You are on page 1of 28

1 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN

” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
STRATEGI PEMASARAN BANK MANDIRI

LATAR BELAKANG MASALAH
Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia dewasa ini memberikan tekanan yang cukup
berat bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga menimbulkan inflasi. Perkembangan
moneter 2013 menunjukan tingkat inflasi year on year (Februari 2013 terhadap Februari
2012) tercatat sebesar 5,31%, meningkat signifikan dibandingkan pada bulan yang sama
tahun sebelumnya yaitu 3,56% - (BPS & CEIC). Kenaikan inflasi dipengaruhi banyak faktor
antara lain: naiknya harga-harga kebutuhan masyarakat karena bencana banjir diberbagai
tempat di Indonesia, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga BBM, kebijakan pemerintah
terkait pembatasan impor, dsb-nya. Kenaikan inflasi tentunya membawa dampak bagi
perkembangan dunia perbankan di Indonesia secara umum. Dampak dari kenaikan inflasi ini
telah direspon oleh Bank Indonesia dengan menaikan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5,75%
menjadi 6,5%. Sudah dapat dipastikan bahwa perbankan seluruh Indonesia akan merespon
pula dengan menaikan suku bunga dana dan diikuti dengan naiknya suku bunga kredit.
Menaikan suku bunga dana dilakukan perbankan untuk menjaga agar nasabah yang sensitif
terhadap inflasi tidak memindahkan dananya. Hal yang tidak dapat dipungkiri dalam dunia
perbankan adalah bank sangat membutuhkan dana untuk menjaga likuiditasnya tetap sehat.
Pemikiran sederhananya adalah bank tidak dapat bangkrut seketika karena non performing
loan (NPL) yang tinggi tetapi sebaliknya bank bisa bangkrut seketika karena krisis likuiditas.
Oleh karenanya, bank berupaya keras menahan dana simpanan dari masyarakat dengan
berbagai strategi untuk menjaga agar likuiditasnya tetap aman.
Melihat kondisi seperti ini, dunia perbankan nasional dituntut untuk lebih berhati-hati
dalam menyikapi laju inflasi dengan menerapkan berbagai macam strategi dalam mengelola
manajemen perusahaannya agar tetap dapat bertahan dan tetap meraih keuntungan dalam
tekanan krisis ekonomi. Pengelolaan manajemen pemasaran menjadi sangat penting
dilakukan guna menghadapi ketatnya persaingan suku bunga, fasilitas kemudahan layanan
perbankan, serta memanjakan kepuasan nasabah menjadi hal mutlak yang harus dijalankan
dalam mencapai tujuan pemasaran suatu bank. Strategi pemasaran menjadi kunci utama
setiap perbankan dalam memasarkan produk-produknya serta mempertahankan loyalitas dan
kepercayaan para nasabahnya agar tidak memindahkan dananya. Semakin banyak produk
2 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
perbankan yang diminati oleh masyarakat, maka akan memberikan manfaat yang besar pula
bagi suatu bank. Karena sangat pentingnya peran pemasaran, maka setiap bagian dari
pemasar atau marketing suatu bank harus benar-benar memahami strategi pemasaran yang
tepat yang dapat diterapkan untuk meraih kepercayaan para nasabah. Perbankan merupakan
salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya lebih cenderung mengikuti
konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan industri jasa lainnya adalah
banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan konsep-konsep
pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan
masyarakat.
Salah Bank Nasional yang juga menerapkan strategi pemasaran yang terencana
dengan baik adalah Bank Mandiri. PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk adalah bank yang
berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset,
pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari
program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan
Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu: Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang
Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan
Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank Mandiri. Bank Mandiri kini menjadi bank
terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti karena Bank Mandiri berhasil memenuhi
kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk layanan yang diberikan. Selain itu, melalui
layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional.
Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi
ekspor impor secara online. Sehingga Bank Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam
peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesuksesan Bank Mandiri sebagai lembaga intermediaris terletak pada
kemampuannya mengelola pasar. Bank Mandiri mampu menangkap permintaan pasar
(kebutuhan masyarakat) yang semakin beragam. Dalam strategi pemasaran, kita mengenal
adanya bauran pemasaran diantaranya; produk, harga, saluran distribusi, promosi, proses,
pendukung fisik, dan sumber daya manusia. Bank Mandiri dapat mengintegrasikan aspek-
aspek tersebut untuk menguasai pasar dan menjadi leader dalam perbankan nasional.


3 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah maka penulis mencoba merumuskan masalah
sbb:
1. Apa strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Bank Mandiri (PERSERO)
Tbk sehingga mampu bersaing dalam industri perbankan nasional?
2. Bagaimana cara PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upaya menjaga
tingkat kepercayaan masyarakat?

















4 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
LANDASAN TEORI
Menurut Wikipedia.org, Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses
penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai
barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh
menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi
kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi.
Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi
keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka
manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai
dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi
konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price),
pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja
dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam
konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
Definisi Pemasaran (Marketing) menurut Peter F. Drucker adalah menjual dalam
jumlah yang besar, serta mengetahui dan memahami kebutuhan pelanggan akan produk dan
jasa.
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang memungkinkan individu atau
kelompok memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka lewat penciptaan serta saling
mempertukarkan produk dan nilai. (Philip Kotler & Gary Armstrong)
Konsep Inti Pemasaran menurut Philip Kotler & Gary Armstrong yaitu:
1. Kebutuhan (Needs)
Sesuatu yang dibutuhkan oleh setiap manusia dan merupakan kebutuhan-
kebutuhan yang bersifat pokok (sandang, pangan dan papan).
2. Keinginan (Want )
Kebutuhan yang bersifat lebih spesifik (celana jeans, apartemen)
3. Permintaan (Demand)
5 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Keinginan yang diikuti oleh daya beli (Ability to pay) & keinginan untuk
membeli (Willingness to buy)
4. Produk (Product)
Segala sesuatu yang ditawarkan dipasar agar mendapatkan perhatian,
diminati, dipakai atau dikonsumsi untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan.
5. Pertukaran (Trading)
Tindakan untuk memperoleh barang yang diinginkan dari seseorang dengan
memberikan sesuatu sebagi gantinya.
6. Pasar (Market)
Sekelompok pembeli actual dan potensial sebuah produk
Sedangkan definisi Manajemen Pemasaran sesuai penjabaran Mitra Management
Center yaitu pemasaran merupakan proses analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian program-program yang dirancang utnuk menciptakan, membuat dan menangani
pertukaran yang menguntungkan dengan para pembeli dengan maksud meraih tujuan
perusahaan antara: keuntungan, laju pertumbuhan (corporate growth) serta bagian pasar.
Lingkungan Pemasaran (Marketing environment) terdiri atas para pelaku dan
kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan
menjaga transaksi dan hubungan dengan konsumennya.
Pelaku pemasaran yaitu:
a. Perusahaan (Company),
b. Penyedia bahan baku (supplier),
c. Perantara (marketing intermediaries),
d. Umum/masayarakat (public),
e. Pelanggan (customer ),
f. Pesaing (competitor).
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana
strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini
juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang
menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya”.
Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan
melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang
6 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran menurut W.
Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan
tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun
potensial. Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang
diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan
perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang
dihasilkan.
2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan
dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari
penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan
produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai
ke tangan konsumen secara cepat.
3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok
dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan
bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a) Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
b) Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan
sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :
Dari sudut pandang penjual :
1) Tempat yang strategis (place),
2) Produk yang bermutu (product),
3) Harga yang kompetitif (price), dan
4) Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
1) Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
7 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
2) Biaya konsumen (cost to the customer),
3) Kenyamanan (convenience), dan
4) Komunikasi (comunication).
Konsep pemasaran bank sebenarnya tidak banyak berbeda dengan konsep pemasaran
untuk sektor bisnis yang lain, seperti sektor industri manufaktur, sektor bisnis jasa, dan lain-
lain. Perbankan merupakan salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya
lebih cenderung mengikuti konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan
industri jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi
penggunaan konsep-konsep pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat
dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat.
Menurut Kotler (1997:92) Marketing Mix is the set of marketing tools that the firm
uses to pursue its marketing objectives in the target market. Atau kurang lebih dapat
diterjemahkan sebagai berikut, Bauran Pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang
digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran Pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi 4
variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu: produk,
harga, kegiatan promosi, dan kegiatan distribusi.
Strategi pemasaran bank biasanya dilandaskan pada bauran pemasaran atau marketing
mix yang terdiri dari 4P yaitu:
1. Strategi Produk (Product)
Produk perbankan adalah instrumen/perangkat yang dibeli dan dijual oleh
bank. Produk yang dibeli oleh bank sangat banyak jumlahnya, karena bank dapat
menciptakan berbagai jenis produk sesuai dengan keinginan nasabah. Produk bank
terdiri dari :
 giro,
 tabungan
 deposito
 kredit produktif
 kredit konsumtif
 kiriman uang/transfer
 inkaso
8 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
 safe defosit box
 ATM, dsb.
2. Strategi Harga (Price)
Dalam menetapkan harga, untuk pos-pos pasiva yaitu simpanan dana pihak
ketiga (DPK) diupayakan serendah-rendahnya, sedangkan untuk pos-pos aktiva yaitu
kredit diupayakan setinggi-tingginya agar tidak terjadi negatif spread.
3. Strategi Lokasi (Place)
Dalam bisnis perbankan, sebagai salah satu jenis bisnis yang menawarkan
jasa, jaringan pemasaran lebih menitikberatkan pada perbedaan fungsi kontrol
terhadap pelaksanaan perdagangan jasa perbankan dan ditentukan berdasarkan
pertimbangan struktur organisasi, pembagian wilayah, serta kewenangan dalam
mengambil keputusan. Dengan demikian, dalam bisnis perbankan dikenal dengan
adanya kantor pusat, cabang utama, cabang pembantu, kantor kas dan seterusnya.
4. Strategi Promosi (Promotion)
Hampir sama dengan strategi promosi bagi produk barang-barang industri
manufaktur, dalam bisnis perbankan juga dikenal berbagai strategi promosi yang
dipilihan penggunaannya ditentukan sesuai kondisi. Dengan demikian, dalam bisnis
perbankan juga dikenal adanya promotion mix (bauran promosi) yang meliputi :
a) Advertising / periklanan
b) Sales promotion / promosi penjualan
c) Personal selling / penjualan perseorangan
d) Publicity / publisitas
Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar, Bauran Pemasaran telah
mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen
dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan
bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan
menggunakan pendekatan 8P yaitu sebagai berikut :
1. Product elemenst.
9 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi
pelanggan. Yang penting diperhatikan dalam desain dan produk jasa
perbankan adalah atribut yang menyertai, seperti: sistem, prosedur dan
pelayanannya. Desain produk dan jasa bank juga memperhatikan hal-hal
yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.
2. Price and other user outlays.
Pengeluaran uang, waktu, dan usaha pelanggan untuk menikmati
produk yang ditawarkan. Pengertian harga dalam produk dan jasa bank,
berupa kontra prestasi dalam bentuk suku bunga, baik untuk produk
simpanan maupun pinjaman, serta fee untuk jasa-jasa perbankan atau biaya
administrasi.
3. Promotion and education.
Aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun
persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang
perusahaan berikan. Kegiatan promosi pada produk dan jasa bank pada
umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep
kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion,
public relation, sales trainning, marketing research & development.
4. Place, cyberspace and time.
Keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana
menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan. Atau disebut juga saluran
distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa perbankan, berupa Kantor
Cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang
ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat
dilakukan melalui saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan
internet.
5. People.
Adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan
pemasaran. Ciri bisnis bank adalah dominannya unsur personal approach,
baik dari jajaran front office, back office sampai tingkat manajerial. Para
pekerja bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal.
6. Process.
Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan
yang diberlakukan oleh bank terhadap produk dan jasa bank. Sistem dan
10 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau
lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat,
walaupun bagi bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi.
Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima
diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.
7. Productivity and Quality.
Produktivitas adalah sejauh mana efisiensi masukan-masukan layanan
ditransformasikan kedalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai
bagi pelanggan. Sedangkan Kualitas adalah derajat suatu layanan yang
dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan,
dan harapan.
8. Physical Evidence.
Perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata
kualitas produk dan layanan.
Strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yaitu:
1. Segmenting
Proses membagi sebuah pasar ke segmen-segmen atau kelompok-
kelompok yang bermakna, relative sama dan dapat diidentifikasikan.
Tujuan segmentasi pasar adalah membuat para pemasar mampu
menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau
lebih segmen pasar tertentu. Segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas
membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang
homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi,
perilaku pembelian maupun gaya hidup.
Kotler (2003) menyatakan: “Market segmentation is the process of
breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller
homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying
characteristics or needs”. Selanjutnya Thompson (2000) menyatakan
bahwa tantangan dalam pemasaran adalah untuk mengidentifikasi pasar
potensial yang menguntungkan untuk dilayani karena jarang sekali satu
program pemasaran dapat memuaskan pasar yang heterogen yang berbeda
selera dan karakteristik untuk itu diperlukan segmentasi pasar. Sementara
11 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi
adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni
mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di
pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk
memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis
dan perilaku.
2. Targeting
Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar,
selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk
memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam
mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua
faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource
perusahaan (Kotler, 2003). Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen
potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran,
pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-
lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam
segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber
daya perusahaan. Pengertian dari targeting itu sendiri merupakan sebuah
sasaran, siapa yang dituju. Dalam menentukan targeting maka dilakukan
beberapa survey untuk dapat mengetahui keadaan pasar nantinya, agar
ketika proses pemasaran tidak salah sasaran.
3. Positioning
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak seorang
konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Posititioning adalah
bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan
produk pesaing. Dalam hal ini termasuk brand image, manfaat yang
dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen
memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing.
Sementara itu Fanggidae, 2006, menyatakan positioning adalah suatu
strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan
perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang
12 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain
sebagai usaha menempatkan sesuatu dalam pikiran orang dengan terlebih
dahulu memberikan informasi tentang segala sesuatu seperti fasilitas,
program yang diberikan, dengan cara penyuguhan kualitas pelayanan dan
bagaimana mempresentasikannya.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan
positioning sebagai ”the strategy for leading your cutomers credibly” yaitu
suatu strategi untuk membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi
bagi konsumen. Positioning adalah mengenai bagaimana perusahaan
mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk dengan sukarela mengikuti
perusahaan. Selanjutnya Yoram Wind, dalam Kotler 2003 menyatakan
positioning sebagai “reason for being” yaitu bagaimana mendefinisikan
identitas dan kepribadian perusahaan di benak konsumen. Perusahaan harus
mempunyai kredibilitas di benak konsumen untuk itu konsumen perlu
dibimbing. Positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan citra
dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan
pelanggan. Positioning menyangkut menciptakan being dalam benak
konsumen dan membimbing mereka dengan penuh kredibilitas. Selanjutnya
positioning merupakan sebuah janji yang dibuat perusahaan kepada
konsumen. Janji tersebut harus ditepati dan kemampuan perusahaan untuk
menepati janji merupakan bagian yang vital dan strategi. Karena alasan
inilah, positioning yang tepat merupakan hal yang krusial bagi keberhasilan
akhir perusahaan.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia No 7 tahun 1992 tentang Perbankan
yang telah diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998:
 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
 Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.
13 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
 Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran.
Dalam perbankan, istilah bank nasional memiliki beberapa arti:
1) Di negara berkembang, artinya adalah bank milik negara
2) Bank swasta biasa yang beroperasi secara nasional (berbeda dengan operasi regional,
lokal, atau bahkan internasional)
3) Di Amerika Serikat, artinya adalah bank swasta biasa yang beroperasi dalam struktur
regulasi tertentu, yang bisa beroperasi secara nasional atau tidak, di bawah
pengawasan Office of the Comptroller of the Currency.
Pada masa lalu, istilah "bank nasional" dipakai sama seperti "bank sentral", tetapi
tidak lagi sama pada masa kini. Sejumlah bank sentral memiliki kata-kata "Bank Nasional"
pada namanya, sebaliknya jika sebuah bank diberi nama seperti ini, bank tersebut tidak secara
otomatis dianggap sebagai bank sentral. Misalnya, National-Bank AG di Essen, Jerman,
adalah sebuah bank komersial swasta, seperti National Bank of Canada di Montreal, Kanada.
Sebaliknya, National Bank of Ethiopia adalah bank sentral Ethiopia dan National Bank of
Cambodia adalah bank sentral Kamboja.
Sistem Perbankan Nasional adalah national banking system yaitu sistem yang
mengatur mengenai segala sesuatu yang menyangkut bank, mencakup kelembagaan, kegiatan
usaha, serta cara dan proses melaksanakan kegiatan usahanya secara keseluruhan; di
Indonesia ketentuan mengenai perbankan nasional terakhir diatur dalam UU No.7 tahun 1992
tentang Perbankan dan UU.No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No. 7 tahun 1992
tentang Perbankan; perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas
nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak; menurut jenisnya, bank di
Indonesia terdiri atas bank umum dan bank perkreditan rakyat.
Kasmir (2005:66) menyatakanbahwa tujuan dari Pemasaran Bank secara umum
adalah untuk:
1. Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan
merangsang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk
yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.
14 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
2. Memaksimumkan kepuasan pelanggan melalui berbagai pelayanan yang
diinginkan nasabah.
3. Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dalam arti bank menyediakan
berbagai jenis produk bank sehingga nasabah memiliki beragam pilihan pula.
4. Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan kepada
nasabah dan menciptakan iklim yang efisien.
Kepuasan (satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul
karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk terhadap ekspektasi mereka
(Kotler&Keller, 2009:138). Supranto (2001:5) mendefinisikan bahwa kepuasan pelanggan
adalah apabila konsumen mendapat apa yang mereka inginkan sesuai dengan kebutuhan
mereka.
Menurut Sheth & Mittal dalam Tjiptono (2005), mengelompokkan pelanggan kedalam
3 kategori, yaitu :
a) User adalah orang yang secara aktual mengonsumsi atau menggunakan produk
atau menerima manfaat dari jasa yang dibeli.
b) Buyer adalah orang yang berpartisipasi dalam pengadaan produk.
c) Payer adalah orang yang mendanai atau membiayai pembelian produk.
Menurut Drs. H. Malayu S.P Hasibuan, Bank adalah lembaga keuangan berarti bank
adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk asset keuangan (financial
assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.
Bank memiliki asas dalam melaksanakan kegiatan usahanya yakni demokrasi
ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia
adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat (finacial intermediary). Dalam
menjalankan fungsinya, bank harus memperhatikan hal – hal berikut:
a. Rentabilitas, yaitu kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan.
b. Likuiditas, yaitu kemampuan bank untuk melunasi kewajibannya pada saat
jatuh tempo
c. Solvabilitas, yaitu kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya saat
bank tersebut di likuidasi.
15 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Selain fungsi utama, ada beberapa fungsi perbankan lainnya, antara lain :
a) Berdasarkan Perundang-Undangan Pasal 3 UU No.7 Tahun 1992, yaitu :
b) Bank sebagai penyalur kredit, baik kredit produktif maupun kredit
konsumtif. Dana yang digunakan untuk menyalurkan kredit tersebut
berasal dari dana pihak ketiga, berupa tabungan, giro dan deposito
maupun dana bank itu sendiri.
c) Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan
pembayaran.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh bebrbagai faktor antara lain:
konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas dipasar yang memicu konsumsi
atau bahkan spekulasi, sampai akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi juga
merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus atau kontinu.
Non Performing Loan (NPL) atau Non Performing Financing (NPF) adalah kredit
bermasalah yang terdiri dari kredit yang berklasifikasi Kredit Kurang Lancar, Kredit
Diragukan dan Kredit Macet. Termin NPL diperuntukkan bagi bank umum, sedangkan NPF
untuk bank syariah.










16 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
Konsep pemasaran bank sebenarnya tidak banyak berbeda dengan konsep pemasaran
untuk sektor bisnis yang lain, seperti sektor industri manufaktur, sektor bisnis jasa, dan lain-
lain. Perbankan merupakan salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya
lebih cenderung mengikuti konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan
industri jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi
penggunaan konsep-konsep pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat
dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat.
Hal yang paling penting dalam manajemen pemasaran bank adalah bagaimana sebuah
bank dapat memperlakukan nasabah baik baru maupun lama agar tetap eksis dan loyal
terhadap bank tersebut. Maka untuk dapat memperlakukan nasabah tersebut perlu
direncanakan suatu pemasaran yang baik, dimulai dari keramatamahan personil front office
bank yang bersangkutan. Karena dari sinilah loyalitas nasabah terhadap bank dibentuk,
apabila nasabah tersebut dilayani sebaik mungkin maka sebaliknya ia akan merasa sangat
nyaman karena sangat dihargai oleh bank tersebut.
PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan
merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri
pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah
yaitu: Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor
Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam
Bank Mandiri. Bank Mandiri kini menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti
karena Bank Mandiri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk
layanan yang diberikan. Selain itu, melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu
meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para
pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secara online. Sehingga Bank
Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
PT Bank Mandiri memiliki Visi :
“TERDEPAN. TERPERCAYA, TUMBUH BERSAMA ANDA”.

17 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Dan Misi Bank Mandiri yaitu:
1. Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
2. Mengembangan sumber daya manusia profesional
3. Memberikeuntungan yang maksimal bagi stakeholder
4. Melaksanakan manajemen terbuka
5. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan
Dalam menjalankan visi dan misinya, PT. Bank Mandiri memiliki tujuan utama yaitu:
Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang
ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang perbankan dengan
menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Di tengah kondisi perekonomian global maupun nasional yang tidak kondusif, PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk tetap mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Pada paparan
yang dilakukan perseroan kepada media, di Jakarta, Senin (29/7/2013) sore, disebutkan
bahwa bank BUMN ini berhasil memperoleh laba bersih sebanyak Rp 8,3 triliun pada
triwulan II 2013. Ada kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun
lalu. “Di tengah kondisi perekonomian global dan nasional yang cukup perlu kita berhati-hati
saat ini, kinerja keuangan Bank Mandiri triwulan II 2013 masih cukup baik, dan
menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan,” terang Budi G Sadikin, Direktur
Utama Bank Mandiri.
Makin kritis dan modern-nya masyarakat terhadap kualitas layanan dalam bidang
perbankan sangatlah diperlukan bagi kesuksesan bank nasional tersebut. Salah satu Strategi
Pemasaran Bank Mandiri yang efektif adalah segera berbenah diri untuk segera berupaya
meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Survei yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa nasabah, seringkali akan mengeluhkan kualitas jasa apabila prosedur transaksi
keuangan terkesan kurang tertata. Strategi Pemasaran Bank Mandiri juga diperlukan untuk
menghindari complain yang berkaitan dengan sulitnya mendapatkan informasi dan komplain
terhadap fasilitas nilai produk yang ditawarkan.
Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang searah dengan
perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran, untuk dapat bersaing
dalam industri perbankan nasional, menurut analisa penulis, PT Bank Mandiri telah
menerapkan evolusi perkembangan bauran pemasaran (marketing mix) 4P menjadi integrated
18 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
service management 8P seperti yang dikemukakan Lovelock dan Wright (2002:13-15), yaitu
sebagai berikut :
1. Product elemenst.
Bank Mandiri memiliki banyak produk layanan kepada nasabah
dimana semua komponen dari kinerja layanan tersebut diusahakan untuk
dapat menciptakan nilai bagi pelanggan.
Produk-produk Bank Mandiri antara lain yaitu:
1. Simpanan
a) Mandiri Tabungan Rupiah (Mandiri Tabungan Rencana
Rupiah, Mandiri Tabungan Bisnis Rupiah, Mandiri
Tabungan TKI Rupiah)
b) Mandiri Tabungan Asing
c) Mandiri Giro Rupiah
d) Mandiri Giro Asing
e) Mandiri Deposito Rupiah
f) Mandiri Deposito Asing
2. e-Banking
a) Mandiri ATM
b) Mandiri Debit
c) Mandiri SMS
d) Mandiri Call -14000 atau (021) 5299-7777
e) Mandiri Internet Banking
f) Mandiri Mobile (Mandiri Mobile iPhone, Mandiri Mobile
Android, Mandiri Mobile BlackBerry)
3. Kartu Kredit
a) Mandiri MasterCard (Feng Shui Card Platinum, Skyz Card
Titanium, Everyday Card)
b) Mandiri Visam (Visa Platinum Golf Card, Visa Platinum
Card, Golf Card, Gold Card, Silver Card, Kartu Hypermart
Gold, Kartu Hypermart Regular, Platinum Corporate Card,
Corporate Card)
4. Pinjaman
a) Kredit Investasi
19 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
b) Kredit Konsumsi
c) Kredit Kepemilikan Rumah/Apartemen

Desain dan produk jasa Bank Mandiri dapat dinilai telah
memperhatikan atribut yang menyertai, seperti: sistem, prosedur dan
pelayanannya.
2. Price and other user outlays.
Saat ini teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Misalnya saja, cukup banyak masyarakat yang memilih untuk
menggunakan cara non-tunai dalam melakukan transaksi. Bila berbelanja
kini masyarakat semakin gemar menggunakan kartu ketimbang uang
tunai. Begitu pula dengan naik kendaraan umum, seperti busway, yang
sekarang pembayarannya bisa dengan menggesekkan kartu prabayar.
Kondisi yang demikian diakui oleh Bank Mandiri. Dalam paparan
kinerja Bank Mandiri triwulan II 2013, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta,
Senin (29/7/2013) lalu, Heri Gunardi, Direktur Micro dan Retail Banking
Bank Mandiri, berujar, “Sejalan dengan strategi pengembangan transaksi
retail Bank Mandiri, transaksi yang dilakukan nasabah melalui ATM,
SMS banking, dan internet banking, baik nilai maupun jumlahnya
menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jauh melampaui pertumbuhan
transaksi yang dilakukan melalui cabang, (yakni) lebih dari 80 persen
transaksi dilakukan melalui e-channel.”
Contoh produk dalam pembahasan ini adalah Mandiri KTA. Mandiri
KTA sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan uang secara
cepat namun tetap mematuhi prosedur yang ada. Terdapat jenis dan tipe
pinjaman sesuai kebutuhan peminjam. Suku bunga relatif ringan, limit
pinjaman relatif besar, dan kemudahan dalam persyaratan bagi nasabah
yang ingin melakukan proses peminjaman.
3. Promotion and education.
Pada pertengahan Juli 2012 warga Jakarta sempat dihebohkan dengan
kehadiran Ferrari dan Porsche yang dijadikan taksi. Namun, mobil itu
ternyata hanya strategi PT Bank Mandiri Tbk untuk merilis layanan
20 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
mobile banking-nya. Direktur Micro dan Retail Banking Bank Mandiri
Budi G Sadikin menjelaskan, layanan taksi ini memang merupakan salah
satu strategi pemasaran oleh Bank Mandiri. "Pemasaran saja, kami ingin
seperti taksi, namun lebih mewah untuk melayani masyarakat. Filosofinya
seperti itu. Ini sebagai pemanasan untuk peluncuran layanan mobile
banking kami," kata Budi selepas peluncuran Mobile Banking di Atrium
EX Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Sebenarnya, sempat timbul anggapan bahwa yang dilakukan oleh Bank
Mandiri tersebut merupakan kebohongan publik. Tetapi, Budi
menganggap trik ini sebagai hal wajar untuk sarana marketing yang
efektif dalam memasarkan sesuatu. Layanan taksi dipilih karena mobil
tersebut dianggap legendaris sebagai mobil mewah.
Kegiatan promosi yang dilakukan diatas adalah aktivitas komunikasi
dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang
dikehendaki Bank Mandiri atas layanan spesifik yang akan diberikan.
Kegiatan promosi pada produk dan jasa bank pada umumnya dilakukan
melalui iklan di media masa, atau televisi.
4. Place, cyberspace and time.
Keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana
menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan. Atau disebut juga
saluran distribusi. Contoh nyata dari penerapan saluran distribusi yang
tepat guna adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka Mandiri
Banking Lounge di mal-mal atau pusat-pusat perbelanjaan di beberapa
kota Indonesia. Banking lounge tersebut akan menyediakan berbagai
macam produk dan layanan Bank Mandiri. Layanan tersebut antara lain
adalah registrasi nasabah, redemption Mandiri Fiestapoin, Gelang E-
Money, Kartu E-Money, Mandiri Internet, Mandiri Mobile, dan Mandiri
ATM. Pada tahap awal, Mandiri Banking Lounge akan digelar di mal
Senayan City, mulai 4 September hingga 8 September 2013.
5. People.
PT Bank Mandiri berupaya mendorong pertumbuhan industri
perbankan melalui penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan
21 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
kompeten di bidang manajemen risiko. Untuk itu, Bank Mandiri
menggelar workshop terkait manajemen risiko khususnya penerapan
statistik dalam perbankan bagi mahasiswa dari empat perguruan tinggi
terkemuka di Indonesia. Kegiatan yang melibatkan 100 mahasiswa dari
Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut
Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut
dilakukan dalam tiga kali pertemuan yang berlangsung pada periode
tanggal 20 April-25 Mei 2011.
6. Process.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan kartu kredit Mandiri Visa
Distribution Card (D-Card) bagi produsen air minum kemasan bermerk
Viro, PT Tirta Amarta. Kartu kredit ini bertujuan untuk memudahkan
transaksi keuangan para agen dan distributor.
“Penggunaan kartu kredit dalam proses penjualan barang dari produsen
kepada jaringan distribusi merupakan solusi terbaik yang dapat
dikembangkan. Karena langkah ini dapat meningkatkan keamanan,
kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi dan pengelolaan piutang
dagang bagi produsen,” jelas Tardi, EVP Coordinator Consumer Finance
Bank Mandiri, dalam siaran persnya kepada Swa Online, Kamis (22/8).
Penggunaan Mandiri D-Card dapat mengalihkan proses piutang ke
bank, sehingga mengurangi processing cost. Kartu ini juga menghilangkan
fungsi penagihan dari bagian penjualan karena tenaga penjual tidak lagi
menagih langsung pembayaran dari agen atau toko saat barang dikirim.
Sistem dan prosedur diatas merefleksikan penilaian, apakah pelayanan
cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang
cepat, walaupun bagi bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi.
Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima
diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.
7. Productivity and Quality.
Bank Mandiri sebagai sebuah bank transaksional, dimana para nasabahnya
dapat memanfaatkan tabungannya di Bank Mandiri untuk untuk
memenuhi beragam kebutuhan transaksi mereka seperti: membayar
berbagai tagihan (telepon, kartu kredit, membeli pulsa dsb), transfer dana
22 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
antar rekening, berbelanja dengan menggunakan kartu kredit, dan masih
banyak lagi keunggulan-keunggulan layanan yang diberikan oleh Bank
Mandiri. Kualitas layanan yang diberikan Bank Mandiri dibuktikan
dengan beragam produk yang mengandalkan fitur transaksi ATM, Mobile
Banking, e-Banking, D-Card, GazCard, e-Toll, e-Money, dsb. Hingga Juni
2013, Bank Mandiri telah menerbitkan lebih dari tiga juta kartu kredit
dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 13 juta senilai lebih dari
Rp10 triliun.
8. Physical Evidence.
Diperlukan kepastian adanya fasilitas ATM yang memadai, fasilitas
tempat parkir yang baik, keamanan kendaraan dan tersedianya berbagai
loket pembayaran yang khusus seperti pembayaran untuk rekening listrik
dan sebagainya.
Perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata
kualitas produk dan layanan Bank Mandiri terus ditingkatkan guna
memenuhi kebutuhan nasabahnya. Sampai saat ini Bank Mandiri
mempunyai 1.296 kantor cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan
daerah layanan di luar negeri antara lain di: Kepulauan Cayman, Cina,
Hongkong, Singapura, Timor Leste. Selain itu, Bank Mandiri mempunyai
sekitar 11.454 ATM dengan volume transaksi 314 triliun pada akhir Juni
2012.
Selain itu, pendukung fisik yang digunakan Bank Mandiri dalam
melayani nasabah juga memenuhi standar. Dilihat dari bangunan kantor
yang memadai dan sarana prasarana yang mendukung. Otomatis
memberikan persepsi positif terhadap Bank Mandiri. Akan semakin
memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi nasabah di seluruh
Indonesia.

Selain melakukan pengembangan dari evolusi bauran pemasaran atau marketing mix
4P menjadi integrated service management 8P, strategi pemasaran Bank Mandiri juga dapat
dianalisa dari penerapan strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting,
Positioning) yaitu:
1. Segmenting (Segmentasi Pasar)
23 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan
penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektor usaha,
nasabah Bank Mandiri bergerak dibidang usaha yang sangat beragam.
Adapun segmentasi pasar dibagi dalam beberapa lini bisnis yaitu :
a. Institutional Banking
Adalah sektor bisnis baru yang dapat dikembangkan dan memiliki
prospek tumbuh sekaligus berperan sebagai institusi perbankan yang
komprehensif.
b. Corporate Banking
Bank Mandiri menawarkan solusi transaksi keuangan yang efektif
dengan membangun hubungan dengan tujuan melayani institusi
koorporasi. Sebagai contoh Bank Mandiri, dalam rangka memperkuat
bisnis transaksionalnya, berusaha ikut mendorong peningkatan transaksi
di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
c. Commercial & Business Banking
Pada segmen komersial dan bisnis, Bank Mandiri bekerja keras untuk
mendapatkan respon positif dari investor demi peningkatan harga saham
Bank Mandiri. Pada segmen bisnis dan komersial diharapkan dapat
memberikan peluang-peluang pemasaran yang baru untuk
menumbuhkan pangsa pasar dominan yang telah difokuskan. Contohnya
melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor
perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para
pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secara
online.
d. Micro & Retail Banking
Bank Mandiri memiliki aspirasi untuk memenangkan segmen
pembiayaan ritail, terutama untuk memenangkan persaingan kredit
perumahan dan melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
e. Consumer Finance
Personal loan dan kartu kredit menjadi salah satu andalan Bank
Mandiri pada bidang pembiyaan.
2. Targeting (Target Market)
24 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
Bank Mandiri fokus dalam strategi pemasaran untuk memenangkan
persaingan pasar segmen premium yang dinilai lebih menguntungkan. Guna
menjangkau para nasabah premium tersebut, Bank Mandiri membuka 42
Outlet Mandiri Prioritas dan 50 Priority Lounge yang tersebar di seluruh
Indonesia. Bahkan, Mandiri Prioritas akan membuka 8 Outlet baru di pulau
Sumatera, Jawa, Kalimantan & Irian jaya hingga akhir 2010. Outlet-outlet ini
untuk menunjang para nasabah Private Banking Mandiri Prioritas dalam
menjalankan bisnisnya.
Pada kenyataannya, segmen pasar premium terus meningkat di Bank
Mandiri. Data yang mendukung adalah jumlah nasabah Mandiri Prioritas
lebih dari 50.000 nasabah pada 2010. Lonjakan nasabah premium tersebut
berdampak pula pada kenaikan dana kelolaan (Fund Under Management)
yang tumbuh signifikan dari Rp. 68,9 triliun menjadi Rp. 82,6 triliun pada
2010.
Nasabah yang termasuk dalam kategori nasabah premium adalah
nasabah yang terdaftar sebagai nasabah Mandiri Prioritas. Mereka wajib
menempatkan dana minimum Rp. 500.000.000,- dalam berbagai produk
Mandiri dengan manfaat mendapatkan layanan eksklusif dalam bentuk
pengelolaan, pengembangan dan perlindungan aset. Saat ini para nasabah
eksklusif tersebut mendapatkan layanan khusus berupa layanan Executive
Lounge di bandara, Safe Deposit Box, Weekend Banking, program-program
apresiasi dan edukasi, juga ada Layanan Personal Banker sebagai Financial
Advisor. Personal Banker Mandiri Prioritas memiliki sertifikasi dan update
pengetahuan terkait pengelolaan investasi dan keuangan untuk menangani
perencanaan keuangan nasabah.
3. Positioning
Bank Mandiri berusaha menempatkan bisnis usahanya sebagai leader
dunia perbankkan nasional. Menempatkan produk-produknya pada derajat
tertinggi demi melayani kebutuhan nasabahnya serta mampu memahami
kebutuhan-kebutuhan baru yang berkembang dari nasabah yang harus segera
dipenuhi Bank Mandiri. Untuk mendukung usaha tersebut Bank Mandiri
memiliki suatu konsep strategi yakni social connect! Yaitu membangun
konsep hubungan secara horizontal dengan nasabah. Menjalin interaksi sosial
25 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
yang baik merupakan salah satu modal besar yang dilakukan Bank Mandiri
untuk bertahan di industri ini.
PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upayanya menjaga tingkat kepercayaan
masyarakat menerapkan strategi pemasaran dengan metode pendekatan horizontal kepada
nasabah.
Hermawan Kertajaya (2010; 27) menyebutkan bahwa dunia pemasaran tengah
memasuki sebuah orde baru, babak baru, peradaban baru, yang mengacu pada pemahaman
marketing yang bersifat “New Wave,” bersandar pada praktik pemasaran yang serba ter-
connect secara horizontal. Artinya adalah, seorang pemasar harus mampu meletakkan
nasabah bukan sebagai objek melainkan subjek pemasaran. Bank Mandiri harus mampu
melibatkan nasabah secara proporsional dalam kegiatan yang dilakukan Bank Mandiri. Untuk
membangun hubungan horizontal tersebut, dibutuhkan tiga strategi yaitu:
A. Communitization atau komunitisasi merupakan langkah mengelompokkan
nasabah pada satu komunitas yang memiliki kesamaan tujuan. Bank Mandiri
sudah seharusnya meletakkan komunitas nasabah tersebut sebagai sentral.
Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi nasabah untuk berpartisipasi
secara langsung kepada Bank Mandiri. Bisa dalam bentuk pemberian kritik dan
saran bahkan kebijakan. Dengan begitu, Bank Mandiri akan memprioritaskan
nasabah terkait kebijakan yang diambil. Komunitisasi ini berbeda dengan
segmentasi. Jika di dalam segmentasi, harus ada segmen-segmen pasar yang
dibentuk sepihak oleh perusahaan berdasarkan gaya hidup, pendapatan, dan
wilayah. Namun, di dalam komunitisasi, hanya ada satu komunitas. Terbentuk
dari latar belakang, kebutuhan, bahkan wilayah yang berbeda, tetapi mereka
memiliki kesamaan tujuan. Sehingga aspek hubungan horizontal atau kesejajaran
akan terbentuk. Yakni antara Bank Mandiri dengan semua nasabah di seruluh
Indonesia.
B. Confirmation atau konfirmasi. Bank Mandiri harus mendapatkan ijin terlebih
dahulu untuk masuk dalam komunitas tersebut. Seperti pada jejaring sosial, harus
ada kata confirm apabila kita ingin tergabung dalam suatu komunitas. Di sini
akan timbul nilai humanis dari Bank Mandiri kepada nasabah. Bank Mandiri
harus terlebih dahulu memberikan citra positif agar diterima di dalam komunitas
26 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
tersebut. Tujuan melakukan konfirmasi agar Bank Mandiri dan nasabah bisa
saling menerima sehingga dapat tergabung dalam satu komunitas.
C. Clarification atau klarifikasi. Setelah terbentuk komunitas, selanjutnya adalah
melakukan klarifikasi. Menjelaskan visi misi keberadaan Bank Mandiri ditengah
komunitas yang terbentuk. Menyelaraskan persepsi antara nasabah dengan Bank
Mandiri.
Apabila ketiga strategi di atas berhasil diterapkan, Bank Mandiri akan secara mudah
bekerjasama dengan nasabah. Dalam jangka panjang, Bank Mandiri akan semakin
memperoleh kredibilitas di lingkungan masyarakat.
















27 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
KESIMPULAN
1. Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang searah dengan
perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran Untuk dapat
bersaing dalam industri perbankan nasional, PT Bank Mandiri telah menerapkan
evolusi perkembangan bauran pemasaran (marketing mix) 4P menjadi integrated
service management 8P seperti yang dikemukakan Lovelock dan Wright (2002:13-15),
yaitu sebagai berikut :
1) Product elemenst.
2) Price and other user outlays.
3) Promotion and education.
4) Place, cyberspace and time.
5) People.
6) Process.
7) Productivity and Quality.
8) Physical Evidence.
2. Selain melakukan pengembangan dari evolusi bauran pemasaran atau marketing mix
4P menjadi integrated service management 8P, Bank Mandiri juga menerapan strategi
pemasaran modern yaitu STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
3. PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upayanya menjaga tingkat kepercayaan
masyarakat menerapkan strategi pemasaran dengan metode pendekatan horizontal
kepada nasabah. Artinya adalah, seorang pemasar harus mampu meletakkan nasabah
bukan sebagai objek melainkan subjek pemasaran. Bank Mandiri harus mampu
melibatkan nasabah secara proporsional dalam kegiatan yang dilakukan Bank
Mandiri. Untuk membangun hubungan horizontal tersebut, dibutuhkan tiga strategi
yaitu:
a. Communitization
b. Confirmation
c. Clarification


28 | TUGAS SEMINAR MANAJEMEN
” S t r a t e g i P e m a s a r a n B a n k M a n d i r i ”
DAFTAR PUSTAKA
1. Dendawijaya, Lukman (2005). Manajemen Perbankan. Bogor: Ghalia
Indonesia.
2. Firmanto, D. 2013. Tiga Strategi Pemasaran Bank Mandiri.
http://guyubmitra.wordpress.com/2013/01/31/tiga-strategi-pemasaran-bank-
mandiri/. (Diakses tanggal 31 Januari 2013)
3. Hasibuan, Malayu ( 2005). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.
4. Kasmir (2005). Pemasaran Bank. Jakarta: Prenada Media.
5. Kartajaya, Hermawan (2003). Marketing In Venus. Jakarta: Gramedia.
6. Love lock, Christopher. Lauren Wright (2002). Principles Of Service
Management. Prentice Hall.
7. Philip, Kotler (2009). Manajemen Pemasaran Edisi Millenium Jilid 2. Jakarta:
PT Prenhallindo.
8. Purwanto, Danang. Trik Pemasaran Bank Mandiri.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/19/09083370/Taksi.Porsche.Itu
.Hanya.Trik.Pemasaran.Bank.Mandiri. (Diakses tanggal 19 Juli 2012)
9. Pratiwi, R. 2013. Strategi Bank Mandiri Gaet Nasabah Ritel Lebih Banyak.
http://swa.co.id/corporate/mandiri-banking-lounge-strategi-bank-mandiri-gaet-
nasabah-ritel-lebih-banyak (Diakses tanggal 8 Seotember 2013)
10. Undang-undang Republik Indonesia No 7 tahun 1992 tentang Perbankan yang
telah diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998
11. www.macroeconomicdashboard.com. Perkembangan Moneter 2013.
http://macroeconomicdashboard.com/indek.php/id/moneter/104-perkembangan-
moneter-2013-i. (Diakses tanggal 10 Maret 2013)
12. www.bankmandiri.co.id