You are on page 1of 16

.

motor listrik terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian yang tidak bergerak/stator dan bagian
berputar/rotor.bagian yang diam biasanya berupa magnet,sedangkan yang berputar adalah gulungan
kawat yang disebut kumparan.jika ujung2 kawat kumparan dihubungkan dengan sumber arus,biasanya
arus DC,maka kumparan bersifat magnet.Pada ujung2 kumparan dihubungkan dengan sumber arus
melalui cicin belah sehingga kawat penghubung tidak terpelintir saat kumparan berputar.Kenapa
kumparan di dalam medan magnet bisa berputar ? ya,karena ketika kumparan menjadi magnet,akan
terjadi tolak menolak dan tarik menarik secara silih berganti antara elektromagnet pada kumparan
dengan magnet yang diam/statornya.Semoga membantu anda.
 Home
 Categories
o Analysis
o Break News
o Informations
o Project
o Technology
o Uncategorized
 Power System
o Distribution
o Electric Machines
o Installation
o Protection
o Power Plant
o Substation
o Transmission
 Renewable Energy
o Coalbed Methane
o Gasified Coal
o Geothermal
o Hidrogen
o Nuclear

e.e. Ezkhel

 Pages
o About Us
o Contact Us
o Privacy Policy
 follow
o Rss Feeds
o Facebook
o Pinterest
o Email
o Twitter
o Google+


Homepage » Motor Induksi
Motor Induksi
Posted at 2:43 PM | in Mesin-mesin Listrik
Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya.
Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber
tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara
putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.

Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan
medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). Medan putar pada stator
tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus; dan sesuai
dengan Hukum Lentz, rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator.

Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. Bertambahnya beban, akan
memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor,
sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi , bila
beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu
motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar.




Gambar Motor Induksi
Medan Putar
Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah
motor berputar, marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Gambar berikut
menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula.

Belitan stator terhubung wye (Y). Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah
yang sama. Sepanjang waktu, medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung
kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut
adalah nol (zero), maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Jika arus mengalir dengan
harga maksimum, maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Karena arus yang
mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o, maka medan magnet yang
dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula.
Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan, yang akan beraksi terhadap
rotor. Untuk motor induksi, sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan
polaritas medan magnet pada stator. Karenanya, begitu medan magnet stator berputar, maka
rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator.


Gambar Belitan Stator Tiga Fasa

Pada sepanjang waktu, medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan
medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Pada akhir satu siklus arus
bolak balik, medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o, atau satu putaran. Dan karena
rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya, rotor juga
akan berputar hingga satu putaran. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar
selanjutnya.

Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan
tersebut pada enam posisi. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang
mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A,B, dan C. Jika arus mengalir dalam suatu fasa
adalah positif, medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai
dengan A’, B’, dan C’.


Gambar Putaran Motor Induksi dan Medan Putar

Pada posisi T1, arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya. Pada saat yang sama,
arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya. Medan magnet yang
dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah, dengan kekuatan medan maksimum
terjadi sepanjang fasa C, antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Medan magnet ini dibantu
oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B, dengan kutub-
kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub
selatan.

Pada posisi T2, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. Pada posisi ini,
arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. Arus pada fasa B mempunya
arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. Begitu pula arus
pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. Medan magnet yang
dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A,
antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan
yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C, dengan kutub-kutub B dan C menjadi
kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. Di sini terlihat bahwa
medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o.

Pada posisi T3, gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya
hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. Pada posisi ini, arus dalam fasa B
telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Arus pada fasa A telah turun hingga
separuh dari harga negative maksimumnya, sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan
berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Medan magnet yang dihasilkan
mengarah ke atas kiri, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B, antara kutub B
(utara) dan B’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah
sepanjang fasa A dan C, dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-
kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada
stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o.

Pada posisi T4, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1
sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa
polaritasnya telah berbalik. Karena fasa C kembali pada harga maksimum, medan magnet yang
dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum, medan magnet yang
dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Meskipun demikian,
dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C, medan magnet yang timbul
mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). Terlihat bahwa medan magnet
sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya.

Pada posisi T5, fasa A berada pada harga positif maksimumnya, yang menghasilkan medan
magnet ke arah atas sebelah kanan. Kembali, medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari
titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. Pada titik T6, fasa B berada pada harga
maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. Medan
magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o.

Akhirnya, pada titik T7, arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1.
Karenanya, medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1.
Dari pembahasan ini, terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o),
medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o).
Sehingga, dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris
sekitar stator, medan putar (rotating magnetic field) juga timbul.

Slip

Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi, sebuah medan
putar timbul. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor.
Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator.

Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor,
berlawanan polaritas dari medan stator, yang akan mengejar medan magnet pada stator. Karena
medan pada stator terus menerus berputar, rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi
dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator
sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar Induction Motor

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar
dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. Jika kecepatan rotor sama dengan
keceparan medan putar stator, maka tidak ada gerak relatif antara keduanya, dan tidak akan ada
induksi EMF kepada rotor. Tanpa induksi EMF ini, tidak akan ada interaksi medan yang
diperlukan untuk menimbulkan gerak. Rotor, karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang
lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara
keduanya.
Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip.
Semakin kecil slip, semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Persen
slip dapat dicari menggunakan Equation.

dimana :




NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm)
Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan
menggunakan Equation.

dimana :






Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub, 60 Hz, mempunyai kecepatan pada beban penuh
sebesar 3554 rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh?
Solusi :



















Torque
Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling
berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. Torque dapat dihitung dengan Equation.

dimana :







Selama operasi normal, K, flux , dan power factor adalah konstan, sehingga torque berbanding
lurus dengan arus rotor. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip.
Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%,
torque naik secara linier. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh, maka torque
akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Torque maksimum disebut breakdown torque
motor. Jika beban dinaikkan melebihi titik ini, motor akan stall dan segera berhenti. Umumnya,
breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Torque awal (starting
torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh.
Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor, torque akan naik hingga breakdown torque
dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan,
biasanya antara 0 – 10%. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip.



Motor Satu Fasa
Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan
terhubung secara parallel ke sumber satu fasa, medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Ini
disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting).



Pada motor fasa terpisah (split-phase motor), dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan.
Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan
utama. Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama, arus pada belitan
utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). Sudut antara kedua belitan
mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque
awal (starting torque). Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron, saklar
sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Motor satu fasa
biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa).

Motor Sinkron
Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang
menghasilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi oleh sebuah
sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk
memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan
berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik
keluar dari keserempakannya dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan
motor akan berhenti. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan
muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan
untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.
Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan
pada slot rotor. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.

Penyalaan Motor Sinkron
Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Ketika motor
mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini
berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban sekarang
boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan
menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor
kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron,
saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang diperlukan
untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque.

Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi
pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban (no-load), garis
tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian
a). Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke belakang, relative terhadap kutub
stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator
disebut sudut torque alpha.


Gambar Sudut Torque

Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar
dari sinkronisasi , maka motor akan berhenti. Harga maksimum torque
sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out
torque.








Share this post





Related Posts



Motor AC / Motor Arus Bolak Balik



Motor DC / Motor Arus Searah



Sistem Eksitasi Synchronous Motor

About Ezkhel Energy
Ezkhel Energy Blog's, sebuah media untuk berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman seputar
teknik listrik, energi baru terbarukan, dan informasi teknologi. Follow us on Facebook
2 comments:
1.
imte polinesSeptember 6, 2013 at 8:54 PM
Terimakasih gan, bermanfaat banget. visit balik ya, di
Reply
2.
Ezkhel EnergySeptember 8, 2013 at 2:26 AM
Sipp..
Reply
Load more...
Link ke posting ini
Create a Link
ADS

Free E-Books
 Power Distribution Systems
 Electrical Energy Systems
 Electrical Machines Technology
 Electrical Power System
 Electrical Power System Technology
 Electrical Power System Qualit
 Electronics Cicuit Analysis Using Matlab
 Fundamentals of Electrical Control
 Fundamentals of Electrical Engineering
 Power Quality in Electrical System
 Electric Power Transmission System
 Matlab Programming
Calculation and Analysis Coal Bed Methane Distribusi EBT Gardu Induk Gasified Coal
Geothermal Hidrogen Energi Ilmu Bahan Informasi Mesin-mesin Listrik News Nuclear Energy
Pembangkit Tenaga Listrik Pengetahuan Dasar Programmable Logic Controller (PLC) Project
Rangkaian Listrik Sejarah Sistem Pentanahan Sistem Proteksi Sistem Tenaga Listrik (STL)
TECHNOLOGI Telekomunikasi Transformator Turbin
E-Counter
148600

Get this widget! [close]
FOLLOWERS
About-Privacy Policy-Contact us
Copyright © 2013 EZKHEL ENERGY. Blogger Template by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.

VV