GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI DAMPAK

OBESITAS PADA KESEHATAN DI SMA MAL IAIN MEDAN
Oleh:
PUTRI AINI DAULAY
Pembimbing : Dr. Sri ir!" Ning#ih
PUSKESMAS GLUGUR DARAT
MEDAN
$%&'
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan KKS
pada Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat akultas Ked!kteran "ni#ersitas
Sumatera "tara$
Makalah yang berjudul Pen%egahan &'besitas pada 'rang De(asa
menurut )ima Tingkat Pen%egahan Publi% *ealth& ini, dalam penyelesaiannya
penulis telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak$ "ntuk itu penulis
ingin mengu%apkan terima kasih yang sebasar-besarnya terutama ke pada Ibu Sri
)estari, SP selaku pembimbing, sem!ga +llah S,T membalas segala amal
kebaikan dengan imbalan yang lebih baik$ "ntuk seluruh bantuan m!ril dan
materil yang diberikan kepada penulis selama di bangku kuliah hingga saat ini$
Penulis menyadari bah(a tulisan ini masih jauh dari sempurna$ "ntuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan
tulisan ini$ Sem!ga makalah ini memberi man-aat kepada kita semua$
Medan, Mei ./0.
Penulis,
Putri +ini Daulay
DA(TAR ISI
*alaman
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DA(TAR ISI ........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................&
0$0 )atar 1elakang $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$0
0$. Tujuan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$2
0$2 Man-aat$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$2
BAB $ TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................)
.$0 De-inisi dan Penyebab 'besitas $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$3
.$0$0 akt!r 4enetik $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$3
.$0$. akt!r lingkungan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$3
.$. Pre#alensi 'besitas $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$5
.$2 Diagn!sis 'besitas $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$6
.$3 K!mplikasi $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$7
.$3$0 Terhadap kesehatan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$7
.$3$. akt!r 8esik! Penyakit Kardi!#askular$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$7
.$3$2 Saluran Perna-asan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$0/
.$3$3 Diabetes Mellitus Tipe-.$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$0/
.$3$9 'bstrukti#e Sleep +pnea $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$0/
.$9 Penatalaksanaan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$00
.$: Pen%egahan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$0.
.$5$ Pen%egahan menurut )ima Tingkat Pen%egahan Publi%
*ealth$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$03
BAB ' KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................&*
2$0
Kesimpulan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$06
2$. Saran $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$.0
DA(TAR PUSTAKA ..........................................................................................$$
BAB &
PENDAHULUAN
&.& L"+"r Bel","ng
'besitas telah menjadi pandemi gl!bal di seluruh dunia dan dinyatakan
!leh World Health Organization ;,*'< sebagai masalah kesehatan kr!nis
terbesar pada !rang de(asa$ Pada tahun 0776 ,*' menyatakan bah(a
!besitas merupakan penyebab kematian kedua didunia setelah mer!k!k
;Must!-a, ./0/= S!egih, .//7<$
Saat ini berbagai negara di belahan dunia termasuk ind!nesia menghadapi
masalah gi>i ganda, dimana di satu sisi permasalahan gi>i buruk ? kurang
belum teratasi mun%ul permasalahan gi>i lebih yaitu 'besitas$ 1anyak dampak
yang timbul akibat adanya !besitas seperti penyakit jantung, diabetes,
hiperk!lester!l, dll$
'besitas bukan hanya mengenai !rang de(asa tetapi juga dapat terjadi
pada anak dan remaja$ 1erdasarkan penelitian Melnik, dkk 0776 pre#alensi
!besitas pada anak di Ne( Y!rk sebesar 05,6 @ 07,7A$ Demikian halnya
pre-#alensi !besitas pada anak dan remaja usia :-06 tahun di 1angk!k sebesar
03,2A ;Suttapreyasri dkk, 077/<$
1erdasarkan hasil 8iskesdas tahun ./0/ pre#alensi gi>i lebih pada
kel!mp!k usia diatas 09 tahun men%apai 07,0A, sedangkan pada remaja umur
0:-06 tahun se%ara nasi!nal yaitu 0,3A$ Pre#alensi gi>i lebih relati- lebih
tinggi pada remaja perempuan dibanding remaja laki-laki ;perempuan 0,9A,
laki-laki 0,2A<$ 1erdasarkan tempat tinggal, pre#alensi gi>i lebih pada remaja
diperk!taan lebih tinggi dibandingkan dipedesaan ;perk!taan 0,6A, pedesaan
/,7A< ;)ap!ran 8iskesdas, ./0/<$
1eberapa sur#ei yang dilakukan se%ara terpisah di beberapa k!ta besar di
Ind!nesia menunjukkan bah(a pre#alensi !besitas pada anak sek!lah dan
remaja %ukup tinggi$ Pre#alensi !besitas pada anak SD di Denpasar menurut
Padmiari ;.//.< men%apai 09,6A$ Sedangkan pada sis(a-sis(i S)TP di
Y!gyakarta menunjukkan bah(a 5,6A remaja di perk!taan dan .A di
pedesaan mengalami !besitas$ Di Bakarta, pre#alensi !besitas pada anak usia
.-9 tahun sebesar 0:,0A, di Medan kejadian !besitas pada anak SD adalah
05,59A dengan :/,9A terjadi pada anak laki-laki dan 27,9A pada anak
perempuan ;Dr!!mers et al, 0779= *adi, .//9= Sembiring T, .//5<$
'besitas merupakan penyakit multi-akt!rial disebabkan karena interaksi
antara -akt!r genetik dan -akt!r lingkungan seperti gaya hidup, perilaku
makan dan akti#itas -isik$ 'besitas disebabkan akibat ketidak seimbangan
antara asupan energi dengan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi
yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak$ akt!r--akt!r yang berpengaruh
dari asupan makanan yang menyebabkan !besitas adalah kuantitas, p!rsi
sekali makan, kepadatan energi dari makanan yang dimakan, kebiasaan makan
;Nugraha, .//7<$
Pengetahuan tentang perilaku makan yang baik merupakan salah satu
-akt!r penting yang dapat men%egah terjadinya !besitas$ 1erdasarkan uraian
tersebut, peneliti ingin meneliti bagaimana pengetahuan remaja mengenai
dampak !besitas pada kesehatan di SM+ M+) I+IN Medan$
&.$ R-m-#"n m"#"l"h
Semakin tinggi nya tingkat !besitas pada remaja yang diduga berhubungan
dengan ketidaktahuan mengenai dampak !besitas pada kesehatan serta gaya
hidup yang sehat$
&.' T-.-"n
0$2$0$ "mum C
"ntuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja SM+ M+) I+IN Medan
mengenai dampak !besitas pada kesehatan$
0$2$.$ Tujuan Khusus
"ntuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja SM+ M+) I+IN Medan
mengenai pen%egahan serta penyakit-penyakit yang dapat diakibatkan !leh
!besitas$
&.) M"n/""+
1erdasarkan tujuan maka disusun man-aat sebagai berikut C
0 Pemahaman yang didapat dari penelitian ini akan digunakan sebagai
masukan bagi Dinas Kesehatan K!ta Medan untuk meningkatkan
pr!m!si kesehatan tentang risik! terjadinya !besitas$
.$ Pemahaman mengenai makalah ini digunakan sebagai masukan bagi
pihak terkait pr!-esi maupun diluar pr!-esi dalam bidang kesehatan
untuk mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang risik!
