Lombok di Senja Hujan" di cakranegara mendung menggayuti hati si perawan, beban embun tak kuasa tertahan di benak gundah

kapan aku terjatuh membasahi sabana dahaga menelusuri loorong-lorong sejarah hampiri warna-warni religi basahi jiwa nan mencari. di ampenan kuda cidomo berak di jalan seenaknya menguap bau gas disukai sais ada masa depan di balik tahi penyebar tetanus sejurus keluar Ampenan, papan merah bertulis menyala daerah wajib kondom ingatkan turis yang rapi berbaris mencari kehangatan sesat di tengah rintik belaian jemari perawan. di senggigi kupu terpajang di jendela kaca aneka warna hiasan belaka nun di laut sana remaja ceria berdayung pelukan mesra si kecil teriak kutunggu hasratmu. lombok di senja hujan menikmat nyanyi putri ayu mencari gerah di hati gemuruh mendapati dingin di samping bara nasi dan ikan meluncur tak terasa air menggenangi piring-piring dermawan tawa terlepas tak hirau duka pelukis malam. Senggigi, 9 Desember 2007

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful