You are on page 1of 6

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Menurut metodenya penelitian ini merupakan jenis penelitian
deskriptif. Penelitian deskriptif berarti penelitian yang bertujuan
menggambarkan (deskripsi) tentang keadaan tertentu secara obyektif
(Sugiyono, 2005 dalam Machfoedz 2006).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Waktu penelitian
Pembuatan karya tulis ilmiah dimulai bulan J uni 2007 sampai bulan
J uli 2007.
2. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri J imbaran 01 dan Laboratorium
Puskesmas J imbaran.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri
J imbaran 01 Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dari kelas I
sampai kelas VI yang berjumlah 160 siswa.

11
12
2. Sampel
Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan diambil dari keseluruhan
murid Sekolah Dasar Negeri J imbaran 01 Kecamatan Bandungan,
Kabupaten Semarang berdasarkan kelas I sampai dengan kelas VI
yaitu 160 siswa.

D. Definisi Operasional

1. Pediculus humanus capitis adalah kutu rambut yang termasuk dalam
ordo phthiraptera mempunyai bentuk/morfologi yang hampir sama
dengan Pediculus humanus corporis (kutu badan) hanya berbeda pada
ukuran dan tempat infeksinya.
Positif bila di dalam pemeriksaan ditemukan Pediculus humanus
capitis dewasa, telur, atau nimfa.
Negatif bila tidak ditemukan.
2. Perilaku menjaga kebersihan diri yaitu kebiasaan responden dalam
memelihara kebersihan rambut dengan enam indikator yaitu:
a. Banyaknya keramas dalam satu minggu.
b. Pengeringan rambut setelah keramas.
c. Penggunaan obat/racun kutu.
d. Penggunaan serit.
e. Banyaknya potong rambut dalam setahun.
f. Pernah tidaknya potong rambut pendek
13
Pengukuran dilakukan dengan kuesioner sebagai dasar untuk
membedakan dengan dua kategori:
Perilaku tidak sehat/tidak baik dalam menjaga kebersihan rambut
bila skor kuesioner =0 - 3
Perilaku sehat/baik dalam menjaga kebersihan rambut bila skor
kiesioner =4 - 6

E. Prosedur Pengambilan Data

Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dengan cara :
1. Data tentang perilaku menjaga kebersihan diri diperoleh dengan cara
melakukan wawancara dengan responden.
2. Data tentang keberadaan Pediculus humanus capitis diperoleh dengan
melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap siswa.

F. Pemeriksaan Laboratorium

1. Cara pengambilan sampel
a. Sampel (kutu rambut, nimfa, telur) diambil dengan cara disisir
dengan serit, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang kering
dan bersih lalu ditutup rapat.
b. Wadah yang berisi sampel diberi label nama, jenis kelamin, umur
dari penderita kemudian dibawa laboratorium untuk diperiksa.


14
2. Syarat Wadah
a. Wadah terbuat dari kaca atau plastik yang mempunyai tutup rapat
atau yang dapat ditutup dengan rapat.
b. Wadah bersih dan kering.
3. Alat dan Bahan
a. Alat
Wadah sampel, obyek glass, deck glass, mikroskop, pipet tetes.
b. Bahan
1) Formalin 10%
2) Entelant
4. Cara kerja
a. Ambil sampel (kutu kepala / nimfa / telur) masukkan dalam
larutan Formalin 10% untuk dimatikan.
b. Diambil sampel (kutu kepala / nimfa / telur) kemudian diletakkan
di atas obyek glass yang kering dan bersih.
c. Ditutup dengan deck glass kemudian direkatkan dengan entelant.
d. Periksa di bawah mikroskop dengan lensa obyektif 10 X
(Anonim, 2004).

G. Variabel Penelitian

Terdiri dari dua variabel, yaitu sebagai berikut :
1. Variabel bebas adalah perilaku menjaga kebersihan diri
2. Variabel terikat adalah keberadaan Pediculus humanus capitis
15
H. Pengolahan Data

Pengolahan data meliputi empat tahap yaitu
1. Editing
Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan
pengecekan semua data tentang infeksi Pediculus humanus capitis dan
tentang perilaku menjaga kebersihan.
2. Koding
Pemberian nilai pada setiap variabel yaitu infeksi Pediculus humanus
capitis positif atau negatif.
a. Negatif diberi kode 0
b. Positif diberi kode 1
3. Skoring
Pada tahap ini dilakukan pemberian skor untuk perilaku menjaga
kebersihan rambut yang terdiri dari enam indikator penilaian, yaitu:
a. Banyaknya Keramas dalam Seminggu
1) Kurang atau 2 kali seminggu diberi skor 0
2) Lebih dari 2 kali seminggu diberi skor 1
b. Mengeringkan Rambut Setelah Keramas
1) Tidak dikeringkan diberi skor 0
2) Dikeringkan diberi skor 1
c. Memakai Obat/Racun Kutu
1) Tidak memakai diberi skor 0
2) Dikeringkan diberi skor 1
16
d. Memakai Serit
1) Tidak mamakai diberi skor 0
2) Mamakai diberi skor 1
e. Potong Rambut dalam Setahun
1) Kurang dari 2 kali diberi skor 0
2) Lebih dari 2 kali diberi skor 1
f. Potong Pendek
1) Tidak dipotong pendek diberi skor 0
2) Dipotong pendek diberi skor 1
Berdasarkan keenam indikator tersebut kemudian skor dijumlah untuk
menentukan perilaku yang sehat/baik skor 4-6 dan perilaku yang tidak
sehat/tidak baik skor 0-3.
4. Tabulating
Pengelompokan berdasarkan jumlah dan prosentase perilaku
kebersihan rambut dengan infeksi Pediculus humanus capitis (kutu
rambut).

I. Analisis Data

Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan editing, skoring, dan
koding. Pada tahap berikutnya data dianalisis sehingga hasilnya
dikumpulkan dalam tabel untuk ditabulasikan. Kemudian dijumlahkan dan
diprosentasekan terhadap angka perilaku kebersihan rambut dengan kejadian
infeksi Pediculus humanus capitis (kutu rambut).