You are on page 1of 13

1.

Definisikan istilah: adiksi, penyalahgunaan obat (abuse), penggunasalahan obat (misuse),


ketergantungan fisik, ketergantungan mental, detoksifikasi dan berikan contohnya.
Jawaban :
Adiksi atau kecanduan adalah sebuah pola maladaptif dari penggunaan narkoba yang mengarah
ke gangguan klinis signifikan atau gangguan seperti yang dinyatakan oleh tiga (atau lebih) dari
berikut ini, yang teradi pada setiap saat dalam periode 1!"bulan yang sama:
a) #at ini sering diambil dalam umlah yang lebih besar atau selama periode lama daripada
yang dimaksudkan
b) $einginan persisten atau upaya yang gagal untuk mengurangi atau mengontrol
penggunaan %at
c) &anyak waktu dihabiskan dalam kegiatan yang diperlukan untuk memperoleh substansi
(misalnya, mengunungi beberapa dokter atau mengemudi arak auh), menggunakan %at
(misalnya, merokok berat), atau pulih dari efeknya
d) $egiatan sosial, pekeraan atau rekreasi penting dikalahkan atau berkurang karena
penyalahgunaan %at
e) 'enggunaan %at lanutan meskipun diketahui memiliki masalah psikologis, atau fisik
persisten atau berulang yang disebabkan atau diperburuk oleh penggunaan %at
f) (oleransi, seperti yang didefinisikan baik berupa: (a) kebutuhan untuk peningkatan
umlah %at untuk mencapai intoksikasi atau efek yang diinginkan) atau (b) efek nyata
berkurang dengan terus menggunakan umlah yang sama
g) 'enarikan, seperti yang dinyatakan oleh salah satu dari: (a) sindrom penarikan
karakteristik untuk substansi) atau (b) substansi yang sama (atau terkait erat) diambil
untuk menghilangkan atau menghindari geala penarikan
'enyalahgunaan obat (drug abuse) meruuk pada keadaan di mana obat digunakan
secara berlebihan tanpa tuuan medis atau indikasi tertentu. *edangkan, istilah pengguna"
salahan obat adalah meruuk pada penggunaan obat secara tidak tepat, yang biasanya
disebabkan karena pengguna memang tidak tahu bagaimana penggunaan obat yang benar.
'ada tulisan ini hanya akan dikai mengenai penyalahgunaan obat (drug abuse) saa.
penggunasalahan obat (misuse) adalah digunakan untuk semua konsumsi obat yang merusak
atau mengancam dapat merusak kesehatan fisik atau mental seorang indi+idu, atau indi+idu
lainnya, atau pengunaan obat yang illegal.
'enyalahgunaan obat teradi secara luas di berbagai belahan dunia. ,bat yang
disalahgunakan bukan saa semacam cocain, atau heroin, namun uga obat"obat yang biasa
diresepkan. 'enyalahgunaan obat ini terkait erat dengan masalah toleransi, adiksi atau
ketagihan, yang selanutnya bisa berkembang menadi ketergantungan obat (drug
dependence). 'engguna umumnya sadar bahwa mereka melakukan kesalahan, namun mereka
sudah tidak dapat menghindarkan diri lagi.
Di Amerika, penyalahgunaan obat"obat yang diresepkan meningkat cukup taam
dalam dua dekade terakhir, dan hanya sedikit di bawah mariyuana, suatu senyawa yang
paling banyak disalahgunakan di sana. Data dari sebuah lembaga farmasi di sana menyatakan
bahwa sedikitnya -. uta orang Amerika pernah menggunakan sedikitnya satu enis obat
psikotropika, dan / uta orang yang berusia di atas 1! tahun menggunakan obat"obat ini
bukan untuk tuuan medis. 0al ini diduga tidak akan berbeda auh dengan di 1ndonesia, di
mana penyalahgunaan obat"obat psikotropika dan obat"obat lainnya meningkat dengan taam.
,bat"obat yang sering disalahgunakan
Ada tiga golongan obat yang paling sering disalah"gunakan, yaitu :
" 2olongan analgesik opiat3narkotik, contohnya adalah codein, o4ycodon, morfin
" 2olongan depressan sistem saraf pusat untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur,
contohnya barbiturat (luminal) dan golongan ben%odia%epin (dia%epam3+alium,
klordia%epoksid, klona%epam, alpra%olam)
" 2olongan stimulan sistem saraf pusat, contohnya dekstroamfetamin, amfetamin.
,bat"obat ini bekera pada sistem saraf, dan umumnya menyebabkan ketergantungan
atau kecanduan. *elain itu, ada pula golongan obat lain yang digunakan dengan
memanfaatkan efek sampingnya, bukan berdasarkan indikasi yang resmi dituliskan.
&eberapa contoh diantaranya adalah :
'enggunaan misoprostol, suatu analog prostaglandin untuk mencegah tukak
peptik3gangguan lambung, sering dipakai untuk menggugurkan kandungan karena
bersifat memicu kontraksi rahim.
'enggunaan Profilas (ketotifen), suatu anti histamin yang diindikasikan untuk profilaksis
asma, sering diresepkan untuk meningkatkan nafsu makan anak"anak
Alasan penyalahgunaan obat :
Ada tiga kemungkinan seorang memulai penyalahgunaan obat.
'ertama, seseorang awalnya memang sakit, misalnya nyeri kronis, kecemasan, insomnia
yang memang membutuhkan obat, dan mereka mendapatkan obat secara legal dengan resep
dokter. 5amun selanutnya, obat"obat tersebut menyebabkan toleransi, di mana pasien
memerlukan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. 6erekapun
kemudian akan meningkatkan penggunaannya, mungkin tanpa berkonsultasi dengan dokter.
*elanutnya, mereka akan mengalami geala putus obat ika pengobatan dihentikan, mereka akan
menadi kecanduan atau ketergantungan terhadap obat tersebut, sehingga mereka berusaha untuk
memperoleh obat"obat tersebut dengan segala cara.
$edua, seseorang memulai penyalahgunaan obat memang untuk tuuan rekreasional.
Artinya, seak awal penggunaan obat memang tanpa tuuan medis yang elas, hanya untuk
memperoleh efek"efek menyenangkan yang mungkin dapat diperoleh dari obat tersebut.
$eadian ini umumnya erat kaitannya dengan penyalahgunaan substance yang lain, termasuk
yang bukan obat diresepkan, seperti kokain, heroin, ecstassy, dan alkohol.
$etiga, seseorang menyalahgunakan obat dengan memanfaatkan efek samping seperti
yang telah disebutkan di atas. &isa adi penggunanya sendiri tidak tahu, hanya mengikuti saa apa
yang diresepkan dokter. ,batnya bukan obat"obat yang dapat menyebabkan toleransi dan
ketagihan. 'enggunaannya uga mungkin tidak dalam angka waktu lama yang menyebabkan
ketergantungan.

(eradi toleransi obat :
'ada orang"orang yang memulai penggunaan obat karena ada gangguan medis3psikis
sebelumnya, penyalahgunaan obat terutama untuk obat"obat psikotropika, dapat berangkat dari
teradinya toleransi, dan akhirnya ketergantungan. 6enurut konsep neurobiologi, istilah
ketergantungan (dependence) lebih mengacu kepada ketergantungan fisik, sedangkan untuk
ketergantungan secara psikis istilahnya adalah ketagihan (addiction). 'ada bagian ini akan
dipaparkan secara singkat tentang toleransi obat. (oleransi obat sendiri dapat dibedakan menadi
7 enis, yaitu : toleransi farmakokinetik, toleransi farmakodinamik, dan toleransi yang dipelaari
(learned tolerance). (oleransi farmakokinetika adalah perubahan distribusi atau metabolisme
suatu obat setelah pemberian berulang, yang membuat dosis obat yang diberikan menghasilkan
kadar dalam darah yang semakin berkurang dibandingkan dengan dosis yang sama pada
pemberian pertama kali. 6ekanisme yang paling umum adalah peningkatan kecepatan
metabolisme obat tersebut. 8ontohnya adalah obat golongan barbiturat. 1a menstimulasi produksi
en%im sitokrom '9-. yang memetabolisir obat, sehingga metabolisme3degradasinya sendiri
ditingkatkan. $arenanya, seseorang akan membutuhkan dosis obat yang semakin meningkat
untuk mendapatkan kadar obat yang sama dalam darah atau efek terapetik yang sama. *ebagai
tambahan infromasi, penggunaan barbiturate dengan obat lain uga akan meningkatkan
metabolisme obat lain yang digunakan bersama, sehingga membutuhkan dosis yang meningkat
pula.
(oleransi farmakodinamika meruuk pada perubahan adaptif yang teradi di dalam system
tubuh yang dipengaruhi oleh obat, sehingga respons tubuh terhadap obat berkurang pada
pemberian berulang. 0al ini misalnya teradi pada penggunaan obat golongan ben%odia%epine, di
mana reseptor obat dalam tubuh mengalami desensitisasi, sehingga memerlukan dosis yang
makin meningkat pada pemberian berulang untuk mencapai efek terapetik yang sama.
(oleransi yang dipelaari (learned tolerance) artinya pengurangan efek obat dengan
mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir.
$ebutuhan dosis obat yang makin meningkat dapat menyebabkan ketergantungan fisik,
di mana tubuh telah beradaptasi dengan adanya obat, dan akan menunukkan geala putus obat
(withdrawal symptom) ika penggunaan obat dihentikan. $etergantungan obat tidak selalu
berkaitan dengan obat"obat psikotropika, namun dapat uga teradi pada obat"obat non"
psikotropika, seperti obat"obat simpatomimetik dan golongan +asodilator nitrat.
Di sisi lain, adiksi atau ketagihan obat ditandai dengan adanya dorongan, keinginan untuk
menggunakan obat walaupun tahu konsekuensi negatifnya. ,bat"obat yang bersifat adiktif
umumnya menghasilkan perasaan euphoria yang kuat dan reward, yang membuat orang ingin
menggunakan dan menggunakan obat lagi. Adiksi obat lama kelamaan akan membawa orang
pada ketergantungan fisik uga.
6ekanisme teradinya adiksi :
:ntuk menelaskan tentang adiksi, perlu dipahami dulu istilah system reward pada manusia.
6anusia, umumnya akan suka mengulangi perilaku yang menghasilkan sesuatu yang
menyenangkan. *esuatu yang menyebabkan rasa menyenangkan tadi dikatakan memiliki efek
reinforcement positif. ;eward bisa berasal secara alami, seperti makanan, air, se4, kasih sayang,
yang membuat orang merasakan senang ketika makan, minum, disayang, dll. &isa uga berasal
dari obat"obatan. 'engaturan perasaan dan perilaku ini ada pada alur tertentu di otak, yang
disebut reward pathway. 'erilaku"perilaku yang didorong oleh reward alami ini dibutuhkan oleh
mahluk hidup untuk survived (mempertahankan kehidupan).
&agian penting dari reward pathway adalah bagian otak yang disebut : ventral tegmental
area (VTA), nucleus accumbens, dan prefrontal corte. <(A terhubung dengan nucleus
accumbens dan prefrontal corte melalui alur reward ini yang akan mengirim informasi melalui
saraf. *araf di <(A mengandung neurotransmitter dopamin, yang akan dilepaskan menuu
nucleus accumbens dan prefrontal corte4. Jalur reward ini akan terakti+asi ika ada stimulus yang
memicu pelepasan dopamin, yang kemudian akan bekera pada system reward.
,bat"obat yang dikenal menyebabkan adiksi3ketagihan seperti kokain, misalnya, bekera
menghambat re!uptake dopamin, sedangkan amfetamin, bekera meningkatkan pelepasan
dopamin dari saraf dan menghambat re!uptake"nya, sehingga menyebabkan kadar dopamin
meningkat.
6ekanisme adiksi obat"obat golongan opiate :
;eseptor opiat terdapat sekitar reward pathway (<(A, nucleus accumbens dan corte4),
dan uga pada pain pathway (alur nyeri) yang meliputi thalamus, brainstem, dan spinal cord.
$etika seseorang menggunakan obat"obat golongan opiat seperti morfin, heroin, kodein, dll,
maka obat akan mengikat reseptornya di alur reward, dan uga alur nyeri. 'ada alur nyeri, obat"
obat opiat akan memberikan efek analgesia, sedangkan pada alur reward akan memberikan
reinforcement positif (rasa senang, euphoria), yang menyebabkan orang ingin menggunakan
lagi. 0al ini karena ikatan obat opiat dengan reseptornya di nucleus accumbens akan
menyebabkan pelepasan dopamin yang terlibat dalam system reward.
*ebagai tambahan informasi, di bawah ini disaikan beberapa enis obat golongan
ben%odia%epin3barbiturat beserta dosis dan dosis ketergantungannya.
,bat"obat psikotropika beserta dosis sedati+e dan dosis yang menyebabkan ketergantungan.









=armakoterapinya :
'engatasan penyalah"gunaan obat memerlukan upaya"upaya yang terintegrasi, yang
melibatkan pendekatan psikologis, sosial, hukum, dan medis. 'ada tulisan kali ini hanya akan
dibahas mengenai farmakoterapi (terapi menggunakan obat) bagi keadaan yang terkait dengan
ketergantungan obat.
5ama Dosis sedatif (mg) Dosis ketergantungan dan waktu
untuk menimbulkan ketergantungan
Dia%epam - > 1. 9. > 1.. mg 4 9! > 1!. hari
$lordia%epoksid 1. > !- /- > ?.. mg 4 9! > 1!. hari
Alpra%olam .,!- > @ @ > 1? mg 4 9! hari
=lunitra%epam 1 > ! @ > 1. mg 4 9! hari
'entobarbital 1.. @.. > !!.. mg 4 7- > 7/ hari
Amobarbital ?- > 1.. @.. > !!.. mg 4 7- > 7/ hari
6eprobamat 9.. 1,? > 7,! g 4 !/. hari
$ondisi yang perlu diatasi secara farmakoterapi pada keadaan ketergantungan obat ada dua,
yaitu kondisi intoksikasi dan keadian munculnya geala putus obat (AsakawB). Dengan demikian,
sasaran terapinya ber+ariasi tergantung tuuannya:
1. (erapi pada intoksikasi3o+er dosis : tuuannya untuk mengeliminasi obat dari tubuh,
menaga fungsi +ital tubuh
!. (erapi pada geala putus obat : tuuannya untuk mencegah perkembangan geala supaya
tidak semakin parah, sehingga pasien tetap nyaman dalam menalani program
penghentian obat
(entunya masing"masing golongan obat memiliki cara penanganan yang berbeda,
sesuai dengan geala klinis yang teradi. Di bawah ini disaikan tabel ringkasan terapi
intoksikasi pada berbagai enis obat yang sering disalahgunakan.
(abel 1. ;ingkasan tentang terapi intoksikasi
$las obat (erapi obat (erapi non"
obat
$omentar
&en%odia%epin =luma%enil .,!
mg3min 1<, ulangi
sampai ma4 7 mg
*upport
fungsi +ital
$ontraindikasi ika ada
penggunaan (8A C
resiko keang
Alkohol, barbiturat,
sedatif hipnotik
non"ben%odia%epin
(idak ada *upport
fungsi +ital

,piat 5alo4one .,9"!,. mg
1< setiap 7 min
*upport
fungsi +ital
Jika pasien tidak
responsif sampai dosis
1. mg C mungkin ada
,D selain opiat
$okain dan
stimulan 85* lain
C Dora%epam !"9 mg
16 setiap 7. min
sampai ? am ika
perlu
C 0aloperidol !"- mg
(atau antipsikotik
lain) setiap 7. min
sampai ? am
"*upport
fungsi +ital
" 6onitor
fungsi antung
" digunakan ika pasien
agitasi
" digunakan ika pasien
psikotik
" komplikasi
kardio+askuler diatasi
scr simptomatis
0alusinogen,
mariuana
*ama dgn di atas *upport
fungsi +ital,
Etalk"down
therapyA

*elanutnya, di bawah ini adalah ringkasan untuk terapi mengatasi geala putus obat.
(abel !. ;ingkasan tentang terapi untuk mengatasi withdrawal syndrome (Di'iro, !..@)
,bat (erapi obat $omentar
&en%odia%epin
(short acting)
$lordia%epoksid -. mg 7 4 sehari atau
lora%epam ! mg 7 4 sehari, aga dosis
utk - hari, kmd tappering

Dong acting &#D *ama, tapi tambah -"/ hari utk
tappering
Alpra%olam paling sulit
dan butuh wkt lebih lama
,piat 6ethadon !."@. mg p.o, taper dengan
-"1. mg sehari, atau klonidin ! g3kg
tid 4 / hari, taper untuk 7 hari
berikutnya
" ika metadon gagal C
metadon maintanance
program
" $lonidin menyebabkan
hipotensi C pantau &'
&arbiturat (est toleransi pentobarbital, gunakan
dosis pada batas atas test, turunkan
dosis 1.. mg setiap !"7 hari

6i4ed"substance Dakukan spt pada long acting &#D
*timulan 85* (erapi supportif saa, bisa gunakan
bromokriptin !,- mg ika pasien
benar"benar kecanduan, terutama pada
kokain

,bat"obat untuk disalah gunakan didapat dari :
,bat"obat tadi harus diperoleh dengan resep dokter. 5amun untuk penyalahgunaan ini,
banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk memperoleh obat. Antara lain adalah :
"ultiple doctor shopping : maksudnya, ia pergi ke banyak dokter, sehingga mendapatkan
banyak resep untuk mendapatkan obat yang dimaksud
6emalsukan resep, memalsukan angka untuk iterasi
6encuri atau meminta paksa
#ver prescribing by physicians : dokter sendiri yang meresepkan dalam umlah
berlebihan
'embelian melalui internet : sekarang banyak online pharmacies, terutama di luar negeri
'enualan langsung oleh dokter atau apoteker yang memang tidak mengindahkan moral
dan etika profesi
*elain ketergantungan fisik, teradi uga ketergantungan mental. $etergantungan mental
ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. $etergantungan yang dialami
secara fisik akan lewat setelah 2', diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan
mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah FsugestiG. ,rang seringkali menganggap bahwa
sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. *akaw bersifat fisik,
dan merupakan istilah lain untuk 2eala 'utus ,bat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan
mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. *ugesti ini tidak
akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal.
