You are on page 1of 10

12

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Uji Distribusi Normal Multivariat
Uji distribusi normal multivariat dilakukan untuk menguji apakah data nilai
semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013
kelas B telah memenuhi asumsi berdistribusi normal secara multivariat. Pengujian ini
dilakukan dengan menghitung proporsi dari nilai d
2
yang kurang dari kuantil chi-
square. Berikut merupakan hasil pengujian multivariat normal.
Hipotesis:
H
0
= Data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
Statistika ITS angkatan 2013 berdistribusi multinormal.
H
1
= Data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
Statistika ITS angkatan 2013 tidak berdistribusi multinormal.
Dikatakan/disimpulkan berdistribusi normal multivariat jika diperoleh
presentase nilai di
2

2
p,0.5
minimal/mendekati 50%. Berdasarkan hasil Statistik Uji: t
= 0.66667
Daerah Kritis : Tolak H
0
,jika t tidak ± 0.5
Keputusan: Tolak H
0
,karena 0,66667 tidak mendekati 0,5
Berdasarkan pengujian diatas, dapat disimpulkan bahwa data nilai semua
matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 tidak
berdistribusi multinormal, namun dalam praktikum ini data nilai semua matakuliah
semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 diasumsikan
berdistribusi normal.

4.2 Uji Korelasi
Uji korelasi merupakan pengujian yang dilakukan untuk menguji apakah antar
nilai matakuliah pada data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
13

Statistika ITS angkatan 2013 kelas B saling berkorelasi. Berikut merupakan hasil
pengujian korelasi.
Hipotesis:
H
0
: ρ = I (tidak terdapat korelasi antar nilai matakuliah)
H
1
: ρ ≠ I (terdapat korelasi antar nilai matakuliah)
Tabel 4.1 Uji Bartlett
Keterangan Nilai
Approx. Chi-Square 51.546
Df 15
Pvalue 0.00
Tabel 4.1 menunjukkan nilai statistik uji Chi-square sebesar 51.546 dan
Pvalue. sebesar 0.00. Berdasarkan hasil perbandingan nilai Chi-square dengan
χ
2
(15,0.05)
=25.0 dan pvalue dengan α=0.05, diperoleh keputusan tolak H
0
karena nilai
Chi-square =51.546 > χ
2
(15,0.05)
=25 dan pvalue=0.00< α=0.05. Kesimpulan yang bisa
diambil adalah terdapat korelasi antar nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa
DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B.

4.3 Peta Kendali T
2
Hotelling
Peta kendali digunakan untuk mengetahui apakah suatu proses dapat
dikatakan telah terkendali secara statistik atau tidak. Dalam praktikum ini akan dibuat
peta kendali T
2
Hotelling dari data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII
Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B agar dapat diketauhi apakah nilai semua
matakuliah mahasiswa kelas B tersebut terkendali secara statistik. Berikut merupakan
peta kendali T
2
Hotelling.

14

37 33 29 25 21 17 13 9 5 1
30
25
20
15
10
5
0
Sample
T
s
q
u
a
r
e
d
Median=8.52
UCL=24.33
Tsquared Chart of PMS, ..., KWN

Gambar 4. 1 Peta Kendali T
2
Hotelling
Berdasarkan peta kendali T
2
Hotelling pada Gambar 4.2 terdapat 1
pengamatan yang diluar batas kendali atas yaitu pada pengamatan ke- 31, artinya nilai
semua matakuliah milik Rahul Rizaldi (pengamatan ke-31) berada diluar batas
kendali. Oleh karena itu, disimpulkan nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa
DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B belum terkendali secara statistik
pada batas kendali atas sebesar 24.33 dan nilai median sebesar 8.52, sehingga perlu
dicari penyebab adanya pengamatan yang tidak terkendali. Setelah dicari
penyebabnya, diketahui penyebab nilai Rahul Rizaldi diluar batas kendali karena
malas belajar, maka perlu dibuat kembali peta kendali T
2
Hotelling dengan
menghapus/menghilangkan pengamatan ke- 31 dan hasilnya ditampilkan pada
gambar 4.2 berikut ini.

15


Gambar 4. 2 Peta Kendali T
2
Hotelling (2)
Berdasarkan pada gambar 4.3 dapat dilihat setelah dikeluarkan pengamatan
ke-31 tidak terdapat pengamatan pada peta T
2
Hotelling yang diluar dari batas kendali
atas sebesar 24.12 dan batas bawah sebesar 0 serta median sebesar 8.54. Sehingga
dapat disimpulkan nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
Statistika ITS angkatan 2013 kelas B telah terkendali secara statistik.

4.4 Diagram I shikawa Mahasiswa Memperoleh Nilai Baik
Pada data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
Statistika ITS angkatan 2013 kelas B terdapat beberapa mahasiswa yang telah
memperoleh nilai yang baik, oleh karena itu digunakan diagram ishikawa untuk
menguraikan faktor-faktor penyebabnya. Berikut ini merupakan hasil diagram
ishikawa yang ditampilkan pada gambar 4.3.
37 33 29 25 21 17 13 9 5 1
25
20
15
10
5
0
Sample
T
s
q
u
a
r
e
d
Median=8,54
UCL=24,12
Tsquared Chart of PMS; ...; KWN
16


Gambar 4. 3 Diagram Ishikawa nilai baik
Gambar 4.3 dapat dilihat diperolehnya nilai matakuliah yang baik oleh
mahasiswa disebabkan oleh faktor personal yang diakibatkan karena mahasiswa
tersebut rajin belajar, tidak lupa berdoa, sedang beruntung, aktif saat didalam kelas
dan berkat doa orangtua, selain itu dosen yang mengajar mudah dipahami. Faktor lain
yang menjadi penyebabnya berasal dari faktor metode yang disebabkan mahasiswa
menerapkan metode belajar setiap hari minimal 15 menit serta kelas yang kondusif
dari faktor lingkungan.

4.5 Diagram I shikawa Mahasiswa Memperoleh Nilai Kurang Baik
Pada data nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan
Statistika ITS angkatan 2013 kelas B terdapat beberapa mahasiswa yang memperoleh
nilai yang kurang baik, oleh karena itu digunakan diagram ishikawa untuk
menguraikan faktor-faktor penyebabnya. Berikut merupakan diagram ishikawa yang
yang ditampilkan pada gambar 4.4.
Nilai Baik
Mendapat
Environment
Measurements
Methods
Material
Machines
Personnel
Dosen mudah dipahami
Doa Orang tua
Aktif dalam kelas
Beruntung
Berdoa
Rajin Belajar
minimal 15menit
setiap hari belajar
ny aman
kelas kondusif dan
Cause-and-Effect Diagram
17


Gambar 4. 4 Diagram Ishikawa nilai kurang baik
Gambar 4.4 dapat dilihat diperolehnya nilai matakuliah yang kurang baik oleh
mahasiswa disebabkan hanya berasal dari satu faktor yaitu faktor personal yang
diakibatkan karena mahasiswa tersebut malas belajar, kurang beruntung, tidak dapat
mengatur waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas, kurang aktif saat didalam
kelas, selain itu dosen yang mengajar kurang mudah dipahami.

4.6 Analisis Kapabilitas
Analisis kapabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah data nilai semua
matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B
telah kapabel. Berikut merupakan hasil analisis kapabilitas ditampilkan pada gambar
4.5.
baik
Nilai Kurang
Mendapat
Environment
Measurements
Methods
Material
Machines
Personnel
dipahami
Dosen kurang mudah
Kurang aktif
waktu
tidak dapat mengatur
Kurang beruntung
Malas belajar
Cause-and-Effect Diagram
18

4.6 3.8 3.0 2.2 1.4
10
5
0
LSL USL
Cp 0.739
CPL 1.011
CPU 0.467
Cpk 0.467
Within
Pp 0.651
PPL 0.891
PPU 0.412
Ppk 0.412
Cpm *
Overall
Within
Overall
4.2 3.4 2.6 1.8 1.0
10
5
0
LSL USL
Cp 0.875
CPL 1.174
CPU 0.576
Cpk 0.576
Within
Pp 0.940
PPL 1.262
PPU 0.619
Ppk 0.619
Cpm *
Overall
Within
Overall
4.6 3.8 3.0 2.2 1.4
16
8
0
LSL USL
Cp 1.225
CPL 1.706
CPU 0.743
Cpk 0.743
Within
Pp 0.954
PPL 1.329
PPU 0.579
Ppk 0.579
Cpm *
Overall
Within
Overall
4.6 3.8 3.0 2.2 1.4
10
5
0
LSL USL
Cp 0.703
CPL 0.961
CPU 0.444
Cpk 0.444
Within
Pp 0.682
PPL 0.933
PPU 0.432
Ppk 0.432
Cpm *
Overall
Within
Overall
4.2 3.4 2.6 1.8 1.0
20
10
0
LSL USL
Cp 1.478
CPL 2.628
CPU 0.328
Cpk 0.328
Within
Pp 1.241
PPL 2.207
PPU 0.276
Ppk 0.276
Cpm *
Overall
Within
Overall
4.2 3.4 2.6 1.8 1.0
20
10
0
LSL USL
Cp 1.588
CPL 2.700
CPU 0.475
Cpk 0.475
Within
Pp 1.393
PPL 2.369
PPU 0.417
Ppk 0.417
Cpm *
Overall
Within
Overall
Capability Histograms of PMS, PIK, PTE, kalkulus, bio, KWN
PMS PIK
PTE kalkulus
bio KWN

Gambar 4.5 Analisis Kapabilitas
Gambar 4.5 berdasarkan nilai matakuliah PMS diperoleh Cp sebesar 0.739
dan Cpk sebesar 0.467 yang artinya tingkat presisi nilai matakuliah PMS cukup tinggi
tetapi masih dibawah batas spesifikasi sedangkan tingkat akurasi masih kurang baik
(nilai matakuliah PMS belum kapabel) sehingga masih butuh adanya evaluasi namun
dilihat dari kurva distribusi normalnya lebih condong ke kanan yang artinya lebih
banyak mahasiswa yang mendapat nilai yang tinggi. Berdasarkan nilai matakuliah
PIK diperoleh Cp sebesar 0.875 dan Cpk sebesar 0.576 yang artinya tingkat presisi
nilai matakuliah PIK cukup tinggi tetapi masih dibawah batas spesifikasi sedangkan
tingkat akurasi masih kurang baik (nilai matakuliah PIK belum kapabel) sehingga
masih butuh adanya evaluasi namun dilihat dari kurva distribusi normalnya lebih
condong ke kanan yang artinya lebih banyak mahasiswa yang mendapat nilai PIK
yang tinggi. Berdasarkan nilai matakuliah PTE diperoleh Cp sebesar 1.225 dan Cpk
sebesar 0.743 yang artinya tingkat presisi nilai matakuliah PTE sudah sangat tinggi
dan sesuai batas spesifikasi sedangkan tingkat akurasi juga sudah cukup tinggi tetapi
masih belum sesuai batas spesifikasi (nilai matakuliah PTE belum kapabel) sehingga
masih butuh adanya evaluasi namun dilihat dari kurva distribusi normalnya lebih
condong ke kanan yang artinya lebih banyak mahasiswa yang mendapat nilai PTE
yang tinggi. Berdasarkan nilai matakuliah kalkulus diperoleh Cp sebesar 0.703 dan
Cpk sebesar 0.444 yang artinya tingkat presisi nilai matakuliah kalkulus cukup tinggi
19

tetapi masih dibawah batas spesifikasi sedangkan tingkat akurasi masih rendah (nilai
matakuliah kalkulus belum kapabel) sehingga masih butuh adanya evaluasi namun
dilihat dari kurva distribusi normalnya lebih condong ke kanan yang artinya lebih
banyak mahasiswa yang mendapat nilai kalkulus yang tinggi. Berdasarkan nilai
matakuliah biologi diperoleh Cp sebesar 1.478 dan Cpk sebesar 0.328 yang artinya
tingkat presisi nilai matakuliah biologi antar mahasiswa telah berada pada batas
spesifikasi sedangkan tingkat akurasi masih rendah (nilai matakuliah biologi belum
kapabel) sehingga masih butuh adanya evaluasi, namun dilihat dari kurva distribusi
normalnya lebih condong ke batas atas yang artinya lebih banyak mahasiswa yang
mendapat nilai biologi yang tinggi. Berdasarkan nilai matakuliah kewarganegaraan
diperoleh Cp sebesar 1.588 dan Cpk sebesar 0.475 yang artinya tingkat presisi nilai
matakuliah kewarganegaraan telah berada dalam batas spesifikasi sedangkan tingkat
akurasi masih sangat rendah (nilai matakuliah PTE belum kapabel) sehingga masih
butuh adanya evaluasi, namun dilihat dari kurva distribusi normalnya lebih condong
ke kanan yang artinya lebih banyak mahasiswa yang mendapat nilai kewarganegaraan
yang tinggi.
Setelah dilakukan analisis kapabilitas proses pada masing-masing nilai
matakuliah, dilakukan analisis kapabilitas proses multivariat untuk mengetahui nilai
semua matakuliah secara keseluruhan apakah telah sesuai dengan batas spesifikasi
(kapabel). Berikuti ini merupakan hasil analisis kapabilitas proses secara multivariat.
Tabel 4.2 Kapabilitas Multivariat
Keterangan Nilai
Cpk
Cp
Tabel 4.2 menunjukkan hasil analisis kapabilitas proses secara multivariat
terhadap nilai semua matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS
angkatan 2013 kelas B secara keseluruhan. Diperoleh Cp sebesar 1.449 yang lebih
dari 1, artinya tingkat presisi nilai semua mata kuliah semester 1 antar mahasiswa
DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B cukup tinggi dan telah seuai
dengan batas spesifikasi.
20

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data nilai semua matakuliah
semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil uji asumsi diperoleh kesimpulan data nilai semua matakuliah
semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013 kelas B tidak
berdistribusi multinormal namun diasumsikan berdistribusi multinormal. Selain
itu disimpulkan terdapat korelasi antar nilai matakuliah.
2. Berdasarkan hasil analisis peta kendali T
2
Hotelling disimpulkan data nilai semua
matakuliah semester 1 mahasiswa DIII Jurusan Statistika ITS angkatan 2013
kelas B telah terkendali secara statistik setelah dilakukan eliminasi pengamatan
ke-31.
3. Berdasarkan hasil analisis diagram ishikawa diketahui penyebab diperolehnya
nilai yang baik adalah mahasiswa tersebut rajin belajar, tidak lupa berdoa, sedang
beruntung, aktif saat didalam kelas dan berkat doa orangtua, selain itu dosen
yang mengajar mudah dipahami. Faktor lain yang menjadi penyebabnya berasal
dari faktor metode yang disebabkan mahasiswa menerapkan metode belajar
setiap hari minimal 15 menit serta kelas yang kondusif dari faktor lingkungan.
4. Berdasarkan hasil analisis diagram ishikawa diketahui penyebab diperolehnya
nilai matakuliah yang kurang baik oleh mahasiswa disebabkan hanya berasal dari
satu faktor yaitu faktor personal yang diakibatkan karena mahasiswa tersebut
malas belajar, kurang beruntung, tidak dapat mengatur waktu untuk belajar dan
mengerjakan tugas, kurang aktif saat didalam kelas, selain itu dosen yang
mengajar kurang mudah dipahami.
5. Berdasarkan hasil analisis kapabilitas disimpulkan rata-rata presisi nilai setiap
matakuliah telah memenuhi batas spesifikasi sedangkan akurasi nilai masih
21

belum memenuhi maka dapat dikatakan belum kapabel. Dilihat dari kurva
distribusi normalnya dapat dilihat lebih condong kekanan yang artinya lebih
banyak mahasiswa yang memperoleh nilai yang tinggi.

5.2 Saran
Saran yang bisa diberikan penulis adalah bagi peneliti berikutnya diharapkan
teliti dan cermat dalam melakukan analisis baik secara visual maupun pengujian.