You are on page 1of 37

MAKALAH

MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN
MANAJ EMEN MODAL VENTURA
“ P e r s e p s i Ma s y a r a k a t P a d a P e r u s a h a a n Mo d a l
Ve n t u r a Di I n d o n e s i a ”
Dosen Pembimbing : Drs. Wiyono, MM










Oleh : Kelompok 5
WIDYA WULANDARI 201110160311320
RAHDI NOOR HAYAT 201110160311331
RUSMIN 201110160311336
TIARA ILMA ISLAMI 201110160311342
VIAJENG PURNAMA PUTRI 201110160311346


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN AJARAN 2012 / 2013
i

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb.
Syukur alhamdulilah kita haturkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat,
taufik dan hidayahnya, kita selalu di beri kesehatan sampai pada saat ini. Shalawat dan salam
kita haturkan selalu kepada junjungan Nabi kita yaitu Rosululloh SAW, beliaulah Guru dari
segala Guru yang mengajarkan kita tentang Ilmu yang bermanfaat Dunia dan Akhirat. Dan
dengan adanya izin dari Allah SWT kami selaku Pemakalah dapat menyelesaikan tugas kami
yang berjudul “ MANAJEMEN MODAL VENTURA“
Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu tujuan untuk menambah wawasan
kita tentang ilmu ekonomi pembangunan, dan untuk memudahkan kita dalam ujian semester
nanti, amin Ya Rabbal Alamin.
Dalam proses penyusunan hingga terselesaikannya makalah ini, kami sebagai
pemakalah sangat banyak mendapat bantuan, doa, motivasi, dan bimbingan dari berbagai
pihak, dan kami ingin mengucapkan banyak Terima Kasih kepada :
1. Kedua Orang tua kami
2. Bapak Drs. Wiyono, MM selaku pembimbing kami.
3. Semua pihak yang telah membantu kami.
Dalam penyusunan makalah ini, kami selaku penulis dapat menyadari masih banyak
terdapat kekurangan-kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak, dengan ini harapan kami semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan semua pihak.
Wassalamualaikum Wr.Wb

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1
1.2. Identifikasi Masalah ..................................................................... 1
1.2. Tujuan Penulisan Makalah ........................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN MANAJEMEN MODAL VENTURA
2.1 Sejarah Modal Ventura ................................................................. 3
2.2.1 Sejarah Modal Ventura Di International .............................. 3
2.2.2 Sejarah Modal Ventura Di Indonesia ................................... 4
2.2 Pengertian Modal Ventura ............................................................ 5
2.3 Landasan Hukum Modal Ventura ................................................. 6
2.4 Tujuan Pendirian Modal Ventura dan Manfaat Bagi Perusahaan 6
2.5 Konsep Kelembagaan, Mekanisme dan Karakteristik Modal ....... 7
2.5.1 Ciri – ciri Modal Ventura .................................................... 8
2.5.2 Mekanisme Modal Ventura ................................................ 9
2.5.3 Karakteristik dan Jenis Pembiayaan Modal Ventura .......... 10
2.5.4 Karakteristik Usaha/Perusahaan Menjadi Sassaran Modal
Ventura .............................................................................. 11
2.6 Jenis Modal Ventura ..................................................................... 12
2.7 Tahap – Tahap Pembiayaan .......................................................... 13
2.8 Sumber Dana Modal Ventura ....................................................... 15
2.9 Divestasi Modal ............................................................................ 16
2.9.1 Penawaran Umum Melalui Pasar Modal ............................. 17
2.9.2 Menjual Kembali Kepada Perusahaan Pasangan Usaha ..... 17
2.9.3 Menjual Perusahaan Kepada Perusahaan Lain .................... 18


iii

2.9.4 Menjual Perusahaan Kepada Investor Baru ........................ 18
2.9.5 Melikuidasi Perusahaan ....................................................... 18
2.10 Perbedaan Modal Ventura dengan Bank ................................... 19
2.11 Kelebihan dan Kelemahan Modal Ventura ................................ 19
BAB III STUDI KASUS : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP
PERUSAHAAN MODAL VENTURA DI INDONESIA
3.1 Permasalahan ................................................................................ 21
3.2 Hambatan Perkembangan Modal Ventura Di Indonesia .............. 27
3.3 Solusi Permasalahan Modal Ventura Di Indonesia ...................... 29

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ................................................................................... 30


DAFTAR PUSTAKA

iv


DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Skema Tier Approach .......................................................................... 9
Gambar 2 : Skema Two Tier Approach ................................................................ 9
Gambar 3 : Skema Perolehan Dana Perusahaan Modal Ventura ....................... 15
















1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Modal Ventura merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa
penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee
company) untuk jangka waktu tertentu. Pada umumnya investasi ini dilakukan dalam
bentuk penyerahan modal secara tunai yang ditukar dengan sejumlah saham pada
perusahaan pasangan usaha. Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu risiko
yang tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula.
Dalam dunia ekonomi, modal ventura berperan penting dalam membantu
banyak perusahaan guna mengembangkan usahanya, tujuannya agar dapat menjadi lebih
berkembang dan maju
Penyertaan modal yang dilakukan oleh modal ventura ini kebanyakan
dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan baru berdiri, sehingga belum memilki suatu
riwayat operasionil yang dapat menjadi catatan guna memperoleh suatu pinjaman.
Sebagai bentuk kewirausahaan, pemilik modal ventura biasanya memiliki hak suara
sebagai penentu arah kebijakan perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang
dimilikinya.
Di sisi lain perusahaan modal ventura yang menguntungkan, malah
keberadaanya di Indonesia tidak sebanding dengan perannya. Keberadaan jumlah
perusahaan ventura justru sedikit dan perkembangannya lambat. Bahkan masyarakat tidak
begitu banyak mengerti apa itu perusahaan ventura, bagaimana cara kerjanya dan masih
banyak pertanyaan yang lainnya.
Berdasarkan besarnya peran modal ventura dalam mengembangkan
perusahaan, maka penulis bertujuan untuk membahas lebih jauh mengenai modal ventura
melalui makalah yang berjudul “ Manajemen Modal Ventura” ini.

1.2 Identifikasi Masalah
Mengingat peran dan kontribusi yang diberikan perusahaan modal ventura
dalam memberikan pinjaman dana modal usaha didunia ekonomi. Maka, kita perlu
2

mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan ventura. Baik itu pengertiannya,
sepak terjanngnya sampai problematika ventura di Indonesia dan solusi – solusi untuk
mengatasinya..
Dalam penulisan makalah ini, kelompok kami berusaha untuk mempermudah
pembahasan supaya mudah dipahami serta membatasi masalah. Masalah yang akan
kami paparkan sebagai berikut :
- Apa itu perusahaan modal ventura, ciri – cirinya dan jenis-jenisnya ?
- Dari mana perusahaan ventura mendapatkan modal?
- Siapakah yang menjadi sasaran dari perusahaan modal ventura?
- Seperti apa jenis pembiayaan ventura?
- Apa itu Divestasi Modal Ventura?
- Apa Perbedaan Ventura dengan Bank dan Perkreditan?
- Seperti apa problematika dan perkembangan perusahaan modal Ventura di
Indonesia?
Dengan pengidentifikasian beberapa masalah diatas kami juga memberikan
beberapa contoh yang nyata serta mudah dipahami.

1.3 Tejuan Penulisan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini tidak lain untuk memberikan wawasan dan
pemahaman tentang ilmu Manajemen Lembaga Keuangan yang membahas
Manajemen Modal Ventura. Selain itu, tujuan pembuatan makalah ini ialah:
1. Mengetahui apa itu manajemen modal ventura selengkap-lengkapnya.
2. Mengetahui perkembangan perusahaan ventura di Indonesia.
3. Mengetahui mengetahui perbedaan perusahaan modal ventura dengan
perbankkan dan lain-lain

3

BAB II
PEMBAHASAN
MANAJEMEN MODAL VENTURA

Pada bab kedua ini akan dibahas secara mendetail mengenai Manajemen Modal
Ventura. Kemudian, pada bab selanjutnya akan di bahas mengenai masalah atau problematika
ventura di Indonesia. Dengan harapan pembaca mampu mengetahui apa itu ventura terlebih
dulu, baru setelah itu mempelajari permasalahan yang terjadi.
Perusahaan Modal ventura pada dasarnya sudah ada pada abad ke lima belas. Hal ini
dimulai pada masa Ratu Isabela dari Spanyol yang membiayai ekspedisi Cristopher
Colombus ke dunia baru. Ekspedisi ini menghasilkan penemuan yang luar biasa, karena
berhasil menemukan benua Amerika yang kaya akan sumber daya alamnya. Itulah sekilas
sejarah asal mula ventura di dunia. Pemaparan selebihnya akan dibahas pada sub bab di
bawah ini.
2.1 Sejarah Modal Ventura
Pembahasan mengenai sejarah Modal ventura di Indonesia tak lepas dari
perkembangan perusahaan modal ventura dari luar negri. Sehingga pada pembahasan
mengenai sejarah Modal ventura di Indonesia, dapat digoloangkan menjadi dua kategori.
Diantarannya yaitu sejarah Modal Ventura di dunia internasioanl dan Sejarah Modal
ventura di Indonesia.
2.1.1 Sejarah Modal Ventura Di Dunia International
Walaupun penyertaan modal sudah dikenal serta dilakukan oleh
investor sejak zaman dahulu, Georges Doriot dikenal sebagai penemu dari
industri modal ventura.
Pada tahun 1946, Doriot mendirikan American Research and
Development Corporation (AR&D), dimana investasinya pada perusahaan Digital
Equipment Corporation adalah merupakan sukses terbesar. Pada Tahun 1968
sewaktu Digital Equipment melakukan penawaran sahamnya kepada publik, dan
ini memberikan imbal hasil investasi (return on investment-ROI) sebesar 101%
kepada AR&D .
4

Investasi ARD's yang senilai $70.000 USD pada Digital Equipment
Corporation pada tahun 1957 tersebut telah bertumbuh nilainya menjadi $355
juta USD. Biasanya juga dianggap bahwa modal ventura yang pertama kali
adalah investasi yang dilakukan pada tahun 1959 oleh Venrock Associates pada
perusahaan Fairchild Semiconductor.
Awal mula tumbuhnya industri modal ventura ini adalah dengan
diterbitkannya Undang-undang investasi usaha kecil (Small Business Investment
Act) di Amerika pada tahun 1958 dimana secara resmi diperbolehkannya Kantor
Pendaftaran Usaha Kecil (Small Business Administration (SBA)) untuk
mendaftarkan perusahaan modal kecil untuk membantu pembiayaan dan
permodalan dari usaha wiraswasta di Amerika.

2.1.2 Sejarah Modal Ventura Di Indonesia
Di Indonesia sendiri, perkembangan Modal vetura sudah lama ada. Hal
ini mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1251 /
1988, perusahaan modal ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan
teknis yang diperlukan calon pengusaha maupun usaha yang sudah berjalan guna:
1. Pengembangan suatu penemuan baru.
2. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami
kesulitan dana.
3. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan.
4. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha.
5. Pengembangan projek penelitian dan rekayasa.
6. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi
baik dari dalam maupun luar negeri.
7. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan
Perusahaan modal ventura di Indonesia diawali dengan pembentukan
PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), sebuah badan usaha milik
negara (BUMN) yang sahamnya dimilki oleh Departemen Keuangan (82,2%) dan
Bank Indonesia (17,8%).
Gema nama Bahana memang sempat menggetarkan dunia keuangan
nusantara. Ketika pada tahun 1993 salah satu anak usahanya, PT Bahana Artha
Ventura (BAV), agresif melebarkan usaha ke seluruh provinsi, membentuk
5

Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD). Sasarannya, usaha kecil menengah
(UKM) untuk dibiayai.

2.2 Pengertian Modal Ventura
Kegiatan investasi yang dibiayai oleh modal ventura biasanya dalam jangka
waktu panjang dan memiliki resiko tinggi, seperti membentuk atau pengembangan usaha
baru di bidang tertentu. Meskipun resiko yang dihadapi tinggi, pihak modal ventura
mengharapkan suatu keuntungan yang tinggi pula dari penyertaan modalnya berupa
capital gain atau deviden.
Perusahaan yang pembiayaannya dari modal ventura disebut Perusahaan
Pasangan Usaha (PPU) atau investee company.
Pengertian Perusahaan Modal Ventura sesuai dengan keputusan Presiden
Nomor 61 Tahun 1988 adalah “ badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam
bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan
pembiayaan.”
Adapun pengertian Ventura menurut beberapa ahli yang mendefinisikan
tentang modal ventura antara lain :
1. Handowo Dipo
Suatu dana usaha dalam bentuk pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham.
2. Toni Lorenz
Investasi jangka panjang, dimana tujuan utama dan sebagai kompensasi atas
risiko yang tinggi dari investasinya adalah perolehan keuntungan, bukan
pendapatan deviden atau bunga.
3. Robert White
Usaha penyediaan pembiayaan untuk membentuk atau mengembangkan usaha-
usaha baru dibidang teknologi dan non teknologi.
4. Clinton Richardson
Dana yang diinvestasikan pada perusahaan atau individu yang memiliki resiko
tinggi.



6

Jangka waktu yang di gunakan perusahaan modal ventura dengan Perusahaan
Pasangan Usaha (PPU) biasanya berkisar antara 3-10 tahun. Di Indonesia Sendiri jangka
waktu lamanya perjanjian yang harus dijalin maksimal 40 tahun. Hal ini bisa di lihat
dalam Keppres No. 61 tahun 1988. Tujuannya tidak lain untuk memberikan perlindungan
kepada perusahaan modal ventura itu sendiri maupun perusahaan pasangan usaha
tersebut.

2.3 Landasan Hukun Modal Ventura
Perusahaan Modal Ventura dalam menjalankan bisnisnya memiliki dasar
hukum dan ketentuan peraturan yang kuat. Sehingga, dalam pelaksanaannya perusahaan
modal ventura memiliki jaminan legal dimata hukum dan tidak seenaknya sendiri.
Adapun landasan hukum yang menjadi payung sekaligus mengatur perushaan
modal ventura ialah:
1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995 tanggal 3 Oktober
1995 Tentang Pendirian dan Pembinaan Perusahaan Modal Ventura.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1995 tentang Pajak Penghasilan bagi
Perusahaan Modal Ventura.
3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.01/1994 tanggal 9 Juni 1994
Tentang Sektor-sektor Usaha Perusahaan Pasangan Usaha dari Perusahaan
Modal Ventura.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1992 tentang sektor-sektor usaha
Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) Perusahaan Modal Ventura.
5. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20
Desember 1988 Tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga
Pembiayaan.
6. Kepres Nomor 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan

2.4 Tujuan Pendirian Modal Ventura dan Manfaat Bagi Perusahaan.
Pada dasarnya, pendirian modal ventura ialah membantu memberikan dana
kepada yang membutuhkan dan mendapatkan hasil yang tinggi sesuai dengan tingkat
resiko yang akan ditanggungya. Dari hal tersebut tercapailah tujuan lain dari pendirian
modal ventura. Secara garis besar maksud dan tujuan pendirian modal ventura antara lain
sebagai berikut:
7

a. Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru.
b. Membantu pembiayaan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana
dalam pengembangan usahannya, terutama pada tahap-tahap awal.
c. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun
pada tahap mengalami kemunduran.
d. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang
siap dipasarkan.
e. Memperlancar mekanisme investasi didalam dan luar negeri.
f. Mendorong pengembangan proyek research and development.
g. Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan.
h. Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih
teknologi
i. Alih teknoligi yang dilakukan ke perusahaan yang masih menggunakan
teknologi lama sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mutu
produknya.
j. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan tujuan untuk
membantu para pengusaha lemah yang kekurangan modal , tetapi tidak punya
jaminan materil sehingga sulit memperoleh jaminan.

Pendirian perusahaan modal ventura di sisi lain juga mendatangkan manfaat
bagi perusahaan yang bekerja sama atau menjadi Perusahaan Pasangan Usaha (investee
company). Manfaat yang didapat diantaranya yaitu:
a. Kemungkinan Berhasilnya Usaha Lebih Besar.
b. Meningkatkan Efisiensi Pendistribusian Produk
c. Meningkatkan Bankabilitas.
d. Meningkatkan kemampuan memperoleh keuntungan
e. Meningkatkan Likiuiditas perushaan.

2.5 Konsep Kelembagaan, Mekanisme dan Karakteristik Modal
Mekanisme modal ventura pada prinsipnya, merupakan suatu proses yang
menggambarkan arus investasi, yang dimulai dengan masuknya pemodal dengan
membentuk suatu pool of founds. Sehingga bisa disimpulkan modal Perusahaan Modal
8

Ventura merupakan kumpulan dana (pool of founds) dari para investor, dan dikelola
secara profesional untuk di investasikan kepada perusahaan yang membutuhkan modal.

2.5.1 Ciri – Ciri Modal Ventura
Perusahaan Modal Ventura tidak sama dengan perusahaan lainnya.
Meskipun perusahaan lain sama-sama meminjamkan dana atau biaya terhadap
perusahaan lain. Hal ini dikarenakan perusahaan modal ventura memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Bantuan pembiayaan pada Perusahaan Pasangan Usaha
2. Bantuan bersifat sementara
3. Terlibat dalam manajemen Perusahaan
4. Pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal
5. Pembiayaan beresiko tinggi, hal ini dikarenakan tiadannya jaminan
6. Motif Usaha adalah keuntungan yang tinggi
7. Pembiayaan berjangka panjang yaitu 3-10 tahun
8. Pembiayaan ditunjukkan pada perusahaan baru berinovasi maupun
berdiri.
Pembeda yang lebih menonjol dari ciri-ciri perusahaan modal ventura
ialah pembiayaan dalam bentuk penyertan modal saham (Equity financing),
dengan jangka waktu yang disepakati antara perusahaan modal ventura dengan
perusahaan pasangan usaha. Dalam perkembangannya, penyertaan modal tersebut
dapat dimodifikasi menjadi semi equity financing.
Selain diatas, ciri lain yang dimiliki perusahaan modal ventura ialah
keterlibaatan dalam mekanisme modal ventura. Terdapat tiga unsur yang terlibat
dalam mekanisme perusahaan ventura, yaitu:
1. Pemilik modal yang mengingingkasn keuntungan yang tinggi dari
modal yang dimilikinya.
2. Prefesional yang mempunyai keahlian dalam mengelola investasi dan
mencari jenis investasi potensial.
3. Perusahaan yang membutuhkan modal untuk pengembangan usahanya.

9

2.5.2 Mekanisme Modal Ventura.
Pada dasanya mekanisme modal ventura terdapat dua jenis, yaitu:

1. Single Tier Approach
Perusahaan modal ventura menghimpun dana dan mengelola dana
yang diinvestasikan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan
pasangan usaha.








Gambar 1: Skema Single Tier Approach

2. Two Tier Approach
Pengelolaan modal ventura yang melibatkan dua badan usaha terpisah,
dimana yang satu sebagai perusahaan penyedia dana (fund company) dan yang
lain sebagai perusahaan pengelola (management company) yang melakukan
pengelolaan fund company yang bersangkutan.









Gambar 2: Skema Two Tier Approach
Investor
Investor

Investor

Perusahaan
Modal Ventura
Perusahaan
Pasangan Usaha
( Investee )
D
i
v
e
s
t
a
s
i

Investor
Investor

Investor

Found Company
Perusahaan Pasangan
Usaha
( Investee )
D
i
v
e
s
t
a
s
i

Manajemen
Company
10

2.5.3 Karakteristik dan Jenis Pembiayaan Modal Ventura
Kegiatan modal ventura memiliki karakteristik tersendiri jika
dibandingkan dengan lembaga pembiayaan lainnya. Perbedaan karakteristik
pembiayaan modal ventura inilah yang menempatkan modal ventura sebagai
bentuk pembiayaan yang unik. Karakteristik modal ventura tersebut antara lain:

a. Pembiayaan Modal Ventura Merupakan Equity ( Quasi Equty Financing)
Perusahaan modal ventura melakukan pembiayaan kepada
perusahaan yang membutuhkan dengan penyertaan modal langsung pada
perusahaan pasangan usaha. Selain itu, pembiayaanyang dilakukakan bisa
melaului instrumen oblligasi konversi atau convertible bond.

b. Modal Ventura Merupakan Investasi dengan Perspektif Jangkan Panjang (
Long – term Perspective)
Modal ventura pada dasarnya tidak mengharapkan perolehan
keuntungan dengan memperdagangkan sahammnya secara jangka pendek,
akan tetapi mengharapkan Capital Gain setelah jangka waktu tertentu.

c. Modal Ventura Merupakan Pembiayaan yang Bersifat Risk Capital.
Pada dasarnya, Resiko yang dihadapi pperusahaan modal ventura
sangatlah tinggi setiap kali melakukan pembiayaan modal terhadap
perusahaan pasangan usaha. Namun, hanya gagasan yang kuat, keyakinan
dan harapan dimasa datang untuk memperoleh keunntungan yang besar,
perusahaan ventura berani memberikan pembiayaannya.

d. Pembiayaan Modal Ventura Bersifat Aktif (Active Investment)
Perusahaan ventura dalam sepak terjanganya setelah memberikan
pembiayaan kepada perusahaan yang membutuhkan, Ia akan aktif dan ikut
menentukan kebijakan di perusahaan tersebut. Keterlibatan tersebut bisa
di manajemen keuangannya, pemasaran dan pengawasan dan lain-lainnya.

e. Modal Ventura Bersifat Sementara.
Pada prinsipnya, Modal ventura itu bersifat sementara, meskipun
bentuknya penyertaan saham. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan yang
11

mengharuskan dan mewajibkan jangka waktu peryataan ventura di
Indonesia maksimal 10 tahun. Harapannya, jika suddah pada waktu
tersebut, diharapkan perusahaan menjadi mandiri dan berkembang.
Kemudian Perusahaan modal ventura menjual sahamnya kepada
perusahaan pasangannya.

f. Keuntungan Berapa Capital Gain dan Deviden
Keuntungan yang diharapkan ndiperoleh perusahaan modal ventura
melalui capital gain atau apresiasi nilai saham disamping deviden.
g. Rate of Return yang Tinggi
Bidang usaha yang umumnya dibiayai oleh modal ventura adalah
bersifat trobosan – trobosan baru yang menjanjikan keuntungan yang
tinggi.

