk koneksi antar komputer, walaupun teknologi wi-fi mulai menjadi alternatif menarik. Kelebihan adapter ethernet, walaupun masih memakai kabel, adalah kecepatannya yang sangat tinggi. Laju transfer data maksimum yang didukung oleh adapter ethernet mencapai 1 gigabit per second (Gbps) lebih. Ini tidak bisa ditandingi oleh peranti manapun. Bila kantor atau kampus Anda punya jaringan lokal (LAN) berkecepatan tinggi, adapter ethernet merupakan pilihan yang terbaik untuk koneksi ke sana. Bila jaringan kantor atau kampus Anda terhubung dengan Internet, sambungan ke LAN bisa berarti sambungan ke Internet juga. Tidak hanya tiga itu saja cara komputer Anda berbicara dengan komputer lain. Cara-cara yang belum populer misalnya melalui jaringan listrik, modem kabel, ISDN (Integrated Services Digital Network), dan ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line). Sambungan telepon masih menjadi cara terpopuler di Indonesia buat terhubung ke Internet. Modem merupakan periferal yang tak terpisahkan bila Anda memilih cara ini. Komputer adalah peranti digital yang biasa digunakan menangani berbagai jenis data, sedangkan telepon peranti analog yang hanya menangani suara. Perbedaan ini menyulitkan hubungan antar komputer melalui telepon meskipun keduanya sama-sama memakai arus listrik untuk bekerja. Ibarat dua makhluk yang berbeda spesies, mereka berkomunikasi dengan caracara berbeda. Modem (singkatan modulator-demodulator) merupakan penerjemah antara dua makhluk ini. Untuk mengirim sinyal yang dapat dihantarkan kabel telepon, modem mengubah informasi dari komputer (sinyal digital) menjadi sinyal analog. Sinyal ini berupa nada-nada yang bisa Anda dengarkan bila menyadap koneksi antarkomputer yang menggunakan modem. Sebaliknya, saat menerima informasi modem mengubah sinyal dari kabel telepon ke dalam bentuk yang dapat dipahami komputer

JARINGAN
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa

kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Daftar Isi: • Sejarah Jaringan Komputer • Jenis Jaringan Komputer • Model Referensi OSI dan Standarisasi • Topologi Jaringan Komputer • Ethernet SEJARAH JARINGAN KOMPUTER Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Gambar 1 Jaringan komputer model TSS Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Gambar 2 Jaringan komputer model distributed processing Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN. kembali ke atas JENIS JARINGAN KOMPUTER Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu; 1. Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi. 2. Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 3. Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. 4. Internet Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet. 5. Jaringan Tanpa Kabel Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan

dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel. kembali ke atas MODEL REFERNSI OSI DAN STANDARISASI Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1. Tabel 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet MODEL OSI NO. LAPISAN PROTOKOL TCP/IP NAMA PROTOKOL KEGUNAAN Aplikasi Protokol untuk distribusi IP pada DHCP (Dynamic Host jaringan dengan jumlah IP yang Configuration Protocol) terbatas Data base nama domain mesin dan DNS (Domain Name Server) nomer IP FTP (File Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file HTTP (HyperText Transfer Protokol untuk transfer file HTML dan Protocol) Web MIME (Multipurpose Internet Protokol untuk mengirim file binary Mail Extention) dalam bentuk teks NNTP (Networ News Transfer Protokol untuk menerima dan Protocol) mengirim newsgroup Protokol untuk mengambil mail dari POP (Post Office Protocol) server Protokol untuk transfer berbagai server SMB (Server Message Block) file DOS dan Windows SMTP (Simple Mail Transfer Protokol untuk pertukaran mail Protocol) SNMP (Simple Network Protokol untuk manejemen jaringan Management Protocol) Telnet Protokol untuk akses dari jarak jauh TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file NETBIOS (Network Basic Input BIOS jaringan standar Output System) RPC (Remote Procedure Call) Prosedur pemanggilan jarak jauh TCP/IP

7

Aplikasi

6

Presentasi

5

Sessi

4

3

2 1

Input Output untuk network jenis BSDUNIX TCP (Transmission Control Protokol pertukaran data berorientasi Protocol) (connection oriented) Transport Transport Protokol pertukaran data non-orientasi UDP (User Datagram Protocol) (connectionless) IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan routing RIP (Routing Information Protokol untuk memilih routing Protocol) Network Internet ARP (Address Resolution Protokol untuk mendapatkan informasi Protocol) hardware dari nomer IP Protokol untuk mendapatkan informasi RARP (Reverse ARP) nomer IP dari hardware PPP (Point to Point Protocol) Protokol untuk point ke point LLC SLIP (Serial Line Internet Protokol dengan menggunakan Datalink Network Protocol) sambungan serial Interface MAC Ethernet, FDDI, ISDN, ATM Fisik SOCKET

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2. Tabel 2. Badan pekerja di IEEE WORKING GROUP BENTUK KEGIATAN

Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link IEEE802.1 termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control) IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, IEEE802.3 dll.) IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area NetworkIEEE802.6 Distributed Queue Dual Bus.) IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.) Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated IEEE802.9 Services ) LAN IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.) IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3 IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN

IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV kembali ke atas TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. 1. Topologi BUS

Topologi bus terlihat pada skema di atas. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu: Keuntungan: - Hemat kabel - Layout kabel sederhana - Mudah dikembangkan 2. Topologi TokenRING Kerugian: - Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil - Kepadatan lalu lintas - Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi. - Diperlukan repeater untuk jarak jauh

Topologi TokenRING terlihat pada skema di atas. Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu: Keuntungan: Kerugian:

- Hemat kabel 3. Topologi STAR

- Peka kesalahan - Pengembangan jaringan lebih kaku

Merupakan kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu: Keuntungan: - Paling fleksibel - Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain - Kontrol terpusat - Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan - Kemudahaan pengelolaan jaringan Kerugian: - Boros kabel - Perlu penanganan khusus - Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis 4. Topologi Peer-to-peer Network Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersamasama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan. Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan dipakai. kembali ke atas ETHERNET Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel

coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian. Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian. Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.

Gambar 3. Contoh ethernet address. 48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet NOMOR KODE 00:00:0C 00:00:1B 00:00:AA 00:00:4C 00:00:74 08:08:08 08:00:07 08:00:09 08:00:20 08:00:2B 08:00:5A NAMA VENDOR Sisco System Novell Xerox NEC Ricoh 3COM Apple Computer Hewlett Packard Sun Microsystems DEC IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

A. 10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai

resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km. Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

Gambar 4. Jaringan dengan media 10Base5.

Gambar 5. Struktur 10Base5.

B. 10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

Gambar 6. Jaringan dengan media 10Base5.

Gambar 7. Struktur 10Base2.

C. 10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.

Gambar 9. Struktur 10BaseT. Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masingmasing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4. Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya. KATEGORI Category 1 Category 2 APLIKASI Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM

Category 3 Category 4 Category 5

D. 10BaseF
Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

Gambar 10. Struktur 10BaseF.

Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.

E. Fast Ethernet (100BaseT series)
Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya. Sumber: 1. Yuhefizar, Sejarah Komputer, IlmuKomputer.com 2. Prihanto, Harry, Membangun Jaringan Komputer, IlmuKomputer.com

Bagi-bagi koneksi Internet
Pada dasarnya rt/rw net adalah berbagi koneksi internet se-rt/rw supaya setiap rumah bayarnya jadi gak mahal. makin banyak rumah yg ikutan makin kecil biaya yg harus dikeluarkan. misal, salah satu rumah atau bisa juga warnet yg punya inisiatif memulai. di rumah/warnet ini mendaftarkan koneksi internet unlimited, bisa pake adsl (4,2jt/bln) atau

vsat (5jt/bln) lalu dari rumah/warnet ini kemudian dibagi koneksi internetnya ke tetangga se-rt/rw melalui kabel atau wireless. kalau dilihat dari segi biaya dan kemudahan, disarankan menggunakan koneksi wireless (wifi). di pusat rumah/warnet yg mempunyai koneksi internet, dipasang wireless router yg akan memancarkan koneksi internet ke tetangga. hampir seperti radio/tv, di tetangga cukup membeli peralatan wi-fi usb/pci/pcmcia yg dipasang di komputernya dan diset untuk terkoneksi dengan wireless router di pusat. dengan demikian, tetangga se-rt/rw bisa terkoneksi dengan biaya murah. misal ada 40 rumah yg ikutan, maka biaya menjadi sekitar 100rb/bulan/rumah apabila menggunakan adsl yg unlimited. kalo ada yg kurang jelas, bisa diskusi live pake instant messenger atau langsung datang aja ke Polaris di HarcoMas mangga dua.

Radio Paket dan Soundcard Modem (Bagian I)
Oleh Affan Basalamah (affan@itb.ac.id) Jaringan radio paket adalah alternatif koneksi Internet yang paling ekonomis. Jaringan ini bukannya menggunakan media sambungan telepon, melainkan menggunakan media gelombang radio, sehingga biaya telepon dapat ditekan. Tulisan ini, yang merupakan bagian pertama, akan menjelaskan mengenai dasar-dasar teknologi jaringan radio paket, mulai dari istilah yang digunakan, cara kerja, serta perangkat keras dan lunak yang dipakai.Pada tulisan kedua nanti akan dibahas proses instalasi modem radio soundcard secara lebih lengkap

Apa itu radio paket
Radio paket adalah metoda komunikasi data paket melalui media transmisi gelombang radio. Kata “Radio Paket” berasal dari bahasa Inggris “Packet Radio”. Paket radio sendiri terdiri dari dua konsep komunikasi, yaitu “Packet Switching” dan “Radio Communication”. “Radio Communication” adalah sistem komunikasi radio, seperti yang kita kenal selama ini. Sedangkan “Packet Switching” adalah konsep dalam komunikasi data, dimana data / file komputer yang panjang akan dikirim dalam penggalan-penggalan paket yang pendek-pendek. Paket data yang pendek ini dikirim melalui peralatan switch berupa sebuah komputer kecil yang akan mengatur berbagai hal tentang pengiriman paket-paket tersebut. Berdasarkan dua konsep tersebut sistem komunikasi radio paket adalah sebuah sistem komunikasi data paket yang di jalankan melalui media radio. Pada dunia amatir radio blok diagram sistem komunikasi radio paket yang sering digunakan tampak pada gambar.

Pada prinsipnya ada dua sistem / blok utama yang sering digunakan rekan-rekan di amatir radio, yaitu kombinasi: 1. Komputer à modem / terminal node controller à radio 2. Komputer (dengan soundcard modem) à radio Blok sistem ini dapat anda lihat pada gambar 1 dan gambar 2.

Jika anda perhatikan kedua gambar tadi, sistem ini memiliki kesamaan dengan sistem sambungan komputer ke Internet dengan menggunakan modem telepon biasa, namun peralatan modem telepon digantikan dengan peralatan modem radio, dan peralatan radio komunikasi diganti dengan sambungan telepon. Sistem komunikasi radio paket memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

Keuntungan
• • • Murah. Peralatan yang diperlukan relatif berharga murah dan menggunakan peralatan yang sudah ada, bahkan ada beberapa peralatan yang dapat dibuat sendiri. Radio paket menggunakan media radio yang tidak dikenai biaya koneksi, tidak seperti halnya penggunaan telepon untuk komunikasi data. Tanpa kabel / Wireless, sehingga dapat menempuh jarak jangkau yang cukup jauh dibandingkan kabel.

