You are on page 1of 121

MITIGASI BENCANA

GEMPABUMI

Disampaikan Pada Acara Sosialisasi Mitigasi Bencana GeologiDi Pemerintah Kabupaten Banyumas

Senin, 16 November 2009

BMKG

BMKG  Gempa bumi  Bencana Gempa bumi di Indonesia  Konsep Mitigasi Gempabumi  Peta
  • Gempa bumi

  • Bencana Gempa bumi di Indonesia

  • Konsep Mitigasi Gempabumi

  • Peta zonasi gempabumi di Indonesia

  • Upaya mitigasi gempa bumi

  • Penutup/ Kesimpulan Umum

BMKG  Gempa bumi  Bencana Gempa bumi di Indonesia  Konsep Mitigasi Gempabumi  Peta

GEMPABUMI

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi didalam bumi secara tiba- tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.

Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

GEMPABUMI Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi didalam bumi secara tiba- tiba yang ditandai
Gempa yang paling/sangat merusak ………… .. Gempa Tektonik terjadi karena ada pelepasan stress energi yang tertimbun
Gempa yang paling/sangat merusak ………… .. Gempa Tektonik terjadi karena ada pelepasan stress energi yang tertimbun
Gempa yang paling/sangat merusak ………… ..
Gempa
Tektonik
terjadi
karena
ada
pelepasan stress energi yang tertimbun di
dalam batuan-
batuan
dan
terjadinya
penimbunan
tegangan
tersebut
karena
pergerakan
di
dalam bumi
 Permukaan bumi terdiri dari kurang lebih 12 lempeng Lithosphere yang terpisah-pisah dan mengambang di atas
  • Permukaan bumi terdiri dari kurang lebih

12

lempeng Lithosphere yang terpisah-pisah dan mengambang di atas cairan pekat Asthenosphere.

  • Pada perbatasan antar lempengan, terdapat tiga macam interaksi, yaitu saling menjauh (divergent margins),

saling

mendekat

(convergent

margins),

atau saling melewati/berpapasan dengan menggeser

(transform margins).

Inilah yang menyebabkan terjadinya gempa.

Indonesia is located in the convergence zone of 3 major tectonic plate:

Highly active tectonic zone

Indonesia is located in the convergence zone of 3 major tectonic plate: Highly active tectonic zone
Indonesia is located in the convergence zone of 3 major tectonic plate: Highly active tectonic zone
BENIOFF ZONE
BENIOFF ZONE

BENIOFF

ZONE

PEMEKARAN DASAR SAMUDRA

8 Gempab
8
Gempab

GARIS-GARIS PATAHAN

GARIS-GARIS PATAHAN Hiposentrum Gempa Dangkal
GARIS-GARIS PATAHAN Hiposentrum Gempa Dangkal

Hiposentrum Gempa Dangkal

BATAS-BATAS LEMPENGAN KULIT BUMI TEMPAT

TERJADINYA PELEPASAN ENERGI GEMPA

Karena berada pada daerah pertemuan lempeng- lempeng kerak bumi yang begerak/ dinamik

Karena berada pada daerah pertemuan lempeng- lempeng kerak bumi yang begerak/ dinamik

Pacific Plate 12 cm/yr
Pacific Plate
12 cm/yr

Eurasian Plate

Pacific Plate 12 cm/yr Eurasian Plate 5-6 cm/yr India-Australian Plate Kondisi Tektonik Indonesia
Pacific Plate 12 cm/yr Eurasian Plate 5-6 cm/yr India-Australian Plate Kondisi Tektonik Indonesia

5-6 cm/yr

India-Australian Plate

Kondisi Tektonik Indonesia

PETA SEISMISITAS INDONESIA PERIODE 1973-2008

PETA SEISMISITAS INDONESIA PERIODE 1973-2008 DEPUTI SISDATIN:/C/rizkita/TSUNAMI_WARNING_SYSTEM_ALL_indonesian_versi.ppt

DEPUTI

SISDATIN:/C/rizkita/TSUNAMI_WARNING_SYSTEM_ALL_indonesian_versi.ppt

Peta Seismisitas 3D (1973 2008 )

Peta Seismisitas 3D (1973 – 2008 ) DEPUTI SISDATIN:/C/rizkita/TSUNAMI_WARNING_SYSTEM_ALL_indonesian_versi.ppt

DEPUTI

SISDATIN:/C/rizkita/TSUNAMI_WARNING_SYSTEM_ALL_indonesian_versi.ppt

BMG

DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009

Aceh 04
Aceh 04
Simeulue 02 Nias 05
Simeulue 02
Nias 05
BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05
Molucca 98
Molucca 98
Talaud 09 Banggai 00
Talaud
09
Banggai 00
Madina 06
Madina 06
BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05

Biak, 96 Mnk wari 09

BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05
BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05

Padang 07 Kerinci 95 Mentawai 05/09

BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05
BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05
Manokwari 03
Manokwari 03
Bengkulu 07 Bengkulu 00 Nabire 04, 04 P. Buru 06 Liwa 94 Majalengka 01 Situbondo 07
Bengkulu 07
Bengkulu 00
Nabire 04, 04
P. Buru 06
Liwa 94
Majalengka 01
Situbondo 07 Flores 92
Alor 91
Tasikmalaya 09
Alor, 04
Yogyakarta 06
Pangandarann 06
Mataram 04
Banyuwangi 94

Earthquake : 30 x

 
Earthquake : 30 x > 1 more year

>

1 more year

Tsunami

: 14 x

Tsunami : 14 x  Each 2 year

Each 2 year

  • Earthquake

  • EARTHQUAKE DAN TSUNAMI

BMG DESTRUCTIVE EARTHQUAKES AND TSUNAMI PERIOD : 1991 - 2009 Aceh 04 Simeulue 02 Nias 05

GEMPABUMI MERUSAK DAN TSUNAMI PERIODE 1991-2007

Aceh 04 Simeulue 02 Toli-Toli 01 Halmahera Nias 05 98 Padang 07 Banggai 00 Biak, 96
Aceh 04
Simeulue 02
Toli-Toli 01
Halmahera
Nias 05
98
Padang 07
Banggai 00
Biak, 96
Kerinci 95
Manokwari 03
Palu 05
Nabire 04
Bengkulu 07
Buru 06
Bengkulu 00
Liwa 94
Majalengka 01
Jogyakarta 06
Alor, 04
Alor
91
Pangandaran 06
Banyuwangi 94
Flores 92
Mataram 04
Gempabumi
>
1 / Tahun
Tsunami
: 24 x
: 10 x
 1/ 2 Tahun
Gempa Merusak dan Tsunami
Gempa Merusak
16
JAWA TENGAH

JAWA TENGAH

JAWA TENGAH
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA
 Berlangsung dalam waktu sangat singkat,  Lokasi kejadian tertentu,  Akibatnya dapat menimbulkan bencana, 
  • Berlangsung dalam waktu sangat singkat,

  • Lokasi kejadian tertentu,

  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana,

  • Berpotensi terulang lagi,

  • Belum dapat diprediksi,

  • Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi.

 Ground Faulting : Pergerakan patahan akibat gempa. Pergerakan dapat vertikal maupun horizontal.  Ground Shaking
  • Ground Faulting : Pergerakan patahan akibat gempa. Pergerakan dapat vertikal maupun horizontal.

  • Ground Shaking : adalah gerakan tanah akibat gempa yang merupakan unsur utama penyebab keruntuhan struktur.

  • Liquifaction : Kehilangan strength pada pasir yang jenuh air akibat pembebanan siklik. Kondisi ini menyebabkan penurunan dan pergerakan lateral dari pondasi.

  • Landslide Sering kali terjadi sebagai akibat dari terjadinya gempa. Perlu dihindari pembangunan diatas lereng atau dikaki dari lereng.

 Tsunami : Gelombang laut yang sangat besar akibat pergerakan tiba-tiba dari permukaan dasar laut naik
  • Tsunami : Gelombang laut yang sangat besar akibat pergerakan tiba-tiba dari permukaan dasar laut naik atau

 Tsunami : Gelombang laut yang sangat besar akibat pergerakan tiba-tiba dari permukaan dasar laut naik
 Tsunami : Gelombang laut yang sangat besar akibat pergerakan tiba-tiba dari permukaan dasar laut naik

turun (patahan naik / turun) yang disebabkan gempabumi bawah laut.

  • Kebakaran

  • Meningkatnya kegiatan gunung Api.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN AKIBAT GEMPABUMI
FAKTOR-FAKTOR YANG
MENGAKIBATKAN KERUSAKAN
AKIBAT GEMPABUMI
  • BESARAN GEMPA

  • KEDALAMAN GEMPA

  • JARAK EPISENTRUM GEMPA

  • LAMA GETARAN GEMPA

  • KONDISI TANAH SETEMPAT

  • KONDISI BANGUNAN ITU SENDIRI

  • DLL.

  • Ground Shaking

amplitude, duration, and damage increases in poorly consolidated rocks

 Ground Shaking ◦ amplitude, duration, and damage increases in poorly consolidated rocks

DAMPAK GEMPABUMI TERHADAP ALAM

DAMPAK GEMPABUMI TERHADAP ALAM 24
DAMPAK GEMPABUMI TERHADAP ALAM 24

24

25
25

25

27
27
Fenomena Ocean Crossing Alam Bahaya Risiko Bencana
Fenomena Ocean Crossing Alam Bahaya Risiko Bencana
Fenomena
Ocean Crossing
Alam
Bahaya
Risiko
Bencana

Bencana

Kerentanan Bahaya
Kerentanan
Bahaya
BENCANA KERENTANAN BAHAYA

BENCANA

KERENTANAN BAHAYA
KERENTANAN
BAHAYA

Adalah tindakan - tindakan untuk mengurangi atau

meminimalkan dampak dari suatu bencana gempa bumi terhadap masyarakat.

 Daerah yang dekat dengan episenter.  Daerah-daerah yang rentan terhadap kegagalan tanah “ground -failure “
  • Daerah yang dekat dengan episenter.

  • Daerah-daerah yang rentan terhadap kegagalan tanah “ground-failure

  • Semua

daerah

tanah longsor.

yang

rentan

terhadap

  • Retakan

tanah

dan

likuifaksi

(

bekas

endapan sungai, danau pantai dan tanah

urugan ).

  • Kawasan pemukiman,

daerah

pembangunan, bendungan dan jembatan,

tanah pertanian merupakan lokasi-lokasi

akan

yang

gempabumi.

terancam

goncangan

 Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk
  • Waktu gempabumi terjadi.

  • Kesiapan penduduk menghadapi / penghayatan bencana gempabumi

  • Tingkat sosial budaya masyarakat.

Peta

zonasi

bahaya

goncangan

gempabumi dapat dibuat berdasarkan

kontur gaya berat gravitasiatau persen dari nilai gaya berat bumi sebesar

980 cm/detik kuadrat. Sedangkan untuk

menyetarakan harga percepatan gempabumi dengan nilai MMI dapat

digunakan rumusan Kawasumi.

(a = 0.91 exp.0.308 MMI).

Dari rumusan contoh tsb telah dihitung

percepatan dan intensitas gempabumi di

Indonesia didapat.

1. Resiko Tinggi (nilai goncangan > 0.25 g atau > VIII MMI) meliputi Papau tengah, Lengan

1. Resiko Tinggi (nilai goncangan > 0.25 g atau > VIII MMI) meliputi Papau tengah, Lengan timur Sulawesi, Kep. Sangir-

Talaud, Halmahera, Ambon, Buru, Timor,

Sumba, Denpasar, Ujung Kulon, Pantai barat Sumatera, Pantai barat Kep. Mentawa Peg. Bukit Barisan, lampung, pantai Selatan

Kep Mentawai, Banten, Jawa barat Selatan, Banyuwangi, Nusatenggara, Sulawesi Tengah-Utara, Sorong, Banggai.

2.

Menengah (0.200.25) g atau (VIVII) MMI meliputi Pantai utara Jawa Barat, Yogyakarta,

Pantai selatan Jawa Timur, Pantai barat Halmahera.

Pantai utara Bali,

3. Rendah (0.150.20)g atau (IV-V) MMI meliputi Pantai utara Jawa Tengah, pantai Timur Halmahera atau teluk Kao.

4. Sangat Rendah < 0.15 g atau < IV MMI meliputi

Pantai Timur Sumatera, pantai utara

Jawa

Timur,

Sulawesi

Selatan,

pantai

Timur

Kalimantan, Bagian Timur Kalimantan Selatan,

Papua Selatan.

Tinggi Antisipasi Masyarakat & Pemerintah Daerah Di Daerah Rawan Gempabumi Dalam sejarah kejadiannya MMI > VIII
Tinggi
Antisipasi Masyarakat & Pemerintah Daerah
Di Daerah Rawan Gempabumi
Dalam sejarah kejadiannya
MMI > VIII
Menengah
Dalam sejarah kejadiannya
Jika “terpaksa” membangun
bangunan vital & strategis
harus benar – benar bangunan
tahan gempabumi
MMI
VI - VII
Rendah
Dalam sejarah kejadiannya
MMI IV - V
Berpotensi terjadi gempabumi
Bangunan harus tahan gempa
Sangat Rendah
Bebas membangun sarana dan
Dalam sejarah kejadiannya
MMI < IV
prasarana permukiman dengan
Tahan goncangan gempabumi
Bebas membangun sarana dan
prasarana permukiman
PETA INTENSITAS GEMPABUMI

UPAYA MITIGASI GEMPABUMI

TANGGAP DARURAT

SOSIALISASI PEMANTAUAN SESAR AKTIF
SOSIALISASI
PEMANTAUAN SESAR AKTIF

GEMPABUMI

Jika suatu wilayah pernah terjadi gempabumi maka pasti ada terjadi lagi di kemudian hari namun kapan dan berapa besar daya rusaknya tidak dapat di ramalkan.

PEMETAAN ZONA RAWAN

GEMPABUMI

Strategi mitigasi: identifikasi tingkat kerentanan terjadi gempabumi dan siapkan masyarakat guna mengantisipasi kejadian bencana.

UPAYA MITIGASI GEMPABUMI TANGGAP DARURAT SOSIALISASI PEMANTAUAN SESAR AKTIF GEMPABUMI Jika suatu wilayah pernah terjadi gempabumi
INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi
INPUT
INPUT
INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi

Kegempaan

(Epi dan

Hiposenter)

INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi
Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI)
Geologi
Intensitas
(Morfologi,
Gempa
Litologi,
(Skala
Struktur Geologi)
MMI)
INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi
 

Percepatan

 

Amplifikasi (bila ada)

   
INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi

Titik grid & perhitungan scoring

Pengkonturan & Penentuan zonasi
Pengkonturan &
Penentuan zonasi
INPUT Kegempaan (Epi dan Hiposenter) Geologi Intensitas (Morfologi, Gempa Litologi, (Skala Struktur Geologi) MMI) Percepatan Amplifikasi

PETA KRB GEMPABUMI

 Kajian-kajian yang telah dilakukan sebelumnya
Kajian-kajian yang telah dilakukan sebelumnya
  • Peta rawan bencana gempabumi

  • Catatan yang lain dimiliki oleh instansi terkait.

  • Pengetahuan penduduk atau cerita-cerita rakyat

  • Survey Lapangan

  • Kepedulian yang

masih

rendah

terhadap

mitigasi bencana gempabumi pada masyarakat

maupun pemerintah.

  • Kesiapaan

rendah

yang

bencana gempabumi

dalam

menghadapi

  • Belum terintegrasinya konsep mitigasi bencana gempabumi khususnya dalam perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota.

  • Belum adanya policy yang terstruktur dalam menghadapi bencana gempabumi

PENUTUP/ KESIMPULAN UMUM

1. Gempa Bumi adalah siklus alam yang :

  • Tidak dapat dihindari/dicegah

  • Sampai saat ini belum dapat diprediksi.

  • Bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga - tanpa peringatan (!!!! )

  • Dampak terhadap kota :

Bangunan-infra struktur kota dan perlengkapannya rusak-roboh Bila terjadi pada jam-jam sibuk karyawan, murid dan masyarakat lainnya bisa cedera atau meninggal Pelayanan terganggu (life-lines: air bersih, listrik dsb) Kegiatan perkantoran dll. terhenti Masyarakat kota panik,traumik-dramatik

……….penjarahan ?? !!!

dsb.

2.Bencana akibat gempa bumi dapat dikurangi dengan jalan memahami karakter bahaya yang kita hadapi.

Penurunan kerentanan kota (fisik bangunan, penempatan peralatan, tata letak,open space tetap ada, kepadatan/jumlah penduduk dsb)

Peningkatan kemampuan kota untuk menghadapi bencana gempa (pelatihan masyarakat, guru/murid bagaimana melindungi diri, kesiapan P3K, peningkatan kemampuan membangun kembali, dsb)

 Penelitian gempabumi – data gempa  Evaluasi bencana gempa  Perencanaan Tata ruang yang mengindahkan
  • Penelitian gempabumi data gempa

  • Evaluasi bencana gempa

  • Perencanaan Tata ruang yang mengindahkan daerah rawan bencana gempa bumi

  • Kode bangunan tahan gempa yang memadai

  • Kesiapan infrastruktur dan manajemen

  • Pendidikan masyarakat

BIDANG MITIGASI GEMPABUMI DAN TSUNAMI JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT – INDONESIA riyadi@bmg.go.id
BIDANG MITIGASI
GEMPABUMI DAN TSUNAMI
JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN
JAKARTA PUSAT – INDONESIA
riyadi@bmg.go.id
Nomor-nomor Telepon Penting :
Nomor-nomor Telepon Penting :

BMKG Pusat Informasi Gempa

(021) 65867045, 6546316

BASARNAS (021) 352111

BNPB

(021) 3458400

PMI

(021) 7992325 ext 402

Tsunami berasal dari kata : Tsu = Pelabuhan Nami = Gelombang Jadi, Tsunami Berarti Gelombang yang

Tsunami berasal dari kata :

Tsunami berasal dari kata : Tsu = Pelabuhan Nami = Gelombang Jadi, Tsunami Berarti Gelombang yang

Tsu = Pelabuhan

Nami = Gelombang

Jadi, Tsunami Berarti Gelombang yang menyerang Pelabuhan atau daratan

Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 270.000 orang serta merusak pantai barat Honshu sepanjang 280 km.

 Gelombang laut yang disebabkan oleh terjadinya gangguan didasar laut sehingga gelombang tsunami dapat mencapai pantai
  • Gelombang laut yang disebabkan oleh terjadinya gangguan didasar laut sehingga gelombang tsunami dapat mencapai pantai

  • Gangguan di dasar laut dapat berupa :

Gempa bumi Letusan gunung api dasar laut Longsoran di dasar laut

MEKANISME TERJADINYA TSUNAMI

MEKANISME TERJADINYA TSUNAMI

① Penjalaran kecepatan TSUNAMI didalam dasar laut. Vt (m/s) = √(g x h) ② Kecepatan penjalaran

Penjalaran kecepatan TSUNAMI didalam dasar laut. Vt (m/s) = √(g x h)

Kecepatan penjalaran di dasar laut yang dangkal lebih lambat dari kecepatan Tsunami di dasar laut yang lebih dalam, sehingga membuat gelombang menjadi lebih besar dan dinamakan dengan TSUNAMI.

36km/h 100km/h 250km/h 800km/h h= 10m h= 100m h= 500m h= 5000m
36km/h
100km/h
250km/h
800km/h
h= 10m
h= 100m
h= 500m
h= 5000m

69

① Penjalaran kecepatan TSUNAMI didalam dasar laut. Vt (m/s) = √(g x h) ② Kecepatan penjalaran

Japan Radio Co.

PENYEBAB TSUNAMI DI DUNIA

Tanah Longsor Gunung Berapi Gempabumi Data Tsunami di dunia antara tahun 1790 - 1990
Tanah Longsor
Gunung Berapi
Gempabumi
Data Tsunami di dunia antara tahun 1790 - 1990

70

courtesy : Latif and Guisakof
courtesy : Latif and Guisakof

courtesy : Latif and Guisakof

Indonesia mempunyai • lebih dari 17 ribu pulau • pantai sepanjang 81 ribu kilometer, lebih dari

Indonesia mempunyai

lebih dari 17 ribu pulau

pantai sepanjang 81 ribu kilometer, lebih dari setengahnya rawan tsunami

penduduk pesisir: 20 juta

Tsunami di Indonesia adalah tipe lokal, artinya sumbernya dekat dengan tempat pemukiman masyarakat pesisir tidak banyak waktu untuk menghitung resiko tsunami secara cepat tidak banyak waktu untuk menyampaikan peringatan dan melakukan penyelamatan dengan baik

DAMPAK TSUNAMI ACEH

DAMPAK TSUNAMI ACEH  132,000 meninggal  37,000 hilang  572,000 kehilangan tempat tinggal  1.3
DAMPAK TSUNAMI ACEH  132,000 meninggal  37,000 hilang  572,000 kehilangan tempat tinggal  1.3
  • 132,000 meninggal

  • 37,000 hilang

  • 572,000 kehilangan tempat tinggal

  • 1.3 juta rumah dan bangunan hancur

  • 8 dermaga rusak

  • 85% jaringan air bersih dan 92% sistem sanitasi tidak bisa dipakai lagi

  • 120 km jalan dan 18 jembatan utama hancur

  • Total Kerugian Rp. 45 trilyun,

DAMPAK TSUNAMI ACEH  132,000 meninggal  37,000 hilang  572,000 kehilangan tempat tinggal  1.3

courtesy : Menristek

◦ Gempabumi dengan kekuatan 9 Skala Richter, dangkal dengan pusat di laut ◦ Tanah bergetar hebat

Gempabumi dengan kekuatan 9 Skala Richter, dangkal dengan pusat di laut Tanah bergetar hebat selama 4 menit Tsunami dengan ketinggian gelombang di pantai antara 4 30 m Masyarakat tidak pernah melihat kejadian seperti itu sehingga timbul kepanikan Tidak ada peringatan

courtesy : Menristek

Yang tersisa

Yang tersisa … courtesy : Menristek
courtesy : Menristek
courtesy : Menristek

Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Terjadi Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Images © DigitalGlobe
Images © DigitalGlobe

Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006

17 July 2006 Earthquake source 70 mm/year
17 July 2006
Earthquake source
70 mm/year

DAMPAK TSUNAMI PANGANDARAN

DAMPAK TSUNAMI PANGANDARAN courtesy : Menristek
DAMPAK TSUNAMI PANGANDARAN courtesy : Menristek
DAMPAK TSUNAMI PANGANDARAN courtesy : Menristek
DAMPAK TSUNAMI PANGANDARAN courtesy : Menristek

courtesy : Menristek

Penyebabnya…….

• • • • • • Penyebabnya……. Gempabumi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan pusat di

Gempabumi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan pusat di laut

Masyarakat tidak merasakan gempanya

Tsunami terjadi pada saat air surut sehingga masyarakat tidak mengetahui surutnya laut sebagai pertanda awal tsunami

Tinggi tsunami cukup besar, mencapai 7 m

Daerah bencana umumnya landai

Tsunami terjadi pada sore hari, sehingga pertolongan pertama sulit diberikan secara maksimum karena hari sudah gelap

• • • • • • Penyebabnya……. Gempabumi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan pusat di

Tidak ada peringatan

courtesy : Menristek

MODEL NUMERIK TSUNAMI GEMPABUMI PANGANDARAN 17 JULI 2006
MODEL NUMERIK TSUNAMI
GEMPABUMI PANGANDARAN 17 JULI 2006
MODEL NUMERIK TSUNAMI GEMPABUMI PANGANDARAN 17 JULI 2006

Dampak Tsunami Pangandaran

Dampak Tsunami Pangandaran
Dampak Tsunami Pangandaran
Dampak Tsunami Pangandaran
Dampak Tsunami Pangandaran
 AIR LAUT SURUT SECARA MENDADAK (DENGAN ATAU TIDAK DIDAHULUI OLEH TERASANYA GEMPABUMI KUAT)  TERDENGAR
 AIR LAUT SURUT SECARA MENDADAK (DENGAN ATAU TIDAK DIDAHULUI OLEH TERASANYA GEMPABUMI KUAT)  TERDENGAR
  • AIR LAUT SURUT SECARA MENDADAK (DENGAN ATAU TIDAK DIDAHULUI OLEH TERASANYA GEMPABUMI KUAT)

  • TERDENGAR SUARA GEMURUH KERAS SEPERTI LEDAKAN

  • BURUNG LAUT TERBANG KE ARAH DARATAN

  • TAMPAK GELOMBANG SEPERTI TEMBOK HITAM MENDEKATI PANTAI

•BMG
•BMG
•BMG

-

1. BILA ANDA BERADA DISEKITAR PANTAI & MERASAKAN GEMPABUMI YANG SANGAT KUATLIHAT : APAKAH AIR LAUT
  • 1. BILA ANDA BERADA DISEKITAR PANTAI & MERASAKAN GEMPABUMI YANG SANGAT KUATLIHAT : APAKAH AIR LAUT SURUT DENGAN TIBA-TIBA

  • 2. BILA TIDAK : WASPADA JAUHI PANTAI

  • 3. BILA YA : LARI KE TEMPAT YANG LEBIH TINGGI IKUTI PETUNJUK YANG TELAH ADA; BILA ADA DI GEDUNG BERTINGKAT DAN GEDUNG TIDAK RUSAK : NAIK KETINGKAT YANG LEBIH TINGGI

  • 4. BILA ANDA BERADA DI TEMPAT YANG RELATIF TINGGI (> 50M ) DIATAS PERMUKAAN LAUT TETAP BERADA DI RUMAH ANDA, JANGAN IKUT LARI

1. KENALI LINGKUNGAN; TEMPAT TINGGAL, JARAK TERHADAP PANTAI, • LOKASI YANG TINGGI (5-30 M DARI PERMUKAAN
  • 1. KENALI LINGKUNGAN; TEMPAT TINGGAL, JARAK TERHADAP PANTAI,

LOKASI YANG TINGGI (5-30 M DARI PERMUKAAN LAUT) JALUR MENUJU TEMPAT YANG TINGGI

  • 2. APABILA MENGENALI ADANYA TANDA-TANDA TSUNAMI, SELAMATKAN DIRI DAN KELUARGA MENUJU TEMPAT YANG TINGGI

  • 3. PIMPIN DAN SELAMATKAN KELOMPOK KELUARGA, TETANGGA MENUJU TEMPAT YANG TINGGI

  • 4. MELAPORKAN KEADAAN KE INSTANSI TERKAIT; LURAH, CAMAT, ATAU BUPATI (BILA MUNGKIN)

  • 5. IKUTI BERITA DARI BMG, PEMDA, KEPOLISIAN, TNI (KORAMIL/KOREM)

INSTITUSI YANG TERLIBAT

BMG DEPDAGRI
BMG
DEPDAGRI
INSTITUSI YANG TERLIBAT BMG DEPDAGRI DEPLU ESDM LIPI DKP KOMINFO BAPPENAS TNI POLRI BAKORNAS PBP ITB

DEPLU

ESDM LIPI DKP
ESDM
LIPI
DKP

KOMINFO

BAPPENAS

TNI

POLRI

INSTITUSI YANG TERLIBAT BMG DEPDAGRI DEPLU ESDM LIPI DKP KOMINFO BAPPENAS TNI POLRI BAKORNAS PBP ITB

BAKORNAS PBP

INSTITUSI YANG TERLIBAT BMG DEPDAGRI DEPLU ESDM LIPI DKP KOMINFO BAPPENAS TNI POLRI BAKORNAS PBP ITB

ITB

INSTITUSI YANG TERLIBAT BMG DEPDAGRI DEPLU ESDM LIPI DKP KOMINFO BAPPENAS TNI POLRI BAKORNAS PBP ITB

BPPT

BAKOSURTANAL

LAPAN

 MENGGESER POLA PIKIR PENANGGULANGAN DARI SESUDAH KE SEBELUM BENCANA ADANYA PERBEDAAN KECEPATAN RAMBAT ANTARA GELOMBANG
  • MENGGESER POLA PIKIR PENANGGULANGAN DARI SESUDAH KE SEBELUM BENCANA ADANYA PERBEDAAN KECEPATAN RAMBAT ANTARA GELOMBANG TSUNAMI DENGAN GELOMBANG GEMPA BUMI : GELOMBANG GEMPA BUMI Vp = 6-8 km/detik DALAM 1 menit menempuh jarak 360 480 km dari sumber sementara kecepatan tsunami lebih rendah DARI SELANG WAKTU ANTARA KEJADIAN GEMPABUMI DAN TSUNAMI MEMUNGKINKAN MENDETEKSI GEMPA BUMI LEBIH AWAL sebagai parameter awal dalam memberikan WARNING TSUNAMI

  • SEBELUM TERJADI TSUNAMI BIASANYA DIDAHULUI DENGAN PREKURSOR ATAU GEJALA PENDAHULUAN

PERBANDINGAN KECEPATAN

10 0 20 GELOMBANG GEMPABUMI DAN TSUNAMI V_Gempa V_Tsunami WAKTU (MENIT) JARAK (KM) 500 400 300
10
0
20
GELOMBANG GEMPABUMI DAN TSUNAMI
V_Gempa
V_Tsunami
WAKTU (MENIT)
JARAK (KM)
500
400
300
200
100
0
60
50
40
30
1. GEMPA BUMI : • EPICENTER DI LAUT DANGKAL • • MAGNITUDE BESAR • TERJADI DEFORMASI
  • 1. GEMPA BUMI :

EPICENTER DI LAUT DANGKAL

• • MAGNITUDE BESAR TERJADI DEFORMASI VERTIKAL DI DASAR LAUT

  • 2. AIR LAUT SURUT DENGAN TIBA-TIBA

  • 3. TERDENGAR SUARA GEMURUH ATAU LEADAKAN

BMG
BMG
  • 160 BROADBAND SEISMOMETER

  • 80 TIDE GAUGES

  • 22 BUOYS

  • NATIONAL CENTER FOR WHOLE SYSTEM

1

  • NATIONAL CENTER FOR BUOYS

1

  • NATIONAL CENTER FOR TIDE GAUGES

1

AND GPS

  • 10 REGIONAL SEISMIC CENTER

Seismograph – Accelorograph Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami Dart - Buoys Untuk mengetahui

Seismograph Accelorograph

Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami

Seismograph – Accelorograph Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami Dart - Buoys Untuk mengetahui

Dart - Buoys

Untuk mengetahui terjadinya tsunami di dasar laut

Seismograph – Accelorograph Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami Dart - Buoys Untuk mengetahui

Tide Gauge

Untuk mengetahui pasang surut air laut

Seismograph – Accelorograph Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami Dart - Buoys Untuk mengetahui

GPS Land Station

Untuk mengukur deformasi tanah

Seismograph – Accelorograph Untuk mengetahui informasi awal terjadinya gempabumi dan tsunami Dart - Buoys Untuk mengetahui

Citra Satelit

Untuk penginderaan rupa bumi jarak jauh

95

JARINGAN SEISMIK SAMPAI AKHIR 2008

CENTER CENTER 8 REG. CENTER REG. 10 CENTER CENTER 1 REG. REG. CENTER 2 RC 3
CENTER
CENTER 8
REG.
CENTER
REG.
10
CENTER
CENTER 1
REG.
REG.
CENTER
2
RC 3
REG.
7
REG.
CENTER
REG.
CENTER
REG.
CENTER
REG.
CENTER
5
9
NAT’L.
6
4
JARINGAN SEISMIK SAMPAI AKHIR 2008 CENTER CENTER 8 REG. CENTER REG. 10 CENTER CENTER 1 REG.
JARINGAN SEISMIK SAMPAI AKHIR 2008 CENTER CENTER 8 REG. CENTER REG. 10 CENTER CENTER 1 REG.
  • - 78 Seismic Sensor

JARINGAN SEISMIK SAMPAI AKHIR 2008 CENTER CENTER 8 REG. CENTER REG. 10 CENTER CENTER 1 REG.
  • - Distance between sensors ± 300 km

  • - 10 RC and 1 NC

JARINGAN SEISMIK SAMPAI AKHIR 2008 CENTER CENTER 8 REG. CENTER REG. 10 CENTER CENTER 1 REG.
  • - Processing Time ± 10 minutes

  • - 130 Seismic Sensors113 Accelerograph

  • - Distance between sensors +/- 140 km

  • - 10 RC and 1 NC

  • - Processing Time ± 7 minutes

JARINGAN SEISMIK G DIGUNAKAN UNTUK PENENTUAN PARAMETER GEMPABU

SISTEM PENGOLAHAN PARAMETER GEMPABUMI DI PUSAT GEMPABUMI NASIONAL

JARINGAN BUOYS SAMPAI AKHIR 2008

JARINGAN BUOYS SAMPAI AKHIR 2008
Satellite TSUNAMI Sinyal Sirine BMG Pusat 3. Data Tinggi Muka Laut Seismograph (Daerah) Buoy Tide gauge
Satellite
TSUNAMI
Sinyal Sirine
BMG Pusat
3. Data
Tinggi
Muka Laut
Seismograph
(Daerah)
Buoy
Tide gauge
GPS
Bottom
pressure
gauge
???
Lempeng Tektonik
Samudera Hindia
Sumber : LIPI - Mod

SENSOR INSTALLED DAN SEISMIC WAVE MONITORING

DATA PROCESSING

DISEMINASI INFO

MITIGATION, 1. AUTOMATIC PROCESSING REHABILITATION EMERGENCY - Location, RESPONSE Earthquake - Time,  Transportasi Information -
MITIGATION,
1. AUTOMATIC PROCESSING
REHABILITATION
EMERGENCY
-
Location,
RESPONSE
Earthquake
-
Time,
Transportasi
Information
-
Magnitude
(Dep. Hub)
-
Depth
Komunikasi
(Depkominfo.)
Jalan, Tenda
Tsunami
2.
PROCESSING
Warning
(Dep. PU)
CROSS CHECK
Makanan & Air Bersih
-
Magnitude?
(Kementerian Kesra,
-
PUSKODAL POLRI
Depsos)
-
Location ?
-
PUSKODAL TNI
Kesehatan, Sanitasi
-
Tsunami ?
-
PEMDA I & II
(Depkes)
-
BAKORNAS - SATKORLAK
Manajemen Resiko
-
STA TV - RADIO
(Dephankam)
-
RADIO PANTAI
Lain-lain
-
ADPEL
(BAKORNAS)
3. DATA BASE
-
PROVIDER GSM/CDMA
- Tsunami History
- Pra-Calculation/
Tsunami
Simulati on

Disaster Education

SENSOR INSTALLED DAN SEISMIC WAVE MONITORING DISEMINASI INFO MITIGATION, 1. AUTOMATIC PROCESSING REHABILITATION EMERGENCY - Location,
SEISMOGRAPH ACCELEROGRAPH SEA WAVE MONITORING - Tide Gauge (Bakosurtanal) - GPS – Buoys (BPPT) EARTH CRUST
SEISMOGRAPH
ACCELEROGRAPH
SEA WAVE MONITORING
-
Tide Gauge (Bakosurtanal)
-
GPS – Buoys (BPPT)
EARTH CRUST DEFORMATION
- GPS (Bakosurtanal)
Capacity Building RISTEK, Universitas, Institusi Riset) -Pemodelan -Pembangunan Database -PEnelitian dan Pengembangan
Capacity Building
RISTEK, Universitas, Institusi Riset)
-Pemodelan
-Pembangunan Database
-PEnelitian dan Pengembangan

(RISTEK, Depdiknas, LIPI)

-Public Education -Preparadness -Evacuation ofi Tsunami Training

(RISTEK, Depdiknas, LIPI) - Public Education - Preparadness - Evacuation ofi Tsunami Training

-

Informasi Gempabumi : Proses Automatis • Waktu • Pusat gempa • Magnitude •Kedalaman Pengumpulan Data Tsunami
Informasi Gempabumi :
Proses Automatis
• Waktu
• Pusat gempa
• Magnitude
•Kedalaman
Pengumpulan Data
Tsunami Modelling
Verifikasi secara manual
Sistem
Dart-Bouy
Pengambilan
Keputusan
Tide Gauge
Informasi Gempabumi
GPS Land
dan Peringatan Tsunami
Station
Sistem Diseminasi
Informasi:
-
Fax
-
SMS
-
Web GIS
-
Alarm
-
Voice
Sistem Kontrol
Pengiriman Berita

ALUR OPERASIONAL SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI

Tipe Berita Peringatan Dini

Tsunami

AWAS atau WASPADA

Estimasi waktu datang

tsunami di pantai

tertentu dan parameter

gempa

Informasi Tsunami

(tinggi tsunami dan

waktu datang)

berdasarkan observasi

104

dan pareameter gempa

Pembatalan warning,

keadaan sudah aman

Informasi Gempabumi : Proses Automatis • Waktu • Pusat gempa • Magnitude •Kedalaman Pengumpulan Data Tsunami
BMG INSTITUSI BMG INTERFACE terestrial line S .. O. P IP VPN MPLS  POLDA/POLRES MABES
BMG
INSTITUSI
BMG
INTERFACE
terestrial line
S
..
O. P
IP VPN MPLS
POLDA/POLRES
MABES TNI -POLRI
POLRI
TELKOM
BUPATI /
VSAT DEPDAGRI
S. O.P
WALIKOTA/
S. O. P POLDA
/POLRES
33 GUBERNUR
• INSTALASI
GUB
CAMAT
SENSOR
Radio link
IP VPN MPLS
KOORD. DEPDAGRI
S. O. P
BUPATI /
W.KOTA
POLSEK
INDOSAT
• MONITORING
S.O.P
BAKORNAS
SATKORLAK / SATLAK
SOP
VPN BMG
BAKOR
• PENGOLAHAN
BMG
NAS
• ANALISIS
PROVIDER GSM
•TELKOMSEL
•INDOSAT
S.O.P
11 STA. TV
SATKORLAK
• INFORMASI
KOORD. DEPKOMINFO
RADIO/RRI
terestrial line
satelite
PROVIDER VSAT
•TELKOM
•CSM
RADIO PANTAI
S.O.P
•CSM
ADPEL
satelite
•PSN
Fiber optic
INDONESIA
Masyarakat
7 PROVIDER
INTERNET
wlan
Established
t 2006
GSM/CDMA
EXCHANGE
CSM = Citra Sari Makmur
PSN = Pasific Satelit Nusantara
S
Satelit BMG PUSAT Asia Star Institusi Interface Earthquake & Tsunami Warning Weather Forecast FDRS SMS, Fax,
Satelit
BMG PUSAT
Asia Star
Institusi Interface
Earthquake &
Tsunami Warning
Weather Forecast
FDRS
SMS, Fax, Alarm,
Voice, Web GIS
Server 5 in 1
Internet Leased
Line
Climate Forecast
Server 5 in 1
TNI
POLRI
DEPDAGRI
BAKORNAS PBP
11 TV Broadcast
DEPKOMINFO
RADIO / RRI
Radio Pantai
7 Provider
GSM/CDMA

SISTEM

DISEMINASI

INFORMASI BMG

Medan, BMG Pusat Padangpanjang, Denpasar Sistem Pengendali Sirine Sirine
Medan,
BMG Pusat
Padangpanjang,
Denpasar
Sistem
Pengendali
Sirine
Sirine

106

 Ikut mengamankan peralatan deteksi bencana yang ada di wilayahnya  Menyiapkan peta resiko (peta genangan)
  • Ikut mengamankan peralatan deteksi bencana yang ada di wilayahnya

  • Menyiapkan peta resiko (peta genangan) beserta skenario penyelamatan

  • Menyiapkan tempat evakuasi beserta peta pencapaiannya

  • Memasang rambu-rambu petunjuk / arah evakuasi

  • Membangun pusat krisis / pusat komando

  • Melakukan latihan-latihan evakuasi tsunami (tsunami-drill) secara berkala

  • Membangun sirine

  • Membangun atau menentukan gedung penyelamat (escape building/tsunami shelter)

  • Memasukkan pertimbangan kebencanaan dalam penyusunan tata-ruang

  • Memasukkan pendidikan kebencanaan dalam muatan lokal kurikulum sekolah

courtesy : Menristek

Seismomete Akseleromet Tide-gauge r er DART-Buoy courtesy : Menristek
Seismomete Akseleromet Tide-gauge r er DART-Buoy courtesy : Menristek

Seismomete

Seismomete Akseleromet Tide-gauge r er DART-Buoy courtesy : Menristek
Seismomete Akseleromet Tide-gauge r er DART-Buoy courtesy : Menristek

Akseleromet

Tide-gauge

r er DART-Buoy courtesy : Menristek
r
er
DART-Buoy
courtesy : Menristek
Contoh Bali Lokasi Tinggi Waktu Tiba Gelombang (menit) ( meter ) Jimbaran 7,9 42 Bandara 6,0

Contoh Bali

Lokasi

Tinggi

Waktu Tiba

Gelombang

(menit)

(meter)

Jimbaran

7,9

42

Bandara

6,0

40

Kuta

5,7

44

Nusa Dua

5,8

28

Sanur

5,5

35

Courtesy:

Hamzah Latief, et. al., 2006

courtesy : Menristek

TEMPAT EVAKUA SI courtesy : Menristek
TEMPAT EVAKUA SI
TEMPAT
EVAKUA
SI

courtesy : Menristek

TEMPAT EVAKUA SI courtesy : Menristek
Contoh di Bali courtesy : Menristek
Contoh di Bali courtesy : Menristek

Contoh di Bali

courtesy : Menristek

Contoh: Pusat Krisis di Jakarta courtesy : Menristek
Contoh: Pusat Krisis di Jakarta courtesy : Menristek
Contoh: Pusat Krisis di Jakarta courtesy : Menristek

Contoh: Pusat Krisis di Jakarta

courtesy : Menristek

Padang, 26 Desember 2005 Bali, 26 Desember 2006 2007: Banten courtesy : Menristek
Padang, 26 Desember 2005 Bali, 26 Desember 2006 2007: Banten courtesy : Menristek
Padang, 26 Desember 2005 Bali, 26 Desember 2006 2007: Banten courtesy : Menristek

Padang,

  • 26 Desember 2005

Bali,

  • 26 Desember 2006

2007: Banten

courtesy : Menristek

Lokasi Sirine Telkomsel Sirine BMG di Bali Tempat- tempat yang memerlukan courtesy : Menristek sirine
Lokasi Sirine Telkomsel Sirine BMG di Bali Tempat- tempat yang memerlukan courtesy : Menristek sirine
Lokasi Sirine Telkomsel Sirine BMG di Bali Tempat- tempat yang memerlukan courtesy : Menristek sirine

Lokasi Sirine

Telkomsel

Sirine BMG di Bali

Tempat-

tempat yang memerlukan

courtesy : Menristek

sirine

courtesy : Menristek
courtesy : Menristek

courtesy : Menristek

courtesy : Menristek
courtesy : Menristek
courtesy : Menristek
courtesy : Menristek
courtesy : Menristek

courtesy : Menristek

courtesy : Menristek
courtesy : Menristek
◦ BENCANA ALAM GEMPABUMI DAN TSUNAMI TIDAK DAPAT DIHINDARI NAMUN DAMPAK YANG DIAKIBATKAN DAPAT DIMINIMALISIR MELALUI

BENCANA ALAM GEMPABUMI DAN TSUNAMI TIDAK DAPAT DIHINDARI NAMUN DAMPAK YANG

DIAKIBATKAN DAPAT DIMINIMALISIR MELALUI UPAYA-UPAYA MITIGASI

PENGETAHUAN, KEPEDULIAN DAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT SANGAT DIPERLUKAN DALAM MENGHADAPI GEMPABUMI DAN TSUNAMI

◦ SISTEM PEMANTAU GEMPABUMI DAN SISTEM ANALISIS YANG HANDAL UNTUK MEMPEROLEH PARAMETER GEMPABUMI DENGAN CEPAT DAN

SISTEM PEMANTAU GEMPABUMI DAN SISTEM ANALISIS YANG HANDAL UNTUK MEMPEROLEH

PARAMETER GEMPABUMI DENGAN CEPAT DAN AKURAT

SITEM PENDUKUNG SEPERTI TSUNAMI MODELING, SISTEM PEMANTAU MUKA LAUT DAN SISTEM

PENDUKUNG LAINNYA SEBAGAI KONFIRMASI

UNTUK MENGELUARKAN PERINGATAN TSUNAMI

SISTEM PENYEBARAN PERINGATAN DINI HINGGA KE MASYARAKAT PANTAI

KEPEDULIAN DAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH

DAERAH DAN MASYARAKAT PANTAI DALAM

MENGHADAPI BAHAYA TSUNAMI

12 0

12

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT – INDONESIA TEL/ FAX.

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT – INDONESIA TEL/ FAX.

JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT INDONESIA TEL/ FAX. 62 21 4246321/ 4246703 http://www.bmg.go.id

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA JL. ANGKASA I NO. 2 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT – INDONESIA TEL/ FAX.