PEMBAHASAN KASUS

Tn A umur 35 th masuk ke RSD karena mengalami kecelakaan lalulintas. Tn A mengalami:
fraktur transversal pada femoralis dekstra dan fraktur segmental pada tibia sinistra, uka robek
pada kedua fraktur, klien tampak lemah, meringis kesakitan, klien ban!ak mengalami
pendarahan, ekstremitas dingin, tampak pucat, "RT # detik, nadi $%%&' mnt, TD $3%'(% mm)g
dan RR: 3*&'mnt.
+ertan!aan
$. ,elaskan -onsep +e!akit tersebut:
*. Data.data !ang perlu dika/i lebih lan/ut0
3. +atofisiologi
#. ,elaskan proses pen!embuhan tulang
5. +emeriksaan diagnostik !ang perlu dilakukan
1. Diagnosa
2. 3ntervensi
,a4aban:
$. ,elaskan konsep pen!akit tersebut0
5raktur adalah terputusn!a kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai /enis dan luasn!a
,enis* fraktur:
$. 5. -omplit
*. 5. 3nkomplit
3. 5. Transversal
#. 5. Tertutup
5. 5. Terbuka
6ila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adan!a perlukaan
di kulit. 5raktur terbuka terbagi atas 3 dera/at:
$. Dera/at 3
7 uka 8 $ cm
7 -erusakan /aringan lunak sedikit, tak ada tanda luka remuk
7 5raktur sederhana, tranversal, atau kominutif ringan
7 -ontaminasi minimal
*. Dera/at 33
7 aserasi 9 $ cm7 -erusakan /aringan lunak, tidak luas, flap'avulsi
7 5raktur kominutif sedang
7 -ontaminasi sedang
3. Dera/at 333
Ter/adi kerusakan /aringan lunak !ang luas, meliputi struktur kulit, otot, dan
neurovaskular serta kontaminasi dera/at tinggi. 5raktur dera/at 333 terbagi atas :
• ,aringan lunak !ang menutupi fraktur tulang adekuat, meskipun terdapat laserasi
luas'flap'avulsi atau fraktur segmental'sangat kominutif !ang disebabkan oleh trauma
berernergi tinggi tanpa melihat ukuran luka.
• -ehilangan /aringan lunak dengan fraktur tulang !ang terpapar kontaminasi masif.
• uka pada pembuluh arteri'saraf perifer !ang harus diperbaiki tanpa melihat
kerusakan /aringan lunak.
*. Data.data !ang perlu dika/i lebih lan/ut0
• 6erapa ban!ak pngeluaran cairan :perdarahan;
• Skala'karakteristik n!eri
• <"S :mengukur Tingkat -esadaran pasien;
*. +atofisiologi
#. ,elaskan proses pen!embuhan tulang
a. 5ase hematom'inflamasi
• Dalam 4aktu *# /am timbul perdarahan, edema, hematume disekitar fraktur
• Setelah *# /am suplai darah di sekitar fraktur meningkat
b. 5ase granulasi /aringan'poliferasi sel
• Ter/adi $ = 5 hari setelah in/ur!
• +ada tahap phagositosis aktif produk neorosis
• 3tematome berubah men/adi granulasi /aringan !ang berisi pembuluh darah baru
c. 5ase formasi callus
• Ter/adi 1 = $% harisetelah in/uri
• <ranulasi ter/adi perubahan berbentuk callus
d. 5ase ossificasi
• >ulai pada * = 3 minggu setelah fraktur sampai dengan sembuh
• "allus permanent akhirn!a terbentuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium !ang
men!atukan tulang !ang patah
e. 5ase consolidasi dan remadelling
• Dalam 4aktu lebih $% minggu !ang tepat berbentuk callus terbentuk dengan oksifitas
osteoblast dan osteuctas
5. pemeriksaan diagnostik !ang perlu dilakukan
• Rontgen
• Darah lengkap
• >asa pembekuan dan perdarahan
• +emeriksaan urine
• 5ungsi gin/al
• <olongan darah
• ?-<
1. Diagnosa
• @!eri b'd spasme otot, pergeseran tulang
• -erusakan integritas /aringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan
• 3mobilitas fisik b.d cedera /aringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka neuromuskuler
• S!ok )ipovolemik b'd perdarahan !ang ban!ak
• <angguan perfusi /aringan b'd menurunn!a cairan darah akibat cidera
$. 3ntervensi
a. D& $. @!eri b'd spasme otot, pergeseran tulang
• -a/i ulang lokasi, tipe dan intensitas n!eri
• +ertahankan imobilisasi bagian !ang sakit dengan tirah baring, gips
• 6erikan lingkungan !ang tenang
• Abservasi TTB
• -olaborasi dalam pemberian analgesik
b. D& *. -erusakan integritas /aringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan
• -a/i ulang integritas luka dan observasi terhadap tanda infeksi
• >onitor suhu tubuh pasien
• akukan pera4atan kulit
• Ra4at luka bekas operasi pemasangan pen
• Cbah posisi dengan teratur
c. D& 3. 3mobilitas fisik b.d cedera /aringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka
neuromuskuler
• +ertahankan tiranh baring dalam posisi !ang diprogramkan
• Tinggikan ekstremitas !ang sakit
• 6antu klien u' latihan gerak
• ,elaskan keterbatsan dalam aktivitas
• Cbah posisi secara periodik
• -olaborasi fisioterapi
d. D& #. S!ok )ipovolemik b'd perdarahan !ang ban!ak
• Abservasi TTB
• >engka/i sumber, lokasi dan ban!akn!a perdarahan
• -olaborasi dalm pemberian:
o "airan infus
o Abat koagulasi
o +emerikasaan lab :)b;
e. D& 5. <angguan perfusi /aringan b'd menurunn!a cairan darah akibat cidera
• -a/i TTB tiap 3.# /am
• epaskan perhiasan demi ekstremitas !ang sakit
• -a/i aliran kapiler, 4arna kulit dan kehangatan pd fraktur
• A4asi posisi serta lokasi alat pen!anggah sementara

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful