You are on page 1of 3

POLI KB/KIA

Tenaga kesehatan yang ada di poli KB/KIA adalah beberapa bidan dibantu
dengan mahasiswi dari berbagai universitas disekitar Malang yang berjaga secara
bergantian. Dengan adanya tenaga bantuan ini, dirasa sudah cukup untuk melayani
pasien di poli ini. Poli ini buka sesuai jam buka loket, yakni dari pukul 07.30 sampai
13.10 WIB. Untuk jumlah pasien rata-rata 5-10 orang yang terdiri dari wanita subur,
menopause, ibu hamil, dan pasien yang akan mengkonsultasikan penggunaan KB.
Rata-rata pasien yang datang berusia 15-40 th.

Untuk sarana dan prasarana sudah cukup lengkap. Sedangkan untuk suplai
obat semua berasal dari dinas kesehatan setempat. Untuk biaya, sesuai dengan
perda, untuk retribusi secara umum hanya Rp 5.000,00.

KB yang sering digunakan antara lain pil, IUD, dan Implan. KB (Keluarga
Berencana) adalah salah satu usaha mencapai kesejahteraan dengan jalan
memberikan nasehat perkawinan dan penjarangan kehamilan dengan pemberian
alat kontrasepsi.

 Tujuan KB :
o Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
o Menjarangkan kehamilan
o Membatasai jumlah anak

 Sasaran KB:
o Ibu yang menderita penyakit menahun
o Usia ibu yang menderita penyakit menahun
o Pasangan usia subur dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun
o Riwayat persalinan yang buruk
o Keguguran berulang kali\

 Manfaat KB Bagi Ibu :
o Perbaikan kesehatan
o Peningkatan kesehatan
o Waktu yang cukup untuk mengasuh anak
o Waktu yang cukup untuk istirahat
o Menikmati waktu luang
o Dapat melakukan kegiatan lain

 Manfaat KB Bagi anak :
o Dapat tumbuh dengan wajar dan sehat
o Memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup
o Perencanaan kesempatan pendidikan lebih baik

5 Cara Ber-KB dan Manfaatnya

PIL KB
Diminum 1 pil setiap hari
Mencegah kehamilan selama tetap diminum 1 pil setiap hari
Cara yang baik untuk menunda atau menjarakkan kehamilan
Pil harus diminum setiap hari dimulai pada hari pertama haid. Gejala yang mungkin
dirasakan : pusing-pusing, buah dada membesar dan nyeri bila disentuh, berat
badan bisa naik hingga 2 kg. Bila gejala menetap, periksakan pada dokter/perawat.
Karena pil KB ada bermacam-macam dan setiap jenis pil mempunyai reaksi yang
berbeda terhadap tubuh maka perlu ditanyakan pada dokter/perawat pil mana yang
sesuai untuk ibu.

SUNTIKAN KB
Disuntikan setiap 2-3 bulan
Mencegah kehamilan selama 2-3 bulan tergantung jenis suntikan
Baik untuk menunda atau menjarakkan kehamilan
Suntikan KB disuntikkan di lengan atau bokong oleh dokter/perawat. Gejala yang
mungkin timbul biasanya pusing-pusing, bercak perdarahan sedikit diluar masa haid
selama 2-8 hari, haid berkurang /tidak sama sekali. Bila gejala ini menetap,
segera periksakan pada dokter/perawat. Dan untuk mengetahui jenis suntikan
yang sesuai untuk ibu, tanyakan juga pada dokter/perawat.

SPIRAL/IUD
Dipasang oleh dokter/perawat, dalam sekali kunjungan
Mencegah kehamilan 3-10 tahun tergantung jenis spiral atau sampai saat
dikeluarkan oleh dokter/perawat
Praktis sebagai cara KB jangka panjang
Spiral itu sendiri adalah alat yang bentuknya kecil dan dipasang di dalam rahim.
Bentuknya bermacam-macam ada yang berbentuk T, angka 7 dan multiload, terbuat
dari plastik lapis tembaga. Gejala yang mungkin dirasakan biasanya mules-mules,
haid tidak teratur, perdarahan ringan dan perut bagian bawah terasa tegang. Gejala
ini sifatnya sementara, tapi bila menetap segera periksakan ke dokter/perawat.
Mengenai spiral mana yang sesuai untuk ibu, tanyakan juga pada dokter/perawat.

Di daerah sekitar pusesmas tersebut masih banyak kasus pernikahan dini.
Pernikahan dini sebagai sebuah pernikahan yang dilakukan oleh mereka yang
berusia di bawah usia yang dibolehkan untuk menikah dalam Undang-Undang
Perkawinan nomor 1 tahun 1974, yaitu minimal 16 tahun untuk perempuan dan 19
tahun untuk laki-laki. Berdasarkan Survei Data Kependudukan Indonesia (SDKI)
2007, di beberapa daerah didapatkan bahwa sepertiga dari jumlah pernikahan
terdata dilakukan oleh pasangan usia di bawah 16 tahun. Jumlah kasus pernikahan
dini di Indonesia mencapai 50 juta penduduk dengan rata-rata usia perkawinan 19,1
tahun. Di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Jawa Barat, angka kejadian
pernikahan dini berturut-turut 39,4%, 35,5%, 30,6%, dan 36%. Bahkan di sejumlah
pedesaan, pernikahan seringkali dilakukan segera setelah anak perempuan
mendapat haid pertama.2
Pernikahan Dini menurut Negara
Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam
Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa perkawinan
hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak
perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.
Kebijakan pemerintah dalam menetapkan batas minimal usia pernikahan ini
tentunya melalui proses dan berbagai pertimbangan. Hal ini dimaksudkan agar
kedua belah pihak benar-benar siap dan matang dari sisi fisik, psikis dan mental.
Dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini mempunyai dampak negatif
baik bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Menurut para sosiolog, ditinjau dari sisi
sosial, pernikahan dini dapat mengurangi harmonisasi keluarga. Hal ini disebabkan
oleh emosi yang masih labil, gejolak darah muda dan cara pikir yang belum matang.
Melihat pernikahan dini dari berbagai aspeknya memang mempunyai banyak
dampak negatif. Oleh karenanya, pemerintah hanya mentoleri pernikahan diatas
umur 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita.