You are on page 1of 3

1.

Sirup
Definisi
Sirup merupakan larutan yang terdiri dari air, gula dan formulasi bahan-bahan tambahan
pangan. Bahan tambahan pangan yang digunakan bertujuan untuk meningkatkan nilai
organoleptik, menghambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan produk
(Kusnandar, dkk. 2!".
#ntuk membuat sirup dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda, essen$e nanas bisa diganti
dengan essen$e yang lain. Dengan demikian maka bisa membuat sirup dengan berbagai rasa
dan aroma. %ara membuatnya sama. %&% (Karboksil &etil Selulosa" merupakan bahan
tambahan pangan yang berfungsi untuk menambah kekentalan pada sirup (Satini, dkk. 1''(".
2. komponen sirup
a. )emanis
)emanis berungsi untuk memperbaiki rasa dari sediaan. Dilihat dari kalori yang dihasilkan
dibagi menjadi pemanis berkalori tinggi dan pemanis berkalori rendah. *dapun pemanis
berkalori tinggi misalnya sorbitol, sakarin dan sukrosa sdangkan yang berkalori rendah seperti
laktosa.
b. )enga+et antimikroba
Digunakan untuk menjaga kestabilan obat dalam penyimpanan agar dapat bertahan lebih lama
dan tidak ditumbuhi oleh mikroba atau jamur.
$. )erasa dan )engaroma
,ampir semua sirup disedapkan dengan pemberi rasa buatan atau bahan-bahan yang berasal
dari alam untuk membuat sirup mempunyai rasa yang enak. Karena sirup adalah sediaan $air,
pemberi rasa ini harus mempunyai kelarutan dalam air yang $ukup. )engaroma ditambahkan
ke dalam sirup untuk memberikan aroma yang enak dan +angi. )emberian pengaroma ini
harus sesuai dengan rasa sediaan sirup, misalkan sirup dengan rasa jeruk diberi aroma $itrus.
d. )e+arna
)e+arna yang digunakan umumnya larut dalam air dan tidak bereaksi dengan komponen lain
dalam sirup dan +arnanya stabil dalam kisaran p, selama penyimpanan. )enampilan
keseluruhan dari sediaan $air terutama tergantung pada +arna dan kejernihan. )emilihan
+arna biasanya dibuat konsisen dengan rasa. -uga banyak sediaan sirup, terutama yang dibuat
dalam perdagangan mengandung pelarut-pelarut khusus, pembantu kelarutan, pengental dan
stabilisator.
2.1.. Sifat /isika Kimia Sirup
a. 0iskositas
0iskositas atau kekentalan adalah suatu sifat $airan yang berhubungan erat dengan hambatan
untuk mengalir. Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan
se$ara berkesinambungan suatu permukaan datar mele+ati permukaan datar lainnya dalam
kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan $airan yang akan
ditentukan kekentalannya. #ntuk menentukan kekentalan, suhu 1at uji yang diukur harus
dikendalikan dengan tepat, karena perubahan suhu yang ke$il dapat menyebabkan perubahan
kekentalan yang berarti untuk pengukuran sediaan farmasi. Suhu dipertahankan dalam batas
idak lebi dari ,1 % (1''2, 3inarno"
b. #ji mudah tidaknya dituang
#ji mudah tidaknya dituang adalah salah satu parameter kualitas sirup. #ji ini berkaitan erat
dengan 4iskositas. 0iskositas yang rendah menjadikan $airan akan smakin mudah dituang
dan sebaliknya. Sifat fiik ini digunakan untuk melihat stabilitas sediaan $air selama
penyimpanan.Besar ke$ilnya kadar suspending agent berpengaruh terhadap kemudahan
sirup untuk dituang. Kadar 1at penstabil yang terlalu besar dapat menyebabkan sirup kental
dan sukar dituang (1''2, 3inarno".
$. #ji 5ntensitas 3arna
#ji intensitas +arna dilakukan dengan melakukan pengamatan pada +arna sirup mulai
minggu -6. 3arna yang terjadi selama penyimpanan dibandingkan dengan +arna pada
minggu . #ji ini bertujuan untuk mengetahui perubahan +arna sediaan $air yang disimpan
Selama +aktu tertentu (1''2, 3inarno".
2. 7ipagin
Metil paraben atau nipagin digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, produk
makanan, dan formula farmasi. Metil paraben dapat digunakan sendiri ataupun dengan
kombinasi paraben lainnya, atau zat antimikroba lain. Bentuk metil paraben adalah kristal
tak berwarna, serbuk kristal putih, dan tidak berbau. Metil paraben merupakan metil ester
dari asam p-hidroksibenzoat. Metil paraben mempunyai aktivitas antimikroba pada pH 4-
8. fek pengawetan akan menurun sebanding dengan meningkatnya pH. Metil paraben
memiliki keaktifan paling lemah dari seluruh paraben. !ktivitasnya akan meningkat
dengan bertambahnya pan"ang rantai dari alkil. !ktivitasnya dapat diperbaiki dengan
mengombinasikan dengan paraben lain. Metil paraben larut dalam etanol, eter, propilen
glikol dan metanol, tidak larut
dalam parafin #air dan air, larut dalam air hangat, aktivitas antimikroba dari metil
paraben menurun dengan keberadaan surfaktan non ionik seperti polisorbat 8$ %&ade dan
&eller '((4