P. 1
TUGAS 1 narasi

TUGAS 1 narasi

|Views: 5|Likes:
Published by Donne Midev Ana
tugas
tugas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Donne Midev Ana on May 31, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2015

pdf

text

original

TUGAS METODOLOGI KHUSUS

Classroom teaching and learning selection and arragement using
AVA-delivering interactive presentation.
Classroom selection and arrangement, Pengaturan kegiatan
belajar mengajar dikelas sangat penting dengan tujuan untuk membantu
atau mendukung peningkatan intensitas pebelajaran siswa yang
mempunyai pengaruh fositif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Pengaturan kelas di kelolah tidak hanya menyiapkan kondisi kelas dan
lingkungan sekolah agar tercipta kenyamanan dan suasana belajar yang
efektif. Oleh karena itu kelas perlu dikelolah secara baik dan menciptakan
iklim belajar yang menunjang. Setiap proses belajar mengajar di kelas
harus direncanakan dan diusahakan agar dapat dihindarkan dari kondisi
yang dirugikan dan mengembangkan kepada kondisi yang kondusif. Yang
harus diatur dalam kelas adalah fisik kelas sepertti penerangan, udara
segar, tempat duduk diatur sesuai dengan metode yang dinginkan, siswa
dan mahasiswa juga perlu diatur misalnya siswa yang rabun jauh jangan
duduk di belakang, serta pengaturan waktu.
Using competency based assessment instrument, Terhadap
penilaian yang dilakukan di dalam kelas menggunakan penilaian berbasis
kompetensi, ini merupakan teknik evaluasi yang harus dilakukan oleh
pendidik di dalam pembelajaran di kelas, bentuk penilaiannya penilaian
berbasis kelas, tes kemampuan dasar, ujian berbasi sekolah,
benchermaking serta penilaian portofolio.
Creating a positive learning climate, Menciptakan iklim belajar
yang fositif dalam kelas penting dalam proses belajar mengajar di kelas,
iklim kelas adalah kondisi lingkungan kelas dalam hubungan dengan
kegiatan pembelajaran. Iklim kelas ditandai dengan adanya pola interaksi
atau komunikasi antara pendidik dan peserta didik, jadi dasar dari sebuah
iklim positif adalaha interaksi antara guru dan peserta didik dan diantara
sesama peserta didik, lingkungan yang fositif mendorong para peserta
didik menjadi bersemangat mengenai pengalaman sekolah mereka dan
mengenai pembelajaran.
Using audio visual aids (AVA), dalam kegiatan pendidikan ada
beberapa media yang dapat digunakan yaitu menggunakan alat-alat audio
visua, karena audio visual dapat menyampaikan pengertian dan informasi
dengan cara yang lebih nyata dari pada disampaikan oleh kata-kata yang
diucapkan. Guru biasanya dihadapkan dengan banyaknya audio visual
namun dengan adanya tujuan-tujuan belajar serta struktur bahannya, guru
lebih mudah memilih bahan-bahan audio visual yang dapat lebih
membantu para siswa untuk mencapai tingkat penguasaan yang
dibutuhkan.
Delivering interactive presentation, memberikan presentasi
interaktif dalam proses belajar mengajar adalah memberikan presetase
yang baik dan menarik sehingga bisa membuat dan melibatkan peserta
didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Laboratory teaching and learning concept-organizing-methode of
teaching-conduct laboratory teaching laboratory teacing and learning
evaluation.
Laboratorium adalah tempat yang di desain untuk terjadinyan
proses pembelajaran, berbeda dengan ruang kelas, laboratorium biasanya
digunakan untuk kegiatan pembelajaran tertentu yang bertujuan untuk
pembuktian suatu konsep atau teori melalui percobaan,
mendemostrasikan suatu alat atau proses tertentu, mencari dan
menemukan sesuatu melalui cara dan prosedur kerja tertentu.
Skill transfer and assessment the coaching process,
laboratorium adalah tempat bagi para peserta didik untuk memperoleh
keterampilan yang telah dipelajari teorinya di dalam kelas, laboratorium
berbeda dengan kelas laboratorium lebih kepada tempat bagi pendidik
untuk transfer skillnya kepada peserta didik.
Characteristics of an effevtive trainer or lecturer and coach,
pembelajaran di dalam laboratorium sangat membutuhkan karakteristik
yang efektif dari seorang dosen atau pun pembina seperti menguasai
secara mendalam materi yang akan diajarkan, memiliki komitmen dengan
peserta didiknya, memantau keterampilan siswa melalui evaluasi
sehingga bisa membantu meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik.
Coaching Laboratorium adalah tempat siswa berpraktik, baik untuk
menguji suatu konsep, untuk mencari dan menemukan, maupun untuk
memahami suatu proses atau prosedur tertentu. Laboratorium bukan
tempat untuk mempelajarai data dan fakta yang diarahkan untuk
menguasai materi pelajaran yang bersifat hapalan. Dengan demikian guru
sebaiknya menghindari kontak dengan siswa secara langsung. Biarkan
siswa bekerja sesuai dengan pemahamannya. Kalaupun guru diperlukan
sebatas membantu manakala siswa mengalami ke-sulitan-kesulitan dalam
proses pembelajaran.
Using anatomic models for clinical teaching, pembelajaran di
laboratorium membutuhkan model misalnya di kebidanan untuk
melakukan praktek di lab itu sendiri di butuhkan pantom, ini sangat
membantu kegiatan belajar di lab karena dengan adanya model seperti
pantom bisa membuat peserta didik tidak menghayal atau berfantasi
dengan teori yang sudah disampaikan.
Conducting an efeevtive clinical demonstration, setelah melalui
pembinaan dan transfer skill menggunakan model atau dalam kebidanan
biasa menggunakan pantom, maka peserta didik diharapkan mampu
melakukan demonstrasi yang efektif sebagai salah satu bentuk penilaian
dan indikator bahwa peserta didik itu telah memiliki skill yang baik.

Clinical teaching and learning concept-approach-method of
clinical teaching clinical teaching and learning and learning
evaluation
pembelajaran klinik Merupakan salah satu metode mendidik
peserta didik di klinik yang memungkinkan pendidikan memilih dan
menerapkan cara mendidik yang sesuai dengan tujuan. misalnya
membantu peserta didik untuk mencari kasus kemudian menerapkan
keterampilan yang telah diperolehnya, kemudian dilakukan evaluasi.
Siklus belajar
Dimulai dari menerima atau memperlajari teori-teori melalui
perkuliahan di dalam kelas, kemudian stelah itu dilanjutkan dengan skill
lab selama skill lab dilakukun pembinaan, setelah itu demonstrasi dari
setiap peserta didik sebagai latihan persiapan sebelum ke klinik setelah itu
dilakukan evaluasi, peserta didik yang lulus dalam skill lab, kemudian
peserta didik yang lulus dibekali dengan persiapan untuk masuk ke klinik.
Setelah itu peserta didik terjung langsung ke lapangan, selesai praktek
diadakan kembali pertemuan bisa melalui seminar kasus dan sebagai
evaluasi bagi peserta didik, dari hasil evaluasi akan ditindak lanjuti jika
ternyata hasil evaluasi tidak sesuai dengan standar maka akan dilakukan
perbaikan.


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->