TUGAS BIOSTATISTIK

Rancangan percobaan digunakan sebagai dasar atau patokan dalam melakukan
penelitian agar pelaksanaannya dapat berjalan secara benar, baik, dan lancar. Oleh
karenanya, rancangan percobaan mempunyai manfaat yang besar bagi kelancaran
sebuah penelitian. Adapun manfaat yaitu, Rancangan penelitian memberi pegangan
yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian, Rancangan percobaan
menentukan batas-batas percobaan yang berhubungan dengan tujuan percobaan.
Dalam rancangan percobaan dijelaskan pula tentang Tujuan percobaan.
Dengan tujuan percobaan maka peniliti mempunyai arah dan petunjuk yang tepat dalam
penelitian sehingga kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar.
Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan
kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penilitian. Dengan rancangan
penilitian,seorang peneliti mampu sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi
masalah penelitian. Oleh karena itu makalah ini akan membahas tentang berbagai
macam rancangan penelitian

Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak homogen
(heterogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan di lapangan, dimana
terdapat 1 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK setiap unit
percobaan ditempatkan secara acak dan mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu,
tegak lurus dari sumber keragaman yang ada di lapangan.
Percobaan factorial Percobaan faktorial adalah suatu percobaan dimana dalam satu
keadaan (unit percobaan) dicobakan secara bersamaan dari beberapa (2 atau lebih)
percobaan-percobaan tunggal. Dari percobaan faktorial, selain dapat diketahui
pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang diujikan, dapat diketahui pula pengaruh
gabungan (interaksi) dari masing-masing faktor yang diujikan.




Unit percobaan dalam RAL selalu diasumsikan homogen. Pada kenyataannya hal tersebut belum tentu
benar, sehingga diperlukan metode lain yang bisa menguraikan keragaman tersebut. Apabila kita
melakukan percobaan pada sebidang tanah yang mempunyai tingkat kesuburan berbeda, maka
pengaruh perlakuan yang kita anggap berasal dari perlakuan yang kita cobakan bisa saja tidak benar,
sehingga membuat Kesalahan Tipe I. Apabila hal ini terjadi, maka keragaman tambahan yang berasal
dari perbedaan tingkat kesuburan tanah ini dalam RAL akan dimasukkan ke dalam JKG (Within)
sehingga KTG akan semakin besar dan F (KTP/KTG) akan semakin kecil, akibatnya percobaan tidak
sensitif lagi. Akhirnya, apabila kita melakukan pengulangan perlakuan pada lokasi yang mempunyai
keragaman berbeda (tidak homogen), maka keragaman tambahan tersebut perlu disingkirkan dari
analisis sehingga kita lebih fokus pada keragaman yang ditimbulkan oleh perlakuan yang kita cobakan
saja. Apabila faktor kelompok disertakan dalam rancangan, kita dapat mengcapture keragaman yang
disebabkannya ke dalam JK Blok. Proses tersebut akan mengurangi JK Within (Error), bandingkan
dengan Rancangan Acak Lengkap.
Rancangan Acak Kelompok adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan
mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok
dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Rancangan
Acak Kelompok Lengkap merupakan rancangan acak kelompok dengan semua perlakuan
dicobakan pada setiap kelompok yang ada. Tujuan pengelompokan satuan-satuan percobaan
tersebut adalah untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing
kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Tingkat
ketepatan biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan percobaan)
per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin. Pengelompokan
yang tepat akan memberikan hasil dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan
rancangan acak lengkap yang sebanding besarnya.
Keuntungan rancangan acak kelompok adalah:
 Lebih efisien dan akurat dibanding dengan RAL
 Pengelompokan yang efektif akan menurunkan Jumlah Kuadrat Galat, sehingga akan
meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan.
 Lebih Fleksibel.
 Banyaknya perlakuan
 Banyaknya ulangan/kelompok
 tidak semua kelompok memerlukan satuan percobaan yang sama
 Penarikan kesimpulan lebih luas, karena kita bisa juga melihat perbedaan diantara kelompok
Kerugiannya adalah:
 Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis
 Interaksi antara Kelompok*Perlakuan sangat sulit
 Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah
satuan percobaan dalam kelompok
 Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan
menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan
kecil (homogen).
 Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya
pengelompokan.
 jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.
Seperti diuraikan di atas, suksesnya pengelompokan dalam Rancangan Lingkungan RAK memerlukan
pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan. Kita harus bisa mengidentifikasi arah
keragaman tersebut, sehingga Variabel Pengganggu (Nuisance factor /disturbing factor) bisa
diminimalisir. Nuisance factor adalah setiap faktor/variabel diluar perlakuan yang akan berpengaruh
terhadap respons. Berikut ini merupakan panduan dalam mengidentifikasi faktor tersebut, yang bisa
dijadikan acuan dalam pembuatan kelompok/pengelompokan.
Variabel Pengganggu Unit percobaan
 Perbedaan arah kesuburan
 Perbedaan arah kandungan
air/kelembaban
 Perbedaan kemiringan
 Perbedaan komposisi tanah
Petak percobaan
 Arah terhadap sudut penyinaran matahari
 Aliran air
 Penyebaran panas/suhu
Rumah kaca
 Umur
 Kepadatan
Pohon
 Jenis kelamin
 Usia
 IQ
 Pendapatan
 Pendidikan
 Sikap
Orang/Partisipan
 Waktu pengamatan
 Lokasi
 Bahan Percobaan
 Alat pengukur


Unit percobaan dalam RAL selalu diasumsikan homogen. Pada kenyataannya hal tersebut belum tentu
benar, sehingga diperlukan metode lain yang bisa menguraikan keragaman tersebut. Apabila kita
melakukan percobaan pada sebidang tanah yang mempunyai tingkat kesuburan berbeda, maka
pengaruh perlakuan yang kita anggap berasal dari perlakuan yang kita cobakan bisa saja tidak benar,
sehingga membuat Kesalahan Tipe I. Apabila hal ini terjadi, maka keragaman tambahan yang berasal
dari perbedaan tingkat kesuburan tanah ini dalam RAL akan dimasukkan ke dalam JKG (Within)
sehingga KTG akan semakin besar dan F (KTP/KTG) akan semakin kecil, akibatnya percobaan tidak
sensitif lagi. Akhirnya, apabila kita melakukan pengulangan perlakuan pada lokasi yang mempunyai
keragaman berbeda (tidak homogen), maka keragaman tambahan tersebut perlu disingkirkan dari
analisis sehingga kita lebih fokus pada keragaman yang ditimbulkan oleh perlakuan yang kita cobakan
saja. Apabila faktor kelompok disertakan dalam rancangan, kita dapat mengcapture keragaman yang
disebabkannya ke dalam JK Blok. Proses tersebut akan mengurangi JK Within (Error), bandingkan
dengan Rancangan Acak Lengkap.
Rancangan Acak Kelompok adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan
mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok
dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Rancangan
Acak Kelompok Lengkap merupakan rancangan acak kelompok dengan semua perlakuan
dicobakan pada setiap kelompok yang ada. Tujuan pengelompokan satuan-satuan percobaan
tersebut adalah untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing
kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Tingkat
ketepatan biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan percobaan)
per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin. Pengelompokan
yang tepat akan memberikan hasil dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan
rancangan acak lengkap yang sebanding besarnya.
Keuntungan rancangan acak kelompok adalah:
 Lebih efisien dan akurat dibanding dengan RAL
 Pengelompokan yang efektif akan menurunkan Jumlah Kuadrat Galat, sehingga akan
meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan.
 Lebih Fleksibel.
 Banyaknya perlakuan
 Banyaknya ulangan/kelompok
 tidak semua kelompok memerlukan satuan percobaan yang sama
 Penarikan kesimpulan lebih luas, karena kita bisa juga melihat perbedaan diantara kelompok
Kerugiannya adalah:
 Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis
 Interaksi antara Kelompok*Perlakuan sangat sulit
 Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah
satuan percobaan dalam kelompok
 Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan
menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan
kecil (homogen).
 Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya
pengelompokan.
 jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.
Seperti diuraikan di atas, suksesnya pengelompokan dalam Rancangan Lingkungan RAK memerlukan
pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan. Kita harus bisa mengidentifikasi arah
keragaman tersebut, sehingga Variabel Pengganggu (Nuisance factor /disturbing factor) bisa
diminimalisir. Nuisance factor adalah setiap faktor/variabel diluar perlakuan yang akan berpengaruh
terhadap respons. Berikut ini merupakan panduan dalam mengidentifikasi faktor tersebut, yang bisa
dijadikan acuan dalam pembuatan kelompok/pengelompokan.
Variabel Pengganggu Unit percobaan
 Perbedaan arah kesuburan
 Perbedaan arah kandungan
air/kelembaban
 Perbedaan kemiringan
 Perbedaan komposisi tanah
Petak percobaan
 Arah terhadap sudut penyinaran matahari
 Aliran air
 Penyebaran panas/suhu
Rumah kaca
 Umur
 Kepadatan
Pohon
 Jenis kelamin
 Usia
 IQ
 Pendapatan
 Pendidikan
 Sikap
Orang/Partisipan
 Waktu pengamatan
 Lokasi
 Bahan Percobaan
 Alat pengukur

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful