You are on page 1of 6

Nama : Widya Kurnia Dewi

NIM : 43207010095
TUgas : Soal Ulasan Auditing 1 Bab 4-6

Bab 4
4-1 Sebutkan enam nilai etis inti yang dijelaskan oleh Josephson Intitute?
Jawab:

a. Keterpercayaan. Mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas, dan loyalita.


b. Penghargaan. Mencakup gagasan-gagasan seperti kesopanan,
kesopansantunan, harga diri, toleransi, dan penerimaan.
c. Pertanggung jawaban berarti pertanggung jawaban atas tindakan seseorang
serta melakukan pengendalian diri.
d. Kesepadana dan keadilan mencakup isu-isu tentang kesejajaran,sikap tidak
memihak, proponsional, keterbukaan, serta perlindungan hokum.
e. Perhatian berarti secara sungguh-sungguh memperhatiakan kesejahteraan
sesamanya termasuk di dalamnya adalah tindakan yang selalu memperhatikan
kepentingan sesama serta menunjukkan perbuatan baik.
f. Kewarganegaraan termasuk di dalamnya adalah kepatuhan pada undang-
undang serta melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara agar proses
dalam masyarakat berjalan dengan baik.

4-2 Jelaskan sebuah dilema etis. Bagaimana sesorang memutuskan sebuah dilema etis?

Jawab: Dilema etika merupakansituasi yang dihadapi oleh seseorang di mana ia harus
membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat untuk dilakukannya.

Pendekatan yang digunakan untuk memutuskan sebuah dilema etika adalah:

• Memperoleh fakta-fakta yang relevan.


• Mengidentifikasikan isu-isu etika berdasarkan fakta-fakta tersebut.
• Menentukan siapa yang akan terkena pengaruh dari keluaran dilema tersebutdan
bagaimana cara masing-masing pribadi atau kelompok itu dipengaruhi.
• Mengidentifikasikan berbagai alternatif yang tersedia bagi pribadi yang harus
menyelesaikan dilema tersebut.
• mengidentifikasikan konsekuensi yang mungkin terjadi pada setiap alternatif.
• Memutuskan tindakan yang tepat untuk dilakukan.
4-3 Mengapa ada kebutuhan khusus untuk perilaku etis oleh para professional? Mengapakah
persyaratan etis dari profesi akuntan public berbeda dari profesi lainnya?

Jawab: Istilah profesional menunjukkan tanggung jawab untuk bertindak melebihi kepuasan
yang dicapai oleh si profesional itu sendiri atas pelaksanaan tanggung jawab yang diembannya
maupun melebihi ketentuan yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku dalam
masyarakat. Alasan utama diperlukannya tingkat tindakan profesional yang tinggi oleh setiap
profesi adalah kebutuhan akan keyakinan publik atas kualitas layanan yang diberikan oleh
profesi, tanpa memandang masing-masing individu yang menyediakan layanan tersebut.
Kantor akuntan publik bertugas dan dibayar oleh perusahaan yang menerbitkan laporan
keuangan, tetapi manfaat utama dari proses audit ini didapat oleh para pengguna laporan
keuangan. Merupakan hal yang penting untuk membuat para pengguna laporan memandang
kantor akuntan publik sebagai pihak yang kompeten dan objektif.

4-4 Sebutkan empat bagian dari Kode Etika Profesional, dan sebutkan tujuan dari masing-
masingnya?

Jawab:

a. Prinsip-prinsip. standar etika ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofi. Prinsip-prinsip
ini bersifat teoritis;
b. Peraturan etika. standar etika minimum yang dinyatakan sebagai peraturan spesifik.
Peraturan ini bersifat praktis;
c. Interpretasi atas peraturan etika. Berbagai interpretasi atas peraturan etika yang
disusun oleh Divisi Etika Profesi AICPA. interpretasi ini harus bersifat teoritis, tetapi
praktisi harus menyesuaikan penyimpangannya;
d. Kaidah Etika. Publikasi penjelasan serta beragam jawaban atas pertanyaan tentang
peraturan etika yang disampaikan pada AICPA oleh para praktisi serta pihak lainnya
yang tertarik akan ketentuan-ketentuan etika. Interpretasi ini bersifat teoritis, tetapi
praktisi harus menyesuaikan penyimpangannya;

4-6 Mengapa independensi auditor itu begitu penting?

Jawab: Nilai auditing sangat bergantung pada persepsi publik akan independensi yang dimiliki
auditor. Independensi dalam audit berarti mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam
melakukan ujian audit, mengevaluasi hasilnya, dan membuat laporan audit. Alasan bahwa
independensi auditor begitu penting karena diharapkan auditor dalam melakukan audit
bertindak secara objektif, tidak memihak pada salah satu pihak, baik itu perusahaan yang
membayar mereka maupun para pengguna laporan. Jadi auditor itu tidak terikat oleh siapa pun,
sehingga laporan hasil audit adalah hasil dari pelaksanaan audit yang sebenar-benarnya.

Bab 5
5-1 Sebutkan beberapa factor yang mempengaruhi timbulnya tuntutan hokum terhadap akuntan
public dalam tahun-tahun terakhir ini?

Jawab:

1. Ada peningkatan kesadaran para pengguna laporan keuangan akan tanggung jawab
akuntan publik.
2. Ada peningkatan kesadaran divisi-divisi Securities & Exchange Commision (SEC)
mengenai dengan kewajibannya melindungi kepentingan para pemegang saham.
3. Auditing dan akuntansi semakin kompleks karena ada faktor-faktor seperti
meningkatnya ukuran usaha, globalisasi usaha dan intrik-intrik operasi usaha.
4. Masyarakat menerima tuntutan dari pihak yang terluka melawan siapa saja yang dapat
memberikan kompensasi, tanpa melihat yang salah, bersama dengan beberapa doktrin
tentang kewajiban.
5. Keputusan pengadilan sipil pada beberapa kasus yang melawan akuntan publik telah
dipuji-puji, yang telah meyakinkan para pengacara untuk memberikan pelayanan hukum
berdasarkan biaya jasa yang tergantung pada keberhasilan.
6. Banyak perusahaan akuntan publik lebih memilih menyelesaikan masalah hukum
mereka di luar pengadilan untuk menghindari biaya pengadilan yang mahal dan
publisitas, bukannya menyelesaikan melalui proses pengadilan.
7. Pengadilan mempunyai kesulitan di dalam memahami dan menafsirkan masalah-
masalah teknis akuntansi dan audit.

5-8 Apa yang dimaksud kelalaian kontribusi? Dengan persayratan apa hal ini biasa dijadikan
sebagai alasan pembelaan yang berhasil?

Jawab: Pembelaan terhadap kelalaian kontribusi terjadi bila tindakan klien yang menyebabkan
kerugian menjadi dasar bagi kerugian atau mempengaruhi audit sehingga auditor tidak bias
menemukan sebab dari kerugian yang terjadi.

5-5 Apa perbedaan pengertian “penipuan (fraud)” dan “penipuan konstruktif”.


Jawab:

a. Penipuan : terjadi bila laporan yang salah sudah dibuat dan memang sudah diketahui
bahwa terjadi kesalahan dan bermaksud untuk menipu.
b. Penipuan Konstruktif : kelalaian yang ekstrim / luar biasa, meskipun sebenarnya tidak
bermaksud untuk menipu atau pun merugikan. Penipuan konstruktif sering disebut
sebagai kesembronoan. Kesembronoan dalam kasus audit dapat terjadi bila auditor
mengetahui bahwa audit yang memadai belum tuntas, tetapi tetap saja mengeluarkan
pendapat audit, meskipun tidak ada maksud menipu para pemakai laporan keuangan.
5-14 Sanksi-sanksi apa yang bias dikenakan SEC terhadap KAP?

Jawab:

a. Komisi dapat mencabut sementara atau seterusnya hak untuk tampil atau berpraktek
dengan cara apa pun juga dari setiap orang yang didapati oleh komisi.
1) tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mewakili orang lain, atau
2) kurang memiliki karakter yang baik atau integritas atau telah melakukan
perbuatan yang tidak etis atau tidak pantas.
b. KAP dilarang menerima klien SEC selama periode tertentu, seperti 6 bulan.
c. KAP pribadi dan perusahaan mereka diwajibkan untuk mengikuti program-program
belajar ulang.

5-4 Dalam hal bagaimana konsep prudent person mempengaruhi kewajiban auditor.
Jawab: Setiap orang yang menawarkan jasa pelayanan kepada yang lain dan dipekerjakan
memiliki kewajiban untuk menggunakan keahlian dalam pekerjaannya yang didapat dengan
hati-hati dan sungguh-sungguh. Tetapi tak seorang pun, baik terlatih maupun tidak,
menjalankan tugas yang dia perkirakan bisa berhasil dan tanpa salah sedikit pun. Dia bertugas
dengan semangat dan integritas yang baik tetapi tidak dengan kemungkinan berbuat salah dan
dia bertanggung jawab terhadap atasannya atas kelalaiannya.

Bab 6
6-1 Nyatakanlah tujuan dari audit yang umum dilakukan atas laporan keuangan. Dalam istilah
umum, bagaimana cara auditor memenuhi tujuan tersebut?

Jawab: Tujuan audit umum atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk
menyatakan pendapat atas kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil
usaha, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Cara yang dilakukan auditor untuk memenuhi tujuan tersebut adalah dengan cara
mengumpulkan berbagai bukti audit yang cukup memadai. Langkah-langkah untuk menyusun
berbagai tujuan audit:
– Memahami berbagai tujuan dan tanggung jawa audit.
– Memecahkan laporan keuangan menjadi berbagai.
– Mengetahui asersi manajemen tentang akun-akun.
– Mengetahui berbagai tujuan audit umum atas berbagai akun dan kelas transaksi.
– Mengetahui berbagai tujuan audit spesifik atas berbagai akun dan kelas transaksi.
6-2 Jelaskan perbedaan antara tanggung jawab manajemen dan auditor atas laporan keuangan
yang diaudit?

Jawab:

a. Tanggung jawab atas kewajaran penyajian laporan keuangan berkaitan dengan hak
istimewa manajemen dalam menentukan berbagai pengungkapan apa yang mereka
anggap penting untuk disajikan. Manajemen memiliki tanggung jawab dalam
mempersiapkan laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuanganyang
menyertainya.
b. Auditor memiliki tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk
memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu
telah terbebas dari kesalahan penyajian yang material, baik disebabkan oleh kekeliruan
maupun oleh kecurangan.

6-3 Jelaskan perbedaan antara istilah kekeliruan dan kecurangan. Apakah tenggung jawab
yang dipikul auditor untuk menemukan masing-masing hal tersebut?

Jawab:

a. Kekeliruan : suatu salah saji dalam laporan keuangan yang tidak disengaja.
b. Kecurangan : suatu salah saji dalam laporan keuangan yang sengaja dilakukan.
Para auditor menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melakukan
perencanaan dan melaksanakan proses audit untuk mendeteksi berbagai kesalahan yang
secara sengaja maupun tidak sengaja telah dilakukan baik oleh manajemen maupun oleh para
karyawannya. Baik untuk kekeliruan maupun kecurangan, auditor harus memperoleh tingkat
keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu telah bebas dari salah saji yang
material.

6-4 Jelaskanlah perbedaan antara kecurangan dalam pelaporan keuangan dan penggelapan
aktiva?

Jawab: Kecurangan pelaporan keuangan merugikan para pengguna laporan dengan


menyediakan bagi mereka informasi keuangan yang tidak benar bagi proses pembuatan
keputusan mereka. Ketika terjadi penggelapan aktiva, para pemegang saham, kreditur, serta
berbagai pihak lainnya dirugikan karena berbagai aktiva tersebut tidak lagi tersedia bagi mereka
sebagai para pemilik yang berhak atas aktiva tersebut.
Suatu contoh atas kecurangan pelaporan keuangan adalah keputusan untuk menghapuskan
catatan atas laoran keuangan yang penting tentang kasus litigasi yang tertunda. Biasanya,
walaupun tidak selalu terjadi, penggelapan aktiva dilakukan oleh para karyawan dan bukan oleh
manajemen.

6-10 Definisikanlah arti dari suatu asersi manajemen tenteng laporan keuangan. Identifikasikan
kelima kategori umum dari asersi manajemen itu?

Jawab: Berbagai asersi manajemen diterapkan atau diekspresikan sebagai pernyataan


manajemen tentang berbagai kelas transaksi dan berbagai akun yang terkait dengannya dalam
laporan keuangan.
SAS 31 (AU 326) mengklasifikasikan berbagai asersi tersebut ke dalam lima kategori utama:
1. Keberadaan atau keterjadian.
2. Kelengkapan.
3. Penilaian atau alokasi.
4. Hak dan kewajiban.
5. Penyajian dan pengungkapan.