You are on page 1of 66

PANDUAN ADMINISTRASI PROGRAM (PAP

)

PROGRAMPENGEMBANGAN KAPASITAS
PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR
(PROGRAM PKP-SPM DIKDAS)

Project Administration Manual(PAM)

(Basic EducationMinimum Service Standards - Capacity Development Project)
















Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayan
Republik Indonesia
2014

i

KATA PENGANTAR

Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM Dikdas) adalah salah satu tolak ukur
kinerja pelayanan pendidikan dasar. Sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 (Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 15 Tahun 2010) bahwa penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai SPM merupakan
kewenangan kabupaten/kota. Pemerintah Kabupaten/kota wajib melakukan pengembangan
kapasitas untuk mencapai SPM, sedangkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan memfasilitasi pengembangan kapasitas melalui peningkatan kemampuan
sistem, kelembagaan, personil dan keuangan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota
dan satuan pendidikan.
Secara umum, perkembangan pembangunan sektor pendidikan di Indonesia mengalami
kemajuan yang sangat nyata, khususnya perbaikan akses pendidikan dasar dan peningkatan
kualitas pelayanannya. Meskipun demikian masih terjadi disparitas yang cukup nyata terhadap
pelayanan pendidikan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dan Kementerian Agama telah banyak membantu kabupaten/kota untuk
mencapai SPM Pendidikan Dasar, namun masih banyak kabupaten/kota tertentu yang
memerlukan bantuan teknis lebih intensif.
Uni Eropa telah menyepakati memberikan tambahan bantuan dana hibah kepada pemerintah
Indonesia untuk penyediaan bantuan teknis sebesar €37,3 juta bagi Program Pengembangan
Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (Program PKP-SPM
DIKDAS) guna mengatasi adanya kesenjangan kinerja di sektor pendidikan dasar di
kabupaten/kota. Uni Eropa dan pemerintah Indonesia telah menunjuk ADB (Asian
Development Bank) untuk mengelola bantuan ini. Sebagian besar dana hibah ini akan
diberikan kepada 110 kabupaten/kota yang terpilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Sebagai bahan acuan pelaksanaan Program PKP-SPM DIKDAS diperlukan adanya
panduan yang disebut dengan Panduan Administrasi Program (PAP) atau Project
Administration Manual (PAM). PAP ini merupakan salah satu panduan bagi pengelola dan
pelaksana program di tingkat pusat dan daerah serta tim konsultan yang telah ditunjuk untuk
membantu program ini. Panduan ini memuat berbagai informasi yang terkait dengan latar
belakang dan tujuan program, tugas dan tanggung-jawab instansi terkait, prosedur
perencanaan dan pengelolaan dana, jenis kegiatan yang dapat dibiayai serta mekanisme


ii

pertanggung-jawabannya. Selain PAP, Tim Manajemen Program PKP-SPM Pusat juga
menerbitkan petunjuk teknis yang lebih detail untuk setiap kegiatan yang diperbolehkan.
Selain PAP dan Juknis, para pengelola program di tingkat pusat dan daerah serta para
konsultan diharapkan juga memahami dan mempelajari dokumen dan peraturan lain yang
terkait, antara lain: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang SPM Pendidikan
Dasar, Perjanjian Hibah, peraturan pengelolaan keuangan pusat maupun daerah dan
petunjuk-petunjuk teknis lainnya yang lebih rinci.
Akhirnya kami memgharap agar semua pihak yang terkait dapat memahami dan menjadikan
pedoman ini sebagai acuan dalam pelaksanaan Program PKP-SPM Dikdas.



Jakarta, April 2014

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan





Hamid Muhammad, Ph.D
NIP. 195905121983111001




















iii


DAFTAR ISTILAH


1. APBD - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

2. APBN - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

3. APD - Aplikasi Penarikan Dana adalah dokumen penarikan initial deposit dana PHLN,
pengisian kembali Rekening Khusus, pengisian kembali Rekening Dana Talangan,
penarikan dana untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan
terlebih dahulu oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, membayar langsung kepada
penyedia barang/jasa, dan penarikan dana dalam rangka transfer langsung ke RKUN.

4. APD-PP - Aplikasi Penarikan Dana Pembiayaan Pendahuluan adalah aplikasi penarikan
dana yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan/KPPN untuk mengganti
pengeluaran atas kegiatan yang pembiayaannya terlebih dahulu membebani Rekening
Bendahara Umum Daerah/RKUD atau rekening yang ditunjuk.

5. BE MSS-CDP - Basic Education Minimum Service Standard Capacity Development
Project

6. PROGRAM PKP- SPM DIKDAS – Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar
Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar

7. DIPA - Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang
disusun oleh PA/KPA.

8. DPA - Dokumen Pelaksanaan Anggaran adalah dokumen yang memuat pendapatan dan
belanja Pemerintah Daerah yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh PA.

9. Hibah - Hibah dari Pemerintah kepada Pemerintah Daerah adalah pemberian dengan
pengalihan hak atas sesuatu dari Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang secara
spesifik telah ditetapkan peruntukannya dan dilakukan melalui perjanjian.

10. KPA - Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran
kementerian negara/lembaga pemerintah non kementerian yang bersangkutan.

11. KPPN - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara adalah instansi vertikal Direktorat
Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kuasa dari Bendahara Umum Negara untuk
melaksanakan sebagian fungsi Bendahara Umum Negara.

12. NoD- Notice of Disbursement atau dokumen yang dipersamakan adalah dokumen yang
menunjukkan bahwa Pemberi PHLN telah melakukan pencairan PHLN yang antara lain
memuat informasi PHLN, nama Program, jumlah uang yang telah ditarik (disbursed), cara
penarikan, dan tanggal transaksi penarikan yang digunakan sebagai dokumen sumber
pencatatan penerimaan pembiayaan dan/atau pendapatan hibah.

13. PA - Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
kementerian negara/lembaga pemerintah non kementerian.


iv


14. PHLN - Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri adalah pinjaman dan/atau hibah luar negeri
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata
Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah.

15. Reksus - Rekening Khusus dari sumber dana DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan
yang berasal dari PHLN dengan cara penarikan Rekening Khusus.

16. Rencana Komprehensif adalah dokumen yang memuat rincian kegiatan dan besaran
pendanaan selama jangka waktu pelaksanaan Hibah.

17. RKUD - Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah
yang ditentukan oleh Bupati/Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan
membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.

18. RKUN - Rekening Kas Umum Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara
yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk
menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada
bank sentral.

19. SAI Sistem Akuntansi Instansi adalah serangkaian prosedur manual maupun
terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan
pelaporan posisi dan operasi keuangan pada kementerian negara/lembaga pemerintah non
kementerian.

20. SPP APD-PP Surat Permintaan Penerbitan Aplikasi Penarikan Dana Pembiayaan
Pendahuluan, adalah dokumen yang ditandatangani oleh PA/KPA sebagai dasar bagi
Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara atau KPPN
dalam mengajukan permintaan pembayaran kepada Pemberi PHLN

21. SP2D - Surat Perintah Pencairan Dana adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa
Bendahara Umum Negara atau Bendahara Umum Daerah untuk pelaksanaan pengeluaran
atas beban APBN atau atas beban APBD berdasarkan SPM.

22. SP2D-Reksus - Surat Perintah Pencairan Dana Rekening Khusus adalah SP2D
pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM-Reksus.

23. SP3 - Surat Perintah Pembukuan/Pengesahan adalah surat perintah yang diterbitkan oleh
KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, yang fungsinya dipersamakan sebagai
SPM/SP2D, kepada Bank Indonesia dan satuan kerja untuk dibukukan/disahkan sebagai
penerimaan dan pengeluaran dalam APBN atas realisasi penarikan PHLN melalui tata cara
Pembayaran Langsung, Letter of Credit, dan/atau Pembiayaan Pendahuluan.

24. SPM – Standar Pelayanan Minimal, diterjemahkan kedalam bahasa Inggris sebagai
Minimum Service Standard (MSS)

25. SPM - Surat Perintah Membayar adalah dokumen yang diterbitkan oleh PA/KPA atau
pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau
dokumen lain yang dipersamakan.


26. SPM-Reksus adalah SPM dengan sumber dana DIPA atau dokumen lain yang
dipersamakan yang berasal dari PHLN dengan cara penarikanReksus

27. SPPH - Surat Persetujuan Penerusan Hibah adalah surat yang diterbitkan oleh Menteri


v

Keuangan atau pejabat yang diberi kuasa kepada Pemerintah Daerah yang memuat
kegiatan dan besaran Hibah yang bersumber dari hibah luar negeri.

28. SPTJM - Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak adalah surat pernyataan dari
pengguna dana yang menyatakan bahwa pengguna dana bertanggung jawab secara
formal dan material kepada KPA atas kegiatan yang dibiayai dengan dana tersebut.

29. TOG – Technical Oversight Group yaitu Tim Pengarah yang anggotanya terdiri dari eselon
1 dari unsur terkait dari Bappenas, Kemdikbud, Kemenag, Kemdagri, perwakilan Uni-
Eropa dan ADB.

30. TWG - Technical Working Group,yaitu Tim Pelaksana Program yang anggotanya terdiri
dari eselon 2 dari unsur terkait dari Bappenas, Kemdikbud, Kemenag dan Kemdagri.






















vi

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... I
DAFTAR ISTILAH ...................................................................................................................... III
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG ......................................................................................................... 1
1.2. TUJUAN ........................................................................................................................... 2
1.3. OUTPUT, OUTCOME DAN DAMPAK YANG DIHARAPKAN ........................................... 2
1.4. DASAR HUKUM ............................................................................................................... 3
1.5. PERJANJIAN PENERUSAN HIBAH (PPH) ...................................................................... 5
1.6. DANA HIBAH ................................................................................................................... 5
1.7. KABUPATEN/KOTA PENERIMA HIBAH .......................................................................... 6
1.8. PRINSIP PENGELOLAAN HIBAH .................................................................................... 6
1.9. WAKTU PEMBERLAKUAN PERJANJIAN ....................................................................... 6
BAB II PENGGUNAAN DANA .................................................................................................... 7
2.1. HIBAH KABUPATEN/KOTA ............................................................................................. 7
2.2. DANA PENDAMPING ...................................................................................................... 8
BAB III ORGANISASI PELAKSANA ........................................................................................ 11
3.1. TUGAS DAN FUNGSI KEMENTERIAN DAN PEMDA .................................................... 11
3.1.1. KEMENTERIAN KEUANGAN ............................................................................ 11
3.1.2. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ......................................... 12
3.1.3. PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA................................................... 13
3.2. PENGELOLA PROGRAM PKP-SPM DIKDAS ............................................................... 13
3.2.1. TIM PENGELOLA TINGKAT PUSAT ................................................................. 14
3.2.2. TIM PENGELOLA TINGKAT PROVINSI ............................................................ 16
3.2.3. TIM PENGELOLA TINGKAT KABUPATEN/KOTA............................................. 16
3.3. TIM KONSULTAN .......................................................................................................... 18
3.3.1. TIM KONSULTAN MANAJEMEN PUSAT (OPERATIONAL MANAGEMENT
TEAM) ........................................................................................................................... 18
3.3.2. TIM KONSULTAN MANAJEMEN KABUPATEN/KOTA (DISTRICT ADVISORY
TEAM) ........................................................................................................................... 19
3.3.3. TIM KONSULTAN ADVOKASI DAN PROMOSI (ADVOCACY AND
PROMOTION TEAM) ......................................................................................................... 20
BAB IV TAHAP PERSIAPAN PROGRAM ............................................................................... 21
BAB V MEKANISME PENARIKAN DAN PENYALURAN HIBAH ............................................ 25
5.1. PROSES PEMBUKAAN DAN PENGISIAN INITIAL DEPOSIT PADA REKENING
KHUSUS ................................................................................................................................ 25
5.2. PROSES PENYALURAN HIBAH KE PEMERINTAH DAERAH ...................................... 26
5.3. PENGISIAN KEMBALI REKENING KHUSUS ................................................................ 30
BAB VI. PELAPORAN .............................................................................................................. 32


vii

6.1. LAPORAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA ..................................................................... 32
6.2. LAPORAN TINGKAT PUSAT ......................................................................................... 32
BAB VII. MONITORING DAN EVALUASI ................................................................................. 34
7.1. MONITORING OLEH TIM TEKNIS SPM TINGKAT PUSAT ........................................... 34
7.2. MONITORING OLEH TIM KOORDINASI DAN MONITORING PROVINSI ..................... 35
7.3. MONITORING OLEH TIM TEKNIS TINGKAT KABUPATEN/KOTA ............................... 35
BAB VIII PENGAWASAN, AUDIT DAN SANKSI ...................................................................... 36
8.1. PENGAWASAN ............................................................................................................. 36
8.2. AUDIT INTERNAL .......................................................................................................... 36
8.3. AUDIT EKSTERNAL ...................................................................................................... 36
8.4. HAL-HAL YANG DAPAT DIKENAKAN SANKSI ............................................................. 36
8.5. SANKSI .......................................................................................................................... 37
BAB IX. PELAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT ............................... 38
9.1. MEDIA ............................................................................................................................ 38
9.2. TUGAS DAN FUNGSI LAYANAN ................................................................................... 38

DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 3.1: HUBUNGAN INSTANSI TERKAIT DENGAN PROGRAM PKP-SPM DIKDAS ................... 11
GAMBAR 3.2: STRUKTUR TIM PENGELOLA PROGRAM PKP-SPM DIKDAS ................................... 13
GAMBAR 4.1: LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PROGRAM PKP-SPM DIKDAS .............................. 21
GAMBAR 5.1. LANGKAH-LANGKAH PEMBUKAAN DAN PENGISIAN REKENING KHUSUS ....................... 25
GAMBAR 5.2. TAHAPAN PENYALURAN DANA HIBAH KE PEMERINTAH DAERAH ................................ 28
GAMBAR 5.3: TAHAPAN PENGISIAN REKENING KHUSUS ............................................................... 30

DAFTAR TABEL
TABEL 2.1. PENGGUNAAN DANA HIBAH SELAMA TAHUN 2015 DAN 2016 ........................................ 7
TABEL 2.2: JENIS KEGIATAN PROGRAM PKP-SPM DIKDAS DAN KOMPONEN PEMBIAYAAN YANG
BOLEH DIDANAI DARI HIBAH ........................................................................................................ 9

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : FORMAT RENCANA KOMPREHENSIF PENGGUNAAN HIBAH ..................................... 41
LAMPIRAN 2 : FORMAT RENCANA TAHUNAN PENGGUNAAN HIBAH ................................................ 42
LAMPIRAN 3: FORMAT RENCANA KEGIATAN PROGRAM PKP-SPM DIKDAS ..................................... 43
LAMPIRAN 4: FORMAT SURAT PERMINTAAN PENYALURAN HIBAH ................................................. 44
LAMPIRAN 5: SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK .................................................. 45
LAMPIRAN 6: BERITA ACARA PEMBAYARAN (BAP) ..................................................................... 46
LAMPIRAN 7: LAPORAN KEMAJUAN KEGIATAN ........................................................................... 49
LAMPIRAN 8:SURAT PERMINTAAN VERIFIKASI DOKUMEN PERMINTAAN PENYALURAN HIBAH ............ 50
LAMPIRAN 9:SURAT LAPORAN HASIL VERIFIKASI PENYALURAN HIBAH .......................................... 51
LAMPIRAN 10:FORMAT LAPORAN TRIWULAN ............................................................................. 52


viii

LAMPIRAN 11 : FORMAT LAPORAN TAHUNAN ............................................................................ 53
LAMPIRAN 12 : DAFTAR KABUPATEN PENERIMAAN HIBAH ........................................................... 54
LAMPIRAN 13 :INDIKATOR PENCAPAIAN .................................................................................... 56








1


BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah secara jelas
mendelegasikan kewenangan penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan kepada
pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38
Tahun 2007, urusan pendidikan merupakan salah satu pelayanan wajib yang harus
diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota.Lebih lanjut Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 menyatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan wajib yang didesentralisasikan
perlu diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).Sesuai dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 65 Tahun 2005, SPM adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar
yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga negara secara
minimal, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Penerapan SPM dimaksudkan untuk menjamin akses dan mutu bagi masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan dasar dari pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ukuran-ukuran
yang ditetapkan oleh Pemerintah. Oleh karena itu, baik dalam perencanaan maupun
penganggaran, wajib diperhatikan prinsip-prinsip SPM yaitu sederhana, konkrit, mudah diukur,
terbuka, terjangkau dan dapat dipertanggungjawabkan serta mempunyai batas pencapaian
yang dapat diselenggarakan secara bertahap
SPM Pendidikan Dasar telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15
Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013
Tentang Perubahan Atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota.
SPM Pendidikan Dasar di kabupaten/kota mencakup 2 (dua) kelompok pelayanan yaitu:
1. pelayananpendidikan dasar oleh kabupaten/kota.
2. pelayananpendidikan dasar oleh satuan pendidikan.
Permendikbud Nomor 23/2013 (beserta lampirannya) memuat penjelasan secara rinci
mengenai pengertian, metoda pengukuran indikator, analisis kebutuhan biaya pemenuhan
SPM, dan langkah-langkah untuk menuangkannya ke dalam dokumen perencanaan daerah.


2

Sampai dengan saat ini masih terjadi kesenjangan mutu pelayanan pendidikan dasar antar
kabupaten/kota, antar sekolah dengan sekolah dan antar sekolah dengan madrasah.
Kesenjangan dalam pemenuhan SPM pendidikan dasar banyak disebabkan oleh berbagai
alasan, misalnya akibat perbedaan kapasitas SDM, kesadaran pemangku kepentingan,
kemampuan penganggaran, sarana-prasarana dan faktor geografis.Uni Eropa telah
berkomitmen menyediakan dana hibah sebesar €37,3 juta untuk Program Pengembangan
Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (Program PKP-SPM
DIKDAS).
1.2. TUJUAN
Program PKP-SPM DIKDAS merupakan perpaduan kerjasama antara pemerintah pusat,
pemerintah daerah dan lembaga donor (Uni Eropa dan ADB) yang bertujuan untuk
memperkuat kapasitas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan
pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota/satuan pendidikan terpilih dalam melakukan
perencanaan, penganggaran serta pengelolaan layanan-layanan pendidikan, sesuai dengan
standar pelayanan minimal pendidikan dasar.
1.3. OUTPUT, OUTCOME DAN DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Output yang diharapkan Program PKP-SPM DIKDASini antara lain:
1. Meningkatnya kapasitas pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan manajemen
di tingkat sekolah/madrasah dalam pencapaian SPM.
2. Meningkatnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat (misalnya Komite
Sekolah/Madrasah, Dewan Pendidikan dan LSM peduli pendidikan) dan pemangku
kepentingan bidang pendidikan terhadap SPM sektor pendidikan, serta mendorong
partisipasi masyarakat yang lebih besar untuk memastikan bahwa sekolah/madrasah dan
pemerintah daerah bertanggung jawab terhadappemenuhan SPM.
3. Meningkatnya pengintegrasian SPM yang lebih efektif ke dalam berbagai program dan
kebijakan sektor pendidikan terkait.
Outcome yang diharapkan dari program ini adalah menurunnya disparitas antar daerah dalam
pelayanan pendidikan dasar.
Dampakyang diharapkan dari Program PKP-SPM DIKDAS ini adalah dapat memberikan
kontribusi terhadap pelaksanaan kebijakan pembangunan jangka menengah Indonesia dalam
rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan daya saing ekonomi di tingkat regional


3

maupun global. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah dapat membantu upaya
pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem pendidikan dan menyelesaikan kesenjangan
pelayanan pendidikan antar daerah.
Indikator pencapaian terhadap output, oucome dan dampak dari program ini sebagaimana
disajikan dalam Lampiran 13.
1.4. DASAR HUKUM
Dasar hukum pelaksanaan PROGRAM PK-SPM DIKDAS adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;
6. Undang-Undang No.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
dan Pemerintah Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
9. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
10. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota;
11. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah;
12. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan;
13. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
14. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akutansi Pemerintahan;
15. Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar
Negeri dan Penerimaan Hibah;
16. Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2012 Tentang Hibah Daerah;


4

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 59 Tahun 2007 tentang
Perbaikan Permendagri No.13 Tahun 2006;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan
dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan
Rencana Standar Pelayanan Minimal;
20. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 35/KMK.07/2003 Tentang
Perencanaan, Pelaksanaan/Penatausahaan dan Pemantauan Penerusan Pinjaman Luar
Negeri Pemerintah kepada Daerah;
21. Peraturan Menteri Keuangan No. 59/PMK.06/2005 Tentang Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;
22. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.05 Tahun 2011 Tentang Tata Cara
Penarikan Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri;
23. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05 Tahun 2011 Tentang Mekanisme
Pengelolaan Hibah;
24. Peraturan Menteri Keuangan No.188/PMK.07/2012 Tentang Hibah dari Pemerintah Pusat
kepada Pemerintah Daerah;
25. Peraturan Menteri keuangan No. 190/PMK.05 Tahun 2012 Tentang Tata Cara
Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2013 Tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 15 Tahun 2010 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota;
27. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. 56/PB/2012Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pembebanan Dana Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri Melalui
Mekanisme Rekening Khusus;
28. Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan No. 50 Tahun 2004 Tentang Petunjuk Teknis
Mekanisme Pembayaran dan Pelaksanaan APBN;
29. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional,
Biro Keuangan Sekjen Depdiknas, 2005;
30. Financing Agreement antara Pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa.
31. ADB Technical Assistance Report: Republic of Indonesia: Minimum Service Standards
Capacity Development Program (Project Number: 47013-001 Capacity Development
Technical Assistance (CDTA), March 2013.


5

1.5. PERJANJIAN PENERUSAN HIBAH (PPH)
PPH adalah perjanjian antara Pemerintah yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan dengan Bupati/Walikota/pejabat yang diberi kuasa
tentang kesepakatan penerusan hibah yang didalamnya tercantum persyaratan dan ketentuan
yang disepakati.
1.6. DANA HIBAH
Hibah Program PKP-SPM DIKDAS kepada kabupaten/kota ini merupakan salah satu sumber
penerimaan daerah untuk mendanai kegiatan tertentu yang secara spesifik ditentukan dalam
perjanjian hibah (Grant Agreement) antara Uni Eropa dengan Pemerintah Indonesia .
Dana hibah dari Uni Eropa kepada pemerintah Indonesia dalam program ini dikelompokkan
menjadi duajenis:
1. Dana hibah untuk 110 kabupaten/kota sasaran yang akan disalurkan melalui mekanisme
yang diatur oleh Kementerian Keuangan dengan persetujuan ADB dan Uni Eropa.
2. Dana hibah untuk bantuan teknis konsultan dan kegiatan terkait yang ditangani langsung
oleh ADB.
Porsi terbesar dana hibah ini digunakan sebagai hibah untuk 110 kabupaten/kota terpilih
dengan total dana sebesar 22 Juta Euro sedangkan dana yang dikelola ADB untuk bantuan
konsultan dan kegiatan lain yang terkait sebesar 15,3 juta euro, sehingga total dana hibah
sebesar 37,3 Juta Euro. Besar dana hibah per kabupaten/kota sekitar Rp. 2,5 milliar (200,000
euro)untuk jangka waktu 2 tahun (tahun anggaran 2015 dan 2016).
Mekanisme perencanaan penganggaran, penyaluran dan pertanggungjawaban dana hibah ke
kabupaten/kota akan dibahas secara khusus di bab berikutnya.
Untuk membantu kelancaran program ini dan menjamin tercapainya output yang diharapkan,
ADB menunjuk 3 tim konsultan yang akan membantu pelaksanaan Program PKP-SPM
DIKDAS baik ditingkat pusat maupun di daerah. Ke-3 tim konsultan tersebut adalah:
1. Tim Konsultan Manajemen Pusat (Operational Management Team).
2. Tim Konsultan Manajemen Kabupaten/Kota (District Advisory Team).
3. TimKonsultan Advokasi dan Promosi (Advocacy and Promotion Team).
Tugas dan tanggung-jawab Tim Konsultan tersebut akan dibahas secara detail di bab
berikutnya.


6

1.7. KABUPATEN/KOTA PENERIMA HIBAH
Jumlah kabupaten/kota penerima hibah sebanyak 110 kabupaten/kota yang tersebar di 16
provinsi. Kabupaten/Kota penerima hibah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Terpilih berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Tim Pusat berdasarkan indikator
yang telah disetujui oleh Uni Eropa dan ADB.
2. Mengikuti sosialisasi Program PKP-SPM DIKDAS yang dilakukan oleh Tim Pusat.
3. Kepala daerah (Bupati/Walikota/Pejabat yang ditunjuk) bersedia menandatangani PPH
dengan pemerintah dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan didalam PPH.
4. Menyediakan dana pendamping dari sumber APBD minimal 10% bagi kabupaten/kota
yang memiliki kapasitas fiskal kategori rendah, minimal 15% kategori sedang dan minimal
20% kategori tinggi dari total dana hibah yang diterima.
5. Bersedia mengelola dana hibah secara transparan dan akuntabel.
Dalam hal kabupaten/kota tidak memenuhi minimal salah satu persyaratan dimaksud,
pemerintah berhak menghentikan/membatalkan pemberian hibah.
1.8. PRINSIP PENGELOLAAN HIBAH
Dana hibah harus dikelola secara transparan, akuntabel dan mengikuti standar akuntansi
pemerintahan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.Hibah dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pemantauandan pengawasan.
1.9. WAKTU PEMBERLAKUAN PERJANJIAN
Tanggal efektif perjanjian (effective date): 24 Oktober 2013
Tahun pemberian hibah ke kabupaten/kota: tahun anggaran 2015 dan 2016
Tanggal berakhir perjanjian (closing date): 24 Februari 2017
Secara garis besar kegiatan yang dilakukan sampai dengan 2017 adalah sebagai berikut:
1. Persiapan program: dilakukan pada tahun anggaran 2014 yang mencakup kegiatan kajian
status awal SPM (minimum service standard-status quo assessment) tingkat kab/kota dan
satuan pendidikan, penyusunan rancangan/proposal penggunaan hibah, sosialisasi,
pelatihan, persiapan penganggaran program di pusat dan di kabupaten/kota.
2. Pelaksanaan program: dilakukan pada tahun 2015 dan 2016 di tingkat kabupaten/kota.
3. Evaluasi dan pelaporan: dilakukan mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 baik oleh
Tim Pusat maupun Tim Kabupaten/Kota.


7

BAB II PENGGUNAAN DANA

2.1. HIBAH KABUPATEN/KOTA
Hibah yang diterima oleh kabupaten/kota diperbolehkan digunakan kegiatan-kegiatan yang
terkait dengan program PKP-SPM DIKDASseperti Tabel 2.1. Kegiatan tersebut dapat
dilakukan pada tahun 2015 dan/atau 2016.
Tabel 2.1. Penggunaan Dana Hibah Selama Tahun 2015 dan 2016
Komponen Kegiatan Tahun 2015 Tahun 2016
1. Sekretariat (Pembelian ATK, penggandaan
dan pengiriman laporan,biaya telephon/fax dll).
Maksimum 2% Maksimum 2%
2. Rapat koordinasi antar instansi terkait untuk
persiapan pelaksanaan program, evaluasi
program dan penyusunan laporan.
Maksimum 5% Maksimum 5%
3. Sosialisasi tentang SPM kepada pemangku
kepentingan bidang pendidikan tingkat
kabupaten/kota.
Wajib dilakukan Tidak wajib (jika
masih diperlukan)
4. Pelatihan Pengukuran dan Analisis
Pencapaian SPM kepada Tim Teknis SPM
Kab/Kota
Wajib dilakukan Jika diperlukan
5. Pelatihan kepada kepala sekolah/madrasah,
guru (KKG/MGMP/KKM) dan pengawas terkait
dengan SPM.
Wajib dilakukan
secara bertahap.
Lanjutan dari
tahun 2015 (jika
diperlukan)
6. Sosialisasi SPM kepada masyarakat Wajib dilakukan Wajib dilakukan
7. Pengumpulan dan pengolahan data hasil
pengukuran SPM. Pembiayaan sharing
dengan dana pendamping dan/atau sumber
dana lain selain dana hibah.
Wajib dilakukan
terhadap
sekolah/madrasah
yang belum
disurvei tahun
2014, baik dari
program ini
maupun program
lain.
Wajib dilakukan
kepada seluruh
sekolah/madrasah.
8. Seminar/workshop analisis penyusunan
Roadmap SPM berdasarkan hasil pengukuran
SPM
Wajib Dilakukan Wajib Dilakukan
9. Monitoring ke sekolah/madrasah. Maksimum 7% Maksimum 7%

Secara rinci jenis kegiatan dan item pengeluaran yang diperbolehkan didanai dari hibah
kabupaten/kota disajikan pada Tabel 2.2.


8


Dana hibah tidak boleh digunakan untuk kegiatan/pengeluaran antara lain:
1. Pembelian/sewa alat transportasi untuk operasional program.
2. Pembelian/sewa ruang sekretariat dan alat kantor.
3. Merenovasi ruang kantor/sekolah/madrasah.
4. Honorarium pejabat dan pengelola program.
5. Studi banding.
6. Membiayai kegiatan diluar Program PKP-SPM DIKDAS.
7. Pengeluaran yang tidak memiliki dasar hukum, misalnya untuk hadiah, cinderamata dan
uang terimakasih dalam bentuk apapun kepada petugas/tim dari pusat.
2.2. DANA PENDAMPING
Dalam rangka kelancaran Program PKP-SPM DIKDAS pemerintah daerah diwajibkan
mengalokasikan dana pendamping dari sumber dana APBD sesuai dengan ketentuan dalam
perjanjian. Selain dana pendamping, pemerintah daerah diharapkan juga menyediakan fasilitas
untuk kelancaran program, misalnya dalam bentuk ruang sekretariat. Dana pendamping dapat
digunakan untuk kegiatan persiapan dan kegiatan pendukung dalam rangka pelaksanaan
Program PKP-SPM DIKDAS, yaitu:
1. Pengadaan kantor dan peralatan kantor/sekretariat program.
2. Operasional sekretariat dan pengadaan barang-barang untuk sekretariat.
3. Perjalanan dinas dalam dan luar daerah.
4. Honorarium bagi narasumber dalam rangka rapat koordinasi, workshop, rapat rutin.
5. Honorarium tim pengelola program.
6. Monitoring dan evaluasi/pendampingan ke sekolah/madrasah.
7. Pengadaan barang lainnya dan/atau kegiatan pendukung lainnya yang disetujui oleh
pengambil keputusan di tingkat kabupaten/kota.
Catatan: ketentuan standar biaya perjalanan dan lain-lain, baik dana dari hibah maupun dana
pendamping mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku di pusat dan daerah.

9

Tabel 2.2: Jenis Kegiatan Program PKP-SPM DIKDAS dan Komponen Pembiayaan Yang Boleh Didanai dari Hibah
JENIS BELANJA ATK
Penggandaan
materi,
pengiriman
dokumen dan
undangan
Sewa
Tempat
1)

Honorarium
2)

Konsumsi
Perjalanan Dinas
Uang
Saku
3)

Uang
Transpot
4)

Uang
Harian
5)

Biaya
Penginapan
6)

A. KESEKRETARIATAN
1. Kesekretariatan Ya Ya
2. Rapat koordinasi Tim SPM
Kab/Kota dalam rangka persiapan
dan pelaksanan program
Ya Ya

Ya/Tidak
Panitia,
Peserta
Panitia,
Peserta
Panitia,
Peserta
Panitia,
Peserta
Panitia,
Peserta
B. SOSIALISASI/PELATIHAN/WOR
KSHOP




1. Sosialisasi SPM kepada
pemangku kepentingan di
Kab/Kota
Ya Ya

Ya/Tidak

Narasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
Panitia,
Peserta,
Narasum
ber
Panitia,
Peserta,Nar
asumber
Panitia,
Peserta,Na
rasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
2. Pelatihan pengukuran dan analisis
pencapaian SPM kepada Tim
SPM Kab/Kota
Ya Ya
Ya/Tidak Narasumber Panitia,
Peserta,Naras
umber
Panitia,
Peserta,
Narasum
ber
Panitia,
Peserta,Nar
asumber
Panitia,
Peserta,Na
rasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
3. Pelatihan SPM Kepada Kepala
Sekolah/Madrasah dan Pengawas
Ya Ya
Ya/Tidak Narasumber Panitia,
Peserta,Naras
umber
Panitia,
Peserta,
Narasum
ber
Panitia,
Peserta,Nar
asumber
Panitia,
Peserta,Na
rasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
4. Pelatihan SPM Kepada Guru
melalui KKG/MGMP/KKM
Ya Ya
Ya/Tidak Narasumber Panitia,
Peserta,Naras
umber
Panitia,
Peserta,
Narasum
ber
Panitia,
Peserta,Nar
asumber
Panitia,
Peserta,Na
rasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
5. Sosialisasi ke Masyarakat di Ya Ya Ya/Tidak Narasumber Panitia, Panitia, Panitia, Panitia, Panitia,


10

JENIS BELANJA ATK
Penggandaan
materi,
pengiriman
dokumen dan
undangan
Sewa
Tempat
1)

Honorarium
2)

Konsumsi
Perjalanan Dinas
Uang
Saku
3)

Uang
Transpot
4)

Uang
Harian
5)

Biaya
Penginapan
6)

daerah Peserta,Naras
umber
Peserta,
Narasum
ber
Peserta,Nar
asumber
Peserta,Na
rasumber
Peserta,Naras
umber
6. Pengumpulan dan pengolahan
data hasil pengukuran SPM
Ya Ya
Ya/Tidak Tim Tim
Tim Tim
Tim
7. Workshop analisis penyusunan
Roadmap SPM berdasarkan hasil
pengukuran SPM
Ya Ya
Ya/Tidak Narasumber Panitia,
Peserta,Naras
umber
Panitia,
Peserta,
Narasum
ber
Panitia,
Peserta,Nar
asumber
Panitia,
Peserta,Na
rasumber
Panitia,
Peserta,Naras
umber
C. MONITORING DAN EVALUASI
1. Monitoring dan evaluasiprogram Ya Ya Tim monev Tim monev Tim monev
2. Penyusunan laporan teknis dan
keuangan
Ya Ya Ya/Tidak Tim Kab/Kota Tim
Kab/Kota
Tim
Kab/Kota
Tim
Kab/Kota
Tim Kab/Kota
Keterangan :
1)
Sewa tempat dapat dianggarkan untuk kegiatan diselenggarakan diluar kantor penyelenggara (Hotel/Tempat lain)
2)
Honorarium diberikan kepada Narasumber yang berasal dari luar Program PKP-SPM Dikdas
3)
Uang saku dapat diberikan jika kegiatan diselenggarakan diluar kantor penyelenggara (Hotel/Tempat lain) selama kegiatan. Jika kegiatan diselenggarakan di
kantor penyelenggara, maka uang saku dapat diberikan jika kegiatan diluar jam kerja. Uang saku dapat diberikan kepada Nara Sumber jika Nara sumber
berasal dari dalam Program PKP-SPM Dikdas (Tim Manajemen).
4)
Uang transport diberikan sepanjang tidak menggunakan kendaraan dinas, disertai dengan surat tugas, dan tidak bersifat rutin.
5)
Uang Harian terdiri dari Uang saku, uang makan, diberikan 1 (satu) hari pada saat kedatangan dan 1 (satu) hari pada saat kepulangan untuk kegiatan
Sosialisasi/Workshop/Pelatihan yang diselenggarakan diluar kantor penyelenggara dan memerlukan waktu lebih dari 8 jam. Sedang untuk Kegiatan Monev
diberikan selama kegiatan monev
6)
Biaya penginapan diberikan jika kegiatan diselenggarakan diluar kantor penyelenggara (Hotel/Tempat lain) dan memerlukan waktu lebih dari 8 jam
2),3),4),5), 6)
Tidak dapat diberikan kepada DAT

11

BAB III ORGANISASIPELAKSANA

Secara keseluruhan kementerian dan instansi yang terkait dengan pelaksanaan Program PKP-
SPM DIKDAS antara lain Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten/Kota. Diantara kementerrian dan instansi tersebut, Kementerian
Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemda Kabupaten/Kota memiliki
peran yang sangat dominan dari sejak perencanaan sampai dengan pelaksanaan Program
PKP-SPM (Gambar 3.1).Tugas dan fungsi dari kedua kementerian dan Pemda
Kabupaten/Kota dijelaskan pada Bab 3.1.Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program,
dibentukTim Pengelola Program PKP-SPM DIKDAS di tingkat pusat dan daerah yang tugas
dan fungsinya dijelaskan pada Bab 3.2.










Gambar 3.1: Hubungan Instansi Terkait Dengan Program PKP-SPM DIKDAS
3.1. TUGAS DAN FUNGSI KEMENTERIAN DAN PEMDA
Tugas dan fungsi Kemenkeu, Kemdikbud dan Pemda Kabupaten/Kota dalam program PKP-
SPM DIKDAS diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku, sebagai berikut.
3.1.1. KEMENTERIAN KEUANGAN
Sebagai Pengguna Anggaran (PA) Hibah, Kementerian Keuangan memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
KEMENTERIAN
KEUANGAN
(PA/KPA)
PEMDA
KABUPATEN/KOTA
(Pengguna Dana/
“Implementing Agency”
Agency


KEMENTRIAN
DIKBUD
(Executing Agency)
Koordinasi
Pendanaan
& Money


Verifikasi
&Monev


12

1. Menandatangani Financing Agreement dengan Uni Eropa.
2. Melakukan proses penarikan dana hibah sesuai dengan perjanjian.
3. Menetapkan persetujuan atau penolakan terhadap kelayakan pemda kabupaten/kota
untuk menerima hibah.
4. Menandatangani PPH dengan pemda kabupaten/kota.
5. Melakukan penatausahaan penyaluran hibah kepada pemda kabupaten/kota.
6. Menyalurkan dana hibah ke pemda kabupaten/kota sebagai pengganti dana pendahuluan
yang telah dikeluarkan dari sumber APBDpemda kabupaten/kota setelah direview
kelengkapan dan keabsahannya oleh Kemdikbud.
7. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kepada Menteri Keuangan sebagai
Pengguna Anggaran.
8. Menghentikan sementara hibah atas rekomendasi dari Kemdikbud.
9. Memantau kinerja pelaksanaan dan penggunaan hibah dalam pencapaian target.
3.1.2. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Tugas dan tanggung jawab Kemdikbud sebagai pengelola kegiatan adalah:
1. Membentuk Tim Pengelola Program PKP-SPM DIKDAS tingkat pusat.
2. Melakukan pemantauan atas kinerja pelaksanaan dan penggunaan hibah dalam rangka
pencapaian target dan sasaran yang ditetapkan dalam PPH.
3. Memverifikasi usulan pencairan hibah dari pemda kabupaten/kota.
4. Menerbitkan surat hasil verifikasi/rekomendasi usulan pencairan hibah dan disampaikan
ke Kemenkeu
5. Melakukan koordinasi program dengan Tim Pengelola Tingkat Pusat, Tingkat Provinsi
danTingkat Kabupaten/Kota.
6. Melakukan koordinasi dengan Kemenkeu.
7. Melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kabupaten/kota.
8. Mengevaluasi dan menyetujui rencana kegiatan program PKP-SPM DIKDAS dari
kabupaten/kota.
9. Mengevaluasi dan menyetujui laporan kegiatan dan laporan keuangan.
10. Melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan pelaksanaan program.




13

3.1.3. PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA
Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai pelaksana dan pengguna dana hibah memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
1. Membentuk Tim Teknis pengelola Program PKP-SPM DIKDAS tingkat kabupaten/kota.
2. Menyediakan dana pendamping untuk kegiatan pendukung dari sumber APBD.
3. Menyusun Rencana Komprehensif dan/atau Rencana Tahunan program.
4. Menyusun rencana penggunaan dana hibah Program PKP-SPM DIKDAS.
5. Menyampaikan laporan pelaksanaan dan keuangan kepada Kemdikbud dan Kemenkeu.
6. Mengajukan permohonan verifikasi dokumen pencairan dana hibah ke Kemdikbud.
7. Mengajukan permintaan pencairandana hibah kepada Kemenkeu.

