You are on page 1of 80

1

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK


TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS
PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
( Suatu Penelitian Eksperimental Di Sekolah Dasar Negeri Muarareja
01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 )

SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat dalam Rangka Penyelesaian
Studi Strata I Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :
Nama : KURNIA RAHAYU
NPM : 1605501324
Progdi : Pendidikan Bahasa Inggris

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2009

1
2

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk penelitian tentang “ Pengaruh


Penerapan Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada
Siswa Sekolah Dasar Kelas IV ( Studi Eksperimental pada Siswa Kelas IV
Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 ) “
telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Skripsi
Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Pancasakti Tegal.

Tegal, Juli 2009

Disetujui oleh,

Pembimbing I Pembimbing II

DRS. JCS. PRADJARTO, M. Pd DRS. ROFIUDIN, M. Hum


NIP 131 413 856 NIPY. 555 112 1964

2
3

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan Sidang Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan


Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
Pada hari : Rabu
Tanggal : 5 Agustus 2009

Dewan Penguji

Ketua Sekretaris

Dra. Hj. Sitti Hartinah DS, MM Sumartono, S. Pd


NIP. 130937444 NIPY. 14452781969

Anggota Penguji

1. Nur Antony ET, SS, M. Hum ( )


NIPY. 12851771972

2. Drs. Rofiudin, M. Hum ( )


NIPY. 555 112 1964

3. Drs. JCS. Pradjarto, M. Pd ( )


NIP 131 413 856

Mengesahkan
Dekan

Dr. H. Basukiyanto, M. Pd
NIPY. 1251691960

3
4

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

 Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan


pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang
yang mendapat petunjuk (Q.S. Al-Nahl: 125)
 Didiklah anak-anakmu, sebab mereka di lahirkan untuk hidup
dalam suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu (hadist)
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya. (Q.S. An-Najm: 39)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk :


 Orang yang paling tercinta Mamah dan
Epah. Terimakasih atas kasih sayangnya dan
segala pengorbanan untuk anak-anaknya.
 Kakak-kakakku tersayang ( Mba Widie, Maz
Dwi, dan Teteh ) juga para kakak Iparku.
 Keponakan-keponakan mungil ku (Zhafir
Gafiota dan Daffa Hanana Madina ).
 Yang tercinta dan tersayang Bintangku
(Djanu).
 Sahabat-sahabatku : Xiwil, C-Nox, C-Pit,
OpPi, Riezke, Roesma,dan Anak-anak UPS VIII
A, B ( Ita, Lenz, Upa, Nels, Ance, Kangkung,
Mb. Bro, Mb. Min, Icha, Yanz, Mamie, dll ) C
dan D thx to dukungannya Guys.

4
5

SURAT PERYATAAN

Dengan ini saya :

Nama : KURNIA RAHAYU


NPM : 1605501324
Program studi : PBI- FKIP UPS Tegal

Menyatakan bahwa SKRIPSI saya yang berjudul :


Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa
Inggris Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas IV.
Adalah betul-betul merupakan naskah asli hasil tulisan dan fikiran saya. Apabila
dikemudian hari ternyata ada keluhan ataupun pernyataan dari pihak lain
mengenai keaslian skripsi / hasil penelitian tersebut, maka hal tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya selaku penulis skripsi tersebut.

Tegal, Agustus 2009


Pembuat pernyataan

Kurnia Rahayu
NPM. 1605501324

5
6

PRAKATA

Segala puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT, yang telah melimpahkan taufik dan hidayahNya kepada penulis sehingga
akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Shalawat serta salam
juga penulis panjatkan pada Nabi Besar Muhammad SAW, semoga keselamatan
senantiasa tercurah pada Beliau dan Para sahabat. Adapun judul dari skripsi ini
adalah “ Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil
Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 “.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai
tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Tri Jaka Kartana, M. Si, selaku Rektor Universitas
Pancasakti Tegal
2. Bapak Dr. Basukiyatno, M. Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
3. Bapak Sumartono, S. Pd, selaku Kepala Progdi Bahasa Inggris.
4. Bapak Drs. JCS. Pradjarto. M. Pd, selaku pembimbing I yang dengan
sabar dan bijaksana memberikan bimbingan dan dorongan kepada penulis.
5. Bapak Drs. Rofiudin, M. Hum, selaku pembimbing II yang telah
membimbing penulis dengan sabar dan bijaksana.
6. Bapak dan Ibu dosen jurusan Pendidikan bahasa, program studi Bahasa
Inggris yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis.
7. Bapak Sumantri dan Ibu Win, selaku kepala SD Negeri Muarareja 01 dan
02 yang telah memberikan pengarahan, petunjuk dan dorongan sehingga
skripsi ini dapat terselesaikan.
8. Dan para sahabat yang selalu memberikan semangat kepada penulis.
Dan harapan yang selalu penulis panjatkan kepada Allah SWT,
semoga amal dan kebaikan bapak dan ibu mendapat imbalan dari Allah SWT.

6
7

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari


kesempurnaan. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
peminat Ilmu bahasa pada khususnya dan pembaca pada umunya.

Tegal, Juli 2009

Penulis

7
8

ABSTRAK

KURNIA RAHAYU: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik


Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 : Suatu
Penelitian Eksperimental di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02
Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi.Program
Strata 1.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Pancasakti Tegal.

Kata Kunci : Pengaruh, Pembelajaran Tematik, Hasil Belajar Bahasa Inggris

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh


model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa Inggris pada siswa
kelas 4 semester II di SD Negeri Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal tahun pelajaran
2008/2009. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD.
N. Muarareja 01 dan 02 Tegal, tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 115 siswa.
Penulis menggunakan teknik random sampling untuk memilih
sample penelitian yang berjumlah 60 siswa, dimana penulis membagi sample
tersebut menjadi 2 kelompok sample, yaitu 30 siswa yang diajar menggunakan
model pembelajaran tematik sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa yang
diajar menggunakan pembelajaran klasikal sebagai kelompok kontrol.
Berdasarkan landasan teori dalam kerangka berfikir, hipotesis
penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : “ Ada pengaruh positif dari penerapan
model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa inggris siswa kelas 4
semester II di SD Negeri Muarareja 01 dan 02 Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Penulis menggunakan test tertulis berisi tes bahasa Inggris umum
sebagai instrument penelitian. Bentuk test adalah pilihan ganda dengan 4 pilihan
jawaban dengan jumlah soal 30. Alokasi waktu untuk mengerjakan test tersebut
adalah 45 menit. Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas penulis menguji
instrument test tersebut dengan memberikan test kepada 20 siswa yang
mempunyai kemampuan yang sama dengan sampel.
Hasil dari analisis menunjukkan bahwa dengan taraf signifikasi
lima persen (5 %) dan derajat kebebasan 58, diperoleh hasil t-test 3,409 dan t-
tabel 2,663 jadi hasil t-test lebih besar dari t-tabel ( 3,409>2,663)
Jadi dapat disimpulkan bahwa “ Penerapan model pembelajaran
tematik pada pengajaran bahasa Inggris di Siswa Kelas IV SD. N. Muarareja 01
dan 02 Tegal tahun ajaran 2008/2009 lebih efektif dibandingkan dengan
pembelajaran non-tematik berupa pembelajaran klasikal”.

8
9

ABSTRACT

KURNIA RAHAYU : The influence of using a thematic teaching models


towards English Acievement for elementary student class IV: An experiment study
on the student at SD. N. Muarareja 01 and 02 Tegal in the second semester in
academic year 2008/2009. The Strata One Program of Faculty of Teacher
Training and Education Pancasakti University Tegal.

Key Words : The influence, thematic teaching models, English Achievement.

The objective of this research is to know the influence of thematic


teaching models towards English Achievement for student class IV. The
population of this research is all of the fourth grade students of SD. N. Muarareja
01 and 02 Tegal, Academic year 2008/2009, with the number of population
consist of 115 students.
The writer uses random sampling technique to choose the sample
of study. The number of the samples are 60 students, and the writer divided that
sample into two groups, that is 30 students who are taught by using thematic
teaching models as the experiment group ( I ) and 30 students who are taught by
using classical teaching models as control group ( II ).
Based on the theory and logical frame work the research
hypothesis is proposed as follows “ There is positive influence of using a
thematic teaching models towards English Achievement for elementary student
class IV at SD. N. Muarareja 01 and 02 Tegal in the second semester in academic
year 2008/2009”.
The writer use a written test as the instrument of the research.
Consists of 30 items in multiple choice types with four options. The test needs
fourty five minutes to do. To know the validity and the reliability of the
instrument, the writer had tried out by giving a test to 20 students having the same
competence with the sample of study.
The result of descriptive analysis shows that on the level of
significance is five percent (5%) and free degree is 58, the result of t-test is 3,409
and t-table 2,663, so the result of t-test is higher than t-table ( 3,409>2,663).
Thus the conclusion of the research is “The using of a thematic
teaching models on English teaching at the fourth grade students in the second
semester of SD Muarareja 01 and 02 Tegal regency in the academic year
2008/2009 is more effective than non thematic teaching models”.

9
10

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
HALAM PERSETUJUAN ..................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN..................................... iv
HALAMAN PERNYATAAN ............................................................... v
PRAKATA ............................................................................................. vi
ABSTRAK ............................................................................................. viii
ABSTRACT ........................................................................................... ix
DAFTAR ISI .......................................................................................... x
DAFTAR TABEL .................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1
A. Latar Belakang masalah ............................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................... 3
C. Pembatasan Masalah .................................................................. 4
D. Perumusan Masalah .................................................................... 4
E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 5
F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN
HIPOTESIS ............................................................................. 7
A. Landasan Teori ........................................................................... 7
1. Pengertian Belajar................................................................... 7
1.1. Hakikat Belajar.................................................................. 8
1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar............. 9
1.3. Definisi Keberhasilan Dalam Belajar................................10
1.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi dan Hasil
Belajar.................................................................................10

10
11

2. Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar..........................11


2.1. Permasalahan Pembelajaran Bahasa Inggris di SD...........14
2.2. Kurikulum Bahasa Inggris di SD/MI................................15
3. Model Belajar dan Pembelajaran............................................17
3.1. Model Pembelajaran Tematik...........................................17
a. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pembelajaran
Terpadu...........................................................................18
b. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran
Tematik...........................................................................24
c. Model Pembelajaran Tematik dalam Pengajaran
Bahasa Inggris................................................................25
d. Implikasi Pembelajaran Tematik....................................28
e. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Kelas.................31
3.2. Model Pembelajaran Non-tematik....................................25
a. Prinsip-prinsip Pembelajaran Klasikal...........................33
b. Prosedur Pembelajaran Klasikal.....................................34
c. Ciri-ciri Pembelajaran Non-Tematik..............................35
B. Kerangka Berfikir .......................................................................35
C. Perumusan Hipotesis ..................................................................36
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................37
A. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................37
B. Populasi.......................................................................................37
C. Sampel ........................................................................................38
D. Variabel ......................................................................................38
E. Instrumen Penelitian ...................................................................38
F. Rancangan Penelitian .................................................................43
G. Teknik Pengumpulan Data .........................................................43
H. Teknik Analisa Data ...................................................................43
1. Mencari Mean ( Rata-rata ) ............................................43
2. Mencari Standar Deviasi ................................................43
3. Mencari Varians Gabungan ............................................44

11
12

4. Mencari Uji-t ..................................................................44


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................46
A. Deskripsi Data ..........................................................................46
B. Analisa Data 55
C. Pembahasan Hasil pengujian Hipotesis ..................................................55
BAB V PENUTUP ................................................................................56
A. Simpulan .....................................................................................56
B. Saran .........................................................................................56
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................58
LAMPIRAN

12
13

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1 Jumlah Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri
Muarareja 01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran
2008/2009........................................................................37
Tabel 2 Nilai Kelompok Eksperimen, Kelompok Siswa
Yang diajar dengan menggunakan Model Pem-
belajaran Tematik............................................................47
Tabel 3 Nilai Kelompok Kontrol, Kelompok Siswa yang
Diajar Dengan Pembelajaran Klasikal............................48
Tabel 4 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang
Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Tematik .....49
Tabel 5 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang
Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Klasikal.......50

13
14

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN Halaman
1. Penyajian dari Instrumen Reliabilitas......................................... 60
2. Penyajian Perhitungan Instrumen Validitas................................ 61
3. Daftar Siswa Kelompok Eksperimen yang Diajar Dengan
Model Pembelajaran Tematik..................................................... 62
4. Daftar Siswa Kelompok Kontrol yang Diajar dengan
Menggunakan Model Pembelajaran Non Tematik...................... 64
5. Hasil Analisis Uji Coba Pengajaran Bahasa Inggris Dengan
Model Pembelajaran Tematik..................................................... 66
6. Tabel R Product Moment Scores................................................ 68
7. Daftar Tabel-t.............................................................................. 69
8. Contoh Test Bahasa Inggris Umum............................................ 70
9. Kunci Jawaban............................................................................ 73
10. Surat Ijin Penelitian..................................................................... 74
11. Surat Keterangan.........................................................................75

14
15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan.

Seiring dengan pemberlakuan kurikulum 2004 beserta sistem pelaksanaannya,

komponen-komponen pembelajaran mengalami penyesuaian. Salah satu

konsekuensi dari pemberlakuan kurikulum 2004 adalah berbagai pendekatan

pembelajaran yang memberikan situasi pembelajaran yang bermakna kepada

siswa.

Pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini bertujuan

mengembangkan kemampuan dasar siswa berupa kemampuan akademik,

keterampilan hidup, pengembangan moral, pembentukan karakter yang kuat,

kemampuan untuk bekerja sama, dan pengembangan estetik terhadap dunia

sekitar. Diyakini bahwa melalui pendekatan pembelajaran terpadu, siswa

terutama siswa SD dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya. Dengan

memadukan beberapa mata pelajaran diharapkan siswa sekolah dasar yang

terbiasa memandang atau mempelajari segala peristiwa yang terjadi di

sekitarnya atau yang dialaminya sebagai suatu kesatuan yang utuh, mereka

tidak melihat semua itu secara parsial ( terpisah-pisah ), sayangnya setelah

memasuki bangku situasi belajar formal, mereka disuguhi oleh beberapa mata

pelajaran yang terpisah satu sama lain sehingga mereka terkadang mengalami

15
16

kesulitan untuk memahami fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat

dan alam sekitarnya.

Pembelajaran yang memisahkan suatu pelajaran dengan pelajaran lain

membuahkan kesulitan bagi anak karena hanya akan memberikan pengalaman

belajar yang tidak nyata atau dibuat-buat. Pembelajaran terpadu sebagai suatu

konsep merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata

pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak. Model

pembelajaran tematik merupakan suatu jenis pembelajaran terpadu yang

beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk

memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran

yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnya.

Pengajaran bahasa Inggris sebagai salah satu muatan lokal di sekolah

dasar harus menggunakan model pembelajaran yang mudah diterima oleh anak

karena bahasa Inggris bukan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.

Keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris

sederhana bisa diterapkan dengan melalui tema-tema dan dipadukan dengan

beberapa mata pelajaran lain agar lebih bermakna dan mudah dipelajari.

Dalam kaitan ini penulis akan mencoba menerapkan pembelajaran

tematik pada mata pelajaran bahasa Inggris. Dengan menerapkan pembelajaran

tematik diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung,

sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan

memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Pembelajaran

16
17

bahasa Inggris dapat dikemas dengan tema atau topik. Misalnya tema

lingkungan dapat dibahas dari sudut Matematika, IPA dan IPS.

Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas maka penulis memilih

judul “ Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil

Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas IV “

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian di atas bahwa dalam pengajaran bahasa Inggris di

sekolah dasar perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat dan bisa

merangsang keaktifan siswa. Salah satunya yaitu melalui model pembelajaran

tematik dengan memadukan beberapa mata pelajaran melalui tema. Konsep

pembelajaran tematik telah tercantum di dalam KTSP (Kurikulum Tingkat

Satuan pendidikan). Di dalam KTSP tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran

tematik adalah pendekatan yang harus digunakan dalam pelaksanaan

pembelajaran di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu, guru

perlu mempelajarinya terlebih dahulu sehingga dapat memperoleh pemahaman

baik secara konseptual maupun praktikal (Sukayati, 2004:8).

Adapun model pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh beberapa

faktor, seperti ketersediaannya sumber – sumber belajar, alat bantu ajar,

keterpaduan antar materi dalam mata pelajaran yang dipadukan, faktor motivasi

dan minat siswa serta lingkungan siswa. Sehingga sehubungan dengan faktor-

17
18

faktor tersebut di atas, maka muncul beberapa masalah yang berhubungan

dengan penelitian yaitu :

1. Bagaimana prestasi siswa SD kelas IV dalam belajar Bahasa Inggris ?

2. Bagaimana teknik penerapan model pembelajaran tematik dalam proses

belajar mengajar di SD Negeri Muarareja 02 Tegal ?

3. Apakah ada perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa yang

diajar dengan model pembelajaran tematik dengan siswa yang diajar

dengan menggunakan model pembelajaran non tematik ?

C. Pembatasan Masalah

Masalah tentang penerapan model pembelajaran tematik dalam

penelitian ini jika dikaji secara mendalam dan mendetail maka akan sangat

luas sehingga karena keterbatasan waktu, jarak, serta kemampuan yang ada

maka penulis hanya membatasi permasalahan yaitu tentang pengaruh

penerapan model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa Inggris

siswa SD kelas IV tahun pelajaran 2008/2009.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, identifikasi masalah dan

pembatasan masalah, sesuai dengan judul penelitian “ Pengaruh Penerapan

Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah

Dasar Kelas IV “ maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu

18
19

Apakah penerapan pembelajaran tematik efektif dalam meningkatkan hasil

belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV ?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tematik dalam

pengajaran bahasa Inggris pada siswa SD kelas IV

2. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa

sekolah dasar yang diajar menggunakan model pembelajaran tematik

dengan siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan model

pembelajaran non tematik berupa pembelajaran klasikal.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain :

1. Manfaat teoritis

Untuk mengembangkan penelitian tentang pendidikan lebih jauh,

khususnya di bidang pengajaran Bahasa Inggris serta menambah wawasan

tentang pengaruh penerapan model pembelajaran tematik terhadap hasil

belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV.

2. Manfaat Praktik

Untuk pedoman bagi para guru dalam penentuan penggunaan

model pembelajaran yang tepat, efektif, dan dapat merangsang keaktifan

19
20

siswa dalam proses mengajar bahasa Inggris, juga memacu siswa agar bisa

lebih semangat dan termotivasi dalam belajar bahasa Inggris.

20
21

BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR,

DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori

Kegiatan yang paling menentukan dalam keberhasilan penerapan

kurikulum adalah proses pembelajaran atau kegiatan belajar. Belajar

merupakan suatu proses yang harus ditempuh oleh siswa, tetapi hakikatnya

harus dipahami oleh guru agar dalam pelaksanaannya guru dapat mengelola

dan membimbing proses pembelajaran sesuai dengan kaidah-kaidah belajar

yang efektif.

1. Pengertian Belajar

Ada beberapa pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para

ahli. Menurut definisi lama, yang dimaksud dengan belajar adalah

menambah dan mengumpulkan pengetahuan, yang diutamakan dalam

definisi ini adalah penguasaan pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk

menjadi cerdas atau membentuk intelektual, sedangkan sikap dan

keterampilan diabaikan. Siswa lebih banyak menerima atau lebih banyak

menghafal pengetahuan yang diberikan melalui beberapa mata pelajaran,

bahkan hanya mengingat-ingat semua pengetahuan yang dibacanya.

Akibat cara belajar ini aspek pemahaman siswa kurang diperhatikan

karena lebih diuatamakan hasil hafalan atau penerimaan informasi yang

berkaitan dengan stimulus dan respon ( S-R ) yang dibangun.

21
22

Pendapat modern yang muncul pada abad 19 menganggap bahwa

belajar adalah proses perubahan perilaku ( a change in behaviour ).

Ernest R. Hilgard ( 1948 ) menyatakan bahwa :

learning is the process by which on activity orginates or is


changed through training procedures ( whether in the laboratory
or in the natural environtment ) as distinguished from changes by
factors not atrisutable to training.

Jadi, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang

diperoleh melalui latihan dan perubahan itu disebabkan karena adanya

dukungan dari lingkungan yang positif yang menyebabkan adanya

interaksi yang edukatif. Perubahan tersebut terjadi secara menyeluruh

meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Definisi belajar yang umum diterima saat ini ialah bahwa belajar

merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu

perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai pengalaman

individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

1.1. Hakikat Belajar

Belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses, artinya dalam

belajar akan terjadi proses melihat, membuat, mengamati,

menyelesaikan masalah, menyimak, dan latihan. Sehingga guru harus

dapat membimbing dan memfasilitasi siswa supaya dapat melakukan

proses-proses tersebut. Jadi seseorang dapat dikatakan belajar karena

adanya indikasi melakukan proses tersebut secara sadar dan

menghasilkan perubahan tingkah laku siswa yang diperoleh

berdasarkan interaksi dengan lingkungan. Lingkungan yang

22
23

dimaksud adalah narasumber, teman, guru, situasi dan kondisi nyata,

lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain yang dapat

dijadikan sumber belajar.

Ada 4 pilar yang perlu diperhatikan dalam belajar yaitu

learning to know, learning to do, learning to live together, dan

learning to be.

- Learning to know artinya belajar untuk mengetahui

Yang menjadi target dalam belajar adalah adanya

pemahaman sehingga belajar tersebut mengantarkan siswa untuk

mengetahui dan memahami substansi materi yang dipelajarinya.

- Learning to do artinya belajar untuk berbuat

Yang menjadi target adalah adanya proses melakukan atau

proses berbuat .

- Learning to live together artinya belajar untuk hidup bersama

Yang menjadi target adalah siswa memiliki kemampuan

untuk hidup bersama atau berkelompok.

- Learning to be artinya belajar untuk menjadi

Yang menjadi target adalah mengantarkan siswa menjadi

individu yang utuh sesuai dengan potensi, bakat, minat, dan

kemampuannya.

1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

23
24

a. Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil

belajar diantaranya adalah kecakapan, minat, bakat, usaha,

motivasi, perhatian, kelemahan, kesehatan, serta kebiasaan siswa.

Salah satu hal penting dalam kegiatan belajar yang harus

ditanamkan dalam diri siswa dalam belajar yang dilakukannya

merupakan kebutuhan dirinya.

b. Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar

diantaranya adalah lingkungan fisik dan non fisik ( termasuk

suasana kelas dalam belajar), lingkungan sosial, budaya,

lingkungan keluarga, program sekolah ( termasuk dukungan

komite sekolah ), guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman

sekolah.

1.3. Definisi Keberhasilan Dalam Belajar

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, keberhasilan yaitu dapat

mencapai maksud yang dikehendakinya ( Balai Pustaka 1994: 343 ).

Sedangkan hasil belajar pada sekolah dasar biasanya dilihat dari hasil

tes evaluasi baik yang dibuat oleh guru itu sendiri ataupun tes pada

ujian nasional.

1.4. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Prestasi dan Hasil belajar

a. Pemenuhan Kebutuhan Psikologis

Dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai

kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, pangan, sandang, papan, serta

24
25

kasih sayang, perhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang

mengaktualisasikan dirinya.

b. Intelegensi, Emosi, dan Motivasi

Keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kemampuan

kognitif tetapi faktor nonkognitif ( antara lain motivasi, emosi )

karena faktor nonkognitif tersebut juga berpengaruh dalam tingkat

kinerja serta lingkungan, maupun perkembangan dirinya sendiri.

c. Pengembangan Kreativitas

Prestasi atau keberhasilan anak juga dipengaruhi oleh

pengembangan kreativitas, karena setiap anak dilahirkan dengan

bakat yang merupakan potensi kemampuan ( inherent component

of ability ) yang berbeda-beda, sehingga sekolah harus bisa

mengembangkan kreativitas anak tersebut dengan baik. Selain itu

dengan mengendalikan fungsi kedua belah otak secara harmonis

akan banyak membantu anak berprakarsa mengatasi dirinya, dan

meningkatkan prestasi belajar.

2. Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

Surat Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.

0487/4/1992 tentang Kurikulum Muatan Lokal dan No. 060/U/1993 tanggal

25 Februari 1993 tentang dimungkinkannya program bahasa Inggris lebih

dini sebagai satu mata pelajaran muatan lokal yang dapat dimulai dari kelas

25
26

4 SD. (Sri Ekonomi, 2006). Sejak itulah pengajaran bahasa Inggris di SD

mulai marak. Mulanya kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh provinsi-

provinsi yang ada di pulau Jawa bahwa bahasa Inggris merupakan mata

pelajaran muatan lokal pilihan. Seiring dengan pesatnya perkembangan,

sekolah-sekolah di daerah merasa sudah saatnya pula untuk mengajarkan

bahasa Inggris sebagai muatan lokal. Dalam proses perkembangannya di

beberapa daerah, bahasa Inggris yang semula sebagai mata pelajaran

muatan lokal pilihan menjadi mata pelajaran muatan lokal wajib.

Kurikulum mata pelajaran muatan lokal ini tidak dikembangkan oleh Pusat

kurikulum Depdiknas, tetapi dikembangkan oleh Depdiknas tingkat

provinsi. Karena itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suyanto,

Rachmajanti dan Rahayu (Kasihani, 2007) kurikulum muatan lokal di

empat provinsi di pulau Jawa menunjukkan adanya perbedaan, baik

mengenai tujuan maupun materinya (Kasihani, 2007).

Ada banyak alasan berdasarkan pandangan dan pemikiran dari para

ahli bahasa, ahli psikologi perkembangan dan lain sebagainya sehingga

bahasa Inggris sebagai Second Language atau Foreign Language

diperkenalkan pada jenjang pendidikan dasar atau bahkan pada usia dini.

Salah satunya menurut Faye L. Bumpass dalam Sri Ekonomi (2006)

menyatakan bahwa ada dua hal utama yang mendukung anak-anak untuk

belajar bahasa asing. Pertama, mereka memiliki pendengaran dan memori

yang tajam (pada usia ini merupakan puncak kemampuan mereka sebelum

usia 12 tahun) mereka dapat belajar mengikuti bunyi dengan cepat dan tepat

26
27

serta dapat menguasai pembelajaran baru tanpa kesulitan. Kedua, anak-anak

memiliki hambatan yang lebih sedikit, merespon dengan senang, dan

spontan.

Tidak jauh berbeda dari pandangan tersebut Mc Quown (Sri

Ekonomi, 2006) memaparkan tentang manfaat pengajaran bahasa asing

pada anak-anak. Dia juga mendukung sebuah laporan seminar internasional

UNESCO tentang pengajaran bahasa moderen. Mc Quown menyatakan

bahwa:

“The psycological advantages of an early start (in language


learning) were felt to be great: the child’s love repetition, his lack
of inhibition to mimicry, his sensitivity to the forms he hears, the
greater flexibility of his vocal organs–all these favored beginning
a foreign language in the elementary school.”

Pernyataan Mc Quown ini memberikan informasi yang lebih, yang

mendukung gagasan bahwa secara alamiah anak-anak adalah pebelajar

bahasa yang berbakat yang dalam proses pendidikannya wajib mempelajari

bahasa asing dalam usia dini. Selanjutnya Sri Ekonomi juga

menggarisbawahi referensi Cleveland Plan for Language Study, “The

younger the child, the more easily does he acquire a new language and a

perfect pronunciation.” Pernyatan ini menunjukkan adanya aset

kedwibahasaan yang alami (antara usia 6 sampai 11 tahun) yang dimiliki

anak-anak yang sangat mendukung proses pembelajaran bahasa tanpa

adanya pelawanan, tanpa sadar, tanpa analisis, serta tanpa membandingkan

dengan bahasa ibu.

27
28

Selaras dengan hal tersebut, Gessel dan Ilg, pakar perkembangan

anak, menyatakan bahwa anak memiliki kapasitas yang unik, pada usia 8

tahun anak memiliki kemampuan untuk menangkap secara keseluruhan,

mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap hal baru. Pada usia itu anak

juga membuat suatu pendekatan yang rasional terhadap hal asing dan orang

asing. Bahkan mereka sering menunjukkan rasa empati yang sangat

mengherankan terhadap kehidupan sosial budaya yang berbeda. Pandangan-

pandangan yang demikian itulah yang sangat mendukung pengenalan

bahasa asing pada jenjang dasar (SD).

2.1 Permasalahan Pembelajaran Bahasa Inggris di SD

Kenyataan menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Inggris di

SD semakin marak. Walaupun disebutkan bahwa bahasa Inggris di

sekolah dasar bukan merupakan matapelajaran wajib dan tidak harus

diajarkan bila memang belum siap, tetapi banyak sekolah terkesan

memaksakan diri untuk melaksanakan program ini (Kasihani, 2007).

Menurut tinjauan Alwasilah (2000), ada beberapa hal yang

perlu dicermati. Pertama, para guru bahasa Inggris lulusan lembaga-

lembaga di atas tidak dipersiapkan untuk mengajar bahasa Inggris di

SD. Secara profesional mereka belum disiapkan untuk itu. Mereka

tidak dibekali wawasan psikologi anak, teori belajar dan mengajar

bahasa asing pada anak-anak. Kedua, para guru bahasa Inggris di SD

adalah orang dewasa, sehingga mereka cenderung menggunakan

28
29

kerangka dunia orang dewasa padahal perkembangan bahasa dan

psikologi anak sangat berbeda dengan orang dewasa.

Ketiga, belum adanya aturan yang jelas tentang persyaratan

kualifikasi pengajar bahasa Inggris di SD, sementara minat belajar

bahasa Inggris di SD makin menggelora, bahkan juga di TK. Masih

banyak SD yang mempekerjakan guru bahasa Inggris yang tidak

berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris namun mereka memiliki

modal tekad dan senang bahasa Inggris. Sesungguhnya ujaran guru,

tekanan kata, intonasi, ucapan, ejaan serta aspek-aspek paralinguistik

seperti gerak-gerik tubuh, raut muka sewaktu berbahasa Inggris

merupakan model utama yang akan ditiru siswa.

Disamping tinjauan tersebut, masih banyak guru bahasa Inggris

di SD yang mengajar hanya berdasarkan buku teks yang tersedia,

bukan berdasarkan standar kompetensi yang telah dimuat dalam SKL

dan SI untuk mutan lokal bahasa Inggris di SD. Mungkin saja hal ini

disebabkan ketidaktahuan mereka tentang Standar Kompetensi dan

Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh siswa yang mempelajari

bahasa Inggris sebagai muatan lokal. Hal lain yang cukup berpengaruh

adalah keberanian guru berkreasi dalam proses pembelajaran serta

kesediaan sekolah untuk mendukung terciptanya suasana pembelajaran

bahasa Inggris yang kondusif masih kurang.

29
30

2.2. Kurikulum Bahasa Inggris di SD/MI

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005

tentang Standar Nasional Pendidikan, kita dapat mengetahui posisi

mata pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI termasuk kelompok mata

pelajaran estetika. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Mendiknas No.

23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk mata

pelajaran bahasa Inggris untuk SD/MI yang dikembangkan

berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan. Standar Kompetensi

Lulusan atau SKL adalah sebuah acuan kompetensi yang harus

dimiliki seorang anak jika dia lulus pada jenjang pendidikan tersebut.

Berikut ini adalah SKL mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD/MI.

1. Mendengarkan

Memahami instruksi, informasi, dan cerita sangat sederhana

yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas, sekolah, dan

lingkungan sekitar.

2. Berbicara

Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana

interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk

instruksi dan informasi dalam konteks kelas, sekolah, dan

lingkungan sekitar.

30
31

3. Membaca

Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi,

informasi, teks fungsional pendek, dan teks deskriptif bergambar

sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks

kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.

4. Menulis

Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek

sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat.

3. Model Belajar dan Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran di sekolah dasar ada beberapa jenis

model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam rangka mencapai tujuan

pembelajaran. Salah satu yang dibahas penulis yaitu model pembelajaran

tematik dan non tematik.

3.1. Model Pembelajaran Tematik

Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara

anak belajar, konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka

kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan

dengan pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah

pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan

beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman

31
32

bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok fikiran atau gagasan

pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983).

Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan, di

antaranya:

1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu;

2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan

berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang

sama;

3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan

berkesan;

4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan

mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi

siswa;

5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena

materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;

6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam

situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam

satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain..

a. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran

yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan

pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Pembelajaran

32
33

terpadu beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (

center of interest )

1) Hakikat Model Pembelajaran Tematik

Belajar tematik didefinisikan sebagai suatu kegiatan

belajar yang dirancang sekitar ide pokok ( tema ), dan bisa

melibatkan beberapa bidang studi ( mata pelajaran ) yang

berkaitan dengan tema. Pendekatan ini dilakukan oleh guru

dalam usahanya untuk menciptakan konteks dalam berbagai

jenis pengembangan yang terjadi, sehingga apa yang dipelajari

atau dibahas disajikan secara utuh dan menyeluruh, bukan

bagian-bagian dari suatu konsep yang utuh. Pappas( 1995 )

mengatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan

pembelajaran yang digunakan guru untuk mendorong

partisipasi aktif pebelajar dan dipilih untuk belajar.

2) Ladasan Pembelajaran Tematik

- Landasan filosofis

Dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga

aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan

(3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses

pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas,

pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural),

dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme

33
34

melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai

kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan

adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia

mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan

obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan

tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak,

tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa.

Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu

proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang

diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam

perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme melihat

siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi

yang dimilikinya.

- Landasan psikologis

Dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan

psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.

Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan

isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa

agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap

perkembangan peserta didik. Psikologi belajar memberikan

kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik

34
35

tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa

harus mempelajarinya.

- Landasan yuridis

Dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai

kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan

pembelajaran tematik di sekolah dasar. Landasan yuridis

tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan

Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh

pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan

pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan

bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik

pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan

pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya

(Bab V Pasal 1-b).

3) Prinsip Belajar Tematik

Belajar tematik menggunakan tema sentral dalam

kegiatan belajar yang berlangsung. Semua kegiatan belajar

dipusatkan sekitar tema tersebut. Meinbach (1995) mengatakan

dalam pembelajaran bahasa, unit tematik merupakan suatu

pembelajaran bahasa secara keseluruhan ( membaca, menulis,

menyimak, dan berbicara )

35
36

4) Karakteristik Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik memiliki karakteristik yang khas

dengan pembelajaran lainnya. Kegiatan belajarnya lebih

banyak dilakukan melalui pengalaman langsung atau hands on

experiences. Secara terperinci Barbara Rohde dan Konstelnik,

et. al. ( 1991 ) mengemukakan karakteristik pembelajaran

tersebut sebagai berikut :

o Memberikan pengalaman langsung dengan objek-

objek yang nyata bagi pebelajar untuk menilai dan

memanipulasinya;

o Menciptakan kegiatan dimana anak menggunakan

semua pemikirannya;

o Membangun kegiatan sekitar minat-minat umum

pebelajar;

o Menyediakan kegiatan dan kebiasaan yang

menghubungkan semua aspek perkembangan kognitif,

emosi, sosial, dan fisik;

o Mengakomodasi kebutuhan pebelajar untuk

bergerak dan melakukan kegiatan fisik, interaksi sosial,

kemandirian, dan harga diri yang positif;

o Memberikan kesempatan bermain untuk

menerjemahkan pengalaman ke dalam pengertian;

36
37

o Menghargai perbedaan individu, latar belakang

budaya, dan pengalaman di keluarga yang dibawa pebelajar

ke kelasnya.

5) Rambu-rambu Pembelajaran Tematik

o Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan

o Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi

dasar lintas semester

o Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan,

jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang

tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri.

o Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema

tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun

disajikan secara tersendiri.

o Kegiatan pembelajaran ditekankan pada

kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta

penanaman nilai-nilai moral

o Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan

karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat

6) Perlunya Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar

Pada siswa sekolah dasar perlu diadakan pembelajaran

tematik karena :

o Pada dasarnya siswa SD kelas awal memahami suatu

konsep secara utuh, global/tematis, makin meningkat

37
38

kecerdasannya, dan makin terperinci serta spesifik

pemahamannya terhadap konsep tertentu.

o Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utuh

dan tematis.

o Guru SD adalah guru kelas, akan lebih mudah mengajar

satu konsep secara utuh.

7) Manfaat Pembelajaran Tematik

Dalam belajar tematik, ada perubahan peranan. Guru dari

seorang pemimpin dan penyedia kebijakan serta pengetahuan

fasilitator, pembimbing, penantang, pemberi saran, dan

organisator. Pembelajaran tematik memberikan arena yang

realistik, mendorong pebelajar memanfaatkan suatu konteks dan

literatur yang luas. Pembelajaran ini juga membantu pebelajar

melihat hubungan antara ide-ide dan konsep-konsep, sehingga

akan meningkatkan pemahaman pebelajar terhadap apa yang

dipelajari.

b. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Tematik

 Keunggulan Model Pembelajaran Tematik

Ada beberapa keunggulan model pembelajaran Tematik,

yaitu :

1. Proses pembelajaran lebih bermakna

2. Guru dapat memilih tema pembelajaran sendiri

3. Guru dapat menggunakan berbagai sumber pengajaran

38
39

4. Guru dapat menggunakan bermacam-macam media atau

alat bantu ajar.

5. Siswa aktif dalam proses belajar sehingga suasana kelas

lebih hidup.

 Kelemahan Model Pembelajaran Tematik

Selain beberapa keunggulan di atas, pembelajaran tematik

juga mempunyai kelamahan antara lain :

1. Guru harus lebih kreatif dalam menentukan tema atau

mengolah suasana kelas agar dapat membangkitkan suasana

kelas.

2. Siswa tidak dapat mengikuti Ujian Nasional dengan

sempurna. Karena model soal UNAS sekarang lebih

mengarah pada hafalan. Sedang soal yang dibuat untuk

kelas dengan model pembelajaran tematik bersifat variatif.

( Mulyana, 1999)

c. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pengajaran Bahasa Inggris

Seperti dalam uraian sebelumnya bahwa pembelajaran

tematik adalah model pembelajaran dimana guru harus

menentukan tema terlebih dahulu sebelum mengajar, bisa tema

yang ada dalam suatu buku pelajaran atau guru bersama-sama

siswa menentukan tema atas kesepakatan bersama. Pada siswa

sekolah dasar dimana anak diharapkan mampu dalam keterampilan

menulis, mendengarkan, berbicara, dan membaca bahasa Inggris

39
40

dasar, maka sesuai dengan prinsip pembelajaran tematik di atas

bahwa dalam pembelajaran bahasa, unit tematik merupakan suatu

pembelajaran bahasa secara keseluruhan ( membaca, menulis,

menyimak, dan berbicara ) maka dalam pembelajaran tematik anak

tidak diajar keempat keterampilan tersebut secara terpisah tetapi

bisa dipadukan.

Hal itu dikarenakan pengetahuan anak tentang bahasa

Inggris yang masih terbatas, anak tidak bisa hanya diajarkan

mendengarkan dan membaca tetapi anak juga harus diajarkan cara

mengucapkan dan penulisannya. Kemudian guru juga harus

menentukan mata pelajaran apa saja yang dapat dipadukan untuk

mempermudah anak dalam belajar bahasa Inggris sesuai dengan

tema yang telah ditentukan.

Langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh guru antara

lain :

1. Penetapan Mata Pelajaran

Penetapan mata pelajaran yang akan dipadukan

harus disertai dengan alasan yang berkaitan dengan pencapaian

kompetensi dasar oleh siswa dan kebermaknaan belajar.

2. Melakukan Analisis Indikator, KD, HB, dan

Membagi Alokasi Waktu

1. Pelaksanaannya diorganisasikan oleh sekolah

2. Pelaksanaan Kegiatan bersamaan penentuan Indikator

40
41

3. Penetapan Tema

- Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun mudah

digunakan untuk memadukan mata pelajaran.

- Tema harus bermakna, maksudnya tema yang

dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa

untuk belajar selanjutnya.

- Tema yang dikembangkan harus mampu

menunjukkan sebagian besar minat siswa.

- Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan

kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat.

- Tema yang dipilih hendaknya juga

mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.

Topik yang terdapat pada Syllabus kelas IV

1 Greeting and Parting

2 Colours

3 Things around us

4 Numbers

5 Parts of the body

6 Families

7 Home Activities

8 School

9 Animals

41
42

10 Fruits and Vegetables

11 . Alphabet and Spelling

12 . Calendar

4. Pemetaan Keterhubungan Kompetensi Dasar dengan Tema

Pemersatu

5. Penyusunan Silabus

6. Penyusunan Rencana Pembelajaran

Setelah melakukan semua kegiatan di atas, guru

dapat mulai mengajar dengan menggunakan sumber belajar

yang dipilih. Dalam pembelajaran tematik, guru bisa

menggunakan beberapa sumber belajar dalam mengajar, jadi

tidak hanya satu buku yang dijadikan sumber ajar, tetapi bisa

lebih dari satu buku sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.

Juga proses belajar mengajarnya tidak hanya di

dalam kelas tetapi juga bisa di luar kelas karena peran aktif

siswa sangat diperhatikan dalam model pembelajaran tematik

ini. selain itu agar dalam proses belajar mengajar siswa

memperoleh pengalaman secara langsung dan lebih konkret,

guru dapat menggunakan alat bantu ajar atau benda-benda yang

ada pada lingkungan sekolah.

d. Implikasi Pembelajaran Tematik

Dalam implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar

mempunyai berbagai implikasi yang mencakup:

42
43

1. Implikasi Bagi Guru

Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif

baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi

anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata

pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih

bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

2. Implikasi Bagi Siswa

- Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang

dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik

secara individual, pasangan, atau kelompok kecil

- Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang

bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelom

pok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan

masalah

3. Implikasi Terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan

Media

- Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada

siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif

mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-

prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam

43
44

pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana

belajar.

- Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber

belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk

keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun

sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat

dimanfaatkan (by utilization).

- Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan

media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan

membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang

abstrak.

- Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih

dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini

untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan

pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang

memuat bahan ajar yang terintegrasi

4. Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik

perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar

menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:

- Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang

dilaksanakan.

44
45

- Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah

disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang

berlangsung

- Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk

di tikar/karpet

- Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik

di dalam kelas maupun di luar kelas

- Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil

karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber

belajar

- Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola

sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan

dan menyimpannya kembali.

5. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode

Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka

dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai

variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode.

Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, dll.

e. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Kelas

1) Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran

- Menciptakan kondisi awal pembelajaran

45
46

Membantu atau memimbing siswa dalam

mempersiapkan sumber belajar, gunakan media

pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa,

menentukan kegiatan belajar yang harus memungkinkan

semua siswa dapat melakukannya, dll.

- Melaksanakan kegiatan apersepsi atau penilaian awal

Mengajukan pertanyaan yng berhubungan dengan

materi sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban

yang diberikan siswa, membangkitkan motivasi dan

perhatian siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

2) Kegiatan Inti Pembelajaran

Memberitahukan tujuan dan garis besar materi yang

dipelajari, menyampaikan alternative kegiatan belajar yang

akan ditempuh siswa, membahas materi / menyajikan bahan

pelajaran.

3) Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut

Menilai hasil proses belajar mengajar, memberikan

tugas / latihan yang dikerjakan di luar jam pelajaran,

mengemukakan tentang tema yang akan dibahas pada waktu

yang akan datang.

46
47

3. 2. Model Pembelajaran Non-Tematik

Sebagai pembanding model pembelajaran tematik penulis

menggunakan model pembelajaran non-tematik dimana guru dalam

mengajar tidak memilih tema terlebih dahulu. Model pembelajaran

tersebut berupa model pembelajaran klasikal dimana guru melakukan

2 kegiatan sekaligus yaitu mengelola kelas dan mengelola

pembelajaran, guru lebih banyak menyajikan materi ( eksploratif ).

Penyajian dalam pembelajaran klasikal lebih menekankan pada

kegiatan pemberian informasi atau penjelasan materi yang belum

dipahami siswa.

Alternatif metode yang sering digunakan dalam pembelajaran

klasikal adalah metode ceramah dan tanya jawab bervariasi atau

metode lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik mata

pelajaran. Dengan demikian dalam proses belajarnya siswa lebih

banyak mendengarkan atau bertanya tentang materi pelajaran

tersebut.

a. Prinsip-prinsip Pembelajaran Klasikal

Berikut ini beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam

pembelajaran klasikal :

1) Sistematis

Dalam pembelajaran klasikal, bahan pelajarannya harus

disajikan secara berurutan dan selalu berorientasi pada tujuan

47
48

yang telah ditetapkan atau dengan kata lain materi ajarnya

tergantung pada kebijakan pemerintah atau kurikulum

2) Perhatian dan

aktivitas

Dalam pembelajaran klasikal guru harus selalu memberikan

perhatian terhadap aktivitas siswa secara menyeluruh dalam

kelas.

3) Media

pembelajaran

Agar dapat mengoptimalkan efektivitas pembelajaran

klasikal, guru dapat menggunakan media pembelajaran.

4) Latihan dan

penugasan

Untuk memantapkan dan memperkuat penguasaan siswa

terhadap materi pelajaran, guru perlu memberikan latihan atau

tugas-tugas.

b. Prosedur Pembelajaran Klasikal

1. Kegiatan Awal

1) Memberitahukan tujuan / kompetensi yang akan dicapai

2) Menyampaikan tahapan kegiatan

2. Kegiatan Inti

Penyajian dan Tanya jawab

48
49

Menyajikan bahan pelajaran dengan ceramah,

penjelasan guru tentang materi materi pelajaran harus dapat

disimak oleh selurush siswa dalam kelas.

Asosiasi-Ilustrasi

Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk

meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran

dengan cara menghubungkan materi yang sedang dipelajari

dengan situasi nyata.

3. Kegiatan Akhir

1) Aplikasi bahan

pelajaran yang telah dipelajari dengan mengerjakan soal-soal

2) Menyimpulka

n bahan pelajaran yang telah dipelajari

c. Ciri-ciri Model Pembelajaran Non Tematik

1) Siswa belajar secara individu

2) Pembelajaran bersifat teoritis

3) Siswa hanya pasif dalam belajar ( membaca,

mendengarkan, mencatat, dan menghafal ) tanpa memberi

kontribusi ide.

4) Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran.

B. Kerangka Berfikir

49
50

Penulis dapat memberikan kerangka berfikir sebagai berikut :

1. Model pembelajaran tematik adalah suatu pembelajaran

terpadu melalui tema-tema sebagai pemersatu dalam memadukan beberapa

aspek bahasa ( menulis, membaca, mendengar, dan berbicara ) serta

beberapa bidang studi.

2. Dalam model pembelajaran tematik tidak semua bidang

studi dapat dipadukan.

3. Model Pembelajaran non tematik adalah model

pembelajaran yang tidak menggunakan tema.

4. Dalam pembelajaran non tematik, siswa adalah penerima

pasif.

C. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara yang belum terbukti

kebenarannya. Bardasarkan landasan teori di atas, maka penulis mencoba

untuk merumuskan hipotesis.

Dalam pengajaran bahasa Inggris SD kelas IV diduga Penerapan

Model Pembelajaran Tematik pada siswa Sekolah Dasar kelas IV akan

berpengaruh positif terhadap hasil belajar bahasa Inggris.

50
51

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01

dan 02 Kota Tegal.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini yaitu pada semester genap, yaitu bulan Mei-

Juni 2009.

B. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah

Dasar Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009.

Tabel 1
Jumlah Siswa kelas IV Sekolah Dasar Muarareja 01 dan 02
Kota Tegal
Tahun Pelajaran 2008/2009

Nama Sekolah Jumlah Siswa

51
52

SD.N. Muarareja 01 - Kelas IV : 42

SD. N. Muarerja 02 - Kelas IV A : 37

Kelas IV B : 36
Jumlah 115 siswa

C. Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang dibagi menjadi

2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan model

pembelajaran tematik sebanyak 30 siswa yang diambil secara acak dari siswa

kelas IV B SD. N. Muarareja 02 yang berjumlah 36 siswa dan kelompok

kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran klasikal sebanyak 30

siswa yang diambil secara acak dari siswa kelas IV SD. N. Muarareja 01 yang

berjumlah 42 siswa.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas

Penerapan model pembelajaran tematik

2. Variabel terikat

Hasil Belajar Bahasa Inggris siswa kelas IV Sekolah Dasar

E. Instrumen Penelitian

52
53

Untuk memperoleh data pada penelitian ini, penulis menggunakan tes

tertulis berisi tes bahasa Inggris umum. Tes tersebut berupa naskah butir pilihan

ganda tentang materi yang telah diajarkan, berisi 30 butir soal dan tiap butir

soal disediakan 4 pilihan jawaban.

Sebelum test tersebut diberikan pada sample, Instrumen penelitian ini

harus diujicobakan di try out terlebih dahulu pada sejumlah siswa yang

mempunyai karakteristik yang sama dengan kelompok sample penelitian. Dan

peneliti melakukan try out pada 20 siswa yang diambil dari siswa kelas IV A

SD. N. Muarareja 02 yang berjumlah 37 siswa.

Agar instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini berkualitas

maka tes tersebut harus memiliki kriteria tes antara lain :

1. Realibilitas

Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat

tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapanpun alat

penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.

Tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini

menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya terhadap

siswa yang sama.

Realibilitas sendiri yaitu suatu instrumen yang dapat dipercaya

untuk digunakan sebagai alat evaluasi atau pengumpul data dalam suatu

penelitian, suatu alat dikatakan reliable apabila tes tersebut dapat

dipercaya atau konsisten ( Suharsimi Arikunto, 1997:170 ). Sehingga

untuk mengetahui realibilitas tes, peneliti menggunakan rumus korelasi

53
54

Product Moment Pearson dengan teknik skor belahan awal dan skor

belahan akhir. Adapun rumus korelasinya sebagai berikut :

rxy = N Σ XY - (Σ X ) (Σ Y )
√ {NΣX2 - (ΣX)2} {NΣY2 - (ΣY)2}

( Arikunto, 1990:130 )
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara Variabel X dan Y
N : Jumlah sample
X : Skor belahan awal
Y : Skor belahan akhir
Dari tabel dapat diketahui bahwa :

Σ N = 20 Σ X2 = 2184

Σ X = 204 Σ Y2 = 2359

Σ Y = 213 Σ XY = 2221

Maka :

rxy = N Σ – {(Σ X ) (Σ Y )}

2222
{N∑ x − (∑ x) } N∑ − (∑ yy ) } {
= 20.2221 – {(204) (213)}

{20 .2184 −( 204 ) 2 }{ 20 .2359 −( 213 ) 2 }

54
55

= 44420 - 43452

( 43680 −41616 )( 47180 −45369 )

= 968

2064 x1811

= 968

3737904

= 968

1933,366

= 0,501

Kemudian, hasil dari uji korelasi tersebut dimasukkan ke dalam


rumus Spearman Brown untuk memperoleh indeks reliabilitas.

Rumusnya yaitu :

r11 = 2 x r ½½
( 1 + r ½½ )

( Arikunto, 1990:130 )

Keterangan :

r ½½ :Indeks korelasi antara dua belahan instrument


r11 : Realibilitas instrument

maka = 2 x 0,501

1 + 0,501

= 1,002
1,501
= 0,667

55
56

Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh harga r hitung 0,667

setelah dikonsultasikan ke r tabel dengan N = 20 dan ά = 5 %, maka

diperoleh harga r tabel sebesar 0,444. Berarti r11 lebih besar dari pada rt

( 0,667 > 0,444 ). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrumen

tersebut reliabel. Tabel dapat dilihat pada lampiran.

2. Validitas Instrumen

Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila mempunyai

validitas tinggi dan begitu juga sebaliknya jika mempunyai validitas

rendah, maka instrumen tersebut kurang valid.

Untuk menguji validitas tes secara eksternal, penulis menggunakan

teknik korelasi product moment Pearson,

Rumusnya yaitu :

rxy = N ΣXY - (ΣX) (ΣY )


√ {NΣX2 - (ΣX)2} {NΣY2 - (ΣY)2}

( Arikunto, 2002:136 )
Keterangan :

rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y


N : Jumlah sample
X : Nilai tes hasil try-out
Y : Nilai tes ulangan harian

Dari tabel pada lampiran dapat diketahui bahwa :

ΣN = 20 ΣX² = 988,57
ΣX = 138,3 ΣY² = 892,89
ΣY = 131,9 ΣXY = 932,33

56
57

Rxy = N Σ XY – {(Σ X ) (Σ Y )}

{N∑ X − (∑ X) } N∑ Y (∑ Y{) }
2 2 22

= 20. 932,33– { (138,3)(131,9) }

{2 .9 ,05 8− (17 ,38) 3} 2 .8{ ,08 −9 (1 9,92) 3} 1


2 2

= 18646,6 - 18241,77

{1 ,49− 1 7 ,89 } 7{191 1,87−21 86,7 5 13 7 9 7


= 404,83

644 ,51 x 460 ,19

= 404,83
296597 ,057

= 404,83
544,607
= 0,743

57
58

Dari hasil perhitungan tersebut, diperoleh harga r product moment

0,743. Dengan N = 20 dan ά = 0,05 dari tabel distribusi maka diperoleh

harga r tabel sebesar 0,444. Sehingga r hitung lebih besar dari pada r tabel

( 0,743> 0,444 ), jadi dapat disimpulkan bahwa tes uji coba tersebut valid.

Tabel dapat dilihat pada lampiran.

F. Rancangan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 2 kelompok :

a. Kelompok I : Sebagai sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang

diajar dengan model pembelajaran tematik.

b. Kelompok II : Sebagai sampel pengendali terdiri dari 30 siswa yang

diajar menggunakan model pembelajaran klasikal.

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam teknik pengumpulan data, penulis memberikan test tertulis pada

siswa berupa test pilihan ganda berisi 30 tes dengan 4 pilihan jawaban ( a, b, c,

dan d ) di setiap butir tesnya, tes tersebut berisi tentang materi bahasa Inggris

umum.

H. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu dengan rumus :

1. Mencari Mean

Yaitu mencari rata – rata nilai yang diperoleh siswa

58
59

X :Σ X
N
( Arikunto, 2002 )
Keterangan :

X : nilai rata – rata


Σ X : jumlah nilai
N : jumlah siswa

2. Standar Deviasi

Dalam mencari standar deviasi menggunakan rumus :

SD : ∑( Xi −X ) ²
N
( Arikunto, 2002 )
Keterangan :
SD = Standar Deviasi
Σ (Xi-X)² = Deviasi dari Mean Kuadrat
N = Jumlah Sampel

3. Standar Deviasi Gabungan

Dalam mencari standar deviasi gabungan menggunakan rumus:

S² : ( n1 – 1 ) S² + ( n2 – 1 ) S²
n1 + n2 - 2

( Arikunto, 2002 )

Keterangan :

S1 = Standar Deviasi dari Kelompok I


S2 = Standar Deviasi dari Kelompok II
n1 = Jumlah Sampel Kelompok I
n2 = Jumlah Sampel Kelompok II

4. t-test

Dalam mencari t-test menggunakan rumus :

t = X1 − X 2

59
60

S 1
n1 + 1
n2
( Arikunto, 2002 )

Keterangan :

x1 = Mean Kelompok I
x2 = Mean Kelompok II
S = Varians Gabungan
n1 = Jumlah Sampel Kelompok I
n2 = Jumlah Sampel Kelompok II

Apabila t hitung atau t-test telah diketemukan, maka hasilnya akan

diuji atau dikonsultasikan dengan standar distribusi t untuk menentukan

diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Dengan taraf signifikasi

0,05 bila hasil t hitung lebih besar dari pada t tabel maka Ho ( Hipotesis

nihil ) ditolak dan H1 ( Hipotesis Penelitian ) diterima, begitu juga

sebaliknya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

60
61

A. Deskripsi Data

Dalam pengumpulan data, penulis mengadakan tes tertulis kepada

siswa sampel penelitian yang berupa tes pilihan ganda. Tes tersebut berjumlah

30 soal dengan 4 pilihan jawaban di setiap butir soalnya. Adapun kedua

kelompok sampel penelitian yaitu kelompok eksperimen sebanyak 30 siswa

dan kelompok kontrol sebanyak 30 siswa harus mengerjakan tes tersebut

dalam waktu 45 menit.

Setelah itu, nilai yang diperoleh kedua kelompok sampel ditulis

dalam tabel. Penyusunan nilai tersebut dipisah antara nilai kelompok sampel

eksperimen dengan kelompok pengendali, sehingga terdapat 2 tabel nilai.

Pada tabel II yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan

model pembelajaran tematik dimana setelah diberikan test tertulis nilai rata-

ratanya lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pengendali yang diajar

tidak menggunakan model pembelajaran tematik yaitu berupa model

pembelajaran klasikal.

Tabel 2
Nilai Kelompok Eksperimen, Kelompok Siswa yang diajar
Dengan Model Pembelajaran Tematik

NO NAMA NILAI ( X1)

61
62

1 Anggun 6
2 Aziz 6,3
3 Fauziatun Nisa 6,7
4 Gita 6,7
5 Hendrik 6,7
6 Idzania Maudif 8
7 Imam. N 7,3
8 Iza 7,3
9 Jamal 7,3
10 Latifah Aini 6,7
11 Linda jayanti 5
12 Mita 6,7
13 M. Rizal 4,7
14 Mutmainah 9
15 Nurhidayah 7
16 Sri Nur aeni 7
17 Sri Wati 8
18 Sunardi 5,3
19 Rizal 7,7
20 Tobbi. S 7,7
21 Tri Yogi 6,3
22 Vino Aji 7
23 Wahyu 8,3
24 Widia safitri 7,3
25 Winda Apriana 5,7
26 Wintoro 8,3
27 Wisnu Adi Wijaya 7,7
28 Yosi Aditia Pratama 7,7
29 Yuli Setiawati 8,3
30 Zuhri Rofii ami 6,7
Total Σ X1 = 210,4

Tabel 3

Nilai Kelompok Kontrol, Kelompok Siswa yang diajar


Dengan Pembelajaran Klasikal

62
63

NO NAMA NILAI ( X2 )
1 Ade Lia 8
2 Ade Saputra 6,7
3 Agung 4,7
4 Alisah 4
5 Andre irawan 8,3
6 Anggun 5,7
7 Ardan 4,7
8 Azimatul nikmah 7,3
9 Danil Prayitno 6,3
10 Diana Kusuma Mayang 6
11 Dian Septi Arum 4
12 Fikri Haikal 5,3
13 Hadi mas prianto 7,7
14 Saepudin 7
15 Indah harlina 6
16 Indra Wahyudi 5,7
17 Konanda 4
18 Kotim Kamiati 7,3
19 Kurniati 6
20 Liawar Puticha 6,3
21 Nada Nirwana 5,3
22 Nurhikmah Selviana 8
23 Nur Imam saputra 4
24 Pungki 6
25 Renaldi 4
26 Rudi. H 7,7
27 Rudi. S 6,7
28 Solecha 4,7
29 Tuti Haryanti 6,3
30 Wiwin Tri 5,3
Total Σ X2 = 179

Tabel 4
Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang diajar
Menggunakan Model Pembelajaran Tematik

No Nilai Variabel Deviasi dari Mean Deviasi dari Mean

63
64

( x1) (x1- x ) Kuadrat (x1- x )²


1 9 2 4
2 8,3 1,3 1,69
3 8,3 1,3 1,69
4 8,3 1,3 1,69
5 8 1 1
6 8 1 1
7 7,7 0,7 0,49
8 7,7 0,7 0,49
9 7,7 0,7 0,49
10 7,7 0,7 0,49
11 7,3 0,3 0,09
12 7,3 0,3 0,09
13 7,3 0,3 0,09
14 7,3 0,3 0,09
15 7 0 0
16 7 0 0
17 7 0 0
18 6,7 -0,3 0,09
19 6,7 -0,3 0,09
20 6,7 -0,3 0,09
21 6,7 -0,3 0,09
22 6,7 -0,3 0,09
23 6,7 -0,3 0,09
24 6,3 -0,7 0,49
25 6,3 -0,7 0,49
26 6 -1 1
27 5,7 -1,3 1,69
28 5,3 -1,7 2,89
29 5 -2 4
30 4,7 -2,3 5,29
210,4 29,78

Tabel 5
Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang diajar
Menggunakan Model Pembelajaran Klasikal

No Nilai Variabel Deviasi dari Mean Deviasi dari Mean

64
65

( x2 ) (x2- x ) Kuadrat (x2- x )²


1 8,3 2,3 5,29
2 8 2 4
3 8 2 4
4 7,7 1,7 2,89
5 7,7 1,7 2,89
6 7,3 1,3 1,69
7 7,3 1,3 1,69
8 7 1 1
9 6,7 0,7 0,49
10 6,7 0,7 0,49
11 6,3 0,3 0,09
12 6,3 0,3 0,09
13 6,3 0,3 0,09
14 6 0 0
15 6 0 0
16 6 0 0
17 6 0 0
18 5,7 -0,3 0,09
19 5,7 -0,3 0,09
20 5,3 -0,7 0,49
21 5,3 -0,7 0,49
22 5,3 -0,7 0,49
23 4,7 -1,3 1,69
24 4,7 -1,3 1,69
25 4,7 -1,3 1,69
26 4 -2 4
27 4 -2 4
28 4 -2 4
29 4 -2 4
30 4 -2 4
179 51,42

Sebelum data dianalisis, maka perlu dikemukakan langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Mencari Mean

a. Kelompok Siswa Eksperimen

65
66

n = 30

Σ x = 210,4

Rumus : x = Σ x
n
x = 210,4
30
= 7,01
b. Kelompok Siswa Pengendali

n = 30

Σ x = 179

Rumus : x = Σ x
n
x = 179
30
= 5,97
2. Mencari Median (Me)

a. Kelompok siswa eksperimen (I)

4,7 5 5,3 5,7 6 6,3 6,3 6,7 6,7 6,7

6,7 6,7 6,7 7 7 7 7,3 7,3 7,3 7,3

7,7 7,7 7,7 7,7 8 8 8,3 8,3 8,3 9

Median = 7+7
2
= 7
Jadi nilai tengahnya yaitu = 7
b. Kelompok siswa kontrol (II)

4 4 4 4 4 4,7 4,7 4,7 5,3 5,3

66
67

5,3 5,7 5,7 6 6 6 6 6,3 6,3 6,3

6,7 6,7 7 7,3 7,3 7,7 7,7 8 8 8,3

Median = 6 + 6

= 6

Jadi nilai tengahnya yaitu = 6

3. Modus (Mo)

a. Kelompok siswa eksperimen (I)

Modus = 6,7

b. Kelompok siswa kontrol (II)

Modus = 4

4. Mencari Standar Deviasi (SD)

a. Kelompok siswa eksperimen

n = 30

Σ (x1 − x ) 2
= 29,78

∑( X 1 − X )
2
SD =
n-1
29, 78
= 30−1
29, 78
= 29
= 1,027

S = 1,013

b. Kelompok siswa kontrol

n = 30

Σ (x1 − x ) 2
= 51,42

67
68

∑( X 1 − X )
2
SD =
n-1
51, 42
= 30−1
51, 42
= 29
= 1,773

S = 1,331

5. Mencari Varian Gabungan (S)

S2 = ( n-1 )S1² + ( n-1)S2²

(n1 + n2) – 2

Ket :

S1 = Standar deviasi kelompok I


S2 = Standar deviasi kelompok II
n1 = Jumlah sample kelompok I
n2 = Jumlah sample keloimpok II

maka :

n1 = 30 n2 = 30

S1 = 1,013 S2 = 1,331

Rumus varian gabungan :

S2 = ( n-1 )S1² + ( n-1)S2²

(n1 + n2) – 2

= ( 30-1 )(1,013)² + ( 30-1)(1,331)²

(30 + 30) – 2

= ( 29 )(1,026) + ( 29 )(1,771)

58

68
69

= 29,754 + 51,359

58

= 81,113

58

= 1,398

S = 1,398 = 1,182

Data Hasil Penelitian yang Telah Diperoleh

No Jenis Data Kelompok I Kelompok II


1 Jumlah Sampel (N) 30 30

2 Mean ( x ) 7,01 5,97

3 Modus (Mo) 6,7 4

4 Median ( Me) 7 6

5 Standar Deviasi 1,013 1,331

6 Standar Deviasi Gabungan 1,182 1,182

B. Analisis Data ( Pengujian Hipotesis )

Langkah yang terakhir yaitu menghitung t-test dengan rumus :

t = X1 − X 2
S 1
n1 + 1
n2

= 7,01 – 5,97

1,1 82. 1
30 + 1
30

= 1,04
1,182 x 0,2582
= 1,04

69
70

0,305
= 3,409

C. Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis

Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh t hitung sebesar = 3,409

dan t tabel dengan derajat kebebasan (dJ) = 58 dan taraf signifikasi = 5 %

diperoleh t-tabel sebesar = 2,663, sehingga t hitung lebih besar dari t-tabel

( 3,409>2,663). Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ( Ho) ditolak, dan

hipotesis penelitian ( H1) diterima.

Jadi dapat dikatakan bahwa siswa yang diajar dengan penerapan

Model Pembelajaran Tematik akan memperoleh hasil belajar bahasa Inggris

yang lebih baik dari pada siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Non

Tematik berupa Model Pembelajaran Klasikal.

BAB V

PENUTUP

Berdasarkan tinjauan dalam Literature, Kerangka Berfikir,

Hipotesis, Instrumen Penelitian dan Data Analisis dari Populasi, maka penulis

dapat menarik kesimpulan dan saran-saran terutama tentang penerapan model

pembelajaran bahasa Inggris pada siswa SD sebagai berikut.

A. Simpulan

70
71

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan

pembelajaran tematik dengan model pembelajaran klasikal terhadap hasil

belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SD. N.

Muarareja 01 dan 02 Tegal, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada siswa Sekolah Dasar kelas IV

berpengaruh positif terhadap hasil belajar bahasa Inggris. Hal tersebut

dibuktikan dari analisis data yang menunjukkan bahwa pada taraf signifikasi (

ά ) = 5 % dan derajat kebebasan ( dJ ) = 58 didapat t data lebih besar dari t

tabel ( 3,409>2,663).

B. Saran-saran

Berdasarkan analisis yang telah penulis jabarkan di atas, maka

penulis ingin berbagi pengalaman dengan para guru atau calon guru bahasa

Inggris pada khususnya untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada

Sekolah Dasar, melalui beberapa saran berikut semoga bisa diambil

manfaatnya :

1. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guna meningkatkan

hasil belajar bahasa Inggris siswa Sekolah Dasar yaitu model

pembelajaran tematik, oleh karena itu selayaknya model ini dapat

diterapkan oleh para guru.

2. Dalam penentuan tema, guru harus berhati-hati agar tema tersebut tidak

terlalu luas dan tidak keluar dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

71
72

3. Dalam penerapan model pembelajaran Tematik, kekreatifan guru paling

diutamakan, agar proses pembelajaran tidak membosankan, serta

pemilihan sumber dan alat bantu ajar yang bervariatif dalam penyampaian

materi ajar. Jika perlu guru juga sesekali menerapkan permainan yang

merangsang peran aktif siswa, karena dalam pembelajaran tematik,

keempat ketrampilan bahasa harus diajarkan secara terpadu.

DAFTAR PUSTAKA

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Hernawan, Herry, Asep. Resmini, Novi. & Andayani. 2008. Pembelajaran


Terpadu di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Semiawan, Conny. 2008. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah


Dasar. Jakarta : P.T Indeks

72
73

Suyanto, Kasihani K. E. 2007. English For Young Learners. Jakarta: Bumi


Aksara.

. 2006. Learning By Doing 4. Bandung : Grafindo Media Pratama

Mukhtar. Yamin, Martinis. 2003. Metode Pembelajaran yang Berhasil. Jakarta :


CV. Sasama Mitra Suksesa.

Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya

Anitah, Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Sudjatmiko & Lili Nurlaili. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam


Menunjang Kecakapan hidup Siswa. Jakarta : Departemen Pendidikan
Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Diretorat
Tenaga Kependidikan

Tukimo, dkk. 2005. Buku Pegangan Guru Perangkat Pembelajaran Tematik.


Jakarta : PT. Media Tekindo

Tim FKIP. 2009. Pemantapan Kemampuan Mengajar. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Tu’u, Tulus, S. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. Jakarta:
PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Poerwadarminta, WJS. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai


Pustaka.

www. Yahoo. Net. Com. 2000. Pengembangan Model Kurikulum Terpadu dan
Implementasinya di Sekolah Dasar Oleh : Lely Halimah.

73
74

Lampiran 1

Tabel 6
Penyajian dari Instrumen Reliabilitas

No Nama Score Nilai X Y X² Y² XY


1 Ade Priono 26 8,6 13 13 169 169 169
2 Al Farizi 23 7,6 12 11 144 121 132
3 Anggita 21 7 10 11 100 121 110
4 Aziz A 25 8,3 10 15 100 225 150
5 Bagas Ulinuha 25 8,3 13 12 169 144 156
6 Banu 14 4,6 6 8 36 64 48
7 Beno Septi 25 8,3 10 15 100 225 150

74
75

8 Delia 22 7,3 11 11 121 121 121


9 Deni Setiawan 20 6,6 9 11 81 121 99
10 Dewi Indri 19 6,3 10 9 100 81 90
11 Diah Ayu 21 7 11 10 121 100 110
12 Eti Hartati 24 8 14 10 196 100 140
13 Fitania 23 7,6 11 12 121 144 132
14 Ilham Fauzi 22 7,3 12 10 144 100 120
15 Jaelani 20 6,6 11 9 121 81 99
16 Karisma 19 6,3 10 9 100 81 90
17 Kartiman 22 7,3 10 12 100 144 120
18 Muhalip 10 3,3 4 6 16 36 24
19 Nila Agustin 18 6 8 10 64 100 80
20 Noni Ismi 18 6 9 9 81 81 81

JUMLAH 417 138,3 204 213 2184 2359 2221

Keterangan : X : Skor Belahan Awal


Y : Skor Belahan Akhir

Lampiran 2

Tabel 7
Penyajian perhitungan Instrumen Validitas

No Nama X Y X² Y² XY
1 Ade Priono 8,6 8 73,96 64 68,8
2 Al Farizi 7,6 7,6 57,76 57,76 57,76
3 Anggita 7 6 49 36 42
4 Aziz A 8,3 8 68,89 64 66,4
5 Bagas Ulinuha 8,3 7,6 68,89 57,76 63,08
6 Banu 4,6 5 21,16 25 23
7 Beno Septi 8,3 7,3 68,89 53,29 60,59
8 Delia 7,3 6 53,29 36 43,8
9 Deni Setiawan 6,6 5,3 43,56 28,09 34,98

75
76

10 Dewi Indri 6,3 7 39,69 49 44,1


11 Diah Ayu 7 6 49 36 42
12 Eti Hartati 8 7,3 64 53,29 58,4
13 Fitania 7,6 7,6 57,76 57,76 57,76
14 Ilham Fauzi 7,3 8 53,29 64 58,4
15 Jaelani 6,6 5,3 43,56 28,09 34,98
16 Karisma 6,3 6 39,69 36 37,8
17 Kartiman 7,3 6,6 53,29 43,56 48,18
18 Muhalip 3,3 5 10,89 25 16,5
19 Nila Agustin 6 7,3 36 53,29 43,8
20 Noni Ismi 6 5 36 25 30
JUMLAH 138,3 131,9 988,57 892,89 932,33

Keterangan : X : Nilai Tes Uji Coba


Y : Nilai Semester 1 sebagai Kriteria

Lampiran 3

Tabel 8

Daftar Siswa Kelompok Eksperimen yang Diajar


Dengan Model Pembelajan Tematik

NO Nomor
Responden NAMA L/P

76
77

1 001 Anggun P
2 002 Aziz L
3 003 Fauziatun Nisa P
4 004 Gita P
5 005 Hendrik L
6 006 Idzania Maudif P
7 007 Imam. N L
8 008 Iza P
9 009 Jamal L
10 010 Latifah Aini P
11 011 Linda Jayanti P
12 012 Mita P
13 013 Moh. Rizal L
14 014 Mutmainah P
15 015 Nur Hidayah P
16 016 Sri Nur Aeni P
17 017 Sri Wati P
18 018 Sunardi L
19 019 Rizal L
20 020 Tobbi. S L
21 021 Tri Yogi L
22 022 Vino Aji L
23 023 Wahyu L
24 024 Widia Safitri P
25 025 Winda Apriana P
26 026 Wintoro L
27 027 Wisnu Adi Jaya L
28 028 Yosi Aditia Pratama L
29 029 Yuli Setiawati P
30 030 Zuhri Rofi’i Ami L

77
78

Lampiran 4

78
79

Tabel 9
Daftar Siswa Kelompok Kontrol yang Diajar Dengan
Menggunakan Model Pembelajan Non Tematik

NO Nomor
Responden NAMA L/P
1 001 Ade Lia P
2 002 Ade Saputra L
3 003 Agung L
4 004 Alisah P
5 005 Andre Irawan L
6 006 Anggun P
7 007 Ardan L
8 008 Azimatul Nikmah P
9 009 Danil Prayitno L
10 010 Diana Kusuma Mayang P
11 011 Dian Septi Arum P
12 012 Fikri Haikal L
13 013 Hadi masprianto L
14 014 Indah Harlina P
15 015 Indra Wahyudi L
16 016 Konanda P
17 017 Kotim Kamiati P
18 018 Kurniati P
19 019 Liawar Puticha P
20 020 Nada Nirwana P
21 021 Nurhikmah Selviana P
22 022 Nur Imam Saputra L
23 023 Pungki P
24 024 Renaldi L
25 025 Rudi. H L
26 026 Rudi. S L

79
80

27 027 Saepudin L
28 028 Solecha P
29 029 Tuti Haryanti P
30 030 Wiwin Tri

80