Perawatan Gigi Pada Penderita Hemofilia

21 September 2002 - Oleh : Drg. Kuumatut!" SpKG # Drg. $arhamah" SpPerio

Pemeliharaan dan perawatan %eehatan rongga mulut dengan eluruh iin!a perlu dila%ana%an
bagi etiap orang" demi%ian pula pada penderita hemofilia. Hal ini perlu dila%u%an agar dapat
men&egah %elainan dalam rongga mulut terebut erta dapat mening%at%an fungin!a.
Pada penderita hemofilia" dimana penderita terebut menderita %elainan pada perdarahan"
!aitu adan!a gangguan pada fa%tor pembe%uan darah" ma%a bila ter'adi euatu !ang
menimbul%an perdarahan haru dihindar%an.
Pemeliharaan rongga mulut merupa%an %eharuan" %arena bila hal ini diabai%an dan ter'adi
a%umulai pla% dan ia ( ia ma%anan !ang merupa%an media !ang ubur untu% %uman (
%uman" ma%a peradangan daerah rongga mulut ta% dapat dihindar%an. )aringan !ang menderita
peradangan mudah ter'adi perdarahan pontan.
*du%ai penderita mengenai pemeliharaan dan perawatan %eehatan rongga mulut ebai%n!a
dila%u%an e'a% uia dini" dan dite%an%an bahwa dengan %ondii mulut !ang bai%" peradangan
dan per%embangan pen!a%it dapat di&egah.
Perawatan Kesehatan Rongga Mulut Pada Penderita Hemofilia
Seperti di%etahui rongga mulut merupa%an pintu mau%n!a ma%anan !ang e&ara teru (
meneru diguna%an. Pada proe pengun!ahan ia ma%anan dapat mele%at diantara gigi ( geligi
dan gui. Sia ma%anan merupa%an media tempat ber%embang bia%n!a %uman ( %uman !ang
bera%ibat ter'adin!a gingi+ita dan bah%an ter'adi &arie pada 'aringan gigin!a.
Pada penderita hemofilia %ondii ini dapat men'adi fatal" %arena pada peradangan %roni
perdarahan pontan mudah ter'adi" dan infe%i %roni dalam rongga mulut dapat merupa%an
uatu fo&al infe%i dari bagian tubuh lain. $a%a perawatan %eehatan mulut mutla% diperlu%an.
Perawatan %eehatan rongga mulut meliputi tiga tahap :
1. Pre+entif
2. Kuratif
,. -ehabilitatif
Tahap Preventif
Pada tahap ini lebih dite%an%an pemeliharaan %eehatan rongga mulut dan iin!a e'a% uia
dini. Haru dibiaa%an untu% memberih%an mulut ba!i ehabi minum uu" bai% itu .S/
maupun uu botol. .pabila gigi mulai erupi" ma%a haru diuaha%an memberih%an dengan
%ain %aa !ang di&elup%an %e dalam air matang.
Sebai%n!a ana% mulai dibiaa%an %e do%ter gigi untu% %ontrol gigi ( geligin!a agar &epat dapat
diatai bila telah ter'adi %elainan pada gigi infe%i rongga mulut." ebab pada 'aringan !ang
ehat tida% a%an ter'adi perdarahan pontan.
.na% ( ana% dia'ar%an &ara men!i%at !ang hati ( hati dan berih erta biaa%an ma%an ma%anan
!ang bererat untu% menghindari perleng%etan ia ma%an pada gigi ( geligi dan 'aringan
pen!anggan!a.
Tahap Kuratif
Perawatan pada penderita hemofilia ebai%n!a dila%u%an e&ara %oner+atif. 0etapi urgi&al
ebai%n!a dihindari. .pabila hal itu diperlu%an ma%a ebai%n!a di %oordinai%an dengan
hematologit dan tinda%an haru dila%u%an di rumah a%it.
Proedurn!a adalah ebagai beri%ut :
1. Konultai%an %e hematologit mengenai tipe hemofilia" %adar defiienin!a dan fa%tor (
fa%tor penghambat lain. 1eri tahu tinda%an !ang a%an dila%u%an erta mohon peretu'uann!a.
2. 0inda%an etelah mendapat peretu'uan :
a. Diberi%an premedi%ai antibioti%a untu% menghindari infe%i pa&a tinda%an.
b. 0rauma dila%u%an eminimal mung%in.
&. .pabila perlu dila%u%an pen'ahitan" dila%u%an &omplete uluring dengan benang !ang perlu
diaborbi.
d. 0opi&al hemotati& !ang diguna%an : O2idi3ed 4elluloe atau Puri+ied 1o+ine &olaggen
dileta%%an di ata lu%a atau %edalam be%a pen&abutan.
e. 1ahan anti fibrinoloti% !ang diguna%an !aitu : *pion .mino 4aproi& .&id 5*.4.6 dan
diberi%an e&ara oral atau /7.
Selain itu ada 'uga antifibrinoloti& !ang lain8 eperti 0rane2ami& .&id !ang lebih poten dari
*.4. %arena dapat men&egah perdarahan !ang berlebihan etelah pen&abutan.
Pemberian dalam bentu% obat %umur atau e&ara S!temi& 0rane2ami& .&id beberapa hari
etelah tinda%an dapat 'uga diberi%an. .dapula pemberian 9ibrine Glue
f. Pe% periodontal dapat diguna%an etelah perdarahan ter%ontrol.
,. Perawatan etelah tinda%an
Hal ini perlu dila%u%an %arena biaan!a dapat ter'adi perdarahan a%ibat lepan!a 1lood 4lot , -
: hari etelah tinda%an. Preure hemoati han!a dapat diberi%an bila teredia fa%tor
pembe%uan !ang ade%uat untu% men&egah perdarahan ub&utan.
:. Keberihan mulut paien haru diting%at%an dan dila%u%an %ontrol untu% gigi ( geligin!a
ataupun pada 'aringan pen!anggan!a.
Tahap Rehabilitatif
0inda%an rehabilitatif perlu dila%u%an untu% mengembali%an fungi alat pen&ernaan dalam hal
ini gigi ( geligi. .pabila diperlu%an uatu prothea ma%a haru dibuat%an prothea !ang
memenuhi !arat8 tida% traumati& dan mudah diberih%an untu% menghindari ter'adin!a lu%a
atau infe%i.
Pada paien dengan gigi ( geligi !ang memerlu%an perawatan pembetulan uunan gigin!a dapat
pula dila%u%an dengan mempertimbang%an fa%tor ( fa%tor trauma dan infe%i tadi.
Morbili
1.Definisi Morbili : Infeksi menular yang disebabkan oleh virus morbili,& di tandai dengan
terjadinya eksentama akut(demam,batuk,konjungtivitis dan ruam kulit).Istilah umum yang
dipakai untuk morbili yaitucampak.
2.Epidemiologi: orbili dapat ditularkan dengan ! cara,antara lain "
a.percikan ludah yang mengandung virus
b.kontak langsung dengan penderita
c.penggunaan peralatan makan & minum bersama.
#enderita dapat menularkan infeksi dalam $aktu 2%& hari sebelum timbulnya ruam kulit dan
selama ruam kulit ada.
!.Etiologi : Virus Rubeola
a.virus ini memiliki '() rantai tunggal
b.famili paramiksovirus
c.sampai saat ini hanya ada satu serotipe yang diketahui dapat menimbulkan penyakit pada
manusia.
&.Faktor Resiko
a.*aya tahan tubuh yang lemah
b.+elum pernah terkena campak
c.+elum pernah mendapat vaksinasi campak.
Gejala
,ejala dimulai antara -%2. hari (rata%rata 1.%12 hari) sesudah terinfeksi. ,ejala a$al sulit
dibedakan dengan influensa biasa. *imulai dengan demam tinggi, hidung berair, batuk ringan,
saria$an, nyeri menelan, dan mata merah berair. )nak menjadi cengeng dan matanya selalu
terpejam akibat radang pada selaput lendir mata (konjungtivitis).