Kerugian
• • Kecepatan rendah, hanya 1200 bps s/d 9600bps, bandingkan dengan koneksi dial up via telepon yang memiliki kecepatan 28800 bps. Sistem komunikasi paket radio yang sudah stabil sekarang berjalan pada kecepatan 1200 bps. Kecepatan setinggi ini hanya cocok untuk aplikasi electronic mail. Kecepatan yang sedikit lebih tinggi (9600 bps) dimungkinkan dengan melakukan sedikit modifikasi kepada radio.

Teknologi yang ada sebetulnya memungkinan untuk mengoperasikan jaringan amatir radio paket hingga kecepatan 56Kbps s/d 200Kbps, namun tekniknya cukup rumit bagi sebagian orang di Indonesia pada saat ini.

Cara kerja
Beberapa istilah yang perlu anda ketahui sebelum mengetahui cara kerja paket radio adalah frekuensi, modulasi, protokol AX.25 dan protokol TCP/IP

Frekuensi
Frekuensi radio adalah media yang digunakan untuk komunikasi radio. Ada beberapa macam frekuensi yang digunakan untuk komunikasi radio paket, diantaranya adalah VHF/UHF (Very High Frequency / Ultra High Frequency) , Microwave dan HF (High Frequency). • • VHF (Very High Frequency), yaitu frekuensi yang digolongkan VHF dan dipakai oleh rekan-rekan radio amatir umumnya di band 2 meter pada frekuensi yang berkisar diantara 144 MHz s/d 146 MHz. UHF (Ultra High Frequency). Frekuensi ini tidak sepopuler VHF, namun frekuensi ini dipakai karena sifatnya yang lebih bersih dan tidak seramai VHF. Alokasi frekuensi UHF yang dipakai oleh kalangan radio amatir biasanya di band 70 cm berkisar diantara 430 MHz sampai dengan 435 MHz. HF (High Frequency). Rentang frekuensi yang dipakai berkisar diantara 3 MHz sampai dengan 30 MHz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang populer digunakan kalangan radio amatir untuk berkomunikasi jarak jauh. Dengan karakteristik frekuensi yang memanfaatkan pantulan lapisan ionosfer, seorang radio amatir dapat berkomunikasi dengan rekannya yang berada sejauh 500 km sampai dengan 3000 km. Microwave. Rentang frekuensinya dimulai dari 900 MHz keatas. Frekuensi ini dipakai untuk komunikasi data menggunakna radio dengan kecepatan tinggi mulai dari 2 Mbit/s.

Hubungan frekuensi dengan panjang gelombang dinyatakan sebagai dimana c adalah kecepatan cahaya = 300 km per detik.

Modulasi
Informasi yang akan disampaikan kepada satu stasiun radio paket kepada stasiun lainnya berbentuk sinyal digital, yaitu pulsa yang menyatakan nilai 1 dan 0 . Sinyal digital ini tidak dapat ditransmisikan begitu saja menggunakan radio, karena bandwidth (lebar pita) yang dipakai oleh sinyal digital terlalu lebar. Sinyal ini harus dimodifikasi agar ia dapat ditransmisikan via radio. Modifikasi terhadap sinyal ini dinamakan modulasi. Modulasi ada dua macam, yaitu modulasi sinyal analog dan modulasi sinyal digital. Contoh modulasi sinyal analog yang sering kita jumpai adalah Frequency Modulation (FM) dan Amplitude Modulation (AM), sementara modulasi sinyal digital yang akan kita bahas adalah Amplitude Shift Keying (ASK), Phase Shift Keying (PSK), Frequency Shift Keying (FSK) dan Audio Frequency Shift Keying (AFSK). Contoh modulasi dapat dilihat pada gambar 3.

