1 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE

)
KATA PENGANTAR

Assalamua’laikum Wr.Wb. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan nikmat sehat dan waktu yang bermanfaat. Di semester VI (Enam) ini
khusus nya untuk mata kuliah Teknologi Bangunan Bertingkat Tinggi, kami
mendapatkan suatu tantangan dari dosen pembimbing untuk menganalisa bangunan
“High Rise Building” yang memiliki fungsi bermacam-macam (Mixed Use). Adapun
data-data yang harus di cari berupa denah, tampak, potongan, dan konstruksi dari
bangunan yang di analisa, serta data – data lain yang mendukung analisa bangunan
tersebut.
Mixed use merupakan satu perkembangan dalam menyelesaikan masalah yang
sering terjadi di perkotaan. Seperti ; Peningkatan jumlah penduduk, Lahan semakin
mahal, Banyak bangunan telah berdiri, Kemacetan yang terjadi karena pekerja
memiliki dan bekerja ditempat yang relatif jauh dari tempat tinggal, dan lain – lain.
Berawal dari daratan Amerika, konsep Mixed Use atau penggabungan fungsi
bangunan kini telah diadopsi oleh banyak dan hampir seluruh negara di Dunia yang
merancang dan menginginkan kemajuan dari segi infrastruktur untuk menunjang
kehidupan yang di impikan.
Termasuk Indonesia yang menerapkan kopsep Mixed use tersebut diatas didalam
pengembangan infrastruktur atau bangunan – bangunan yang dapat menunjang
aktivitas manusia. Khususnya di Jakarta, saat ini sudah banyak bangunan –
bangunan dengan konsep Mixed Use yang didirikan. Tentu hal ini mendapatkan
respon yang positif dari masyarakat, pemerintah dan swasta. Masyarakat sebagai
pengguna (konsumen), pemerintah sebagai penyedia dan swasta sebagai investor.








2 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Definisi Bangunan Bertingkat Tinggi
Banyaknya bangunan modern didirikan di kota-kota besar, namun dengan makin
langka dan mahalnya lahan di kota besar, maka mendirikan bangunan bertingkat
tinggi itu alternatif karena banyaknya pertambahan permintaan dan meningkatnya
kebutuhan akan ruang untuk melakukan aktivitas, baik berupa tempat kerja, hiburan
maupun hunian. Sistem struktur bangunan tinggi harus mampu memikul beban
gravitasi, beban angin dan goncangan akibat gempa bumi. Sistem mekanikal dan
elektrikal meliputi trsanportasi vertical, sitem tata udara, penanggulangan dan
pencegahan bahaya kebakaran, system perlistrikan, dan sistem pemipaan, (baik itu
distribusi air bersih maupun pembuangan dan pengolahan limbah/air kotor) perlu
diperimbangkan secara komperhensif.
Para insiyur sipil berpendapat, bahwa bangunan tinggi didefinisikan karena
ketinggiannya sehingga terpengaruh oleh gaya lateral yang disebabkan oleh gaya
angin atau reaksi gempa ke suatu tingkat tertentu yang merupakan suatu aturan
terpenting dalam desain struktur. Bangunan tingkat tinggi adalah berkisar antara
kurang dari 10 lantai hingga lebih dari 100 lantai.

1.2. Load action
1. Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara berlahan-lahan pada struktur
dan mempunya karakter steady-state.
Gaya-gaya statis:
a. beban mati
b. beban hidup
c. beban akibat penurunan atau efek termal
2. Gaya dinamis adalah gaya yang bersosilisasi merata atau tak
beraturan(menerus) dan pengaruh yang kuat(impack)
Gaya-gaya dinamis:
a. Beban angin
b. gempa



3 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
1.3. Lateral Stability
a. Shear Wall b. Braced Frame c. Rigid Frame








1.4. Vertikal & Horizontal Subsystem
Three Basic Type of Vertikal
a. Wall: Solid Truss







b. Shafts (walls can be solid or trussed)
c. Rigid frame require stiff column conectors)



4 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)



Many Verttikal Shcemes Possible by Combining the four Basic Subsystem Type





5 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
Rough Aproximation of Load,Moments, and Resistance stress in Tube Structure

a. Joist and Grider Subsystem

b. Waffle Subsystem









c. One-Way slab and Beam Behavior


6 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)





d. Two –Way slab and Beam Action



7 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)

Dealing With the Problem of Punching Shear Resistance
a. Local Thickening of Slab Material Help



b. Flat slab on Column



c. Beams Over Colums


d. affle Panel Filled in


8 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)

1.5. Type Structure
2. Braced frame dan Moment Resisting frame System
Pengaturan yang normal seperti pertemuan planar dalam arah orthogonal untuk
menciptakan planars frames or tube frame system.
System kekutan menhan gaya lateral
a. Braced frame (shear truss or vertikal truss)
b. Frame penhan moment(momen frame or rigid frame)
3. Shear Wall
Dinding samping yang berfungsi sebagai pengaku penerus sampe pondasi dan
untuk memperkaku seluruh bangunan untuk menhan gaya lateral.
Penempatan dinding Shear Wall:
a. Eksterior dan interior
b. Core
4. Core dan Outrigger System
Suatu system yang terdiri atas core sebagai inti bangunan yang bersifat
struktural dan outrigger dipasang pada tiap-tiap lantai dan mempunyai hubungan
langsung dengan core, di samping itu juga untuk memperkecil ukuran kolom.
5. Tubular System
System bangunan tinggi yang menggunakan kolom-kolom hanya pada sisi luar
bangunan yang jarak antara kolom sangat dekat.
Jenis-jenis Tubular Sistem
a. Frame Tube


9 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
System ini berupa dinding eksterior bangunan yang terdiri dari balok dan kolom
persegi rapat dan disambung secara kaku, menahan gaya lateral melalui aksi
tabung kantilever tanpa mengunakan pengaku interior.
b. Trussed Tube
1) Tabung Rangka Diagonal
Mengunakan diagonal dalam grid kolom dan balok pengikat menghasilkan
serupa dinding terhadap beban lateral.
2) Tabung Latiffical truss
Diagonal yang disusun rapat tanpa kolom vertical yang merupakan kolom
miring dan menstabilkan struktur terhadap angin.
c. Bundled Tube
Merupakan susunan dari tabung-tabung individual.
6. Hybrid System
Penggabungn system dan bahan material unutk menjadikan suatu system struktur
lebih fleksibel di dalam penggunaan dan karakter serta pelaksanaannya.
Sistem-sistem struktur bangunan bertingkat tinggi:


2. Substucture
Deep foundation
SUB SRUCTURE (SISTEM PONDASI)
Pondasi adalah bagian bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan beban kedalam
tanah.
Ada beberapa pengertian pondasi yaitu:


10 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
1. Suatu konstruksi bangunan yang menghubungkan bangunan tersebut dengan
tanah,dimana tanah harus menerima beban dari bangunan tersebut (beban mati
dan beban hidup) dan tugas pondasi untuk membagi beban itu sehingga tekanan
tanah yang di ijinkan (daya dukung) tidak terlewati.
2. Konstruksi yang di perhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin
kestabian bangunan terhadap berat sendiri dan menghindari penurunan
bangunan yang tidak merata.

Dapat disimpulkan.pengertian pondasi adalah : Bagian dari elemen bangunan yang
berfunsi meletakkan dan meluruskan beban ke dasar tanah yang kuat mengibangi dan
medukung (merspon) serta dapat menjamin kestabilan bangunan,paling tidak terhadap
beratnya sendiri,bebn yang bekerja serta beban gempa.
Beban yang Bekerja Pada Pondasi
Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan menjadi:
 Beban Horizontal/Beban Geser, contohnya beban akibat gaya tekan tanah,
transfer beban akibat gaya angin pada dinding.
 Beban Vertikal/Beban Tekan dan Beban Tarik, contohnya:
– Beban Mati, contoh berat sendiri bangunan
– Beban Hidup, contoh beban penghuni, air hujan dan salju
– Gaya Gempa
– Gaya Angkat Air (eng: Lifting Force, de: Auftriebskraft)
 Momen
 Torsi






11 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
Dibawah ini adalah pemilihan jenis dan bahan pondasi dan sistem kerja pondasi.

Jenis-Jenis Pondasi
Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis:
1. Pondasi Dangkal (eng: Shallow Foundation, de: Flach- und Flächengründungen),
di dalamnya terdiri dari:
– Pondasi Setempat (eng: Single Footing, de: Einzelfundament)
– Pondasi Menerus (eng: Continuous Footing, de: Streifenfundament)
– Pondasi Pelat / Rakit (eng: Plate / Raft Foundation, de:Plattenfundament)
2. Pondasi Dalam (eng: Deep Foundation, de: Tiefgründungen), contohnya: tiang
pancang (driven pile) dan pondasi bor (drilled piers
3. Kombinasi Pondasi Pelat dan Tiang Pancang / Pondasi Rakit-Tiang (eng:
Combination of Plate-Pile Foundation / Piled Raft Foundation / Raft-Pile
Foundation, de: Kombinierte Platten-Pfahlgründungen-KPP)
Dalam mendesain pondasi untuk struktur seperti bangunan, jembatan, dan waduk,
diperlukan faktor-faktor seperti:


12 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
 beban yang akan disalurkan struktur atas ke sistem pondasi,
 standar kode perencanaan setempat,
 perilaku dan deformasi akibat tegangan yang terjadi pada tanah yang menahan
sistem pondasi, dan
 kondisi geologi dari tanah bersangkutan. Dua faktor yang disebutkan terakhir
sangat krusial bagi seorang insinyur yang menangani pondasi bersangkutan
karena menyangkut mekanika tanah.
Parameter-parameter tanah yang dibutuhkan seperti distribusi ukuran butir tanah,
plastisitas, kemampatan tanah, dan kuat geser dihasilkan dari tes laboratorium.
Parameter lainnya harus dicari di lokasi asalnya untuk menghindari rusaknya contoh
tanah yang akan dipakai.
Dalam menentukan tipe pondasi, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah beban struktur
atas, kondisi lapisan tanah bawah, dan toleransi penurunan ketinggian tanah
bersangkutan. Secara garis besar, tipe pondasi dibagi menjadi 2 kategori besar, yaitu
pondasi dangkal (shallow foundations) dan pondasi dalam (deep foundations).
Pada bangunan bertingkat tinggi menggunakan jenis pondasi dalam, di antaranya
adalah.
Pondasi Tiang Pancang
Pondasi dalam yang paling umum digunakan adalah pondasi tiang pancang (driven
pile). Fungsi utama yang dimiliki pondasi dalam adalah meneruskan beban dari struktur
atas ke lapisan tanah dibawahnya. Pondasi tersebut akan dipancang ke tanah sampai
pada kedalaman tertentu dimana seluruh tanah telah mampu untuk menerima beban
yang ada. Akan tetapi, kondisi tanah yang bervariasi menyebabkan pondasi diharuskan
dapat bekerja dengan semestinya. Jika pondasi driven pile pancang pada tanah yang
memiliki kondisi kurang baik namun ujung pondasi driven pile tersebut mampu
menembus sebagian segmen tanah dengan kapasitas daya dukung tanah yang bagus
(lapisan tanah keras), maka pondasi tersebut dinamakan bearing pile. Jika sebaliknya,
ujung pondasi driven pile tersebut tidak mencapai segmen tanah dengan kapasitas


13 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
daya dukung tanah yang bagus, hanya mengandalkan kekuatan pada gesekan antara
tanah dan sisi driven pile, maka pondasi driven pile tersebut dinamakan friction pile.
Seringkali kapasitas pembebanan akibat gaya aksial pada pondasi driven pile
merupakan kombinasi dari keduanya, daya tahan ujung dan gesekan kulit pondasi
driven pile dengan tanah.
Fungsi lain dari pondasi driven pile adalah untuk menahan momen akibat gaya lateral
seperti beban angin dan gempa. Apabila momen maksimal pada pondasi driven pile
tunggal lebih besar dari kapasitasnya, maka perlu adanya solusi perkuatan pondasi
dalam konfigurasi group-pile. Di luar hal tersebut, setiap pondasi yang akan dibangun
tidak diizinkan mengalami keruntuhan geser dan deformasi yang berlebihan.

Pondasi Bor
Bore pile adalah pondasi yang kedalamannya lebih dari 2meter.Digunakan untuk
pondasi bangunan – bangunan tinggi.Sebelum memasang bore pile, permukaan tanah
diborter lebih dahulu dengan menggunakan mesin bor. Hinggamenemukan daya
dukung tanah yang sangat kuat untuk menopang pondasi.Setelah itu tulang besi
dimasukan kedalampermukaaan tanah yang telah dibor, kemudian dicor
denganbeton.Pondasi ini berdiameter 20 Cm keatas.Dan biasanya pondasiini terdiri dari
2 atau lebih yang diatasnya terdapat pile cap.



14 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)



a. Tiang bor (D 240-2400mm)


3. Utility
a. R.Lingkup Elektrikal


15 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
 Instalasi listrik
 Instalasi system telepon
 Isntalasi system alarm kebakaran
 Isntalasi sound system
 Isntalasi system control peralatan
b. R. Lingkup Mekanikal
 Isntalasi plumbing dan sanitasi
 Isntalasi system AC
 Isntalasi pemadam kebakaran
 Isntalasi transportasi dalam bangunan (conveyor, escalator, elevator)
 Landasan Helikopter
 Alat pembersih luar gedung
 Isntalasi genset emergency

Didalam perancangan, jalur instalasi sering ditempatkan pada satu zona
dengan jalur sirkulasi, baik yang berada dalam jalur vertical maupun yang berada
dalam jalur horizontal. Pada lajur vertical yang ditempatkan pada satu zona
disebut core, dan pada zona horizontal sering kita lihat berada dalam sejalan
dengan jalur-jalur koridor yang menjalar didalam bangunan yang bersangkutan.





16 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
1.6. Mekanikal Dalam Posisi Lantai

1. Ruang Equipment Bawah
 Ruang ME
 Ruang Bahan bakar
 Alternative ruang chiller
 Alternative ruang fan room

2. Element Typical pada Core
 Supply udara dan aliran balik vrtikal
 Jalur cairan
 Jalur pipa plambinmg


3. Ruang Equipment Atas
 Cooling tower
 Chller equipment
 Central fan room
 Tangki air
 Rumah lft

1. Sistem elektrikal
Bangunan 10 lantai menggunakan energi yang besar. Sumber energi pada umumnya
adalah melalui PLN ataumelalui generator. Oleh karena itu dibutuhkan ruangan panel
untuk menampung panel listrik utama danmeterannya, genset dan kelengkapannya,
termasuk ruang teknisinya. Setiap lantai sebaiknya diberi ruangelektrikal yang berisi
panel-panel pembagi untuk ruangan di lantai tersebut. Ruangan sebaiknya tidak
diaksesuntuk umum karena sifatnya servis. Sebisanya, manfaatkan sistem alami untuk
mengurangi penggunaan energilistrik berlebihan. Sebisanya pisahkan panel untuk
kebutuhan pencahayaan, kebutuhan peralatan/mesin besar,dan kebutuhan lingkungan.


17 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
2. Sistem mekanikal
Yang dimaksud sistem mekanikal disini adalah sistem penghawaan AC, air bersih, air
kotor, air limbah dan air buangan.
a. Air Conditioning (AC)
Ada 2 sistem, yaitu :1) Sentral, yaitu menggunakan Chiller, AHU, Ducting, FCU,
Cooling Tower (utk sistem water to water). Sistem ini berguna untuk bangunan-
bangunan besar seperti kantor dan mall.2) Split, yaitu yang menggunakan indoor unit
dan outdoor unit (seperti AC rumah biasa). Sistem ini cocok untuk bangunan seperti
apartemen dan hotel.
b. Air Bersih
Sumber air adalah berasal dari PAM, atau menggunakan sumur dalam, yang kemudian
ditampung dalamreservoir atau tanki. Tanki ini bisa diletakkan di atas atau di bawah,
atau di keduanya. Ada dua sistem distribusi yang digunakan untuk air bersih, yaitu :1)
Sistem Up Feed yaitu air dipompakan dari bawah ke outlet air.2) Sistem Down Feed
yaitu air dipompakan dari bawah ke reservoir atas, untuk kemudian disalurkan ke outlet
air secara gravitasi.Kebutuhan pompa akan tergantung dari tinggi/jarak dari sumber
penampungan air di bawah ke sumberpenampungan air di atas / outlet air.Pipa untuk
air bersih biasanya di cat biru.
c. Sistem Air Kotor
Sumber air kotor kita kenal dengan toilet, dimana limbah padat dari toilet yang harus
dikeluarkan menuju septictank.Panduannya adalah usahakan toilet selalu dalam posisi
yang sama tiap lantainya, agar tidak terjadi pembelokanpipa yang bisa berakibat
kebocoran. Selain itu harus ditambahkan pipa pembuangan gas agar tidak
terjadidesakan gas dari sumber ke septic tank yang dapat menimbulkan resiko septic
tank meledak karena penuh gas.Pipa untuk air kotor biasanya di cat hitam.
d. Sistem air limbah


18 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
Air limbah juga biasa dikenal dengan grey water. Biasanya grey water akan disaring
sebelum dikeluarkan ketempat pembuangan akhirnya. Hal ini dilakukan agar tidak
mencemari lingkungan.
e. Sistem air buangan/limpasan
Biasanya air buangan/limpasan ini adalah untuk pembuangan air hujan yang jatuh di
atap bangunan. Air inisebaiknya ditampung untuk cadangan air bangunan, Kalaupun
mau dibuang, bisa langsung dibuang ke riol atau

saluran terbuka karena pada dasarnya air ini masih bersih. Yang perlu diperhatikan
adalah saluran untuk air buangan/limpasan ini harus cepat tersalurkan ke bawah,
karena kalau volume nya besar akan menimbulkan beban bagi bangunan.
3. Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Pada dasarnya ada .... hal yang harus diperhatikan dalam penanggulangan bahaya
kebakaran, yaitu :
a. Deteksi
, bisa menggunakan smoke detector atau fire detector
b. Pemadaman
, biasanya dengan tabung pemadam atau dengan sprinkler dan hydrant
c. Evakuasi
, biasanya dengan tangga darurat dan koridor dengan hydrant
4. Sistem transportasi
Untuk bangunan 10 lantai, tentu saja dibutuhkan lift. Sebaiknya menggunakan lift yang
disesuaikan dengankebutuhan pengguna, supaya tidak boros energi karena lift
menggunakan listrik yang besar. Selain itu lift jugadisarankan dibuat zona-zona dan


19 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
dibuat lift express (yang hanya singgah di lantai-lantai tertentu).Selain itu tangga darurat
juga dibutuhkan, hal ini sama dengan evakuasi untuk bahaya kebakaran.
Tanggadarurat sebaiknya langsung mengarah keluar bangunan.Selain lift dan tangga,
ada juga tangga berjalan (eskalator) maupun ramp (lantai datar yang miring), atau
punconveyor (semacam ramp tapi mekanis).
5. Sistem Telekomunikasi
Bangunan 10 lantai tentu membutuhkan sistem komunikasi internal agar bisa
menghemat biaya. sistem iniseperti jaringan telepon, interkom, internet, dan tata suara.
Ruangan komunikasi sebaiknya diletakkan di lantaisatu. Tersedia shaft tersendiri yang
terpisah dari shaft elektrikal dan mekanikal untuk sistem ini.
Materi Referensi :
198x, Poerbo, Hartono, Utilitas Bangunan, Penerbit Djambatan, Jakarta200x, Suwana,
Jimmy. S, Sistem Bangunan Tinggi, Penerbit Erlangga,
Jakartahttp://masisnanto.blogdetik.com/2008/12/29/ac-central-air-water-system/#more-
45













20 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)

BAB II
TINJAUAN

2.1. The Belleza Permata Hijau

The Bellezza merupakan salah satu icon apartemen yang besar di daerah permata
hijau. Apartemen yang dibangun diatas lahan seluas 3,2 ha ini tidak berfungsi sebagai
pusat hunian, tapi juga sebagai pusat perbelanjaan, perkantoran, dan pusat hiburan /
rekreasi.
The Belleza mempunyai tema yaitu “5 IN 1 LIVING COMMUNITY” yang merupakan 5
fasilitas dalam 1 kawasan.


21 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
1. Hotel berbintang
2. Office building
3. Shopping arcade
4. Sarana hiburan
5. Rekreasi

THE BELLEZZA ini berada dilokasi yang sangat strategis, Jalan Arteri Pondok Indah.
The Bellezza for middle income (berpenghasilan lebih) / kalangan menengah keatas
khususnya bagi masyarakat ibu kota jakarta.


A. Data & Analisis Bangunan

Tower office the belleza memiliki 24 floor, dengan podium mall 4 floor. Bergaya
arsitektur Roma, The Belezza di Permata Hijau, Jakarta Barat, merupakan kawasan 5
in 1: apartemen, service residences (hotel), perkantoran, pusat perberlanjaan, dan
perkantoran. Bangunannya sendiri terdiri dari 4 tower dengan ketinggian 24 lantai. Milik
PT Sumber Daya Nusaphala, anak perusahaan Gapura Prima Group, kompleks ini
dikerjakan pembangunannya oleh PT Pembangunan Perumahan(persero).

Selain terkenal berkat Bellezza Shopping Arcade-nya, kompleks ini juga terbilang
ekslusif karena jumlah apartemennya yang terbatas. Setiap lantai di tiga menara
apartemennya hanya diperuntukkan untuk satu apartemen. Dinamai Cassa de Belleza,
apartemen ini serasa rumah tinggal dengan banyak kamar tidur, seperti halnya rumah
di atas tanah.


Gapura Prima Group, selain memiliki The Belleza, juga jadi pemilik apartemen The
Bellagio (Mega Kuningan), Belmont Residen (Kebun Jeruk), Apartemen Kebagusan, the
Eastern (Bekasi Timur), dan CBD Serpong. Di dunia mall, Gapura Prima Group punya
Bandung Trade Center dan Bekasi Trade Center.


22 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)





















1. Konstruksi/ Material
Beberapa bangunan tinggi menggunakan inti dan rangka. Dari segi perilaku denah ini
diterapkan untuk memuaskan sistem plat datar atau dinding rangka geser bersama belt
trusses. Inti dapat terbuat dari beton , baja atau konbinasi antara betoin dan baja.
Keuntungan inti baja, dalam perakitan lebih cepat karena pabrikasi. Sedangkan inti dari
beton menghasilkan ruang yang sekaligus memikul beban. Juga dapat dipakai untuk
perlindungan saat kebakaran.

"Shear wall" itu nama istilah teknis utk menyebut dinding geser (shear=geser) yaitu bagian dinding
yang di cor dengan beton/semen bukan ditutup dengan pasangan bata, ruang yg pakai dinding sperti
itu adalah CORE atau inti bangunan highrise dimana terletak sarana transportasi vertikal (elevator/lift,
tangga) dan juga jaringan utilitas.

Lantai 24
Office tower
Mall
D
e
n
a
h

k
a
n
t
o
r
Core


23 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
Beton adalah material konstruksi yang banyak dipakai di Indonesia, jika dibandingkan
dengan material lain seperti kayu dan baja. Hal ini bias dimaklumi, karena bahan-bahan
pembentukannya mudah terdapat di Indonesia, cukup awet, mudah dibentuk dan
harganya relative terjangkau. Ada beberapa aswpek yang dapat menjadi perhatian
dalan system beton konvensional, antara lain waktu pelaksanaan yang lama dan
kurang bersih, control kualitas yang sulit ditingkatkan serta bahan-bahan dasar cetakan
dari kayu dan triplek yang semakin lama semakin mahal dan langka.

Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di
era millennium baru ini. Pada dasarnya system ini melakukan pengecoran komponen di
tempat khusus di permukaan tanah (fabrikasi), lalu dibawa ke lokasi (transportasi )
untuk disusun menjadi suatu struktur utuh (ereksi).





















24 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)



2. Sistem Struktur
Struktur bangunan The Bellezza terdiri dari dua fungsi bangunan yang menjadi satu.
Bangunan mall memiliki 4 lantai dan 2 lantai basement dan Bangunan kantor memiliki 2
lantai dengan sistem portal dan rangka pemikul beban lateral (shear wall dan core
wall) atau bisa dibilang Sistem Ganda Beton Bertulang, ini merupakan sistem
struktur vertikal. Serta sistem struktur horisontal nya adalah sistem pelat flat slab.

Sistem Ganda Beton Bertulang Menurut Anonim (2002), gabungan sistem antara portal
dan dinding geser disebut sebagai sistem ganda. Sistem ganda akan memberikan
bangunan kemampuan menahan beban yang lebih baik, terutama terhadap beban
gempa.
Berdasarkan SNI 03 – 1726 – 2002 sistem ganda terdiri dari :
a. Rangka ruang yang memikul seluruh beban gravitasi,
b. Pemikul beban lateral berupa dinding geser atau rangka bresing dengan rangka
pemikul momen. Rangka pemikul momen harus direncanakan secara terpisah mampu
memikul sekurang – kurangnya 25 % dari seluruh beban lateral,
c. Kedua sistem harus direncanakan untuk memikul secara bersama – sama seluruh
beban lateral dengan memperhatikan interaksi / sistem ganda.

Portal adalah suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian struktur yang saling
berhubungan yang berfungsi menahan beban sebagai suatu kesatuan lengkap yang
berdiri sendiri dengan atau tanpa dibantu oleh diafragma-diafragma horisontal atau
sistem-sistem lantai.
Shear Wall adalah jenis struktur dinding yang berbentuk beton bertulang yang biasanya
dirancang untuk menahan geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Dengan adanya
Shear Wall / dinding geser yang kaku pada bangunan, sebagian besar beban gempa
akan terserap oleh dinding geser tersebut.


25 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)

Berdasarkan letak dan fungsinya, shear wall / dinding geser dapat diklasifikasikan
dalam 3 jenis yaitu :
1. Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besar beban
gravitasi. Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisi antar apartemen
yang berdekatan.
2. Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimana beban
gravitasi berasal dari frame beton bertulang. Tembok-tembok ini dibangun diantara
baris kolom.
3. Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusat dalam
gedung, yang biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang terletak di kawasan
inti pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihan ekonomis.














Sistem struktur
vertikal adalah portal
Sistem
struktur
horisontal
adalah flat
slab
Shear Wall Portal Flat Slab


26 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)
B. Kesimpulan Bangunan

1. The Bellezza Permata Hijau
 Bangunan kantor 24 lantai
 Sub System Struktur Vertikal : Core Inti (Shear Wall)
 Sub System Struktur Horizontal : Portal inti (Rigid Frame), Flat Slab
 Konstruksi/ Material : Beton Bertulang

2. Struktur

- Exterior struktur
Exterior struktur adalah rigid frame dengan grid berbentuk portal inti yang berbentuk
grid yang mempunyai panjang bentangan maksimal 8 m. Berbentuk persegi yang
dicetak dari tulangan. Grid menghubungkan antara lantai, balok, dan kolom pada
bangunan ini.

- Interior struktur .
Interior struktur adalah system struktur shear wall . atau yang di sebut dinding pemikul
yang terletak di bagian core.

- Horizontal struktur
Horizontal struktur adalah Flat Slab. Yaitu pelat dua arah dengan panel-panel interior
tanpa tumpuan di tepinya dan biasanya menggunakan capital column atau drop panel.
Sedangkan, jika tidak menggunakan capital column atau drop panel, biasa disebut flat
plate.













27 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)

Exterior struktur rigid
frame dengan portal
inti
Interior struktur portal inti
dan shear wall pada core


28 HIGH RISE BUILDING (MIXED USE)