'uam dapat muncul pada selaput lendir mulut daerah pipi 2%& hari kemudian. 'uam di daerah
ini dikenal dengan istilah bercak /oplik (/oplik0s spots). (ama tersebut diambil dari 1enry
/oplik, nama seorang dokter spesialis anak di )merika 2erikat yang pertama mendeteksi
tanda itu. +ercak /oplik seringkali digambarkan seperti garam yang ditabur di atas permadani
merah. ,ambaran itu memang tepat, karena bercak koplik tampak sebagai titik%titik putih
kecil dikelilingi oleh dasar mukosa yang merah. +ercak ini hanya muncul pada masa inkubasi
dan cepat menghilang.
!%3 hari setelah gejala pertama (1%2 hari setelah munculnya bercak /oplik), demam menjadi
semakin tinggi lalu diikuti dengan munculnya ruam%ruam ber$arna kemerahan. 2ebagian
ruam hanya berupa perubahan $arna saja (makula), tapi sebagian lagi berupa lesi yang agak
menonjol (papula). 4leh karena itu, erupsi yang terjadi diistilahkan sebagai erupsi
makulopapula.
'uam yang terasa sedikit gatal ini mula%mula muncul di belakang telinga. 1 % 2 hari kemudian
ruam akan menyebar ke leher, dada, punggung, perut, dan akhirnya lengan serta tungkai.
#ada saat ini ruam di $ajah mulai menghilang.
#ada puncak penyakit, penderita tampak sakit berat, ruam sangat luas, dan suhu tubuh dapat
mencapai lebih dari &.56. +atuk dapat bertambah parah. #ada keadaan yang berat, ruam
biasanya akan tampak lebih gelap (merah kehitaman).
*alam !%3 hari setelah munculnya ruam, suhu tubuh mulai kembali normal. #enderita akan
merasa lebih baik dan ruam yang tersisa akan segera mengalami deskuamasi (pengelupasan
lapisan tanduk kulit) dan menghilang. 7alau demikian, ruam tersebut akan meninggalkan
bekas berupa bercak ber$arna kehitam%hitaman yang baru menghilang dalam $aktu yang
cukup lama (8 1 bulan). +ercak ini merupakan tanda khas bah$a seseorang baru saja terkena
campak.
+atuk biasanya masih tetap ada sampai beberapa hari kemudian.
/adang%kadang kadar platelet darah dapat turun sangat rendah (trombositopenia). )kibatnya
penderita mudah mengalami perdarahan (ditandai dengan mudah memar).
Pemeriksaan Laboratorium
2erologi
#ada kasus%kasus atipik, dapat dilakukan pemeriksaan serologi untuk memastikannya. 9eknik
pemeriksaan yang dapat digunakan adalah"
1. :iksasi komplemen
2. Inhibisi hemaglutinasi
!. etode antibodi fluoresensi tidak langsung
#atologi anatomi
#ada organ limfoid dijumpai"
; 1iperplasia folikuler yang nyata
; 2entrum germinativum yang besar
; 2el 7arthin%:inkeldey
o 2el datia berinti banyak yang tersebar secara acak
o 2el ini memiliki nukleus eosinofilik dan jisim inklusi dalam sitoplasma
o 2el ini merupakan tanda patognomonik campak
#ada bercak /oplik dijumpai"
; (ekrosis
; (eutrofil
; (eovaskularisasi
Diagnosa
*iagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan temuan klinis. #ada tahap a$al, sulit untuk
menegakkan diagnosa campak. )danya konjungtivitis merupakan petunjuk berharga dalam
upaya pengambilan diagnosa. +ila kita berhasil menemukan bercak /oplik, maka diagnosa dini
dapat kita tegakkan.