3.2. PENGELOLA PROGRAM PKP-SPM DIKDAS
Pengelola Program PKP-SPM DIKDAS terdiri dari Tim Pengelola Tingkat Pusat, Tingkat
Provinsi danTingkat Kabupaten/Kota sebagaimana pada Gambar 3.2.
PUSAT




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PROVINSI

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KABUPATEN/KOTA





Gambar 3.2: Struktur Tim Pengelola Program PKP-SPM DIKDAS


DIRJEN DIKDAS
TWG TOG
Tim Konsultan
Manajemen Pusat
Tim Advokasi dan
Promosi


Tim Koordinasi dan
Monev Provinsi
Tim Teknis
KAB/Kota
Tim Pengarah Tim Konsultan
Manajemen Kab/Kota
Keterangan: : Membantu; : pengarahan dan pemantauan; ……. >: Kordinasi




14

3.2.1. TIM PENGELOLA TINGKAT PUSAT
Instansi pelaksana program (Executing Agency) dari Program PKP-SPM DIKDAS adalah
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana
Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud sebagai penanggung jawab Program PKP-SPM DIKDAS
(Program Director).Tim Pengelola PKP-SPM Tingkat Pusat terdiri dari Tim Pengarah
(Technical Oversight Group/TOG)danTim Teknis SPM (MSS Technical Working
Group/TWG)yang keduanya ditetapkan oleh Dirjen Dikdas, Kemdikbud. Dalam pelaksanaan
program sehari-hari Dirjen Pendidikan Dasar menunjuk Manajer Program (Program Manager)
dan Wakil Manajer Program (Deputy Program Manager) untuk melaksanakan kegiatan
Program PKP-SPM dengandibantu oleh Tim Konsultan Manajemen Tingkat Pusat (Operational
Management Team/OMT) dan Tim Promosi dan Advokasi.
3.2.1.1. TIM PENGARAH (TECHNICAL OVERSIGHT GROUP/TOG)
Tim Pengarah Tingkat Pusat beranggotakan eselon 2 dari instansi terkait, dengan komposisi
sebagai berikut.
Ketua:Dirjen Pendidikan Dasar, Kemdikbud
Sekretaris:Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemdikbud
Anggota:
1. Direktur Agama dan Pendidikan, Bappenas
2. Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Bappenas
3. Direktur Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Kemdagri
4. Direktur Pembangunan Daerah, Kemdagri
5. Direktur Anggaran Daerah, Kemdagri
6. Direktur Pinjaman dan Hibah, DJPU, Kemenkeu
7. Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, DJPK, Kemenkeu
8. Direktur Pengelolaan Kas Negara, DJPB, Kemenkeu
9. Kepala Biro Perencanaan dan KLN, Kemdikbud
10. Direktur Pembinaan SD, Kemdikbud
11. Direktur Pembinaan SMP, Kemdikbud
12. Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan,Kemdikbud
13. Kepala Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah
14. Direktur Pendidikan Madrasah, Kemenag
15. Perwakilan dari Uni Eropa


15

Tugas dan tanggung jawab Tim Pengarah adalah:
1. Memberikan bimbingan dalam menyusun rencana, pelaksanaan dan monitoring tentang
strategi advokasi SPM.
2. Memprakarsai pengintegrasian SPM ke dalam kebijakan dan fungsi pendidikan.
3. Mengatur pertemuan antara Tim Pengarahdengan pengambil kebijakan pada jajaran yang
lebih tinggi minimal dua kali dalam satu tahun.
3.2.1.2. TIM TEKNIS SPM (MSS Technical Working Group)
Tim Teknis SPM beranggotakan eselon 3 dan 4 dari instansi terkait dengan komposisi sebagai
berikut.
Ketua:Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemdikbud
Sekretaris: Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian, Ditjen Dikdas, Kemdikbud
Anggota:eselon 3 atau eselon 4 perwakilan dari unsur:
1. Direktorat Agama dan Pendidikan, Bappenas
2. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Kemdagri
3. Direktorat Pembangunan Daerah, Kemdagri
4. Direktorat Anggaran Daerah, Kemdagri
5. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, DJPK, Kemenkeu
6. Direktorat Pinjaman dan Hibah, DJPU, Kemenkeu
7. Direktorat Pengelolaan Kas Negara, DJPB, Kemenkeu
8. Biro Perencanaan dan KLN, Kemdikbud
9. Direktorat Pembinaan SD, Kemdikbud
10. Direktorat Pembinaan SMP, Kemdikbud
11. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan,Kemdikbud
12. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah
13. Direktorat Pendidikan Madrasah, Kemenag
14. Perwakilan dari Uni Eropa
15. Perwakilan ADB
Tugas dan Tanggung JawabTim Teknis SPM
1. Mengusulkan hasil penyeleksian kabupaten/kota penerima hibah kepada Dirjen Dikdas
Kemdikbuduntuk selanjutnya disetujui oleh Uni Eropa dan ADB.
2. Menyusun Panduan/Juknis Program PKP-SPM DIKDAS.


16

3. Membuat rencana kerja tahunan.
4. Melakukan sosialisasi Program PKP-SPM DIKDAS kepada pemangku kepentingan tingkat
pusat dan kabupaten/kota sasaran.
5. Mempersiapkan penandatanganan PPH antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
6. Melatih Tim Manajemen Program PKP-SPM DIKDAS Tingkat Kabupaten/Kota.
7. Mereview proposal/rencana komprehensif/rencana tahunan dari kabupaten/kota.
8. Mereview laporan laporan kegiatan dari kabupaten/kota.
9. Mereview kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diajukan oleh kabupaten/kota untuk
pencairan dana hibah pengganti dana pendahuluan dari sumber APBD.
10. Memproses penggantian dana hibah yang diajukan oleh kabupaten/kota ke Kemenkeu.
11. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di daerah.
12. Menyusun laporan kegiatan dan melaporkan kepada Dirjen Dikdas Kemdikbud.
13. Melakukan pertemuan rutin untuk mendiskusikan perkembangan Program PKP-SPM
DIKDAS.
3.2.2. TIM PENGELOLA TINGKAT PROVINSI
Oleh karena peran di tingkat provinsi hanya untuk koordinasi dan monitoring, maka pengelola
program tingkat provinsi disebut dengan TimKoordinasi dan Monitoring Provinsi (TKMP) yang
berfungsi untuk mengkoordinasikan dan memantau kegiatan Program PKP-SPM DIKDAS
kabupaten/kota di provinsi masing-masing.Tim ini diketuai oleh Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi dan beranggotakan pejabat eselon 3 dan 4 dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor
Wilayah Kementerian Agama. Untuk keperluan kegiatan monitoring dan koordinasi diharapkan
kedua instansi ini mengalokasikan dana dari sumber APBD untuk kegiatan koordinasi dan
monitoring bagi anggota tim. Kegiatan koordinasi dan monitoring Program PKP-SPM DIKDAS
dapat juga diintegrasikan dengan kegiatan lain yang sudah ada di tingkat provinsi.
3.2.3. TIM PENGELOLA TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Tim Pengelola Tingkat Kabupaten/Kota terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Teknis. Kedua tim ini
ditetapkan melalui SK Bupati/Walikota.
3.2.3.1. TIM PENGARAH
Komposisi Tim Pengarah Tingkat Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut:
Ketua: Bupati/Walikota
Sekretaris:Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota


17

Anggota:
1. Kepala Bappeda.
2. Kepala Dinas Pendidikan.
3. Kepala Dinas Keuangan.
4. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
5. Ketua Komisi DPRD yang membidangi pendidikan.
6. Ketua Dewan Pendidikan.
Tugas dan Tanggung Jawab Tim Pengarah adalah:
1. Memberikan arahan dan dukungan terhadap pelaksanaan program.
2. Melakukan supervisi keberhasilan Program.
3. Melakukan koordinasi antar instansi untuk memperlancar pelaksanaan program.
4. Membantu menyelesaikan permasalahan yang yang tidak dapat diselesaikan pada
tingkatan Tim Teknis.
5. Memastikan terbangunnya kemitraan antara Pemerintah Daerah, Sekolah/Madrasah dan
masyarakat umum dalam rangka pencapaian SPM.
6. Memastikan keberhasilan advokasi yang dilaksanakan dalam rangka penyadaran
pemangku kepentingan bidang pendidikan, satuan pendidikan dan masyarakat dalam
pencapaian SPM.
3.2.3.2. TIM TEKNIS TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota memiliki komposisi sebagai berikut:
Ketua: Pejabat eselon 3 dari lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Anggota:berasal dari unsur
1. Sekretariat Daerah.
2. Bappeda.
3. Dinas Pendidikan.
4. Dinas Keuangan Daerah.
5. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
Struktur organisasi dan jumlah personil anggota Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota
diserahkan kepada pemda kabupaten/kota sesuai kebutuhan.


18

Tugas dan Tanggung Jawab Tim Teknis antara lain:
1. Merencanakan pendanaan program PKP-SPM DIKDAS kedalam DPA-SKPD.
2. Menyusun proposal/rencana komprehensif/rencana tahunan Program PKP-SPM DIKDAS.
3. Menyelenggarakan manajemen seharai-hari Program PKP-SPM-DIKDAS.
4. Mengusulkan sekolah dan madrasah sasaran program kepada Tim Pengarah.
5. Melaksanakan analisis pencapaian SPM baik untuk SPM tingkat Kabupaten/Kota maupun
tingkat Satuan Pendidikan.
6. Menentukan kesenjangan SPM tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat Satuan Pendidikan.
7. Melakukan sosialisasi SPM kepada pemangku kepentingan tingkat kabupaten/kota.
8. Melaksanakan pelatihan/workshop/seminar terkait SPM sesuai dengan rencana kegiatan.
9. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi SPM.
10. Melaporkan hasil pelaksanaan program kepada Tim Pengarah tingkat kabupaten/kota dan
Tim Pusat.
11. Melakukan pengelolaan dana hibah SPM sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
12. Menyusun usulan penggantian dana hibah kepada Tim Pusat.
3.3. TIM KONSULTAN
Untuk membantu kelancaran Program PKP-SPM DIKDAS baik ditingkat pusat maupun daerah,
telah ditetapkan 3 Tim Konsultan, yaitu: Tim Konsultan Manajemen Pusat, Tim Konsultan
Manajemen Kabupaten/Kota dan Tim Konsultan Advokasi dan Promosi.
3.3.1. TIM KONSULTAN MANAJEMEN PUSAT (OPERATIONAL MANAGEMENT TEAM)
Secara umum tugas dan tanggung jawab utama Tim Konsultan Manajemen Pusat adalah
membantu tugas sehari-hari Tim Teknis SPM (MSS Technical Working Group). Secara rinci
tugas dan tanggung jawab Tim Konsultan Manajemen Pusat adalah:
1. Membantu Ditjen Dikdas mempersiapkan strategi pengintegrasian SPM kedalam fungsi
sektor pendidikan terkait dan strategi kebijakan dan penetapan sistem monitoring SPM.
2. Membantu Ditjen Dikdas mempersiapkan panduan/juklak/juknis.
3. Membantu dan mengarahkan Tim Konsultan TingkatKabupaten/Kota dalam
mempersiapkan proposal/rencana komprehensif/rencana tahunan.


19

4. Memberikan bantuan teknis dan saran kepada Tim Konsultan Tingkat Kabupaten/Kota
dalam mempersiapkan sosialisasi SPM, persiapan dan implementasi kajian status SPM
dan analisis kesenjangan SPM.
5. Membantu pemerintah menyiapkan inception report, laporan 6 bulanan dan laporan
tahunan.
6. Merencanakan, mensupervisi dan membantu implementasi kajian status SPM,
pengembangan sistem dokumentasi SPM, perkembangan SPM, persiapan program
pelatihan dan penyusunan rencana kegiatan hibah kabupaten/kota.
7. Mereview kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diajukan oleh kabupaten/kota
untuk pencairan dana hibah pengganti dana pendahuluan dari sumber APBD.
8. Menganalisis laporan dan masukan dari kabupaten/kota, meyakinkan bahwa “praktek
baik” dari suatu kabupaten/kota telah didesiminasikan ke kab/kota lainnya.
9. Mengkaji kualitas teknis yang diberikan oleh Tim Konsultan Manajemen Kabupaten/Kota.
10. Membantu dan memberi saran kepada Kemdikbud, Kemenag dan Kemdagri terkait
dengan pencapaian SPM kedalam RENSTRA mendatang.
11. Membantu Kemdikbud dan Kemenag dalam pengembangan strategi bersama untuk
meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencapaian SPM di
sekolah/madrasah.
12. Menetapkan sistem monev untuk memonitor kegiatan program termasuk sistem
penyaluran dan penggunaan dana hibah kabupaten/kota.
13. Merumuskan prosedur manajemen pengaduan.
14. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan workshop, pelatihan dan dialog kebijakan.
3.3.2. TIM KONSULTANMANAJEMEN KABUPATEN/KOTA (DISTRICT ADVISORY TEAM)
Secara umum tugas Tim Konsultan ini adalah membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota
dalam rangka meningkatkan kapasitas manajemen tingkat kabupaten/kota dan satuan
pendidikandan membantu persiapan dan implementasi Program PKP-SPM DIKDAS.
Secara rinci tugas dan Tanggung-Jawab Tim Konsultan Kabupaten/Kota antara lain:
1. Membantu mensosialisasikan Program PKP-SPM DIKDAS.
2. Membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota memahami panduan/juklak/juknis.


