You are on page 1of 8

Penyuluhan Cuci Tangan yang Baik dan Benar di Desa Sukamaju

Tokoh:
Akang Asep : Robi
Eneng Elis : Mery
Kades : Albar
2 orang Penyuluh Dari UI : Ade dan Esti
Warga (mempraktekan cuci tangan yang salah) : Della
Warga yang tanya : Ghina, Pipin, Rezqi, dan Mili

Adegan 1
Latar : Danau UI
Backsong : Suara Suling Sunda
Kostum : Akang Asep: Celana kolor, kaos oblong, sarung, dan sendal jepit
Eneng: Daster santai dan sendal jepit
Properti: Pancing, ikan-ikanan, ember, cacing, botol wadah cacing, rantang
Pada suatu hari, ada seorang lelaki paruh baya bernama Akang Asep yang sedang
memancing di danau. Tidak lama kemudian, datanglah istri dari Akang Asep yang bernama
Eneng Elis yang datang membawa makan siang. Dengan cepat, Akang Asep langsung
melahap makanan yang dibawa oleh istrinya itu tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Padahal Akang Asep habis memegang cacing dan terlihat tangannya masih kotor. Parahnya,
Eneng Elis tidak menyuruh Akang Asep, suaminya untuk mencuci tangannya terlebih dahulu.
Mereka pun makan bersama.
Eneng: Akaaaannnggg..... eneng cantik dateng.... (datang membawa rantang dan lari kecil-
kecil sambil menyingkap dasternya dan datang dari belakang posisi Akang)
Akang: (menengok ke belakang) Iiihh eneng... kok baru dateng si? Akang kan udah nunggu
daritadi.
Eneng: Maaf Akang, tadi waktu eneng kesini banyak kebo bigar, eneng sempet dikejar-kejar
kebo terus ngumpet dulu baru kesini. Jadi lama.
Akang : Oh gtu, tapi eneng ngga papa kan? (muka bego)
Eneng : Ngga papa kok. Tenang. Ya udah, sekarang kita makan yuk. Ini enak banget loh
Kang karena masaknya dengan bumbu-bumbu cinta (sambil membuka rantang dan
menatanya).
Akang : Okedeh, jangan lupa berdoa ya. (tiba-tiba botol yang berisi cacing jatuh karena
tersandung kaki Akang dan dengan segera, Akang memasukkan kembali cacing ke
dalam botol dan lanjut makan)
Di tengah lahapnya makan, tiba-tiba Akang sakit perut hingga membuat Eneng Elis
Kebingungan. Akangpun tergolek lemah dan bersandar di pohon sedangkan Eneng meminta
bantuan Pak Kades yang kala itu lewat untuk membantunya menolong Akang Asep.
Adegan 2
Latar : Danau UI
Backsong: musik beat cepet yang menggambarkan keadaan panik
Kostum: Kemeja, celana bahan, sepatu fantovel (yang penting formal)
Properti: Name tag tulisan


Eneng: Pak Kades, Pak kades, tolong.. suami sayaaaa.... gawat....
Pak Kades: (mencari arah datangnya suara dan mendekatinya) Wah ini kenapa Lis, suamimu?
Eneng: Tiba-tiba waktu kami sedang asyik makan, si akang perutnya sakit dan sekarang jadi
lemas begini. Tolong atuh pak kades...
Pak Kades: (melihat botol cacing dan makanan) Sebentar, coba diingat. Tadi Akang makan
tidak mencuci tangan terlebih dahulu ya setelah memegang cacing atau pancing yang
kotor ini?
Eneng: Iya Pak, ngapain juga cuci tangan kelamaan. Orang udah laper Pak..
Pak Kades: Wah pantas saja, Akang sakit perut. Kuman-kuman yang ada di cacing dan
pancing yang masuk ke dalam perut Akang yang menyebabkan Akang sakit perut.
(pak kadesnya nyerocos ngomong terus)
Akang: Sudah-sudah saya pusing ini. Lalu bagaimana Pak? Semua ini sudah terlanjur. Saya
juga tidak tahu mengapa cuci tangan itu penting.
Pak Kades: Kang, besok pkl. 10.00 di balai warga penyuluh kesehatan dari UI mau
penyuluhan cara cuci tangan yang baik dan benar supaya kita terhindar dari berbagai
macam penyakit yang diakibatkan oleh ketidakbersihan diri. Makannya besok wajib
ikut ya.
Kepala Desa Sukamaju
Albar Abshar Muhamad

Eneng: Baik-baik Pak. Pasti akan saya ajak Akang untuk ikut, saya juga ikut itung-itung
nambah ilmu. Yasudah yuk Kang, kita pulang. (memapah Akang Asep dibantu Pak
Kades)
Adegan 3
Latar: balai warga (kantin prima)
Backsong : musik semangat
Kostum: Kades: Kemeja, celana bahan. sepatu formal (kalo bisa ada yang dibedain dari
kostum adegan 2)
Pipin (warga yang tanya, posisi awal lagi jalan bawa ember atau rinjing yang isinya
baju): Bawahan Jarit
Della (warga ngeyel, terkaya di desa Sukamaju, posisi awal di jalan menuju balai
warga): Gamis warna merah yang terkesan mewah
Mili (warga cerewet yang sangat disiplin dan suka ngomelin anaknya, posisi awal di
pintu masuk balai warga masuknya sambil narik-narik tangan Ghina): Daster atau
gamis warna mencolok
Ghina (anak dari ibu mili yang penurut, posisi awal di luar pintu balai warga
kemudian ditarik-tarik mili masuk ke balai warga): pake baju yang gambarnya
cartoon atau gambar-gambar lucu
Rezqi (bapak-bapak yang rajin membersihkan rumah, posisi awal lagi nyapu
halaman): Kaos dan celana santai
Ade dan Esti (penyuluh dari Fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan UI): pake jakun dan
bawahan formal.
Robi dan Mery (posisi awal sudah di balai warga): kalo bisa dibedakan dari adegan 1
dan 2
Properti: Sapu lidi (Rezqi) , ember dan isi baju ngga dipakai (Pipin), tas cangklong yang
blink-blink dan aksesoris (Della), tas ransel (Ghina), tas cangklong (Mili), sabun buat cuci
tangan, sumber air, gambar-gambar langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar,
pentingnya cuci tangan, waktu yang tepat untuk cuci tangan, dan akibat tidak mencuci tangan
(sakit apa aja yang bisa ditimbulkan)
Pada pagi harinya, warga berbondong-bondong datang ke balai warga untuk
mengikuti penyuluhan cuci tangan yang baik dan benar. Mereka sangat terlihat antusias untuk
mengikuti peyuluhan ini karena memang jarang ada penyuluhan seperti ini. Penyuluh adalah
mahasiswa Fakultas Kesehatan UI.
Della: (sedang berjalan menuju balai warga) Ibu Pipin teh gimana atuh, bukannya dandan
yang cantik kaya saya (muter) buat ikut penyuluhan cuci tangan yang baik dan benar
malah mau pergi nyuci ke kali. Haduh. Ngga gahol nih ibu.
Pipin: Wah, benar Bu? Bentar-bentar saya dandan dulu (mau lari tapi dicegat). Tunggu, Bu.
Della: (narik tangan Pipin) Ih ibu, kelamaan udah telat nih, Udah buru-buru ayook..
Mereka berdua jalan menuju balai warga dengan pipin tetap membawa ember. Di tengah
jalan bertemu dengan Rezqi yang sedang menyapu halaman.
Della: Ini lagi Kang Rezqi, masih aja nyapu. Udah ayo buru-buru ikut penyuluhan cuci
tangan di balai warg. Biar bisa lihat saya mempraktekkan cara cuci tangan saya yang
sudah pasti baik dan benar.
Rezqi: Oh iya ya, Bu. Ayuk.
Della, Pipin, dan Rezqi masuk ke balai warga. Disana sudah ada Akang Asep, Eneng Elis,
Kades, dan 2 Penyuluh.Semua duduk rapi. Pak klades mulai membuka acara.
Pak Kades: Assalamu’alaikum wr.wb, senang sekali pada pagi hari ini, warga-wargaku
tercinta sudah berkenan hadir untuk mengikuti penyuluhan cara cuci tangan yang baik
dan benar. Semoga ilmu dari penyuluhan ini dapat bermanfaat bagi bapak dan ibu
sekalian. Langsung saja bagi para penyuluh yaitu Kak Ade dan Kak Esti saya
persilahkan.
Tiba-tiba ibu mili dan Ghina datang.
Mili: Ayo masuk ih susah banget disuruh masuk. Penyuluhan ini tuh penting buat kamu.
Ghina: (terdiam jalan diseret karena ngga kepengen masuk)
Mili: Maaf ya semuanya saya terlambat.
Semuanya: Ohya, tidak papa. Silahkan duduk.
Penyuluh 1 dan 2: Assalamu’alaikum wr. wb. Selamat Pagi warga desa Sukamaju.
Penyuluh 1: Senang sekali, kami berdua dapat hadir disini untuk berbagi ilmu dengan bapak
ibu sekalian mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar. Sebelumnya, saya
jelaskan sedikit mengenai pengertian dari cuci tangan. Mencuci tangan merupakan
suatu tindakan sederhana yang penting dan wajib yang dapat dilakukan oleh semua
orang tak terkecuali anak kecil. Tindakan cuci tangan ini dapat memutus rantai kuman
patogen di tangan kitan sehingga kita bisa terhindar dari berbagai penyakit.
Penyuluh 2: Iya, benar sekali. Sebelum kita lebih lanjut membicarakan mengenai cara cuci
tangan yang baik dan benar, disini, siapa yang dapat mencuci tangan yang baik dan
benar bisa maju untuk mencontohkan kepada warga yang lain?
Della: Saya saya. Cuci tangan doang mah cipil.. (maju kemudian memperagakan cuci tangan
yang salah karena hanya mengusap punggung dan telapak tangan saja secara cepat)
Penyuluh 1 dan 2: Baik, beri tepuk tangan untuk ibu Della yang sudah bersedia
mempraktekkan cuci tangan.
Penyuluh 1: Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati, berdasarkan praktekn cuci tangan
yang dilakukan oleh ibu Della tadi terlihat bahwa masih banyak warga yang belum
tau cara cuci tangan yang baik dan benar serta apa pentingnya cuci tangan itu. Jadi,
tugas kami disini adalah memberitahukan bapak dan ibu sekalian mengenai cara cuci
tangan yang baik dan benar.
Della: Tidak mungkin salah lah. Cara ini sudah turun temurun dilakukan oleh keluarga saya.
Penyuluh 2: Begini ibu Della, cara yang ibu lakukan tadi tidak akan membersihkan kuman-
kuman yang ada di tangan ibu Della. Karena ibu hanya mengenai punggung dan
telapak tangan, belum kuku dan sela-sela. Dalam melakukan cuci tangan kita juga
tidak boleh terlalu cepat karena dimungkinkan belum bersih cuci tangannya.
Langsung saja ya saya jelas kan mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar.
Berikut adalah standar cuci tangan :

7 LANGKAH MENCUCI TANGAN :

1. Kedua telapak tangan saling digosok.








2. Letakan telapak tangan kanan diatas tangan kiri lalu
gosokkan sela-sela jari tersebut dan sebaliknya.




3. Posisi telapak tangan kanan dan kiri saling menempel,jari-
jari saling terkait.



4.Letakan punggung jari kanan pada telapak tangan kiri, posisi saling mengunci dan
sebaliknya




5. Gosok memutar ibu jari kanan dengan telapak kiri dan
sebaliknya.
6. jari-jari tangan kanan menguncup, gosok memutar diatas
telapak tangan kiri dan sebaliknya.



7. Gosok memutar pergelangan tangan kiri dengan tangan
kanan dan sebaliknya.



Penyuluh 2: Sampai disini, ada yang mau bertanya? Sekarang saya buka sesi tanya jawab.
Bagi yang bersedia, dipersilahkan. Bisa tunjuk jari.
Akang: Kak, kenapa ya kemarin setelah saya memancing kemudian makan tanpa mencuci
tangan terlebih bdahuliumencuci tangan kok perut saya sakit ya?
Penyuluh 1: Begini Kang, kemungkinan besar tangan Akang dalam keadaan kotor sehingga
mengandung banyak kuman. Ketika akang makan tanpa mencuci tangan yterlebih
dahulu maka kuman itu akan menepel di makanan dan masuk ke dalam tubuh
bersama makanan itu. Kuman-kuman inilah yang menyebabkan perut Akang sakit.
Begitu.
Eneng: Ohhh. Tuh Kang, lain kali harus cuci tangan dulu sebelum makan.
Akang: Iya, Neng.
Penyuluh 2: Ada lagi yang mau ditanyakan? Silahkan tunjuk jari.
Mili: Memangnya kapan saja waktu yang tepat untuk cuci tangan? Selama ini saya juga
jarang menyuruh anak saya ni si Ghina untuk mencuci tangan, karena apa-apa kalau
harus cuci tangan dulu itu kelamaan.
Penyuluh 2: Waktu-waktu dimana kita harus mencuci tangan, yaitu:
1. Sebelum makan
Kita tidak akan pernah tahu kondisi kebersihan tangan kita apakaha ada kumannya atau tidak
karena kuman itu sangat kecil, apalagi jika anda dalam sehari-hari menggunakan tangan anda
menyentuh sesuatu yang digunakan oleh umum seperti tombol lift, gagang pintu, keran air
dan sebagainya.Untuk membersihkannya, maka harus cuci tangan.
2. Sehabis buang air besar
Ketika kita cebok menggunakan tangan otomatis banyak kuman yang menempel di tangan
kita. Oleh karena itu cuci tangan hukumnya wajib.
3. Sebelum menyusui
Karena ketika tangan menyentuh bayi dalam keadaan banyak kuman maka kuman itu bisa
masuk ke dalam tubuh bayi yang pertahanan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa.
4. Sebelum menyiapkan makanan
Kegiatan menyiapkan makanan ini tidak hanya pada proses menyiapkan makanan di meja
akan tetapi pada tahap awal memasak juga harus mencuci tangan terlebih dahulu.
5. Setelah bersentuhan dengan hewan
Dimungkinkan ketika tangan bersentuhan dengan tubuh hewan, maka kuman akan menempel
di tangan.
Sudah jelas, ibu-ibu bapak-bapak, dan adik-adik?
Semua: Jelas
Ghina: Oh begitu, yaaahh Ibu kok tidak menyuruh saya di waktu-waktu tersebut untuk
mencuci tangan. Kak, saya ingin bertanya.
Penyuluh 2: Ya silahkan.
Ghina: Memang kenapa cuci tangan itu penting Kak? Saya tidak paham mengenai hal itu.
Penyuluh 1: Ya itu tadi, untuk menghindari dan memutus rantai penularan penyakit karena
apabila kita tidak mencuci tangan, sangat besar kemungkinan kita untuk
tertular/terjangkit penyakit, De.
Ghina: Iya-iya Kak, saya paham sekarang.
Penyuluh 1: Ya, ada lagi yang ingin bertanya?
Pipin: Saya saya, (pipin tunjuk jari) Lalu penyakit apa saja yang bisa timbul akibat tidak
mencuci tangan ya?
Penyuluh 2: Penyakitnya bisa diare akibat adanya bakteri E. Coli yang masuk ke tubuh
bersama makanan yang kita makan, cacingan karena cacing pita, cacing kremi, dan
cacing tambang masuk ke dalam tubuh kita bersama makanan biasanya orang yang
terkena penyakit cacingan perutnya akan buncit, demam karena kuman masuk ke
dalam tubuh kita maka tubuh akan merespon dengan demam, dan infeksi mata karena
kuman dari tangan masuk ke mata ketika kita sedang kucek-kucek mata, begitu Bu.
Sudah Jelas?
Pipin: Jelas.
Penyuluh 1: Ada yang ingin bertanya lagi?
Rezqi: Saya ingin bertanya, tadi kakak-kakak ini mengatakan bahwa mencuci tangan
sebaiknya di air mengalir. Memangnya kenapa begitu?
Penyuluh 1: Begini Pak, ketika kita mencuci tangan itu artinya kita membuang kuman dari
tangan, kuman ini akan berpindah ke air. Kalau airnya menggenang, ditakutkan ada
yang cuci tangan menggunakan air tesebut apabila ada maka kuman itu akan
berpindah ke orang yang cuci tangan itu dan bisa masuk ke dalam tubuh dan
menyebabkan penyakit.
Penyuluh 2: Tidak terasa sudah 15 menit waktu berlalu, maka sebelum kita tutup penyuluhan
pada siang hari ini, supaya bapak dan ibu ingat terus bagaiamana cara mencuci
tangan yang baik dan benar, kami berdua akan menyanyikan lagu cuci tangan dan
bapak ibu bisa mengikuti dan mempraktekannya.
Cuci cuci tangan, jangan lupa sabunnnya. Di air mengalir tuk jaga kesehatan. Telapak
punggung tangan. Sela- sela jari, kuku-kuku tangan dan juga ibu jari, kuku-kuku tangan dan
juga ibu jari.
Penyuluh 1 dan 2: Terimakasih atas perhatian Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Adik-adik. Semoga
penyuluhan pada siang hari ini bermanfaat bagi kita semua. Wabillahitaufik wal
hidayah wassalamu’alaikum wr.wb.
Semua pada salaman dan bergegas meninggalkan balai warga sambil menyanyi lagu cuci
tangan.