You are on page 1of 39

APITAL SSET RICING

ODEL
Kelompok : 3
Citra Umairah N Tilaar
Fadhila Fazmiaty S Achmad
Husnul Hatima M Zen
Lusy Rahayu
Nadira Mochtar
Nuradhitya Riandini

PENDAHULUAN
 CAMP mengestimasi return suatu sekuritas
 Bentuk standar CAMP dikembangkan secara terpisah oleh sharpe
(1964), Lintner (1965), dan Mossin (1969)
ASUMSI-ASUMSI
Asumsi-asumsi yang digunakan di model CAMP adalah:
1. Semua Investor mempunyai cakrawala waktu satu periode yang
sama.
2. Semua investor melakukan pengambilan keputusan investasi
berdasarkan pertimbangan antara nilai return ekspektasian dan
deviasi standar return dari portofolionya
3. Semua investor mempunyai harapan yang seragam (homogeneus
ekspectation) terhadap faktor-faktor input yang digunakan untuk
keputusan portofolio
4. Semua investor dapat melakukan lending atau borrowing dengan
jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku bunga bebas resiko
5. Penjualan pendek (short sale) diijinkan
ASUMSI-ASUMSI
Lanjutan ...

6. Semua aktiva dapat dipecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil
dengan tidak terbatas
7. Semua aktiva dapat dipasarkan secara likuid sempurna
8. Tidak ada biaya transaksi
9. Tidak terjadi inflasi
10. Tidak ada pajak pendapatan pribadi
11. Investor adalah penerima harga (price-taker)
12. Pasar modal dalam kondisi ekuilbrium
EKUILBRIUM PASAR MODAL
Ekuilbrium Pasar, (Jones, 1995) :
Kondisi pasar pada saat harga-harga aktiva berada ditingkat
yang tidak memberikan insentif lagi untuk melakukan perdagangan
spekulatif.
EKUILBRIUM PASAR MODAL
Implikasi dari asumsi ekuilbrium adalah, sebagai berikut :
1. Semua investor akan memilih portofolio pasar
2. Portofolio pasar ini merupakan portofolio aktiva berisiko yang
optimal.
PORTOFOLIO PASAR
 Portofolio Pasar adalah portofolio yang berisi dengan semua aktiva
yang ada dipasar.





Gambar 14.1
PORTOFOLIO PASAR
Lanjutan ...

 Portofolio pasar akan terletak di kurva efficient set AB
 Untuk meletakan letak portofolio pasar, perlu dikombinasikan
antara aktiva-aktiva berisiko di portofolio dengan aktiva bebas
risiko.
 Semua investor diasumsikan akan melakukan investasi di
portofolio yang sama, yaitu portofolio pasar
 Dalam keadaan ekuilbrium, semua aktiva berisiko harus berada di
portofolio pasar (M), karena semua investor akan memegang
portofolio ini.
PORTOFOLIO PASAR
Lanjutan ...

 Idealnya semua aktiva berisiko meliputi aktiva
keuangan seperti saham, obligasi, opsi, futures, aktiva
rill seperti emas dan estat nyata harus dimasukkan ke
dalam portofolio pasar.
 Dalam prakteknya, portofolio pasar ini diwakili oleh
portofolio yang berisi dengan sekuritas-sekuritas
didalam satu pasar saja, misalnya semua sekuritas di
Bursa Efek Jakarta


GARIS PASAR MODAL
 Garis pasar modal merupakan garis yang menunjukkan
semua kemungkinan kombinasi portofolio efisien yang
terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko.








