You are on page 1of 6

Kapilaritas

kapilaritas
28 Feb 2011 6 Komentar
by dhita04 in Uncategorized
Gejala kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunya zat cair dalam pipa
kapiler.Peristiwa kapilaritas terjadi jika jika rongga (diameter) pipa sangat kecil .
Contoh efek kapilaritas adalah naiknya minyak pada sumbu kompor, air menyebar
dikertas penghisap dan naiknya air dari akar ke daun pada tumbuh-tumbuhan.

definisi lainnya yang saya dapatkan adalah :
Definisi kapilaritas. Kapilaritas adalah gejala zat cair melalui celah-celah sempit
atau pipa rambut. Celah-celah sempit atau pipa rambut ini sering disebut pipa
kapiler. Gejala kapilaritas disebabkan adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat
cair dengan dinding celah itu. Akibatnya, bila pembuluh kaca dimasukkan dalam
zat cair, permukannya menjadi tidak sama.
Kapilaritas merupakan peristiwa naik atau turunnya zat cair pada bahan yang
terdiri atas beberapa pembuluh halus akibat gaya adhesi atau kohesi, misal naiknya
minyak pada sumur.
Contoh kapilaritas dalam kehidpuan sehari-hari
1. Menyebabnya air yang menetes di ujung kain
2. Minyak tanah naik melalui sumbu kompor
3. Air meresap ke atas tembok
4. Naiknya air melalui akar pada tumbuhan
5. Menyebarnya tinta di permukaan kertas



Pengertian Kohesi, Adhesi dan Kapilaritas
Sep 23, 2012
Di antara partikel-partikel yang sejenis dan yang tidak sejenis dapat terjadi gaya tarik-menarik
antarpartikel. Gaya tarikmenarik antarpartikel yang sejenis dinamakan kohesi, sedangkan gaya tarik-
menarik antarpartikel yang tidak sejenis dinamakan adhesi.
Contoh Kohesi, Adhesi dan Kapilaritas
Pernahkah kamu mengamati permukaan raksa di dalam termometer? Permukaan raksa pada termometer
jika kamu amati dengan cermat akan terlihat tidak datar, tetapi sedikit melengkung pada bagian raksa yang
menempel pada kaca, perhatikan Gambar 3.4. Kelengkungan permukaan zat cair dalam sebuah tabung
kaca ini dinamakan meniskus. Meniskus ada dua macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung.
Kamu dapat melihat bahwa bentuk permukaan air dan raksa tidaklah datar. Bentuk permukaan air pada
tabung reaksi terlihat cekung, peristiwa ini dinamakan meniskus cekung. Meniskus cekung terjadi karena
gaya tarikmenarik antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antarpartikel
air (kohesi). Hal ini menyebabkan air membasahi dinding kaca.
Bentuk permukaan raksa pada tabung reaksi terlihat cembung, peristiwa ini dinamakan meniskus cembung.
Meniskus cembung terjadi karena gaya tarik-menarik antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih kecil daripada
gaya tarik-menarik antarpartikel air (kohesi). Hal ini menyebabkan raksa tidak membasahi dinding kaca.
Pernahkah kamu memerhatikan air pada daun talas? Air tidak dapat membasahi daun talas karena tetesan air
di daun talas selalu membentuk bola-bola kecil. Atau dapat dikatakan gaya kohesi molekul-molekul air lebih
besar dari gaya adhesi molekul air dengan molekul daun talas.
Adanya adhesi selain menimbulkan meniskus juga menimbulkan
kapilaritas. Bagaimana peristiwa kapilaritas terjadi? Perhatikan
bagaimana minyak tanah pada kompor dapat naik melalui sumbu
kompor. Atau, perhatikan bagaimana air di dalam tanah dapat
naik dari akar sampai ke daun.
Kamu dapat mengamati bahwa tinggi permukaan air dalam pipa
kapiler lebih tinggi daripada tinggi air dalam bejana. Hal ini
berarti permukaan air naik dalam pipa kapiler. Jika diameter pipa
kapiler makin kecil, tinggi permukaan air dalam pipa kapiler
makin tinggi.
Pada pipa kapiler yang dimasukkan dalam wadah berisi air raksa,
tinggi permukaan raksa dalam pipa kapiler lebih rendah daripada
tinggi raksa dalam bejana. Hal ini berarti permukaan raksa turun
dalam bejana. Jika diameter pipa kapiler makin kecil, tinggi permukaan raksa dalam pipa kapiler lebih
rendah.



