You are on page 1of 1

Dilakukan fiksasi dengan menggunakan larutan FAA (Formalin, Asam asetat glasial, dan alkohol 70%

),
tujuan dari fiksasi adalah menjaga atau mengawetkan seluruh stuktur sel sehingga sedapat mungkin
berada dalam keadaan sama atau hamper sama dengan keadaan aslinya pada waktu masih hidup.
Penggunaan FAA tersebut karena penetrasi alkohol dan asam asetat ke dalam jaringan dapat
berlangsung dengan cepat sehingga pematian dan fiksasi dapat berjalan dengan cepat, juga merupakan
larutan yang stabil dan pengawet yang baik.
Kemudian langkah selanjutnya yaitu dehidrasi dengan menggunakan alkohol bertingkat dengan
konsentrasi mulai dari 40%, 60%, 80%, 95%, dan 100%, fungsi dari dehidrasi adalah untuk
menghilangkan kandungan air dari jaringan Ricinus comunis tersebut sehingga dapat dikenakan larutan
yang dapat bercampur atau larut dalam paraffin dimana bahan akan ditanam. Digunakan alkohol
bertingkat tersebut agar jaringan kandungan airnya dapat keluar sedikit demi sedikit hingga pada
konsentrasi 100% pengeluaran airnya pun maksimal.
Kemudian langkah berikutnya adalah dealkoholosasi yang menggunkan xylol : alkohol 100% secara
bertingkat pula yaitu dengan perbandingan 1:3, 1:1, dan 3:1, hal ini dilakukan agar pengeluaran
alkoholnya juga maksimal sehingga larutan xylol inilah yang nantinya dapat terikat langsung dengan
paraffin dan agar jaringan tersebut dapat beradaptasi, dan dengan menggunakan xylol I dan xylol II
langkah ini dilakukan agar jaringan betul-betul beas dari alkohol dan hanya ada xylol, , serta
menggunakan xylol : paraffin yaitu 1 : 9 hal ini dilakukan untuk menghilangkan xylol dari jaringan.
Kemudian langkah selanjutnya adalah infiltrasi/penjernihan, yaitu campuran paraffin dan xylol diganti
dengan paraffin murni yang bertujuan untuk menghilangkn kandungan xylolnya secara maksimum serta
untuk merekatkan jaringan.