You are on page 1of 5

FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN HEWAN

21 04 2009

1. Invertebrta
a. Platyhelminthes
Mempunyai organ sederhana dan system gastrovaskuleryaitu hanya satu muara keluar yang
berfungsi baik sebagi mulut maupun anus.
Contoh: Planaria
Sistem pencernaannya: mangsa ditangkap oleh farink dengan cara ditonjolkan keluar dan setelah
mangsanya ditangkap segera ditarik masuk ke dalam rongga mulut bersama-sam mangsanya.
Sel-sel tertentu pada ephitelium usus dapat membentuk pseudopodia dan mencerna mangsanya
kemudian membentuk vakuola makanan dan tejadi pencernaan. Sari-sari makanan diabsorpsi dan
secara difusi masuk ke dalam jaringan-jaringan tubuh. Sisa-sisa yang tidak dapat dicerna
dikeluarkan melalui lubang mulut

b. Nemathelminthes
Alat pencernaan berupa:
- Mulut yang sangat kecil dan kadang tidak jelas
- Pharynk yang merupakan bagian anterior tractus digestivus dan bagian ujung posteriornya
membesar
- Intestinum, yang merupakan saluran yang sederhna, terletk bebas dalam pseudocela dan
bermuara keluar melalui lubang pelepasan yang identik dengan procoeum
c. Annelida
Contoh: cacing Tanah (Lumbriscus terretris)
Makanan cacing tanah terdiri dari sisa-sisa hewan dan tanaman yang diambil mellui mulutnya.
Makanan did lam esophagus tercampur dari cairan hasil sekresi kelenjar kapur yang terdapat
pada dinding esophagus. Dari esophagus makanan masuk ke dalam proventriculus yang
merupakan tempat penyimpanan makanan sementara, kemudian masuk ke dalam ventrikulus dan
dicerna menjadi partikel-partiklel halus dan selanjutnya masuk ke instetinum

d. Arthropoda
Contoh: Udang
Proses pencernaannya
Makanan dihluskn oleh gigi-gigi pelumat. Bila makanan sudah cukup halus maka melalui
semacam saringan yang etrdapat di antara kedua bagian ventrikulus yang terdiri atas lipatatan-
lipatan yag dilengkapai setae seperti rambut. Di dalam pars pyloric makanan dicampur dengan
sekresi dari kelenjar pencernaan yang disalurkan melalui ductus hepaticus, kemudian masuk ke
dalam intestinum. Partikel-partikel yang tidak dicerna ke posterior berkumpul sebagai feses yang
kemudian dikeluarkan melalui anus

e. Moluscca
Contoh: siput darat
Alat pencernaannya meliputi:
Rongga mulut, esophagus, inguives, ventrikulus, intestinum, rectum dan anus. Makanan masuk
mellaui mulut diatur oleh radula (sejenis lidh). Dari rngga mulut masuk ke esophagus yang
sempit kemudian melebar disebut ingluives yang menghasilkan lender berair yang berisi enzim-
enzim diastase yang menguraikan hidrt arng. Glandula digestoria terdiri dari kumpulan tubuli
yng bercabang-cabang dan berakhir buntu pada germbn sel-sel yaitu:
- Sel-sel yang menghasilkan enzim untuk pencernaan ekstraseluler
- Sel-sel yang menyerap partikel-partikel makanan dan mencerna intraseluler, juga menyerap
hasil-hasil pencernaan di luar sel
- Sel-sel yang menghasilkan kalsium karbonat, lanjutan ventikulus ialah intestinum yang
berkelok-kelok dan berakhir pada rectum yang bermuara kelur melalui anus

f. Echinodermata
Contoh: asterias sp
Proses pencernaannya:
Makanan masuk melalui mulut yang berbentuk pentagonal yang disebut ctinostoma, kemudian
tractus digestivus terdiri atas periostma, esophagus, ventrikulus, intestinum dan berakhir di anus.
Esophagus berbentuk pipa pendek
Penulis: ari budini, septiani, rustini
2. Sistem Pencernaan Pisces
saluran pencernaan ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris) yang di dalamnya terdapat gigi-
gigi kecil yang berbentu k kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak
dapat digerakan dan bnyak menghasilkan lendir tetapi tidak mneghasilkan ludah. dari rongga
mulut makanan masuk ke dalam esofagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang
esofagus berbentuk kerucut, pendek terdapat di belakang insang dan bila tidak dilalui makanan
makan lumen akan menyempit. dari kerongkongkongan, makanan di dorong masuk ke lambung
sehingga lambung menjadi besar. anatara lambung dan usus tidak jels batasnya. pada beberapa
jenis ikan terdapat tonjolan buntu yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan
makanan, dari lambung makanan masuk ke dalam usus yang berbentuk pipa panjang berkelok-
kelok dan sama besarnya bermuara pada anus.
Kelenjar pencernaannnya berupa hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran
cukup besar, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan
mengelilingi usus, bentuknya tidak tetap dan terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri serta bagian
yang menuju ke arah punggung.
Fungsi hati adalah menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantng empedu untuk membantu
proses pencernaan lemak. kantong empedu berbentuk bulat berwarna kehijauan terletak di
sebeah kanan hati dan salurannya bermuara pada lambung. Kantong empedu berfungsi untuk
menyimpan empedu dan menyalurkan cairan empedu ke usus bila diperlukan. Pankreas
berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali. pankres berfungsi untuk mneghasilkan enzim-
enzim pencernaan dan hormon insulin


Sistem Pencernaan Hewan
18 04 2009
SISTEM PENCERNAAN REPTIL

System pencernaan pada reptile terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptile
pada umumnya terdiri atas saluran pencernaan dan kelnejar pencernaan. Pada umumnya reptile
adalah karnivora (pemakan daging). Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan,
lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan
hati.
1. Rongga Mulut. Disokong oleh rahang atas dan rahang bawah. Pada masing-masing rahang
terdapat gigi-gigi yang berbentuk kerucut. Gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung kea
rah rongga mulut. Dan khusus pada ular berbisa akan tumbuh gigi yang dapat menghasilkan
racun yang terdapat pada rongga mulut. Pada buaya giginya bisa mnegalami 50 kali pergantian.
Pada umumnya retil tidak mengunyah makanannya jadi giginya berfungsi sebagai penangkap
mangsa.
Pada rongga mulut terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua.
Pada reptilian pemakan insekta memiliki lidah yang dapat dijulurkan, sedangkan pada buaya dan
kura-kura lidahnya relative kecil dan tidak dapat dijulurkan. Lidah ular berbentuk pembuluh
yang terbungkus oleh selaput dan terletak di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid
yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut tetap basah dan dapat dengan mudah menelan
mangsanya.Pada ular Kelenjar labia bermodifikasi menjadi kelenjar poison yang bermuara di
kantung yang terletak di daerah gigi taring dan dikeluarkan melalui gigi tersebut.
2. Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut yang menyalurkan
makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan
3. Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan
berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang esophagus. Disini makanan baru
mengalami proses pencernaan. Pada bagian fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan
kimia.
4. Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dalam usus halus
terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum, kemudian diteruskan ke kloaka untuk
dibuang. Ukuran usus disesuaikan dengan bentuk tubuhnya.
5. Kelenjar pencernaan, terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan oleh hati
ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri dari dua lobus yaitu sinister
dan dexter yang berwarna coklat kemerahan. Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan
hati. Pancreas pada reptile terletak diantara lambung dan duodenum. Pancreas berbentuk pipih
dan berwarna kekuning-kuningan