You are on page 1of 6

PRO JUSTITIA

VISUM ET REPERTUM PSYCHIATRICUM
Nomor:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : dr. Andri Sudjatmoko, Sp.KJ
Pangkat/golongan : Pembina Utama Muda / IV.C
NIP : 19590422 189903 1 001
Jabatan : Dokter Spesialis Jiwa RSJ Soeprapto Daerah Bengkulu
Tempat Observasi : Ruang Rajawali 2 RSJ Soeprapto Daerah Bengkulu
Waktu :

Atas Permintaan tertulis dari:
Nama : A.SYAHROZI
Pangkat/NIP/NRP : BRIPKA/81010567
Jabatan : Penyidik pembantu Pada Kantor Polsek selebar
Alamat :Jl. Bumi Ayu Kec, Selebar Kota Bengkulu
Instansi :Kepolisian
Nomor Surat :LP/106-B/II/2013/SP
Tanggal : 18 Februari 2014
Perihal : Permintaan Pemeriksaan Kejiwaan Tersangka

Telah melakukan pemeriksaan psikiatrik dan observasi di ruang rajawali 2 RSJ Soeprapto
Daerah Bengkulu dari tanggal 14-20 Maret 2014 terhadap:
Nama : Herwin Agustianto Als Erwin bin Ardin
Umur : 34 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jln. Karang Indah RT 23 No. 38 Kel. Sumur Dewa
Kec. Selebar Kota Bengkulu
Pendidikan : SMKN 2
Status Kawin : Kawin
Pekerjaan : PNS PBK
Status Terperiksa : Tersangka
Tuduhan : Perbuatan cabul dan perbuatan tidak menyenangkan


LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN
I. AUTOANAMNESIS
Wawancara pada tanggal 20 maret 2014
Klien seorang laki-laki, berusia 34 tahun, sudah menikah dan seorang PNS yang
bekerja sebagai pemadam kebakaran, klien berpenampilan rapi, saat di tanya pasien sadar
sepenuhnya. Ketika klien di tanya nama klien menjawab dengan benar. Klien tahu
bahwa klien sedang berada di RS.Jiwa.
Klien di bawa ke rumah sakit jiwa atas permintaan dari kepolisian karena 2
minggu sebelum masuk rumah sakit klien di tahan di polsek atas tuduhan pelecehan
seksual, 3 hari sebelum kejadian tersebut klien mengaku, susah tidur , badan terasa pegal,
dada terasa panas, seperti ada semut yang sedang menggerogoti dadanya dari dalam. Saat
kejadian tepatnya pada tanggal 14 januari 2014 setelah sholat zuhur klien datang kerumah
korban dengan menggunakan sarung dan kaos dalam, saat di tanya kenapa berpenampilan
seperti itu, klien menjawab bahwa klien merasa panas. Tujuan klien datang kerumah
korban disuruh oleh salah seorang caleg yang ada di lingkungan rumahnya untuk
meminta nomor handpone korban sebagai persiapan PILKADA. Menurut pengakuan
klien korban tidak memberikan nomor handphone nya dengan alasan nomornya yang
lama sudah tidak aktif lagi. Kemudian klien merasa kalau kepalanya terasa pusing dan
sempoyongan hingga jatuh kearah korban dengan posisi kepala klien di bahu kiri korban,
korban sedikit terdorong kebelakang karena menahan tubuh klien kemudian dengan
spontan mendorong balik tubuh klien. Tiba-tiba klien tersadar dan langsung meminta
maaf tetapi korban tidak memaafkan klien dan menganggap kalau kejadian tersebut
memang di sengaja oleh klien, sehingga korban melaporkan klien ke istri, kemudian ke
ketua RT, dan kemudian melapor ke kantor polisi.

Klien mengaku kalau gejala mudah marah, susah tidur tersebut sering terjadi sejak
tahun 2004. Klien susah tidur karena memikirkan ekonomi kluarga, takut tidak bisa
makan dan anak tidak bisa sekolah. KLien berobat dari tahun 2004 tapi tidak rutin minum
obat, karena mendengar suara bisikan tidak menyuruh dia minum obat. Biasanya klien
minum obat hanya setelah setelah gejala timbul, ketika gejala hilang klien berenti minum
obat.
Klien anak pertama dari 4 bersaudara, dan ibunya telah meninggal pada saat klien
lulus dari SMP, klien mengaku sangat dekat dengan ibunya. 3 bulan setelah ibu klien
meninggal ayah dari klien menikah lagi. klien sering meminta uang kepada ayahnya
untuk keperluan tetapi ayah klien sering memarahi klien dulu sebelum memberikan uang.
Klien jarang meminta uang kepada ibu tirinya dengan alasan ibu tirinya sering marah-
marah. Ayah klien kemudian pindah bersama ibu tirinya dank lien beserta adik-adiknya
tinggal. Sejak saat itu klien mengaku kalau dia sering membantu adik-adiknya untuk
bekerja mencari uang. Saudara klien adik ke dua dan ke tiganya juga mengalami
gangguan yang sama seperti klien.