terjadinya !besitas$
BAB $
TINJAUAN PUSTAKA
$.& Penge+"h-"n
$.&.&. De/ini#i
$ Pengetahuan adalah hasil DtahuD, dan ini terjadi setelah sese!rang melakukan
penginderaan terhadap suatu !bjek tertentu$ Penginderaan terjadi melalui pan%a
indera manusia, yakniC indera penglihatan, pendengaran, pen%iuman, rasa, dan
raba$ Sebagian besar pengetahuan manusia diper!leh melalui mata dan telinga$
Pengetahuan atau k!gniti- merupakan d!main yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan sese!rang ;overt behavior< ;N!t!atm!dj!, .//2<$
$.&.$. Pr0#e# Penge+"h-"n
Suatu perilaku yang didasarkan !leh pengetahuan akan lebih langgeng
daripada perilaku yang tidak didasari !leh pengetahuan$ *asil penelitian 8!gers
;0753< dalam N!t!atm!dj! ;.//2<, mengungkapkan bah(a sebelum !rang
mengad!psi perilaku baru ;berperilaku baru<, didalam diri !rang tersebut menjadi
pr!ses yang berurutan, yakniC
0. Awareness ;kesadaran<, dimana !rang tersebut menyadari dalam arti
mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus ;!bjek<$
.. Interest ;merasa tertarik<, dimana !rang merasa tertarik terhadap stimulus atau
!bjek tersebut$ Di sini sikap subjek sudah mulai timbul$
2. Evaluation ;menimbang-nimbang< terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut
bagi dirinya$ *al ini berarti sikap resp!nden sudah lebih baik lagi$
3. Trial, dimana subjek mulai men%!ba melakukan sesuatu sesuai dengan apa
yang dikehendaki !leh stimulus$
9. Adoption, di mana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,
kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus$
$.&.'. Ting,"+ Penge+"h-"n
Pengetahuan yang di%akup di dalam d!main k!gniti- mempunyai : tingkat,
yakni ;N!t!atm!dj!, .//2<C
0$ Tahu ;Know<
tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya$ Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat
kembali ;re%all< terhadap suatu yang spesi-ik dari seluruh bahan yang dipelajari
atau rangsangan yan telah diterima$ 'leh sebab itu, EtahuD ini merupakan tingkat
pengetahuan yang paling rendah$ Kata kerja untuk mengukur bah(a !rang tahu
tentang apa yang dipelajari antara lainC menyebutkan, menguraikan,
mende-inisikan, menyatakan, dan sebagainya$ F!nt!hC dapat menyebutkan tanda-
tanda kekurangan kal!ri dan pr!tein pada anak balita$
.$ Memahami ;Comprehension<
memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan se%ara benar
tentang !bjek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut
se%ara benar$ 'rang yang telah paham terhadap !bjek atau materi harus dapat
menjelaskan, menyebutkan %!nt!h, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya
terhadap !bjek yang dipelajari$ Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus
makan-makanan yang bergi>i$
2$ +plikasi ;Appliation<
aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada situasi atau k!ndisi riil ;sebenarnya<$ +plikasi di sini dapat
diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, met!de, prinsip, dan
sebagainya dalam k!nteks atau situasi yang lain$ Misalnya dapat menggunakan
rumus statisti% dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat
menggunakan prinsip-prinsip siklus peme%ahan masalah ;pr!blem s!l#ing %y%le<
dalam peme%ahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan$
3$ +nalisis ;Anal!sis<
analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu !bjek ke
dalam k!mp!nen-k!mp!nen, tetapi masih dalam suatu struktur !rganisasi
tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain$ Kemampuan analisis dapat
dilihat dari pengunaan kata-kata kerjaC dapat menggambarkan ;membuat bagan<,
membedakan, memisahkan, mengel!mp!kkan, dan sebagainya$
9$ Sintesis ;"!nthesis<
sintesis menunjuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru$
Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun -!rmulasi baru
dari -!rmulasi--!rmulasi yang ada$ MisalnyaC dapat menyusun, dapat
meren%anakan, dapat meringkaskan, dapat menyesuaikan, dan sebagainya,
terhadap suatu te!ri atau rumusan-rumusan yang telah ada$
:$ E#aluasi ;Evaluation<
E#aluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justi-ikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau !bjek$ Penilaian-penilaian itu berdasarkan
suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan %riteria-kriteria yang
telah ada$ MisalnyaC dapat membandingkan antara anak-anak yang %ukup gi>i
dengan anak yang kekurangan gi>i, dapat menanggapi terjadinya (abah diare di
suatu tempat, dapat mena-sirkan sebab ibu-ibu tidak mau ikut K1, dan
sebagainya$
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan (a(an%ara atau angket
yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau
resp!nden$ Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat
kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut$
'.&. De/ini#i 1"n Pen!eb"b Obe#i+"#
'besitas adalah peningkatan lemak tubuh yang berlebihan$ 'besitas
disebabkan adanya keseimbangan energi p!siti-, sebagai akibat ketidak
seimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi, sehingga terjadi
kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak$ 'besitas
merupakan penyakit multi-akt!rial yang diduga bah(a sebagian besar !besitas
disebabkan !leh karena interaksi antara -akt!r genetik dan -akt!r lingkungan,
antara lain akti#itas -isik,gaya hidup, s!sial ek!n!mi dan nutrisi!nal yaitu
perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi
;Nugraha, .//7<$
'.&.& (",+0r gene+i,
#arental $atness merupakan -akt!r genetik yang berperanan besar$1ila
kedua !rang tua !besitas, 6/A anaknya menjadi !besitas$1ila salah satu
!rang tua !besitas, kejadian !besitas menjadi 3/A dan bila kedua !rang tua
tidak !besitas, pre#alensi menjadi 03A ;Must!-a, ./0/<$
'.&.$ (",+0r ling,-ng"n
". A,+i2i+"# (i#i,
+kti#itas -isik merupakan salah satu -akt!r yang dapat meningkatkan
kebutuhan energi, sehingga apabila akti#itas -isik rendah maka
kemungkinan terjadinya !besitas akan meningkat$ Misalnya pada anak
seperti berkurangnya lapangan tempat bermain serta tersedianya hiburan
dalam bentuk game elekt!nik atau playstati!n dan t!nt!nan tele#isi
;Nugraha, .//7<$ +nak dengan IMT yang lebih tinggi menghabiskan (aktu
lebih banyak untuk akti#itas sedentaris, terutama bermain G#ide! game& ,
dibandingkan anak dengan IMT lebih rendah ;Sarah, ./02<$ Kurangnya
akti#itas -isik inilah yang menjadi penyebab !besitas karena kurangnya
pembakaran lemak dan sedikitnya energi yang dipergunakan ;Must!-a,
./0/<$
b. G"!" hi1-3
Ke%enderungan anak-anak sekarang suka makan G$ast $ood& yang
berkal!ri tinggi seperti hamburger, pi>>a, ayam g!ring dengan kentang
g!ring, es krim, aneka ma%am mie dan lain-lain ;S!etjiningsih, 0779<$ Dari
hasil suatu penelitian menunjukkan bah(a pengetahuan gi>i yang baik
belum tentu membuat subjek tidak menyukai makanan %epat saji ;Imtihani,
./02<$
4. S0#i"l e,0n0mi
Perubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan gaya hidup, p!la makan,
serta peningkatan pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah
makanan yang dik!nsumsi ;Syari-, .//2<$
1. N-+ri#i
Peranan -akt!r nutrisi dimulai sejak dalam kandungan dimana jumlah
lemak tubuh dan pertumbuhan bayi dipengaruhi berat badan ibu$Kenaikan
berat badan dan lemak anak dipengaruhi !leh (aktu pertama kali mendapat
makanan padat, asupan tinggi kal!ri dari karb!hidrat dan lemak ;Syari-,
.//2<$
Terjadinya !besitas merupakan dampak dari terjadinya kelebihan asupan
energy ;energ! inta%e< dibandingkan dengan yang diperlukan
;energ!e&penditure< !leh tubuh sehingga kelebihan asupan energi disimpan
dalam bentuk lemak ;Nugraha, .//7<$
Makanan merupakan sumber dari asupan energi$ Di dalam makanan
yang akan diubah menjadi energi adalah karb!hidrat, pr!tein dan lemak$
+pabila asupan karb!hidrat, pr!tein dan lemak berlebih, maka karb!hidrat
akan disimpan sebagai glik!gen dalam jumlah terbatas dan sisanya lemak,
pr!tein akan dibentuk sebagai pr!tein tubuh dan sisanya lemak, sedangkan
lemak akan disimpan sebagai lemak$ Tubuh memiliki kemampuan
menyimpan lemak tidak terbatas ;Nugraha, .//7<$
akt!r--akt!r yang berpengaruh dari asupan makanan yang
menyebabkan !besitas adalah kuantitas, p!rsi sekali makan, kepadatan
energi dari makanan yang dimakan, kebiasaan makan ;Nugraha, .//7<$
8egulasi dan metab!lisme di dalam tubuh terdiri dari dua -akt!r yaitu
ontroller ;!tak< dan ontrolled s!stem'nutrient partitioning yaitu !rgan lain
di luar !tak yang berperan dalam menggunakan dan menyimpan energi
seperti saluran %erna, li#er, !t!t, ginjal dan jaringan adip!sa ;Nugraha, .//7<
'tak akan menerima sinyal ;input< dari lingkungan ataupun dari dalam
tubuh sendiri dalam bentuk menghambat atau mengakti#asi m!t!r sistem
dan mem!dulasi sistem sara- dan h!rm!nal untuk men%ari atau menjauhi
makanan$ *asil ;!utput< dari sinyal yang diterima !leh !tak akan
mempengaruhi pemilihan jenis makanan, p!rsi makan, lama makan,
abs!rpsi serta metab!lisme >at gi>i di dalam tubuh$ Hat gi>i tertentu yang
se%ara khusus berpengaruh terhadap !tak untuk meningkatkan asupan
makanan adalah >at lemak ;Nugraha, .//7<
Sinyal neural dan hum!ral yang mempengaruhi !tak diantaranya berasal
dari saluran %erna$ Saluran %erna diketahui mengeluarkan beberapa peptida
yang mempengaruhi asupan makanan diantaranya adalah k!lesist!kinin,
gastrin(releasing peptide, !ksint!m!dulin, neur!medin 1 dan neur!peptida
YY2-2: yang akan mengurangi asupan makanan$ Terdapat pula h!rm!m-
h!rm!n yang mempengaruhi asupan makanan melalui rangsangan ke !tak
baik meningkatkan ataupun menurunkan yaitu n!repine-rin, ser!t!nin,
d!paminin dan histamin$ Diantaranya histamin, apabila sekresi histamin
berkurang, maka asupan makanan akan meningkat ;Nugraha, .//7<$
Peptida lain adalah leptin$ )eptin terutama disekresi !leh sel adip!siti
meskipun juga dapat dihasilkan !leh plasenta dan gaster$ )eptin akan
bekerja pada resept!r leptin di !tak yang akan menghambat pr!duksi peptide
neur!peptida Y ;NPY< dan peptide ag!uti-related ;+48P< yang merupakan
peptin yang p!ten untuk merangsang makanan$ 4angguan pada pr!duksi
leptin atau resept!rnya akan mengakibatkan keinginan makan yang
berlebihan ;Nugraha, .//7<$
'rang gemuk dapat menjadi resisten terhadap insulin, menyebabkan
penambahan insulin dalam sirkulasi$Insulin mengurangi lip!lisis dan
menambah sintesis dan ambilan lemak ;1arness dan Furran, 0777<$
'.$ Pre2"len#i Obe#i+"#
'besitas telah menjadi pandemi gl!bal di seluruh dunia dan dinyatakan
!leh World HealthOrganization ;,*'< sebagai masalah kesehatan kr!nis
terbesar pada !rang de(asa ;S!egih, .//7<$Pada tahun 0776 ,*'
menyatakan bah(a !besitas merupakan penyebab kematian kedua didunia
setelah mer!k!k ;Must!-a, ./0/<$'besitas kini bukan lagi merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang la>im ditemukan di negara-negara maju tapi telah
merambah ke negara-negara berkembang ;+risman, ./0/<$
Di +merika Serikat lebih dari 9/A !rang de(asa menderita berat badan
lebih dan !besitas ;S!egih, .//7<$ Sedangkan, pre#alensi !besitas pada anak
di Ne( Y!rk sebesar 05,6-07,7A ;Melnik et al, 0776 dalam +risman ./0/<$
Pre#alensi !besitas pada anak dan remaja usia :-06 tahun di 1angk!k sebesar
03,2A ;Suttapreyasri et al, 077/ dalam +risman ./0/<$
Pre#alensi nasi!nal anak usia sek!lah ;:-03 tahun< gemuk laki-laki adalah
7,9A sedangkan pre#alensi nasi!nal anak usia sek!lah ;:-03 tahun< gemuk
perempuan adalah :,3A$ Sebanyak 0: pr!#insi mempunyai pre#alensi anak
usia sek!lah gemuk laki-laki di atas pre#alensi n!rmal yaitu +%eh, Sumatera
"tara, Kepulauan 8iau, Bambi, Papua, Sumatera Selatan, 1engkulu, )ampung,
1angka 1elitung, DKI Bakarta, Ba(a Timur, Kalimantan 1arat, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Timur, 8iau, dan Maluku "tara$ Sedangkan pre#alensi
anak usia sek!lah perempuan di atas pre#alensi n!rmal sebanyak 05 pr!#insi
yaitu +%eh, Sumatera "tara, 8iau, Bambi, Sumatera Selatan, 1engngkulu,
)ampung, 1angka 1elitung, Kepulauan 8iau, DKI Bakarta, Baa Timur, 1ali,
Kalimantan 1arat, Kalimantan Timur, Sula(esi "tara, Maluku dan Papua
;8iskesdas, .//5<$
Di Ind!nesia khususnya di Bakarta, pre#alensi !besitas pada anak usia .-9
tahun sebesar 0:,0A ;Dr!!mers et al, 0779<$ Penelitian yang dilakukan S!egih
dkk ;.//3< pada :206 !rang pengunjung suatu lab!rat!rium dari berbagai
daerah, pekerjaan dan kel!mp!k umur ;./ sampai dengan 99 tahun< diper!leh
hasil 36,75A pria dan 3/,:9A (anita mengalami !besitas ;Nugraha, .//7<$
Penelitian epidemi!l!gi yang dilakukan di daerah sub urban di daerah
K!ja, Bakarta "tara pada tahun 076., didapatkan pre#alensi !besitas sebesar
3,.A, di daerah Kayu Putih, Bakarta Pusat, yaitu pada tahun 077., pre#alensi
!besitas men%apai 05,0A dimana pada laki-laki sebesar 0/,7A dan pada
perempuan sebesar .3,0A$ Pada penelitian epidemi!l!gi di daerah +badijaya,
Dep!k pada tahun .//0 didapatkan 36,:A, pada tahun .//. didapat 39A dan
tahun .//2 didapat 33A !rang dengan berat badan lebih dan !bes ;Sug!nd!,
.//5<
1appenas ;.//3<, mengemukakan bah(a dari 3$535 !rang sis(aIsis(i
S)TP Y!gyakarta dan .A di Kabupaten 1antul mengalami !besitas$
*asil penelitian +riani dan Sembiring ;.//5< di beberapa sek!lah dasar di
k!ta Medan, menunjukkan 05,59A sis(a-sis(i sek!lah dasar mengalami
!besitas$
'.' Di"gn0#i# 0be#i+"#
"ntuk menentukan !besitas pada anak diperlukan kriteria berdasarkan
pengukuran antr!p!metri, pada umumnya digunakanC
a$ Pengukuran berat badan ;11< dan hasilnya dibandingkan dengan standar$
Disebut!besitas bila 11 J 0./A 11 standar, sedangkan disebut
overweight bila 11 antara 00/-0./A ;Tait>, 0770 dalam *idayati et al,
.//:<
b$ Indeks Massa Tubuh ;IMT< merupakan petunjuk dasar untuk memantau
status gi>i, baik yang kekurangan berat badan maupun yang kelebihan
berat badan$ Pengukuran IMT yaitu berat badan dibagi tinggi badan
k(adrat ;dalam kil!gram per meter persegi<$ Dikatakan !besitas bila
11IT1
.
J 2/ ; FDF, ./0. <$
Kateg!ri IMT berdasarkan berat badan dibanding tinggi badan, adalah C
T"bel $.&. K"+eg0ri IMT men-r-+ -m-r 1"n .eni# ,el"min
Kateg!ri status gi>i IMT
4i>i kurang
4i>i n!rmal
4i>i lebih
'besitas
K 06,9
06,9 @ .3,7
.9 @ .7,7
J 2/
Sumber C Centers $or )isease Control and #revention *+,*
%$ Pengukuran lemak subkutan dengan mengukur s%in$old thi%ness ;tebal
lipatan kulitIT)K<$ Sebagai indikat!r !besitas bila T)K Tri%eps J
persentil ke 69 ;Suandi, ./0/<
'.) K0m3li,"#i
'.).& Terh"1"3 ,e#eh"+"n
'besitas ringan sampai sedang, m!rbiditasnya ke%il pada masa anak-
anak$ Tetapi bila !besitas masih terjadi setelah masa de(asa, maka
m!rbiditas dan m!rtalitasnya akan meningkat ;S!etjiningsih, 0779<$
'.).$ (",+0r Re#i,0 Pen!",i+ K"r1i02"#,-l"r
akt!r risik! ini meliputi peningkatan kadar insulin, trigliserida, )D)
-lowdensit! lipoprotein< k!lester!l, dan tekanan darah sist!lik serta
penurunan kadar *D) ;high densit! lipoprotein< k!lester!l ;S!etjiningsih,
./0/<$ IMT mempunyai hubungan yang kuat dengan kadar insulin$ +nak
dengan IMT J persentile ke 77, 3/A diantaranya mempunyai kadar insulin
tinggi, 09A mempunyai kadar *D)-k!lester!l yang rendah dan 22A dengan
kadar trigliserida tinggi ;reedman, .//3<$ +nak !besitas %enderung
mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, sekitar ./-2/A
menderita hipertensi ;Syari-, .//2<$
'.).' S"l-r"n Pern"/"#"n
Pada bayi, !besitas merupakan risik! terjadinya saluran perna-asan
bagian ba(ah, karena terbatasnya kapasitas paru-paru$+danya hipertr!-i dan
aden!id mengakibatkan !bstruksi saluran na-as bagian atas, sehingga
mengakibatkan an!ksia dan saturasi !ksigen rendah, disebut sindr!m
Fhubby Pu--er$ 'bstruksi ini dapat mengakibatkan gangguan tidur, gejala-
gejala jantung dan kadar !ksigen dalam darah yang abn!rmal serta na-as
yang pendek ;S!etjiningsih, 0779<$
'.).) Di"be+e# Melli+-# +i3e5$
Diabetes Mellitus tipe-. jarang ditemukan pada anak !besitas ;Syari-,
.//2<$Pre#alensi penurunan uji t!leransi gluk!sa pada anak !besitas adalah
.9A sedangkan Diabetes Mellitus tipe-. hanya 3A$*ampir semua anak
!besitas dengan Diabetes Mellitus tipe-. mempunyai IMT J L 2SD atau J
persentile ke 77 ;1luher et al, .//3<$
'.).6 Ob#+r-,+i2e Slee3 A3ne"
Sering dijumpai pada anak !besitas dengan kejadian 0I0// dengan gejala
meng!r!k ;Syari-, .//2<$Penyebabnya adalah penebalan jaringan lemak
didaerah dinding dada dan perut yang mengganggu pergerakan dinding dada
dan dia-ragma, sehingga terjadi penurunan #!lume dan perubahan p!la
#entilasi paru serta meningkatkan beban kerja !t!t perna-asan$ Pada saat
tidur terjadi penurunan t!nus !t!t dinding dada yang disertai penurunan
saturasi !ksigen dan peningkatan kadar F'., serta penurunan t!nus !t!t
yang mengatur pergerakan lidah yang menyebabkan lidah jatuh ke arah
dinding belakang -aring yang mengakibatkan !bstruksi saluran na-as
intermiten dan menyebabkan tidurgelisah, sehingga kees!kan harinya anak
%enderung mengantuk dan hip!#entilasi$ 4ejala ini berkurang seiring dengan
penurunan berat badan ;K!pelman, ./// dalam *idayati et al .//:<$
'.).7 P#i,0l0gi#
daya tarik -isik sangat penting bagi remaja karena daya tarik -isik akan
mempengaruhi dukungan s!sial, p!pularitas, dan teman yang didapat !leh remaja$
8emaja yang memiliki daya tarik -isik akan lebih disukai dan disenangi !leh
teman-temannya$ Kesadaran akan adanya reaksi s!sial terhadap penampilan dan
daya tarik -isik menyebabkan remaja prihatin akan pertumbuhan tubuhnya yang
kurang ideal$ 1erat badan yang berlebihan merupakan salah satu bentuk tubuh
yang tidak ideal$ Memiliki berat badan yang berlebihan mengganggu sebagian
besar anak remaja dan menjadi sumber keprihatinan selama tahun-tahun a(al
remaja ;Simanjuntak, .//5<$
'.6 Pen"+"l",#"n""n
Tujuan peng!batan !besitas pada anak adalah menghambat laju kenaikan
berat badan yang pesat dan tidak b!leh diet terlalu ketat$Sehingga pengaturan
dietnya harus dipertimbangkan bah(a anak masih dalam masa pertumbuhan
sesuai tingkat usianya ;S!etjiningsih, 0779<$
Mengingat penyebab !besitas bersi-at multi-akt!r, maka penatalaksanaan
!besitasseharusnya dilaksanakan se%ara multidisiplin dengan mengikut
sertakan keluarga dalam pr!ses terapi !besitas$ Prinsip dari tatalaksana
!besitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran
energi, dengan %ara pengaturan diet dan peningkatan akti#itas -isik;Syari-,
.//2<$
". Peng"+-r"n 1ie+
Prinsip pengaturan diet pada anak !besitas adalah diet seimbang sesuai
dengan .eommended )ietar! Allowane;8D+<, hal ini karena anak masih
mengalami pertumbuhan dan perkembangan ;Syari-, .//2<$ Inter#ensi diet
harus disesuaikan dengan usia anak, derajat !besitas dan ada tidaknya
penyakit penyerta$ Pada !besitas sedang dan tanpa penyakit penyerta,
diberikan diet seimbang rendah kal!ri dengan pengurangan asupan kal!ri
sebesar 2/A$ Sedang pada !besitas berat ;IMT J 75 persentile< dan yang
disertai penyakit penyerta, diberikan diet dengan kal!ri sangat rendah ;ver!
lowalorie diet/ ;Kiess et al, .//3<$ Selain itu, pentingnya memiliki kebiasaan
minum sebelum makan dan mengganti k!nsumsi minuman manis dengan
k!nsumsi air putih dapat menjadi terapi untuk menurunkan berat badan pada
remaja !besitas ;Prayitn!, ./0.<$
Dalam pengaturan diet ini perlu diperhatikan tentang C
M Menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan pertumbuhan
n!rmal
M Diet seimbang dengan k!mp!sisi karb!hidrat 9/-:/A, lemak ./-2/A
dengan lemak jenuh K 0/A dan pr!tein 09-./A energi t!tal serta k!lester!l
K 2// mg per hari ;Syari-, .//2<
K!nseling gi>i yang intensi- dan terstruktur dapat membantu klien dalam
mengubah perilaku, dari perilaku yang salah ke perilaku yang benar$
K!nseling gi>i yang dilakukan terhadap remaja !besitas diharapkan dapat
merubah p!la dan kebiasaan makan yang tinggi energi, tinggi lemak jenuh dan
rendah k!nsumsi serat, serta meningkatkan akti-itas -isik$ Penelitian yang
dilakukan !leh p!d!j!y! dkk di Palembang, menunjukkan bah(a terdapat
perbedaan yang bermakna untuk asupan makanan dengan berat badan pada
remaja !#er(eight dan !besitas setelah dilakukan k!nseling gi>i ;8!sita,
./0.<$
b. Peng"+-r"n ",+i2i+"# /i#i,
Peningkatan akti#itas -isik mempunyai pengaruh terhadap laju
metab!lisme$)atihan -isik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat
perkembangan m!t!rik, kemampuan -isik dan umurnya$+kti#itas -isik untuk
anak usia :-0. tahun lebih tepat yang menggunakan keterampilan !t!t, seperti
bersepeda, berenang, menari dan senam$ Dianjurkan untuk melakukan
akti#itas -isik selama ./-2/ menit per hari ;Syari-, .//2<$ Pada anak sampai
usia 0. tahun, akti#itas -isik sp!ntan dan pada (aktu luang dianjurkan$ Pada
anak d iatas 0. tahun akti#itas -isik di (aktu luang harus lebih dikembangkan
sebagai akti#itas !lahraga se%ara terstruktur dan teratur ;+di(inant!, .//6<$
4. Per"n #er+" 0r"ng +-"8 "ngg0+" ,el-"rg"8 +em"n 1"n g-r-
8emaja merupakan kel!mp!k usia yang selalu ingin men%!ba hal yang
baru, terutama dalam pemilihan makanan$ Praremaja lebih mudah menerima
pengaruh gl!balisasi, pengaruh p!la makan &(estern& dengan tinggi lemak,
tinggi energi dan rendah serat menjadi makanan yang menarik ;Martalina,
./0.<$ 'rang tua menyediakan diet yang seimbang, rendah kal!ri dan sesuai
petunjuk ahli gi>i$+ngg!ta keluarga, guru dan teman ikut berpartisipasi dalam
pr!gram diet, mengubah perilaku makan dan akti-itas yang mendukung
pr!gram diet ;Kiess et al$, .//3 dalam *idayati et al, .//:<
'.7 Pen4eg"h"n
Pen%egahan !besitas pada saat remaja penting diantisipasi sejak
bayi$"ntuk men%egah !besitas pada masa bayi tersebut, perlu diperhatikan
hal-hal diba(ah iniC
a$ Setiap bayi dianjurkan untuk diberi +SI saja paling sedikit sampai 3-:
bulan
b$ Pemberian makanan padat mulai diberikan sekitar 3-: bulan
%$ Penyuluhan tentang kebutuhan diet bayi, per%epatan pertumbuhan bayi
d$ 1iasakan mengukur 11 dan T1 se%ara rutin sekali dalam sebulan
;menggunakan KMS<
e$ E#aluasi kualitas pengasuhan anak, menganjurkanImembiarkan anak
bergerak bebas, akti-itas -isik merupakan -akt!r pen%egahan !besitas
;Suandi, ./0/<
Sese!rang yang dikatakan !besitas, !#er(eight atau n!rmal, tetap harus
men%egah kenaikan berat badan yang tidak baik dan dapat menyebabkan
masalah kesehatan$ )angkah-langkah pen%egahan kenaikan berat badan tidak
lain merupakan langkah untuk menurunkan berat badan, dimana di butuhkan
!lahraga setiap hari, diet yang sehat, dan k!mitmen jangka panjang untuk
menga(asi apa yang dimakan dan diminum$
a$ Ol"hr"g" #e4"r" ber,e#in"mb-ng"n. menurut the +meri%an F!llege !-
Sp!rts Medi%ine, dibutuhkan 09/ sampai .9/ menit akti#itas m!derate-
intensity per minggu untuk men%egah kenaikan berat badan$ Mis$ Balan
%epat dan berenang$
b$ M","n5m","n"n !"ng #eh"+. !kus pada makanan rendah kal!ri,
nutrient-dense -!!ds, seperti buah-buahan, sayur-sayuran$ *indari
saturated -at dan kurangi k!nsumsi gula dan alk!h!l$
%$ Menge+"h-i 1"n menghin1"ri /001 +r"3 !"ng memi4- m","n
berlebih. Identi-ikasi situasi yang memi%u makanan yang tak terkendali$
F!ba untuk mempunyai jurnal dan menulis apa yang dimakan, berapa
banyak, kapan, apa perasaan yang dirasakan, dan seberapa lapar$ Setelah
beberapa (aktu, maka akan didapat hasil yang akan mengarah ke ren%ana
serta pengembangan strategi pengendalian situasi tersebut dan tetap dapat
mengendalikan perilaku makan$
d$ M0ni+0r ber"+ b"1"n. Sese!rang yang menimbang berat badannya
minimal sekali seminggu lebih sukses dalam mempertahankan berat
badan$ Mem!nit!r berat badan dapat memberitahukan apakah usaha yang
telah dilakukan untuk men%egah kenaikan berat badan telah berhasil atau
men%egah kenaikan berat badan yang ternyata telah terjadi$
e$ Te+"3 ,0n#i#+en. Tetap mengikuti pr!gram yang telah ada untuk berat
badan n!rmal selama seminggu, pada akhir minggu, ataupun saat rekreasi
maupun libur sebisa mungkin untuk meningkatkan kemungkinan
kesuksesan yang berlaku untuk jangka panjang ;May!%lini%, ./0.<
FDF sejak tahun ./0/ men%anangkan pr!gram pen%egahan !besitas
dengan menyerukan kepada masyarakat untuk mengikuti beberapa hal
diba(ah ini C
a$ K!nsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayur-sayuran serta mengurangi
makanan tinggi kadar lemak dan gula$
b$ K!nsumsi lebih banyak air putih dibandingkan minuman bergula$
%$ Membatasi (aktu men!nt!n TN untuk anak anak kurang dari . jam setiap
harinya dan tidak menempatkan TN di kamar tidur$
d$ Mendukung pr!gram Ibu Menyusui
e$ Mempr!m!sikan peraturan dan pr!gram-pr!gram di sek!lah, tempat kerja,
serta k!munitas yang membuat jalan untuk menuju sehat adalah jalan yang
mudah$
-$ Men%!ba untuk melakukan 0/ menit jalan %epat, 2 kali sehari, 9 hari
seminggu$
'.9. Pen4eg"h"n men-r-+ Lim" Ting,"+ Pen4eg"h"n P-bli4 He"l+h
Dalam ilmu kesehatan masyarakat dikenal lima tingkat pen%egahan penyakit
;-i#e le#els !- pre#enti!n dari )ea#el dan Flark C
0$ Pr!m!si kesehatan ;health pr!m!ti!n<
merupakan inter#ensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku yang
k!ndusi- untuk kesehatan, agar indi#idu, kel!mp!k dan masyarakat
mempunyai perilaku yang p!siti- terhadap pemeliharaan dan
peningkatan derajat kesehatan$ Dalam hal !besitas dapat dilakukan
pr!m!si dari berbagai lapisan masyarakat yang dapat berke%impung
dalam edikuasi serta penyuluhan dengan berbagai %ara untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai apa itu !besitas,
penyebab !besitas, akibat dari !besitas, serta k!mplikasi yang dapat
terjadi karnanya demi membuka (a(asan akan bahayanya !besitas$
+dapun hal-hal yang bisa dilakukan ialah penyuluhan pada
masyarakat, pr!m!si gaya hidup sehat$ Penyuluhan pada masyarakat
mengenai !besitas dan pada hal ini kepada masyarakat$ Dapat
diterangkan kepada mereka mengenai apa itu !besitas ;berat badan
lebih<, risik! yang dapat ditimbulkan akibat !besitas, terutama
dampaknya pada sistem kardi!#askular$ 'besitas dapat menyebabkan
berbagai kelainan yang sangat serius baik masalah -isik dan masalah
kesehatan mental, mulai dari diabetes, penyakit jantung, in-ertilitas,
dan gangguan psik!l!gis$ K!mplikasi yang bisa terjadi pada !besitas
meliputi hipertensi, penyakit jantung iskemik, diabetis melitus,
gangguan perna-asan, kelainan sendi$ Sedangkan pengaruh gaya hidup
dengan p!la atau kebiasaan makan, pemilihan makanan, %ara
menggunakan energi, serta %ara dalam mengel!la stres ternyata dapat
mempengaruhi terjadinya !besitas$ +ntara -akt!r em!si dan selera
makan ternyata memiliki hubungan yang erat karena h!rm!n yang
dikeluarkan pada saat em!si diduga akan berakibat pada peningkatan
metab!lisme tubuh sehingga menyebabkan penurunan kadar gula
darah dan menimbulkan rasa lapar$ Yang perlu diperhatikan juga
adalah kebiasaan makan di keluarga$ Penderita !besitas ternyata
umumnya berasal dari keluarga yang memiliki kebiasaan makan dalam
p!rsi besar, -rekuensi makan lebih sering, selalu mempunyai
persediaan makanan ke%il di dapur, dan sering mengemil di luar (aktu
makan$ akt!r penyebab !besitas akibat -akt!r genetik memang tak
mungkin dihindari, namun masyarakat masih bisa mengubah gaya
hidup ke arah yang lebih sehat agar terhindar dari !besitas seperti tidak
lupa sarapan setiap pagi, makan makanan yang sehat dan !lah raga
yang teratur$
.$ Perlindungan khusus ;spe%i-i% pr!te%ti!n<
"paya spesi-ik untuk men%egah terjadinya penyakit tertentu$ Dalam
hal !besitas dalam ditngkatkan pr!gram-pr!gram yang men%anangkan
hidup sehat dengan berbagai pr!gram !lahraga,, mengatur diet sehat,
%ara menanggulangi stress dan sebagainya$ Perlindungan khusus dalam
!besitas ini dapat disamakan dengan pen%egahan yang telah dikutip
melalui May! %lini% dan FDF di atas$ Dimana makanan yang dimakan
harus sesuai dengan kebutuhan dan diringi dengan akti#itas tubuh dan
!lahraga yang teratur$ 'lahraga tersebut adalah !lahraga yang
m!derate-intensity$ Dimana merupakan akti#itas yang meningkatkan
denyut jantung sese!rang se%ara perlahan dan membuat !rang tersebut
merasa hangat, namun tidak membuat !rang tersebut kesusahan untuk
berna-as$misalnya jalan %epat, bersepeda, menari, berenang, men%u%i
m!bil, berkebun, dan sebagainya$ 'rang de(asa yang tidak melakukan
akti#itas se%ara regular diharuskan melakukan 2/ menit atau lebih
m!derate-intensity hamper tiap hari selama seminggu$ Namun pada
sese!rang yang telah melakukan !lahraga se%ara teratur dapat
menambahkan tiga kali seminggu melakukan latih beban atau!
!lahraga yang lebih berat minimal ./ menit$ "ntuk diet sehat, harus
didasari -!!d-based dietary guidelines dimana diharuskan banyak
makan buah-buahan, sayuran, ikan, karb!hidrat$ Mengurangi lemak,
gula dan makan bergaram$ Nutrient-based dietary guideline
membutuhkan 0/A energi dari pr!tein, 09-2/A energi dari
lemak,lebih dari 9/A energi dari k!mpleOkarb!hidrat$ Kurangi garam
dan alk!h!l$
2$ Diagn!sis dini dan peng!batan segera ;early diagn!sis and pr!mpt
treatment<
"ntuk meng!bat dan mengehentikan pr!ses penyakit, menyembuhkan
!rang sakit dan men%egah terjadinya k!mplikasi dan %a%at$
dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat
terhadap kesehatan dan penyakit maka sering sulit mendeteksi
penyakit-penyakit yang terjadi dimasyarakat$ 1ahkan kadang-kadang
masyarakat sulit atau tidak mau diperiksa dan di!bati penyakitnya$*al
ini akan menyebabkan masyarakat tidak memper!leh pelayanan
kesehatan yang layak$ Dalam hal !besitas bila pasien dating ke praktek
d!kter maka dapat segeran di lakukan anamnesa, pemerikaan -isik,
pemeriksaan penunjang, dan dapat ditegakkan digan!sa !besitas yang
akan selanjutnya dilakukan peng!batan men%akup pr!gram penurunan
berat badan dengan segera$
3$ Pembatasan %a%at ;disability limitati!n<
!leh karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang
kesehatan dan penyakit maka sering masyarakat tidak melanjutkan
peng!batannya sampai tuntas$ Dengan kata lain mereka tidak
melakukan pemeriksaan dan peng!batan yang k!mplit terhadap
penyakitnya$ Peng!batan yang tidak layak dan sempurna dapat
mengakibatkan !rang yang bersangkutan %a%at atau ketidakmampuan$
Tahap ini %a%at yang terjadi diatasi, terutama untuk men%egah penyakit
menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan %a%at yang lebih buruk
lagi$ Dalam hal !besitas, dimana telah terjadi !besitas yang berlanjut
kepada k!mplikasi, maka segera di!bati sesuai k!mplikasi yang terjadi
untuk men%egah keadaan yang lebih parah$
9$ 8ehabilitasi ;rehabilitati!n<
Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang !rang
menjadi %a%at$ "ntuk memulihkan %a%atnya tersebut kadang-kadang
diperlukan latihan-latihan tertentu$ 'leh karena kurangnya pengertian
dan kesadaran !rang tersebut, ia tidak mau atau segan melakukan
latihan-latihan yang dianjurkan$ Disamping itu !rang yang %a%at
setelah sembuh dari penyakit, kadang-kadang malu untuk kembali ke
masyarakat$ Pada pr!ses ini diusahakan agar %a%at yang diderita tidak
menjadi hambatan sehingga indi#idu yang menderita dapat ber-ungsi
!ptimal se%ara -isik, mental dan s!sial$
BAB '
KERANGKA KONSEP DAN DE(INISI OPERASIONAL
'.&. Ker"ng," K0n#e3 Peneli+i"n
4ambar 0$ Kerangka K!nsep Penelitian
'.$. De/ini#i O3er"#i0n"l
0$ Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui resp!nden mengenai
dampak !besitas$ Meliputi de-inisi, penyebab, -akt!r resik!, k!mplikasi,
penatalaksanaan, serta pen%egaha !besitas$
.$ 'besitas adalah peningkatan lemak tubuh yang berlebihan$'besitas
disebabkan adanya keseimbangan energi p!siti-, sebagai akibat ketidak
seimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi, sehingga terjadi
kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak$
2$ +lat ukur dalam penelitian adalah kuesi!ner dengan ./ pertanyaan yaitu
./ pertanyaan untuk pengetahuan$
3$ Fara ukurnya yaitu kuesi!ner yang memiliki makna sk!r 2 untuk
pertanyaan yang dija(ab benar, sk!r . untuk pertanyaan yang dija(ab
salah, sk!r 0 untuk pertanyaan yang dija(ab tidak tahu$ Dikateg!rikan
menjadi 2 kel!mp!k yaituC
0$ 1aik C jika t!tal nilai yang diper!leh J 59 A
.$ Sedang C jika t!tal nilai yang diper!leh 3/ @ 59 A
2$ Kurang C jika t!tal nilai yang diper!leh K 3/
Tingkat
Pengetahuan

Dampak
'besitas
3$ *asil ukur dalam penelitian ini adalah jumlah t!tal sk!r dari pertanyaan
yang diberikan$
BAB )
METODE PENELITIAN
).&. Jeni# Peneli+i"n
Penelitian ini adalah penelitian sur#ey dimana design penelitian berbentuk
Deskripti- Cross "etional untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja
mengenai dampak !besitas pada kesehatan di SM+ M+) I+IN Medan$
).$. ",+- 1"n Tem3"+ Peneli+i"n
Penelitian dilakukan di SM+ M+) I+IN Medan$ ,aktu pelaksanaan
penelitian dilakukan pada bulan September ./02$
).'. P03-l"#i 1"n #"m3el 3eneli+i"n
).'.&. P03-l"#i 3eneli+i"n
P!pulasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid SM+ M+) I+IN
Medan pada (aktu yang telah ditetapkan !leh peneliti berdasarkan kriteria
ekslusi dan inklusi sebagai berikut$
0$ Kriteria inklusi C
0$0 1ersedia menjadi resp!nden
0$. Sis(aII SM+ M+) I+IN Medan
.$ Kriteria ekslusi
.$0$ 8esp!nden dalam keadaan tidak sehat ; ji(a dan raga <
.$.$ 1ukan Sis(aII SM+ M+) I+IN Medan
).'.$. S"m3el 3eneli+i"n
Teknik dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan
menggunakan rand!misasi berstrati-ikasi ;strati$ied random sampling< yaitu
pengambilan sampel angg!ta p!pulasi yang dilakukan dengan %ara membagi
remaja SM+ berdasarkan tingkatan kelas, yaitu kelas P, PI, PII$ Dari setiap
tingkatan sampel akan dipilih se%ara a%ak$ Bumlah sampel pada penelitian ini
adalah sebesar 3/ !rang, hal ini sesuai dengan yang dikatakan !leh 8!s%!e bah(a
jumlah sampel minimal untuk sebuah penelitian deskripti- adalah sebesar 2/
!rang, namun lebih banyak sampel maka akan lebih representati- sampel tersebut
untuk me(akili p!pulasinya$ Namun, dikarenakan keterbatasan (aktu yang
dimiliki !leh peneliti, angka :/ adalah angka yang %ukup tepat digunakan dalam
penelitian ini$
).). Per+imb"ng"n e+i,
Karena peneliti menggunakan manusia sebagai subjek penelitian, maka
sebagai manusia harus dilindungi dengan memperlihatkan prinsip-prinsip dalam
pertimbangan etik yaituC resp!nden mempunyai hak untuk memutuskan apakah ia
bersedia untuk menjadi subjek atau tidak tanpa sanksi apapun, dalam hal ini
peneliti juga harus memberikan penjelasan dan in-!rmasi se%ara lengkap dan rin%i
serta bertanggung ja(ab jika ada sesuatu yang terjadi kepada resp!nden,
resp!nden juga harus diperlakukan se%ara baik sebelum, selama dan sesudah
penelitian, serta resp!nden juga tidak b!leh dideskriminasi jika men!lak untuk
tidak melanjutkan menjadi subjek penelitian$ 8esp!nden juga mempunyai hak
untuk meminta bah(a data yang diberikan harus dirahasiakan, untuk itu perlu
adanya an!nimity ;tanpa nama< dan %!n-identiality$
).6. Te,ni, 3eng-m3-l"n 1"+"
+da beberapa pr!sedur yang dilaksanakan dalam pengumpulan data yaituC
pertama perm!h!nan i>in kepada Kepala Sek!lah SM+ M+) I+IN Medan untuk
melakukan penelitian$
Peneliti juga melakukan pendekatan kepada %al!n resp!nden dan
menjelaskan tujuan dan pr!sedur penelitian$ Peneliti menanyakan kesediaan
resp!nden untuk menjadi subjek dalam penelitian$ Setelah itu peneliti
membagikan kuesi!ner pada resp!nden dan menunggu sampai resp!nden selesai
mengisi kuesi!ner ;kira-kira kurang dari 0/ menit<$ )alu peneliti menge%ek
kelengkapan kuesi!ner yang diberikan apakah sudah diisi dengan lengkap !leh
resp!nden$ 1ila semua data yang dibutuhkan peneliti telah dikumpulkan,
selanjutnya peneliti akan menganalisa data$ Kuesi!ner yang akan diberikan
kepada resp!nden akan mele(ati uji #alidasi dan uji realibilitas terlebih dahulu$
Naliditas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar
mengukur apa yang diukur$ Dalam uji #aliditas peneliti akan menggunakan teknik
k!relasi #rodut moment yang rumusnya sebagai berikut C
N ;Q P Y< - ;Q P Q Y<a
8 R
S T N Q P
.
@ ;Q P<
.
U TN Q Y
.
- ;Q Y<
.
U
8eliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur
dapat diper%aya atau dapat diandalkan$ *al ini berarti menunjukkan sejauhmana
hasil pengukuran tersebut tetap k!nsisten jika dilakukan pengukuran dua kali atau
lebih terhadap gejala yang sama$ Menggunakan uji Fr!nba%h ; Fr!nba%h +lpha<
dengan rumus sebagai berikut C
% . r
V R
, 0 - % 1 ,/. .
).7. Peng0l"h"n 1"n An"li#" 1"+"
Setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisa data melalui beberapa
tahapan, antara lain tahap pertama editing yaitu menge%ek nama dan kelengkapan
identitas maupun data resp!nden serta memastikan bah(a semua ja(aban telah
diisi sesuai petunjuk, tahap kedua oding yaitu memberi k!de atau angka tertentu
pada kuisi!ner untuk mempermudah (aktu mengadakan tabulasi dan analisa,
tahap ketiga proessing yaitu memasukkan data dari kuisi!ner kedalam pr!gram
k!mputer dengan menggunakan pr!gram SPSS #ersi 05,/ tahap keempat adalah
melakukan leaning yaitu menge%ek kembali data yang telah di entr! untuk
mengetahui ada kesalahan atau tidak$
BAB 6
HASIL PENELITIAN
6.&. H"#il Peneli+i"n
9$0$0$ Deskripsi )!kasi Penelitian
Penilitian dilakukan di SM+ M+) I+IN Medan$ Sek!lah ini
merupakan sek!lah s(asta dengan tingkatan Sek!lah Menengah +tas ;SM+<$
)!kasi penelitian ini dilakukan di SM+ M+) I+IN Medan yang berl!kasi di
Ke%amatan Medan Timur, k!ta Medan$ Sek!lah ini memiliki -asilitas antara
lain ruangan kelas dengan jendela, perpustakaan, lab!rat!rium, kantin sek!lah,
ruang kepala sek!lah, dan kant!r guru$
9$0$.$ Deskripsi Karakteristik resp!nden
T"bel 6.& Di#+rib-#i K"r",+eri#+i, Re#30n1en 1i SMA MAL IAIN
Me1"n
K"r",+eri#+i, (re,-en#i Per#en+"#e
Um-r
09
0:
05
Jeni# Kel"min
06
09
.5
2/
.9
39
)aki-laki .9 3.
Perempuan 29 96
Kel"#
P ./ 22
PI
PII
0/
2/
0:
90
J-ml"h 7% &%%
Dari tabel Deskripsi Karakteristik resp!nden diatas diketahui bah(a terdapat 2/A
resp!nden yang berusia 09 tahun, .9A berusia 0: tahun, dan 39A berusia 05
tahun$ "ntuk karakteristik jenis kelamin diketahui 3.A berjenis kelamin laki-laki,
dan 96A berjenis kelamin perempuan$ "ntuk karakteristik kelas resp!nden
diketahui bah(a terdapat 22A di kelas P, 0:A di kelas PI, 90A di kelas PII$
6.&.'. Penge+"h-"n
T"bel 6.$ Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
De/ini#i Obe#i+"#
De-inisi 'besitas rekuensi Presentase ;A<
1enar 99 70
Salah
Tidak tahu
3
0
5
.
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai de-inisi
'besitas sebesar 70A , dan pengetahuan yang kurang sebesar 7A$
T"bel 6.' Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Pen!eb"b Ter."1in!" Obe#i+"# 3"1" Rem"." A1"l"h K0n#-m#i
M","n"n Ti1", Seh"+ Se4"r" Berlebih"n Se4"r" Ter-#
Mener-#
Penyebab 'besitas rekuensi Presentase ;A<
1enar 92 66
Salah
Tidak tahu
:
0
0/
.
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik (arga mengenai penyebab
terjadinya !besitas pada remaja adalah k!nsumsi makanan tidak sehat se%ara berlebihan
se%ara terus menerus 66A , dan pengetahuan yang kurang sebesar 0.A$
T"bel 6.) Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
K-r"ngn!" ",+i2i+"# /i#i, mer-3","n /",+0r +er."1in!"
0be#i+"#
Kurangnya akti#itas -isik
-a%t!r terjadinya !besitas
rekuensi Presentase ;A<
1enar 37 60
Salah
Tidak tahu
6
2
02
:
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai
kurangnya akti#itas -isik merupakan -akt!r terjadinya !besitas sebesar 60A , dan
pengetahuan yang kurang sebesar 07A$
T"bel 6.6 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 3"1" m"#" rem"." ","n ber1"m3", b-r-, 3"1"
,e#eh"+"n 1i m"#" +-" #"."
'besitas pada remaja
berdampak buruk pada
kesehatan di masa tua saja
rekuensi Presentase ;A<
1enar 3. 5/
Salah
Tidak tahu
02
9
.0
7
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai !besitas
pada masa remaja akan berdampak buruk pada kesehatan di masa tua saja sebesar 5/A ,
dan pengetahuan yang kurang sebesar 2/A$
T"bel 6.7 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# +i1", men!eb"b,"n 3en!",i+ ."n+-ng 1"n ,en4ing
m"ni#
'besitas tidak
menyebabkan penyakit
jantung dan ken%ing manis
rekuensi Presentase ;A<
1enar 32 50
Salah
Tidak tahu
0/
5
0:
02
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan sis(aIsis(i mengenai !besitas tidak
menyebabkan penyakit jantung dan ken%ing manis sebesar 50A, dan pengetahuan
yang kurang sebesar .7A$
T"bel 6.9 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Men,0n#-m#i m","n"n 4e3"+ #".i #"m" #eh"+ 1eng"n
meng,0n#-m#i m","n"n !"ng 1i0l"h #en1iri 1i r-m"h
Menk!nsumsi makanan %epat
saji sama sehat dengan
mengk!nsumsi makanan yang
di!lah sendiri di rumah
rekuensi Presentase ;A<
1enar 9: 72
Salah
Tidak tahu
2
0
9
.
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai
Menk!nsumsi makanan %epat saji sama sehat dengan mengk!nsumsi makanan yang
di!lah sendiri di rumah sebesar 72A , dan pengetahuan yang kurang sebesar 5A$
T"bel 6.* Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Meng,0n#-m#i m","n"n 1"n min-m"n +inggi g-l" +i1", ","n
men!eb"b,"n 0be#i+"#
Mengk!nsumsi makanan dan
minuman tinggi gula tidak
akan menyebabkan !besitas
rekuensi Presentase ;A<
1enar 26 :2
Salah
Tidak tahu
03
6
.2
03
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik (arga mengenai de-inisi
#isum et repertum sebesar :2A , dan pengetahuan yang kurang sebesar 25A$
T"bel 6.: Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1"3"+ +er."1i 3"1" 0r"ng !"ng ,-r"ng ber",+i/i+"#
'besitas dapat terjadi pada
!rang yang kurang berakti-itas
rekuensi Presentase ;A<
1enar 90 69
Salah
Tidak tahu
:
2
0/
9
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
dapat terjadi pada !rang yang kurang berakti-itas sebesar 69A , dan pengetahuan yang
kurang sebesar 09A$
T"bel 6.&% Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1"3"+ menimb-l,"n g"ngg-"n 3#i,0l0gi# ber-3"
,-r"ngn!" r"#" 3er4"!" 1iri 3"1" rem"."
'besitas dapat menimbulkan
gangguan psik!l!gis berupa
kurangnya rasa per%aya diri
pada remaja
rekuensi Presentase ;A<
1enar 37 60
Salah
Tidak tahu
:
9
0/
7
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
dapat menimbulkan gangguan psik!l!gis berupa kurangnya rasa per%aya diri pada remaja
sebesar 60A , dan pengetahuan yang kurang sebesar 07A$
T"bel 6.&& Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# mer-3","n 3en!eb"b ,em"+i"n ,e1-" 1i1-ni" #e+el"h
mer0,0,
'besitas merupakan penyebab
kematian kedua didunia setelah
mer!k!k
rekuensi Presentase ;A<
1enar 2: :/
Salah
Tidak tahu
03
0/
.2
05
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
merupakan penyebab kematian kedua didunia setelah mer!k!k sebesar :/A , dan
pengetahuan yang kurang sebesar 3/A$
T"bel 6.&$ Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Ol"hr"g" +er"+-r 1"3"+ men4eg"h 0be#i+"#
'lahraga teratur dapat
men%egah !besitas
rekuensi Presentase ;A<
1enar 95 79
Salah
Tidak tahu
.