*ugesti ini bisa digambarkan sebagai suara"suara yang menggema di dalam kepala
seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. *ugesti seringkali
menyebabkan teradinya HperangH dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian
dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang
mencegahnya. 'eperangan ini sangat melelahkan... &ayangkan saa bila Anda harus berperang
melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara"suara itu karena
tidak ada tempat dimana Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak arang bagian
dirinya yang ingin menggunakan narkoba"lah yang menang dalam peperangan ini. *uara"suara
ini seringkali begitu kencang sehingga ia tidak lagi menggunakan akal sehat karena pikirannya
sudah terobsesi dengan narkoba dan nikmatnya efek dari menggunakan narkoba. *ugesti inilah
yang seringkali menyebabkan pecandu relapse. *ugesti ini tidak bisa hilang dan tidak bisa
disembuhkan, karena inilah yang membedakan seorang pecandu dengan orang"orang yang bukan
pecandu. ,rang"orang yang bukan pecandu dapat menghentikan penggunaannya kapan saa,
tanpa ada sugesti, tetapi para pecandu akan tetap memiliki sugesti bahkan saat hidupnya sudah
bisa dibilang normal kembali. *ugesti memang tidak bisa disembuhkan, tetapi kita dapat
merubah cara kita bereaksi atau merespon terhadap sugesti itu.
Dampak mental yang lain adalah pikiran dan perilaku obsesif kompulsif, serta tindakan
impulsi+e. 'ikiran seorang pecandu menadi terobsesi pada narkoba dan penggunaan narkoba.
5arkoba adalah satu"satunya hal yang ada didalam pikirannya. 1a akan menggunakan semua
daya pikirannya untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk membeli
narkoba. (etapi ia tidak pernah memikirkan dampak dari tindakan yang dilakukannya, seperti
mencuri, berbohong, atau sharing needle karena perilakunya selalu impulsi+e, tanpa pernah
dipikirkan terlebih dahulu.
1a uga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam artian ia selalu mengulangi
kesalahan"kesalahan yang sama. 6isalnya, seorang pecandu yang sudah keluar dari sebuah
tempat pemulihan sudah mengetahui bahwa ia tidak bisa mengendalikan penggunaan
narkobanya, tetapi saat sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah
bisa mengendalikan penggunaannya, dan akhirnya kembali menggunakan narkoba hanya untuk
menemukan bahwa ia memang tidak bisa mengendalikan penggunaannya. &isa dikatakan bahwa
dampak mental dari narkoba adalah mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang
sudah dalam tahap kecanduan. 1ni semua membuktikan bahwa penyakit adiksi adalah penyakit
yang licik, dan sangat berbahaya.
*elain ketergantungan fisik, teradi uga ketergantungan mental. $etergantungan mental
ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. $etergantungan yang dialami
secara fisik akan lewat setelah 2', diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan
mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah FsugestiG. ,rang seringkali menganggap bahwa
sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. *akaw bersifat fisik,
dan merupakan istilah lain untuk 2eala 'utus ,bat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan
mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. *ugesti ini tidak
akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal.