• Amplitude Shift Keying (ASK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 Volt. Sinyal ini yang kemudian digunakan untuk menyala-mati-kan pemancar, kira-kira mirip sinyal morse. • Phase Shift Keying (PSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula (misalnya tegangan 1 Volt dengan beda fasa 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fasa yang berbeda (misalnya beda fasa 180 derajat). Tentunya pada teknik-teknik yang lebih rumit, kita bisa melakukan modulasi dengan perbedaan fasa yang lebih banyak lagi. • Frequency Shift Keying (FSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu (misalnya f1 = 1200 Hz), sementara sinyal digital 0 dinyatakan sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2 = 2200 Hz). Sama seperti modulasi fasa, pada modulasi frekuensi yang lebih rumit dapat dilakukan pada beberapa frekuensi sekaligus dengan cara ini pengiriman data menjadi lebih effisien.

AX.25
Di dalam komunikasi data, harus ada sebuah aturan terdefinisi yang harus diikuti oleh semua pihak yang ingin berkomunikasi. Di dalam komunikasi data menggunakan radio ini, telah didefinisikan sebuah tata cara komunikasi yang dikenal sebagai protokol AX.25. Protokol ini merupakan modifikasi dari protokol komunikasi data lainnya, yaitu X.25. Dengan adanya protokol AX.25, di dalam satu frekuensi yang dipakai bisa digunakan oleh beberapa pihak dalam satu waktu untuk berkomunikasi secara bergantian. Dalam

waktu yang sama, pada satu frekuensi mungkin ada lebih dari dua stasiun yang dapat bekerja sekaligus dan mengirimkan data secara simultan tanpa mengganggu satu sama lain. Tentunya AX.25 bukan satu-satu protokol yang dapat digunakan untuk komunikasi data menggunakan radio, ada beberapa protokol lain yang dapat digunakan. Beberapa di antara-nya adalah ARQ atau AMTOR yang umumnya digunakan pada radio HF pada kecepatan rendah untuk meningkatkan reliabilitas pengirimkan data. Pada band-band 2.4GHz, 5.6GHz & 10GHz umumnya digunakan protokol IEEE 802.11 dengan akses CDMA untuk transmisi data kecepatan tinggi antara 2 s/d 11 Mbps. Teknologi ini dikenal sebagai teknologi WaveLAN dan saat ini banyak digunakan di jaringan pendidikan di Indonesia.

CSMA/CD
Paket radio yang menggunakan protokol AX.25 umumnya menggunakan metoda transmisi radio yang bersifat Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection (CSMA/CD). Kata ini memiliki tiga maksud. Carrier Sense artinya adalah apabila suatu stasiun akan memancarkan data di satu frekuensi, ia harus menunggu kanal frekuensi itu tidak sedang digunakan oleh stasiun yang lain.Multiple Access artinya adalah satu kanal frekuensi ini dapat dipakai oleh beberapa stasiun secara bergantian. Collision Detection artinya jika kebetulan ada dua stasiun yang memancarkan data di frekuensi secara bersamaan, kedua stasiun tadi akan mendeteksi adanya tubrukan / collision, dan kedua stasiun tadi akan berhenti memancarkan data. Kedua stasiun tadi akan menunggu dalam waktu yang acak (mereka menggunakan timer mereka sendiri-sendiri) untuk memancarkan data kembali. Metoda ini menjelaskan mengapa gangguan-gangguan seperti pemancar liar atau jamming tidak akan merusak data, namun hanya mengakibatkan data gagal disampaikan, dan kemudian data yang gagal disampaikan tadi akan dikirim kembali.

TCP/IP
Protokol AX.25 yang mengatur komunikasi data antara dua stasiun yang menggunakan frekuensi yang sama. Protokol selanjutnya akan akan memegang peranan sangat penting adalah protokol TCP/IP. TCP/IP adalah protokol yang digunakan dalam komunikasi data di Internet. TCP/IP merupakan sekumpulan protokol, dan TCP/IP dinamakan demikian berdasarkan nama dua buah protokol yang paling penting, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol). Dengan menggunakan protokol ini, jaringan paket radio dapat berhubungan dengan semua host-host yang ada di Internet dan menjalankan layanan Internet yang sama, seperti E-mail, File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Newsgroup, dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful