You are on page 1of 11

Tugas Survey Tanah dan Evaluasi lahan Minggu 1

Disusun oleh :
1. Elvrado Wega Senturi 125040201111016
2. Jamil Eko Cahya 125040201111026
3. Zahra Fitria 125040201111034
4. Rini Agustin 125040201111045
5. Mochammmad Habibi M 125040201111108





PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

SOAL A.
Soal no 1-20: Pilih jawaban yang paling benar.

1. Yang termasuk dalam kelompok “Faktor Pembentuk Tanah” adalah :
a. Topografi, Iklim, Bahan Induk dan Waktu
b. Bahan Organik, Bahan Induk, Organisme, dan Waktu
c. Topografi, Iklim, Bahan Mineral dan Bahan Induk
d. Organisme, Iklim, Bahan Organik dan Waktu
e. Semua salah

2. Tiga dari empat komponen tanah adalah :
a. Bahan Mineral, Udara dan Air
b. Pasir, Debu dan Liat
c. Pori Tanah, Bahan Padatan dan Matriks
d. Bahan Organik, Air Tanah dan Organisme Tanah
e. Semua salah

3. Irisan / penampang tegak tanah yang menampakan semua horizon sampai ke bahan induk
disebut
a. Solum
b. Profil
c. Pedon
d. Polipedon
e. Semua Salah

4. Horizon di bawah horizon A yang umumnya berwarna putih pucat, disebut juga horizon,
a. Iluviasi
b. Eluviasi
c. Erosi
d. Abrasi
e. Semua salah

5. Horison A adalah horizon,
a. Akumulasi bahan organik
b. Paling atas di dalam profil tanah
c. Lapisan pengolahan /.lapisan bajak
d. Paling tebal
e. Semua salah

6. Pengertian kualitatif tekstur tanah adalah terkait dengan :
a. Sifat yang terkait dengan kemudahan untuk diolah (dicangkul)
b. Perbandingan antara jumlah (massa) partikel penyusun tanah
c. Tersusunnya partikel-partikel tanah menjadi partikel sekunder (agregat)
d. Perbandingan antara sifat-sifat pasir dan liat
e. Tidak ada jawaban yang betul

7. Menurut definisi yang dibuat oleh USDA, partikel debu memiliki ukuran antara :
a. 2 mm - 0.05 mm
b. 2 mm - 5 mm
c. 0.05 mm - 0.002 mm
d. 0.02 mm - 0.002 mm
e. Semua salah

8. Liat merupakan fraksi tanah yang berukuran :
a. >0.1 mikron d. >2.0 mm
b. <0.002 mm e. 2.0-5.0 mm
c. antara > 2.0 mm – 2 mm

9. Suatu warna tanah ditentukan oleh Hue, Value dan Chroma; Hue menunjukkan,
a. Spektrum warna yang dominan
b. Kecerahan –kegelapan; hitam-putih
c. Kemurnian atau intensia warna
d. Warna dasar tanah
e. Semua salah

10. Warna tanah yang ditentukan dengan “ Munsell color chart” 10 YR 5/4 artinya
a. Hue 10 YR, value 4 dan chroma 5 d. Chroma 10 YR, hue 5 dan value 4.
b. Value 10 YR, chroma 4 dan hue 5 e. Hue 10 YR, Value 5 dan chroma 4.
c. Hue 10 YR, value 5, chroma 4,

11. Tanah yang tingkat kemasamannya tinggi (pH rendah) adalah :
a. Aridisols,Salin, Vertisols
b. Ultisols, Spodosols, Oxisols
c. Gambut, Pasang Surut, Sulfat Masam
d. Jawaban b) dan c)
e. Semua Salah

12. Tanah yang tingkat kebasaanya tinggi (pH tinggi) adalah :
a. Aridisols,Salin, Vertisols
b. Ultisols, Spodosols, Oxisols
c. Gambut, Pasang Surut, Sulfat Masam
d. Inceptisol, Entisol
e. Semua salah

13. Horison argilik merupakan penciri utama jenis tanah ?
a. Alfisol
b. Inceptisol
c. Vertisol
d. Molisol
e. Andisol

14. Kandungan bahan organik yang tinggi pada lapisan tanah bagian atas merupakan penciri
utama jenis tanah?
a. Alfisol
b. Ultisol
c. Inceptisol
d. Entisol
e. Molisol

15. Tanah kritis dilapangan dicirikan oleh ?
a. Solum yang dangkal
b. Lereng yang terjal
c. Iklim yang kering
d. Tekstur yang kasar
e. Kandungan batuan permukaan

16. Tanah yang kandungan bahan organik lebih dari 30 persen dan tebalnya lebih dari 30 cm
adalah
a. Tanah mineral
b. Tanah reduksi
c. Tanah organik/gambut
d. Tanah masam
e. Tanah belum berkembang

17. Karakteristik morphologi tanah adalah sebagai berikut, KECUALI :
a. Warna tanah d. Struktur tanah
b. Carbon tanah e. Pori tanah
c. Tekstur tanah

18. Tanah yang mempunyai liat tinggi pada horizon B (Argilik) ,Kejenuhan Basa lebih 35%
dan susunan profil tipikal O-A-E-Bt-C , yang termasuk tanah subur, adalah :
a. Alfisol
b. Vertisol
c. Inceptisol
d. Andisol
e. Semua jawaban benar

19. Lapisan A dan B yang merupakan “ daging tanah” yang penting sebagai media tumbuh
tanaman adalah :
a. Regolith
b. Bahan Induk
c. Batuan Induk / Bed rock
d. Solum
e. Semua salah

20. Lapisan permukaan tanah, semua lapisan diatas batuan induk, disebut :
a. Regolith
b. Bahan Induk
c. Lapisan iluviasi
d. Solum
e. Semua salah


Soal No 21-25 isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling benar









21. Horizon :
a. O b. B c. C d. E e. R
22. Horizon :
a. A b. B c. C d. E e. R
23. Horizon :
a. A b. B c. O d. E e. R
24. Horizon :
a. A b. B c. C d. E e. R
25. Horizon :
a. A b. B c. C d. E e. O
26. Horizon :
a. A b. B c. O d. E e. R
27. Struktur ….
a. Granuler b. Gumpal c. Remah d. Prismatik e. Bukan strktur tanah
91.......
.
92.......
.
93.......
.
94.......
95.......
.
96.......
.
Nama horizon (Soal Untuk No 91-96)
28. Struktur ….
a. Granuler b. Gumpal c. Remah d. Prismatik e. Bukan struktur tanah



29. Bila hasil analisa tekstur diketahui : pasir 15%, debu 43%, dan liat 42%, maka teksturnya
adalah :
a. Lempung liat berdebu d. Lempung berdebu
b. Liat berdebu e. Lempung berpasir
c. Lempung berliat
30. Jika tekstur tanah diketahui lempung liat berpasir maka prosentase partikelnya adalah
a. Pasir 65%, debu 18%, liat 22% d. Pasir 45%, debu 32%, liat 23%
b. Pasir 35%, debu 32%, liat 33% e. Pasir 45%, debu 10%, liat 45%
c. Pasir 65%, debu 5%, liat 30%
SOAL B:
1. Faktor pembentuk tanah ada 5, yaitu: 1. Bahan induk, 2. Topografi, 3. Iklim, 4.
Organisme, dan 5. Waktu.
Jelaskan pengaruh masing-masing factor tersebut terhadap tanah yang terbentuk.
2. Ada beberapa istilah yang dapat Saudara jumpai dalam penampang tanah:
a. Horizon
b. Regolith
c. Solum
d. Kedalaman efektif
e. Lapisan tanah atas (top soil)
f. Lapisan tanah bawah (sub soil)
g. Horizon argilik
h. Slikkenside
i. Epipedon
j. Endopedon (horizon penciri)
3. Ada beberapa istilah kondisi lahan:
a. Kemiringan lereng
b. Relief makro
c. Relief mikro
d. Fisografi
e. Bentuklahan (Landform)

