BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi yang cukup pesat memberikan dampak bagi
industri fabrikasi, terutama di dalam proses produksi atau pembuatan. Mutu dari
produksi ditentukan oleh beberapa hal antara lain kualitas dari manusia, kualitas
dari alatnya, dan kualitas dari bahan yang dipakai. Ketiga faktor tersebut saling
berkait, apabila salah satu tidak terpenuhi maka kualitas yang lebih tinggi tidak
terpenuhi
Selain itu pelaku industri mulai menggunakan berbagai mesin dan
peralatan yang serba mudah dan efisien. Dari situ pula, industri memanfaatkan
sumber energi yang mampu menambah tingkat produktivitasnya. Sumber energi
ini tentunya belum dapat diperbarui sehingga diperlukan rekayasa terhadap
peralatan engineering dengan memanfaatkan energi terbuang.

Peralatan yang sering digunakan untuk memanfaatkan energi yang
terbuang adalah heat exchanger atau alat penukar panas. Sebagian besar alat
penukar kalor yang biasa digunakan dalam industri (terutama industri kimia dan
refrigerasi), adalah jenis shell and tube. Pada jenis penukar kalor ini, dua jenis
fluida dengan suhu yang berbeda mengalir melalui saluran yang berbeda. Heat
exchanger shell and tube ini memiliki bagian yang disebut floating head, yang
memungkinkan tube untuk bergerak relatif terhadap shell dengan tujuan untuk
mengantisipasi perbedaan permulaan antara shell and tube.

Umumnya, aliran fluida dalam shell and tube heat exchanger adalah
paralel atau berlawanan. Untuk membuat aliran fluida dalam shell and tube
menjadi cross flow biasanya ditambahkan penyekat atau baffle. Aliran cross flow
yang didapat dengan menambahkan baffle akan membuat luas kontak fluida
dalam shell dengan dinding tube makin besar, sehingga perpindahan panas
diantara fluida meningkat. Selain untuk mengarahkan aliran agar menjadi
crossflow, baffle juga berguna untuk menjaga supaya tube tidak melengkung
(berfungsi sebagai penyangga) dan mengurangi kemungkinan adanya vibrasi atau
getaran oleh aliran fluida.

Untuk memperoleh heat exchanger jenis shell and tube dengan kinerja
yang maksimal sesuai dengan yang dijelaskan diatas, maka kita perlu
memperhatikan dan mencermati pada proses fabrikasinya. Karena proses fabrikasi
sangat berpengaruh terhadap kinerja alat tersebut setelah jadi sepenuhnya. Proses
fabrikasi mencakup mulai dari desain, proses drawing, pemilihan material, proses
preparation assembly dan fit up, proses inspeksi, dimensional check, proses
hydrotest/pneumatic test, dan proses blasting serta painting. Kesemua proses
fabrikasi tersebut tentunya sesuai dengan standar yang biasa digunakan oleh
industri, di antaranya :
1. AWS (American Welding Society) : Digunakan untuk keperluan konstruksi.
2. ASME (American Society of Mechanical Engineering) : Digunakan untuk
vessel-vessel.
3. API (American Petroleum Institute) : Digunakan untuk pipa-pipa di
perminyakan.
4. ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating, and Air Conditioning
Engineering) : Digunakan untuk alat-alat Refrigerasi.

Berangkat dari berbagai fakta dan literatur tersebut, maka penulis memilih
PT. Multi Fabrindo Gemilang sebagai tempat untuk melakukan kerja praktek,
karena PT. Multi Fabrindo Gemilang merupakan salah satu tempat yang biasa
melakukan proses fabrikasi alat heat exchanger jenis shell and tube. Alat heat
exchanger jenis shell and tube yang dihasilkan oleh PT. Multi Fabrindo Gemilang
telah dikenal oleh berbagai klien memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu
dalam laporan kerja praktek ini penulis akan membahas terkait “Proses Fabrikasi
dan Inspeksi Heat Exchanger Shell and Tube di PT. Multi Fabrindo
Gemilang”.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek di PT. Multi Fabrindo
Gemilang ini yaitu :
1. Sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Diploma III Teknik
Refrigerasi dan Tata Udara, Politeknik Negeri Bandung.
2. Memenuhi beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh
sebagai persyaratan akademis di Program Diploma III.
3. Mengetahui dan memahami tugas dan tanggung jawab Departement
Quality Control di industri fabrikasi.
4. Memperoleh pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang proses
fabrikasi alat heat exchanger jenis shell and tube di PT. Multi Fabrindo
Gemilang.

1.3 Batasan Masalah
Mengingat kerja praktek telah dilaksanakan di PT. Multi Fabrindo
Gemilang khususnya di workshop fabrikasi, dimana terdapat beberapa proses
fabrikasi. Selanjutnya dalam penyusunan laporan ini, batasan masalahnya adalah :
1. Menjelaskan tahap-tahap dalam proses fabrikasi khususnya pada heat
exchanger jenis shell and tube diantaranya : proses desain, proses
drawing, proses pemilihan material, proses assembly, proses inspeksi,
dimensional check, hydrotest/pneumatic test, proses blasting dan painting
serta proses pengiriman (delivery).
2. Fasilitas-fasilitas apa saja yang digunakan oleh PT. Multi Fabrindo
Gemilang (Multifab) dalam melakukan proses fabrikasi heat exchanger
jenis shell and tube

1.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam melaksanakan kerja praktek di PT. Multi Fabrindo Gemilang,
metode pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu :
a. Data Primer
- Metode Wawancara atau Interview
Yaitu dengan mengadakan wawancara langsung dari objek yang diteliti, data
dalam bentuk pertanyaan kepada karyawan atau staf yang terkait dengan
permasalahan.
- Metode Observasi
Yaitu mengumpulkan data dengan mengadakan pengukuran, pengamatan dan
pencatatan secara langsung ke objek penelitian guna memperoleh dan
mengetahui kenyataan yang ada dilapangan.

b. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya tetapi data
diambil dari literatur-literatur seperti dari majalah, publikasi, katalog dan
sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang
dibahas.

1.6 Sistematika Laporan
Laporan ini disusun terdiri dari empat bab, pada setiap bab terdiri dari
subbab. Berikut ini sistematika laporan yang akan ditulis secara garis besar yaitu :
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan, batasan masalah, metode
pengumpulan data, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat perusahaan, ruang lingkup
kegiatan perusahaan, fasilitas dan pelayanan perusahaan serta struktur organisasi
perusahaan.

BAB III TEORI DASAR HEAT EXCHANGER
Pada bab ini menjelaskan tentang teori dasar mengenai heat exchanger, jenis-jenis
dari heat exchanger, aplikasi heat exchanger, dan proses perawatan pada heat
exchanger.

BAB IV PROSES FABRIKASI DAN INSPEKSI HEAT
EXCHANGER
Pada bab ini menjelaskan mengenai tahap-tahap dalam proses fabrikasi dan
inspeksi heat exchanger jenis shell and tube di PT. Multi Fabrindo Gemilang.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dari keseluruhan pembahasan yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya, serta saran yang disampaikan selama proses
pengambilan data pada proses fabrikasi.

DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN




















Sign up to vote on this title
UsefulNot useful