You are on page 1of 18

PENDAHULUAN

Pada tahun 1998, wabah ensefalitis akut di Malaysia yang menyebabkan penemuan
sejenis paramyxovirus yaitu virus Nipah !irus nipah menyebabkan penyakit parah yang
ditandai dengan peradangan pada otak "ensefalitis# dan sering di kenal dengan penyakit
pernapasan $nfeksi virus Nipah merupakan penyakit endemik yang mun%ul di &sia
'enggara !irus ini dibawa oleh kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus, yang
merupakan host yang dapat beradaptasi dengan baik
1
!irus Nipah ditemukan pertama kali
ketika terjadi wabah penyakit di (ampung )ungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998 !irus
ini bersama virus *endra merupakan bentuk virus baru yaitu Henipavirus dalam family
Paramyxoviridae $nfeksi virus Nipah ini di Malaysia dikenal juga dengan sebutan Porcine
Respiratory and Ensefalitis Syndrome (PRES) dan nama umumnya adalah +Barking
Sindrom Babi+ ",),# Nipah merupakan penyakit virus yang dapat menular pada hewan
dan manusia -abah virus Nipah telah dilaporkan di &sia 'enggara "Malaysia, )ingapura,
$ndia, dan ,angladesh# .$/ and &ustralian *ealth &uthorities merekomendasikan bahwa
virus Nipah merupakan 0oonosis yang sangat serius dengan kasus kematian 123425
6
&walnya, sindrom ini tidak teridentifikasi karena mordibitas dan tingkat kematian
yang tidak berlebihan dan tanda 7 tanda klinis yang tidak berbeda dengan penyakit lain
Namun, penyakit ini tampaknya berhubungan erat dengan epidemik ensefalitis virus yang
terjadi pada para pekerja peternakan babi di Malaysia !irus Nipah dapat menular dari
hewan ke manusia, dan juga dapat menular langsung dari manusia ke manusia 8i
,angladesh, setengah dari kasus yang dilaporkan antara 6221 dan 6228 adalah penularan
yang terjadi dari manusia ke manusia !irus Nipah dapat menyebabkan penyakit yang
parah pada hewan domestik seperti babi (elelawar buah dari family Pteropodidae yang
adalah hospes alami dari virus Nipah
1
Pada bulan 9ebruari tahun 1999, penyakit serupa
diidentifikasi pada babi dan manusia di daerah 7 daerah lain di Malaysia, dimana ini adalah
hasil dari perpindahan babi yang terinfeksi ke daerah lain yang menimbulkan wabah baru
Pada bulan Maret tahun 1999, terdapat 11 kasus penyakit pernapasan dan ensefalitis yang
ter%atat di )ingapura yang terjadi pada pekerja di rumah potong hewan yang menangani
babi yang berasal dari daerah wabah di Malaysia -abah di )ingapura berakhir ketika
impor babi dari Malaysia dilarang, dan wabah di Malaysia berhenti ketika 11 juta babi
dimusnahkan dari daerah wabah dan disekitarnya )ebanyak 6:; kasus ensefalitis, dimana
12; kasus mengakibatkan kematian yang dikaitkan dengan wabah di Malaysia
<
PEMBAHASAN
& 8efinisi
!irus Nipah ditemukan pertama kali ketika terjadi wabah penyakit di (ampung
)ungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998 !irus ini bersama virus *endra merupakan
bentuk virus baru yaitu *enipavirus dalam family Paramyxoviridae "&nno 1999#
$nfeksi virus Nipah ini di Malaysia dikenal juga dengan sebutan Porcine Respiratory
and Ensefalitis Syndrome (PRES# dan nama umumnya adalah +Barking Sindrom
Babi+ ",),#
Nipah "nee-pa# merupakan penyakit virus yang dapat menular pada hewan dan
manusia -abah virus Nipah telah dilaporkan di &sia 'enggara yaitu Malaysia,
)ingapura, $ndia, dan ,anglades !E and "ustralian Healt# "ut#orities
merekomendasikan bahwa virus Nipah merupakan 0oonosis yang sangat serius
dengan kasus kematian 123425
, Penyebab
a. Agen
&gen penyebab dari virus Nipah yaitu berasal dari family Paramyxoviridae
(lasifikasi dari virus Nipah tersebut yaitu sebagai berikut=
• >rup = >rup ! ""3# ss?N&#
• .rdo = $ononegavirales
• 9amili = Paramyxoviridae
• >enus = Henipavirus
• 'ype spesies = Hendravirus
• )pesies = %ipa# virus
b. Karakteristik Virus
1# Morfologi !irus Nipah
a )piral yang simetris
b Memiliki selubung yang jelas "amplop#
% @kuran diameter 1;23622 nm
d Panjang 12222312212 nm
e ,erbentuk bulat dan berfilamen
f ,entuknya bervariasi
g @kuran diameter inti kapsid 1<318 nm
6# (omposisi >enetik
a !irus ?N&
b @mumya bersifat negatif
% Panjang nukleotida 1;62231;922
d ,eruntai tunggal
<# )truktur Nirus Nipah
>ambar 1 )truktur virus Nipah
1# )iklus
*idup
?eplikasi virus Nipah sering terjadi pada epitel pernapasan host
?eplikasi virus ini mirip dengan virus lain yang terdapat dalam kelompok
Paramyxoviridae dan se%ara keseluruhan sangat mirip dengan virus
influen0a ?eplikasi kelompok virus ini terjadi di sitoplasma !irus melekat
pada permukaan sel inang, masuk membran plasma, dan inti kapsid
dilepaskan ke dalam sel ?N& negatif ditranskripsikan menjadi ?N&
pembawa dan ?N& positif yang digunakan untuk membuat ?N& negatif
)etelah terjadi pertemuan antara kedua virus ?N& tersebut, kemudian virus
mulai bertunas dari membran sel !irus ini memiliki kemampuan seperti
sel3sel yang dapat berfusi dan men%iptakan sel3sel berinti besar yang disebut
syncytia& !irus dapat s#edding dan berpindah ke tubuh inang lainnya
melalui feses, urin, air liur dan batuk
;# !ektor biologis
!irus Nipah telah terbukti dapat menyebabkan penyakit klinis pada
babi dan manusia serta terjadi perubahan serologi di beberapa hewan seperti
tikus, ku%ing, anjing, kuda, dan hewan ternak lainnya !irus Nipah juga
sangat umum di berbagai spesies kelelawar yang menjadi inang difinitif dari
virus ini Penularan virus ini baik dari hewan ke hewan maupun dari hewan
ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung pada hewan yang
terinfeksi "biasanya babi# sehingga pada proses transmisi tidak melalui
vektor biologis
A /pidemiologi
)ejauh ini, virus Nipah telah menginfeksi 144 orang dan membunuh 6;6 sejak
tahun 1998 Penyebaran wabah virus Nipah di ,angladesh dan $ndia selama 62213
6228 ditunjukkan pada >ambar 1 -abah Nipah di &sia memiliki pola musiman yang
kuat dan jangkauan geografis yang terbatas Morbiditas dan data kematian infeksi
virus Nipah pada manusia disajikan pada 'abel 6 'ingkat fatalitas kasus yang
disebabkan oleh virus Nipah berkisar antara 123425 meskipun telah setinggi 1225
pada beberapa wabah
8 )umber $nfeksi 8an Aara Penularan
1 *ost 8efinitif
$nang alami virus Nipah adalah sejenis kelelawar buah dari genus Pteropus
*ewan ini mendistribusikan virus ke wilayah timur, barat, dan tenggara wilayah
&ustralia, $ndonesia, Malaysia, 9ilipina dan sebagian wilayah Pulau Pasifik
(elelawar diketahui rentan terinfeksi penyakit ini namun tidak menunjukan gejala
klinis !irus Nipah ditemukan pada banyak spesies kelelawar buah, diantaranya
adalah Pteropus #yomelanus' Pteropus vampyrus' Pteropus giganticus' Pteropus
lylei' (ynopterus brc#yotis' Eonycteris spelaea' Hipposideros larvatus dan
Scotop#ilus insectivorous ku#lii (elelawar buah dari genus Pteropus seperti
Pteropus vampyrus dan Pteropus #ypomelanus di Malaysia dan Pteropus lylei
yang ditemukan di bagian $ndo%hina merupakan induk semang alami virus Nipah
,eberapa distribusi dari spesies Nipah yang berada di &sia di sajikan pada 'abel
1 ,erhubung distribusi virus Nipah yang dari kelelawar buah melimpah se%ara
lo%al di &sia )elatan, maka dampak wabah dari virus ini mungkin akan terus
terjadi di negara 7 negara lain
6 *ost ?eservoir
$nduk semang antara virus Nipah adalah babi ,abi adalah hewan yang
diketahui se%ara umum memiliki kemiripan genetik dengan manusia, maka dari
itu sering sekali virus yang menyerang manusia dengan beradaptasi terlebih
dahulu di tubuh babi, termasuk virus Nipah ,abi yang terinfeksi virus Nipah
dapat menunjukkan gejala asimptomatis dan juga simptomatis >ejala yang
simptomatis sering membuat kekhawatiran para peternak Penularan virus Nipah
dari kelelawar buah ke babi dapat terjadi karena adanya tumpang tindih antara
habitat kelelawar dan peternakan babi di semenanjung Malaysia
< Penularan dari *ewan ke *ewan
,abi adalah induk semang antara yang berpotensi tinggi menyebarkan
penyakit ,abi yang terkena virus Nipah mempunyai beberapa karakter, ada yang
tidak menunjukkan gejala klinis dan ada yang menunjukkan gejala klinis !irus
Nipah disebarkan oleh kelelawar yang sering bermigrasi !irus dapat ditemukan
didalam urin, feses, dan sisa buah yang telah dimakan oleh kelelawar tersebut
8ata surveillance menunjukkan bahwa virus Nipah menyebar dengan %epat
diantara babi dalam satu peternakan dan penularannya melalui kontak dengan
sekreta seperti urin, air liur, semen ekskreta dari hewan yang terinfeksi dan hewan
yang menjadi pembawa vrus "carrier) *ewan lain yang dapat terinfeksi adalah
kuda dengan gejala penyakit ensefalitis, anjing dengan gejala mirip distemper,
demam, gangguan pernafasan, dan keluarnya %airan dari hidung dan mata (u%ing
juga bisa terkena infeksi virus Nipah dengan gejala demam, depresi, dan
gangguan pernafasan 8ari hasil penelitian diketahui bahwa penyakit ini dapat
ditransmisikan kepada hamster
1 Penularan dari *ewan ke Manusia
!irus Nipah tidak hanya menyerang babi tetapi juga dapat menyerang
manusia (ontak langsung dengan babi yang terinfeksi merupakan %ara penularan
utama (asus pertama ditemukan dalam wabah besar di Malaysia pada tahun
1999 Manusia yang diidentifikasi terinfeksi sebanyak 925 adalah peternak babi
atau pernah kontak dengan babi $nfeksi pada manusia dapat bervariasi dari tidak
ada gejala hingga meninggal )elama periode epidemik tahun 199831999 di
Malaysia, 123;25 dari kasus di manusia mengakibatkan kematian
,eberapa wabah yang lebih ke%il pada manusia terjadi setiap tahun di
,angladesh dan $ndia )elatan sejak tahun 6221 'ingkat fatalitas lebih dari 622
kasus adalah sekitar 425 Menurut penelitian Buby dkk pada tahun 622:, kurma
mentah yang terkontaminasi oleh air liur, air seni atau feses kelelawar dianggap
sebagai %ara penting dalam penularan virus Nipah ke manusia (emun%ulan
kelelawar yang berhubungan dengan infeksi virus ke manusia diakibatkan
hilangnya habitat alami kelelawar *abitat kelelawar han%ur akibat aktivitas
manusia sehingga hewan tersebut stres, lapar, sistem kekebalan tubuh semakin
lemah, dan jumlah virus dalam urin dan air liur kelelawar bertambah
Pada saat terjadi wabah virus Nipah di ,angladesh virus dapat ditularkan
se%ara langsung dan tidak langsung dari kelelawar yang terinfeksi ke manusia
; Penularan dari Manusia ke Manusia
Pada awal wabah di Malaysia dan )ingapura, sebagian besar infeksi pada
manusia berasal dari kontak langsung dengan babi yang sakit atau bagian jaringan
yang terkontaminasi Penularan dari manusia ke manusia ditemukan di
,angladesh pada tahun 6221 )umber infeksi yang paling mungkin terjadi pada
saat wabah di ,angladesh dan $ndia adalah melalui konsumsi buah3buahan atau
produk buah "misalnya jus kurma mentah# yang terkontaminasi dengan urin atau
air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi
)etelah kejadian wabah di ,angladesh dan $ndia, virus Nipah menyebar
se%ara langsung dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan orang
terinfeksi melalui sekresi dan ekskresi (asus manusia ke manusia juga telah
dilaporkan terjadi pada penjaga dan pekerja rumah sakit di $ndia pada tahun 6221
Petugas kesehatan dan pengunjung rumah sakit menjadi terinfeksi setelah kontak
langsung dengan pasien rawat inap yang terinfeksi virus Nipah
/ Manifestasi (linis
Manifestasi klinis yang terlihat sangat bervariasi pada kelompok usia babi ,abi
menunjukkan kematian mendadak akibat gangguan pernapasan yang parah ,abi tua
menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi *ewan rentan lain yang dapat terkena
virus ini adalah hewan domestik seperti kuda, kambing, domba, ku%ing, dan anjing
)e%ara alami, infeksi Nipah pada hewan lain selain babi, tidak menimbulkan gejala
yang sama seperti pada babi
&njing yang terinfeksi virus Nipah menunjukkan gejala hampir sama dengan
gejala klinis yang disebabkan oleh infeksi distemper, yaitu konjungtivitis, mata berair,
ingusan, kadang3kadang disertai sesak napas, sedangkan pada ku%ing dapat
menimbulkan gangguan pernafasan dan kuda menunjukkan gejala ensefalitis
)elain itu, manifestasi klinis pada babi sangat bervariasi pada setiap tingkatan
usianya, diantaranya adalah=
'ingkatan @sia >ejala yang khas
)emua usia >ejala klinis berubah sesuai dengan
tingkat pertumbuhannya yaitu
3 >elisah
3 (ejang
3 9asikulasi otot
3 (elemahan tulang belakang
3 (ematian 136 hari setelah
menyerang system pernapasan
3 !irus menyerang pernapasan dan
peredaran darah
,abi yang menyusui 'idak terdapat laporan terjadinya penyakit
ini pada babi yang masih menyusui
,abi muda 3 ,atuk
3 Pernapasan melalui mulut
3 ,entuk tubuh tidak normal
3 (onvulsi
Pertumbuhan 3 8emam
3 Penurunan nafsu makan
3 )esak nafas
3 ,atuk
8ewasa >angguan saraf yaitu
3 (ejang
3 >elisah
3 (eguguran
3 (ematian saat lahir
3 (ematian mendadak
3 8emam
3 Penurunan nafsu makan
3 )esak nafas
3 Pneumoni
3 ,atuk
3 )ekresi hidung berwarna kuning
hijau dan sedikit kemerahan
Manifestasi klinis dari infeksi virus Nipah pada manusia adalah demam, sakit
kepala, %epat lelah, batuk, sakit pada tulang punggung, muntah3muntah, lemah, radang
tenggorokan "susah menelan#, dan penglihatan berkurang Manifestasi dari infeksi
virus Nipah pada manusia ini mirip dengan flu seperti demam dan nyeri otot !irus
Nipah dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan radang otak yang ditandai
dengan demam, gangguan syaraf, dan sulit bernafas
Manusia yang terinfeksi penyakit ini mempunyai sifat infeksi yang asimptomatik
"gejala tidak terlihat# sampai yang berat yaitu ensefalitis $nfeksi virus Nipah
menyebabkan demam tinggi selama <311 hari, sakit kepala yang sulit diobati dengan
obat3obatan golongan analgesik, diare, gangguan pernafasan, batuk, dan flu >ejala
ensefalitis yang paling utama yaitu depresi, pusing, inkoordinasi, konvulsi, epilepsi dan
koma $nfeksi virus Nipah umumnya menyerang orang dewasa yang pernah kontak
dengan babi yang terinfeksi *al ini berkaitan erat dengan jenis pekerjaan yaitu sebagai
pekerja di peternakan babi atau rumah potong hewan
Masa inkubasi "interval dari infeksi sampai timbulnya gejala# terjadi antara 131;
hari Penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah dapat diketahui setelah penderita
mengalami demam dan sakit kepala terus menerus >ejala ini akan berkembang
menjadi koma dalam 61318 jam (ebanyakan orang yang bertahan hidup dari
ensefalitis akut dapat pulih kembali, namun sekitar 625 masih mengalami konsekuensi
tanda neurologis seperti kejang persisten dan perubahan kepribadian )ejumlah ke%il
orang yang sembuh akan kambuh kembali dan dapat mengalami ensefalitis kronis
Neurologis yang tidak berfungsi persisten dapat terjadi lebih dari 1;5 dalam jangka
waktu yang lama 'ingkat fatalitas kasus pada manusia diperkirakan men%apai 934;5,
tergantung pada kemampuan virus menginfeksi
9 8iagnostik &gen Penyebab
!irus Nipah merupakan virus yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,
maka diagnosa infeksi virus Nipah memerlukan penanganan khusus 8iagnosa
penyakit dapat dilakukan berdasarkan epidemiologi penyakit, pengamatan gejala klinis
yang ditimbulkan, pemeriksaan laboratorium yang men%akup deteksi antibodi yang
spesifik, isolasi virus penyebab, deteksi virus antigen dari sampel yang di%urigai, dan
pemeriksaan patologi anatomi
,erbagai tes untuk virus atau antibodi virus Nipah antara lain serum
neutrali)ation ")N#, polymerase c#ain reaction "PA?#, en)yme-linked immunosorbent
assay "/B$)&# dan teknik antibody fluores%en%e !irus mudah tumbuh didalam kultur
jaringan !irus Nipah merupakan 0oonosis patogen biosecurity level 1 ",)B 1# dan
harus sangat hati3hati dalam penanganan hewan yang terinfeksi, dalam mengumpulkan
dan menguji sampel "8aniel et al& 6221#
@ji )N merupakan uji yang paling sensitif dan spesifik untuk virus Nipah,
sehingga uji tersebut dijadikan gold standard pengujian virus Nipah @ji )N tersebut
tidak tepat digunakan untuk melakukan surveillance karena pada uji )N digunakan
virus hidup yang penangannnya mutlak dilakukan di laboratorium yang memiliki
tingkat keamanan sangat tinggi dengan fasilitas Biosecurity *evel ",)B# 1 sehingga
biayanya menjadi sangat mahal )ebagian besar negara di -ilayah &sia 'enggara tidak
memiliki fasilitas yang memadai untuk mendiagnosa virus atau %ara
mengendalikannya ,angladesh, $ndia dan 'hailand telah mengembangkan kapasitas
laboratorium untuk tujuan diagnostik dan penelitian
@ji /B$)& dapat digunakan dan diterapkan di laboratorium yang sederhana
karena menggunakan virus yang telah dimatikan sebagai antigen @ji /B$)& ini
merupakan uji pilihan yang paling tepat dalam melakukan pengujian terhadap infeksi
virus Nipah ,alai ,esar Penelitian !eteriner ", ,alivet# telah menerapkan uji /B$)&
terhadap serum babi dari beberapa daerah di $ndonesia (onfirmasi terhadap infeksi
virus Nipah harus dilakukan dengan uji )N yang saat ini hanya dapat dilakukan di
laboratorium "ustralian "nimal Healt# *aboratory "&&*B#, &ustralia
8eteksi antigen dengan menggunakan uji immuno3histokimia dari sampel organ
yang terinfeksi merupakan uji yang sangat memungkinkan dapat diterapkan di
$ndonesia 8eteksi antigen dapat pula dilakukan dengan menggunakan polymerase
c#ain reaction "PA?# atau teknik antibodi fluorescence "$9&'#, namun pemeriksaan ini
membutuhkan pengamanan yang khusus dan dilakukan di laboratorium dengan fasilitas
,)B <
Pemeriksaan virus Nipah dapat dilakukan juga dengan kultur sel )pesimen darah
12 ml, darah utuh dalam tabung /8'& 12 ml, fiksasi spesimen paru3paru segar, otak,
organ3organ dan jaringan utama
> 'indakan Pen%egahan 8an Pengendalian
Pen%egahan merupakan sebagian dari komponen pengendalian )ejak
ditemukannya virus Nipah di Malaysia dan )ingapura kebijakan3kebijakan mulai
dikembangkan untuk membantu membasmi penyakit tersebut )alah satunya adalah
membasmi penyebaran virus Nipah dengan memilih babi yang berkualitas,
memberikan vaksin pada ternak, men%ari informasi lebih lanjut tentang pembawa
utama virus, epidemiologi, dan patogenesis virus Pen%egahan lainnya adalah dengan
tidak melakukan kontak langsung terhadap %airan tubuh dan jaringan hewan yang
terinfeksi Pen%egahan terbaik pada hewan adalah berusaha menghindari babi yang
diduga telah kontak dengan kelelawar buah dan men%egah hewan lain mendekati babi
yang terinfeksi virus tersebut
Pen%egahan pada manusia yang terbaik adalah berusaha menghindari kontak
langsung dengan hewan yang dapat ditularkan oleh virus Nipah seperti memakan
daging hewan yang tertular dan tidak memakan buah yang mungkin terkontaminasi
oleh air liur atau urin kelelawar buah penyebab virus Nipah tersebut Pekerja kesehatan
yang menangani pasien terinfeksi virus Nipah juga diharapkan lebih waspada dengan
selalu menggunakan standar keamanan ketika menangani pasien dan diberi vaksin
sebagai antisipasinya
Pengawasan berulang "surveillance) adalah %ara penting deteksi dini untuk
penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah Aara ini telah diimplementasikan di
Malaysia, 'hailand, dan ,angladesh &ntibodi untuk henipavirus dapat ditemukan pada
kelelawar buah di Madagaskar "Pteropus rufus' Eidolon dupreanum# dan selain itu
dapat ditemukan juga pada kelelawar buah di >hana "Eidolon #elvum# *al ini
menandakan suatu distribusi geografi yang luas tetapi tidak ditemukan adanya infeksi
pada manusia atau spesies lain di (amboja, 'hailand atau &frika (esadaran pada
infeksi virus ini harus ditingkatkan pada lokasi endemik yang disebabkan oleh
kelelawar buah Pengawasan pada hewan seperti kuda dan babi juga penting untuk
deteksi dini infeksi virus Nipah
'idak ada vaksin yang spesifik untuk men%egah infeksi virus Nipah namun
vaksin aktif virus Nipah dan transfer pasif dari antibodi virus ini telah menunjukkan
hasil yang baik pada penelitian dengan menggunakan hamster Penelitian yang
dilakukan oleh -alpita dkk pada tahun 6211, mendeskripsikan vaksin potensial dari
virus Nipah "Ni!# yang menyerupai partikel virus "Ni! !BPs# dan tersusun oleh tiga
protein virus Nipah yaitu protein >, 9 dan M /kspresi yang dihasilkan dari protein ini
mengoptimalkan kondisi dalam jumlah yang dapat dihitung dari !BPs dengan banyak
vaksin yang diinginkan termasuk beberapa !BPs dari paramyxovirus yang tidak
terdeskripsikan !aksin yang dibuat dengan formulasi sub3unit vaksin rekombinan
yang dapat melindungi agen letal virus Nipah berubah pada ku%ing !aksin virus Nipah
9 dan > dari vektor &B!&A (anarypox dapat menjadi vaksin untuk babi dan
berpotensi untuk manusia )trategi utama adalah untuk men%egah virus Nipah pada
manusia
!irus Nipah mudah diinaktifasikan oleh berbagai disinfektan, deterjen, sabun dan
natrium hipoklorit "pemutih# Pembersihan fisik se%ara rutin dengan penggunaan
disinfektan komersial atau pemutih akan mengendalikan virus di dalam lingkungan
namun belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengobati infeksi
Pengobatan awal dapat dilakukan dengan menggunakan obat antiviral yaitu
ribavarin yang dapat mengurangi demam dan gejala lainnya (eefektifan pengobatan
ini belum dipastikan dalam meningkatkan kelangsungan hidup penderita Pengobatan
ini difokuskan pada demam dan gejala saraf pada penderita ,agi pasien yang terinfeksi
virus %ukup parah disarankan untuk dirawat di rumah sakit dan bila perlu menggunakan
ventilator ?ibavarin diberikan se%ara oral atau intravena untuk 112 orang yang
terinfeksi oleh virus ini dan asiklovir diberikan kepada semua pasien selama wabah di
)ingapura