P. 1
Anatomi Mata

Anatomi Mata

|Views: 0|Likes:
Published by dies

More info:

Published by: dies on May 18, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2014

pdf

text

original

papil optic, yaitu tempat masuknya nervus optikus.

Di lateral papil optic terdapat macula , yang
merupakan daerah paling sensitive terhadap cahaya. 1(gambar 3)




Gambar 3. Penampakan fundus melalui optalmoskop.1



Dalam bola mata terdapat beberapa struktur yang berperan dalam refraksi cahaya. Struktur tersebut
antara lain kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreus humor.Aqueus humor adalah cairan yang
terletak pada segmen anterior bola mata. Segmen anterior dibagi oleh iris dan pupil menjadi
anterior dan posterior chamber. Aqueus humor diproduksi di badan siliaris, muncul di chamber
posterior, masuk ke anterior chamber melalui pupil. Di sudut sklerokorneal terdapat daerah
trabekular yang memiliki kanal Schlemm, di sini aqueus humor diserap.1.2

Lensa adalah struktur transparan dan bikonveks yang terletak di sebelah posterior iris. Tebalnya
sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. Posisi lensa dipertahankan oleh serat zonule yang muncul dari
badan siliaris.2

Vitreous humor adalah badan gelatin yang terletak di posterior lensa dan menempel dengan retina.
Vitreous humor berkontribusi pada 2/3 volume dan berat bola mata.Vitreous humor mengandung
99% air, dan sisanya kolagen serta hialuronan, yang berperan memberikan konsistensi seperti gel.2

C. Otot Ekstraokuler

Otot ekstraokuler terdiri dari tujuh buah, yaitu: rektus superior, inferior, lateral, medial, dan lateral,
otot oblikus inferior dan superior, serta otot levator palpebra superioris.3

1. Levator Palpebra Superioris

Levator palpebra superioris adalah otot yang berbentuk segitiga yang muncul dari permukaan
inferior sayap minor os sphenoid, di atas dan depan kanalis optikus. Perlekatan posteriornya tipis
dan semakin lebar ke depan. Otot ini berakhir sebagai aponeurosis di atas bola mata. Sebagian
seratnya melekat pada tarsus. Otot ini menerima pendarahan dari arteri optalmikus. Otot ini
dipersarafi cabang superior nervus tiga dan cabang dari pleksus karotis interna. Otot ini berfungsi
mengangkat alis atas.3

2. Otot Rektus

Terdapat empat otot rektus pada setiap orbit. Keempat otot ini memiliki perlekatan yang bergabung
seperti cincin, yaitu tendon annulus komunis. Bagian atas cincin ini merupakan tempat perlekatan
otot rektus superior dan sebagian rektus lateral dan medial. Bagian bawah merupakan tempat
perlekatan rektus inferior dan sebagian rektus lateral dan medial. Sebagian serat rektus lateral
melekat pada sayap superior os sphenoid.3

3. Otot Oblik

Terdapat dua otot oblik pada setiap orbit, yaitu oblikus superior dan inferior. Otot oblikus superior
muncul dari korpus sphenoid, di sebelah superomedial kanalis optikus. Otot ini berakhir sebagai
tendon di sebuah lengkungan fibrokartilago, troklea. Tendon ini membelok posterolateral dan
menempel pada sclera.1,3

Otot oblikus inferior bermula dari dekat tepi anterior atap orbit, tepatnya di bagian orbit os maksila.
Otot ini berjalan posterolateral dari tempat perlekatannya. Otot ini melekat pada bagian lateral
sclera di quadran posterior.3

D. Persarafan Orbit

Saraf utama yang berfungsi dalam penglihatan adalah nervus optikus. Nervus optikus masuk di bola
mata dimulai dari lamina cribosa sclera. Saraf lainnya adalah nervus abdusen, troklear, dan
okulomotor. Nervus okulomotor terbagi menjadi dua bagian, yaitu superior dan inferior. Bagian
superior mempersarafi otot rektus superior dan levator palpebra superioris. Bagian inferior
mempersarafi otot rektus inferior, medial, oblikus inferior, dan membawa neuron parasimpatik
presinaptik ke ganglion siliaris.1

Persarafan lainnya disuplai oleh cabang optalmikus nervus trigerminal(NV1). Cabang-cabang nervus
ini antara lain nervus lacrimalis, nasociliaris, dan frontalis. Di dalam orbit terdapat ganglion siliaris,
yang dilewati oleh1:

- neuron presinaps bagian parasimpatis nervus 3

- nervus lacrimalis

- neuron postsinaps dari pleksus carotis interna




Gambar 4 Persarafan mata dan orbit 1

E. Pendarahan Orbit

Pendarahan orbit terutama disuplai oleh arteri optalmikus(cabang arteri karotis interna) dan
infraorbitalis(cabang dari arteri karotis eksterna). Arteri optalmikus memiliki banyak cabang yang
mensuplai daerah tertentu(tabel 1).

Arteri yang mensuplai retina adalah arteri retina central. Arteri ini berjalan di bawah nervus optikus
dan masuk ke bola mata melalui papil optic. Arteri ini mensuplai permukaan interna retina.

Bagian eksterna retina disuplai oleh koriokapilaris. Lapisan korion mendapat suplai pendarahan dari
arteri siliaris posterior brevis secara langsung, dan tidak langsung oleh arteri siliaris posterior
panjang. Arteri siliaris posterior panjang juga beranastomosis dengan arteri siliaris anterior untuk
mensuplai badan siliaris.1

Vena utama pada orbit adalah vena infraorbital dan vena optalmika inferior dan superior. Vena
optalmika superior dan inferior bergabung menjadi vena centralis retina. Vena ini masuk ke fisura
orbitalis superior untuk bergabung dengan sinus cavernosus.1Lapisan vaskularis terutama memiliki
vena vortex/vorticose.1,3




Gambar 5 Pendarahan orbit dan bola mata.

F. Penampang Permukaan Mata

Permukaan bola mata yang berwarna putih merupakan sclera yang ditutupi oleh konjungtiva. Bagian
yang transparan, yaitu kornea, terlihat di bagian tengah bola mata. Jika dilihat dari lateral, maka
kornea adalah bagian yang menonjol ke fisura palpebra. Tempat masuknya cahaya, yaitu pupil,
terlihat sebagai lingkaran hitam yang dikelilingi oleh iris yang berwarna.

Bagian atas bola mata ditutupi oleh palpebra superior dan bawah oleh palpebra inferior. Konjungtiva
bulbar adalah bagian putih bola mata, sedangkan konjungtiva palpebra adalah bagian yang memiliki
banyak pembuluh darah, sehingga terlihat merah.Pada bagian medial fisura palpebra terdapatdanau
lakrimal yang mengandung karunkula lakrimal. 1

G. Jaras Neural Penglihatan

Area yang berperan dalam fungsi sensorik penglihatan adalah area 17 korteks serebri. Dari retina
hingga korteks serebri terdapat banyak struktur yang harus dilewati sinyal penglihatan.

Retina dapat dibagi menjadi bagian nasal dan temporal. Akson dari bagian nasal akan menyilang ke
sisi berlawanan pada kiasma optikum, sehingga berlajut pada traktus optikus sisi kontralateral.
Akson bagian temporal tidak menyilang pada kiasma optikum, melainkan tetap pada bagian traktus
optikus. Traktus optikus akan bersinaps dengan nukleus genikulatum lateralis(LGN). 3

LGN memiliki enam lapisan, dinormori berurutan dari 1-6. Bagian retina nasal kontralateral
berproyeksi ke lamina 1,4, dan 6, sedangkan retina temporal ipsilateral berproyeksi ke lamina 2,3,
dan 5. Lamina 1 dan 2 mengandung neuron magnoselular, sedangkan sisanya parvoselular.3

Akson LGN berjalan dalan kapsula interna sebagai radiation optika menuju korteks visual. Akson
yang berproyeksi untuk bagian atas lapang pandang masuk ke korteks di bawah sulcus calcarina, dan
sebaliknya untuk lapang pandang bawah. Akson yang memproyeksikan bagian perifer retina akan
masuk ke korteks visual bagian anterior, sedangkan untuk bagian macula terletak pada kutub
posterior.3

Tidak semua akson dari retina menuju korteks visual. Sekitar 10 persen akson di traktus optikus tidak
masuk ke LGN, melainkan menuju area lain seperti area pretektal, coliculus superior, nukleus
suprakiasmatikus, dan area pulvinar inferior.3




Gambar 6. Penampang permukaan mata.1



Daftar Pustaka

Moore KL, Dalley AF, Agur AMR. 2010. Clinically Oriented Anatomy. Philadelphia: Lippincott William
and Wilkins. 6th ed.p. 889-909
Riordan-Eva P, Whitcher JP. 2007. Chapter 1: Anatomy and Embriology of the Eye, in:Vaughan’s and
Asbury’s General Opthalmology.
2008. Chapter 39: Orbit and Visual Apparatus, In: Standring S(ed). Gray’s Anatomy. Amsterdam:
Elsevier. 40th ed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->