You are on page 1of 4

Darah Rutin

Nilai Normal Tanggal
15/5/2014 20/5/2014 22/5/2014 24/5/2014
Hb 12-16,5 g/dl 4,4 13 12,9 11,5
Ht 37-48 % 11,2 42,9 42 35
RBC 3,08-5,05 x 10
6
/µl 1,97 5,44 5,56 4,79
WBC 5-10 x 10
3
/µl 5 8,4 7,1 17
Trombosit 150-450 x 10
3
/µl 270 220 173 209


Radiologi
BNO IVP
Kesan : - Anatomi dan fungsi rend an ureter bilateral baik
- Indentasi dinding superior vesica urinaria, sangat mungkin et causa desakan dari ginekologis.

Follow up
Tanggal Perjalanan Penyakit Terapi
16/5/2014 D/ Adenomiosis et endometriosis
Infertilitas primer 12 tahun
USG : Uterus membesar ± 15 cm
dengan massa hiperechoic dengan
batas tidak tegas
Cairan bebas (-)
- Tranfusi s/d Hb ≥ 10 g%
- Inj Asam Traneksamat 3 x 500 mg
- SF tab 1 x 1
- B complex tab 1 x 1
17/5/2014 S/ sesak, nyeri pinggang
O/ TD 140/70 mmHg
RR 20x/menit
N 86x/menit
Mata : CA -/- , SI -/-
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)
A / Adenomiosis
R/ Ro Thorax
Th/ O
2
10 liter/menit
IVFD RL : NaCl 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Furosemid 1 x 1 amp
Inj Asam Traneksamat 3 x 500 mg
Ca gluconas / 3 kolf tranfusi
SF tab 1 x 1
B complex 1 x 1
19/5/2014 TD : 160/90 mmHg
Sp O
2
: 99 %
HR : 55 x/menit
Th/Obs TTV
Loading 250 cc
Inj Ketorolac 30 mg
Inj Aminofilin drip
Odansentron 1 x 8 mg
20/5/2014 S/ sakit kepala, sesak, pegal di
daerah tengkuk, perut kembung
(post transfusi ke-6)
Th/ O
2
3 liter/menit
IVFD RL : NaCl 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Furosemid 1 x 1 amp
O/ TD 140/70 mmHg
RR 20x/menit
N 86x/menit
Mata : CA -/- , SI -/-
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)
A/ Adenomiosis
SF tab 1 x 1
B complex 1 x 1
21/5/2014 S/ sakit kepala, sesak
O/ TD 130/80 mmHg
RR 20x/menit
N 76x/menit
S 36,2
o
C
Mata : CA -/- , SI -/-
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)
A/ Adenomiosis
R/ Perbaikan KU
Th/ O
2
3 l/menit
IVFD RL : D5% 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Pantoprazole 1 x 1
Inj Ketoroloac 3 x 1
Inj Furosemid 1 x 1
Inj Asam Traneksamat 3 x 1
Inj Sohobion 1 x 1

Kateter menetap
22/5/2014 S/ lemas, sakit kepala, tengkuk
terasa berat
O/ TD 120/80 mmHg
RR 20x/menit
N 76x/menit
S 36,5
o
C
Mata : CA -/- , SI -/-
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)

St. Ginekologi :
VT: portio licin, uterus
berdungkul-dungkul,
terfiksir, sebesar kepala
bayi

A/ Adenomiosis
R/ BNO-IVP
Th/
IVFD RL : D5% 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Pantoprazole 1 x 1
Inj Ketorolac 3 x 1
Inj Furosemid 1 x 1
Inj Asam Traneksamat 3 x 1
Inj Sohobion 1 x 1

Kateter menetap
23/5/2014 S/ sakit kepala berkurang,lemas
O/ TD 160/60 mmHg
RR 20x/menit
N 64x/menit
S 36,2
o
C
Mata : CA -/- , SI -/-
Th/
IVFD RL : D5% 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Pantoprazole 1 x 1
Inj Ketoroloac 3 x 1
Inj Furosemid 1 x 1
Inj Asam Traneksamat 3 x 1
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)
A/ Adenomiosis
Inj Sohobion 1 x 1

Kateter menetap
24/5/2014

08.00
S/ sakit kepala berkurang,
tengkuk terasa berat, nyeri ulu
hati, lemas
O/ TD 160/90 mmHg
RR 20x/menit
N 68x/menit
S 36,2
o
C
Mata : CA -/- , SI -/-
Dada : simetris, wh -/- , rh -/- ,
BJ I/II regular
Abdomen : BU (+), NT (+)
regio epigastrium
dan suprapubik
Ekstremitas : Akral hangat,
oedema (-)
A/ Adenomiosis
Th/
IVFD RL : D5% 2 : 1 gtt xx/menit
Inj Pantoprazole 1 x 1
Inj Ketoroloac 3 x 1
Inj Sohobion 1 x 1
Antasid syr 3 x 1C
Nifedipine 1 x 10 mg
Ketoprofen supp 2 x 1per rectal

10.30 Post Histerektomi Supravaginal Th/ Tranfusi s/d Hb ≥ 10 g%
InjTaxima 3 x 1 g
Inj NS 1 cc/kolf
Ketoprofen supp 3 x 2 per rectal












Adenomiosis merupakan suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang masih berfungsi
terdapat di dalam miometrium. Istilah adenomiosis berasal dari bahasa Yunani, adeno yang
berarti kelenjar, mio yang berarti otot dan osis yang berarti keadaan. Hal ini menunjukkan bahwa
adenomiosis merupakan keadaan dimana terdapatnya jaringan kelenjar (endometrium) dalam
otot (uterus). Sebelumnya adenomiosis disebut sebagai endometriosis interna, namun sebenarnya
adenomiosis berbeda dari endometriosis baik secara patologik, klinik ataupun etiologi (Katz,
2007; Winkjosastro, 2009).

Adenomiosis paling banyak ditemukan pada wanita usia 35 – 50 tahun. Pasien dengan
adenomiosis umumnya mengeluhkan nyeri atau perdarahan yang banyak selama menstruasi
(dismenorea dan menoragia). Bagaimananpun juga, karena kelenjar endometrium terperangkap
dalam miometrium, maka mungkin terjadi rasa nyeri yang hebat tanpa disertai perdarahan
berlebih (Katz, 2007).

Pada adenomiosis, jaringan endometrium basalis memasuki jaringan miometrial. Tidak seperti
jaringan endometrium fungsional, lapisan basal tidak meluruh seiring dengan siklus haid.

Tanda dan Gejala
Beberapa wanita dengan adenomiosis tidak memiliki keluhan apapun, meskipun di sisi lain ada
pula pasien yang memiliki gejala yang berat. Jaringan endomtrium yang berada dalam
miometrium juga ikut meluruh selama menstruasi (sama seperti jaringan endometrium normal)
dan dikeluarkan per vaginam sebagai perdarahan menstruasi. Gejala yang dapat dialami pasien
adenomiosis antara lain:
 Nyeri perut bawah yang semakin berat selama menstruasi
 Perasaan kontraksi yang kuat dari uterus
 Kram abdomen
 Tekanan pada vesica urinaria


1. Katz VL (2007). Comprehensive gynecology (5th ed.). Philadelphia PA: Mosby Elsevier.