Gambar 14.2 Garis pasar modal

SLOPE GPM
 Slope dari GPM merupakan harga pasar dari risiko untuk
portofolio efisien.Harga pasar dari risiko menunjukkan
tambahan return yang dituntut oleh pasar karena adanya
kenaikan risiko portofolio relatif terhadap risiko pasar.
 (Contoh Soal 14.1)


(14-1)


LANJUTAN..
Slope dari GPM menunjukkan return
ekspektasian tambahan karena portofolio pasar
mempunyai risiko sebesar yang lebih besar
dari risiko aktiva bebas risiko.Tambahan return
ekspektasian untuk risiko pasar yang mempunyai
risiko sebesar dengan demikian dapat
dirumuskan sebagai berikut:
 (Contoh soal 14.2)

(14-2)
LANJUTAN..
 Untuk portofolio lainnya yang mempunyai risiko sebesar
maka besarnya return ekspektasian tambahan yang
dituntut adalah sebesar:



(14-3)

LANJUTAN..
 Return ekspektasian yang diminta adalah sebesar return
ekspektasian tambahan ini ditambah dengan return bebas
risiko adalah sebagai berikut:



(14-4)
HAL YANG DIPERHATIKAN UNTUK GPM
Garis pasar modal hanya terdiri dari portofolio
efisien yang berisi dengan aktiva bebas
risiko,portofolio pasar M atau portofolio
kombinasi dari keduanya.
Karena asumsi ekuilibrium pasar,GPM harus
mempunyai slope positif meningkat atau dengan
kata lain harus lebih besar dari .

GARIS PASAR SEKURITAS
o Garis pasar modal (GPM) menggambarkan tradeoff
antara resiko dan return ekspetasian untuk portofolio
efisien, tetapi bukan untuk sekuritas individual. Garis
lain yang menunjukkan tradeoff antara risiko dan return
ekspetasian untuk sekuritas individual disebut dengan
garis pasar sekuritas (GPS) atau security market line
(SML). Garis pasar sekuritas (GPS) merupakan
penggambaran secara grafis dari model CAMP.
o Untuk portofolio, tambahan return ekspetasian terjadi
karena diakibatkan oleh tambahan risiko dari portofolio
bersangkutan.
o Untuk sekuritas individual, tambahan return ekspetasian
diakibatkan oleh tambahan risiko sekuritas individual
yang diukur dengan beta.

 Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang
Beta individual sekuritas di dalam portofolio, yaitu
sebesar :

= .

=1





E(Ri)


E(RM)
Beta
1,
0
0
RBR
M
Garis Pasar
Sekuritas (GPS)
Gambar 14.3 Garis Pasar Sekuritas


E(Ri) = RBR + βi ∙ [E(RM) . RBR]

Persamaan (14-5) yang sederhana ini disebut dengan Capital Asset Pricing
Model (CAMP). Elton dan Gruber (1995) menganggap persamaan ini
sebagai penemuan terpenting di bidang keuangan. Dengan persamaan ini,
maka return ekspetasian dari suatu portofolio atau sebuah sekuritas
individual dapat ditentukan.
(14-5)
CONTOH 14.4 :
Return aktiva bebas risiko adalah sebesar 12%.
Return portofolio pasar adalah sebesar 15%. Saham
A mempunyai Beta sebesar 1,8. return ekspetasian
dari saham A ini dapat dihitung sebesar:

E(RA) = 12% + ( 15% - 12% ) . 1,8
= 12% + 5,4%
= 17,4%
1,
0
1,
8
0
RBR
RB=20%
E(Ri)
E(RB)=E(RC)=E(RA)=17,4%
E(RM)=15%
RC=14%
Beta
B
C
M
Gambar 14.4 Saham yang Murah dan yang Mahal.
CONTOH 14.6:
Diketahui IHSG sekarang (IHSGt) adalah 2.400, IHSG
periode lalu (IHSGt-1) adalah sebesar 2.000, dan suku
bunga SBI sebesar 8%. Data untuk tiga saham A, B dan C
adalah sebagai berikut ini.

Saham
A
Saham
B
Saham
C
Rp1.350
Rp1.000
0,8
Rp5.500
Rp5.000
1,2
Rp1.400
Rp1.000
1,5
LANJUTAN . . . .
Return Pasar :
RM = (IHSGt – IHSGt-1) / IHSGt-1
= 2.400 -2.000 / 2.000 = 20%
Return Realisasi :
RA = (Rp1.350 – Rp1.000) / Rp1.000 = 35%
RB = (Rp5.500 – Rp5.000) / Rp5.000 = 10%
RC = (Rp1.400 – Rp1.000) / Rp1.000 = 40%
LANJUTAN . . . .
Return ekspetasian yang dihitung dengan CAMP:
E(RA) = 8% + 0,8% (20% - 8% ) = 17,6%
E(RB) = 8% + 1,2% (20% - 8% ) = 22,4%
E(RC) = 8% + 1,5% (20% - 8% ) = 26,0%

LANJUTAN . . . .

M
B
C
A
Beta
E(Ri)
RB=40%
RB=35%

E(RC)=26,0%
E(RB)=22,4%
E(RA)=17,6%
RM=20%
RBR=8%
RB=10%
0
PENJABARAN MODEL CAPM
 Telah diketahui bahwa risiko portofolio yang diukur
dengan standar deviasi sesuai dengan model
markowitz berisi dengan n varian return dan [n .(n-
1)] kovarian return, untuk portofolio pasar yang
diasumsikan bahwa return sekuritas individual
berkorelasi dengan return pasar, risiko portofolio
dapat disederhanakan sebagai berikut:

 σM =( wi . σi.,M )1/2
= (w1 . σ1,M + w2 . σ2,M + … + wn . σn,M )1/2

LANJUTAN..
 σM = ( kontibusi sekuritas ke-1 untuk resiko portofolio +
kontibusi sekuritas ke-2 untuk resiko portofolio +…+
kontibusi sekuritas ke-n untuk resiko portofolio )1/2

 Dengan asumsi bahwa proporsi masing – masing
sekuritas di dalam portofolio pasar adalah sama, yaitu
w1 = w2 … wn, maka dapat dikatakan bahwa kontribusi
masing – masing sekuritas terhadap risiko portofolio
pasar adalah tergantung dari besarnya kovarian return
sekuritas dengan portofolio pasar. Dengan demikian
untuk sekuritas ke , kontribusi risiko sekuritas ini
terhadap risiko portofolio pasar adalah sebesar:

Kontribusi risiko terhadap sekuritas ke-1 =
LANJUTAN..
 Ingat kembali persamaan GPM sebagai berikut

E(Rp) = R.BR + . Σp

Persamaan ini adalah untuk retunrn
ekspektasian portofolio. Untuk return sebuah
sekuritas tunggal, mka σp perlu disubtitusikan
dengan risiko sekuritas individual. Dengan
mensubtitusikan σp dengan kontribusi risiko
sekuritas individual terhadap risiko portofolio
pasar maka return ekspektasian untuk
sekuritas individual ke-I adalah:

E(Ri) = RBR +
CARA LAIN PENJABARAN CAPM
Risiko portofolio pasar yang diukur dari deviasi standarnya
juga dapat dinyatakan sebagai berikut
σM = ( . wi . wj . σi.j ) ½

Karena investor diasumsikan memegang portofolio pasar,
maka kontribusi total risiko portofolio dapat dianggap sebagai
perubahan dari risiko portofolio akibat perubahan proporsi
sekuritas tersebut. Perubahan risiko portofolio pasar akibat
proporsi suatu sekuritas dapat dihitung dari turunan pertama
total risiko portofolio pasar terhadap proporsi sekuritas ke-I
sebagai berikut :






LANJUTAN..