1al%hal yang membantu penegakan diagnosa"
; 'i$ayat kontak dengan penderita campak
; ,ejala demam, batuk, pilek dan konjungtivitis
; +ercak /oplik (patognomonik)
; <rupsi makulopapula dengan tahap%tahap pemunculan yang khas
; +ercak ber$arna kehitaman pada kulit setelah semb
=9ata >aksana=
2esungguhnya tidak ada pengobatan yang spesifik untuk mengatasi penyakit campak. #ada
kasus yang ringan, tujuan terapi hanya untuk mengurangi demam dan batuk, sehingga
penderita merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat dengan lebih baik. *engan istirahat
yang cukup dan gi?i yang baik, penyakit campak (pada kasus yang ringan) dapat sembuh
dengan cepat tanpa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.
+ila ringan, penderita campak tidak perlu dira$at. #enderita dapat dipulangkan dengan
nasehat agar selalu mengupayakan peningkatan daya tahan tubuh, dan segera kontrol bila
penyakit bertambah berat.
@mum
; Isolasi untuk mencegah penularan
; 9irah baring dalam ruangan yang temaram (agar tidak menyilaukan)
; Aaga agar penderita tetap merasa hangat dan nyaman
; *iet bergi?i tinggi dan mudah dicerna. +ila tidak mampu makan banyak, berikan porsi kecil
tapi sering (small but freBuent)
; )supan cairan harus cukup untuk mencegah dehidrasi
; /ompres hangat bila panas badan tinggi
:armakoterapi
2ampai saat ini belum ada obat yang spesifik untuk mengobati campak. 4bat%obatan yang
dipergunakan biasanya hanya untuk terapi simtomatik. )ntibiotika dapat diberikan bila terjadi
infeksi sekunder oleh bakteri.
4bat%obat yang dapat diberikan antara lain"
; #enurun panas (antipiretik)" #arasetamol atau ibuprofen
; #engurang batuk (antitusif)
; Citamin ) dosis tunggal
o *i ba$ah 1 tahun" 1...... unit
o *i atas 1 tahun" 2...... unit
; )ntibiotika
o )ntibiotika hanya diberikan bila terjadi komplikasi berupa infeksi sekunder (seperti otitis
media dan pnemonia)
/omplikasi
+erbagai penyakit dapat terjadi pada penderita campak. #enyakit tersebut antara lain"
; /onjungtivitis
; 2tomatitis
; +ronkopnemonia
; *iare
; 4titis media
; >aringitis
; alnutrisi
; #urpura trombositopenia
; <nsefalitis
; 2ubakut sklerosing panensefalitis
alnutrisi merupakan komplikasi yang tidak boleh dipandang enteng. alnutrisi dan campak
membentuk suatu lingkaran setan. alnutrisi memudahkan terjadinya sekaligus memperberat
campak, sedangkan campak akan menyebabkan penderita mengalami malnutrisi. 6ampak
dapat menyebabkan hal tersebut karena"
; #enderita (terutama anak) malas makan akibat mulut sakit (akibat stomatitis)
; *iare menyebabkan turunnya kemampuan penyerapan makanan
; *emam meningkatkan metabolisme tubuh sehingga energi yang didapat dari makanan akan
terbuang
<nsefalitis (infeksi otak) terjadi pada 1 dari 1... sampai 2... kasus, ditandai dengan demam
tinggi, kejang dan koma. 1al ini biasanya terjadi antara 2 hari sampai ! minggu setelah ruam
muncul. <nsefalitis biasanya berlangsung singkat dan sembuh dalam $aktu satu minggu, tapi
kadang%kadang bisa berkepanjangan dan mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang
serius bahkan kematian.
2ubakut sklerosing panensefalitis merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi. /eadaan
ini disebabkan oleh virus =detektif= yang mengalami hipermutasi. /eadaan ini dapat
berkembang bertahun%tahun kemudian, khususnya bila campak terjadi pada usia muda.
#rognosis
#ada anak yang sehat dan cukup gi?i, campak biasanya tidak menjadi masalah serius.
#encegahan
; 1indari kontak dengan penderita campak
; Imunisasi campak pada usia D bulan
; Imunisasi ' pada usia 13 bulan
; ,amma globulin
o *apat diberikan pada anak berusia E bulan sampai 2 tahun bila ada ri$ayat kontak dengan
penderita
o 1anya memberikan perlindungan singkat (8 ! bulan)
o *osis" ..2 mlFkg++
Caksinasi biasanya dapat memberikan perlindungan seumur hidup pada penerimanya. 7alau
demikian, pada beberapa kasus, orang yang telah mendapat vaksinasi masih bisa terkena
penyakit campak. +ila ini terjadi, gejala yang dialami biasanya bersifat ringan.
'eferensi "
1.$$$.medicastore.com
2.$$$.$ikipedia.org
!.$$$.pubmed.org
&.$$$.depkes.go.id
3.$$$.emedicine.com
Sistem Stadium Infeksi HIV pada Dewasa & Remaja > 13 tahun menurut WHO
Stadium Klinis I
• Asimtomatik
• Persistent generalised lymphadenopathy (PGL)
Skala kinerja 1: Asimtomatis, aktivitas normal
Stadium Klinis II
• BB trn, ! 1"# dari BB
• $n%lnya ram ke%il di
klit (se&orrhei% dermatitis, prrigo, in'eksi
jamr pd kk, lks mlt
&erlang, anglar %heilitis)
• (erpes )oster, * tahn
terakhir
• +n'eksi salran na'as atas &erlang (mis sinsitis &akteria)
,an ata skala kinerja -: simtomatis, aktivitas normal
Stadium Klinik III
• .rnnya BB, / 1"# dari BB
• ,iare kronis tanpa diketahi se&a&nya, / 1 &lan
• ,emam &erkelanjtan (ters meners ata terpts0pts), / 1 &lan
• 1ral %andidiasis (saria2an)
• 1ral hairy lekoplakia
• .B par, sejak tahn lal
• +n'eksi &akteri &erat
,an3ata skala ketrampilan 4: ter&aring, ! *"# 2akt &er&aring di tempat tidr selama &lan terakhir
Stadium Klinik IV
• Sindrom pelemahan (+5, de'inisi dari 6,6
• Pnemo%ystis %arinii pnemonia
• .o7oplasmosis otak
• 6ryptosporidiosis dg diare, / 1 &lan
• 6rypto%o%%osis, e7traplmonary
• Penyakit 6ytomegalovirs (6$5) pada organ selain hati, limpa ata lymphonodi
• +n'eksi (erpes simple7 virs ((S5), m%o%taneos / 1 &lan, ata viseral tak tergantng 2akt
• Progressive mlti'o%al le%oen%ephalopathy (P$L)
• Setiap mikosis endemik diseminata (spt histoplasmosis, %o%%idioidomy%osis)
• 6andidiasis pada eso'ags, trakea, &ronki ata par
• Atypi%al my%o&a%teriosis, disseminata
• 8on0typhoid Salmonella septi%aemia
• 97traplmonary t&er%losis
• Lymphoma
• Sarkoma :aposi
• (+5 en%ephalopathy, sesai de'inisi 6,6
,an3ata skala kinerja ;: ter&aring, / *"# 2akt ter&aring selama &lan terakhir
http://www.aids-rspiss.com/articles.php?lng=in&pg=224
6)(*I*I)2I2
adalah suatu infeksi dari jamur. Aenis jamur yang menginfeksi adalah dari genus 6andida.
+iasanya, infeksinya berupa superfisial dari daerah kutaneus tubuh yang lembab.
Infeksi yang sering muncul disebabkan oleh 6andida albicans. Infeksi ini sering menyerang
kulit, membran mukosa mulut, saluran pernapasan, dan vagina . *ari jamur%jamur ini, jarang
sekali terjadi terdapat infeksi sistemik atau endokarditis.
:aktor faktor utama infeksi 6andida albicans adalah sebagai berikut "diabetes
melitus,kelemahan menyeluruh,imunodefisiensi,kateter intravena atau kateter air kemih yang
terpasang terus menerus,penyalahgunaan narkotika intravena,pemberian antimikroba (yang
mengubah flora bakteri normal),dan kortikosteroid.
).pada mulut "
infeksi mulut(saria$an),terutama pada bayi,pada selaput mukosa pipi dan tampak sebagai
bercak%bercak putih yang sebagian besar terdiri atas pseudomiselium dan epitel yang
terkelupas,dan hanya terdapat erosi minimal pada selaput.
+.pada genitalia $anita "
Culvovaginitis menyerupai saria$an tetapi menimbulkan iritasi,gatal yang hebat,dan
pengeluaran sekret.hilangnya p1 asam merupakan faktor utama timbulnya vulvovaginitis
kandida.
6.pada kulit "
infeksi kulit terutama terjadi pada bagian%bagian tubuh yang basah,hangat,seperti ketiak,lipat
paha,skrotum,atau lipatan%lipatan diba$ah payudaraGinfeksi yang paling sering pada orang
gemuk dan diabetes.
*.kuku "
rasa nyeri,bengkak kemerahan pada kuku,yang menyerupai paronikia piogenik,dapat
mengakibatkan penebalan dan alur transversal pada kuku dan akhirnya kuku tanggal.
<.paru%paru dan organ%organ lain "
infeksi 6andida dapat menyebabkan invasi sekunder pada paru%paru,ginjal,dan organ lain
yang sebelumnya telah menderita penyakit lain (misalnya tuberkulosis atau kanker).pada
leukimia yang tidak terkendali dan pada penderita yang sistem imunnya tertekan atau
menjalani pembedahan,lesi oleh 6andida dapat terjadi pada banyak organ.
:.kandidiasis mukokutan menahun "
kelainan ini merupakan tanda defisiensi imunitas seluler pada anak%anak
sedangkan pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah
a)bahan "
terdiri atas usapan dan kerokan permukaan lesi,dahak,eksudat,dan bahan yang dikeluarkan
dari kateter intravena.
b)pemeriksaan mikroskopik "
dahak,eksudat,trombus,dsb dapat diperiksa dengan sediaan apus tsb di$arnai dengan gram
untuk mencari pseudohifa dan sel sel bertunas.kerokan kulitFkuku diletakkan pada tetesan
kalium hidroksida 1.H
c)biakan "
smua bahan dibiakkan pada agar sabouraud pada suhu kamar dan pada suhu !- drajat
6.koloni koloni khas diperiksa untuk adanya sel sel pseudomiselium yang bertunas.
d)serologi "
ekstrak karbohidrat 6andida kelompok ) memberikan reaksi presipitin yang positif dg serum
pada 3.H orang normal dan pada -.H orang dengan candidiasis mukokutan.
e)tes kulit "
tes 6andida orang normal hampir selalu positif.sehingga tes ini digunakan sebagai indikator
kompetensi imunitas seluler.
6ara #engobatan "
%#engobatan candidiasis dapat dilakukan dengan obat anti jamur, baik per oral (melalui mulut)
atau dengan cream vagina atau dalam bentuk vaginal suppostoria (berbentuk peluru yang
dimasukkan ke dalam vagina).
%)mfoterisin + yang disuntikkan secara intravena,merupakan usaha pengobatan efektif yang
tlah diterima untuk sebagian besar bentuk candidiasis yang menyerang organ dalam.
cara pencegahan "
1.menghindari basah
2.mempertahankan daerah yang lembab tetap sejuk,berbedak agar tetap kering
!.penghentian pemakaian antibiotika
'eferensi "+uku ikrobiologi karangan Aa$et?
http://fkuii.org/tiki-index.php?page=Candidiasis
Mencegah Penyakit "Flu Singapura"
4leh /ompas 6yber edia
+)'@ saja kasus demam berdarah mulai mereda, kini $arga di
$ilayah Aakarta, +ogor, 9angerang dan +ekasi dihebohkan
dengan dugaan munculnya penyakit =flu 2ingapura= (/ompas,
1IF3F2..&).