20

3. Membantu TimTeknis Tingkat Kabupaten/Kota melakukan kajian terhadap SPM tahun
2013 dan menentukan “kesenjangan SPM” .
4. Mengkaji kapasitas kabupaten/kota untuk membuat rencana persiapan dan pelaksanaan
dalam mencapai SPM.
5. Membantu menyiapkan proposal/rencana komprehensif/rencana tahunan sesuai
peruntukannya.
6. Membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota dalam implementasi kegiatan hibah dan
membantu mengintegrasikan starategi dan sumberdaya yang ada untuk mencapai SPM
dalam rencana pengembangan dan keuangan.
7. Menyiapkan laporan 3 bulanan, laporan tahunan, analisis, temuan-temuan dan
menyimpulkan “praktek-praktek baik” di kabupaten/kota.
8. Membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota menyusun laporan pelaksanaan dan
keuangan untuk bahan pengajuan penggantian dana hibah dari pemerintah pusat.
9. Membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota dalam menyusun kelengkapan dan
keabsahan dokumen untuk pengajuan dana hibah pengganti dana pendahuluan yang
telah digunakan dari APBD.
10. Pada akhir program (tahun 2016), membantu Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota
melakukan survey untuk mengukur pencapaian program dibandingkan baseline data.
3.3.3. TIM KONSULTAN ADVOKASIDAN PROMOSI (ADVOCACY AND PROMOTION
TEAM)
Tugas dari Tim Konsultan Advokasi dan Promosi adalah menyiapkan dan melaksanakan
strategi terkait dengan hal-hal sebagai berikut;
1. Peningkatan kesadaran kelompok-kelompok pemangku kepentingan kunci tentang
pentingnya SPM.
2. Peningkatan kesadaran masyarakat umum tentang ruang lingkup dan manfaat SPM.
3. Pembangunan hubungan media yang positif dan jejaring media yang efektif dengan
Kemdikbud, Kemenag, Kemdagri serta diantara kabupaten/kota yang berpartisipasi
dalam Program.
4. Melakukan pengukuran dampak kampanye/sosialisasi advokasi, dan
memfasilitasidiskusi-diskusi terkait di media elektronik, baik di tingkat nasional dan
lokal, mengingat ini merupakan media yang paling efektif bagi penyebarluasan
informasi.


21

BAB IV TAHAP PERSIAPAN PROGRAM
Sebelum Program PKP-SPM DIKDAS berjalan telah dilakukan beberapa tahapan kegiatan
sebagaimana digambarkan pada Gambar 4.1.



Gambar 4.1: Langkah-langkah Persiapan Program PKP-SPM DIKDAS

• DJPU Kemenkeu dan Uni
Eropa
1. Penandatanganan Financing Agreement
• Tim PKP-SPM DIKDAS
Pusat
2. Seleksi Calon Kab/Kota
• DJPU Kemenkeu dan ADB 3. Penandatanganan TA Letter Agreement
• Dit. PKN, DJPB 4. Penyusunan Perdirjen Perbendaharaan
5. Sosialisasi Ke Kab/Kota
• Dirjen Dikdas 6. Pengusulan Kab/Kota ke DJPK
• DJPK Kemenkeu
7. Penerbitan SPPH
• Kemenkeu dan
Bupati/Walikota
8. Penandatanganan PPH
• Bupati/Walikota
9. Pembentukan Tim PKP-SPM Kab/Kota
• Tim Manajemen PKP-SPM
Tingkat Pusat
10. Pelatihan Kepada Tim Kabupaten/Kota
• Tim Teknis Tingkat
Kabupaten/Kota
11. Penyusunan RK dan RT
• Tim Teknis Kabupaten/Kota
12. Penyusunan Proposal Kegiatan
• Tim Manajemen Tingkat
Pusat
13. Review RK, RT dan Proposal
• Kementerian Keuangan 14. Penganggaran Hibah dalam APBN
• Pemerintah Kabupaten/Kota
15. Penganggaran Hibah Dalam APBD
• Pemerintah
Kabupaten/Kota,
Kemdikbud dan Kemenkeu
16. Perubahan Rencana Tahunan
. Tim Manajemen Pusat
AKTIVITAS INSTANSI PELAKSANA


22

Keterangan detail setiap langkah pada gambar 4.1 adalah sebagai berikut:
1. Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan (FinancingAgreement)
Direktur Jenderal Pengelolaan UtangKementerian Keuangan atas nama pemerintah
menandatangani perjanjian hibah dengan Uni Eropa pada bulan Desember 2012.
2. Penyeleksian Calon Kabupaten/Kota Penerima Hibah
Tim Pengelola Program PKP-SPM DIKDAS Tingkat Pusat melakukan seleksi calon
kabupaten/kota penerima hibah berdasarkan data fiskal daerah, angka partisipasi kasar
(APK) SMP dan angka partisipasi murni (SPM) SD.Hasil seleksi kabupaten/kota diajukan
kepada ADB dan Uni Eropa untuk dimintakan persetujuan.
3. Penandatanganan Technical Assistance Letter Agreement
Direktur Pinjaman dan Hibah Ditjen Pengelolaan UtangKementerian Keuangan atas nama
pemerintah menandatangani TA letter agreement dengan ADB pada bulan Juli 2013.
4. Penyusunan Peraturan Dirjen Perbendaharaan
Direktur Jenderal Perbendaharaan menerbitkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan terkait
dengan pengelolaan hibah program PKP-SPM Dikdas
5. Sosialisasi ProgramKepada Pejabat Kabupaten/KotaCalon Penerima Hibah
Sebelum pemerintah kabupaten/kota memutuskan untuk menerima atau menolak hibah dari
program ini, Tim Pengelola TingkatPusat melakukan sosialisasi kepada para
pejabat/pengambil keputusan di tingkat kabupaten/kota. Sosialisasi program PKP-SPM
DIKDAS ini ditekankan pada tujuan program, target dan output yang diharapkan serta
kewajiban kabupaten/kota calon penerima hibah. Sosialisasi program diberikan dalam
bentuk penjelasan melalui informasi tertulis dan/atau dalam bentuk pertemuan langsung.
Bupati/Walikota/Pejabat yang berwenang akan diberikan surat pernyataan
bersedia/menolak menjadi sasaran program PKP-SPM DIKDAS ini. Jika tidak bersedia
maka Tim Pengelola Program Tingkat Pusat akan mencari kabupaten/kota lain yang
bersedia dan yang memenuhi persyaratan seleksi.
6. Pengusulan Calon Daerah Penerima Hibah Dari Kemdikbud ke Kemenkeu
Setelah diperoleh 110 kabupaten/kota menyatakan bersedia menjadi sasaran Program
PKP-SPM DIKDAS, Dirjen Pendidikan Dasar atas nama Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan mengusulkan besaran hibah dan daftar nama Pemerintah Daerah yang


23

diusulkan sebagai penerima hibah kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal
Perimbangan Keuangan.
7. Penerbitan Surat Persetujuan Penerusan Hibah (SPPH)
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Surat
Persetujuan Penerusan Hibah kepada masing-masing Pemerintah Daerah. Penerbitan
SPPH ini dapat dilakukan sebelum pagu hibah ditetapkan dalam APBN.
8. Penandatanganan Perjanjian Penerusan Hibah (PPH)
Berdasarkan SPPH selanjutnya dilakukan penandatanganan antara Menteri Keuangan atau
pejabat yang diberi kuasa dengan Bupati/Walikota atau pejabat yang yang diberi kuasa.
9. Pembentukan dan Penetapan Tim PengelolaTingkat Kabupaten/Kota
Bupati/Walikota menetapkan daftar personil yang menjadi Tim Pengelola Program PKP-
SPM DIKDAS sesuai dengan struktur yang tertuang dalam Bab 3 dalam panduan ini.
10. Pelatihan Kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota
Agar memahami secara mendalam program Program PKP-SPM DIKDAS, Tim Teknis
Tingkat Pusat dibantu oleh Tim Konsultan melaksanakan pelatihan kepada Tim Teknis
Tingkat Kabupaten/Kota.
11. Penyusunan Rencana Komprehensif danRencana Tahunan
Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota dengan dibantu oleh Tim Konsultan
Manajemenmenyusun Rencana Komprehensif dan Rancana Tahunan. Rencana
Komprehensif adalah dokumen yang memuat rincian kegiatan dan besaran pendanaan
selama jangka waktu pelaksanaan Hibah (format seperti dalam Lampiran 1).Rencana
Tahunan adalah dokumen yang memuat rincian kegiatan dan besaran pendanaan selama
satu tahun (format seperti dalam Lampiran 2).Rencana Komprehensif dan Rencana
Tahunan harus memperoleh persetujuan dari Tim Pengarah Kabupaten/Kota.
12. Penyusunan RencanaKegiatan
Berdasarkan Rencana Komprehensif dan Rencana Tahunan, Tim Teknis Kabupaten/Kota
dengan bantuan Tim Konsultan menyusun rencana kegiatan yang lebih terinci yang
mencakup tujuan, sasaran, jadual, perincian anggaran, keluaran, strategi pencapaian dan
mengusulkan hanya kegiatan yang diperbolehkan. Format laporan secara umum bersifat
terbuka dan fleksibel akan tetapi harus efisien (format seperti dalam Lampiran 3). Pedoman


24

penyusunan RK, RT dan Proposal serta langkah-langkahnya akan diatur dalam juknis
tersendiri.
13. Review Rencana Komprehensif, Rencana Tahunan dan Rencana Kegiatan
Tim Teknis Tingkat Pusat dengan dibantu oleh Tim Konsultan Manajemen mereview
kelayakan Rencana Komprehensif, Rencana Tahunan dan Rencana Kegiatan yang telah
diserahkan oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota.Jika ketiga dokumen tersebut dinyatakan
sudah layak makaDirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud akan mengeluarkan surat
persetujuan dan selanjutnya dikirim ke Dirjen Perimbangan Keuangan c.q. Direktur
Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, Kemenkeu sebagai KPA Hibah.
14. Penganggaran Hibah dalam APBN
Berdasarkan Rencana Tahunan Kabupaten/Kota yang telah disetujui dan dikirim oleh
Kemendikbud, Kementerian Keuangan (oleh pejabat yang telah ditunjuk dalam peraturan
perundangan) melakukan penganggaran Hibah dalam DIPA sebagai dasar penyaluran
hibah.Tahapan ini telah diatur dalam PMK No 188/2012 Bab IV Pasal 6 s/d Pasal 9.
15. Penganggaran Hibah Dalam APBD
Berdasarkan Rencana Tahunan Pemerintah Daerah meganggarkan penerimaan hibah
pada Lain-Lain Pendapatan dalam APBD dan menganggarkan penggunaan penggunaan
hibah sebagai belanja dan/atau pengeluaran pembiayaan dalam APBD berdasarkan
Rencana Tahunan dan mencantumkannya dalam DPA SKPD Dinas Pendidikan.Tahapan
ini telah diatur dalam PMK No 188/2012 Bab IV Pasal 10 s/d Pasal 13.
16. Perubahan Rencana Tahunan
Perubahan Rencana Tahunan dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan
perjanjian antara pemerintah dengan donor.Dalam hal terjadi perubahan Rencana
Tahunan, Pemerintah Kabupaten/Kota harus berkoordinasi dengan Tim Pengelola Tingkat
Pusat (Kemdikbud) kemudian menyerahkan kepada Dirjen Perimbangan Keuangan sebagai
KPA Hibah.Perubahan Rencana Tahunan harus ditampung dalam APBD dan dituangkan
dalam DPA.




25

BAB V MEKANISME PENARIKAN DAN PENYALURAN HIBAH

Tatacara penarikan hibah dari pemberi hibah dan tata cara penyaluran hibah dari Pemerintah
ke Pemerintah Kabupaten/Kota dalam program PKP-SPM DIKDAS ini didasarkan PMK Nomor
151/PMK.05/2011 dan PMK Nomor 188/PMK.07/2012. Penarikan dan penyaluran hibah pada
program ini menggunakan tata cara rekening khusus. Secara garis besar terdapat 3 tahapan
proses, yaitu:
1. Proses pembukaan dan pengisian initial deposit pada rekening khusus
2. Proses penyaluran dana hibah ke pemerintah daerah
3. Proses pengisian rekening khusus dari pemberi hibah
5.1. PROSES PEMBUKAAN DAN PENGISIAN INITIAL DEPOSIT PADA REKENING
KHUSUS
Langkah-langkah yang harus ditempuh pada tahap ini sebagaimana pada Gambar 5.1.



Gambar 5.1. Langkah-langkah Pembukaan dan Pengisian Rekening Khusus
Penjelasan secara detail setiap langkah pada Gambar 5.1 sebagai berikut:
1. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) c.q. Direktorat Pinjaman dan Hibah
Kemenkeu menyampaikan copy Perjanjian hibah (Financing Agreement) antara Uni Eropa
dan Pemerintah Indonesia dan TA Letter Agreement antara ADB dan Pemerintah kepada
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
• DJPU c.q Dit PH 1. Penyampaian copy FA dan TA-LA ke DJPB cq. Dit PKN
• DJPU cq. Dit PH
2. Penyampaian effectiveness date ke Ditjen Dikdas, Dit Evaluasi,
Akuntansi, dan Setelmen dan Dit PKN.
• Ditjen Dikdas
3. Penyampaian permintaan pembukaan Reksus; pengisian initial
deposit; penerbitan Juklak tata cara pencairan dana hibah dan
surat pernyataan kesiapan pelaksanaan kegiatan kepada DJPB
• DJPB
4. Pembukaan Reksus di BI;, Permintaan pengisian initial deposit
kepada ADB dan penerbitan Juklak
• ADB 5. Pengisian Dana Hibah di Reksus
AKTIVITAS PELAKSANA
Terkait


26

2. DJPU c.q. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyampaikan surat keterangan effectiveness
date atas Perjanjian Hibah kepada:1) Ditjen Dikdas, Kemdikbud; 2) DJPU c.q. Direktorat
Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen; dan 3) DJPB c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
3. Berdasarkan penyampaian effectiveness date, Ditjen Dikdas menyampaikan kepada
DJPB: 1) permintaan pembukaan Reksus; 2) permintaan pengisian initial deposit; 3)
permintaan penerbitan petunjuk pelaksanaan tata cara pencairan dana hibah; dan 4) surat
pernyataan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
4. DJPB melakukan: 1) pembukaan Reksus pada Bank Indonesia, namun dalam rangka
percepatan pelaksanaan kegiatan. DJPB dapat mengajukan pembukaan reksus ke Bank
Indonesia berdasarkan Perjanjian hibah atau dokumen lainyang menetapkan bahwa tata
cara penarikan PHLN menggunakan mekanisme Reksus; 2) permintaan pengisian initial
deposit kepada ADB; dan 3) penerbitan petunjuk pelaksanaan tata cara pencairan PHLN.
5. Pengisian dana hibah dari ADB ke reksus sesuai dengan perjanjian antara ADB dan
pemerintah
5.2. PROSES PENYALURAN HIBAH KE PEMERINTAH DAERAH
Penyaluran hibah program PKP-SPM DIKDAS dilaksanakan melalui tata cara Rekening
Khusus yaitu transfer dana dari Rekening Pemerintah yang dibuka oleh Menteri Keuangan
pada Bank Indonesia Bank yang ditunjuk untuk menampung dan menyalurkan dana hibah
yang dapat dipulihkan saldonya (revolving) kepada RKUD sebagai penggantian dana atas
pelaksanaan kegiatan yang terlebih dahulu membebani APBD. Jadi dalam Program PKP-SPM
ini, pemerintah daerah melaksanakan kegiatan yang sudah disetujui dalam Rencana Tahunan
dengan menggunakan dana pemerintah daerah terlebih dahulu. Setelah pada periode atau
sejumlah pengeluaran tertentu, pemerintah daerah dapat mengajukan pencairan penggantian
dana hibah kepada Kementerian Keuangan.
Mekanisme penggantian hibah pemerintah kabupaten/kota sebagaimana persetujuan dengan
ADB dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Mekanisme Statement of Expenditure/SOE
SOE adalah mekanisme pengajuan dana hibah dari kabupaten/kota ke pemerintah
sebagai pengganti pengeluaran kegiatan yang telah digunakan dari dana kas daerah
dengan nilai nominal sampai dengan Rp. 300 juta(sekitar US$30,000). Nilai pengajuan
dapat berasal dari 1 atau lebih dari 1 kegiatan dalam sekali pengajuan dana pengganti.