2.5.4 Karakteristik Usaha / Perusahaan Menjadi Sasaran Modal Ventura.

Tidak semua perusahaan bisa dibiayai oleh modal ventura. Ada karakteristik
tertentu perusahaan yang biasanya dibiayai oleh modal ventura, antara lain :
1. Perusahaan yang sedang tumbuh dan inovatif serta berpotensi berkembang
dimasa datang.
2. Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi usaha namun mengalami
keterbatasan.
3. Perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi hutang-hutang.
4. Perusahaan yang sudah mempunyai pangsa pasar yang baik tetapi fasilitas
produksi sudah usang.
5. Perusahaan yang memerlukan benih modal dalam mengembangkan suatu
produk baru






12

2.6 Jenis Modal Ventura
Jenis-jenis Pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura terhadap
perusahaan yang membutuhkan banyak sekali macamnya. Sehingga, Perusahaan yang
ingin memperoleh modal dari perusahaan ventura bisa memilih sesuai dengan
kemampuan dan keinginan dari manajer perusahaan yang membutuhkan modal.
Berikut ini jenis pembiayaan yang dilakukan perusahaan Ventura terhadap perusahaan
adalah:
1. Equity Financing
Yaitu merupakan jenis pembiayaan langsung. Dalam hal ini
perusahaan modal ventura melakukan penyertaan langsung pada Perusahaan
Pasangan Usaha (PPU) dengan cara mengambil bagian dari sejumlah saham
milik PPU.
2. Semi Equity Financial
Yaitu merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang
diterbitkan oleh Perusahaan PPU.

3. Mendirikan perusahaan baru. Dalam hal ini perusahaan modal ventura
bersama-sama dengan PPU mendirikan usaha yang baru sama sekali.
4. Bagi hasil
Pembiayaan jenis ini merupakan pembiayaan kepada usaha kecil yang
belum memiliki bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), namun tidak
tetutup kemungkinan dengan yang berbadan hukum PT, apabila kedua belah
pihak menginginkannya.
5. Penyertaan modal PMV dalam bentuk pengambilan sejumlah portofolio saham
PPU.
Dalah hal ini yang perlu diperhatikan ialah mmengenai ketentuan
dalam anggaran dasar calon PPU yang bersangkutan, Keputusan-keputusan
rapat pemegang saham, Rapat direksi, dan Dewan Komisaris.



13

2.7 Tahap – Tahap Pembiayaan
Perusahaan Modal Ventura dalam memberikan pembiyaan kepada perusahaan
yang membutuhkan tidak semata-mata langsung diberikan. Tetapi terdapat tahap-
tahapannya. Apa itu tahapannya?? Berikut tahapan yang biasa di terapkan di
perusahaan Modal Ventura:
1. Early Stage Financing
Pembiayaan pada tahap awal ini merupakan tahap yang paling sulit
karena perusahaan yang dibiayai tersebut baru berdiri sehingga tingkat risiko
kegagalan usaha sangat tinggi.

2. Seed Financing
Pembiayaan perusahaan modal ventura pada tahap ini adalah
membiayai kegiatan perusahaan pasangan usaha, yang baru melakukan penelitian
dan riset untuk mengukur viability suatu gagasan, yang nantinya akan menjadi
suatu proyek atau objek pembiayaan. Pada tahap embrio tersebut, biasanya
perusahaan belum memiliki struktur organisasi formal dan kegiatan pokok.. Pada
tahap tersebut, perusahaan belum memiliki keuntungan usaha sama sekali.

3. Start-up Financing
Pembiayaan yang diberikan perusahaan modal ventura pada tahap ini
adalah untuk membiayai pekerjaan yang masih berkisar pada pengembangan
produk. Sementara itu, perusahaan modal ventura bersama dengan perusahaan
pasangan usaha bersiap-siap untuk mulai melalcukan pemasaran. Pada tahap ini,
tim manajemen perusahaan telah memulai perencanaan kegiatan untuk diarahkan
pada program pemasaran produk untuk memasuki tahap komersial.

4. First Round Financing
Pada tahap ini seluruh usaha dan kemampuan dikerahkan untuk
menyukseskan peluncuran komersial prototipe produk. Oleh karena itu, pada
kondisi ini sumber-sumber bahan baku benar-benar harus terjaga kontinuitasnya.
Dalam tahap ini pula, biasanya dana atau modal perusahaan sudah menipis,
sehingga tambahan modal sangat dibutuhkan.

14

5. Expansion Stage
Pada tahap ekspansi ini, pembiayaan modal ventura yang dibutuhkan
adalah sebagi berikut:

6. Second Round Financing
Pada tahapan pembiayaan ini, gagasan telah terbukti menjadi suatu
kenyataan dengan berhasilnya menciptakan suatu prototipe produk disertai
dengan analisis pasar. Pada tahap ini, cadangan bahan baku perlu diperbesar
untuk menjamin kontinuitas produk.

7. Third Round Financing
Pada tahap pembiayaan ini, perusahaan dapat dikatakan telah
menjalankan operasinya dengan struktur formal. Perusahaan dipacu untuk
mempertinggi turnover-nya untuk menutup biaya operasi yang tinggi. Oleh
karena itu, perencanaan strategis dalam tahap ini sangat penting. Di pihak lain,
kegiatan usaha semakin kompleks, karena itu desentralisasi perlu dilaksanakan.
Perusahaan perlu mengembangkan produk baru dan memperluas jaringan bisnis
termasuk terobosan ekspor. Keadaan keuangan perusahaan telah berada di atas
titik pulang pokok dan memperoleh laba.

8. Bridge Financing (Mezzanine)
Begitu perusahaan memasuki tahap ketiga (third round) seperti telah
dibahas di atas, maka untuk memenuhi kebutuhan dananya, perusahaan dapat
melakukan initial public offering (IPO). Pembiayaan yang dibutuhkan pada tahap
ini adalah memperbaiki kondisi keuangan perusahaan agar dapat lebih visible,
sehingga memenuhi persyaratan untuk go public dalam waktu dekat. Sumber
pengembalian pembiayaan modal ventura tersebut diambil dari hasil go public.

9. Acquisition and Management Buy Out Financing
Acquisition financing merupakan pembiayaan yang dibutuhkan oleh
perusahaan yang telah berkembang dan memerlukan dana untuk membeli atau
mengakuisisi perusahaan lain. Sedangkan management buy-out, pada dasarnya
merupakan kebutuhan dana atau modal oleh pihak manajemen perusahaan yang
15

akan digunakan untuk membeli atau memiliki sejumlah saham perusahaan yang
bersangkutan.

10. Turn Around Situations
Beberapa perusahaan modal ventura membiayai perusahaan yang
berada dalam posisi kesulitan atau bahkan dalam kondisi bangkrut. Perusahaan
yang mengalami kondisi seperti ini disebut turn around situations. Dalam kondisi
tersebut, perusahaan membutuhkan bantuan, baik dana maupun bantuan
manaiemen. Umumnya perusahaan yang mengalami kondisi seperti itu sulit untuk
memperoleh sumber pembiayaan dan hanya beberapa perusahaan modal ventura
yang memiliki spesialisasi dalam kegiatan pembiayaan untuk perusahaan yang
mengalami kondisi keuangan seperti tersebut.

