Kandungan Gizi Tahu - Tofu

Anda mungkin tahu "Tahu" atau Tofu.
Tahu atau Tofu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan
diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, seperti
halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu)
(Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi".
Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu.
Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar
Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke
Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.
Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai makanan rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada
di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, misalnya tahu Sumedang dan tahu
Kediri.
Aneka makanan dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu
campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.

Nilai gizi Tahu/Tofu per 100 g (3.5 oz)
Energi 318 kJ (76 kcal)
Karbohidrat 1,9 g
Lemak 4,8 gjenuh 0,7 g
Protein 8.1 g
Kalsium 350 mg (35%)
Besi 5.4 mg (43%)
Magnesium 30 mg (8%)
Sodium 7 mg (0%)
Sumber: USDA Nutrient database


http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/10/tahu-tofu.html

Kandungan Gizi Kacang Kedelai - Soybean



Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman
polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap,
tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, Kacang kedelai ini telah dibudidayakan
sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh
pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam
sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati
dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun
kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Tanaman ini kadang-kadang disebut sebagai kacang besar (大豆 - dàdòu daizu Cina dan Jepang).
Di Vietnam, tanaman ini disebut tương đậu atau nành đậu. Baik kedelai belum menghasilkan dan
hidangan yang disebut edamame di Jepang, tetapi dalam bahasa Inggris, edamame mengacu
hanya untuk hidangan tertentu.

Kata "soy" bahasa Inggris berasal dari bahasa Jepang Shoyu (醤 油, しょうゆ?), Kata dalam
bahasa Jepang untuk saus kedelai, "kedelai" berasal dari Belanda adaptasi dari kata yang sama.

Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboom, soja, soja bohne, soybean, kedele, kacang
ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana,
demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe
mon, kacang kuning (aceh) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah
lama dikenal di Indonesia.

Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar
tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan
setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari
daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia
akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini
menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.

Bahan makanan dari kedelai yang kita kenal, antara lain tahu, tempe, tauco, kecap, kembang
tahu, bubuk kedelai (kedelai disangrai, dihaluskan dan dimakan dengan nasi, lontong atau buras).
Youghurt kedelai dan susu kedelai (saridele)

Makanan menggunakan nonfermented kedelai tradisional termasuk susu kedelai, dan
dari tahuterakhir dan kulit tahu atau Yuba. Fermentasi makanan termasuk shoyu atau kecap,
miso, natto, dan tempe, antara lain. Minyak digunakan dalam aplikasi industri. Para produsen
utama kedelai adalah Amerika Serikat (32%), Brasil (28%), Argentina (21%), China (7%) dan
India (4%). Biji mengandung sejumlah besar asam fitat, asam alfa-Linolenic, dan isoflavon
genistein dan daidzein.

Kedelai, biji matang, Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
Energi 1.866 kJ (446 kcal)
Karbohidrat 30,16 g
Gula 7,33 g
Diet serat 9,3 g
Lemak 19,94 g
jenuh 2,884 g
monounsaturated 4,404 g
polyunsaturated 11,255 g
Protein 36,49 g
Tryptophan 0,591 g
Treonin 1,766 g
Isoleusin 1,971 g
Leucine 3,309 g
Lysine 2,706 g
Metionin 0,547 g
Fenilalanin 2,122 g
Tirosin 1,539 g
Valin 2,029 g
Arginin 3,153 g
Histidine 1,097 g
Alanine 1,915 g
Asam aspartat 5,112 g
Asam glutamat 7,874 g
Glycine 1,880 g
Prolin 2,379 g
2,357 serin g
Air 8,54 g
Vitamin A equiv. 1 mg (0%)
Vitamin B6 0,377 mg (29%)
Vitamin B12 0 mg (0%)
Vitamin C 6.0 mg (10%)
Vitamin K 47 mg (45%)
Kalsium 277 mg (28%)
Besi 15,70 mg (126%)
Magnesium 280 mg (76%)
Fosfor 704 mg (101%)
Kalium 1797 mg (38%)
Natrium 2 mg (0%)
Seng 4,89 mg (49%)
Sumber: USDA Nutrient database

http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/10/kandungan-gizi-kacang-kedelai-soybean.html

KANDUNGAN GIZI JAMUR KUPING

tabel gizi jamur
Kandungan nutrisi jamur kuping sendiri terdiri kadar
air, protein, lemak,karbohidrat, serat, abu dan nilai energi sebesar 351 kal. Kandungan lemak di
dalam jamur, lebih dari 72% lemak dalam jamur ini termasuk unsaturated sehingga aman dan
sehat jika dimakan. Vitamin di dalam jamur ini sendiri terdiri atas thiamine (vit. B-
1), riboflavin (vit. B-2), niasin, biotin, vitamin C, dan sebagainya. Sedangkan, kandungan
mineral jamur ini tersusun oleh K, P, Ca, Na, Mg, Cu, dan beberapa elemen mikro lainnya.
Kandungan serat di dalam jamur berkisar antara 7,4-27,6%.
Kandungan nutrisi yang terdapat pada jamur kuping per 100 g yaitu air 14.8 g, energi 284 kkal,
protein 9.25 g, lemak 0.73 g, karbohidrat 73 g, serat 70.1 g, ampas 2.21 g. Pada jamur kuping
terdapat pula berbagai macam vitamin dan mineral. Jenis vitamin yang ada dalam jamur kuping
ialah thiamin 0.015 mg, riboflavin 0.844 mg, niacin 6.267 mg, asam pantotenat 0.481 mg,
vitamin B6 0.112 mg, dan folat 38 mcg. Sementara itu, mineral yang terkandung dalam jamur
kuping ialah kalsium 159 mg, besi 5.88 mg, magnesium 83 mg, fosfor 184 mg, kalium 754 mg,
natrium 35 mg, seng 1.32 mg, tembaga 0.183 mg, mangan 1.951 mg, dan selenium 128 mcg.
Thanks to: My Ensiklopedi
http://bibitjamurtiram.wordpress.com/2011/03/19/kandungan-gizi-jamur-kuping/

Kandungan Gizi Jamur Tiram
Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia
yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur
tiram mengandung 19-35% protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen),
ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada
sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh,
jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine),
niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara
lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu.

Kandungan serat mulai 7,4-24,6% sangat baik bagi pencernaan. J amur Tiram mempunyai
kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.


Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat,
Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik, meskipun jamur telah
dimasak.

Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Centermenyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus
ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur
obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1
(thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral
Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol,
dan antioksidan.

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi
yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan
kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes,
dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker;
mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak
rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian I ndustri Thailand, J amur Tiram(Oyster
mushroom)mempunyai kandungan:
protein = 5,94 %,
karbohidrat = 50,59 %,
serat = 1,56 %,
lemak = 0,17 %,
abu = 1,14 %.
Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung :
45,65 mg kalori,
8,9 mg kalsium,
1,9 mg besi,
17,0 mg fosfor,
0,15 mg vitamin B-1,
0,75 mg vitamin B-2, dan
12,40 mg Vitamin C.
Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan
anemia.
Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber
berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut:
kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg,
dan Zn 0,2 mg.
Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0
gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi
jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan
pangan masa depan.
http://www.wisatajamur.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9&Itemid=6