27

Tahapan dan persyaratan pengajuan dana pengganti melalui cara SOE dijelaskan dalam
Gambar 5.2.
2. Mekanisme „Full Documentation“
Apabila pengajuan dana hibah melebihi Rp. 300 juta (sekitar US$30,000) maka pengajuan
dana pengganti menggunakan mekanisme „full documentation“. Persyaratan dan
mekanisme pengajuannya memerlukan dokumen pendukung lebih lengkap dibandingkan
dengan mekanisme SOE. Selain syarat-syarat seperti pada mekanisme SOE,
kabupaten/kota juga harus menyertakan bukti-bukti kuitansi pengeluaran yang valid dan
memerlukan proses pencairan yang lebih lama, karena memerlukan keterlibatan ADB
dalam proses persetujuan pencairan dana pengganti.
Dengan mempertimbangkan kemudahan dan kecepatan penyaluran hibah pengganti
Dana Pendahuluan, dalam program ini direkomendasikan Pemda Kabupaten/Kota untuk
menggunakan mekanisme SOE. Meskipun demikian, Tim SPM Kabupaten/Kota tetap
diminta mengirimkan fotocopy/softcopy bukti-bukti pengeluaran sebagai dokumen
pendukung, sedangkan dokumen aslinya tetap disimpan di kabupaten/kota sebagai objek
audit.
Tahapan pengajuan untuk penarikan dana hibah sebagai pengganti Dana Pendahuluan
yang sudah dikeluarkan oleh Pemda Kabupaten/Kota dengan mekanisme SOE
digambarkan pada Gambar 5.2.












28




Gambar 5.2. Tahapan Penyaluran Dana Hibah ke Pemerintah Daerah

Penjelasan detail setiap langkah pada Gambar 5.2 adalah sebagai berikut:
1. Penyiapan Dokumen Permohonan Penyaluran Hibah
Tim Teknis Kabupaten/Kota dengan dibantu oleh Tim Konsultan menyiapkan kelengkapan
dokumen yang akan digunakan untuk pengajuan pencairan hibah sebagai pengganti
Dana Pendahuluan yang terdiri dari:
a. Surat Permintaan Pencairan/Penggantian Dana dari Bupati/Walikota/Pejabat yang
diberi kuasa (Surat Kuasa dilampirkan) kepada Dirjen Perimbangan Keuangan c.q.
Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, Kemenkeu sebagai KPA Hibah (Format
seperti dalam Lampiran 4)
b. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak/SPTJM (Format seperti dalam Lampiran
5)
c. Berita Acara Pembayaran (BAP) yang ditandatangani Bendahara Umum Daerah
(BUD) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DJPK (Lampiran 6)
d. Copy rekening Koran RKUD (hanya dilakukan sekali pada saat pengajuan pertama
dana pengganti)
e. Copy DPA
• Tim Kab/Kota
1. Penyiapan Dokumen Permohonan Penyaluran Hibah
• Tim Kab/Kota
2. Pengiriman Surat Permohonan Verifikasi ke Kemdikbud
• Kemdikbud
3. Proses Verifikasi Dokumen
• Kemdikbud
4. Penerbitan Surat hasil verifikasi dan Penyerahan dokumen Hasil
Verifikasi ke DJPK
• KPA Hibah
5. Penerbitan SPP dan Pengajuan SPM Reksus ke KPPN
• KPPN
6. Penerbitan SP2D Reksus
• KPPN
7. Penerbitan dan Penyampaian SPB-SP2D ke KPA Hibah
• KPA Hibah 8. Penyampaian daftar SPB ke BI
• BI 9. Pentransferan Dana Pengganti ke RKUD
AKTIVITAS PELAKSANA
Terkait


29

f. Copy Laporan Kemajuan (Lampiran 7)
g. Copy SP2D kegiatan-kegiatan yang telah didanai dari APBD yang akan diajukan
untuk pencairan hibah sebagai pengganti.
Penyiapan dokumen permohonan penyaluran hibah serta langkah-langkahnya akan diatur
dalam juknis tersendiri
2. Pengiriman Surat Permohonan Verifikasi
Bupati/Walikota/Pejabat yang diberi kuasa mengirim surat permohonan kepada Dirjen
Pendidikan Dasar c.q. Ketua Tim Teknis SPM (surat sebagaimana dalam Lampiran 8)
untuk memverifikasi Surat Permintaan Penyaluran Hibah beserta dokumen pendukungnya
yang telah disiapkan pada langkah 1.
3. Proses Verifikasi Dokumen
Tim Teknis SPM Pusat dengan bantuan Tim Konsultan Manajemen Pusat melakukan
verifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen Kabupaten/Kota.Jika Tim Teknis
SPMPusat masih menyatakan dokumen belum lengkap/belum memenuhi syarat, maka
Tim Teknis Kabupaten/Kota diminta untuk memperbaiki.Jika hasil verifikasi menyatakan
permohonan pencairan dana sudah lengkap dan memenuhi syarat, maka Dirjen
Pendidikan Dasar Kemdikbud menerbitkan surat hasil verifikasi.
4. Penerbitan Surat Hasil Verifikasi dan Penyerahan Dokumen ke DJPK
Kemdikbudmenerbitkan surat hasil verifikasi dan menyerahkan ke DJPK dengan dilampiri
Surat Permintaan Penyaluran Hibah beserta dokumen pendukungnya dari kabupaten/kota
kepada Dirjen Perimbangan Keuangan c.q. Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah
Kemenkeu sebagai KPA Hibah (contoh surat sebagaimana pada Lampiran 9).
5. Pengajuan SPM Reksus dari KPA Hibah ke KPPN
Berdasarkan surat hasil verifikasi dari Kemdikbud dan dokumen dari kabupaten/kota, KPA
Hibah menyampaikan SPM Reksus dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan.
6. Penerbitan SP2D Reksus oleh Kepala KPPN
Kepala KPPN menerbitkan SP2D Reksus 3 rangkap, lembar pertama diserahkan kepada
BI, lembar kedua kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan c.q. Direktur
Pembiayaan dan Kapasitas Daerah (sebagai KPA), lembar ketiga sebagai arsip.
7. Penerbitan dan Penyampaian SPB-SP2D


30

Kepala KPPN menerbitkan dan menyampaikan SPB-SP2D dan daftar SPB yang dilampiri
SP2D-Reksus kepada KPA
8. Penyampaian daftar SPB dari KPA ke Bank Indonesia
KPA menerbitkan dan menyampaikan daftar SPD dan WPR kepada Bank Indonesia
9. Pentransferan Dana Pengganti ke RKUD
Berdasarkan SPD dan WPR, BI melakukan transfer dana hibah ke Rekening Kas Umum
Daerah (RKUD).
5.3. PENGISIAN KEMBALI REKENING KHUSUS
Tim Teknis Tingkat Pusat harus secara aktif memantau status rekening khusus. Permohonan
pengisian reksus tidak harus menunggu sisa dana kosong, karena hal tersebut akan
mengganggu proses pembayaran dana yang diajukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota.
Tahapan pengisian rekening khusus digambarkan pada Gambar 5.3




Gambar 5.3: Tahapan Pengisian Rekening Khusus
Penjelasan detail dari setiap tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penyampaian Salinan SPM dan SP2D Reksus
KPA Hibah menyampaikan salinan SPM dan SP2D-Reksus kepada Dirjen Dikdasr
Kemdikbud sebagai bahan penyusunan APD-Reksus.
2. Pengajuan SPP APD-Reksus
• KPA Hibah 1. Penyampaian Salinan SPM dan SP2D Reksus Ke Dirjen Dikdas
• Ditjen Dikdas
2. Pengajuan SPP APD-Reksus ke DJPB cq. Dit PKN
• Dit PKN
3. Pengajuan APD-Reksus ke ADB tembusan ke DJPU
• ADB 4. Pentransferan Dana ke Rekening Khusus
AKTIVITAS PELAKSANA
Terkait


31

Dirjen Dikdas Kemdikbud mengajukan SPP APD-Reksus yang dilampiri dokumen yang
dipersyaratkan dalam perjanjian hibah kepada Dirjen Perbendaharaan cq. Direktur
Pengelolaan Kas Negara.
3. Pengajuan APD-Reksus
Berdasarkan SPP APD-Reksus DJPB c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara
mengajukan APD-Reksus kepada ADB dengan melampirkan dokumen pendukung
sebagaimana dipersyaratkan dalam Perjanjian hibah, dengan tembusan kepada DJPU
c.q. Direktorat Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen dan Bank Indonesia.Ditjen Dikdas dan
DJPB c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara melakukan rekonsiliasi data atas belanja
yang membebani Reksus.
4. Pentransferan Dana Dari ADB ke Rekening Khusus
Setelah semua persyaratan pengajuan APD-Reksus terpenuhi, ADB mentransfer dana ke
rekening khusus.





32

VI. PELAPORAN

Fungsi pelaporan adalah untuk meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan dan pengawasan
program.Laporan pelaksanaan Program PKP-SPM DIKDAS dibuat secara berjenjang.
6.1. LAPORAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Bupati/Walikota atau pejabat yang diberi kuasa wajib menyusun dan menyampaikan Laporan
Triwulan Pelaksanaan Kegiatan kepada Dirjen Perimbangan KeuanganKemenkeu
sebagaiKPA Hibah dan Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud sebagai penanggungjawab
program.
Jenis laporan yang harus dibuat dan dilaporkan antara lain: Laporan Triwulanan, Laporan
Tahunan dan Laporan Akhir:
Laporan Triwulanan pelaksanaan program terdiri atas:
a. Laporan Triwulan I untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Maret
b. Laporan Triwulan II untuk periode1 April sampai dengan 30 Juni
c. Laporan Triwulan III untuk periode 1 Juli sampai dengan 30 September
d. Laporan Triwulan IV untuk periode1 Oktober sampai 31 Desember
Laporan triwulanan harus diserahkan paling lambat 15 hari setelah akhir triwulan, Laporan
Tahunan paling lambat 10 hari setelah akhir tahun anggaran berakhir, sedangkan Laporan
Akhir diserahkan paling lambat 30 hari setelah bantuan hibah tahun ke-2 berakhir.
Format Laporan Triwulanan disusun dengan menggunakan format sebagaimana dalam
Lampiran PMK No 188/2012 (Format sebagaimana dalam Lampiran 10), sedangkan Laporan
Tahunan berisikan rekapitulasi kegiatan dan laporan keuangan selama 1 tahun anggaran
(Format sebagaimana dalam Lampiran 11). Namun demikian untuk keperluan evaluasi
pelaksanaan kegiatan baik aspek teknis maupun aspek keuangan, maka perlu adanya
dokumen pelaporan yang melaporkan kedua aspek tersebut. Oleh karena itu terkait
penyusunan dokumen pelaporan tersebut akan disusun Juknis tersendiri.
6.2. LAPORAN TINGKAT PUSAT
Berdasarkan Laporan dari Tim Teknis Kabupaten/Kota, Tim Teknis Tingkat Pusat dengan
bantuan Tim Konsultanmenyusun rekapitulasi Laporan Triwulanan, Laporan Tahunan dan
Laporan Akhir program.


33

Ditjen Perimbangan Keuangan sebagai KPA Hibah menyusun Laporan Keuangan yang terdiri
atas: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.































34


BAB VII. MONITORING DAN EVALUASI

Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan, pembinaan dan
penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program PKP-SPM DIKDAS. Secara umum
tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa program telah sesuai rencana dan target
yang direncanakan.
Komponen utama yang dimonitor antara lain:
1. Hasil pengukuran pencapaian SPM kabupaten/kota dan satuan pendidikan
2. Hasil analisis terhadap pengukuran SPM dan penggunaannya untuk penyusunan program
3. Pencapaian kegiatan sesuai rencana kegiatan
4. Permasalahan dan solusinya
5. Perkembangan dan dampak kegiatan
Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan,
sehingga pelayanan pengaduan dapat ditingkatkan. Dalam pelaksanaannya, monitoring
pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Kegiatan ini
dilakukan dengan cara mencari fakta, menginvestigasi, menyelesaikan masalah, dan
mendokumentasikan.
Kegiatan monitoring dan supervisi dilakukan oleh Tim Teknis SPM Pusat, Tim Koordinasi dan
Monitoring Provinsi, dan Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota dan Tim Konsultan.
7.1. MONITORING OLEH TIM TEKNIS SPM TINGKAT PUSAT
1. Monitoring pelaksanaan program ditujukan untuk memantau kinerja Tim Teknis Tingkat
Kabupaten/Kota dan penggunaan dana;
2. Responden terdiri dari Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota dan Pengelola Keuangan
Daerah;
3. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan pelaksanaan program, pada saat
pelaksanaan dan pasca pelaksanaan kegiatan;
4. Monitoring pelaksanaan program dilakukan melalui kunjungan lapangan dan rapat
koordinasi.


35

7.2. MONITORING OLEH TIM KOORDINASI DAN MONITORING PROVINSI
1. Monitoring ditujukan untuk memantau perkembangan pelaksanaan program PKP-SPM
DIKDAS di setiap kabupaten/kota;
2. Monitoring dapat dilakukan melalui rapat koordinasi maupun kunjungan ke kabupaten/kota.
7.3. MONITORING OLEH TIM TEKNIS TINGKAT KABUPATEN/KOTA
1. Monitoring ditujukan untuk memantau kinerja sekolah/madrasah dalam pencapaian SPM
dan dampak kegiatan;
2. Responden terdiri dari sekolah/madrasah dan murid dan/atau orangtua murid;
3. Monitoring dilaksanakan pada saat sebelum dan sesudah kegiatan program PK-SPM
dilaksanakan;
4. Monitoring dapat melibatkan Pengawas Sekolah/Madrasah secara terintegrasi dengan
kegiatan pengawasan lainnya oleh Pengawas Sekolah/Madrasah;
5. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan;
6. Tim Teknis Kabupaten/Kota agar memanfaatkan pengawas sekolah/madrasah yang
kredibel dan bertanggung jawab untuk membantu melakukan monitoring.



36

BAB VIII PENGAWASAN, AUDIT DAN SANKSI

8.1. PENGAWASAN
Pengawasan Program PKP-SPM DIKDAS meliputi pengawasan melekat, pengawasan
fungsional, dan pengawasan masyarakat.
1. Pengawasan melekat yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada
bawahannya baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun sekolah/madrasah.
Prioritas utama dalam program adalah pengawasan yang dilakukan oleh Pemda
Kabupaten/Kota.
2. Pengawasan masyarakat dalam rangka transparansi pelaksanaan program oleh unsur
masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang pusat dan daerah. Apabila terdapat
indikasi penyimpangan dalam pengelolaan program, agar segera dilaporkan kepada
instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya.
8.2. AUDIT INTERNAL
Pemeriksaan atas penggunaan hibah Program PKP-SPM DIKDAS yang diperoleh Kab/Kota
dilakukan oleh aparat pengawas fungsional daerah, yaitu Inspektorat Daerah Kabupaten/Kota.
Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku
(pemeriksaan keuangan) serta mengidentifikasi kelemahan-kelemahan operasional yang
ditemukan selama proses pemeriksaan untuk mendukung kinerja yang lebih baik. Pihak
penerima hibah wajib menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan dan rekomendasi perbaikan
dan melaporkannya kepada Tim Pusat.
8.3. AUDIT EKSTERNAL
Pemeriksaan eksternal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) selaras dengan peraturan yang berlaku, atau oleh institusi lainnya yang ditugaskan oleh
ADB.Temuan hasil pemeriksaan dan rekomendasi perbaikannya wajib ditindaklanjuti oleh
penerima hibah serta dilaporkan perkembangannya kepada Tim Pusat.
8.4. HAL-HAL YANG DAPAT DIKENAKAN SANKSI
Hal yang dapat mengakibatkan dijatuhkannya sanksi kepada sebuah kabupaten/kota adalah
antara lain sebagai berikut:


37

1. Tidak memberikan laporan untuk 1 laporan triwulanan, baik laporan keuangan, laporan
fisik, maupun laporan pertanggungjawaban;
2. Tidak melengkapi dokumen-dokumen pendukung yang dipersyaratkan di dalam PPH
dan/atau PAP;
3. Melakukan praktek penyimpangan yang dapat merugikan Negara.
8.5. SANKSI
Sanksi yang dapat diberikan oleh Tim Pusat kepada Pemerintah kabupaten/kota dapat
berbentuk:
1. Pemberian surat peringatan;
2. Pemberhentian penerusan hibah;
3. Pemblokiran dana dan penghentian sebagian/seluruh bantuan, bilamana terbukti
pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh
keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan.



38

BAB IX. PELAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT

Program yang baik akan memastikan bahwa setiap pertanyaan, usulan dan keluhan
mendapatkan respon. Pengelolaan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat
dalam Program PKP-SPM dikdas ditujukan untuk:
1. Mengatur alur informasi pengaduan/temuan masalah agar dapat diterima oleh pihak yang
tepat;
2. Memastikan bahwa pengelola program akan menindaklanjuti setiap pengaduan yang
masuk;
3. Memastikan setiap perkembangan penanganan akan didokumentasikan secara jelas;
4. Menyediakan bentuk informasi dan data base yang harus disajikan dan dapat diakses
publik.
9.1. MEDIA
Informasi, pertanyaan, atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung, atau melalui
SMS, telepon, surat atau email. Berikut adalah media yang dapat digunakan untuk
menyampaikan informasi terhadap program baik yangbersifat masukan/saran, pertanyaan,
maupun keluhan, adalah:
1. Alamat web : www.dikdas.kemdikbud.go.id
2. Telepon : 021-5725612, 021-5725085
3. Faksimil : 021-5725612
4. Email : spm_dikdas@yahoo.com
9.2. TUGAS DAN FUNGSI LAYANAN
Tim Pengelola Program melaksanakan fungsi-fungsi untuk melakukan tindak-lanjut terhadap
informasi/pengaduan yang diterima.Pembagian tugas dan fungsi layanan pada Program PKP-
SPM DIKDAS adalah sebagai berikut.
Tim Teknis Tingkat Pusat
Dengan dibantu oleh Tim Konsultan Manajemen, tim pusat melakukan tugas dan fungsinya
sebagai berikut:
1. Mengembangkan sistem pelayanan dan penanganan pengaduan;


39

2. Menerima dan mencatat semua informasi, termasuk hasil temuan auditor ke dalam sistem
pengaduan;
3. Menjawab pertanyaan dan menindak-lanjuti usul/saran/masukan;
4. Memonitor perkembangan penanganan pengaduan yang ada di kabupaten/kota;
5. Menganalisa informasi sebagai bahan masukan bagi kebijakan program;
6. Menyampaikan informasi kepada Inspektorat Jenderal dalam hal diperlukan tindak lanjut;
7. Membuat laporan perkembangan penanganan pengaduan secara regular;
8. Menginformasikan status penanganan pengaduan secara berkala kepada
Kabupaten/Kota untuk ditindak-lanjuti;
9. Melakukan koordinasi dengan Bagian Hukum dan Kepegawaian - Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar terkait dengan publikasi informasi.
Tim TeknisTingkatKabupaten/Kota
Dengan dibantu oleh Tim Konsultan Manajemen Kabupaten/Kota, Tim Teknis Tingkat
Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsinya sebagai berikut:
1. Menerima dan mencatat semua informasi (saran, pertanyaan, dan pengaduan) dari
masyarakat baik yang disampaikan melalui telepon, email, surat, fax, termasuk hasil
temuan audit ke dalam sistem pengaduan Program PKP-SPM DIKDAS;
2. Menjawab pertanyaan dan menindak-lanjuti usul/saran/masukan dari masyarakat;
3. Melakukan penanganan yang diperlukan dan memonitor kemajuan dan hasil penanganan
pengaduan;
4. Memperbarui status kemajuan dan hasil tindaklanjut pengaduan;
5. Membuat laporan perkembangan status pengaduan secara regular;
6. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda menyampaikan status
kemajuan dan hasil tindaklanjut pengaduan untuk mendorong penyelesaiannya;





40









LAMPIRAN


41

LAMPIRAN 1 :

FORMAT RENCANAKOMPREHENSIF PENGGUNAAN HIBAH
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PENERAPAN SPM PENDIDIKAN DASAR
TAHUN 20.... SAMPAI DENGAN TAHUN 20....
PPH : NO……Tanggal ……
No Kegiatan
20…. 20… TOTAL PENGGUNAAN DANA
Hibah Dana Pendamping Hibah Dana Pendamping Hibah Dana Pendamping Jumlah
1 2 3 4 5 6 7=3+5 8=4+6 9=7+8






Jumlah


………,………..20

Kepala SKPD


………………..

NIP.

42


LAMPIRAN2

FORMAT RENCANA TAHUNAN PENGGUNAAN HIBAH
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PENERAPAN SPM PENDIDIKAN DASAR
TAHUN 20.....
PPH : NO……Tanggal …

No

Uraian Kegiatan
Nilai (Rp.)
Keterangan
Hibah
Dana
Pendamping
Jumlah
1 2 3 4 5=3+4 6
I

Sub Jumlah I

II

Sub Jumlah II


Jumlah
Pembulatan




………,………..20

Kepala SKPD

………………..

NIP.





43


LAMPIRAN 3

FORMAT RENCANA KEGIATAN PROGRAM PKP-SPM DIKDAS
TAHUN …….
Rencana Kegiatan Bersikan tentang:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan gambaran singkat tentang kondisi geografis daerah, anggaran daerah, program kerja
daerah tentang pendidikan dan kendala-kendala
BAB II PROFIL PENDIDIKAN KAB/KOTA
Berisikan tentang data-data yang menggambarkan indikator pendidikan, data dasar
ketercapaian SPM, kendala dls
BAB III KEBIJAKAN DAN PROGRAM KERJA PEMDA
Berisikan kebijakan pemda yang terkait pendidikan dan khususnya dalam pencapaian SPM
serta program kerja Pemda
BAB IV HASIL ANALISI PENILAIAN KONDISI AWAL SPM
Berisikan gambaran umum hasil kajian awal pencapaian SPM
BAB V RENCANA KOMPREHENSIF DAN RENCANA TAHUNAN
Bersisikan detail rencana setiap kegiatan selama satu tahun anggaran. Diuraikan setiap
rencana kegiatan: jumlah sasaran, dana yang diperlukan, rencana waktu dan tempat kegiatan
BAB IV PENUTUP

………,………..20

Kepala SKPD

………………..

NIP.

Catatan: secara detail akan diatur dalam Juknis khusus
LAMPIRAN
Rencana Komprehensif
Rencana Tahunan

44

LAMPIRAN 4
FORMAT SURAT PERMINTAAN PENYALURAN HIBAH
(KOP SURAT)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nomor : ………………………………
Lampiran : ………………………………
Perihal : ……………………………….

Kepada
Yth. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
Kementerian Keuangan RI
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran Hibah
Jln. Wahidin No.1
Jakarta

Berdasarkan Perjanjian Penerusan Hibah No……., tanggal…...., bersama ini kami
mengajukan Permintaan Penyaluran Hibah untuk kegiatan……………….Tahun
Anggaran……..sebesar Rp……………… (……………………………rupiah).
Dana hibah dimaksud agar disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah
Kabupaten/Kota………………., pada Bank……………… dengan Nama
Rekening……………….. No Rekening…………………………..
Untuk mendukung Permintaan Penyaluran Hibah tersebut, dengan ini dilampirkan
dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut:
a. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak;
b. Surat Pertimbangan Penyaluran Hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
c. Berita Acara Pembayaran (BAP) yang ditandatangani Bendahara Umum Daerah
(BUD) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DJPK;
d. Copy rekening Koran RKUD;
e. Copy DPA;
f. Copy Laporan Kemajuan
g. Copy SP2D kegiatan-kegiatan yang telah didanai dari APBD.
Demikian disampaikan, dan atas perhatian Bapak diucapkan terimakasih.
…….., tanggal……….
Bupati/Pejabat yang diberi kuasa

stempel
……………………………………..
NIP. ………………………………..
Tembusan Yth.
1. Dirjen Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

45


LAMPIRAN 5

(KOP SURAT)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:
Nama: ........................................................................
Jabatan: ...................................................(bupati/walikota/pejabat yang diberi kuasa)
sebagai Pengguna Dana Hibahpada Kabupaten/Kota ……………………………untuk
kegiatan ...............…. dan sesuai dengan Perjanjian Penerusan Hibah Nomor:
…………………………………. tanggal…………………… dengan ini menyatakan
dengan sesungguhnya bahwa saya bertanggung jawab penuh terhadap kebenaran
perhitungan dan penetapan besaran serta penggunaan dana hibah untuk permintaan
tahap................ sebesar.................. (..........................rupiah) sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan dan menyatakan bahwa kegiatan hibah dimaksud
telah dialokasikan dalam Dokumen Pelaksana Anggaran.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana
semestinya.


......... tanggal,.........
...............................

Materai Rp.6.000,-



…………………………………..
NIP
Tembusan Yth:
1. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan



46

LAMPIRAN 6
BERITA ACARA PEMBAYARAN (BAP)
No. BAP-………./PK.4.2/HPD/20..
I. Pada hari ini, ……. tanggal …….bulan ……, tahun ……, kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
selanjutnya disebut PIHAK KESATU;
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
II. Berdasarkan :
1. a. PPH Nomor dan Tanggal : ………………………
b. Besaran Hibah dalam
PPH
: Rp...........................
2. a. Nomor dan Tanggal DIPA : ……………………….
b. Nilai Hibah (bagian DIPA) : ……………………….
c. Uraian Kegiatan : Hibah Air Minum
3. a. Nomor Grant/Register : TF-091895-IND/70776401
b. Kode/Uraian Kategori : 3 / L-BEC Grants
c. Porsi Hibah Luar Negeri : 100%
4. a. Permintaan Pencairan
Tahap Ini
……………………….
b. Saldo Rek. s.d. Tahap Ini ……………………….
c. Pembayaran Hibah
Tahap Ini (a-b)
: ……………………….
Terbilang : ……………………….

III. Pihak Kedua berhak menerima pembayaran dari Pihak Kesatu dengan
uraian sebagai berikut:
1. Perhitungan Pembayaran:
a. Nilai Hibah s.d BAP ini (Netto) : ……………………….
b. Nilai Hibah s.d BAP yang lalu (Netto) : ……………………….
c. Nilai Hibah BAP ini (Netto) : ……………………….
d. Potongan-potongan (Valuta):
(i) (i) Uang retensi/jaminan : -
(ii) (ii) Pengembalian Uang Muka : -




Nama*)
Jabatan
Alamat
:
:
:
………………………………
Pejabat Pembuat Komitmen Hibah kepada Pemerintah
Daerah
Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gedung Radius Prawiro Lt 12, Jakarta
Pusat 10710
Nama
Jabatan

:
:

…………………….......................
Bendaharawan Umum Daerah Kabupaten/Kota
………………….
Alamat : ………………………………………………………………………
…..........
………………………………………………………………………
………...

47

(iii) (iii) Jumlah potongan : -
e. Pembayaran Hibah Phisik BAP ini
(Netto)
: ……………………….
f. PPN dari (1.e) “Tidak dipungut” : -
g. Pembayaran Hibah BAP ini (Bruto) : ……………………….
2. Rincian Sumber Pembayaran:
a. Phisik Porsi PHLN (100% x 1.e) : ……………………….
b. Phisik Porsi Pendamping : Rp. –
c. PPN porsi PHLN “Tidak Dipungut” : Rp. –
d. PPN Porsi Pendamping “Dipungut” : Rp. –


IV. Rekapitulasi Pembayaran Hibah Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota
…………….:



No.


Uraian

Nilai Phisik PPN
Jumlah
(Bruto)
(Rp.)
PHLN

(Rp.)
Pendam
ping
Total

(Rp.)
Porsi
PHLN tdk
dipungut
Porsi
Pendam
ping
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Nilai Hibah
……… ……… ……… ……… ……… ………
2. Pembayaran Hibah s.d
BAP yl
……… ……… ……… ……… ……… ………
3. Pembayaran Hibah BAP ini
……… ……… ……… ……… ……… ………
4. Total Pembayaran Hibah
s.d BAP ini
……… ……… ……… ……… ……… ………
5. Sisa Hibah
……… ……… ……… ……… ……… ………

V. Pihak Kedua sepakat atas jumlah pembayaran hibah tersebut di atas dan
ditransfer ke Rekening :

Nomor Rekening
Nama Rekening
Nama Bank
:
:
:
…………………..
…………………..
…………………..

Demikian Berita Acara Pembayaran (BAP) ini dibuat dengan sebenarnya
untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KEDUA
Bendaharawan Umum Daerah



. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
NIP.
PIHAK KESATU
Pejabat Pembuat
Komitmen*)


…………………………….…
NIP. ………………………...

48

Tata Cara Pengisian Form
 No BAP dikosongin
Bagian I
 Tanggal, bulan dan tahun dikosongi
 Nama PPK Hibah disesuaikan dengan wilayah masing-masing
 Sumatera : Roni (19710112 199103 1 003)
 Jawa : Amrie Firmasnyah (19800215 200012 1
002)
 Kalimantan&Sulawesi : Mariana DyahSavitri (19780829 2000012
001)
 Papua, Nusa Tenggara & Maluku : Yuddi Saptopranowo (19770912 200212 1
001)

Bagian II
 No dan tanggal PPH (1a): sesuai daerah masing-masing
 Nilai Hibah (2b): Diisi sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam PPH.
 Permintaan Pencaian Tahap Ini (4a) : sejumlah permintaan pada Surat
Permintaan Penyaluran Hibahi
 Saldo Rekening s.d. Tahap Ini (4b) : Diisi 0
 Pembayaran Hibah Tahap Ini : (4a) – (4b)
 Terbilang : Terbilang pada (4c)
Bagian III
 Hibah s.d. BAP Ini (1a): jumlah yang diterima s.d. tahap sebelum ini + Bag. II
Poin (4c)
 Hibah s.d. BAP yang lalu (1b): Jumlah yang diterima s.d. tahap sebelum ini
 Nilai Hibah BAP Ini (1c): jumlah yang akan diterima tahap ini (sama dg Bag. II
Poin (4c))
 Potongan-potongan (1d) : kosong
 Pembayaran hibah Phisik BAP Ini (1e): sama dg (1c)
 PPN: kosong
 Pembayaran Hibah BAP Ini (Bruto) (1g): sama dg (1c)
 Phisik Porsi PHLN (2a): sama dg (1c)
 (2b), (2c) dan (2d): kosong
Bagian IV (Tabel)


No.


Uraian

Nilai Phisik PPN
Jumlah (Bruto)
(Rp.)
PHLN

(Rp.)
Pendam
ping
Total

(Rp.)
Porsi
PHLN
tdk
dipungut
Porsi
Pendam
ping
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Nilai Hibah Senilai dalam
PPH
(kosong) (sama dg kol
3)
(kosong) (kosong) (sama dg kol 3)
2. Pembayaran Hibah
s.d BAP yl
(sama dg Bag III
(1b))
(kosong) (sama dg kol
3)
(kosong) (kosong) (sama dg kol 3)
3. Pembayaran Hibah
BAP ini
(sama dg Bag III
(1c))
(kosong) (sama dg kol
3)
(kosong) (kosong) (sama dg kol 3)
4. Total Pembayaran
Hibah s.d BAP ini
(baris 2 kol 3 +
baris 3 kol 3)
(kosong) (sama dg kol
3)
(kosong) (kosong) (sama dg kol 3)
5. Sisa Hibah (baris 1 kol 3 –
baris 4 kol 3)
(kosong) (sama dg kol
3)
(kosong) (kosong) (sama dg kol 3)

49

LAMPIRAN 7
Laporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan

No Uraian Kegiatan
Alokasi Dana
SP2D yang dimintakan
penyaluran
Realisasi Dana sd saat ini
Realisasi
Output
Hibah Pendamping Jumlah Nomor&Tanggal Uraian Nilai Hibah Pendamping Jumlah Output %








………,tanggal………


………………………….
Kepala SKPD


Setempel

NIP.………………..




50

LAMPIRAN 8

SURAT
PERMINTAAN VERIFIKASI DOKUMEN PERMINTAAN PENYALURAN HIBAH

Yth. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jln.Jendera Sudirman
Jakarta

Berdasarkansurat kami kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan No
..........., tanggal ........ 20...., tentang Permintaan Penyaluran Hibah sesuai dengan
Perjanjian Penerusan Hibah No. .......... tanggal...... , bersama ini mohon kiranya
dokumen kami atas Permintaan Penyaluran Hibah untuk kegiatan ............................
Tahun Anggaran 20.... sebesar Rp. ........................... (.................................. rupiah)
untuk digunakan sesuai dengan Rencana Penggunaan Hibah terlampir untuk
diverifikasi terlebih dahulu.
Selanjutnya setelah selesai di verifikasi mohon kiranya surat tersebut dapat diteruskan
kepada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI ke Jalan Dr Wahidin
No. 1 Jakarta. Untuk mendukung Permintaan tersebut dengan ini kami lampirkan:
a. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak;
b. Surat Pertimbangan Penyaluran Hibah dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
c. Berita Acara Pembayaran (BAP) yang ditandatangani Bendahara Umum Daerah
(BUD) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DJPK;
d. Copy rekening Koran RKUD;
e. Copy DPA;
f. Copy Laporan Kemajuan
g. Copy SP2D kegiatan-kegiatan yang telah didanai dari APBD.
Demikian, atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

BUPATI/WALIKOTA/Pejabat yang diberi kuasa

.................................................
NIP………………………………..

Tembusan: Yth,
1. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI



51

LAMPIRAN 9
SURAT
LAPORAN HASIL VERIFIKASIPERMINTAAN PENYALURAN

Kepada
Yth. Direktur Jenderal
Perimbangan Keuangan
Kementerian Keuangan RI
Jakarta

Berdasarkan Surat Bupati/Walikota ...................... No ..........., tanggal ........ 20...., tentang
Permintaan Penyaluran Hibah sesuai dengan Perjanjian Penerusan Hibah No. ..........
,tanggal...., berdasarkan hasil verifikasi teknis dan substantif yang kami lakukan, maka kami
nyatakan permintaan penyaluran sesuai surat tersebut diatas kami nyatakan layak untuk
dibayarkan sebesar Rp. ........................... (.................................. rupiah) sebagai pengganti
Pembiayaan Pendahuluan yang telah digunakan dari dana APBD.
Demikian untuk selanjutnya kami mohon bantuannya untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan
tujuan surat dari Bupati/Walikota dimaksud. Untuk mendukung permintaan tersebut dengan ini
kami lampirkan:
a. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak;
b. Surat Pertimbangan Penyaluran Hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
c. Berita Acara Pembayaran (BAP) yang ditandatangani Bendahara Umum Daerah (BUD)
dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DJPK;
d. Copy rekening Koran RKUD;
e. Copy DPA;
f. Copy Laporan Kemajuan
g. Copy SP2D kegiatan-kegiatan yang telah didanai dari APBD.

Demikian, atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar Kemdikbud

.................................................
NIP.





52

LAMPIRAN 10

FORMAT LAPORAN TRIWULANAN

(KOP SURAT)


LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Triwulan: ………………………..Tahun Anggaran: ………………

Nama Kegiatan : …………………………………..
Periode Laporan : …………………………………..
Tahun Anggaran :……………………………………

No Nama Kegiatan
Tanggal Pelaksanaan
Total Biaya
Keterangan
Mulai Selesai






………,tanggal………

………………………….
Kepala SKPD


Setempel

NIP.………………..







53

LAMPIRAN 11
FORMATLAPORAN TAHUNAN
Tahun Anggaran: …………..

No
Komponen/
Kegiatan
Kemajuan Pelaksanaan (Sasaran)
Biaya
TW I TW II TW III TW IV
Total satu
tahun








Tanggal,……….

Kepala SKPD

………………..

NIP.





54

LAMPIRAN 12

DAFTAR KABUPATEN PENERIMA HIBAH



55

Lanjutan…





56


LAMPIRAN 13

INDIKATOR PENCAPAIAN

ASPEK INDIKATOR SUMBER DATA
Dampak: Terjadi penguatan
sistem pendidikan secara
umum

Kenaikan angka partisipasi:
 APM SD dari 95.55 di
tahun 2011/12 menjadi
96.2 tahun 2020
 APM SPM dari 77.7 di
tahun 2011/12 menjadi 80
tahun 2020
Terjadi kenaikan sekolah dan
madrasah yang terakreditasi
oleh BAN-SM
 SD/MI: 65.8% di tahun
2011 menjadi 90% di
tahun 2020
 SMP/Mts: 58.2% di tahun
2011 menjadi 90% di
tahun 2020
 Laporan Renstra dan
EMIS Kemdikbud dan
Kemenag






 BAN SM
Outcome: terjadi penurunan
disparitas pelayanan
pendidikan antar daerah
Terjadi perbaikan dalam
pencapaian SPM di
sekolah/madrasah dan
kabupaten/kota
 Baseline akan ditetapkan
tahun 2013
 Tahun 2016, sebanyak
75% indikator SPM dapat
tercapai minimal 50% di
kabupaten/kota sasaran
 Tahun 2016, kecukupan
sumber daya dan dana
akan ditunjukkan melalui
Rencana Pengembangan
dan Anggaran
Kabupaten/Kota
 Survei SPM, laporan
data statistik dan hasil
monev


 Rencana pengembangan
dan pembiayaan
kabupaten/kota, survey
SPM, laporan dan
evaluasi



Output:
1. Meningkatnya kapasitas
pengelola pendidikan di
tingkat kabupaten/kota
dan manajemen di
tingkat

 Minimal 100 kab/kota telah
menyelesaikan kajian
status quo SPM tahun
2013
 Minimal 100 kab/kota telah

 Masukan dari masyarakat
 Rencana hibah
kabupaten/kota
 Kartu penilaian SPM
 Rencana Pengembangan

57

ASPEK INDIKATOR SUMBER DATA
sekolah/madrasah dalam
pencapaian SPM.


2. Meningkatnya
pengetahuan dan
kepedulian masyarakat
dan pemangku
kepentingan bidang
pendidikan terhadap
SPM sektor pendidikan,
serta mendorong
partisipasi masyarakat
yang lebih besar untuk
memastikan bahwa
sekolah/madrasah dan
pemerintah daerah
bertanggung jawab
terhadappemenuhan
SPM.
3. Meningkatnya
pengintegrasian SPM
yang lebih efektif ke
dalam berbagai program
dan kebijakan sektor
pendidikan terkait.



mempersiapkan strategi
untuk mencapai SPM dan
mulai membantu
sekolah/madrasah paling
lambat tahun 2015

 Setidaknya 100 kabupaten
telah mengintegrasikan
SPM dengan strategi yang
terkait di rencana
pengembangan dan
anggaran kab/kota pada
tahun 2016






 Target-target SPM telah
diintegrasikan dalam
skema akreditasi
sekolah/madrasah paling
lambat tahun 2014 dan
skema akreditasi
madrasah tahun 2015
 Modul pelatihan SPM
telah dimasukkan dalam
program pengembangan
profesi pada tahun 2014

dan Anggaran Kab/Kota
 Skema akreditasi yang
terevisi


 Website dan informasi
publik









 Rencana Pengebangan
dan anggaran
kabupaten/kota
 Skema akreditasi yang
telah terevisi