Pengertian Kohesi, Adhesi dan Kapilaritas
Sep 23, 2012
Di antara partikel-partikel yang sejenis dan yang tidak sejenis
dapat terjadi gaya tarik-menarik antarpartikel. Gaya tarikmenarik
antarpartikel yang sejenis dinamakan kohesi, sedangkan gaya
tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis dinamakan adhesi.
Contoh Kohesi, Adhesi dan Kapilaritas
Pernahkah kamu mengamati permukaan raksa di dalam
termometer? Permukaan raksa pada termometer jika kamu
amati dengan cermat akan terlihat tidak datar, tetapi sedikit
melengkung pada bagian raksa yang menempel pada kaca,
perhatikan Gambar 3.4. Kelengkungan permukaan zat cair dalam
sebuah tabung kaca ini dinamakan meniskus. Meniskus ada dua
macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung.
Kamu dapat melihat bahwa bentuk permukaan air dan raksa tidaklah datar. Bentuk permukaan air pada
tabung reaksi terlihat cekung, peristiwa ini dinamakan meniskus cekung. Meniskus cekung terjadi karena
gaya tarikmenarik antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antarpartikel
air (kohesi). Hal ini menyebabkan air membasahi dinding kaca.
Bentuk permukaan raksa pada tabung reaksi terlihat cembung, peristiwa ini dinamakan meniskus cembung.
Meniskus cembung terjadi karena gaya tarik-menarik antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih kecil daripada
gaya tarik-menarik antarpartikel air (kohesi). Hal ini menyebabkan raksa tidak membasahi dinding kaca.
Pernahkah kamu memerhatikan air pada daun talas? Air tidak
dapat membasahi daun talas karena tetesan air di daun talas selalu
membentuk bola-bola kecil. Atau dapat dikatakan gaya kohesi
molekul-molekul air lebih besar dari gaya adhesi molekul air
dengan molekul daun talas.
Adanya adhesi selain menimbulkan meniskus juga menimbulkan
kapilaritas. Bagaimana peristiwa kapilaritas terjadi? Perhatikan
bagaimana minyak tanah pada kompor dapat naik melalui sumbu
kompor. Atau, perhatikan bagaimana air di dalam tanah dapat
naik dari akar sampai ke daun.
Kamu dapat mengamati bahwa tinggi permukaan air dalam pipa
kapiler lebih tinggi daripada tinggi air dalam bejana. Hal ini
berarti permukaan air naik dalam pipa kapiler. Jika diameter pipa kapiler makin kecil, tinggi permukaan air
dalam pipa kapiler makin tinggi.
Pada pipa kapiler yang dimasukkan dalam wadah berisi air raksa, tinggi permukaan raksa dalam pipa kapiler
lebih rendah daripada tinggi raksa dalam bejana. Hal ini berarti permukaan raksa turun dalam bejana. Jika
diameter pipa kapiler makin kecil, tinggi permukaan raksa dalam pipa kapiler lebih rendah.

