You are on page 1of 27

Infeksi Nosokomial

Dr Hendra S. SpU
Bag Bedah/SMF Urologi
RSUD Ulin Banjarmasin
Infeksi Nosokomial
Hospital acquired infection :

1. An infection acquired in hospital by a patient
who was
admitted for a reason other than that infection .

2. An infection occurring in a patient in a hospital
or other health care facility in whom the infection
was not present or incubating at the time of
admission. This includes infections acquired in
the hospital but appearing after discharge, and
also occupational infections among staff of the
facility

Infections occurring more than 48 hours after
admission are usually considered nosocomial
WHO, CDC, 2002

















Epidemiologi Infeksi Nosokomial

- 8,7% menderita infeksi nosokomial ( 55 RS di
14 negara berkembang pd 4 wilayah WHO )

- >1,4 juta px di seluruh dunia

- Paling sering : - Infeksi tempat pembedahan
- Infeksi saluran kencing
- infeksi saluran nafas bawah/
pneumonia

. Simplified criteria for surveillance of nosocomial infections


Type of nosocomial Simplified criteria infection
Surgical site infection Any purulent discharge, abscess, or spreading cellulitis at
the surgical site during the month after the operation

Urinary infection Positive urine culture(1 or 2 species) with at least 105
bacteria/ml, with or without clinical symptoms

Respiratory infection Respiratory symptoms with atleast two of the following
signs
appearing during hospitalization:
cough
purulent sputum
new infiltrate on chest
radiograph consistent with infection

Vascular catheter infection Inflammation, lymphangitis or purulent discharge at the
insertion site of the catheter

Septicaemia Fever or rigours and at least one positive blood culture

WHO,2002
























Penularan Infeksi Nosokomial

1. Sumber mikroorganisme
- Pasien, petugas , tamu yg sudah terinfeksi,
masa inkubasi atau karier kronis
- Benda terkontaminasi dan lingkungan ( udara,
air)
2. Sasaran yang sensitif
- Pasien,petugas, tamu yang membawa infeksi.
Tergantung daya tahan.Dipengaruhi usia,
penyakit terdahulu, terapi tertentu serta
iradiasi.
3. Cara penularan
Udara, percikan dan kontak

Pencegahan Infeksi Nosokomial
a. Mentaati praktik pencegahan infeksi
Terutama kebersihan & kesehatan tangan
serta pemakaian sarung tangan
b. Memperhatikan dengan seksama proses yang
telah terbukti bermanfaat untuk dekontaminasi
dan pencucian peralatan dan benda lain yang
kotor diikuti dengan sterilisasi atau desinfeksi
tingkat tinggi
c. Meningkatkan keamanan dalam ruang operasi
dan area beresiko tinggi lainnya dimana
kecelakaan perlukaan yang sangat serius dan
paparan pada agen penyebab infeksi sering
terjadi.

Tak semua bisa dicegah
1. Kewaspadaan Baku
Diterapkan pada semua klien dan pasien yang
mengunjungi fasilitas layanan kesehatan.
Komponen:
- Cuci tangan
- Sarung tangan
- Masker, kaca mata, masker muka
- Baju pelindung
- Kain tercemar
- Peralatan perawatan pasien
- Pembersihan lingkungan
- Instrumen tajam
- Resusitasi Pasien
- Penempatan pasien

2. Kewaspadaan Berdasarkan Penularan
Diterapkan hanya untuk pasien rawat inap
a. Kewaspadaan melalui udara
- Mengurangi resiko penularan dari partikel <
5um mis TB, cacar air, campak
- Perawatan pasien
- Perlindungan pernapasan
- Transportasi pasien
b. Kewaspadaan Percikan
- Dari partikel >5um mis H influenza, N
meningitides dll
- Penempatan pasien
- Perlindungan pernapasan
- Transportasi pasien




c. Kewaspadaan Kontak
Mengurangi resiko penularan dari px terinfeksi
atau
terkoloni baik langsung / tak langsung mis:
Hepatitis
A, herpes simplek virus DB
- Penempatan Pasien
- Sarung tangan
- Cuci Tangan
- Pakaian dan perlengkapan perlindungan
- Transportasi pasien
- Perlengkapan perawatan pasien





Garner dan Favero 1986
Cuci Tangan dan penggunaan sarung tangan
merupakan komponen kunci dalam
meminimalkan penularan penyakit serta
mempertahankan lingkungan bebas infeksi
Cuci Tangan
-Sebelum memeriksa pasien
-Sebelum memakai sarung tangan bedah steril
-Setelah menyentuh darah, duh tubuh, sekresi,
ekskresi, & bahan terkontaminasi
-Segera setelah melepas sarung tangan
-Diantara sentuhan dengan pasien

Dasar pemilihan pencucian tangan atau
penggunaan penggosok tangan antiseptik
tergantung :
-Intensitas kontak dg px dan /atau darah dan
duh
tubuh
-Kemungkinan penularan mikrobia
-Kerentanan pasien terhadap infeksi
-Tindakan yang akan dilakukan
Cuci Tangan Rutin
- Dengan Sabun biasa, 10 15 detik

Antisepsis Tangan
Dengan bahan antiseptik : klorheksidin,iodofor,
triklosan
- Sebelum memeriksa px rentan
- Melakukan prosedur invasif
- Meninggalkan ruang px kewaspadaan kontak

CuciTangan Bedah
6-10 mnt dengan sikat/spon akan merusak kulit,
tidak mengurangi bakteri hingga tingkat yg dapat
diterima.
Sekarang lebih moderat dengan bahan antiseptik
min 2 mnt
Sarung Tangan
-Sarung tangan tidak dapat menggantikan
perlunya cuci tangan
1.Sarung tangan bedah: bahan lateks,elastis,
sensitif dan tahan lama
2. Sarung tangan pemeriksaan untuk melindungi
sewaktu pemeriksaan atau pekerjaan rutin dari
bahan lateks atau nitril
3. Sarung tangan rumah tangga dipakai untuk
memproses peralatan, menangani bahan dan
permukaaan yang terkontaminasidari bahan karet
tebal
Pencegahan Infeksi Saluran Kencing

Infeksi nosokomial yang paling sering (40%)
Sesudah instrumentasi terutama kateterisasi

Tip pencegahan :
-Lepaskan kateter secepat mungkin
-Sitim tertutup
-Ingatkan pasien saat penarikan kateter
-Urin mengalir tidak tersumbat
-Hindari mengangkat kantong diatas buli
-Kantong harus dikosongkan secara aseptik
-Bersihkan glans penis dan lubang uretra
Pencegahan Infeksi Tempat Pembedahan
Infeksi insisi atau organ/ruang dalam 30 hari
setelah operasi atau dalam waktu 1 tahun bila
terdapat implan
Rekomendasi CDC antara lain:
Prabedah :
a. Persiapan Pasien
1. Jika mungkin identifikasi & obati semua
infeksi
2.Tidak mencukur prabedah pada area insisi
kecuali mengganggu,Cukur langsung sebelum
operasi
4. Kontrol gula darah px DM
5. Mandi dengan antiseptik malam sebelum
operasi
6. Cuci dan bersihkan sekitar insisi
7. Tindakan antiseptik sirkular ke perifer
b. Tindakan antisepsis pada tangan/lengan tim
bedah

1. Potong kuku dan jangan pakai kuku palsu
2. Bersihkan kuku dan bawahnya sebelum cuci
3. Cuci tangan bedah2-5mnt dengan antiseptik,
angkat tangan ke atas, keringkan dengan handuk
steril, pakai baju dan sarung tangan steril
4. Jangan pakai perhiasan pada tangan/lengan











www.ps.enis.ca/wiki/images
c.Pencegahan antimikroba
1. Profilaksis jika ada indikasi dan pilih berdasar
efektivitasnya dan rekomendasi yang telah
diterbitkan. Berikan secara IV
2. Sebelum operasi kolorektal berikan
antimikroba
oral nonabsorbsi pada hari sebelum operasi
3. Pada seksio sesarea resiko tinggi, diberikan
sesudah
tali pusat diklem

Intra Bedah
a.Ventilasi
1. Pintu kamar operasiselalu tertutup,
2. Operasi implan ortopaedi di kamar dengan
udara sangat bersih
3. Batasi jumlah orang
b. Pembersihan dan desinfeksi permukaan
1. Jika ada kontaminasi darah atau duh
pakailah desinfektan sebelum operasi
berikutnya
2. Tidak usah pembersihan khusus sesudah
operasi terkontaminasi atau kotor
c. Perlengkapan bedah
1. Pakailah masker menutupi mulut dan hidung,
topi untuk menutup seluruh rambut sewaktu
masuk kamar operasi
2. Jangan pakai penutup sepatu untuk mencegah
infeksi
3. Pakailah sarung tangan steril setelah memakai
baju operasi steril
4. Pakailah baju operasi dan duk operasi yg
efektif mencegah basah
5. Ganti pakaian jika kotor atau terkontaminasi
darah atau material infeksi

Perawatan insisi Pasca Bedah
1. Lindungi insisi yang telah ditutup dengan
balutan
steril 24-48jam
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah ganti
balutan dan
setiap kontak dengan tempat operasi
3. Jika balutan insisi perlu diganti pakailah tehnik
steril
4. Beri tahu pasien dan keluarga tentang
perawatan
insisi,tanda, dan gejala infeksi tempat operasi
dan
perlunya melaporkan tanda dan gejala tersebut.
Pencegahan Pneumonia

-Peringkat kedua setelah ISK (18%)
-Mortalitas>30%,biaya paling mahal
->> pemakaian ventilator mekanik
-Etiologi e.c intubasi &ventilator o/k :
_ Menghalangi mekanisme pertahanan tubuh
seperti batuk, bersin dan reflek muntah
_ Mencegah aksi pembersihan dari silia dan
sel
penghasil mukus
_Memberikan jalan langsung mikroorganisme
ke
paru
-Spesies streptokokus, hemofilus, gram
-Bisa kontaminasi silang melalui tangan petugas

Menurunkan Risiko Pneumonia Nosokomial
-Perawatan Paru Prabedah:
Pendidikan Px prabedah mis.nafas dalam,
mobilisasi,
batuk sering.
Membatasi penggunaananalgesik narkotik.
-Pencegahan Kolonisasi dan Infeksi dengan
Organisme
lain
Petugas memakai sarung tangan yang bersih
-Alat terapi pernapasan
Cuci tangan,Memakai sarung tangan, masker
Kateter penghisap didekontaminasi, dibersihkan,
didesinfeksi.
Cairan dalam pipa ventilator harus dibersihkan
Gunakan nebulizer kecil
Sirkuit pernapasan harus didekontaminasi


-Pencegahan gastric reflux
Pipa makanan meningkatkan resiko aspirasi
Memberikan makan sedikit tapi sering,
meninggikan
kepala
-Pengelolaan pasca bedah
Mengoptimalkan obat nyeri, sehingga dapat
batuk
efektif
Menggerakkan & melatih px secara reguler
Menganjurkan bernapas dalam