You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana
mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Atau dengan kata
lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu
riset empiris.Dalam menganalisis data, para ilmuwan menggambarkan
persepsinya tentang suatu fenomena. Deskripsi yang sudah stabil tentang suatu
fenomena seringkali mampu menjelaskan suatu teori.
Walaupun demikian, orang dapat saja berargumentasi bahwa ilmu
biasanya menggambarkan bagaimana sesuatu itu terjadi, bukannya mengapa.
Penemuan teori baru merupakan suatu proses kreatif yang didapat dengan cara
mereka ulang informasi pada teori yang telah ada atau mengesktrak informasi
yang diperoleh dari dunia nyata. Pendekatan awal yang umumnya digunakan
untuk menjelaskan suatu fenomena adalah statistika deskriptif. Maka dari itu,
untuk lebih lanjut statistika deskriptif akan dijelaskan dalam makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
.!. Apa itu statistik deskriptif"
.!.! Apa saja #ariabel$#ariabel dalam statistik"
.!.% Apa yang dimaksud dispersi data"
.!.& Apa kegunaan ukuran penyebaran data"
.!.' Apa manfaat mempelajari statistik dan dispersi data"
1
1.3 Tujuan
.%. Agar kita mengetahui apa itu statistik deskriptif
.%.! (ntuk mengetahui apa saja #ariabel$#ariabel dalam statistik
.%.% Agar kita mengetahui apa itu dispersi data
.%.& (ntuk mengetahui kegunaan ukuran penyebaran data
.%.' (ntuk mengetahui manfaat mempelajari statistik dan dispersi data
2
BAB II
PEMBAHAAN
2.1 Pengert!an tat!st!k Deskr!"t!#
Statistika deskriptif adalah tehnik yang digunakan untuk mensarikan data
dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh setiap orang. )al
ini melibatkan proses kuantifikasi dari penemuan suatu fenomena. *erbagai
statistik sederhana, seperti rata$rata, dihitung dan ditampilkan dalam bentuk tabel
dan grafik. Statistika deskriptif dapat memberikan pengetahuan yang signifikan
pada kejadian fenomena yang belum dikenal dan mendeteksi keterkaitan yang ada
di dalamnya. +etapi dapatkah statistika deskriptif memberikan hasil yang bisa
diterima secara ilmiah" Statistik merupakan suatu alat pengukuran yang
berhubungan dengan keragaman pada karakteristik objek$objek yang berbeda.
,bjek yang belum dikenal tidaklah mewakili populasi objek yang
memiliki -.uantifiabel feature/ melalui penyelidikan. 0amun demikian,
keragaman bisa menjadi hasil dari keberagaman yang lainnya 1karena acak atau
terkontrol2. Pada ilmu fisika, yang sangat berkaitan dengan ekstraksi dan
formulasi persamaan matematik tidak menyisakan banyak tempat untuk fluktuasi
acak. Pada ilmu statistika, fluktuasi seperti itu dapat dijadikan model. )ubungan
relasi statistik selanjutnya merupakan hubungan relasi yang menerangkan suatu
proporsi perubahan stokastik yang pasti.
Statistika Deskriptif adalah ilmu yang mempelajari tentang cara3
a. Mengumpulkan data4informasi.
b. Mengolah data hasil pengumpulan.
c. Menyajikan data hasil pengolahan.
d. Menganalisis data.
3
2.2 $ar!a%el&'ar!a%el (alam tat!st!k
A. 5ariabel 6uantitatif
Pengukuran #ariabel kuantitatif dapat juga ditafsirkan dengan istilah jarak
antara berbagai obser#asi tanpa adanya pengurutan yang alami.
*. Skala 7nter#al
8ika jarak antara pengukuran ditafsirkan lebih mendalam, maka #ariabel
tersebut diukur pada skala inter#al. *erlawanan dengan skala rasio, rasio
pengukuran tidak mempunyai pengertian yang mendasar, dan untuk skala
ordinal tidak memiliki nilai nol. Sebagai contoh, suhu yang diukur dalam
derajat celsius bisa ditafsirkan dalam urutan kelas$kelas yang lebih tinggi atau
lebih rendah. 0amun demikian, tinggi suhu bertemperatur !9
derajat celsius tidak bisa dikatakan dua kali tinggi suhu bertemperatur 9
derajat. 7ngat kembali temperaturekui#alensi dalam fahrenheit. Dengan
mengkon#ersikan temperatur dari celsius kefahrenheit atau sebaliknya akan
mengikutsertakan pertukaran titik nol.
:. Skala ;asio
0ilai$nilai #ariabel yang terukur pada skala rasio dapat ditafsirkan baik
dengan istilah jarak ataupun rasio. Skala rasio atau nisbah ini membawa
informasi yang lebih daripada skala inter#al, namun hanya inter#al$inter#al
1jarak diantara obser#asi2 yang memiliki arti kuantitatif.
<enomena yang diukur pada skala rasio mempunyai elemen nol alami, yang
menunjukkan kekurangan total dari atributnya. 0amun adanya satuan
pengukuran alami tidak begitu diperlukan. :ontohnya adalah berat, tinggi,
usia, dan lain sebagainya.
D. Skala Absolut
Skala absolut merupakan skala metrik yang memiliki satuan pengukuran
alami. Pengukuran skala absolut sendiri adalah pengukuran, satu$satunya
pengukuran tanpa alternatif. :ontoh3 Semua fenomena yang dapat dihitung
4
seperti jumlah orang dalam sebuah ruangan atau jumlah bola dalam sebuah
keranjang.
=. 5ariabel Diskrit
Sebuah #ariabel diskrit yang mengambil himpunan nilai$nilai berhingga atau
tak hingga disebut diskrit.
:ontoh3 Produksi mobil per bulan atau jumlah bintang di ruang angkasa.
<. 5ariabel 6ontinyu
Suatu #ariabel matrik dikatakan kontinyu jika mempunyai sejumlah tak
hingga nilai$nilai pada sembarang inter#al. :ontoh3 Petrol yang terjual pada
periode waktu tertentu. 0amun dalam prakteknya banyak #ariabel kontinyu
diukur secara diskrit dikarenakan terbatasnya tingkat ketelitian peralatan ukur
fisik. (ntuk mengetahui usia seseorang dapat dilakukan, tetapi tidak terlalu
tepat.
>. Skala 0ominal
Skala yang paling primitif, yaitu yang hanya bisa menyatakan apakah dua
buah nilai sama atau tidak, adalah skala nominal dan murni kualitatif. 8ika
sebuah ruang sampel eksperimen terdiri dari kategori tanpa urutan yang alami,
maka #ariabel acak yang berkaitan terskala secara nominal.
Angka$angka4jumlah berbeda yang ditugaskan untuk memberi hasil biasanya
mengindikasikan apakah sembarang dua keluaran 1outcome2 sama atau tidak.
Sebagai contoh, angka$angka yang ditentukan pada opini politik yang berbeda
bisa menolong dalam mengkompilasi hasil dari daftar pertanyaan. 0amun
untuk membandingkan dua opini, kita hanya bisa merelasikannya sebatas
kesamaan jenis atau tidak. Angka4jumlah tersebut tidak menghasilkan ranking.
5ariabel binary atau #ariabel dikotomus adalah #ariabel yang memiliki tepat
dua outcome yang eksklusif satu sama lainnya. 8ika angka$angka indikator
yang ditentukan tersebut menyampaikan informasi tentang ranking kategori,
maka #ariabel binari dapat juga dianggap terskala secara ordinal. 8ika kategori
5
1peristiwa2 yang merupakan ruang sampel tersebut bersifat ekslusif satu
dengan lainnya, misalnya sebuah elemen statistik bisa berhubungan dengan
lebih dari satu kategori, maka #ariabel tersebut dinamakan kumulatif. Sebagai
contoh, seseorang bisa menerima kualifikasi kategori profesional yang
berbeda. +api hanya bisa satu pekerjaan saja yang fulltime 1menurut definisi2.
). Skala ,rdinal
8ika jumlah yang ditentukan untuk pengukuran memperlihatkan suatu ranking
alami, maka #ariabel tersebut diukur dengan skala ordinal. Pada skala ordinal,
jarak antara nilai$nilai yang berbeda tidak dapat ditafsirkan sebuah #ariabel
yang diukur pada skala ordinal bagaimanapun bukan kuantitatif. Sebagai
contoh, nilai sekolah merefleksikan tingkatan prestasi yang berbeda$beda.
Walaupun demikian tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa pekerjaan yang
memperoleh nilai ?&? dua kali lebih baik dari pekerjaan yang beroleh nilai ?!?.
6arena jumlah yang ditentukan pada pengukuran tersebut merefleksikan
ranking secara relatif antara satu dengan lainnya, maka nilai tersebut
dinamakan nilai rank. +erdapat banyak contoh #ariabel yang terskala ordinal
dalam bidang psikologi, sosiologi, studi bisnis dan lain sebagainya. Skala
dapat ditentukan dengan mengusahakan mengukur semacam konsep seperti
status sosial, intelegensia, tingkatan agresi atau tingkat kepuasan. 1Suparyanto,
!992.
2.3 Pengert!an D!s"ers! Data
Penyebaran atau dispersi adalah perserakan dari nilai obser#asi terhadap
nilai rata$ratanya. ;ata$rata dari serangkaian nilai obser#asi tidak dapat
diinterpretasikan secara terpisah dari hasil dispersi nilai$nilai tersebut
sekitar rataratanya. Makin besar #ariasi nilai xi , makin kurang representatif rata$
rata distribusinya.

6
(kuran penyebaran suatu kelompok data terhadap pusat data disebut
dispersi atau #ariasi atau keragaman data. Dispersi data digunakan untuk
membandingkan penyebaran ! distribusi data atau lebih.
*eberapa jenis pengukuran Dispersi adalah sebagai berikut3
. 8angkauan 1;ange2
Selisih antara batas atas dari kelas tertinggi dengan batas bawah dari kelas
terendah.
!. Simpangan ;ata$;ata 1Mean De#iation2
8umlah nilai mutlak dari selisih semua nilai dengan nilai rata$rata dibagi
banyaknya data.
%. 5arians 15ariance2
;ata$rata hitung de#iasi kuadrat setiap data terhadap rata$rata hitungnya.
&. Standar De#iasi
Akar kuadrat dari #arians dan menunjukkan standar penyimpangan data terhadap
nilai rata$ratanya.
'. 8angkauan kuartil dan jangkauan persentil 9$@9
8angkauan kuartil disebut juga simpangan kuartil atau semi antar kuartil atau
de#iasi kuartil sedangkan jangkauan persentil 9$@9 disebut juga rentang persentil
9$@9.
A. 6oefisien 5ariasi
6oefisien 5ariasi, disebut dispersi relatif, dapat digunakan untuk membandingkan
nilai B nilai besar dengan nilai B nilai kecil. Sedangkan lima bentuk dispersi
sebelumnya tidak bisa.
7
2.) *egunaan Ukuran Pen+e%aran Data
Dispersi Data adalah data yang menggambarkan bagaimana suatu
kelompok data menyebar terhadap pusatnya data atau ukuran penyebaran suatu
kelompok data terhadap pusatnya data.
Dispersi data sangat penting untuk membandingkan penyebaran !
distribusi data atau lebih. Pusat data seperti rata$rata hitung, median dan modus
hanya memberi informasi yang sangat terbatas sehingga tanpa disandingkan
dengan dispersi data menjadi kurang bermanfaat dalam menganalisa data.
6egunaan ukuran penyebaran antara lain sebagai berikut 3
. (kuran penyebaran dapat digunakan untuk menentukan apakah nilai rata$
ratanya benar$benar representatif atau tidak. Apabila suatu kelompok data
mempunyai penyebaran yang tidak sama terhadap nilai rata$ratanya, maka
dikatakan bahwa nilai rata$rata tersebut tidak representatif.
!. (kuran penyebaran dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan
terhadap #ariabilitas data.
%. (kuran penyebaran dapat membantu penggunaan ukuran statistika,
misalnya dalam pengujian hipotesis, apakah dua sampel berasal dari populasi
yang sama atau tidak.
2., Man#aat Mem"elajar! tat!st!k (an D!s"ers! Data
6egunaan mempelajari ilmu Statistik adalah3
. Memperoleh gambaran suatu keadaan atau persoalan yang sudah terjadi.
!. (ntuk Penaksiran 1<orecasting2
8
%. (ntuk Pengujian 1+esting )ypotesa2

Sedangkan Pentingnya mempelajari Dispersi data didasarkan pada !
pertimbangan3
. Pusat data 1rata!, median dan modus2 hanya memberi informasi yang sangat
terbatas.
!. 6edua, dispersi data sangat penting untuk membandingkan penyebaran dua
distribusi data atau lebih.
9
BAB III
PENUTUP
3.1 *es!m"ulan
Statistika dipelajari di berbagai bidang ilmu karena statistika adalah
sekumpulan alat analisis data yang dapat membantu pengambil keputusan untuk
mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan pada analisis data dari data
yang dikumpulkan. Selain itu juga dengan statistika kita bisa meramalkan keadaan
yang akan datang berdasarkan data masa lalu.
Statistika Deskriptif memberikan informasi yang terbatas, yaitu memberi
informasi yang terbatas pada data apa adanya. ,leh karenanya pemakai statistik
deskriptif tidak dapat mengambil kesimpulan yang umum atas data yang terbatas.
10