You are on page 1of 3

1

Ruth Handayani (P3400213324)




CRITICAL REVIEW
PERUBAHAN MODEL UNTUK PENCEGAHAN DAN DETEKSI KECURANGAN

A. Pendahuluan
Hubert D. Glover dan June Y. Aono membuat sebuah artikel yang diterbitkan oleh
Managerial Auditing Journal : ABI/INFORM Global (1995; 10,5) pg. 3-9 dengan judul
Perubahan model untuk pencegahan dan deteksi kecurangan.
Artikel ini dilatarbelakangi adanya gelombang litigasi yang menunjukkan bahwa
kesenjangan masih ada mengenai tanggung jawab auditor untuk mendeteksi
kecurangan. Berbagai kasus menunjukkan bahwa auditor tidak berhasil dalam
mendeteksi salah saji material yang terkait dengan kecurangan.
Artikel ini berpendapat bahwa model tradisional untuk evaluasi risiko audit yang
terkait dengan deteksi kecurangan tidak efektif, sehingga penulis menawarkan model
baru yang berfokus pada budaya organisasi dan sifat industri dengan latar belakang
adanya biaya kecurangan.

B. Ringkasan
Alderman dan Tabor mencatat bahwa audit yang efisien dan efektif memerlukan
kepemimpinan sebagai faktor risiko utama, seperti kontrol atau risiko yang melekat
untuk mengarahkan alokasi sumber daya audit. Alderman dan Tabor memaparkan
bahwa beberapa auditor cenderung mengikuti prosedur audit secara buta tanpa
memperhatikan spesifikasi lingkungan. Dengan kata lain, auditor sering menyerah pada
tekanan waktu dan anggaran.
Waller juga mencatat, kecenderungan untuk menggunakan kontrol penilaian risiko
penting untuk pemilihan prosedur audit. Kami setuju bahwa definisi risiko harus
diperluas untuk memastikan bahwa audit menggabungkan semua faktor ekonomi dan
perilaku yang dapat mempengaruhi keandalan dan integritas informasi keuangan.
Artikel menawarkan pendekatan alternatif untuk penilaian risiko dan deteksi
kecurangan yang didasarkan pada premis bahwa budaya perusahaan dan sifat industri
signifikan mempengaruhi kemungkinan terjadinya kecurangan. Metode ini tidak dapat
memastikan deteksi 100 persen dari semua kecurangan, namun metode ini
menawarkan keuntungan lebih dari model risiko tradisional karena berfokus pada
penyebab yang mendasari kecurangan, yang akan membantu auditor dalam
pencegahan dan deteksi kecurangan dengan mengidentifikasi tanda-tanda peringatan
dini
2


Ruth Handayani (P3400213324)


Penulis merasa model ini akan membantu profesi auditor efektif dalam mengatasi
risiko gelombang saat restrukturisasi yang umumnya menghasilkan pengurangan
berbagai tingkatan organisasi. Tingkatan ini sering memainkan peran utama dalam
proses pengendalian internal. Dengan demikian, profesi auditor akan membutuhkan
pendekatan baru untuk mengatasi isu-isu yang sedang berkembang lainnya .
Model dasar risiko audit :


Dimana : AR = Risiko audit (Audit Risk)
IR = Risiko melekat (Inherent Risk)
CR = Risiko pengendalian (Control Risk)
DR = Risiko deteksi (Detection Risk)

Pedoman yang masih ada untuk audit mengarahkan auditor untuk mengikuti
prosedur yang berfokus pada peristiwa ekonomi yang secara teoritis harus mengungkap
material kecurangan. Kami merasa bahwa pendekatan historis terlalu sempit dan hanya
akan memberikan tingkat yang terbatas pasca deteksi audit. Kami telah merevisi model
risiko audit tradisional untuk memberikan pendekatan terpadu yang lebih proaktif untuk
mencegah dan mendeteksi kecurangan :
Model baru yang ditawarkan :


Dimana : Fraud detection risk = Risiko deteksi kecurangan
Corporate culture = Budaya perusahaan
Industry traits = Sifat industri
Control risks = Risiko pengendalian

C. Analisis
Dari artikel Perubahan model untuk pencegahan dan deteksi kecurangan, ada
beberapa hal yang menjadi perhatian, yaitu :
Kelebihan :
1. Dalam artikel ini, penulis telah memaparkan penjelasan dengan cukup baik karena
pembahasan telah dibagi menjadi sub-sub yang lebih kecil.
Pembagian tulisan ke sub-sub yang lebih kecil akan memudahkan para
pembaca untuk memahami isi tulisan.
AR = IR x CR x DR
Fraud detection risk = (Corporate culture x Industry traits) + Control risks

3


Ruth Handayani (P3400213324)


2. Mengenai identitas, penulis telah mencantumkan namanya dibagian judul artikel.
Hal ini membuat para pembaca artikel dapat langsung mengetahui siapa
penulisnya, sehingga dapat mengukur kualitas artikel dari kompetensi penulis
3. Artikel memberikan informasi mengenai latar belakang masalah dalam menulis
artikel, yaitu model tradisional untuk evaluasi risiko audit yang terkait dengan deteksi
kecurangan dianggap sudah tidak efektif.
Sebaiknya penulis memberikan informasi ini agar pembaca tertarik untuk
mengetahui lebih lanjut isi artikel.

Kekurangan :
1. Dari segi penyajian, artikel ini tidak menjelaskan secara lengkap informasi tentang
metode lama yang dijadikan acuan, terutama dari segi kelemahan metode lama
untuk membuat metode baru yang lebih efektif.
Informasi tentang metode lama perlu ditampilkan dalam artikel, sehingga
pembaca dapat melakukan perbandingan antara metode lama dengan
metode baru yang ditawarkan penulis.
2. Pada bagian awal artikel (pendahuluan), penulis tidak memberikan penjelasan
mengenai sub-sub yang akan di bahas secara terstruktur.
Sebaiknya pada bagian awal artikel, penulis memaparkan tentang apa yang
akan dibahas di dalam artikel, sehingga pembaca akan mendapatkan
gambaran mengenai isi artikel tersebut.
3. Artikel tidak memberikan informasi mengenai tujuan dan sasaran penulis dalam
menulis artikel, apakah untuk praktisi, akademisi atau umum.
Sebaiknya penulis memberikan informasi ini agar lebih jelas sasaran artikel.
4. Isi artikel tidak menampilkan informasi tentang prosedur penelitian yang ditempuh
dalam menghasilkan metode baru yang dianggap lebih efektif dari metode tradisional.
Prosedur ini perlu diungkap dalam artikel, sehingga pembaca dapat meyakini
kebenaran dari metode baru yang ditawarkan karena diketahui telah melalui
serangkaian prosedur penelitian ilmiah, bukan hanya sekedar opini penulis
yang belum terbukti kebenarannya.
D. Kesimpulan
Cara penyajian dan pembahasan dari artikel ini cukup bagus, sehingga dapat
menambah wawasan dan pengetahuan bagi profesi auditor karena menawarkan metode
baru dalam mendeteksi dan mencegah kecurangan. Namun, implementasi dari metode
ini masih terbatas untuk perusahaan yang bergerak di bidang industri.