Bab II

Diagnosa

QUOTES:
“ Diagnosa adalah hasil
proses analisa dari hasil
pengkajian...”
”Temukan dulu datanya, baru
tentukan diagnosanya, jangan
dibalik…”
”Data subyektif dan data
obyektif alat untuk
menegakkan diagnosa...”
”Diagnosa keperawatan
adalah berdasar pada respon
pasien yang muncul atau
potensial muncul....”
”Diagnosa yang sesuai akan
membuat kita memahami
tujuan (outcomes) yang sesuai
dan intervensi yang tepat
untuk masalah keperawatan
pasien...”
www.perawatpintar.web.id
Pusat Informasi Keperawatan dan
Kesehatan, Download ebook,
video, software/aplikasi
keperawatan gratis.
Diagnosa inilah yang kadang membuat kita bingung dalam aplikasi sehari-hari. Diagnosa
keperawatan harus kita lihat dari hasil pengkajian jangan sampai muncul diagnosa siluman yaitu
diagnosa dimana tidak ada data objektif maupun subyektif namun muncul diagnosanya. Inilah
hal yang sering saya temui saat praktek mahasiswa dulu bahkan yang paling parah adalah saat
ada yang membuat diagnosa dulu baru mencari datanya (dipas-paske jawanya-red)
Dari hasil pengkajian kita, lihat domain yang mengalami gangguan atau masalah. Di NANDA
ada 13 domain dimana tiap domain memiliki kelas sehingga dalam penentuan diagnosa kita lihat
domain yang mengalami masalah lalu kita lihat kelas lalu diagnosa yang sesuai.
Bagan domain dan kelas pada Taxonomy NANDA
”Penegakan diagnosa harus berdasar data”
Diagnosa dapat kita angkat bila definisi dan batasan karakteristik sesuai dengan data yang kita
dapatkan. Inilah pentingnya kita melakukan pengkajian dan mengumpulkan data saat pengkajian
agar diagnosa sesuai dengan masalah pasien. Diagnosa yang sesuai akan membuat kita
memahami tujuan (outcomes) yang sesuai dan intervensi yang tepat untuk masalah keperawatan
klien.
Untuk memahami penjelasan saya, mari kita lihat contoh salah satu kasus yang pernah saya
temui di RS :
Maka jika melihat data diatas kita akan berpikir, ”kelebihan cairan” trus langsung buka NANDA
kelebihan cairan. Itu kalau mudah menentukannya kalau datanya susah bagaimana? Ini adalah
panduan untuk mendiagnosa secara tepat. Nah, seiring berjalannya waktu biasanya kita akan
melakukan otomatisasi. Cara yang tepat adalah :
1. Pilih domain dan kelas yang tepat
Pada pasien ini yang mengalami edema bisa karena cairan yang masuk banyak maka
domain nutrisi kelas hidrasi mungkin karena edema berkaitan dengan cairan.
DS :
Klien mengatakan kakinya bengkak dua-duanya
DO :
Edema di ekstremitas bawah, nafas 30 kali per menit, tekanan darah 160/100mmHg
atau karena pengeluaran cairan yang tidak adekuat bisa juga di domain eliminasi di kelas
urinari atau integumentari
Lalu saya buka lanjutan taxonomi untuk melihat diagnosis yang ada dan menurut ilmu
patofisiologi yang saya pelajari dan kesesuaian dengan data yang saya dapatkan. Untuk
domain eliminasi saya hilangkan karena pasien dari hasil pengkajian tidak ada masalah
BAB maupun BAK serta tidak ada luka bakar yang ekstrem pasien didiagnosis medis
CHF. Setelah itu saya lihat di Nutrisi kelas hidrasi ada diagnosis yang cocok yaitu
”Kelebihan Volume Cairan (Excess fluid volume)”
2. Buka domain dan diagnosa yang dimaksud lalu cocokkan definisi diagnosa, batasan
karakteristik serta faktor yang berhubungan dengan data yang anda dapatkan dari klien.
Di NANDA yang 2009-2011 sudah diklasifikan dalam domain sehingga memudahkan
kita dalam mencari diagnosa. Cari dalam kelompok domain 2 lalu buka ”Kelebihan
Volume Cairan” .
SELAMAT!! Anda sudah selesai belajar dalam menentukan diagnosa keperawatan pada
pasien.
Kelebihan Volume Cairan
Definisi : Retensi cairan isotomik meningkat
Batasan karakteristik : (saya ambil yang sesuai data yang saya dapatkan)
- Anasarka
- Perubahan tekanan darah
- Perubahan rate nafas
- Edema
Faktor-faktor yang berhubungan : (saya ambil yang sesuai data yang saya dapatkan)
- Mekanisme pengaturan melemah