Penyakit apa lagi ini ?
engamati gejala dan tanda berupa demam, di dalam mulut
terdapat bisul atau mirip saria$an, serta timbulnya bisul%bisul
pada tangan dan kaki, besar kemungkinan =flu 2ingapura= yang
dimaksud adalah hand foot and mouth disease (1:*). 2elain
bisul%bisul pada mulut, tangan dan kaki, selebihnya gejala
memang mirip flu pada umumnya.
+eberapa tahun lalu masyarakat dikejutkan oleh penyakit yang menyerang anak%anak dan khas
mengenai mulut, tangan dan kaki, sehingga orang mengenalnya sebagai penyakit =mulut, tangan dan
kaki=. Ini memang merupakan terjemahan dari hand foot and mouth disease yang sempat
menggemparkan 2ingapura dengan /ejadian >uar +iasa (outbreak) beberapa tahun lalu. aka
otoritas /esehatan 2ingapura sejak 1 4ktober 2... me$ajibkan pelaporan kasus 1:*.
*epartemen /esehatan 'I pun ikut sibuk, memberi instruksi pada jajarannya di daerah, terutama
yang berbatasan dan berdekatan dengan 2ingapura, agar me$aspadai dan melaksanakan survailans
epidemiologi penyakit menular di daerah masing%masing. 1al ini mengingat adanya laporan kasus
kematian yang diduga akibat 1:* di Aohor, alaysia.
Penyebabnya virus
1and foot and mouth disease adalah penyakit virus yang biasanya menyerang anak%anak di ba$ah
1. tahun. #enyebabnya adalah enterovirus, terutama virus 6oJsackie ,rup ), khususnya tipe )1E
dan tipe%tipe &, 3, D, 1. serta ,rup + tipe 2 dan 3.
>ebih jarang, dapat disebabkan pula oleh enterovirus -1. Cirus 6oJsackie termasuk enterovirus dari
famili #icornaviridae.
#enularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan sekresi hidung dan tenggorokan, muncratan
ludah, atau kontak dengan tinja orang yang terinfeksi. #adahal orang yang terinfeksi belum tentu
menunjukkan gejala. 1al inilah yang perlu di$aspadai, karena dapat menjadi sumber penular.
asa inkubasi 1:* !%3 hari dan biasanya sembuh sendiri (self limiting). ,ejala penyakit ini berupa
demam, disertai timbulnya vesikula, papula dan ulkus pada tangan, kaki, mulut, lidah, bahkan
kadang%kadang pantat. #enderita juga muntah, diare, lelah, dan lemah.
1ampir dapat dipastikan, sulit diduga sejak a$al bah$a seseorang mengidap 1:* hanya dengan
mengamati gejalanya secara selintas, sehingga sering didiagnosis sebagai influen?a. *emam pada
1:* memang disertai gejala seperti penyakit influen?a, yaitu ada pilek dan sakit pada tenggorokan.
Pencegahan
eskipun penyakit ini dapat sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik, jangan disepelekan. 2oalnya
1:* dapat mengakibatkan kematian. 2angat dianjurkan untuk me$aspadai dan melakukan upaya
pencegahan secara dini.
#encegahan yang dianjurkan, berkaitan dengan kebersihan lingkungan maupun ke$aspadaan di
dalam keluarga adalah mencegah anak%anak berada di tempat yang padat dengan pengunjung,
misalnya berada di keramaian.
2egeralah memba$a anak berobat jika ditemukan gejala%gejala demam 2%! hari, sakit tenggorokan
dan pilek, timbul ulkus dan lepuh pada mulut, tangan, kaki maupun pantat. *emikian pula jika anak
mual, muntah, diare, lelah dan lemah.
/ebersihan diri anak harus dijaga. 2ebelum dan setelah makan harus mencuci tangan, demikian pula
setelah buang air besar. Ini termasuk membersihkan dengan perchlorine .,3H (atau larutan
pemutih ) terhadap semua peralatan maupun permainan anak.
2elalu $aspada dan segera berobat apabila anak tidak mau makan%minum. untah terus%menerus
dan mengantuk terus tetapi sukar dibangunkan.
*aya tahan tubuh bisa dipertinggi dengan tetap makan secara teratur, dengan gi?i yang baik.
akanan hendaknya cukup mengandung protein dan kalori.
*ianjurkan minum sebanyak mungkin, terutama sari buah segar, sekaligus untuk mencukupi
kebutuhan vitamin dan mineral. 2ebaiknya berupa jus buah, misalnya jus jambu, jeruk, mangga atau
apel.
()nies *osen Ilmu /esehatan asyarakat dan /edokteran #encegahan :akultas /edokteran
@niversitas *iponegoro).
Campak Jerman
DEFINISI
6ampak Aerman (Rubella, Campak 3 ari) adalah suatu infeksi virus menular, yang menimbulkan
gejala yang ringan (misalnya nyeri sendi dan ruam kulit).
+erbeda dengan campak, rubella tidak terlalu menular dan jarang menyerang anak%anak.
Aika menyerang $anita hamil (terutama pada saat kehamilan berusia I%1. minggu), bisa
menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan atau kelainan ba$aan pada bayi.
PENYEBB
#enyebabnya adalah virus.
Cirus rubella ditularkan melalui percikan ludah penderita atau karena kontak dengan penderita.
#enyakit ini juga ditularkan dari ibu hamil kepada janin yang berada di dalam kandungannya.
#enderita bisa menularkan penyakit ini pada saat 1 minggu sebelum munculnya ruam sampai 1
minggu setelah ruam menghilang.
+ayi baru lahir yang terinfeksi ketika masih berada dalam kandungan, selama beberapa bulan
setelah lahir, bisa menularkan penyakit ini.
/ekebalan seumur hidup diperoleh setelah menderita penyakit ini.
7abah bisa terjadi dengan interval E%D tahun.
!indroma rubella kongenital terjadi pada 23H atau lebih bayi yang lahir dari ibu yang menderita
rubella pada trimester pertama. Aika ibu menderita infeksi ini setelah kehamilan berusia lebih dari
2. minggu, jarang terjadi kelainan ba$aan pada bayi.
/elainan ba$aan yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir adalah tuli, katarak, mikrosefalus,
keterbelakangan mental, kelainan jantung ba$aan dan kelainan lainnya.
!E"#
,ejala mulai timbul dalam $aktu 1&%21 hari etelah terinfeksi.
#ada anak%anak, gejalanya dia$ali dengan rasa tidak enak badan selama 1%3 hari, demam yang
tidak begitu tinggi (!I5 6elsius), disertai pembengkakan kelenjar getah bening kepala dan leher,
kadang disertai nyeri sendi. 9idak terdapat nyeri tenggorokan, tetapi tenggorokan hanya terlihat
agak merah.
#ada de$asa, gejala a$al tersebut sifatnya ringan atau sama sekali tidak timbul.
'uam (kemerahan kulit) muncul dan berlangsung selama ! hari. #ada mulanya ruam timbul di
$ajah dan leher, lalu menyebar ke batang badan, lengan dan tungkai.
#ada langit%langit mulut timbul bintik%bintik kemerahan.
DI!N$S
*iagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.
*iagnosis pasti pada ibu hamil bisa ditegakkan melalui pengukuran kadar antibodi terhadap virus
rubella.
%$MP#I%SI
/ebanyakan anak%anak mengalami penyembuhan total.
)nak laki%laki atau pria de$asa kadang mengalmi nyeri pada testis (buah ?akar) yang bersifat
sementara.
2epertiga $anita mengalami nyeri sendi atau artritis.
#ada $anita hamil, campak Aerman bisa menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan
ataupun keguguran.
/adang terjadi infeksi telinga (otitis media). Infeksi otak (ensefalitis) jarang terjadi.
PEN!$B&N
9idak ada pengobatan khusus untuk campak Aerman.
@ntuk menurunkan panas bisa diberikan asetaminofen.
PEN'E!(N
Caksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanakK%kanak.
Caksin MMR diberikan pada usia 12%13 bulan, dosis kedua diberikan pada usia &%E tahun.
7anita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella.
Aika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil ! bulan setelah penyuntikan.
Caksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami
gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.