Fissura Ani

DEFINISI

Fissura Anus (Fissure in ano, Ulkus anus) merupakan suatu robekan atau
luka dengan nanah pada daerah anus dekat perbatasan dengan kulit, luka
sering terjadi pada bagian belakang walau terkadang – lebih jarang – juga
dapat ditemukan pada bagian depan, lebih jarang lagi pada bagian
samping (bila terjadi harus dipikirkan penyebab penyakit lain).

PENYEBAB

Umumnya disebabkan oleh cedera karena buang air besar yang keras dan
besar.
Fissura menyebabkan otot melingkar (sfingter) dari anus mengalami
kejang dan hal ini akan menyulitkan penyembuhan. Otot polos yang
melingkari dubur berfungsi sebagai katup penutup sehingga kotoran
bersifat padat, cair dan gas tidak keluar. Otot ini bersifat involunter,
sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh kehendak kita. Dalam keadaan
duduk lama atau stress akan bertambah tegang, bila kemudian terdapat
gangguan buang air besar akan mempermudah timbulnya luka pada
selaput lendir.

Pada selaput lendirdekat perbatasan dengan kulit banyak terdapat saraf
perasa (sensorik), sehingga bila ada luka kecil saja akan menyebabkan rasa
sakit. Kemudian terjadi lingkaran setan (circulus vitiosus), otot polos
semakin menegang dan pasien menjadi semakin takut untuk buang air
besar sehingga menahan untuk BAB. Pada akhirnya pasien semakin
menahan buang air besar , kotoran semakin keras dan luka semakin luas.
Secara epidemiologi lebih banyak terjadi pada wanita, mungkin karena
wanita lebih sering mengalami sembelit.

GEJALA
Fissura menimbulkan nyeri dan perdarahan selama atau segera setelah
buang air besar.
Rasa nyeri berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam dan
kemudian menghilang sampai saat buang air besar berikutnya. Rasa sakit
bisa sampai menyayat sedangkan perdarahan dapat terjadi walaupun tidak
sebanyak pada wasir. Kadang-kadang terdapat peradangan di daerah luka
sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fistula (saluran).
Secara klinis ada jenis fissura ani :

1. Akut : Baru terjadi pertama kali atau belum lama berselang, belum
terjadi penebalan dan penggantian menjadi jaringan ikat (fibrosis).
Umumnya menyembuh dalam beberapa hari.
2. Kronis : Terjadi berulang dalam waktu cukup panjang, sering
terjadi penebalan pada daerah tepi dan sekitar luka, dapat
terbentuk benjolan kenyal di sebut skintag pada benjolan bawah
dan hipertrofi papilla pada bagian atas. Kadang-kadang
disalahtafsirkan sebagai hemorid/wasir.




DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus,
untuk membedakan dari hemoroid dan wasir, pada pemeriksaan colok
dubur diagnosis hampir selalu dapat ditegakkan. Terkadang dapat juga
ditemukan perdarahan, walaupun tidak sebanyak wasir.

PENGOBATAN

Bisa diberikan pelunak tinja (psilium), yang bisa mengurangi cedera
karena buang air besar yang keras dan sulit. Pelumas berupa suppositoria
(obat yang dimasukkan ke dalam dubur) juga bisa diberikan. Duduk
berendam dalam air hangat selama 10-15 menit setelah buang air besar,
mengurangi rasa tidak nyaman dan membantu meningkatkan aliran
darah, sehingga membantu proses penyembuhan. Kapan dilakukan
pembedahan? Hanya bila pengobatan lain tidak berhasil. Tapi perlu
digaris bawahi tujuan utama terapi adalah untuk menghilangkan rasa sakit
sehingga ketegangan otot polos berkurang sehingga luka dapat sembuh.

PENCEGAHAN

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Perubahan gaya hidup
juga dapat membantu, makan banyak mengandung serat dan banyak
minum air putih untuk mempermudah BAB, juga menghindari makanan
yang merangsang diare karena akan memperberat fissura ani. Anal fissura
tidak pernah dilaporkan berubah menjadi suatu keganasan.