*ugesti ini bisa digambarkan sebagai suara"suara yang menggema di dalam kepala
seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. *ugesti seringkali
menyebabkan teradinya HperangH dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian
dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang
mencegahnya. 'eperangan ini sangat melelahkan... &ayangkan saa bila Anda harus berperang
melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara"suara itu karena
tidak ada tempat dimana Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak arang bagian
dirinya yang ingin menggunakan narkoba"lah yang menang dalam peperangan ini. *uara"suara
ini seringkali begitu kencang sehingga ia tidak lagi menggunakan akal sehat karena pikirannya
sudah terobsesi dengan narkoba dan nikmatnya efek dari menggunakan narkoba. *ugesti inilah
yang seringkali menyebabkan pecandu relapse. *ugesti ini tidak bisa hilang dan tidak bisa
disembuhkan, karena inilah yang membedakan seorang pecandu dengan orang"orang yang bukan
pecandu. ,rang"orang yang bukan pecandu dapat menghentikan penggunaannya kapan saa,
tanpa ada sugesti, tetapi para pecandu akan tetap memiliki sugesti bahkan saat hidupnya sudah
bisa dibilang normal kembali. *ugesti memang tidak bisa disembuhkan, tetapi kita dapat
merubah cara kita bereaksi atau merespon terhadap sugesti itu.
ketergantungan mental adalah pikiran dan perilaku obsesif kompulsif, serta tindakan
impulsi+e. 'ikiran seorang pecandu menadi terobsesi pada narkoba dan penggunaan narkoba.
5arkoba adalah satu"satunya hal yang ada didalam pikirannya. 1a akan menggunakan semua
daya pikirannya untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk membeli
narkoba. (etapi ia tidak pernah memikirkan dampak dari tindakan yang dilakukannya, seperti
mencuri, berbohong, atau sharing needle karena perilakunya selalu impulsi+e, tanpa pernah
dipikirkan terlebih dahulu.
1a uga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam artian ia selalu mengulangi
kesalahan"kesalahan yang sama. 6isalnya, seorang pecandu yang sudah keluar dari sebuah
tempat pemulihan sudah mengetahui bahwa ia tidak bisa mengendalikan penggunaan
narkobanya, tetapi saat sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah
bisa mengendalikan penggunaannya, dan akhirnya kembali menggunakan narkoba hanya untuk
menemukan bahwa ia memang tidak bisa mengendalikan penggunaannyaI &isa dikatakan bahwa
dampak mental dari narkoba adalah mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang
sudah dalam tahap kecanduan. 1ni semua membuktikan bahwa penyakit adiksi adalah penyakit
yang licik, dan sangat berbahaya.
Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau %at"%at yang bersifat racun
dari dalam tubuh. dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.
*eperti kita tahu, masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol
darah berlebihan, lesu kronis, penyakit3gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan
gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit"penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit
antung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan.), serta penyakit"penyakit infeksi yang tak
kunung sembuh berawal dari adanya timbunan ampas tubuh. (oksin bukan hanya ampas dari
makanan yang kita makan dan makanan"makanan yang tidak tercerna, tetapi uga bisa berasal
dari %at makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air
minum, residu obat"obatan farmasi, dll. &ahkan pikiran dan emosi negatif uga merupakan racun
bagi sel"sel tubuh kita. *emua ampas atau %at yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan
sebagai racun (toksin) atau penyakit. Ampas atau toksin uga diproduksi secara alamiah oleh
tubuh kita sendiri. 1ni merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. *etiap
hari di dalam tubuh teradi pembelahan sel"sel baru.
*ementara itu sel"sel yang sudah tua akan menadi aus, mati, dan menadi ampas. Dalam
kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan
tubuh. &uang air besar setiap hari bukan aminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika
salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas
dari tubuh Anda belum optimalI 'enyakit teradi apabila proses pembuangan tidak optimal dan
toksin mulai merusak aringan organ"organ +ital. Dalam seumlah hasil penelitian disebutkan
kondisi racun berlebihan (toicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan
teradinya penyakit"penyakit degeneratif (li+er, antung, diabetes, kanker), dan menurunkan
sistem kekebalan tubuh. $arena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. 8aranya, dengan
detoksifikasi (detoks).
'uasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. 'embersihan dan detoks
meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. ,rgan +ital yang
menadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu besar (pengeluaran)
dan li+er (detoksifikasi).0ampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi
keracunan dalam saluran usus (intestinal to4emia). $arena setiap aringan dalam tubuh
mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. *etiap %at yang masuk
ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding"dinding usus. Artinya, toksin
yang berada usus uga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel"sel di seluruh
penuru tubuh kita. (oksin"toksin inilah yang menyumbangkan teradinya berbagai kondisi
penyakit kronis, akut, dan degeneratif. &egitu uga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.