Jawaban :
 Faktor pembentuk tanah ada 5, yaitu: 1. Bahan induk, 2. Topografi, 3. Iklim, 4.
Organisme, dan 5. Waktu.
A. Bahan Induk : Mineral-mineral batuan mempunyai keragaman dalam ketahanannya
terhadap pelapukan, sehingga mineralogi bahan induk akan sangat berpengaruh atas
laju perkembangan tanah, selain itu mineralogi dari bahan induk akan mempengaruhi
tipe produk pelapukan dan komposisi mineral dari tanah. Komposisi elemen dari
bahan induk akan berpengaruh terhadap kesuburan kimia tanah. Tidak hanya kimia
dan komposisi mineral bahan induk yang mempengaruhi perkembangan tanah, sifat
fisika juga penting. Konsolidasi dan ukuran partikel bahan induk juga berpengaruh
atas permeabilitas air yang akan mempengaruhi perkembangan tanah
B. Topografi : Topografi alam dapat mempercepat atau memperlambat kegiatan iklim.
Pada tanah datar kecepatan pengaliran air lebih kecil daripada tanah yang berombak.
Topografi miring mempergiat berbagai proses erosi air, sehingga membatasi
kedalaman solum tanah, sebaliknya genangan air di dataran, dalam waktu lama atau
sepanjang tahun, pengaruh iklim nibsi tidak begitu nampak dalam perkembangan
tanah.
C. Iklim : Faktor yang sangat berpengaruh atas pembentukan tanah. Beberapa pengaruh
iklim atas tanah dapat dicontohkan sebagai berikut :

a. Suhu dan kelembaban menyebabkan perbedaan dalam pelapukan (weathering) dan
pelindian (leaching).
b. Angin mendistribusikan pasir dan partikel lainnya terutama di daerah iklim arid.
Jumlah, intensitas, waktu dan macam dari presipitasi mempengaruhi pembentukan
tanah.
c. Perubahan suhu musiman dan harian mempengaruhi kelembeban, aktifitas biologi,
laju reaksi kimia dan tipe vegetasi.
Iklim berpengaruh langsung terhadap pembentukan tanah melalui suhu dan curah hujan, dan
secara tidak langsung melalui pengaruhnya atas vegetasi (organisme) dan berinterkasi dengan
bentuk lahan (relief) dalam mempengaruhi hubungan air dan tanah.
 Pengaruh langsung suhu dan curah hujan
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam semua proses pelapukan kimia dan
fisika. Input curah hujan ke dalam tanah mempunyai pengaruh yang besar atas perkembangan
tanah melalui pelapukan dan pelindian dari produk pelapukan. Laju pelapukan juga secara
kuat bergantung kepada suhu. Setiap kenaikan 10oC, laju reaksi kimia dalam pelapukan akan
meningkat 2 atau 3 kali.
 Pengaruh tidak langsung
Biasanya dijumpai hubungan yang kuat antara iklim dan kandungan humus tanah, oleh
karena pengaruh dari iklim atas produksi biomas dan laju dekomposisi seresah tanaman dan
bahan organik tanah lainnya. Curah hujan akan mempengaruhi produktifitas vegetasi. Suhu
berpengaruh atas laju dekomposisi bahan organik, sehingga sehingga kandungan humus yang
tinggi biasanya ditemukan pada daerah iklim lembab dan sejuk.
Iklim panas, baik kering maupun lembab cenderung menyebabkan kandungan humus yang
rendah
D. Organisme : Pengaruh organisme dalam proses pembentukan tanah tidaklah kecil.
Akumulasi bahan organik, siklus unsur hara, dan pembentukan stuktur tanah yang
stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah. Di samping itu unsur
nitrogen dapat diikat ke dalam tanah dari udara oleh mikroorganisme, baik yang hidup
sendiri di dalam tanah maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Demikian juga
vegetasi yang tumbuh di tanah tersebut dapat merupakan penghalang untuk terjadinya
erosi, sehingga mengurangi jumlah tanah permukaan yang hilang.
E. Waktu : Periode waktu pembentukan akan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah
yang terbentuk di suatu kawasan, karena waktu memberikan kesempatan kepada ke
empat faktor pembentukan tanah lainnya untuk memengaruhi proses-proses
pembentukan tanah, makin lama makin intensif. Mohr dan van Baren membedakan 5
fase pembentukan tanah, yaitu:
a. Fase awal, dengan indicator bahan induk yang masih belum mengalami proses
pelapukan, baik disintegrasi maupun dekomposisi
b. Fase juvenile, dengan indicator bahan induk yang telah mulai mengalami proses
pelapukan, tetapi sebagian besar masih asli
c. Fase viril, diindikasikan oleh optimumnya laju proses pelapukan, kebanyakan
bebatuan telah mulai pecah, mineral-mineral sekunder telah terbentuk sehingga kadar
liat meningkat
d. Fase senile, diindikasikan oleh proses pelapukan yang telah lanjut, yaitu laju
kecepatan proses yang mulai menurun, dan mineral-mineral tahan lapuk masih
bertahan

e. Fase akhir, ditandai oleh berakhirnya proses pelapukan.

 Ada beberapa istilah yang dapat Saudara jumpai dalam penampang tanah:
a. Horizon : lapisan-lapisan yang kurang lebih seragam di dalam profil, batas antar horizon
yang bertetangga sejajar atau hampis sejajar dengan permukaan tanah. Pengenalan awal
horizon dapat dilakukan secara visual dengan membedakan perubahan yang terjadi dari
horizon satu dengan yang lain.
b. Regolith : Regolith merupakan bahan utama dalam pembentukan tanah, dan disebut
bahan induk. Bahan induk (regolith) tersebut juga mengalami pelapukan yang
merupakan proses pembentukan tanah. Yang terdiri dari horizon A,B dan C
c. Solum : batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Solum
terdiri dari horizon A dan B
d. Kedalaman efektif : Kedalaman efektif adalah kedalaman tanah yang masih dapat
ditembus akar tanaman. Pengamatan kedalaman efektif dilakukan dengan mengamati
penyebaran akar tanaman. Banyaknya perakaran, baik akar halus maupun akar kasar,
serta dalamnya akar-akar tersebut dapat menembus tanah perlu diamati dengan baik.
e. Lapisan tanah atas (top soil) : lapisan tanah paling atas (pucuk atau humus) Adalah
bagian atas tanah (humus) dengan ketebalan 1-1.5 m dari permukaan yang mengandung
unsur-unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetasi.
f. Lapisan tanah bawah (sub soil) : lapisan tanah antara top soil dan overburden (lapisan
tanah inti). sub soil adalah tanah bagian bawah dari lapisan top soil yang mengalami
cukup pelapukan, mengandung lebih sedikit bahan organic
g. Horizon argilik : suatu lapisan horizon yang dicirikan oleh akumulasi iluvial dari liat
silikat lapisan lattice
h. Slikkenside : Slickensides atau cermin sesar adalah gejala yang tampak pada permukaan
bidang-bidang yang tergeser. Dapat terbentuk pada bidang sesar atau bidang-bidang
kekar yang menyertainya. Struktur tersebut merupakan bidang-bidang halus, dan
goresan-goresan (striations) yang seolah-olah dipoles. Seringkali disertai dengan jenjang-
jenjang (steps), yang merupakan kekar yang terbentuk akibat gerak relatif dari bidang itu.
i. Epipedon : horizon penciri atas
j. Endopedon (horizon penciri) : horizon penciri bawah
 Ada beberapa istilah kondisi lahan:
a. Kemiringan lereng
Kemiringan Lereng merupakan bentuk dari variasi perubahan permukaan bumi secara global,
regional atau dikhususkan dalam bentuk suatu wilayah tertentu variabel yang digunakan
dalam pengidentifikasian kemiringan lereng adalah sudut kemiringan lereng, titik ketinggian
di atas muka laut dan bentang alam berupa bentukan akibat gaya satuan geomorfologi yang
bekerja.
b. Relief makro
Relief Makro, adalah perbedaan ketinggian dari permukaan lahan pada sekala yang luas.
Relief makro meliputi tiga bentuk permukaan bumi, yaitu Perisai benua, dataran stabil, dan
jalur pegunungan.
c. Relief mikro
Relief mikro adalah bentuk-bentuk permukaan bumi yang terdapat pada daerah yang tak luas
dan terdapat pada relief Makro.
d. Fisografi
Fisiografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang genesis dan evolusi landform. Fisiologi
juga diartikan sebagai bentukan alam di permukaan bumi, baik daratan maupun di bawah
permukaan air, yang dibedakan berdasarkan proses-proses pembentukannya.
e. Bentuklahan (Landform)
Bentuk lahan (Landform) adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki bentuk
topografis khas, akibat pengaruh kuat dari proses alam dan struktur geologis pada material
batuan dalam ruang dan waktu kronologis tertentu.