FILTRASI

FILTRASI :
Pemisahan partikel dari suatu larutan dengan
cara melewatkan larutan tersebut melewati
membran yang berpori



Merupakan proses penting dalam
Teknologi Farmasi




Partikel yang bisa disaring :
1. Partikel yang visible : Ø > 50 μm

2. Partikel yang invisible : Ø < 50 μm – 1μm
yang mengurangi kejernihan larutan

3. Partikel dengan Ø 0,2 μm, termasuk bakteri
dan fungi


Filter Ideal :
1. Dapat memisahkan semua materi yang
dikehendaki dipisahkan dalam proses filtrasi
2. Tidak memisahkan semua materi yang tidak
diinginkan dipisah dalam proses filtrasi
3. Tidak menambah/mengotori sediaan yang
difilter
4. Memenuhi tujuan proses dengan biaya yang
hemat
STERILISASI FILTRASI :
Dapat digunakan untuk bahan yang tidak bisa
disterilkan dengan metode panas

ADA 2 PRINSIP FILTER :
- Filter membran ( screen / ayakan )
- Filter kedalaman (Depth Filter)
FILTER PERMUKAAN MEMBRAN :
- Sebagai Filter akhir
- Absolut
- Kesulitan dalam menghasilka pori yang seragam
dengan ukuran kecil

FILTER KEDALAMAN
- Sebagai pre fiter
- Tidak absolut
- Terdiri dari elemen fibrous ( misal cotton wool)


a
Depth Filter digunakan untuk memisahkan larutan
dengan volume besar.

Partikel dengan ukuran lebih kecil dari ruang
antara serabut atau granular, akan terjebak , baik
secara : - Gravitasi
- Hidrodinamik
- Gaya Listrik

Untuk pre filter , karena tidak semua bisa tersaring
Bahan Depth Filter :
- Sellulose
- Kapas
- Wool
- Logam
- Serabut Carbon
- Kramik
Partikel dengan diameter yang lebih kecil dari pori-pori,
dapat tertahan di filter membran dengan mekanisme:

a ) Partikel terjebak dalam pori
b ) Interaksi fisika kimia.
c ) Gaya elektrostatik
d) Adsorpsi.
e ) Membentuk ikatan kovalen dan Van der Walls
(bila zeta potensial antara pori dan partikel rendah ,
misalkan kurang dari 30mV)

Retensi Bakteri
Retensi bakteri dipengaruhi oleh :
1. Mikroorganisme :
- Ukuran
- Bentuk
- Jumlah
2. Proses
- Perbedaan tekanan
- Laju penyaringan
- Lama penyaringan
- Suhu
3. Produk :
- pH
- Osmolalitas
- Ionic Strength
- Surfactan
- Viskositas

4. Membran
- Distribusi pore size
- Bahan kimia penyusun membran
- Struktur pori

Driving Force
dv/dt =
Resistance

Driving Force= Perbedaan tekanan diatas dan dibawah
kertas penyaring

η. L
Resistance =
K. A

η = Viskositas A = Luas Permukaan
L = Ketebalan KS K = permiabilitas KS
SYARAT FILTER UNTUK FILTRASI
1. Tidak melepas serat (penyaring terbuat dari
asbes tidak boleh digunakan)
2. Tidak bereaksi dengan larutan yang disaring
3. Dapat disterilkan
4. Efektif, Ekonomis
5. Harus dapat divalidasi di tempat produksi
6. Pemisahan absolut

KEUNTUNGAN FILTER MEMBRAN
1. Struktur kaku seperti plastik, tidak terpengaruh
oleh gelembung/tekanan uap
2. Kecepatan pengaliran tinggi : 80% permukaan
terdiri dari pori-pori
3. Tidak melepaskan serat
4. Absorbsi bahan yang tersaring kecil tidak
berpengaruh pada konsentrasi larutan yang
tersaring
5. Sisa penyaringan kecil
6. Dapat dites sebelum dan sesudah dipakai
KELEMAHAN FILTER MEMBRAN
1. Filter tersumbat
2. MO dapat menumpuk pada filter, terjadi
pertumbuhan m.o., sehingga tidak boleh
digunakan > 1 hari
Dikerjakan secara aseptis
3. Ada pemakaian tekanan sehingga mungkin
terjadi kebocoran. Perlu Tes Titik Gelembung
(Bubble Point Test)

FILTER MEMBRAN :

1. KLASIFIKASI BERDASARKAN BAHAN DAN SIFATNYA:
a.Selulose Asetat :
- Kuat, hidrofil, tidak dapat diotoklaf
b.Selulose Nitrat :
- Lemah, hidrofil, dapat diotoklaf, murah
c. Campuran (Asetat dan Nitrat) :
- Kuat, hidrofil ,dapat diotoklaf,dapat untuk asam-basa encer, untuk karbohidrat
alifatis dan aromatis
d. Politetra Fluoro-Etilen (Teflon) :
- Kuat, hidrofob, dapat diotoklaf, untuk asam-basa kuat
untuk pelarut organik
e. PVC : - Kuat, hidrofob, Tidak dapat diotoklaf,untuk alkohol,
untuk asam basa
f. Gelatin : dapat larut dalam air, tidak dapat diotoklaf, untuk filtrasi udara
METODE FILTRASI MENURUT LETAK FILTER MEMBRAN :


Filtrat


Through Flow Filtration :-Membran bisa tersumbat


Retentate

Permeate

Tangential Flow Filtration : - Membran bisa dicuci lagi
- Untuk Reserve Osmosis/ Ultra filtration



KLASIFIKASI FILTER PERMUKAAN MEMBRAN
MENURUT UKURAN PORI DAN GUNANYA
1. MICROPOROUS
2. ULTRAFILTRASI
3. REVERSE OSMOSIS
1. MICROPOROUS

- Ukuran : 1,0 ; 0,8 ; 0,65 ; 0.45 ; 0,22 ; 0,1 μm
- Metode Filtrasi : - Through flow
- Tangential flow
- Kegunaan : - Pemisahan partikel mekanis
- Sterilisasi filtrasi ( 0,22μm , 0,10μm)

- Rating : partikel dengan ukuran lebih besar dari
ukuran standar

2. ULTRAFILTRASI
- Ukuran : ± 5 nanometer
- Metode filtrasi : Tangential flow
- Kegunaan : - penyaringan molekuler
- penyaringan virus
- penyaringan koloid
- pemurnian air

- Rating : retensi dalam persen dari senyawa
dengan ukuran tertentu

3. REVERSE OSMOSIS
- Ukuran : ± 0,5 nanometer
- Metode filtrasi : tangential flow
- Kegunaan : desalinasi purifikasi
- Rating : retensi dalam persen dari molekul
garam

TEKNIS ASEPTIS
Proses pembuatan larutan yang akan
disterilkan secara filtrasi hendaklah dilakukan
dilingkungan Kelas C.

Apabila akan dilanjutkan dengan proses beku
kering (freeze drying) , harus dilakukan ruang
Kelas A dengan kondisi sekitar ruang Kelas B
METODE VERIFIKASI INTEGRITAS FILTER
1. BUBBLE POINT TEST : mengukur sisa udara

2. DIFFUSIVE FLOW : mengukur aliran udara

3. PRESSURE HOLD : mengukur beda tekanan
KUALIFIKASI FILTER
(Bubble point test)
- Masukkan 10 liter WFI ke dalam bejana
- Alirkan gas N2 dengan tekanan berkekuatan di
bawah 0,7 bar, sehingga 10 liter keluar
melewati membran
- Masukkan 5 liter WFI ke dalam bejana
- Tekan dengan kekuatan di bawah 0,7 bar,
sehingga 2 liter WFI keluar melewati membran
- Naikkan tekanan gas, sampai didapatkan
tekanan tertentu
TEKANAN (BAR) UKURAN PORI ( μm)

3,15

0,22
2,45

0,30
1,96 0,45

0,35 1,20

- Baca manometer untuk memastikan tekanan
sudah tercapai
- Pembacaan manometer dilakukan selama 30
detik
- Syarat : penurunan tekanan < 0,7 bar
- Bila penurunan tekanan besar, lihat
adanya gelembung
- Bila ada glembung, berarti membran rusak
- Bila tidak ada gelembung, periksa
kebocoran di tempat lain

RUMUS YOUNG :
k.δ. cos Ø
P = ---------------------
d

P = Tekanan pada buble point
D = diameter pori
Ø = Sudut kontak
δ =tegangan permukaan
K = faktor koreksi
STERILISASI UDARA SECARA FILTRASI
Penerapan : - filtrasi gas medik
- filtasi udara untuk aerasi
- filtrasi udara di LAF cabinet
- filtrasi udara Oven

Jenis filter : filter membran hidrofobik
Ada dua filter yang dipakai yaitu :
1. Filter Fibrous : sebagai pre filter
2. HEPA Filter : High Efficiency Particulate Air
1. FILTER FIBROUS
A. Terbuat dari Glass wool, long staple dan
Cotton Wool
B. Terbuat dari serat gelas yang dibasahi
minyak
Kegunaan :
Sebagai pre filter untuk menghilangkan
99,9% partikel dengan ukuran sampai dengan
5 μm

HEPA FILTER
-Terbuat dari : gelas mikro ukuran 0,1 μm yang diikat bahan
pegikat resin atau bahan pengikat akrilik
- Udara dialirkan dengan kecepatan 0,025 – 0,050
- Di bidang farmasi :
Efisiensi filter : 99,99975 terhadap partikel berukuran 0,3μm
Mekanisme filtrasi :
1. Penapisan awal (partikel dengan ukuran lebih dari
1μm)
2. Retensi elektrostatik (partikel dengan ukuran 0,5-1 μm
3. Retensi secara difusi partikel (partikel dengan ukuran
kurang dari 0,5 μm)

μ
4 metode filtrasi yang utama
1. Impaction/ Entrapment
2. Diffusion
3. Straining
4. Electrostatic
TES KEBOCORAN
Dilakukan untuk mengetahui adanya
kebocoran pada unit filtrasi yaitu :

1. Filter membrane
2. Frame
3. Seal
 TEST KEBOCORAN

 EFISINESI FILTER UDARA
KESELURUHAN

 PENURUNAN TEKANAN
PERFORMANCE
HEPA FILTER
TES EFISINESI FILTER UDARA
1. TES ASAP DOP (DIOCTYL PHTALAT)
DOP dipanaskan , terjadi aerosol dengan
ukuran 0,3μm dialirkan lewat HEPA Filter
DOP yang lolos dideteksi dengan
fotoelektrik
2. Sodium Flame Test (BP)
Aerosol dibuat dari pemanasan NaCl
dengan ukuran tertetntu dan dideteksi
secara flame photometry