You are on page 1of 6

Keterangan Semen Portland Beton

Definisi Semen portland adalah semen hidrolisis yang
dihasilkan dengan cara menggiling terak/klinker
yang mengandung senyawa kalsium Silikat yang
bersifat hidrolisis ditambah dengan bahan tambahan
gypsum yang berfungsi sebagai pengatur
pengikatan (memperlambat pengikatan).
Beton merupakan salah
satu bahan konstruksi
yang telah umum di
gunakan untuk bangunan
gedung, jembatan, jalan,
dan lain lain.
Bahan baku
utama
Batugamping (77%)
Batulempung (15%)
pasir kuarsa (6%)
pasir besi(2%)
Semen
Agregat :
- Agregat Kasar
- Agregat Halus
Air
Bahan tambah (additive)

Klasifikasi /
Jenis / tipe
- Tipe I : (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland untuk penggunaan umum
yang tidak memerlukan persyaratn khusus
seperti yang dipersyaratkan
- Tipe II (Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya
memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau
panas hidrasi sedang
- Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya
memerlukan kekuatan yang tinggi pada
tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.
- Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen Portland yang dalam penggunaannya
memerlukan panas hidrasi rendah.
- Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya
memerlukan ketahanan tinggi terhadap
sulfat..
- Beton Kelas I :
Merupakan beton
untuk pekerjaan-
pekerjaan non
struktural. Untuk
pelaksanaannyati
dak diperlukan
keahlian khusus.
- Beton Kelas
IIMerupakan
beton untuk
perkerjaan-
perkerjaan
struktural secara
umum.Pelaksanaa
nnya memerlukan
keahlian yang
cukup dan harus
dilakukan di
bawahpimpinan
tenaga-tenaga
ahli.
- Beton Kelas
IIIMerupakan
beton untuk
pekerjaan
struktural dimana
dipakai mutu
beton dengan
kuatdesak
karateristik yang
lebih tinggi dari
225 ka/cm2.
Kegunaan Semen portland dipergunakan dalam semua jenis
beton struktural seperti tembok, lantai, jembatan,
terowongan dan sebagainya, yang diperkuat dengan
tulangan atau tanpa tulangan. Selanjutnya semen
portland itu digunakan dalam segala macam adukan
seperti fundasi,telapak, dam,tembok penahan,
perkerasan jalan dan sebagainya.Apa bila semen
portland dicampur dengan pasir atau kapur,
dihasilkan adukan yang dipakai untuk pasangan
bata atau batu,atau sebagai bahan plesteran untuk
permukaan tembok sebelah luar maupun sebelah
dalam.
- Untuk menahan
gaya gaya
tekanan vertical
dari beban
- Untuk perkerasan
jalan
- Untuk struktur
bangunan
- Untuk fondasi
jalan
- Untuk Jembatan
penyeberangan
- Untuk struktur
parkiran
- Untuk dasar
untuk
pagar/gerbang
Proses
Pembuatan /
Diagram Alir
Ada 2 proses dalam pembuatan semen Portland , yaitu :
- Proses Basah
Pada proses basah, sebelum dibakar bahan
dicampur dengan air (slurry) dan digiling hingga
berupa bubur halus. Proses basah umumnya
dilakukan jika yang diolah merupakan bahan-
bahan lunak seperti kapur dan lempung.

 Diagram Alir proses basah



1.Penempatan dan
penyimpanan material
Pasir & Split.
Kesalahan penempatan
dan penyimpanan material,
dapat menyebabkan
menurunnya kwalitas
beton.
Semen.
Dijaga agar tidak lembab,
disimpan didalam ruangan
atau gudang dan
dibawahnya di beri
landasan agar uap lantai
tidak langsung mengenai
semen

2. Persiapan dan Proses
Pencampuran.
Untuk menghasilkan beton
dengan kwalitas yang
seragam, bahan- bahan
penyusun beton harus
disiapkan dan ditakar
dengan teliti karna akan
mempengaruhi
homogenitas campuran,
pencampuran dapat
dilakukan dengan cara
- Proses Kering
Proses kering biasanya digunakan untuk jenis
batuan yang lebih keras misalnya untuk batu
kapur jenis shale. Pada proses ini bahan
dicampur dan digiling dalam keadaan kering
menjadi bubuk kasar. Selanjutnya, bahan
tersebut dimasukkan ke dalam ciln dan proses
selanjutnya sama dengan proses basah









manual atau mekanis,
Pencampuran mekanis
yaitu dengan cara mixer
(mollen), utnuk
mendapatkan campuran
yang baik diperlukan
minimal 50 kali putaran
mixer atau tidak kurang
dari 1 menit untuk volume
pengecoran 1 m3.
Untuk mencegah
penggunaan beton terlalu
encer atau padat, ambil
nilai slump minimum 5 cm
dan maksimum 15 cm.

3. Pemadatan.
Dilakukan sesaat setelah
beton dituangkan, dengan
tujuan untuk
meminimalkan jumlah
rongga yang terbentuk
didalam beton sehingga
beton mempunyai
kekuatan yang tinggi. Dan
menambah kekedapan air.

4. Perawatan beton.
Sifat-sifat beton seperti
kekuatan dan daya tahan
akan bertambah dengan
perkembangan umur
beton,. Hilangnya air yang
terlalu cepat akan
mengakibatkan lambatnya
perkembangan mutu
beton, dan juga volume
beton menyusut .
Sifat Mekanik - Analisa Kuat Tekan Salah satu sifat mekanik
yang digunakan sebagai parameter
geopolimeradalah kuat tekan (compressive
strength). Geopolimer berbentuk silinder
denganukuran tertentu diberi tekanan secara
perlahan-lahan hingga mengalami keretakan.
Nilai yang teramati adalah gaya perlawanan dari
geopolimer.


- Perubahan Warna
Pada Beton
Warna beton
setelah terjadi
proses
pendinginanmemb
antu dalam
mengindikasikan
temperatur
maksimumyang
- Analisa Atom yang Larut Analisa pelarutan
geopolimer biasanya digunakan untuk
mengetahuikemampuan imobilisasi geopolimer
terhadap logam berat yang
dikandungnya.Logam berat yang merusak
lingkungan, seperti Pb, Cu, Cd, dan Cr, disimpan
padamatriks geopolimer. Logam berat yang
larut (leaching) kembali dapat dianalisa(Van
Jaarsveld & Van Deventer , 1999 ; Xu dkk,
2006).Analisa pelarutan (leaching) dapat
digunakan untuk mengetahui atom atauion
yang terlepas atau terlarut ke dalam
perendamnya .

pernah dialami
beton dalam
beberapa kasus,
- Spalling Dan
Crazing
Pada Beton
Spalling adalah
gejala melepasnya
sebagian
permukaan beton
dalam bentuk
lapisan tipis
(beberapacm).Crazi
ng adalah gejala
retak remuk pada
permukaan beton
- Klasifikasi Visual.
Pengamatan visual
seperti yang telah
diuraikan
dapatdilakukan dan
disajikan dalam
suatu denah
yangmenunjukkan
klasifikasi
kerusakan yang
teramati
- Retak (cracking).
Pada temperatur
tinggi, pemuaian
besi beton
akanlebih besar
daripada betonnya
sendiri. Tetapi
padakonstruksi
beton, pemuaian
akan tertahan
sampai suatutaraf
tertentu
Parameter yang
mempengaruhi
kekuatan
- Kualitas butiran semen
- Campuran bahan membuat semen
- Zat pengikat pada bahan dasar semen

- Kualitas Semen
- Proporsi semen
dalan campuran
beton
- Kekuatan dan
kebersihan agregat
- Ikatan antar
agregat dengan
pasta semen
- Pencampuran yang
cukup dari bahan
tambahan beton
- Pemadatan beton
dan perawatan
Penyebab
kerusakan
- Penyimpanan yang tidak sesuai standar
Penyimpanan semen harus mengikuti prosedur
atau standar yang sudah di tentukan , apabila
tidak menaati aturan atau standarisasi yang
telah di buat maka semen tersebut akan
mengalami perubahan bentuk
- Volume air yang
berlebih dalam
campuran beton
Beton yang
mengandung
jumlah air yang
berlebih akan
mempengaruhi
kekuatan
maksimum dari
beton. Sering
dalam pekerjaan
beton pihak
pekerja terlalu
meremehkan
volume air yang
dituangkan dalam
campuran beton,
kadang untuk
mengenyalkan
campuran supaya
lebih cepat dalam
penuangan
sipekerja sering
menambahkan
volume air padahal
sudah melebihi
persyaratan yang
diizinkan.
Kelebihan air ini
juga sangat
mengurangi
kekuatan beton.
- Pengeringan Beton
Secara Tiba Tiba
Pengeringan beton
secara cepat atau
secara tiba tiba
akan menyebabkan
kemungkinan retak
bila
dibandingangkan
dengan
pengeringan beton
secara datar dan
signifikan.
- Campuran beton
dan Kualitas
Material tidak
sesuai dengan
perencanaan
Kualitas material ,
proses
pencampuran dan
perbandingan
campuran akan
mempengaruhi
kekuatan beton.
Material dan
proses
pencampuran
beton yang tidak
mengikuti
persyaratan yang
telah dibauatkan
adalah salah satu
kemungkinan
penyebab
terjadinya retakan
pada beton.