0
2
.
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai
'lahraga teratur dapat men%egah !besitas sebesar 79A, dan pengetahuan yang kurang
sebesar 9A$
T"bel 6.&' Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# !"ng berl"m"5l"m" 1"3"+ men!eb"b,"n r"1"ng 3"1"
+-l"ng 1"n #en1i
'besitas yang berlama-lama
dapat menyebabkan radang
pada tulang dan sendi
rekuensi Presentase ;A<
1enar 29 96
Salah
Tidak tahu
9
./
7
22
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
yang berlama-lama dapat menyebabkan radang pada tulang dan sendi sebesar 96A, dan
pengetahuan yang kurang sebesar 3.A$
T"bel 6.&) Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
0be#i+"# 1"3"+ memi4- #+re## 3"1" rem"."
!besitas dapat memi%u stress
pada remaja
rekuensi Presentase ;A<
1enar 3. 5/
Salah
Tidak tahu
0/
6
0:
03
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai !besitas
dapat memi%u stress pada remaja sebesar 5/A, dan pengetahuan yang kurang sebesar
2/A$
T"bel 6.&6 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Ke#-li+"n bern"/"# b-,"n mer-3","n #"l"h #"+- 1"m3", 1"ri
0be#i+"#
Kesulitan berna-as bukan
merupakan salah satu dampak
dari !besitas
rekuensi Presentase ;A<
1enar 39 59
Salah
Tidak tahu
00
3
06
5
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai
Kesulitan berna-as bukan merupakan salah satu dampak dari !besitas sebesar 59A, dan
pengetahuan yang kurang sebesar .9A$
T"bel 6.&7 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 3"1" "n", 1"3"+ 1i+-r-n,"n 1"ri 0r"ng +-" !"ng
0be#i+"#
'besitas pada anak dapat
diturunkan dari !rang tua yang
!besitas
rekuensi Presentase ;A<
1enar .: 32
Salah
Tidak tahu
.:
6
32
03
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
pada anak dapat diturunkan dari !rang tua yang !besitas sebesar 6:A, dan
pengetahuan yang kurang sebesar 03A$
T"bel 6.&9 Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1i -#i" "n", ; rem"." +i1", berb"h"!"
'besitas di usia anak ? remaja
tidak berbahaya
rekuensi Presentase ;A<
1enar 26 :2
Salah
Tidak tahu
03
6
.2
03
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
di usia anak ? remaja tidak berbahaya sebesar :2A, dan pengetahuan yang kurang
sebesar 25A$
T"bel 6.&* Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1"3"+ men!eb"b,"n m-1"h lel"h 1"l"m mel",-,"n
3e,er.""n
'besitas dapat menyebabkan
mudah lelah dalam melakukan
pekerjaan
rekuensi Presentase ;A<
1enar 95 79
Salah
Tidak tahu
/
2
/
9
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
di usia anak ? remaja tidak berbahaya sebesar 79A, dan pengetahuan yang kurang
sebesar 9A$
T"bel 6.&: Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1"3"+ menimb-l,"n r"#" 3er4"!" 1iri 1"l"m
3erg"-l"n
'besitas dapat menimbulkan
rasa per%aya diri dalam
pergaulan
rekuensi Presentase ;A<
1enar 3/ ::
Salah
Tidak tahu
0.
6
./
03
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
dapat menimbulkan rasa per%aya diri dalam pergaulan sebesar ::A, dan pengetahuan
yang kurang sebesar 23A$
T"bel 6.$% Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
,em-ng,in"n 0be#i+"# !"ng mene+"3 lebih +inggi bil" 1i"l"mi
#e.", rem"."
kemungkinan !besitas yang
menetap lebih tinggi bila
dialami sejak remaja
rekuensi Presentase ;A<
1enar 20 90
Salah
Tidak tahu
0.
05
./
.7
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai
kemungkinan !besitas yang menetap lebih tinggi bila dialami sejak remaja sebesar 39A,
dan pengetahuan yang kurang sebesar 99A$
T"bel 6.$& Di#+rib-#i (re,-en#i Penge+"h-"n Re#30n1en Mengen"i
Obe#i+"# 1"3"+ mening,"+,"n re#i,0 +er."1in!" ,"n,er
'besitas dapat meningkatkan
resik! terjadinya kanker
rekuensi Presentase ;A<
1enar .5 39
Salah
Tidak tahu
..
00
2:
07
Bumlah :/ 0//
Dari tabel diatas diketahui bah(a pengetahuan baik sis(aIsis(i mengenai 'besitas
dapat meningkatkan resik! terjadinya kanker sebesar 39A, dan pengetahuan yang
kurang sebesar 99A$
6.$. H"#il An"li#i# D"+" 1"n Pemb"h"#"n
T"bel 6.&$ H"#il An"li#i# D"+"
Kateg!ri Tingkat
Pengetahuan
rekuensi Presentase ;A<
1aik ;59J< 20 90
Sedang ;3/-59<
Kurang ;K3/<
.7
/
37
/
Bumlah :/ 0//
Dalam penelitian ini didapati hasil tingkat pengetahuan dari :/ resp!nden yakni
20 ;90A< resp!nden berpengetahuan baik dan .7 ;37A< resp!nden
berpengetahuan sedang$ Tidak dijumpai resp!nden dengan hasil tingkat
pengetahuan yang kurang$
pendidikan dapat menjadi salah satu -akt!r penghambat yang dapat menjadi
alasan terjadinya !besitas$ Dari hasil gambaran tingkat pengetahuan remaja
mengenai dampak !besitas pada kesehatan di SM+ M+) I+IN, tidak didapati
pengetahuan yang kurang ini telah membuktikan pengetahuan yang %ukup
memadai apabila resp!nden akan dihadapkan dengan hal-hal yang berhubungan
!besitas$
1eberapa sur#ei yang dilakukan se%ara terpisah di beberapa k!ta besar di
Ind!nesia menunjukkan bah(a pre#alensi !besitas pada anak sek!lah dan remaja
%ukup tinggi$ Pre#alensi !besitas pada anak SD di Denpasar menurut Padmiari
;.//.< men%apai 09,6A$ Sedangkan pada sis(a-sis(i S)TP di Y!gyakarta
menunjukkan bah(a 5,6A remaja di perk!taan dan .A di pedesaan mengalami
!besitas$ Di Bakarta, pre#alensi !besitas pada anak usia .-9 tahun sebesar 0:,0A,
di Medan kejadian !besitas pada anak SD adalah 05,59A dengan :/,9A terjadi
pada anak laki-laki dan 27,9A pada anak perempuan ;Dr!!mers et al, 0779=
*adi, .//9= Sembiring T, .//5<$ Salah satu -akt!r yang menyebabkan terjadi nya
!besitas adalah gaya hidup yang salah disertai pengetahuan yang kurang
mengenai dampak !besitas terhadap kesehatan$
Sese!rang dengan latar belakang tingkat pendidikan yang tinggi pada
umumnya akan memilih suatu keputusan dengan %ermat dan teliti$ Namun dengan
pengetahuan yang baik bukan berarti dapat diprediksi sikap serta tindakan yang
akan dilakukan, dimana sese!rang dengan pengetahuan yang baik dapat memilih
keputusan yang p!siti- ataupun sebaliknya$ Namun, dengan pengetahuan yang
memadai diharapkan dapat membantu sese!rang dalam memahami tujuan serta
man-aat, sehuingga kemungkinan sese!rang tersebut menghindari gaya hidup
tidak sehat dan men%egah terjadinya !besitas$
BAB 7
KESIMPULAN DAN SARAN
7.&. KESIMPULAN
1erdasarkan tujuan dan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikutC
0$ 4ambaran pengetahuan remaja mengenai dampak !besitas pada kesehatan
di SM+ M+) I+IN Medan$
.$ Tingkat pengetahuan remaja SM+ M+) I+IN Medan mengenai
pen%egahan serta penyakit-penyakit yang dapat diakibatkan !leh !besitas
adalah sedang sampai dengan baik$
:$.$ SARAN
0$ +gar Pemerintah terutama Dinas Kesehatan k!tamadya Medan dapat
lebih meningkatkan pr!gram-pr!gram edukasi kepada masyarakat
tentang pen%egahan serta dampak yang dapat diakibatkan !leh !besitas$

.$ Peningkatan kerjasama, k!munikasi serta hubungan yang baik antara
d!kter, pasien, keluarga pasien, serta petugas kesehatan dalam
menjalankan hak dan ke(ajibannya masing-masing demi kesejahteraan
seluruh masyarakat$

DA(TAR PUSTAKA
+ini, S$, ./0.$2a%tor .isi%o !ang 3erhubungan dengan Ke4adian 5izi lebih pada
.ema4a di #er%otaan$ "nnes B!urnal !- Publi% *ealth$ Ilmu Kesehatan
Masyarakat, akultas Ilmu Ke!lahragaan, "ni#ersitas Negeri Semarang,
Ind!nesia$
+di(inant!, ,$, .//6$ #engaruh Intervensi Olahraga di "e%olah Terhadap
Inde%s 6assa Tubuh dan Ting%at Kesegaran Kardiorespirasi pada
.ema4a Obesitas$ Tesis$ Pr!gram Pas%a Sarjana Magister Ilmu 1i!medik
dan Pr!gram Pendidikan D!kter Spesialis Ilmu Kesehatan +nak, akultas
Ked!kteran "ni#ersitas Dipen!g!r!, Semarang$
+riani, +$ dan Sembiring, T$, .//5$#revalensi Obesitas pada Ana%
"e%olah )asar di Kota 6edan$ Departemen Ilmu Kesehatan +nak
akultasKed!kteran "ni#ersitas Sumatra "taraI8S *$ +dam Malik
diunduh dariC
httpCIIrep!sit!ry$usu$a%$idIOmluiIhandleI0.239:567I06557 Wdiakses 09
September ./02<
+risman, ./0/$3u%u A4ar Ilmu 5izi Obesitas, )iabetes 6ellitus dan
)islipidemia Konsep, Teori dan #enanganan Apli%ati$$ BakartaC E4F, 0-33
1+PPEN+S, .//3$.elevansi #a%et #ela!anan Kesehatan )asar dalam
6enapaiTarget 7asioanal dan Komitmen 5lobal$ Bakarta
1arness, )$+ dan Furran, B$ S$, 0777$7utrisi8 Obesitas -Kegemu%an/$
InC 1ehrman, 8$, E$, 8!bert, K$, dan +r#in, +$, M$ ;Edit!r<$ Nels!n Ilmu
Kesehatan +nak$ Edisi 09$N!lume 0$ BakartaC E4F
1luher, S$, et al$, .//3$ Type . Diabetes Mellitus in Fhildren and +d!les%entsC
The Eur!pean Perspe%ti#e$ DalamC *idayati, S$ N$, Ira(an, 8$, *idayat 1$,
.//:. Obesitas pada ana%$Di#isi Nutrisi dan Penyakit Metab!lik
1agianISM Ilmu Kesehatan +nak K "nairI 8S$dr$ S!et!m! Surabaya
diunduh dariC
http://www.pediatrik.com/buletin/06224113652-048qwc.pdfWdiakses
09 September ./02X
Fenters -!r Disease F!ntr!l and Pre#enti!n, ./0/$ Nital Signs
Diunduh dariC
httpCII((($%d%$g!#I#italsigns Wdiakses 09 September ./02X
Dr!mers, et al, 0779$*igh S!%i!-E%!n!mi% Flass Pres%h!!l Fhildren$ DalamC
+risman, ./0/$3u%u A4ar Ilmu 5izi Obesitas, )iabetes 6ellitus,
dan)islipidemia Konsep, Teori, dan #enanganan Apli%ati$$ BakartaC E4F,
3
reedman, D$, S$, .//3$Fhildh!!d 'besity and F!r!nary *eart Disease$ DalamC
*idayati, S$ N$, Ira(an, 8$, *idayat, 1$, .//:$ Obesitas pada ana%$Di#isi
Nutrisi dan Penyakit Metab!lik 1agianISM Ilmu Kesehatan +nak K
"nairI 8S$dr$ S!et!m! Surabaya
diunduh dariC
httpCII((($pediatrik$%!mIbuletinI/:..3002:9.-/36Y(%$pd- Wdiakses 09
September ./02<
*adi, *$, .//9$ 1eban 4anda Masalah 4i>i dan Implikasinya Terhadap Kebijakan
Pembangunan Kesehatan Nasi!nal, "4M, Y!gyakarta
Imtihani, T$, ./02$ Hubungan #engetahuan, 9ang "a%u, dan #eer 5roup dengan
2re%uensi Konsumsi 6a%anan Cepat "a4i pada.ema4a #utri$ B!urnal '-
Nutriti!n F!llege, N!lume ., N!m!r 0, Tahun ./02, *al$ 0:.-0:7$
Kiess, ,$, et al$, .//3$ Multidis%iplinary management !- 'besity in Fhildren
and +d!les%ents-,hy and *!( Sh!uld It be +%hie#edZ DalamC *idayati,
S$ N$, Ira(an, 8$, *idayat, 1$, .//:$ Obesitas pada ana%$Di#isi Nutrisi
dan Penyakit Metab!lik 1agianISM Ilmu Kesehatan +nak K "nairI
8S$dr$ S!et!m! Surabaya
diunduh dariC
http://www.pediatrik.com/buletin/06224113652-048qwc.pdf Wdiakses
09 September ./02<
K!pelman, 4$ D$, .///$ 'besity as a Medi%al Pr!blem$ DalamC *idayati, S$ N$,
Ira(an, 8$, *idayat 1$, .//:. Obesitas pada ana%$ Di#isi Nutrisi dan
Penyakit Metab!lik 1agianISM Ilmu Kesehatan +nak K "nairI 8S$dr$
S!et!m! Surabaya
diunduh dariC
http://www.pediatrik.com/buletin/06224113652-048qwc.pdf Wdiakses
09 September ./02X
K Tri M, Sul%han M$,./0.$ Asupan Tinggi :ema% dan A%tivitas Olahraga
sebagai 2a%tor .isi%o Ter4adin!a Hipertensi Obesiti% pada .ema4a Awal$
B!urnal !- Nutriti!n F!llege, N!lume 0, N!m!r 0, Tahun ./0., *al 26.-
265$
M+Y'F)INIF, ./0.$ Pre#enti!n !- 'besity
Diunduh dariC
httpCII((($may!%lini%$%!mIhealthI!besityIDS//203IDSEFTI'NRpre#ent
i!n Wdiakses 09 September ./02X
Melnik, et al$, 0776$ '#er(eight S%h!!l in Ne( Y!rk FityC Pre#alen%e
Estimates and Fhara%teristi%$ DalamC +risman$ 3u%u A4ar Ilmu
5iziObesitas, )iabetes 6ellitus dan )islipidemia Konsep, Teori
dan#enanganan Apli%ati$$ BakartaC E4F, 3
Must!-a, +$, ./0/$ "olusi Ampuh 6engatasi Obesitas )isertai #embahasan
Tentang "ebab, A%ibat dan "olusi 6engenai Obesitas$ Y!gyakartaC
*anggar Kreat!r, 0:
Nugraha, 4$ I$, .//7$ Etiologi dan #ato$isiologi Obesitas$ DalamC S!egih,
8$ 8$, dan ,iramihardja, K$ K$ ;Edit!r<$ 'besitas Permasalahan dan
Terapi Praktis$ BakartaC Sagung Set!, 7-06
Padmiari, I$+$E$, .//.$ #revalensi Obesitas dan Konsumsi 2ast 2ood sebagai
2a%tor Ter4adin!a #besitas pada Ana% ") di Kota )enpasar, #rovinsi
3ali$Tesis$ Pr!gram Pas%a Sarjana "4M, Y!gyakarta
Prayitn! S$, ./0.$ #erbedaan Konsumsi Cairan dan "tatus Hidrasi pada .ema4a
Obesitas dan 7on Obesitas$ Pr!gram Studi Ilmu 4i>i akultas Ked!kteran,
"ni#ersitas Dipen!g!r!, Semarang$
8ISKESD+S, .//5$.iset %esehatan )asar
diunduh dariC
http://www.ke!ehatan.kebumenkab."o.id/data/lapri!ke!da!.pdf
Wdiakses 09 September ./02X
8i#ai$, .//9$ Ilmu Kesehatan 6as!ara%at dan Kedo%teran #enegahan$ Dalam C
Burnal Mutiara Kesehatan Ind!nesia$ N!l$ 0$ N!$0, edisi Buni .//9$
"ni#ersitas Sumatra "tara, Medan$
8!sita S$, ./0.$ Konseling 5izi Transtheoritial model dalam mengubah perila%u
ma%an dan a%tivitas $isi% pada rema4a overweight dan obesitas 8 suatu %a4ian
literatur$ Tesis$ Pr!gram Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, akultas
Ked!kteran, "ni#ersitas Padjajaran, 1andung$
Sarah, +$, ./02$ Hubungan Inde%s massa tubuh dengan te%anan darah ana% di
se%olah dasar negeri +;<=>= 6edan$ Departemen Ilmu Kesehatan +nak, akultas
Ked!kteran "ni#ersitas Sumatera "tara, Medan$
Simanjuntak D$, .//5$ Hubungan #enerimaan )iri dengan Kompetensi "osial
pada .ema4a Obesitas$ Tesis$ akultas Psik!l!gi Sumatera "tara, Medan$
S!egih, 8$ 8$, .//7$ Tren Obesitas )ulu, "e%arang dan ?ang A%an
)atang. DalamC S!egih 8$ 8a%hmad dan ,iramihardja, Kunkun K$
;Edit!r<$ 'besitas Permasalahan dan Terpai Praktis$ BakartaC Sagung Set!,
0-5
S!etjiningsih, 0779$Obesitas$ DalamC I4$N 4de 8anuh ;Edit!r<$ Tumbuh
Kembang anak$ BakartaC E4F, 062-07/
Suandi, IK4, ./0/$ Obesitas #ada .ema4a$ DalamC S!etjiningsih ;Edit!r<$
Tumbuh Kembang 8emaja dan Permasalahannya$ BakartaC Sagung Set!,
55-6:
Sug!nd!, S$, .//5$Obesitas$ DalamC Sud!y!, +$ ,$, Setiy!badi,
1$, +l(i, I$, Simadibrata, K$ M$, Setiati, S$ ;Edit!r<$ 1uku +jar Ilmu
Penyakit Dalam$ Edisi IN$ Bilid III$ BakartaC Pusat penerbitan Departemen
Ilmu Penyakit Dalam akultas Ked!kteran "ni#ersitas Ind!nesia, 0707-
07.9
Suttapreyasri D$, et al$, 077/$ ,eigt-F!ntr!l Training-M!dels -!r 'bese Pupils
in 1angk!k$ DalamC +risman, ./0/$ 3u%u A4ar Ilmu 5iziObesitas,
)iabetes 6ellitusdan )islipidemia Konsep, Teori dan #enanganan
Apli%ati$$ BakartaC E4F, 3
Syari-, D$ 8$, .//2$ Fhildh!!d 'besity C E#aluati!n and Management$ DalamC
+di S$, et al ;Edit!r<$ 7as%ah :eng%ap 7ational Obesit! "!mposium II$
Surabaya
Tait>, )$ S, 0770$ TeOtb!!k '- Pediatri% Nutriti!n. Edisi III$ DalamC *idayati, S$
N$, Ira(an, 8$, *idayat 1$, .//:. Obesitas pada ana%$Di#isi Nutrisi dan
Penyakit Metab!lik 1agianISM Ilmu Kesehatan +nak K "nairI 8S$dr$
S!et!m! Surabaya
diunduh dariC
httpCII((($pediatrik$%!mIbuletinI/:..3002:9.-/36Y(%$pd- Wdiakses 09
September ./02X