You are on page 1of 7

TUGAS MATA KULIAH

SEDIMENTOLOGI



OLEH:
ANGGUN PUTRI RISMINI
26020111140085



PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

Siklus Hidrologi

Gambar: Siklus Hidrologi di alam

Daur / siklus hidrologi, siklus air, atau siklus H2O adalah sirkulasi yang tidak pernah
berhenti dari air di bumi dimana air dapat berpindah dari darat ke udara kemudian ke darat
lagi bahkan tersimpan di bawah permukaan dalam tiga fasenya yaitu cair (air), padat (es), dan
gas (uap air). Daur hidrologi merupakan salah satu dari daur biogeokimia. Siklus hidrologi
memainkan peran penting dalam cuaca, iklim, dan ilmu meteorologi. Keberadaan siklus
hidrologi sangat significant dalam kehidupan. kita tidak akan lama-lama di bagian
pembukaan, ayo kita segera meluncur ke detail-detail dari proses siklus hidrologi.
Meskipun keseimbangan air di bumi tetap konstan dari waktu ke waktu, molekul air
bisa datang dan pergi, dan keluar dari atmosfer. Air bergerak dari satu tempat ke tempat yang
lain, seperti dari sungai ke laut, atau dari laut ke atmosfer, oleh proses fisik penguapan,
kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan aliran bawah permukaan. Dengan demikian,
air berjalan melalui fase yang berbeda: cair, padat, dan gas.
Secara garis besar proses siklus hidrologi di alam adalah seperti yang terlihat dalam
gambar berikut.


Gambar: Siklus Hidrologi di alam

Siklus hidrologi melibatkan pertukaran energi panas, yang menyebabkan perubahan
suhu. Misalnya, dalam proses penguapan, air mengambil energi dari sekitarnya dan
mendinginkan lingkungan. Sebaliknya, dalam proses kondensasi, air melepaskan energi
dengan lingkungannya, pemanasan lingkungan. Siklus air secara signifikan berperan dalam
pemeliharaan kehidupan dan ekosistem di Bumi. Bahkan saat air dalam reservoir masing-
masing memainkan peran penting, siklus air membawa signifikansi ditambahkan ke dalam
keberadaan air di planet kita. Dengan mentransfer air dari satu reservoir ke yang lain, siklus
air memurnikan air, mengisi ulang tanah dengan air tawar, dan mengangkut mineral ke
berbagai bagian dunia. Hal ini juga terlibat dalam membentuk kembali fitur geologi bumi,
melalui proses seperti erosi dan sedimentasi. Selain itu, sebagai siklus air juga melibatkan
pertukaran panas, hal itu berpengaruh pada kondisi iklim di bumi.
Pada siklus hidrologi matahari berperan sangat penting. Matahari merupakan sumber
energi yang mendorong siklus air, memanaskan air dalam samudra dan laut. Akibat
pemanasan ini, air menguap sebagai uap air ke udara. 90 % air yang menguap berasal dari
lautan. Es dan salju juga dapat menyublim dan langsung menjadi uap air. Selain itu semua,
juga terjadi evapotranspirasi air terjadi dari tanaman dan menguap dari tanah yang menambah
jumlah air yang memasuki atmosfer.
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut
yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari
laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Setelah air tadi menjadi uap
air, Arus udara naik mengambil uap air agar bergerak naik sampai ke atmosfir. Semakin
tinggi suatu tempat, suhu udaranya akan semakin rendah. Nantinya suhu dingin di atmosfer
menyebabkan uap air mengembun menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam
bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah
dan air tanah.. Untuk kasus tertentu, uap air berkondensasi di permukaan bumi dan
membentuk kabut.
Arus udara (angin) membawa uap air bergerak di seluruh dunia. Banyak proses
meteorologi terjadi pada bagian ini. Partikel awan bertabrakan, tumbuh, dan air jatuh dari
langit sebagai presipitasi. Beberapa presipitasi jatuh sebagai salju atau hail, sleet, dan dapat
terakumulasi sebagai es dan gletser, yang dapat menyimpan air beku untuk ribuan tahun.
Snowpack (salju padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair mengalir di atas tanah
sebagai snowmelt (salju yang mencair). Sebagian besar air jatuh ke permukaan dan kembali
ke laut atau ke tanah sebagai hujan, dimana air mengalir di atas tanah sebagai limpasan
permukaan.
Sebagian dari limpasan masuk sungai, got, kali, lembah, dan lain-lain. Semua aliran itu
bergerak menuju lautan. sebagian limpasan menjadi air tanah disimpan sebagai air tawar di
danau. Tidak semua limpasan mengalir ke sungai, banyak yang meresap ke dalam tanah
sebagai infiltrasi. Infiltrat air jauh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan
toko air tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat dengan
permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan badan air (dan laut) sebagai
debit air tanah. Beberapa tanah menemukan bukaan di permukaan tanah dan keluar sebagai
mata air air tawar. Seiring waktu, air kembali ke laut, di mana siklus hidrologi kita mulai.

Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara
yang berbeda:
 Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan
sebagainya. Kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi
awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya
akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Ketika air dipanaskan oleh sinar
matahari, permukaan molekul-molekul air memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan
molekul air tersebut dan kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak
terlihat di atmosfir. Sekitar 95.000 mil kubik air menguap ke angkasa setiap tahunnya.
Hampir 80.000 mil kubik menguapnya dari lautan. Hanya 15.000 mil kubik berasal dari
daratan, danau, sungai, dan lahan yang basah, dan yang paling penting juga berasal dari
tranpirasi oleh daun tanaman yang hidup. Proses semuanya itu disebut Evapotranspirasi.
 Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah
dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler
atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air
tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
 Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan
danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin
besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai
bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air
permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Proses perjalanan air di daratan itu
terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran
Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah
wujud dan tempatnya. Tempat terbesar tejadi di laut.

Peran siklus hidrologi dalam siklus biogeokimia, aliran air di atas dan di bawah bumi
adalah komponen kunci dari perputaran siklus biogeokimia lainnya. Limpasan bertanggung
jawab untuk hampir semua transportasi sedimen terkikis dan fosfor dari darat ke badan air.
Salinitas lautan berasal dari erosi dan transportasi garam terlarut dari tanah. Eutrofikasi danau
terutama disebabkan fosfor, diterapkan lebih untuk bidang pertanian di pupuk, dan kemudian
diangkut sungai darat dan bawah. Limpasan dan aliran air tanah memainkan peran penting
dalam pengangkutan nitrogen dari tanah ke badan air. Zona mati di outlet Sungai Mississippi
merupakan konsekuensi dari nitrat dari pupuk terbawa bidang pertanian dan disalurkan ke
sistem sungai ke Teluk Meksiko. Limpasan juga memainkan peran dalam siklus karbon,
sekali lagi melalui pengangkutan batu terkikis dan tanah.
Air merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting, karena berdasarkan
fungsinya air dapat digunakan sebagai pelarut kation dan anion, pengatur suhu tubuh,
pengatur tekanan osmotik sel, dan bahan baku fotosintesis. Siklus air atau siklus
hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali
ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air
mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh
tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem
darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan
yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air
keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.

Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu:
 Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah
menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan
akan kembali berulang.
 Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui
proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya
meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.
 Siklus Panjang : Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi,
lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau
es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak
gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk
gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.
Kegiatan manusia dapat berpengaruh buruk terhadap siklus hidrologi, beberapa
contoh nya antara lain:
 Penebangan hutan secara berlebihan yang mengakibatkan pengaruh terhadap jumlah
resapan air kedalam tanah. hutan yang gundul tidak akan dapat menyerap air sehingga ketika
hujan turun air akan mengalir langsung kelaut. karena tidak ada resapan yang terjadi karena
hutan gundul, akibatnya laposan atas tanah dan humus terkikis oleh air yang mengalir, akibat
lainnya terjadi banjir dan longsor.
 Pembangunan pemukiman yang tidak memperhatikan aspek lahan serapan air,
akibatnya lahan yang seharusnya menjadi tempat serapan air menjadi tertutupi pemukiman,
dimana dipastikan sebagian besar halaman pemukiman di tutup oleh jalanan, semen/beton,
akibat penutupan lahan serapan tersebut terjadi lah banjir. Sementara siklus air yang tidak
pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan sebaliknya tidak lagi berjalan seimbang karena
proses resapan yang tidak maksimal. Air bersih yang turun ke bumi dalam bentuk hujan,
tidak lagi meresap maksimal ke dalam tanah, tapi mengalir menjadi banjir.


DAFTAR PUSTAKA

http://geobelajar.blogspot.com/2011/02/siklus-hidrologi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air
http://rendyimage.blogspot.com/2013/09/siklus-hidrologi-air.html