KAPILARITAS
Kapilaritas ialah gejala naik atau turunnya zat cair dalam tabung kapiler
yangdimasukkan sebagian ke dalam zat cair karena pengaruh adhesi dan kohesi.Kapilaritas
disebabkan oleh interaksi molekul-molekul di dalam zat cair. Di dalamzat cair molekul-
molekulnya dapat mengalami gaya adhesi dan kohesi. Gaya kohesiadalah tarik-
menarik antara molekul-molekul di dalam suatu zat cair sedangkan gayaadhesi
adalah tarik menarik antara molekul dengan molekul lain yang tidak
sejenis,yaitu bahan wadah di mana zat cair berada. Apabila adhesi lebih
besar dari kohesis e p e r t i p a d a a i r d e n g a n p e r mu k a a n g e l a s ,
a i r a k a n b e r i n t e r a k s i k u a t d e n g a n permukaan gelas sehingga air
membasahi kaca dan juga permukaan atas cairan akanmelengkung (cekung).
Keadaan ini dapat menyebabkan cairan dapat naik ke atas olehtegangan permukaan
yang arahnya keatas sampai batas keseimbangan gaya ke atasdengan gaya berat
cairan tercapai. Jadi air dapat naik keatas dalam suatu pipa kecilyang biasa disebut
pipa kapiler. Inilah yang terjadi pada saat air naik dari tanah ke atasmelalui
tembok.Apabila gaya kohesi cairan lebih besar dari gaya adhesi, maka
permukaancairan akan melengkung ke atas. Ketika kita memasukan tabung atau
pipa tipis
(pipayang diameternya lebih kecil dari wadah)
, maka akan terbentuk bagian cairan yanglebih tinggi .Dengan kata lain,
cairan yang ada dalam wadah naik melalui kolom pipatersebut. Hal ini disebabkan
karena
gaya tegangan permukaan total
sepanjang dindingtabung bekerja ke atas. Ketinggian maksimum yang dapat dicapai
cairan adalah ketikagaya tegangan permukaan sama atau setara dengan berat cairan
yang berada dalampi pa. J adi , cai r an hanya mampu nai k hi ngga
ket i nggi an di mana gaya t egangan permukaan
seimbang
dengan berat cairan yang ada dalam pipa



Apabila permukaan cairan yang melengkung ke atas diabaikan, maka volumecairan
dalam pipa adalah :Apabila komponen vertikal dari Gaya Tegangan Permukaan
seimbang denganberat kolom cairan dalam pipa kapiler, maka cairan tidak dapat
naik lagi. Dengan katalain, cairan akan mencapai ketinggian maksimum, apabila
komponen vertikal dari gayategangan permukaan seimbang dengan berat cairan setinggi h.
Komponen vertikal dari Gaya tegangan permukaan adalah :
Ketika cairan mencapai ketinggian maksimum (h), Komponen vertikal dari
gayategangan permukaan harus sama dengan berat cairan yang ada dalam pipa
kapiler.Secara matematis, ditulis :


Laju Air Naik ke PohonSama seperti manusia, tumbuhan juga membutuhkan air
sebagai kelangsunganhidupnya. Kandungan zat yang ada pada pohon berasal dari air dan
tanah melalui akar t anpa adanya pompa. Zat cai r memi l i ki beber apa
s i f at dan s al ah sat unya adal ahkapilritas. Kapilaritas merupakan perubahan
ketinggian permukaan air di dalam suatupi pa. J i ka ki t a memas ukkan
s ebuah s edot an pada gel as yang ber i si ai r , maka permukaan air
dalam sedotan tampak lebih tinggi dibanding permukaan air di
luar sedotanSemakin kecil diameter pipa, semakin tinggi kenaikan
permukaan air. Akar pohon terdiri dari pipa-pipa yang sangat kecil, sehingga air
dalam tanah akan mudahnaik sampai ke puncak pohon.


Lampu minyak merupakan salah satu sumber penerangan ketika belum
adalampu listrik.Lampu minyak terdiri dari wadah yang berisi bahan
bakar (biasanyaminyak tanah) dan sumbu. Sebagian sumbu dicelupkan
dalam wadah yang berisi minyak tanah, sedangkan sebagian lagi dibungkus
dalam pipa kecil. Pada ujung ataspipa tersebut, disisakan sebagian sumbu. Jika kita
ingin menggunakan lampu minyak,maka sumbu yang terletak di ujung atas
pipa kecil tersebut harus dibakar. Sumbutersebut bisa menyala dalam waktu yang
lama karena minyak tanah yang berada dalamwadah merembes ke atas, hingga mencapai ujung
sumbu yang terbakar


Sumber :www.gudangilmu.comwww.mediaindonesia.com