Daya Tarik Iklan

Daya Tarik Iklan (advertising appela) mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk menarik
perhatian konsumen dan/atau memengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk barang dan
jasa. Daya tarik juga dapat dipahami sebagai sesuatu yang menggerakan orang berbicara mengenai
keinginan atau kebutuhan mereka, dan membangkitkan ketertarikannya.
Terdapat berbagai daya tarik yang dapat digunakan sebagai dasar mempersiapkan iklan, yaitu
A. Daya Tarik Informatif/ Rasional
Daya tarik ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis,
fungsional, dan kegunaan suatu produk. Daya tarik ini juga menekankan pada atribut yang
dimiliki suatu produk sehingga menjadi alasan konsumen menggunakan merek produk tertentu.
Daya tarik isi iklan cenderung informatif dan dilengkapi dengan menekankan pada fakta,
pembelajaran, dan logika yang disampaikan suatu iklan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan
konsumen bahwa produk mereka memiliki atribut tertentu dan memberikan manfaat tertentu
yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen.

Dalam membuat sebuah iklan yang menarik dari segi atributnya, tentu pengiklan tidak dapat
sembarangan menyampaikan sebuah informasi. Sebuah atribut yang informatif perlu
menggunakan motif rasional dan logis. Motif-motif tersebut dapat mengarah pada bidang
ekonomi, kesehatan, relaksasi, kenyamanan, manfaat sensorik sentuhan, rasa, dan aroma. Selain
motif tersebut, sebuah atribut informatif juga harus dibuat efisien, efektif, dan dapat dipercaya
oleh konsumen.
Menurut Belch (2001), daya tarik iklan rasional adalah yang menekankan pada aspek, sebagai
berikut
1. Atribut (feature appeal)
Atribut menekankan pada kualitas tertentu yang dimiliki sebuah produk. Atribut yang
digunakan mengandung banyak informasi yang dapat menimbulkan sikap positif konsumen
dan menjadi dasar keputusan pembelian oleh konsumen. Daya tarik ini banyak digunakan
untuk produk dengan keterlibatan tinggi konsumen. Sehingga dengan menampilkan
informasi yang banyak, konsumen dapat mempertimbangkan lebih matang produk yang
akan dibeli.
2. Keunggulan Kompetitif (competitive advantage)
Aspek ini digunakan untuk membandingkan secara langsung maupun tidak antara produk
pengiklan dengan produk pesaingnya, untuk mengklaim keunggulan produk melalui satu
atau lebih atribut.
3. Harga yang menguntungkan (favorable price appeal)
Aspek ini menggunakan harga sebagai faktor dominan dalam pesan iklan. Daya tarik ini
banyak digunakan oleh perusahaan pengecer, seperti dalam bentuk pengumuman promosi
penjualan, penawaran khusus, atau penawaran harga murah setiap hari.
4. Berita (news appeal)
Aspek berita adalah iklan yang menggunakan berita atau pengumuman di media massa
mengenai produknya untuk menarik perhatian konsumen. Umumnya daya tarik ini
digunakan oleh merek dengan produk baru atau menginformasikan konsumen mengenai
modifikasi dan perbaikan yang dilakukan suatu produk.
Hal ini bermanfaat saat perusahaan memiliki berita atau informasi penting yang ingin
disampaikan ke target konsumen. Misalnya, pemasang iklan menggunakan hasil penelitian
yang dilakukan lembaga obat atau makanan atau lainnya, mengenai manfaat positif zat
tertentu dalam menunjang kesehatan jika produknya juga memiliki kandungan zat yang
sama.
5. Popularitas (popularity appeal)
Aspek ini menekankan pada ketenaran suatu barang atau jasa dengan menampilkan
sejumlah tokoh atau ahli yang menggunakan atau merekomendasikan target pasar untuk
beralih menggunakan produknya. Tujuan penggunaan aspek ini untuk menunjukkan
pemakaian produk secara luas sekaligus membuktikan kualitas produk yang baik, serta
menganjurkan konsumen lain menggunakan produk tersebut dan mempertimbangkan
untuk membelinya.

B. Daya Tarik Emosional
Tidak sedikit motif pembelian konsumen bersifat emosional. Terkadang konsumen
menggunakan perasaan mereka dalam memilih suatu merek sehingga menjadi lebih penting
daripada pengetahuan yang mereka peroleh mengenai merek tersebut. Melihat hal ini, maka
kebutuhan dan perasaan konsumen dapat digunakan sebagai dasar daya tarik iklan untuk dapat
memengaruhi konsumen pada level emosional.

Daya tarik emosional merupakan daya tarik yang terkait atau berhubungan dengan kebutuhan
sosial dan psikologi konsumen dalam pembelian suatu produk. Daya tarik ini ditentukan
berdasarkan kondisi psikologi atau perasaan yang ditunjukkan baik kepada konsumen itu sendiri
berupa minat dan ketertarikan, serta hal-hal yang berorientasi sosial seperti status dan
pengakuan.

Contoh Kasus
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam membangun daya tarik konsumen terhadap
sebuah iklan, pengiklan dapat menggunakan atribut-atribut informasi yang menunjukkan
keunggulan kompetitif suatu merek terhadap merek pesaingnya. Salah satunya dalam kompetisi
merek minyak goreng di Indonesia.
Terdapat banyak merek minyak goreng yang terkenal di pasar konsumen Indonesia. Untuk dapat
bertahan dan memperoleh jumlah pasar sebanyak-banyaknya—secara langsung maupun tidak—
merek-merek minyak goreng ini menonjolkan keunggulannya melaui atribut yang digunakan dalam
iklan dan kemasannya. Merek minyak goreng tersebut antara lain Tropical, Bimoli, Sania, dan Rose
Brand.
Minyak goreng Tropical menonjolkan atribut “2X Penyaringan” dimana mampu membuat Tropical
menggerus pangsa pasar pemain minyak goreng yang telah lebih dulu ada. Dengan atribut ini,
Tropical ingin menciptakan persepsi bahwa minyak gorengnya sehat bagi jantung. Hal ini diperkuat
dengan menggandeng Yayasan Jantung Indonesia sebagai Third Party Organization (TPO). Kerjasama
ini ditampilkan oleh Tropical melalui penggunaan atribut logo Yayasan Jantung Indonesia pada
iklannya dan diperkuat melalui slogan “Sayangi Jantung Anda.”
Setelah melihat keberhasilan penggunaan atribut yang digunakan Tropical, minyak goreng Bimoli
beralih dengan menonjolkan atribut “Pemurnian Multi Proses” yang berarti minyak gorengnya telah
melalui banyak proses pemurnian. Penggunaan kata ‘multi’ pada atributnya adalah untuk
mengungguli Tropical yang hanya melalui dua kali penyaringan.
Sama halnya Bimoli, minyak goreng Sania melihat keberhasilan Tropical dengan juga mengklaim
minyak gorengnya telah melalui dua kali penyaringan. Namun hal ini belum cukup unggul karena
Tropical sudah menggunakannya lebih dulu. Sehingga Sania menggunakan atribut baru yaitu “Tanpa
Bahan Pengawet.” Sania ingin menonjolkan bahwa mereknya sebagai satu-satunya minyak goreng
yang tidak berbahan pengawet. Selain itu Sania juga menggunakan atribut logo Yayasan Kanker
Indonesia sebagai endoser.
Merek berikutnya adalah minyak goreng Rose Brand. Merek ini masuk ke kategori minyak goreng
dengan mengambil diferensiasi pesaing-pesaingnya. Rose Brand mengklaim bahwa produknya tanpa
bahan pengawet, melalui 2X penyaringan, mengandung Omega 9, betakaroten, dan Vitamin E. Hal
ini menunjukkan bahwa Rose Brand ingin menjadi minyak goreng yang lengkap dengan atributnya.