II. HETEROANAMNESIS
Diperoleh dari Istri klien.
Menurut istri klien, sebelum sakit klien adalah suami yang pendiam jarang
berbicara, jika ada masalah klien jarang membicarakan ataupun mendiskusikan masalah
tersebut dengan istrinya. Klien merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, klien sering
membantu adik-adiknya dalam masalah ekonomi, sedangkan klien sendiri sebelum sakit
bekerja sebagai honorer dan buruh bangunan, baru pada tahun 2006 pasien menjadi
pegawai negeri sipil. Tahun 2004 klien sering marah-marah menuduh istrinya selingkuh,
jika melihat istrinya sedang berbicara denga laki-laki, susah tidur, dan sering mondar-
mandir, dan istrinya mulai menyadari klien sakit saat klien menyuruh istrinya memakan
kotoran ayam, klien menganggap kalau kotoran tersebut adalah makanan, tapi istri klien
menolak, kemudian beberapa hari kemudian pasien menyuruh istrinya untuk membuang
sayur yang telah di masak oleh istrinya, dengan alasan ada yang membisiki nya dan
menyuruh klien untuk membuang sayur tersebut, pasien juga keluyuran karena mengaku
ada yang memerintahkan nya untuk keluyuran, tidur kurang, sering marah-marah. Klien
sering merasa pikirannya kosong dan sering tiba-tiba pingsan, kemudian berdiri sendiri
dan sadar. Pasien berobat jalan tetapi tidak minum obat. Dan jika tidak minum obat
pasien akan mengalami gejala-gejala seperti marah, kluyuran, kurang tidur . Di kantor
klien juga pernah memanjat pohon kelapa dengan menggunakan seragam tanpa tujuan.
Di lingkungan rumah klien sering bersoialisasi, saat ada kegiatan pasien sering
ikut serta dalam membantu kgiatan tersebut, hubungan pasien dengan lingkungan sekitar
baik.

Diperoleh dari Rekan Kerja
Menurut Rekan Kerja Klien, tahun 2004 mereka sering kerja bersama sebagai
tukang/ buruh bangunan, saat itu rekan kerja klien merasa aneh pada klien yang berubah
menjadi lebih pendiam dari biasanya. Tahun 2006 klien berhenti bekerja sebagai
tukang/buruh bangunan, klien kemudian diajak berkebun oleh rekan kerjanya, saat siang
hari berada di kebun rekan kerjanya melihat klien melamun dan saat ditanya mengapa
melamun, klien menjawab bahwa dia sedang melihat ada banyak orang yang lewat di
depan pondok padahal menurut rekan kerjanya tidak ada orang yang lewat dan
suasananya sepi hanya ada klien dan rekan kerjanya. Sejak kejadian tersebut setiap kali
klien di ajak kerja, klien sering mengingkari janji untuk di ajak bekerja. Rekan kerja klien
pernah berkunjung kerumah klien, dan saat di rumah klien tiba-tiba kaki kanannya di
pegang dan di tarik oleh adik klien yang pada saat itu juga sedang mengalami gangguan
jiwa. Tahun 2013 klien yang seorang PNS pemadam kebakaran semakin menunjukan
gejala aneh di mulai dari saat kegiatan apel pagi klien hanya memakai sandal jepit,
kemudian pernah memakai seragam yang baju dan celananya berbeda dari rekan kerja
yang lainnya. Klien juga pernah masuk ke dalam kolam yang ada di lokasi kantor
pemadam kebakaran dengan menggunakan seragam lengkap di siang hari, dengan alasan
klien merasa tubuhnya panas seperti api. Klien sering datang ke kantor dan pulang sesuka
hati tanpa memperdulikan aturan yang ada di kantor.




HOME VISITE
Klien tinggal di sebuah rumah di Jln. Karang Indah RT 23 No. 38 Kel. Sumur Dewa
Kec. Selebar Kota Bengkulu, klien tinggal bersama istri, 2 orang anak klien dan seorang laki-
laki adik dari istri klien. Dihalam rumah klien ada tanaman bunga, dan ada jalan kecil, di
seberang jalan tersebut terdapat rumah korban, jarak rumah korban dan rumah klien ± 10 M.
Rumah klien berdinding bata, berlantai keramik, mempunyai teras, di teras terdapat kursi dan
mobil yang terparkir, di teras bagian samping rumah ruang ada 2 buah motor , pintu rumah
tersebut mempunyai trali dan kemudian di lapisi dengan pintu dari kayu. Rumah klien terdiri dari
ruang tamu, 3 buah kamar tidur, dan sebuah dapur.
Disamping kiri rumah klien terdapat lahan yang di tanami sayuran oleh istri klien, dan di smping
lahan tersebut terdapat rumah adik bungsu klien. Disamping kanan rumah klien terdapat rumah
kosong.

III. HASIL PEMERIKSAAN FISIK YANG BERMAKNA
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan Gizi : Baik
Tekanan Darah :
Kulit : Sawo matang
Kepala : Dalam batas normal
Leher : Dalam batas normal
Dada dan Punggung : Dalam batas normal
Perut : Dalam batas normal
Anggota Gerak : Dalam batas normal

IV. STATUS PSKIATRIK
Kesan Umum :
Kesadaran : Sadar
Kontak : Verbal
Proses pikir : Realitas
Isi pikir : koheren
Persepsi :
Psikomotor : Normal
Kemauan :
Tilikan Diri : tidak terganggu

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG

VI. FORMULA DIAGNOSIS
Klien seorang laki-laki berumur 34 tahun , berpenampilan rapi,dapat diajak bicara dengan
baik,

VII. MULTI AKSIAL
Aksis I:
Aksis II:
Aksis III:
Aksis IV:
Aksis V :

VIII. KESIMPULAN
IX. SARAN
X. PENUTUP