You are on page 1of 39

TEKNOLOGI COAL

DEWATERING
tekMIRA
Pertemuan - 03
By : Enggal Nurisman,ST,MT
Kerangka Materi
tekMIRA
• Latar Belakang Coal Dewatering
• Pengertian dan Ruang Lingkup
• Keunggulan
• Tahapan Proses
• Spesifikasi Teknis

LATAR BELAKANG
Kandungan air dalam batubara jika terdapat dalam jumlah
yang tepat, dapat membantu menghambat timbulnya
debu batubara. Namun sebaliknya, jika batubara memiliki
kandungan air yang berlebihan, maka bisa menimbulkan
beberapa masalah, antara lain :
1. Membuat batubara menempel pada alat transportasi.
2. Menyebabkan terjadinya heat loss akibat penguapan
pada saat pembakaran.
3. Menyebabkan pembekuan pada timbunan batubara
saat musim dingin.
4. Biaya transportasi yang lebih besar.
tekMIRA
RUANG LINGKUP
tekMIRA
• Untuk menghindari hal-hal yang merugikan diatas, maka dilakukan
berbagai usaha untuk menanggulangi kelebihan kadar air yang terkandung
didalam batubara. Penurunan kadar air dalam batubara dapat dilakukan
dengan cara mekanik ataupun dengan memberikan perlakuan panas pada
batubara. Dalam coal dewatering ada beberapa metode yang telah umum
digunakan diantaranya:
– metode screen/pembuangan air pada tangki penyimpanan batubara,
– pengeringan dengan putaran dan gaya sentrifugal,
– filtrasi hampa udara,
– pengeringan dengan panas (thermal dewatering), dan metode-metode
lainnya.

• Pengeringan secara mekanik efektif untuk mengurangi kadar air bebas
dalam batubara basah, namun untuk penurunan kadar air tertambat harus
dilakukan dengan cara pemanasan.
Screen Dewatering
tekMIRA
• Metode pengeringan dengan menggunakan media
penyaring berupa screening/penyaring yang berupa kawat halus
tersusun seperti jaring, biasanya kawat tersebut terbuat dari baja
atau besi.
• Lubang screening yang digunakan disesuaikan dengan
ukuran butir batubara yang hendak diproses. Untuk proses
dewatering batubara yang halus, digunakan screening dengan tipe
stationary sieve bend.
• Screening tipe ini, sangat cocok untuk suatu proses
pengentalan slurry dengan cara menurunkan kandungan air yang
lolos melewati screening, sedangkan untuk batubara akan
mengendap pada dasar screen.
• Dengan diameter terkecil butiran batubara 2 kali dari lebar
slit (celah) screen yang menjadi titik pemisahan (Cut Point). Tipe
screening lainnya yang sering dipakai adalah vibrating screen,
dengan lebar celah berkisar antara 0,25-0,6 mm. Untuk menaikkan
efektivitas dewatering selain dilakukan dengan mengatur getaran,
juga dapat dilakukan dengan memperbanyak frekuensi getarannya.

Screen Dewatering
tekMIRA
Dewatering Screen
1. Minimize product moisture content
2. Recover and dewater feed solids
3. Efficient wet sizing followed by dewatering
4. Can be equipped with Derrick polyurethane screens

To minimize product moisture content, select the
Derrick Vacu-Deck dewatering screen. The Vacu-Deck
screen incorporates a low horsepower blower that
develops a slight vacuum and draws air through the
bed of solids on the last screen section. Machines can
be configured in two ways. To recover and dewater the
maximum amount of the feed solids, the screen is fed
with a thickened slurry produced by a sand separator
or equivalent. Alternatively, for efficient wet sizing
followed by dewatering of the oversize, the screen is
fed with a more dilute water-solids mixture. Particle
sizing is accomplished on the upper screen sections
followed by dewatering of the oversize on the vacuum
section. With both configurations, capacity and wear
life can be maximized by using Derrick’s polyurethane
screen surfaces.
Mesin Pengering Sentrifugal
tekMIRA
• Basket Centrifuge
• Alat ini berbentuk cylindroconical (gabungan bentuk antara silinder dan kerucut)
dengan wedge wire screen terpasang pada bagian kerucut. Batubara yang hendak
dikeringkan dimasukkan melalui feed. Untuk sumbu putarnya, ada tipe dengan
sumbu putar yang tegak lurus dan ada pula yang horizontal.


How it Works
A mixture of solids and liquid is continuously fed
through the top opening of the basket
centrifuge. The rotating force of the centrifuge
pushes the liquid through a perforated or slotted
basket. The liquid drains to the lower bowl and
exits the machine through the liquid discharge
pipe. The solids are contained within the basket
and become progressively more dry as they are
conveyed to the top where they are finally
discharged through the solids discharge chute.
Mesin Pengering Sentrifugal
tekMIRA
The solid wall basket centrifuge uses
centrifugal force to promote liquid/solid
separation. The feed slurry is
introduced into the rotating basket and
is accelerated to the basket speed.
Solids/contaminants are pulled radially
away from the liquid by centrifugal
force and collects along the inner wall
of the basket. The clarified liquid builds
up along in the inside and flows up and
over the basket wall. It collects along
the inside of the housing and is
discharged by gravity through the
outlet. Liquid clarification continues
until the basket can no longer retain
any solids and must be emptied.
Automatic and semi-automatic solids
discharge is available for suitable solids
consistency.

Mesin Pengering Sentrifugal
tekMIRA
• Solid Bowl Centrifuge
• Alat ini berbentuk mangkuk (bowl) cylindroconical yang berputar secara horizontal
dan dilengkapi dengan ring berdiameter besar untuk mencegah serbuk halus
batubara berterbangan keluar. Sumbu putarnya dibuat rangkap sehingga serbuk
batubara yang menempel di bagian dalam bowl dapat diangkut dengan spiral scraper
yang berputar lebih cepat dibandingkan dengan permukaannya.


Mesin Pengering
Sentrifugal
tekMIRA
Mesin Pengering Sentrifugal
tekMIRA

• Screen Bowl Centrifuge
• Alat ini mirip dengan solid bowl centrifuge, namun perbedaannya adalah bagian bowl
yang diperpanjang dan putaran yang lebih dipercepat, sehingga efek dewatering
dapat diperbesar.

FILTER HAMPA UDARA
tekMIRA
• Alat ini banyak dipakai untuk proses dewatering terhadap serbuk batubara yang
sangat halus. Slurry dilewatkan pada kain filter dan air diserap oleh tenaga vakum
sehingga terjadi proses dewatering
• Adapun jenisnya antara lain :

Drum Filter
• Drum filter terdiri dari sebuah tabung besar yang dapat berputar. Bagian dalam
tabung dibuat bertekanan negatif (vakum/tekanan dibawah tekanan atmosferik),
sehingga partikel batubara dihisap kearah dalam melalui filter yang dipasang
disekeliling bagian luarnya. Disepanjang bagian dalam drum berpusat disumbu
putaran dengan arah menyebar, terdapat belasan ruangan independent yang disebut
sebagai kompartemen. Masing-masing kompartemen ini terhubung dengan pipa
untuk membuat kondisi vakum dan untuk menyalurkan tekanan.
• Sepertiga bagian bawah drum filter ini dicelupkan kedalam larutan suspensi partikel
halus, dimana saat diberikan tekanan negatif suspensi partikel akan terhisap dan air
akan masuk kedalam melewati filter. Karena drum berputar proses dewatering
berlangsung terus hingga feed sampai kebagian atas drum.

FILTER HAMPA UDARA
tekMIRA
Drum Filter
• Drum filter terdiri dari sebuah tabung besar yang dapat berputar. Bagian dalam
tabung dibuat bertekanan negatif (vakum/tekanan dibawah tekanan atmosferik),
sehingga partikel batubara dihisap kearah dalam melalui filter yang dipasang
disekeliling bagian luarnya. Disepanjang bagian dalam drum berpusat disumbu
putaran dengan arah menyebar, terdapat belasan ruangan independent yang disebut
sebagai kompartemen. Masing-masing kompartemen ini terhubung dengan pipa
untuk membuat kondisi vakum dan untuk menyalurkan tekanan.

Drum Filter Mechanism
tekMIRA
FILTER HAMPA UDARA
tekMIRA
• Vacuum (Disk Filter)
• Filter ini disebut juga dengan American Filter. Pada sumbu putarnya dipasang
beberapa disk (piringan) dan merupakan tipe dimana cake (kerak) dibentuk pada
permukaan sektor disk. Pada tiap disk terdapat 10 – 12 sektor. Alat ini sesuai untuk
dewatering batubara halus yang masih banyak mengandung partikel yang cukup
kasar.



Vacuum (Disk Filter)
tekMIRA
• Specifications
• vacuum ceramic disc filters are the solid/liquid separation equipment, used to dewater mineral slurry.
• Vacuum Ceramic Disc Filters are the solid/liquid separation equipment, used to dewater mineral concentrates and
pelletizing feed slurries. Micro porous ceramic discs replace conventional filter cloth.

• Important Features of Our Vacuum Ceramic Disc Filter:
• 1. High vacuum degree with maximum of -0.098MPa, low moisture of filter cake, normally 2-4% lower than
moisture of the cake by traditional filters;
• 2. Low power and energy consumption, 10-20% of that of traditional filters;
• 3. Clear and transparent filtrates. Solid content is normally lower than 21mg/l and filtrate can be recycled or
disposed of without harm to the environment;
• 4. Little pollution, environmentally friendly, safe and reliable;
• 5. Ceramic Filter Plate is long service life, easily replaced and doesn't require intensive labor work;
• 6. Dewatering cost is normally 18.8-40.1% of that of traditional filters;
• 7. Automatic and continuous operation, low maintenance cost, high filtration efficiency;
• 8. Lower metal loss and higher metal recovery.

• Application area:
• VCDFs are widely used in the beneficiation of such ore concentrates as Iron ores, Gold, Copper, Copper Sulfide,
Nickel, Zinc, Lead, Molybdenum, Phosphorus, Sulfur, Quartz Sand, and Fluorite. A complete and up-to-date
customers list will be provided upon request.



FILTER HAMPA UDARA
tekMIRA
• Horizontal Filter
• Mesin bekerja dengan menggerakkan belt filter cloth (kain filter) pada arah
horizontal, kemudian dari bagian bawah dilakukan pemvakuman sebagian bagian dari
proses dewatering. Karena cairan umpan (feed slurry) langsung naik keatas kain
filter, maka metode ini cocok digunakan untuk pengeringan batubara halus karena
kain filter bergerak keatas material seal (penutup) dari rangkaian pemvakuman.


HORIZONTAL FILTER
tekMIRA
4. Pressure Filter
tekMIRA
• Pressure filter ini merupakan pengembangan filter
vakum, karena pada filter vakum perbedaan tekanan yang
terjadi relatif kecil sehingga kepadatan bagian dalam cake
masih dirasa kurang akibatnya masih banyak air yang belum
dipisahkan. Ada dua komponen yang memegang peranan
penting dalam alat ini, yaitu;
– Filter Press
– Filter ini menggunakan tekanan pompa zat cair atau
udara terkompresi, maka alat ini bisa memberikan
tekanan yang lebih jika dibandingkan dengan filter
vakum. Karena filter ini mampu memberikan tekanan
yang lebih besar, maka cake yang dihasilkan mempunyai
kandungan air yang rendah. Kebanyakan peralatan ini
bekerja dengan sistem batch, tetapi sekarang telah
didesain peralatan yang dapat bekerja secara kontinu.

– Filter Bertekanan
– Bila filter vakum hanya mampu memberikan beda
tekanan maksimum 1 atm maka untuk filter bertekanan,
besarnya beda tekanan yang dihasilkan dapat lebih besar
dari 1 atm tergantung pada seberapa kuat tekanan yang
dapat ditahan oleh mesin dan kain filternya itu sendiri.
• .


FILTER HAMPA UDARA
tekMIRA
4. Pressure Filter
• Pressure filter ini merupakan pengembangan filter vakum, karena pada filter
vakum perbedaan tekanan yang terjadi relatif kecil sehingga kepadatan bagian dalam
cake masih dirasa kurang akibatnya masih banyak air yang belum dipisahkan.


THERMAL DEWATERING
tekMIRA
• Proses pengeringan batubara dengan pemanasan sering disebut dengan
thermal dewatering.
• Thermal dewatering adalah proses pengeringan padatan basah dengan
melibatkan perpindahan panas dari udara atau gas ke cairan agar dapat
menyebabkan penguapan dan mendorong pergerakan uap air dari dalam
padatan ke permukaan.
• Proses perlakuan panas batubara dilakukan dengan merancang pemanasan
pada temperatur tertentu sehingga terjadi perubahan susunan/komposisi
batubara.
• Pemanasan batubara halus pada temperatur 200 – 350
o
C dalam kondisi
udara bebas oksigen dapat menyebabkan terjadinya perubahan kimia
penyusun batubara, kerana terjadi penguapan air tertambat, dekomposisi
gugus karboksil, penyusutan gas-gas hidrogen dan oksigen.
• Komposisi dan sifat-sifat produk akhir yang terbentuk akan bervariasi
tergantung pada temperatur pemanasan.


THERMAL DEWATERING
tekMIRA
• Proses pengeringan batubara dengan pemanasan sering disebut dengan
thermal dewatering.
• Thermal dewatering adalah proses pengeringan padatan basah dengan
melibatkan perpindahan panas dari udara atau gas ke cairan agar dapat
menyebabkan penguapan dan mendorong pergerakan uap air dari dalam
padatan ke permukaan.
• Proses perlakuan panas batubara dilakukan dengan merancang pemanasan
pada temperatur tertentu sehingga terjadi perubahan susunan/komposisi
batubara.
• Pemanasan batubara halus pada temperatur 200 – 350
o
C dalam kondisi
udara bebas oksigen dapat menyebabkan terjadinya perubahan kimia
penyusun batubara, kerana terjadi penguapan air tertambat, dekomposisi
gugus karboksil, penyusutan gas-gas hidrogen dan oksigen.
• Komposisi dan sifat-sifat produk akhir yang terbentuk akan bervariasi
tergantung pada temperatur pemanasan.


THERMAL DEWATERING
tekMIRA
• Dalam pemanasan batubara, ada tiga daerah pemanasan yang berpengaruh terhadap terjadinya
dekomposisi yaitu pemanasan dibawah dekomposisi temperatur aktif, daerah dekomposisi aktif
dan pemanasan diatas temperatur dekomposisi aktif.

• Dekomposisi aktif adalah terkomposisinya mineral organik penyusun batubara menjadi tar pada
penguapan air. Perubahan komposisi dan struktur batubara selama pemanasan terjadi dalam
beberapa tahap :
– Proses thermal dewatering batubara pada temperatur dengan selang antara 100 – 200
o
C
akan terjadi reaksi endotermis penguapan air, dimana air yang menguap berupa air bebas
dan air tertambat/terikat secara fisik serta air yang terjebak dalam pori-pori batubara.
– Proses thermal dewatering batubara pada temperatur dengan selang antara 200 – 300
o
C
akan terjadi sedikit reaksi eksotermis karena pada saat penguapan air sebagian uap air akan
meyebabkan teroksidanya senyawa karbon dan hidrogen yang reaksi dapat menghasilkan
panas.
– Proses termal dewatering batubara pada temperatur dengan selang temperatur batubara
antara 300 – 350
o
C akan terjadi reaksi endotermis dimana pada selang temperatur tersebut
batubara mempunyai kecendrungan mengembang dan diikuti dengan terjadinya reaksi
esterifikasi batubara (dekomposisi panas) yang ditandai dengan terjadinya penguapan zat
terbang.
THERMAL DEWATERING
tekMIRA
• Dalam pemanasan batubara, ada tiga daerah pemanasan yang berpengaruh terhadap terjadinya
dekomposisi yaitu pemanasan dibawah dekomposisi temperatur aktif, daerah dekomposisi aktif
dan pemanasan diatas temperatur dekomposisi aktif.

• Dekomposisi aktif adalah terkomposisinya mineral organik penyusun batubara menjadi tar pada
penguapan air. Perubahan komposisi dan struktur batubara selama pemanasan terjadi dalam
beberapa tahap :
– Proses thermal dewatering batubara pada temperatur dengan selang antara 100 – 200
o
C
akan terjadi reaksi endotermis penguapan air, dimana air yang menguap berupa air bebas
dan air tertambat/terikat secara fisik serta air yang terjebak dalam pori-pori batubara.
– Proses thermal dewatering batubara pada temperatur dengan selang antara 200 – 300
o
C
akan terjadi sedikit reaksi eksotermis karena pada saat penguapan air sebagian uap air akan
meyebabkan teroksidanya senyawa karbon dan hidrogen yang reaksi dapat menghasilkan
panas.
– Proses termal dewatering batubara pada temperatur dengan selang temperatur batubara
antara 300 – 350
o
C akan terjadi reaksi endotermis dimana pada selang temperatur tersebut
batubara mempunyai kecendrungan mengembang dan diikuti dengan terjadinya reaksi
esterifikasi batubara (dekomposisi panas) yang ditandai dengan terjadinya penguapan zat
terbang.
THERMAL DEWATERING
tekMIRA
• VARIABEL proses thermal dewatering :
• Temperatur Pengeringan
• Pada temperatur dibawah 250
o
C, persen pengeringan akan konstan antara 40 – 60 %. Pada
selang temperatur 250 – 300
o
C, persen pengeringan naik mengikuti secara linier dengan
persentase kenaikkan bisa mencapai 85 %. Hal ini disebabkan karena laju dekomposisi gugus
karboksil mencapai optimum mulai temperatur 250
o
C.

• Waktu Tinggal
• Waktu tinggal adalah selang waktu pemanasan setelah temperatur pengeringan yang
diinginkan tercapai. Persen pengeringan akan meningkat sejalan dengan semakin lamanya waktu
tinggal.

• Ukuran Butir Batubara
• Pengaruh partikel/ukuran butir batubara tidak terlalu besar apabila dibandingkan dengan
pengaruh temperatur pengeringan dan waktu tinggal. Semakin luas permukaan media dalam hal
ini batubara yang akan dikeringkan maka waktu tinggal yang dibutuhkan untuk pengeringan
batubara tersebut akan semakin rendah karena dipengaruhi oleh luas kontak antara udara panas
dengan permukaan batubara serta kedalaman yang terkandung dalam pori-pori batubara mudah
dicapai oleh udara panas.

PENGERINGAN BATUBARA
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Pengeringan adalah suatu peristiwa berkurangnya cairan dari media yang dikeringkan
khususnya padatan.
• Pengeringan pada umumnya menggunakan prinsip perpindahan panas (heat transfer)
yang melalui 3 cara yakni konduksi, konveksi dan radiasi.

• Pengeringan umumnya hanya melibatkan perpindahan panas dengan cara konveksi.
• Peristiwa pengeringan dengan cara konveksi ada 2 yaitu konveksi alami dan konveksi
paksa.
– Pengeringan dengan cara konveksi alami yakni pengeringan yang terjadi secara
alami tanpa bantuan tenaga dari luar seperti kipas angin maupun pompa vakum.
– Pengeringan secara konveksi paksa yaitu pengeringan yang melibatkan batuan
kipas angin ataupun pompa vakum. Pada penelitian hidrothermal dewatering
process umumnya secara konveksi paksa. Proses pengeringan batubara secara
konveksi paksa saat ini yang berkembang ada 3 macam yaitu:
• Pengeringan Hidrothermal
• Pengeringan dengan evaporasi
• Pengeringan dengan pyrolisis

Proses pengeringan hidrothermal
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Proses pengeringan hidrothermal yaitu proses pengeringan yang memanfaatkan air
sebagai media pengeringan. Dimana kandungan air permukaan maupun air
tertambat dalm batubara akan menguap bersama-sama dengan air panas ataupun
steam yang dikontakan secara langsung mengenai partikel batubara.

• Proses pengeringan hidrothermal terbagi atas 2 bagian yaitu;
• 1. Proses Hot Water Drying
• 2. Proses Steam Drying

Proses pengeringan hidrothermal
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
Proses pengeringan hidrothermal
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Pada proses hot water drying, perpindahan panas terjadi antara air panas dengan partikel
batubara yang dikontakkan secara langsung. Sedangkan pada proses steam drying, perpindahan
panas berlangsung dari uap air menuju butiran batubara (Baria D.N dan A.R. Hasan, 1996).

• Proses pengeringan hidrothermal batubara ini berlangsung pada suhu 200
o
C sampai dengan
temperatur 340
o
C dan tekanan lebih dari 70 atm. Proses pengeringan batubara dengan metode
ini dilakukan pada tempat/wadah yang disebut autoklave yang memungkinkan proses
berlangsung pada tekanan tinggi.

• Temperatur yang diterapkan harus mampu memutuskan gugus karboksil dan hidroksil dalam
batubara. Prinsip kerja pengeringan hidrothermal ini adalah air bawaan khususnya air tertambat
akan terdesak keluar melalui butiran batubara.

• Air bawaan ini akan meninggalkan butiran batubara dan terkumpul dengan uap air. Keluarnya air
dalam batubara disebabkan karena perbedaan koefisien ekspansi thermal batubara. P
• ada proses hidrothermal, air bawaan yang mengalir pada butiran masih dalam fase liquid
sehingga energi yang dibutuhkan lebih kecil jika dibandingkan dengan proses evaporasi atau
karbonisasi.
• Banyak peneliti yang telah melakukan penelitian dengan memanfaatkan hidrothermal
untuk menurunkan kandungan air tertambat batubara diantaranya Karsner dan Perlmutter, 1982,
Law dkk, 1983, Lien, 1991, Owen dan Swiheart, 1984, Stanmore dan Boyd 1977 dan Wilson dkk,
1992.

Proses pengeringan evaporasi
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Proses ini berlangsung pada suhu 340
o
C sampai dengan 450
o
C. Proses ini
biasanya dilakukan pemanasan dengan udara, tetapi masih dibawah titik
bakarnya. Temperatur tinggi sangat diperlukan untuk menghilangkan air
bawaan pada mikro pori partikel batubara.

• Tujuan utama proses ini adalah mengurangi kandungan air bawaan dan
meningkatkan nilai kalor pada batubara.

• Kelemahan proses evaporasi adalah adanya gejala pengecilan ukuran atau
size degradation, karena tekanan uap air yang cukup tinggi sehingga pori-
pori yang ditinggalkan mudah rapuh dan akibatnya batubara yang
ditinggalkan menjadi mudah pecah.

• Disamping itu, kelemahan proses ini adalah tingginya kadar debu sehingga
menambah biaya untuk menyediakan peralatan penangkap debu.

Proses pengeringan evaporasi
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
Proses pengeringan evaporasi
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
Proses pengeringan pyrolisis
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Proses pengeringan Pyrolisis disebut juga dengan proses karbonisasi.
Proses ini dibagi menjadi dua bagian yakni:
• Karbonisasi temperatur rendah pada suhu 460
o
C sampai dengan
650
o
C
• Karbonisasi temperatur tinggi pada suhu 650
o
C sampai dengan
1050
o
C
• Proses ini menghasilkan padatan yang halus dan menyerap air dan proses
ini juga banyak dilepaskan zat terbang padahal pada proses steam drying
hal tersebut dapat dihindari.

Proses pengeringan pyrolisis
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
Peralatan Pengeringan Batubara
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Jenis-jenis peralatan pengeringan batubara yang umum digunakan adalah:
• Mc Nally Flow Dryer
• Pengeringan ini memiliki kapasitas 45 s/d 546 ton/jam dengan temperatur operasi
482
o
C








Peralatan Pengeringan Batubara
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Link Belt Fluid Dryer
• Pengeringan ini mampu menangani feed dengan ukuran 31,5 mm. Alat ini terdiri dari
plat stailess stell yang dipasang pada tungku pemanas. Udara panas mengalir melalui
plat dengan kecepatan tinggi yang berfungsi untuk memanasi feed. Perpindahan
panasnya tidak kontak langsung tetapi melalui media plat stainless stell.


Peralatan Pengeringan Batubara
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Heyl & Patterson Fluid Dryer
• Alat ini digunakan khusus untuk pengeringan batubara dengan kondisi yang tidak
normal. Dimana alat ini di disain khusus untuk mengatasi naik turunya umpan secara
otomatis sehingga apabila umpan sudah maksimum maka otomatis alat akan
berhenti. Bila umpan (feed) sudah kosong maka alat secara otomatis beroperasi
kembali, demikian seterusnya.
• Dorr-Oliver Fluo Solids Dryer
• Pada alat ini ukuran fraksi batubara yang lebih halus akan dibawa keatas oleh aliran
gas dan dikumpulkan pada cyclone. Sedangkan ukuran yang lebih kasar secara
otomatis dan terus-menerus dikeluarkan dari dryer. Moisture content yang terdapat
didalam partikel halus maupun kasar dalam batubara dapat dikurangi tanpa adanya
batasan.


Peralatan Pengeringan Batubara
tekMIRA
Hasil Upgrading beberapa batubara peringkat rendah Indonesia
• Flash Dryer
• Pada alat ini, batubara dilewatkan pada gas yang sangat panas selama 0,5 detik
sampai dengan 5 detik. Kapasitas dari alat ini adalah sebesar 136 kg untuk sekali
pengeringan batubara. Temperatur yang digunakan ekitar 649
o
C.
• Multi-Louvre Dryer
• Alat ini digunakan untuk menangani batubara dengan kapasitas yang besar dan
dengan waktu pengoperasian pengeringan yang cepat. Alat ini dapat juga digunakan
sebagai pengering maupun sebagai pendingin atau keduanya.


tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
tekMIRA
Terima Kasih