2.8 Sumber Dana Modal Ventura
Perusahaan Modal Ventura mendapatkan modal dari berbagai Investor. Dimana
modal setiap investor ini dikumpulkan dan dijadikan satu untuk membiayai perusahaan
yang membutuhkan. Berikut gambar skema perolehan modal Perusahaan Modal Ventura.







Gambar 3: Skema Perolehan Dana Perusahaan Modal Ventura


16

Dari gambar diatas dapat kita golongkan menjadi dua. Yaitu perolehan dana
dari dalam dan luar perusahaan. Berikut penjelasan lebih rincinya:
1. Dari dalam perusahaan
Dana dari sumber ini dapat diperoleh melalui :
a. Setoran modal dari para pemegang saham.
b. Cadangan laba yang belum terpakai
c. Laba yang ditahan
2. Dari luar perusahaan
Dana dari sumber ini dapat diperoleh melalui :
a. Investor baik perorangan maupun industri
b. Pinjaman dari dunia perbankan.
c. Pinjaman dari perusahaan asuransi.
d. Pinjaman dari perusahaan dana pensiun.


2.9 Divestasi Modal
Divestasi atau divestment merupakan tahapan akhir dari pembiayaan modal
ventura, di mana perusahaan modal ventura menarik kembali penyertaan sahamnya
pada PPU. Filosofi usaha modal ventura bukan untuk memiliki saham suatu perusahaan
untuk selama-lamanya. Karena modal ventura bukan dalam posisi untuk memiliki atau
mengoperasikan perusahaan pasangan usahanya, maka perusahaan modal ventura
semata-mata hanya melakukan investasi atau penyertaan untuk suatu periode tertentu,
kemudian menjual kembali penyertaan tersebut dalam rangka memperoleh capital gain.

Dalam hal divestasi, permasalahan yang paling pokok adalah penetapan harga
saham (pricing) milik perusahaan modal ventura. Penentuan harga oleh pemodal
ventura biasanya sangat tergantung pada nilai perusahaan pasangan usahanya. Apabila
suatu perusahaan pasangan usaha masih berada pada tahap-tahap awal, dan memiliki
potensi dan prospek untuk dikembangkan, pemodal ventura tidak akan cepat-cepat
melakukan divestasi, tetapi menunggu sampai perusahaan tersebut benar-benar telah
17

memiliki company value yang tinggi, sehingga diharapkan akan memberikan gain yang
lebih besar.

Pelaksanaan divestasi dapat dilakukan dengan memilih salah satu cara dari
berbagai alternatif yang umum digunakan dalam mekanisme divestasi. Kemampuan
mempergunakan cara tersebut akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan modal
ventura.

2.9.1 Penawaran Umum Melalui Pasar Modal (Initial Public Offering)

Divestasi dapat dilakukan dengan cara melakukan penawaran umum
melalui pasar modal atau initial public offering (IPO). Masalah yang perlu
diperhatikan di sini adalah apakah perusahaan pasangan usaha memang benar-
benar telah memenuhi ketentuanketentuan emisi dan pencatatan saham (listing).

2.9.2 Menjual Kembali Kepada Perusahaan Pasangan Usaha (Buy Back)

Penjualan saham perusahaan modal ventura kepada pemegang saham
pendiri perusahaan dapat dilakukan sebagai alternatif divestasi apabila ada
penyesuaian harga. Mekansime dan tata cara penjualan saham ini diatur dalam
perjanjian pembiayaan modal ventura. Ketika perusahaan kekurangan dana, ia
dapat memanfaatkan kredit bank atau menerbitkan promes (promissory notes)
jangka panjang dengan tingkat bunga tertentu.
Cara ini akan dapat memecahkan masalah divestasi dan sekaligus
menyelesaikan masalah likuiditas. Alternatif lain adalah dengan stock atau share
swap, yaitu saham pemilik perusahaan pasangan usaha pada perusahaan lain akan
ditukarkan dengan saham perusahaan modal ventura pada perusahaan pasangan
usaha yang bersangkutan. Perjanjian pembelian kembali (buy back) penyertaan
saham perusahaan modal ventura tersebut, dalam pelaksanaannya dapat dilakukan
dengan cara;

Put adalah hak yang diberikan kepada perusahaan modal ventura untuk
meminta perusahaan pasanban usaha untuk membeli kembali
bagian saham yang dimiliki perusahaan modal ventura dengan
18

harga sesuai dengan formula yang ditetapkan dalam perjanjian
pembiayaan modal ventura.

Call adalah hak yang diberikan kepada perusahaan pasangan usaha untuk
membeli kembali bagian penyertaan saham perusahaan modal
ventura dengan formula yang sama dengan cara Put.

2.9.3 Menjual Perusahaan Kepada Perusahan Lain

Perusahaan modal ventura dan perusahaan pasangan usaha dapat
memutuskan secara bersama untuk menjual keseluruhan saham perusahaan pada
perusahaan lain atau kepada individu. Mekanisme divestasi ini juga disebut
dengan private placement. Penjualan perusahaan ini akan menyebabkan masing-
masing pihak terlepas dari kepengurusan atau kepemilikan perusahaan. Ada
beberapa cara yang dapat ditempuh dengan divestasi seperti ini:
a. menjual perusahaan secara tunai kepada pihak lain;

b. menjual perusahaan dengan menerima pembayaran dalam bentuk
promes;

c. melakukan share swap; dan

d. menjual semua aset perusahaan untuk memperoleh uang tunai.

2.9.4 Menjual Perusahaan Kepada Investor Baru

Perusahaan pemodal ventura dapat mencari investor baru atau pihak
ketiga yang bersedia membeli penyertaan perusahaan modal ventura.

2.9.5 Melikuidasi Perusahaan

Banyak perusahaan modal ventura melakukan divestasi dengan cara
melikuidasi perusahaan. Melikuidasi perusahaan dapat digunakan sebagai
alternative divestasi apabila perusahaan pasangan usaha tidak dapat berkembang
sebagaimana diharapkan. Likuidasi yang dipaksakan biasanya menyebabkan nilai
19

aset perusahaan akan lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang tercantum
dalam neraca perusahaan.

2.10 Perbedaan Modal Ventura dengan Bank
Adapun anatara bank dan modal ventura memiliki suatu perbedaan, antara lain :
Pemeran Bank Modal Ventura
1. Pelaku
2. Bantuan Pembiayaan
3. Keterlibatan
Manajemen
4. Jenis Resiko
5. Bentuk Keuntungan
6. Jangka Waktu
7. Akhir Kontrak
Bank, Kreditur,
Debitur.Pinjaman / Kredit
Tidak ada
Kredit Macet
Bunga Kredit
Pendek, Menengah,
Panjang
Lunas
Investor, Perusahaan Modal
Ventura, PPU.
Penyertaan Modal
Ada ( Sebagai Partner )
Usaha Gagal
Capital Gain
5 – 10 Tahun ( jgk. Panjang )
Divestasi

2.11 Kelebihan dan Kelemahan Modal Ventura
Setiap sistem perekonomian pasti terdapat kelemahan dan kelebihan. Begitu juga dengan
Perusahaan Modal Ventura ini. Mengingat perusahaan ventura ini berkecimpung dalam
bisnis yang penuh reesiko, maka berikut kelebihan dan kelemahannya:
A. Keunggulan
1. Sumber dana bagi perusahaan baru.
2. Adanya penyertaan manajemen.
3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.
4. Dengan adanya penyertaan modal, Perusahaan Pasangan Usaha dapat
mencari bantuan modal dalam bentuk lain.
5. Modal Ventura menaikkan pamor Perusahaan Pasangan Usaha dan
Perusahaan Modal Ventura itu Sendiri.
6. Perusahaan Pasangan Usaha mendapat mitra baru yang dimiliki
perusahaan modal ventura.
7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas
kesempatan kerja.

20

B. Kelemahan Modal Ventura
1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang.
2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan
pasangan usaha.
3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh
perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.


21

BAB III
STUDI KASUS
PERSEPSI MASYARAKAT
TERHADAP PERUSAHAAN MODAL VENTURA
DI INDONESIA

3.1 Permasalahan
Krisis moneter yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997, dan hingga kini
belum juga berakhir, telah menimbulkan stagnasi di berbagai sektor ekonomi.
Meningkatnya biaya produksi sebagai akibat kenaikan harga bahan baku dan bahan
pembantu di satu sisi, dan menurunnya daya beli masyarakat di sisi yang lain, telah
menjadi pukulan yang amat telak bagi para pelaku usaha di sektor riil, tak terkecuali
usaha skala kecil menengah (UKM).
Kondisi tersebut makin diperparah oleh sikap kalangan perbankan yang
dirasakan hiper-prudent dalam melakukan penyaluran kredit untuk UKM. Bisa
dipahami mengingat di masa lalu mereka teramat ekspansif dalam penyaluran kredit
dengan terkadang mengabaikan berbagai aturan main yang berlaku. Akibatnya, kini
mereka harus menuai petaka. Sebagian besar kredit yang disalurkan kalangan
perbankan dalam status macet dan menjadi beban negara. Akhirnya rakyat jugalah yang
menanggung.
Namun walau begitu, semestinya kalangan perbankan tidak menjadikan UKM
sebagai pihak yang dikorbankan. Karena faktanya sebagian besar kredit yang macet itu
justru lebih banyak dinikmati oleh para pengusaha besar (konglomerat). Sementara
porsi kredit untuk UKM, bila dibandingkan dengan kredit korporasi saat itu amatlah
kecil. Tidaklah adil bila UKM yang akhirnya menerima dampaknya.
Namun apa mau dikata, suka tidak suka pada akhirnya UKM tetap harus
menerima imbasnya. Berbagai keluhan para pelaku UKM muncul ke permukaan
tentang betapa sulitnya mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan. Pada sektor
moneter, perbankan tidak lagi mampu secara efektif memerankan fungsi dasarnya
sebagai lembaga intermediary yang menjadi jembatan antara sisi supply of fund
22

(tabungan masyarakat, dana pemerintah dll) dan demand untuk pengembangan sektor
ekonomi produktif.
Secara ideal, antara kebijakan sektor riil dan sektor moneter memiliki
keterkaitan yang amat erat dan tak terpisahkan. Pengembangan sektor riil hanya bisa
berwujud optimal bila mana didukung penuh oleh keberpihakan pemerintah melalui
kebijakan moneter dan perbankan yang dikeluarkannya. Demikian pula sebaliknya,
pengembangan sektor moneter (perbankan) akan mengalami kendala yang serius bila
tidak dibarengi oleh upaya pengembangan di sektor riil.
Seandainya pun selama ini indikator moneter nasional dianggap cukup baik,
tetap akan sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang karena hanya ditopang oleh
sisi pengeluaran konsumtif yang sifatnya sementara. Tidaklah bijak bila kita
mempercayakan pondasi ekonomi nasional pada kekuatan yang sifatnya jangka pendek.
Feasable versus Bankable
Bagi UKM sendiri, berbagai aturan dan persyaratan bank teknis yang berlaku
saat ini sering kali dirasakan sebagai barrier yang terkadang hampir mustahil untuk
dilalui. Seandainya pun secara kelayakan bisnis UKM tersebut dinilai “peasable”, tetap
saja kesulitan memperoleh pembiayaan karena dianggap tidak “bankable”.
Secara definisi, peasable dan bankable adalah dua hal yang berbeda. Peasable
menitikberatkan perhatiannya pada aspek bisnis sebuah proposal proyek/kredit. Dalam
mengukur tingkat kelayakan, seorang calon mitra usaha akan diukur seberapa layak
jaminan kelangsungan pasokan bahan bakunya, baik dari sisi harga maupun kuantitas,
seberapa profesional dia mampu mengelola manajemen dan business processing-nya,
seberapa besar dan kontinyu pasar yang disasarnya, dan bagaimana prospek bisnis ke
depan. Sementara bankable lebih memfokuskan perhatiannya pada seberapa jauh
sebuah aplikasi kredit telah memenuhi persyaratan administratif perbankan, seperti
legalitas, nilai agunan, historical cashflow, track record badan usaha, dan lain – lain.
Modal Ventura sebagai alternatif solusi.
Menyikapi berbagai hambatan dalam hal pembiayaan melalui perbankan
tersebut, tampaknya pelaku UKM sudah harus mulai mencari dan menemukan solusi
23

pembiayaan lain sebagai alternatif jalan tengah. Dalam dunia pembiayaan atau
permodalan, selain dikenal istilah lembaga keuangan perbankan, kita juga mengenal
lembaga keuangan bukan bank. Berbeda dengan lembaga perbankan, lembaga
keuangan bukan bank ini tidak diperbolehkan mengumpulkan dan mengelola dana
masyarakat dalam menjalankan core business-nya. Sumber dana diperoleh dari setoran
para pemilik, baik lembaga non pemerintah maupun pemerintah.
Salah satu bentuk lembaga keuangan non-bank yang cukup berkembang saat ini
adalah lembaga ventura atau venture capital. Modal ventura sangat mungkin bisa
dijadikan salah satu alternatif pembiayaan karena sifatnya yang lebih fleksibel
dibanding perbankan. Bila semua aturan perbankan harus mengacu kepada aturan Bank
Indonesia, maka lembaga ventura (venture capital) mengacu pada aturan main yang
dikeluarkan dan ditetapkan oleh sebuah komite internal atau kalangan profesional yang
ditunjuk oleh para pemegang saham. Sehingga dimungkinkan produk kebijakan yang
dihasilkan akan menjadi lebih marketable dan aplicable.
Selain hal tersebut diatas, ada beberapa hal mendasar lain yang membedakan venture
capital dengan perbankan sebagai lembaga pembiayaan, yaitu:
Modal Ventura amat concern terhadap bisnis mitra
Dalam tataran praktek, modal ventura menempatkan kelayakan usaha sebagai
faktor yang paling dominan dalam pengambilan keputusan pembiayaan. Suatu
prospektus yang ditinjau dari sisi perbankan tidak bankable, sangat mungkin dapat
diupayakan untuk memperoleh pembiayaan ventura selama usaha itu memang peasable
Dalam beberapa kasus, terkadang Perbankan terkesan sama sekali tidak melihat
proposal kelayakan usaha. Asalkan agunan dan persyaratan administratif cukup dan
usahanya tampak berjalan baik, maka aplikasi kredit sudah barang tentu akan disetujui.
Seandainya pun suatu saat ternyata agunannya tidak mencukupi, maka serta merta nilai
kredit akan “disesuaikan” dengan nilai agunan yang ada. Dalam kasus ini, rencana
cashflow usaha, kebutuhan riil pengembangan usaha seperti yang tercantum dalam
proposal tidak lagi menjadi satu hal yang diprioritaskan.
24

Berbeda dengan modal ventura, bila ternyata agunan yang disyaratkan tidak
mencukupi dengan nilai pengajuan, maka yang dilakukan adalah mengupayakan
penambahan agunan hingga sesuai persyaratan, atau melakukan review terhadap
proposal kelayakan. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti apakah bisnis
akan tetap berjalan optimal bila kapasitasnya dikurangi karena penurunan nilai
pengajuan itu. Memang di satu sisi terkesan malah menjadi bertele-tele, namun di sisi
lain justru hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa modal ventura sangat
concern dan berkepentingan terhadap proposal bisnis yang realistis.
Pendekatan business partnership
Dalam bisnis apapun, resiko menjadi suatu hal yang lumrah. Selalu saja akan
dijumpai, baik yang sebelumnya telah diprediksi maupun di luar prediksi. Modal
ventura lebih menganggap UKM sebagai mitra. Sehingga ketika suatu saat bisnis
mitranya mengalami kendala atau permasalah, maka berbagai adjustment ataupun
toleransi yang berkaitan dengan berbagai kewajiban mitra sangat mungkin diupayakan
secara bijak.
Tidak mengenal pembatasan sektoral
Bila Perbankan menjadikan negative list industries sebagai salah satu dasar
pembatasan sektoral dalam penyaluran kredit, maka di dalam khasanah modal ventura
mestinya tidak ada istilah pembatasan sektoral secara general. Sebagai contoh nyata,
walaupun sektor properti saat ini dianggap industri yang “dihindari” oleh perbankan,
nyatanya banyak juga pelaku usaha di sektor tersebut yang tetap eksis dan justru
berkembang. Artinya, dalam sektor dan sub sektor industri manapun peluang itu tetap
ada. Jadi tetap harus dilihat sisi bisnisnya, case by case.
Memiliki unsur pembinaan (business advisory)
Sebagai mitra, tak pelak lembaga ventura juga turut bertanggung jawab secara
bersama terhadap kelangsungan usaha pengusaha mitra, atau dikenal dengan istilah
pengusaha pasangan usaha (PPU). Konkritnya adalah lembaga ventura, melalui tenaga
profesionalnya, harus turut memberikan pengawasan, techical assistance, dan
pendampingan (advisory), walaupun mungkin hanya dalam batasan tertentu.
25

Suku bunga relatif amat stabil
Modal Ventura, sebagaimana lembaga keuangan non bank lainnya, tidak
diperbolehkan melakukan aktivitas pengumpulan dana dari masyarakat. Modal yang
diperoleh hanya berasal dari setoran pemegang saham yang rate-nya relatif tetap
(fixed). Hal ini berpengaruh langsung terhadap kebijakan tingkat suku bunga. Suku
bunga menjadi tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat suku bunga pasar.
Fleksibel dalam mendesain model atau pola pembiayaan
Karena sifatnya yang fleksibel, lembaga ventura sangat mungkin menerbitkan
berbagai pola atau skim pembiayaan yang market driven. Selain pola bagi hasil, kita
juga sering mengenal istilah obligasi konversi, leasing, dan lain-lain.
Pembiayaan untuk badan usaha baru/pemula
Modal ventura juga dapat saja melakukan pembiayaan atau penyertaan terhadap
sebuah badan usaha yang baru (track record di bawah 1 tahun), selama bisnisnya
memang layak dan didukung oleh personel manajemen yang kompeten dan profesional.
Kesemua hal tersebut diatas, sebenarnya dapat dijadikan added value yang
berujung pada peningkatan competitive advantage sebuah lembaga ventura bila
dibanding dengan lembaga perbankan ataupun lembaga sejenis. Lembaga ventura
diharapkan pandai-pandai dalam menggali dan memunculkan kelebihan dirinya agar
bisa tetap survive dalam persaingan. Sebab tanpa nilai lebih, maka sebagai lembaga
pembiayaan modal ventura akan tertinggal jauh oleh perbankan dan hanya akan
memperoleh pasangan-pasangan usaha kelas tiga atau bahkan tak berkelas.
Rekomendasi
Tampaknya kita semua harus sepakat bahwa modal ventura, dengan kelebihan
dan kekurangannya, dapat dijadikan alternatif sumber pembiayaan bagi pelaku usaha
skala UKM. Sebab, pada lingkup skala UKM inilah penomena usaha yang peasable
namun non-bankable tadi sering kali terjadi. Tak salah bila berbagai upaya untuk
mengembangkan lembaga modal ventura harus terus menerus dilakukan. Peran
stakeholders dalam hal ini mutlak diperlukan dalam karya nyata.
26

Pemerintah, sebagai pihak yang punya kepentingan dalam pengembangan sektor
UKM secara umum, sudah harus secara serius memberikan dukungan bagi
pengembangan lembaga ventura. Dukungan tersebut dapat berupa regulasi yang
berpihak, kepastian hukum, dan tentunya penyediaan dana murah sebagai modal
disetor.
Lembaga modal ventura, sebagai pelaku utama yang berhadapan dengan market
dituntut untuk memahami secara benar apa yang menjadi harapan dan tuntutan pelaku
UKM sebagai end-user yang tercermin lewat berbagai produk yang aplicable dan
marketable. Mampu secara kreatif mendapatkan sumber dana kompetitif yang pada
akhirnya akan lebih meringankan beban end-user-nya. Selain itu, sosialisasi terhadap
eksistensi dan peranan modal ventura agar lebih ditingkatkan untuk bisa lebih dekat
lagi dengan pelaku UKM.
Pelaku usaha UKM, sebaiknya sudah mulai “venturable”. Mulai meningkatkan
perhatian dan ketertarikannya terhadap lembaga ventura. Jangan hanya menjadikan
tingkat suku bunga sebagai acuan ketertarikan, namun juga lihat hal-hal positif lain
yang bisa jadi lebih baik dari pada lembaga perbankan pada umumnya.
Lembaga Perguruan Tinggi, dengan kepakarannya diharapkan juga mampu
merumuskan arah, model, dan tema sentral bagi pengembangan lembaga ventura di
masa sekarang dan masa yang akan datang.
Asosiasi Sektoral, perlu dipertimbangkan bagi semua pelaku di sektor ini untuk
membentuk asosiasi profesi yang diharapkan dapat membawa berbagai aspirasi dan
kepentingannya hingga di dengar dan diperehatikan oleh segenap stakeholders. Lebih
mudah berjuang bersama, dari pada berjuang sendiri-sendiri.






27

3.2 Hambatan Perkembangan Modal Ventura Di Indonesia
Pada tahun 2004, Indonesia memiliki perusahaan modal ventura yang resmi
oleh pemerintah hanya dua selebihnya sekitar 40 an perusahaan. Ini menandakan
perkembangan perusahaan modal ventura di Indonesia sangat lambat jika di hitung dari
tahun berdirinya di Indonesia.
Berikut hambatan – hambatan yang memperlambat pertumbuhan perusahaan
ventura di Indonesia:
1. Pembentukan perusahaan modal ventura di Indonesia adalah untuk melakukan
pembiayaan sebanyak-banyaknya kepada UKM, padahal pada dasarnya
penyertaan perusahaan modal ventura dilakukan kepada perusahaan individu
yang berstatus Perseroan Terbatas (PT)
2. Sumber dana perusahaan modal ventura lebih besar berasal dari pinjaman dari
pada modal sendiri. Sifat pinjaman yang mengharuskan adanya pembayaran
secara tetap nominalnya setiap periode tidak sesuai dengan sifat penyertaan
yang fluktuatif penerimaan nominal dalam tiap periodenya.
3. Sifat pembiayaan modal ventura adalah disamping memenuhi kebutuhan
keuangan, juga memenuhi kebutuhan non keuangan yaitu dampingan
manajemen. Untuk memenuhi kebutuhan non keuangan ini dibutuhkan
keahlian spesifik sesuai dengan jenis usaha penerima modal ventura. Karena di
Indonesia pembentukan perusahaan modal ventura untuk UKM sebanyak-
banyaknya, maka officer harus memahami jenis usaha UKM yang dibiayai.
Padahal UKM yang ditangani cukup beragam jenis usahanya, maka officer
akan kesulitan membantu menangani berbagai jenis usaha yang dilakukan oleh
UKM.
4. UKM sudah terbiasa dengan kredit. UKM lebih terbiasa melakukan
pembayaran tetap tiap periodenya layaknya angsuran kredit. Dengan angsuran
tetap tiap periodenya, UKM tidak perlu repot untuk menghitung berapa porsi
yang harus dibayarkan tiap periodenya bila dilakukan penyertaan. Ada
beberapa UKM yang memang tidak bersedia menerima pembiayaan dengan
model penyertaan. Pertimbangannya adalah bahwa UKM tersebut yang
membangun usahanya mulai dari awal, oleh karena itu UKM tersebut tidak
mau berbagi keuntungan dengan perusahaan modal ventura. Lebih baik
mengeluarkan angsuran tetap sehingga dapat diperkirakan pengeluaran tiap
28

periodenya dari pada repot-repot menghitung pembagian keuntungan dengan
perusahaan modal ventura.
5. Kepemilikan usaha UKM adalah usaha keluarga. Kebanyakan usaha UKM di
Indonesia adalah dibangun oleh keluarga, sehingga tidak terjadi pemisahan
yang jelas antara harta milik keluarga dan harta milik usaha. Bila dilakukan
penyertaan, tentu harus dihitung harta milik usaha untuk menentukan porsi
keuntungan antara UKM dan perusahaan modal ventura. Karena dijalankan
oleh keluarga maka tidak ada laporan atas kinerja usaha. Dengan demikian
perusahaan modal ventura akan sulit menentukan kelayakan usaha UKM yang
akan dibiayai.

3.3 Solusi Permasalahan Modal Ventura Di Indonesia
Setiap permasalahan pasti ada jalan. Mungkin ini tepat untuk mengatasi
permasalahan perkembangan perusahaan modal ventura di Indonesia. Salah satu upaya
yang bisa mempercepat pertumbuhan perusahaan ventura di Indonesia yaitu sebagai
berikut:
1. Dukungan Pemerintah Baik dari daerah maupun Pusat.
Seperti yang kita ketahui bahwasanya dengan pemahaman yang
berebada – beda tentang ventura di Indonesia, dari pihak pemerintahan
Indonesia perlu meluruskan dan memberrikan dukungan yang lebih atau setara
dengan bank, sehingga akan menjadkan perusahan modal ventura di Indonesia
semakin maju. Dikarenakan pemikiran masyarakat Indonesia tentang bank itu
lebih baik dari perusahaan modal ventura, maka dari itu alangkah baiknya
pemerintah mengangkat perusahaan modal ventura ini lagi agar berkembang,
dengan cara memberikan informasi yang baik tentang perusahaan modal
ventura yang ada di Indonesia

2. Mempermudah Persayaratan.
Kemudahan untuk melakukan modal ventura kepada pihak peminjam
atau UKM sangat dibutuhkan. agar Industri Rumah tangga yang sudah dapat
dikembangkan dapat di pinjam kan modal dan dibimbing untuk membentuk
manajemen yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Karna untuk sekarang hanya
badan badan usaha tertentu saja yang dapat melakukan modal ventura, dari itu
29

masyarakat sangat asing terhadap perusahan modal ventura yang ada di
Indonesia. Maka dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa persyaratan
yang dapa tdi permudah dan diakses oleh UKM lebih mudah dengan sistem –
sistem yang dapat dijangkau oleh perusahaan Modal Ventura tersebut

3. Perundang undangan Yang lebih Jelas dan di Pertegas.
Dalam langkah ini, bahwasanya pemerintah dapat memeri teguran atau
ancaman yang melanggar dari sistem yang ada, dengan membuat sistem
sendiridan melanggar peraturan atau sistem yang sudah ada. Agar para
lembagga – lembaga permodalan di Indonesia dapat dengn jelas menjalankan
misi mereka tanpa harus ada persaingan yang ketat, dalam artian ketat disini,
bank menjalankan misi mereka dan tujuan mereka dengan benra tanpa harus
mengambil tujuan dari ventura.

30

BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa modal ventura merupakan
suatu bentuk pembiayaan yang sumber dananya berasal dari pihak pertama ( Bank,
investor, dan isnstitusi keuangan lainnya ), yang disalurkan oleh pihak kedua (
Perusahaan modal ventura ) kepada pihak ketiga ( Perusahaan pasangan usaha ) guna
membiayai pengembangan usahanya, dengan harapan memperoleh keuntungan yang
tinggi dari usaha yang dibiayainya.
Dari hal tersebut juga dapat disimpulkan beberapa manfaat dari pembiayaan
modal ventura, antara lain :
1. Meningkatkan Keberhasilan Usaha
2. Efisiensi dalam Pendistribusian Barang
3. Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan
4. Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat
5. Likuiditas Menigkat
Selain dari manfaat Perusahaan Modal Ventura yang sangat banyak berperan
dalam perekonomian di Indonesia. Ternyata perkembangannya sangat lambat dan belum
beggitu dikenal oleh masyarakat. Berikut problemamtika yang berkembang dimasyarakat
saat ini:
1. Persaaingan antara Bank dengan Pengusaha Modal Ventura yang sengit.
2. Pengetahuan masyarakat yang kurang paham dengan peran ventura
3. UU yang mengatur Ventura, Perbankan dan Lembaga pembiayaan yang masih
rancau.
4. Dll.

31

Solusi yang baik dari problematika diatas agar Ventura berkembang di
Indonesia ialah sebagai berikut:
1. Dukungan pemerintah yang adil dan merata dalam pembagian peran dan
fungsinya.
2. Pembelajaran atau seminar tentang ventura.
3. Perusahaan Ventura harus mempermudah proses pembiayaan terhadap UKM
dan peningkattan pelayanannya.




32

DAFTAR PUSTAKA

1. Handowo, Dipo. 1993. Sukses Memperoleh Dana Usaha (Dengan Tinjauan Khusus
Modal Ventura). Jakarta : PT Pustaka Utama Grafiti.
2. Kasmir,SE.,MM. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Revisi. Jakarta : PT
Raja Grafindo Persada.
3. Siamat, Dahlan. 1995. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta : Intermedia
4. http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/01/06/modal-ventura-sebuah-opini/, di
akses pada tanggal 18 Desember 2012
5. http://matakuliahekonomi.wordpress.com/2011/04/23/pengertian-modal-ventura/, di
akses pada tanggal 18 Desember 2012
6. http://www.sylabus.web44.net/blk2file/kuliah7.htm, di akses pada tanggal 18 Desember
2012