=

=

= =
PENGUJIAN EMPIRIS TERHADAP
CAMP
Model dari CAPM sebagai berikut ini (lihat 14-5)
E(Ri)= RBR+βi .[E(RM)-RBR]

Model diatas merupakan model untuk return ekspektasia. Model ini
tidak dapat diuji, karena ekspektasi adalah nilai yang belum terjadi
atau yang beum dapat diobservasi. Oleh karena itu yang dapat
diobservasi sehingga dapt diuji adalah nilai yang sudah terjadi atau
nilai historis (Ex Post), sebagai berikut:

Rit = RBR.t +βi .[Rm.t-RBR.t] + ei.t (14-10)
LANJUTAN…
 Terlihat di model ex post ini bahwa nilai-nilai ekspektasian telah
dirubah menjadi nilai-nilai realisasi , yaitu dengan menambahkan t.
yang dimana subsktip-t menunjukkan waktu yang terjadinya.
Subskrip-t diprlukan karena umumnya CAPM diuji secara time-
series , misalnya diuji selama periode 5 tahun dengan data return
realisai bulanan, sehingga subskrip-t adalah dari t=1 sampai dengan
t=60. sebab nilai realisasi mengandung kesalahn , maka modal ex-
post ini juga mengandung nilai kesalahan untuk tiap-tiap nilai
realisasi yang diobservasi yang dinyatakan sebagai ei,t.

 Perbedaan penting antara model ekspektasi dan model ex-post
adalah sebagai berikut. Model ekspektasi merupakan model teoritis,
dimana slope dari Garis Pasar Sekuritas (GPS) harus positif , karena
teoritis hubungan antara resiko dan return ekspektasian, .
Sebaliknya modal ex-psost merupakan model empiiris yang dimana
slope dan GPS dapat bernilai nol atau negatif. Dapat kita lihat
bersama di Gambar 14.3

LANJUTAN…
Jika CAPM secara empiris akan diuji, umumnya model ini
dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut:

(14-11)

Notasi:




SECARA UMUM, HASIL DARI PENGUJIAN MODEL CAPM INI SETUJU
DENGAN KESIMPULAN YANG DAPT KITA LIHAT SECARA BERSAMA-SAMA
DI HAL 540-541UNTUK EDISI 8.
Secara Umum dari hasi pengujuan model CAPM ini dapat
ditarik kesimpulan walaupun koefesien dari Beta, yaitu ᵟ1
sama dengan nilai RM.t – RBR. T dan positif serta
hubungan dari return dan resiko harus linier, tetapi model
ini masih jauh dari sempurna, karena hasil pengujian masih
menunjukkan bahwa intercept ᵟ0 berbeda dari nol dan
masih banyak faktor-fakto lain selain Beta yang masih
dapat menjelaskan variasi dari return sekuritas. Dari hasil
ini menunjukkan bahwa model yang misspecified yang
masih membutuhkan faktor-faktor lain selain Beta
(Copeland and Weston,1992).

ALTERNATIF 14-A


θ=

(L14-1)
Rumus Slope

CAMP dapat juga dijabarkan dengan mencari komposisi portofolio yang
memaksimulkan slope garis lurus yang menghubungkan titik tingkat return bebas risiko
di sumbu tegak dengan portofolio itu sendiri
SLOPE DARI GPM INI TAMPAK DI GAMBAR
(14.5) SEBAGAI BERIKUT
θ
E(

)
E(

)

GAMBAR L14.1. SLOPE DARI GPM

Ψ.( )

.
.
=[E

] (L8-7)
n
J=1
Tinjau kembali persamaan (l8-7) pada lampiran 8-A dari bab 8

Maka
Ψ.(
1 .

,,1
+
2 .

,,,2
+....+

.

)=[E(

)-

]

(L14-1)
URAIAN SELANJUTNYA MENJADI

Ψ . E [

. = (

.

=1
(

E (

) ]
= [ E

-

] (L14-2)
Kovarian antara return sekuritasbke-k dan return pasar atau Cov
(
,

), sehingga persamaan l12 −2 menjadi
Ψ. Cov (
.

)= E(

) -

(L14-3)
TERIMA KASIH